Rahasia Menjadi Guru yang Dirindukan oleh Murid-muridnya

4 menit baca
Sam Edy Yuswanto
Ditulis oleh Sam Edy Yuswanto diterbitkan
Gambar buku "Guru yang Dirindu" (Sumber: saya | Foto: Sam)
Gambar buku "Guru yang Dirindu" (Sumber: saya | Foto: Sam)

Guru merupakan sebuah profesi yang tak semua orang bisa menjalaninya. Saya pribadi mengakui bahwa menjadi seorang guru itu bukan hal yang mudah. Selain memiliki niat yang kuat untuk mengabdi dan membantu mencerdaskan anak-anak bangsa, seorang guru juga dituntut untuk memiliki budi pekerti mulia.

Guru adalah sosok yang, sebagaimana sering kita dengar, “digugu dan ditiru”. Atau dengan kata lain, guru adalah orang yang segala perkataan dan perbuatannya layak untuk menjadi contoh bagi seluruh peserta didiknya.

Di sinilah seorang guru dituntut untuk selalu berhati-hati dalam bertutur kata dan bersikap. Karena segala ucapan dan perbuatannya akan menjadi cerminan bagi murid-muridnya.

Seorang guru juga dituntut untuk terus meningkatkan kualitas dirinya. Jangan merasa puas dengan beragam ilmu yang sudah dikuasainya. Belajar dan terus belajar menjadi hal yang niscaya bagi para guru.

Memperkaya diri dengan beragam bacaan misalnya, dapat meningkatkan kualitas keilmuan para guru yang kelak menjadi bekal mengajarnya di sekolah.

Salah satu buku yang patut dibaca oleh para guru misalnya buku berjudul "Guru yang Dirindu" (Tips Menjadi Guru Favorit dan Inspiratif) karya Prito Windiarto, S,Pd., Gr. Buku ini mengupas apa dan siapa itu guru yang dirindu. Sajian tips-tips menjadi guru favorit dan inspiratif diharapkan bisa membantu guru meraih predikat yang dirindu. 

Setiap orang yang berprofesi sebagai guru, mestinya harus selalu berusaha menjadi sosok guru yang dirindu. Yang menjadi pertanyaan selanjutanya adalah: “kira-kira seperti apa sosok guru yang dirindukan oleh murid-muridnya?”

Dalam buku ini, Prito Windiarto menjelaskan bahwa guru yang dirindu adalah guru yang dinamis, inovatif, religius, memiliki integritas, nasionalis, disiplin, dan juga ulet. Guru yang dinamis tidak kaku dalam menyikapi perkembangan zaman. Ia bisa beradaptasi pada setiap perubahan. Hendaknya ia bisa meng-upgrade dirinya dengan ilmu pengetahuan, dan wawasan yang mutakhir (up to date). Ia tidak boleh berhenti belajar, sebagaimana ungkapan bijak “long life education”.   

Ciri guru yang dirindu berikutnya adalah inovatif. Menurut Prito, inovasi merupakan sebuah terobosan untuk menghasilkan sesuatu yang lebih baik. Guru yang inovatif mampu membuat terobosan untuk perkembangan dirinya dan dunia dunia pendidikan.

Ia akan senantiasa melakukan perubahan untuk menjadi pribadi lebih baik dari waktu ke waktu dan mampu menciptakan teknik mengajar yang menyenangkan dan mudah dipahami muridnya. Karena pembelajaran yang monoton atau membosankan akan membuat para murid menjadi malas.

Guru yang Tak Dirindu

Bila ada istilah guru yang dirindu maka akan muncul istilah yang menjadi kebalikannya, yakni guru yang tak dirindu. Sungguh sangat menyedihkan bila ada seorang guru namun keberadaannya sangat tidak disukai dan tak dirindukan oleh para peserta didiknya.

Guru yang tak dirindu biasanya memiliki perilaku yang kurang baik. Ucapannya mungkin kerap menyinggung banyak orang sehingga banyak orang enggan untuk berdekatan dengannya.

Ciri-ciri guru yang tak dirindu sebagaimana dipaparkan oleh Prito Windiarto dalam buku ini yakni: tamak, arogan, kesusu (tergesa-gesa), memiliki sifat dengki, indisipliner, rapuh, intoleran, nakal, diktator, dan urakan atau ugal-ugalan.

Disiplin merupakan sikap yang biasa digemakan oleh para guru di sekolah kepada seluruh murid. Namun yang menjadi persoalan adalah ketika ada guru yang justru tidak disiplin. Ini tentu aneh, karena dia menyuruh murid untuk disiplin, sementara dirinya sendiri malah tidak dispilin atau indisipliner.

Dalam buku ini diuraikan, guru yang indisipliner selalu melanggar aturan dan tata tertib yang telah ditetapkan. Misal, sang guru mendapat jadwal masuk pukul 07.30, tetapi ia baru masuk pukul 08.00. Ia datang terlambat tanpa alasan yang jelas. Bahkan tak sedikit guru yang meninggalkan tugas mengajar hanya karena malas, bukan karena alasan yang bisa dibenarkan.

Urakan atau ugal-ugalan ternyata tak hanya menjadi sifat kaum muda saja seperti para siswa dan siswi. Karena pada kenyataannya, sifat ini juga bisa melekat pada sosok guru. Guru yang urakan biasanya tidak disukai, apalagi dirindukan oleh murid-muridnya.

Prito Windiarto menjelaskan, guru yang urakan dan ugal-ugalan tidak menunjukkan budi pekerti yang baik. Ucapan dan perbuatannya tidak mencerminkan pribadi yang berakhlak terpuji. Jika kita ingin menjadi guru yang dirindu, sifat urakan dan ugal-ugalan ini harus dihilangkan dari diri kita.

Berlandaskan Cinta dan Kebahagiaan

Ilustrasi anak sekolah. (Sumber: Pexels/Agung Pandit Wiguna)
Ilustrasi anak sekolah. (Sumber: Pexels/Agung Pandit Wiguna)

Melandasi dengan cinta dan kebahagiaan merupakan tips bagi mereka yang ingin menjadi sosok guru yang dirindu. Landasilah profesi mengajar dengan sepenuh rasa cinta. Rasa cinta ini akan membuatnya bahagia ketika sedang mengajar para peserta didiknya. 

Meskipun ada murid yang bandel, nakal, dan sulit dalam menyerap materi pelajaran, namun tak sampai membuat seorang guru itu menyerah, kesal, apalagi putus asa dalam menghadapinya. Ini dikarenakan ia telah menyadari dan melandasinya dengan rasa cinta. Jadi, ia akan berusaha bersabar dan tak lelah membimbing dan mengarahkan murid-muridnya. 

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Abdul Mu'ti pernah memberikan petuah: “Motivasi utama seseorang menjadi guru itu harus cinta murid, harus cinta ilmu. Kalau itu tidak dimiliki, berapa pun gaji kita, nggak akan pernah bahagia menjadi seorang guru.”

Pak Menteri memberikan gambaran bahwa motivasi utama seorang guru haruslah berlandaskan cinta pada murid dan ilmu. Kecintaan itulah yang akan membuat guru bahagia (halaman 34).

Buku karya Prito Windiarto, S,Pd., Gr. Yang diterbitkan oleh penerbit Buku Abdi (Bandung) ini sangat menarik dan patut dibaca oleh para guru.

Bahkan buku ini juga cocok dibaca oleh mahasiswa, calon guru, guru, praktisi, dan masyarakat umum yang concern pada dunia pendidikan. 

Selain mengulik tentang siapa itu guru yang dirindu, buku ini juga menghadirkan kisah beberapa guru yang dedikasinya sangat tinggi dan inspiratif bagi dunia pendidikan. Juga diuraikan potret realitas guru di lapangan dan sekelumit wajah dunia pendidikan Indonesia dewasa ini. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 09 Okt 2026, 20:18

Generasi Berempati Ekologis

Refleksi guru dalam isu darurat dampah di Bandung Raya.

Generasi berempati ekologis. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 19:45

Pesantren dan Pluralitas Indonesia

Bagaimana kita melihat pesantren kini dalam pluralitas? Masyarakat tidak cukup hanya diajarkan untuk "toleran". Mereka perlu memahami mengapa perbedaan harus dihormati dan hidup bersama secara adil.

Ilustrasi santri yang sedang belajar di pesantren. (Sumber: Pexels/Mufid Majnun)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 18:38

Hidangan-Hidangan Nostalgia: Tanggung Jawab Bersama Melestarikan Warisan Kuliner Nusantara

Mari kita melangkahkan kaki lebih dalam untuk menjelajahi keunikan serta kekayaan rasa hidangan utama tradisional yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.

Populer di Bandung sejak 1930, Colenak Tapai Pisang menyajikan perpaduan tapai singkong dan pisang tanduk panggang dengan saus gula merah kelapa, nikmat disantap hangat bersama teh panas. (Sumber: Dokumentasi Primarasa)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 18:04

Curug Putri Palutungan Terjun dari Atas Lava Gunung Gegerhalang

Gunung Gegerhalang itu ibu dari Gunung Cereme. Bila direkonstruksi, tinggi Gunung Gegerhalang itu diperkirakan mencapai 4.000 m dpl.

Dinding lembah di sisi timur Curug Putri, berupa susunan batutemplek, lava yang membeku dari aliran Gunung Gegerhalang peruode ke-2. (Foto: T Bachtia)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 17:35

UU Pelindungan Ketenagakerjaan: Mampukah Membuka Jalan bagi Gen Z?

Jika aturan memberikan perlindungan yang jelas sekaligus menciptakan kepastian hukum, perusahaan memiliki dasar yang lebih baik untuk menyusun rencana usaha dan perekrutan.

Harapan UU Pelindungan Ketenagakerjaan dan Nasib Gen Z. (Sumber: dok FSP LEM SPSI | Foto: Arif Minardi)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 16:45

Menyelisik Peristiwa ’65 dari Kacamata Seorang Anak 7 Tahun: Membaca Candik ala 1965

Candik Ala 1965 membuka cara membaca peristiwa 1965 melalui pengalaman seorang anak yang belum memahami sepenuhnya konflik politik di sekitarnya.

Buku "andik Ala 1965" karya Tinuk R. Yampolsky. (Foto: Nur Febri Putranto)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 15:32

Bandung dan Cirebon: Dua wilayah di Jawa Barat yang Memiliki Suhu Udara Berkebalikan

Bandung dan Cirebon merupakan dua kota yang berada dalam satu wilayah Jawa Barat tapi memiliki kondisi cuaca yang jauh berbeda

Dua kota yang masuk ke wilayah Jawa barat tapi memiliki cuaca yang berbeda. (Sumber: Generated AI)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 10:16

Kala Bandung Tua Perlu Belajar dari Bandung Muda

Bandung Tua perlu belajar dari Bandung muda. Bukan berarti setiap gagasan anak muda pasti benar. Juga bukan berarti generasi yang lebih tua harus menyerahkan kemudi begitu saja. 

Aktivitas lari yang jadi tren di Bandung kiwari. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 08:04

Jejak Rasa di Tanah Seberang: Sejarah, Adaptasi, dan Evolusi Kuliner Jawa di Suriname

Migrasi besar-besaran tenaga kerja dari Jawa ke Suriname terjadi pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20.

Sebuah foto yang memperlihatkan seorang perempuan Jawa di Suriname sedang menyiapkan hidangan ala Jawa untuk sebuah perjamuan. (Sumber: collectie.wereldmuseum.nl)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 07:43

Masa Depan Bandung Command Center: Dari Monitor ke Otak Kota

BCC masa depan idealnya mempunyai tiga lapisan. Pertama, IoT menjadi mata dan telinga kota. Kedua, AI menjadi mesin analisisnya. Ketiga, manusia tetap menjadi pengambil keputusan.

Ruang utama Bandung Command Center (BCC). (Sumber: sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 19:14

Ketika Keamanan Pangan Kota Bandung Diuji Kasus 88 Seoul

Momentum untuk melihat kembali bagaimana keamanan pangan dan perlindungan konsumen diterapkan dalam industri kuliner Kota Bandung yang terus berkembang.

Ilustrasi Walikota Bandung sedang sidak keamanan pangan. (Sumber: ilustrasi dikreasi dengan chatgpt | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 18:13

Bagaimana Menjadikan Kota Bandung sebagai Sentra Batik Utama di Jawa Barat

Bandung berpotensi menjadi sentra batik utama Jawa Barat. Melalui inovasi motif modern, penguatan pengrajin lokal dan dukungan festival budaya, batik Bandung siap mendominia pasar lokal dan global.

Damakara Store di Cihapit. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Rizma Riyandi)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 17:43

Khazanah Masakan Bogor Tempo Doeloe: Warisan Gastronomi Leluhur yang Kian Langka

Kuliner Bogor tempo doeloe adalah bagian tak terpisahkan dari identitas budaya Sunda dan kekayaan gastronomi Nusantara.

Cungkring merupakan sajian khas Bogor berupa sate kulit sapi yang dibalut gurihnya bumbu rempah dan kacang. (Sumber: Youtube | Foto: Dyodoran)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 16:17

Mang Jaya, Maestro Dongeng Sunda yang Melintasi Zaman

Lebih dari setengah abad Mang Jaya menjaga dongeng dan bahasa Sunda tetap hidup melalui kekuatan suara dan imajinasi.

Sosok Mang Jaya, maestro dongeng Sunda yang telah puluhan tahun menghidupkan tradisi mendongeng dan memperkenalkan kekayaan cerita Sunda kepada lintas generasi. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 15:46

Memaknai Kembali Bandung Heritage

Ada sudut-sudut kota Bandung yang menyimpan cerita sejarah tapi tergerus oleh waktu. Bandung bukan hanya kota arsitektur, tapi juga tempat bahasa Sunda dicetak, dibaca dan disebarluaskan.

Gedung peninggalan Era Kolonial di Kota Bandung. (Sumber: Pexels | Foto: Andaru Firmansyah)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 13:10

Bandung Tak Bisa Hanya Diurus lewat 'PowerPoint'

Bandung tidak perlu menciptakan sejarah baru. Sejarahnya sudah ada. Yang dibutuhkan adalah menghubungkan titik-titik sejarah yang selama ini berdiri sendiri.

Salah satu sudut kawasan heritage Braga. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Arif Ruhiyat)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 12:18

Masakan-Masakan Tionghoa Populer dalam Buku 'Masakan Aneka Warna' (1969)

Buku berjudul Masakan Aneka Warna disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio (yang juga ditulis sebagai Ibu Satrio Samuel).

Buku berjudul "Masakan Aneka Warna" disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio dan diterbitkan pertama kali oleh PN Balai Pustaka tahun 1969. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Wisata & Kuliner 08 Okt 2026, 11:18

Perkedel Bondon, Pengisi Perut Masinis Hingga Tempat Mangkal Para Perempuan Malam di Bandung

Perkedel Bondon lahir dari kebutuhan akan panganan para pekerja kereta api di Kota Bandung yang hanya melayani pelanggannya pada malam hari.

warung perkede Bondon di Jalan Stasiun Timur Kota Bandung (ist)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 10:34

Menolong Tak Cukup dengan Peduli: Ketika Mental Tak Baik-Baik Saja

Tidak semua orang yang sedang berjuang dengan masalah mental berkata, “Saya butuh pertolongan.” Kadang, yang dibutuhkan hanyalah seseorang yang peka kalau saya sedang tidak baik-baik saja.

Pembukaan Program Psikoedukasi Kesehatan Mental Remaja Pusjar SKTAN Tahun 2026. (Sumber: Humas Pusjar SKTAN | Foto: Humas Pusjar SKTAN)
Sejarah 08 Okt 2026, 09:24

Pertumbuhan Penduduk dan Hilangnya Penampung Air di Bandung

Banyak daerah di Bandung yang menggunakan nama Situ. Istilah ini merujuk pada keberadaan sebuah danau di tempat tersebut. Seperti Situ Aksan, Situ Sudimampir dan Situ Gunting

Situ aksan pada zama dahulu.(foto Istimewa)