Bubur Kampiun, Dessert Minangkabau yang Gugah Selera

3 menit baca
Dias Ashari
Ditulis oleh Dias Ashari diterbitkan
Bubur Kampiun, Gang Selera Cibadak, Kamis, 26 Juni 2025 (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Bubur Kampiun, Gang Selera Cibadak, Kamis, 26 Juni 2025 (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)

Coba bayangkan, kalau makanan bukan sekedar penghilang lapar semata tapi punya nilai sejarah yang membuat kita semakin bersyukur dengan keberadaannya.

Hari ini makanan bukan lagi simbol yang bisa menghantarkan cerita -cerita dibalik diberikannya nama pada sebuah makanan. Hari ini makanan hanya dianggap sebagai komoditas untuk penghilang lapar dan memulihkan energi setelah bekerja seharian.

Dalam proses makan, sebetulnya banyak hal-hal kecil yang bisa kita eksplorasi. Mulai dari warna, tekstur, rasa juga cerita dibalik hadirnya makanan tersebut.

Namun hal kecil ini justru sudah terlupakan, terlebih gadget sering kali menjadi distraksi dalam kegiatan makan. Sadar ga sih?

Kadang ada beberapa orang yang makan harus sambil menonton video mukbang untuk menggugah selera.

Mungkinkah rasa enak yang menggugah selera itu sebetulnya hanya ilusi dari video atau memang benar-benar rasa yang ada dalam lidah yang tersentuh secara langsung oleh makanan.

Perilaku ini terlihat sepele, padahal awal mula terjadinya nir empati manusia terhadap makanan. Proses inilah yang sering kali membuat manusia menghamburkan makanan. Pada ujungnya makanan yang tidak habis akan terbuang dan berdampak buruk terhadap lingkungan.

Baca Juga: AI, Neraka, dan Konten Viral: Kreatif atau Blunder?

Seperti makanan lainnya, bubur kampiun juga memiliki sejarah yang unik dalam proses penemuannya.

Bubur kampiun ditemukan dari proses ketidaksengajaan dalam sebuah perlombaan yang diadakan oleh Desa Jambu Air, Banuhampu, Bukittinggi. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya masyarakat untuk menghilangkan rasa trauma akibat perang revolusi pada tahun 1951-1958.

Tanpa memiliki persiapan yang matang, nenek penjual bubur bernama Amai Zona mencampurkan segala jenis bubur dagangannya karena datang terlambat.

 (Sumber: Youtube/Street Foods Village)
(Sumber: Youtube/Street Foods Village)

Sangat mengejutkan ketika kreativitas yang dihasilkan di waktu genting tersebut membawa sebuah kemenangan untuk nenek Amai Zona. Karena kemenangan inilah bubur tersebut dinamai bubur kampiun (diambil dari bahasa inggris champion).

Menariknya semua komponen yang berada dalam satu piring bubur kampiun ini memiliki filosofi tersendiri.

Misalnya, Bubur sumsum yang putih dan lembut erat kaitannya dengan sebuah kesederhanaan, rasa syukur yang mendalam serta kebersihan hati. Dengan warna yang bersinggungan, bubur ketam hitam melambangkan kebersamaan, kesatuan serta sebuah harapan akan kehidupan yang harmonis.

Sementara kolak pisang/ ubi menjadi sebuah makna yang melambangkan instrospeksi diri, pengingat sebuah kematian serta harapan akan pengampunan sebuah dosa.

Lalu bubur kacang hijau memiliki makna sebagai bentuk kesederhanaan, sebuah kehangatan dan pemulihan sebuah luka.

Bubur Candil yang kenyal pun melambangkan sebuah harmoni kehidupan, layaknya tidak kehidupan yang berputar dan rasa syukur atas berkah yang hadir.

Kemudian cantiknya pacar cina menjadi pun menjadi simbol kebersamaan, keharmonisan dan harapan baik. Tak luput santan sebagai pemanis dalam hidangan menjadi simbol bagi kemakmuran dan kesejahteraan.

Begitu dahsyatnya makna yang tersirat dalam sebuah makanan, apabila kita mau mentafakurinya. Rasanya makanan menjadi sebuah simbol yang terejawantahkan menjadi sebuah doa bagi siapa saja yang memakannya.

Lihat Juga: Setelah 180 Tahun, Karya Franz Junghuhn Terbit dalam Bahasa Indonesia

Menikmati sepiring bubur kampiun di sudut gang selera, memang menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Bagaimana ruangan sederhana itu menjadi saksi, kesinambungan antara manusia, alam, makanan dan doa-doa.

Semilir angin yang datang seakan mengiringi satu suapan yang berisi lembutnya bubur, kenyalnya Candil, asamnya pisang serta gurihnya santan yang menggugah selera dalam mulut. Gang selera yang terasa homey membuat penulis ingin berlama-lama melamun dan mencoba makanan khas lainnya yang tersaji. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Ayo Netizen 16 Okt 2026, 18:00

Pengalaman Memandu SMP Atirah Makassar #1

Pengalaman memandu siswa kelas 8 dari SMP Atirah, Bukit Baruga, Makassar, pada tanggal 5 Oktober hingga 9 Oktober kemarin.

Pengalaman memandu siswa kelas 8 dari SMP Atirah, Bukit Baruga, Makassar, pada tanggal 5 Oktober hingga 9 Oktober kemarin. (Sumber: Malia Nur Alifa)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 16:57

Ketika Foto Menjadi Saksi Sejarah: Ray Bachtiar dan Perjalanan Dunia Visual

Fotografi menyimpan jejak sejarah dan ingatan bangsa. Talkshow “Jejak Visual” mengulas evolusi fotografi dan videografi bersama Ray Bachtiar Dradjat di Museum Mandiri, Kota Tua Jakarta.

Praktisi fotografi Ray Bachtiar Dradjat menjadi narasumber talkshow “Jejak Visual: Evolusi Fotografi dan Videografi”. (Sumber: Ray Bachtiar Dradjat)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 16:42

Menelusuri Jejak Benny Soebardja, Sang Godfather Rock Progresif Indonesia

Buku Benny Soebardja: The Progressive Years karya Zuhair Alyafie mengulas perjalanan Benny Soebardja dan perannya dalam membentuk sejarah rock progresif Indonesia.

Benny Soebardja: Perjalanan Sang Godfather Rock Progresif Indonesia (Sumber: Zuhair Alyafie)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 15:21

Peran Bank Perekonomian Rakyat Mencegah Jerat Rentenir di Bandung

Tujuan utama perbankan daerah bukan hanya menghimpun dana dan menyalurkan kredit. Keberadaannya menjaga martabat ekonomi keluarga di Bandung.

Ilustrasi pentingnya peran Bank Perekonomian Rakyat di Kota Bandung. (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 13:58

Cerita Perjalanan Menuju Palimanan dan Belajar Keberanian dari Lapak Baca Buku Gratis Cirebon

Kegiatan membuka lapak untuk membaca buku gratis mulai hadir di beberapa kota untuk meningkatkan minat literasi, begitu juga dengan Kota Cirebon.

Baca Buku Gratis di Alun-Alun Palimanan Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 11:07

Jalur Banjaran–Pangalengan Seringkali Padat: Mengapa Kemacetan Terjadi?

Kemacetan di jalur Banjaran–Pangalengan menjadi perhatian karena jalur ini digunakan oleh warga untuk beraktivitas sehari-hari sekaligus menjadi akses menuju kawasan wisata.

Dokumentasi kemacetan di daerah Pasar Banjaran.
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 10:07

SKS: Kebiasaan Buruk atau Mekanisme Bertahan Mahasiswa?

Tugas menumpuk dan tenggat mendekat membuat mahasiswa begadang demi menyelesaikan pekerjaan. Apakah SKS sekadar kebiasaan buruk atau cara bertahan di tengah tuntutan akademik?

night study (Sumber: pexels.com | Foto: Bikram Bezbaruah)
Bandung 15 Okt 2026, 19:59

Industri Hiburan Bandung Masih Bergelora, Playlist Rewind 2026 Jadi Bukti Eksistensi Kota Musik

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026.

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 17:57

Para Insinyur Planologi, Arsitektur dan Sipil Terkemuka Yang Terlibat Pembangunan Kota Bandung dan Cimahi (Bagian 1)

Kisah insinyur planologi, arsitektur dan sipil terkemuka dalam membangun Bandung dan Cimahi. Temukan jejak sejarah, inovasi tata kota dan mahakarya ikonis mereka di sini!

Lukisan cat air Gedung Sate (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2)
Bandung 15 Okt 2026, 16:41

Menolak Lupa Rasa Rumah, 11 Tahun Warung Kopi Imah Babaturan Merawat Hangatnya Bandung

Tepat pada 15 Oktober 2026, warung kopi dan rumah makan, yakni Warung Kopi Imah Babaturan yang bersemayam di jantung Kota Bandung ini merayakan hari jadinya yang ke-11.

Pemilik Warung Kopi Imah Babaturan, yakni Mohammad Nurul Hudha dan sang istri, Anggia Bonyta. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:48

Relasi Santri dengan Indonesia

Refleksi Hari Santri Nasional 2026: menelusuri jejak Resolusi Jihad, peran ulama, dan perjuangan santri dalam mempertahankan kemerdekaan serta menjaga hubungan santri dan negara.

Relasi Santri dengan Indonesia (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:09

Ketika Pertemanan Punya Target Harian: Terhubung atau Sekadar Menjaga Api Streak TikTok?

Pernah takut api streak TikTok dengan teman terputus? Kebiasaan ini bisa menjaga komunikasi, tetapi juga terasa seperti kewajiban harian. Apakah kita benar-benar terhubung atau sekadar menjaga angka?

Fitur api streak TikTok bisa menjadi cara menyenangkan untuk menjaga komunikasi.
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:03

Pardoks 'Tidak Ada Bukti' dalam Kasus Pelecehan Seksual di Unpas

Data menunjukkan bahwa laporan palsu -- atau bahkan fitnah -- dalam kasus kekerasan dan pelecehan seksual di kampus sangat rendah, sementara underreporting sangat tinggi. Apa artinya?

Aksi mahasiswa Universitas Pasundan (Unpas) Bandung terkait dugaan kekerasan seksual oleh oknum dosen. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 12:03

Mengenal Emma Poeradiredja dan Jejak Politik Perempuan Sunda

Emma Peoradiredja, seorang tokoh perempuan sunda yang membukakan jalan berpolitik untuk perempuan di tanah sunda

Emma Poeradiredja
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 22:06

Bandung dan Cirebon Sama-Sama Minim Penerangan Lampu Jalanan

Penerangan jalan umum di wilayah Jawa Barat masih sangat minim perhatian sehingga kondisi ini bisa mengakibatkan potensi kecelakaan bagi pengguna kendaraan.

Penerangan Jalan Ahmad Yani-Pantura Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 18:01

Menyeret Emak dan Bapak Ke Pengadilan

Banyak Lansia atau orang tua yang disidangkan oleh anak kandungnya di pengadilan yang semestinya tidak terjadi peristiwa nirempati tersebut

Ruang sidang bukan tempat membalas budi orang tua. Utamakan musyawarah dan kasih sayang. (Sumber: Ilustrasi oleh Gemini AI)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 16:45

Penertiban PKL: Apakah Menuju Bandung yang lebih Ramah dengan Pejalan Kaki?

Beberapa waktu ke belakang Bandung sedang melakukan penertiban PKL di Jalan Kiaracondong dan Cihapit tentunya harapannnya pejalan kaki mendapatkan haknya kembali.

Ilustrasi Penertiban PKL. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 14:52

Momentum Memerdekakan Guru

Menjadi anomali bahwa profesi guru mendapatkan tuntutan, tetapi dalam kehidupannya masih di bawah dari harapan.

Ilustrasi guru dan siswa di ruang kelas sekolah. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 13:49

Proyeksi JPO UIN Bandung: Realisasi atau Ilusi?

Sebuah kritik dan saran kepada birokrasi UIN Bandung terkait usulan pengadaan JPO di depan gerbang kampus yang berhadapan langsung dengan Jalan A.H. Nasution.

Lanskap Jalan A.H Nasution di jam aktifitas. (Sumber: Dipotret dengan ponsel pribadi. | Foto: Rifki Ahmad Ma'ruf)
Sejarah 14 Okt 2026, 11:58

Jejak LASWI Maung Bikang Asal Bandung

Di Bandung pernah ada satu pasukan perempuan yang terjun dalam medan perang di garis depan. Pasukan ini bernama LASWI

Patung LASWI di Kebonjukut, Kota Bandung (Foto: Mildan Abdalloh)