Pendidikan Berkualitas Harus Terus Ditingkatkan

3 menit baca
Sam Edy Yuswanto
Ditulis oleh Sam Edy Yuswanto diterbitkan
Demi pendidikan berkualitas, seharusnya semua dukungan terus ditingkatkan. (Sumber: Pexels/Raiza Azkaril)
Demi pendidikan berkualitas, seharusnya semua dukungan terus ditingkatkan. (Sumber: Pexels/Raiza Azkaril)

Kualitas pendidikan sangat menentukan masa depan anak. Masa depan yang seperti apa yang diinginkan oleh setiap orangtua pada anak-anaknya? Tentunya masa depan yang cerah. Masa depan yang sukses dan penuh dengan kebahagiaan.  

Inilah mengapa, kualitas pendidikan di negeri ini harus terus ditingkatkan dari waktu ke waktu. Harus ada perubahan-perubahan, evaluasi, dan sederet program yang dapat meningkatkan kualitas pendidikan di berbagai lembaga pendidikan.

Perihal pendidikan berkualitas, tentu mencakup banyak hal. Salah satunya terkait dengan kepribadian anak yang akan semakin bertambah lebih baik dari hari ke hari. Pendidikan yang berkualitas akan melahirkan anak-anak yang berkepribadian baik atau memiliki akhlak terpuji.

Ada dua program pemerintah melalui Kemendikdasmen di tahun 2025 ini yang patut untuk kita dukung dan apresiasi. Tentunya, program ini sebagai bentuk untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan di negeri ini.

Kedua program tersebut yakni “Pengenalan Coding & AI bagi Siswa Sekolah” serta “Sistem Evaluasi Pembelajaran melalui Penerapan Tes Kemampuan Akademik (TKA)".

Bagi masyarakat awam mungkin masih banyak yang belum mengetahui apa itu Coding dan AI. Merujuk keterangan Kemendikdasmen.go.id (14/11/2014) Artificial Intelligence (AI) adalah kemampuan komputer atau mesin untuk belajar dari data dan melakukan tugas tertentu secara mandiri.

Misalnya, AI di media sosial bisa memahami minatmu berdasarkan video yang kamu tonton dan memberikan rekomendasi serupa, dan contoh lainnya bisa kita lihat pada asisten virtual seperti Siri atau Google Assistant.

Demi pendidikan berkualitas, seharusnya semua dukungan terus ditingkatkan. (Sumber: Pexels/ROMAN ODINTSOV)
Demi pendidikan berkualitas, seharusnya semua dukungan terus ditingkatkan. (Sumber: Pexels/ROMAN ODINTSOV)

Coding adalah kemampuan untuk membuat program komputer yang membuat perangkat atau aplikasi bisa berpikir dan bekerja. Dengan coding, kita bisa membuat aplikasi, situs web, dan bahkan mengembangkan AI. Di masa depan, kemampuan coding akan sangat berguna karena hampir semua bidang akan bersinggungan dengan teknologi. Coding dapat membantu kita untuk memecahkan masalah dengan langkah-langkah yang sistematis dan terstruktur, sehingga keterampilan ini dapat membantu kita berpikir lebih terorganisir dan kreatif (Kemendikdasmen.go.id, 14/11/2014).

Program pembelajaran coding dan AI menjadi hal yang penting di era serba digital seperti sekarang ini. Keterampilan menguasai teknologi sejak dini memang harus digalakkan, agar anak dapat terampil dan bisa memanfaatkan kecanggihan teknologi dengan sebaik-baiknya.

Keberadaan teknologi seperti coding dan AI diharapkan dapat memperkuat keterampilan kolaborasi, kreativitas, dan literasi digital, yang sangat dibutuhkan di dunia kerja digital saat ini (Kemdikbud.go.id).

Selanjutnya, perihal program “Sistem Evaluasi Pembelajaran melalui Penerapan Tes Kemampuan Akademik (TKA)” yang tengah digalakkan oleh Kemendikdasmen, juga perlu kita dukung dan kritisi. Mengingat program ini juga menjadi salah satu cara yang bagus untuk meningkatkan pendidikan yang berkualitas di negeri ini.

Saya setuju dengan apa yang disampaikan Toni Toharudin, Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kemendikbudristek, Guru Besar Universitas Padjadjaran. Beliau bertutur, keberhasilan kebijakan ini sangat bergantung pada dukungan semua pihak. Pemerintah perlu menjaga transparansi dalam pelaksanaan dan pelaporan hasil TKA. Pendidikan yang bermutu tidak hanya ditentukan oleh proses pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga oleh kemampuan sistem pendidikan kita dalam mengevaluasi dan menjamin kualitas capaian belajar murid secara konsisten dan adil (pdm.dikdasmen.go.id, 12/6/2025).

Baca Juga: Kini 10 Netizen Terpilih Dapat Total Hadiah Rp1,5 Juta dari Ayobandung.id setiap Bulan

Masih dari sumber yang sama, Toni Toharudin menyampaikan bahwa TKA bukan sekadar alat ukur, tetapi bagian dari upaya untuk membangun kepercayaan terhadap sistem evaluasi capaian belajar yang selama ini terasa timpang antarsekolah. TKA juga bukan reinkarnasi dari Ujian Nasional yang pernah menjadi hakim tunggal kelulusan murid. Ia tidak datang membawa palu, tidak pula menggeser guru dari kursi penilai.

Hal yang perlu dicatat di sini bahwa berhasil atau tidaknya program yang digalakkan oleh Kemendikdasmen tersebut tentu sangat bergantung pada kerja sama yang baik serta kekompakan dari berbagai pihak. Mulai dari para pemangku kebijakan, guru, murid, wali murid atau orangtua, hingga masyarakat secara luas. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Sam Edy Yuswanto
Penulis Lepas

News Update

Ayo Netizen 14 Jul 2026, 17:37

Tyson, Bullying, Bandung

Kenangan terhadap Mike Tyson petinju sohor dan fenomenal meraih empat sabuk juara dunia WBC, WBO, WBA dan IBF

Mike Tyson. (Sumber: Flickr | Foto: Eduardo Merille)
Ayo Netizen 14 Jul 2026, 17:06

Tubuh sebagai Prioritas: Kausalitas Pandemi Covid-19 dan Kebangkitan Tren Fitness di Kalangan Anak Muda

Pandemi COVID-19 meningkatkan kesadaran anak muda terhadap pentingnya kesehatan tubuh. Kondisi ini mendorong kebangkitan tren fitness sebagai bagian dari gaya hidup sehat dan investasi jangka panjang.

Pandemi COVID-19 meningkatkan kesadaran anak muda terhadap pentingnya kesehatan tubuh. (Sumber: Pexels | Foto: Marta Nogueira)
Wisata & Kuliner 14 Jul 2026, 16:54

Kelezatan Coto Makassar, Empat Puluh Rempah dari Kerajaan Gowa untuk Semua Orang

Kenali sejarah Coto Makassar dari era Kerajaan Gowa, filosofi 40 rempah, kuah air tajin, hingga rekomendasi warung legendaris yang wajib dicoba.

Coto Makassar.
Ayo Netizen 14 Jul 2026, 16:34

Belanja Pegawai 30 Persen dari APBD, Birokrasi dan Pelayanan Publik Terancam?

Belanja pegawai sebesar 30% dari APBD sering dipandang sebagai indikator tingginya beban birokrasi terhadap kapasitas fiskal daerah.

Ilustrasi. (Sumber: Created by gpt)
Ayo Netizen 14 Jul 2026, 16:16

Semangat Intelektual Remy Sylado Bergema di UNISBA

Bagi Remy Sylado bahasa tidak pernah sekadar menjadi alat komunikasi.

Peserta mengikuti diskusi "Irama Pembangkangan Remy Sylado: Merayakan Keberanian Berbahasa dan Berpikir" yang digelar Majelis Tangga Batu UNISBA di Pelataran UNISBA, Jalan Tamansari No. 1, Bandung. (Sumber: Koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 14 Jul 2026, 15:15

Pentingnya Merawat Imajinasi untuk Memahami Literasi

Memahami literasi secara benar adalah cara berpikir logis untuk melihat dan berinteraksi dengan dunia luar. Tanpa merawat imajinasi secara sehat, kita tidak mampu berpikir kritis.

Memahami literasi secara benar adalah cara berpikir logis untuk melihat dan berinteraksi dengan dunia luar. Tanpa merawat imajinasi secara sehat, kita tidak mampu berpikir kritis. (Sumber: Pexels | Foto: Pixabay)
Ayo Netizen 14 Jul 2026, 14:47

Mewujudkan MPLS yang Ramah dan Nyaman untuk Anak

MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) bertujuan mengajak siswa mengenal lingkungan sekolah sebelum akhirnya menjalani hari-hari dengan baik dan menyenangkan di sekolah.

Sejumlah siswa dari SMP-SMA Advent Cimindi memunguti sampah di Jalan Babakan Cianjur, Kota Bandung, saat para mengikuti masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) 2023-2024. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Linimasa 14 Jul 2026, 14:00

Malam Jalan Soekarno-Hatta Bandung yang Tak Tidur

Jalan Soekarno-Hatta Bandung tetap ramai hingga dini hari, dari lalu lintas, balap liar, hingga aktivitas ekonomi masyarakat.

Suasana malam di Jalan Soekarno-Hatta Bandung. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 14 Jul 2026, 10:54

Asyiknya Menggambar, Mewarnai, dan Merawat Imajinasi

Setiap gambar memiliki cerita, dan setiap kisah layak untuk didengarkan dan disuarakan. Terlebih di tengah-tengah derasnya arus media informasi dan kecanduan gawai.

Aa Akil dan Kakang tengah asyik mewarnai di salah satu gerai es krim di Cipadung, Selasa 22 Juli 2025 (Sumber: Istimewa | Foto: IBN GHIFARIE)
Ayo Netizen 14 Jul 2026, 09:54

Membangun Integritas sebagai DNA Utama Aparatur

Integritas benar-benar meresap menjadi DNA dalam setiap urat nadi Aparatur Sipil Negara (ASN) kita.

Ilustrasi ASN. (Sumber: Dok. Kemenpan)
Ayo Netizen 14 Jul 2026, 08:56

Pesan Tersembunyi dari Empat Semifinalis Piala Dunia 2026

Prancis, Argentina, Spanyol, dan Inggris memiliki satu kesamaan: mereka tidak hanya memiliki sebelas pemain hebat.

Ilustrasi semifinalis Piala Dunia 2026. (Sumber: Arsip pribadi | Foto: AI Gemini)
Ayo Netizen 13 Jul 2026, 19:03

Ketika Kebebasan Ber-(SUARA) Disalahpahami

Katanya Silahkan jadi Penulis yang Kritis tapi jangan abcd

Ilustrasi kebebasan berpendapat. (Sumber: Pexels | Foto: Dany Kurniawan)
Ayo Netizen 13 Jul 2026, 18:39

Anak Cerdas Tak Bisa Kuliah

Ribuan anak cerdas terancam gagal kuliah karena biaya. Persoalan bermuara pada paradigma pendidikan, bukan hanya UKT.

Ilustrasi topi wisuda saat simbolisasi lulus kuliah. (Sumber: Pexels | Foto: Towfiqu barbhuiya)
Wisata & Kuliner 13 Jul 2026, 17:25

Jelajah Leuwi Raksamala Ciamis, Lubuk Tersembunyi di Kawasan Curug Jami

Cari hidden gem di Ciamis? Leuwi Raksamala dekat Curug Jami menawarkan kolam alami, air jernih, dan suasana tenang. Cek panduan wisata lengkapnya di sini.

Leuwi Raksamala Ciamis. (Sumber: TikTok @heru_montana2)
Ayo Netizen 13 Jul 2026, 17:00

Tumbal Pembangunan Halus Berupa Pengusiran Pedagang Cicaheum demi Depo Bus Modern

Kios pedagang Terminal Cicaheum akan dibongkar demi depo BRT. Kompensasi Rp2-3 juta dinilai jauh dari nilai puluhan tahun mata pencaharian mereka.

Tak lagi dipadati penumpang, Terminal Cicaheum kini menyisakan cerita dan kenangan di setiap sudutnya. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 13 Jul 2026, 16:40

Selebrasi Ikonik Piala Dunia

Pertandingan Piala Dunia menghadirkan beberapa selebrasi gol ikonik yang masih menjadi perhatian masyarakat dunia sampai saat ini

Selebrasi khas Brian Laudrup di Piala Dunia 1998. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 13 Jul 2026, 16:06

Mengintip Strategi Public Relations Writing dalam Kampanye Brand Olahraga di Piala Dunia 2026

Analisis strategi public relations writing Adidas dalam kampanye “Backyard Legends” menjelang Piala Dunia 2026 melalui website dan Instagram untuk memperkuat citra brand.

Kampanye Piala Dunia 2026. (Sumber: .adidas.com/world-cup-2026)
Ayo Netizen 13 Jul 2026, 15:25

Saya, Lapar, dan Knut Hamsun

Entah ini memang takdir, atau kesengajaan yang konyol. Saya membaca Lapar (Sult/Hunger) karangan Knut Hamsun dalam keadaan lapar, benar-benar lapar.

Buku "Hunger" (Lapar) karya Knut Hamsun. (Sumber: oldsovereignpublishing.com)
Ayo Netizen 13 Jul 2026, 15:08

Politik Bandung Terlalu Sibuk Mencari Ikon

Politik perkotaan kerap bergerak di antara dua kepentingan: yang pertama adalah membangun citra kota, yang kedua adalah mengelola kehidupan kota sehari-hari. 

Sejumlah warga Bandung, dibantu sanggota Satlantas Polresta Bandung, sedang antre air bersih.
sedang mengantre air bersih, (Sumber: ayobandung.com | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 13 Jul 2026, 13:19

Merayakan Keragaman, Memupuk Kerukunan 

Keragaman, kerukunan, toleransi sejatinya tidak hanya lahir dari ruang-ruang dialog, seminar, regulasi negara.

Warga mengikuti Upacara Adat Tutup Taun 1956 Ngemban Taun 1 Sura 1957 Saka Sunda di Kampung Adat Cireundeu, Leuwigajah, Kota Cimahi, Sabtu 5 Agustus 2023. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)