Entrok: Representasi Perempuan, Pendidikan, dan Masa Kelam Orde Baru

6 menit baca
Dias Ashari
Ditulis oleh Dias Ashari diterbitkan
Entrok Karya Okky Madasari (288 halaman). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Entrok Karya Okky Madasari (288 halaman). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)

Okky Madasari merupakan salah satu perempuan yang aktif menulis karya buku di Indonesia. Wanita asal Magetan kelahiran 30 Oktober 1984 ini merupakan lulusan Universitas Gadjah Mada jurusan Hubungan Internasional.

Selain penulis okky juga merupakan seorang aktivitis yang konsen dalam bidang sosial, kemanusian dan perempuan. Tak ayal jika karya-karyanya sarat dengan kritik terhadap isu-isu sosial, politik, perlawanan dan perempuan, seperti Entrok.

Entrok yang berarti bra dalam novel ini bukan sekadar sehelai kain yang menutupi dada, entrok menjadi sebuah simbol perlawanan perempuan untuk menemukan kebebasan dari stigma yang selama ini mengungkung dan membungkan hak-hak perempuan.

Entrok juga menjadi awal mula Marni banyak mempertanyakan sesuatu, khususnya mengenai dia dan tatanan sosial yang terbentuk. Melalui rasa ingin tau Marni menjelma menjadi seorang perempuan pertama di kampungnya yang mengubah pandangan sosial terhadap perempuan.

Novel berlatar waktu 1950-an hingga 1999 meliputi proses pergantian dari Seokarno ke Seoharto. Periode ini juga mencakup beberapa peristiwa penting yang terjadi di Indonesia, seperti penumpasan PKI juga beberapa peristiwa politik lainnya pada periode Orde Baru.

Baca Juga: Historisitas Rel Mati, Jejak Besi Bandoeng—Soemedang dalam Lintasan Waktu

Bermula Marni yang mempertanyakan mengapa tidak semua perempuan menggunakan entrok. Baginya saudarinya yang berkesempatan bisa menggunakan entrok bisa bermain dengan nyaman tanpa terbebani sementara Marni kebalikannya.

Saat itu memang entrok merupakan barang mewah yang tidak bisa sembarangan dimiliki oleh semua kalangan. Terlebih perempuan saat itu hanya di upah dengan bahan-bahan masakan seperti Singkong/ Ubi. Berbeda dengan para lelaki yang bisa mendapat uang dari hasilnya menjadi kuli angkut barang.

Buruh perempuan kala itu umumnya melakukan pekerjaan mengupas kulit singkong. Kala itu Marni yang membantu pekerjaan ibunya seringkali diam-diam menemui Tejo sebagai kuli barang untuk meminta diajarkan bagaimana menjadi kuli.

Keputusannya ini banyak diremehkan tidak hanya oleh Tejo tapi juga oleh ibunya. Namun berkat tekadnya yang kuat, akhirnya marni berhasil mendobrak stigma itu dan mendapat pelanggan seorang perempuan yang memintanya untuk menjadi kuli dan mendapat bayaran uang. Saat itulah pertamakalinya Marni bisa membeli entrok yang sudah lama diidamkan.

Marni bertranformasi dari kuli menjadi bakul sayuran. Berkat usahanya yang keras dirinya berhasil mengelola uang modal juga mendapat pelanggan tetap. Marni menjadi perempuan yang berdikari melalui bisnisnya melawan sistem patriarki saat itu. Namun sebuah pinangan dari seorang laki-laki tidak bisa ditolaknya karena stigma yang mengakar di masyarakat.

Menjadi wirausaha perempuan sangat tidak mudah di zaman itu. Persaingan yang makin ketat dan kondisi ekonomi yang sulit membuat dirinya harus banting setir ke usaha yang lain. Pada awalnya Marni menjual alat-alat dapur dengan sistem kredit kepada masyarakat sekitar. Namun saat menyadari kebutuhan tetangganya akan pinjaman uang, Marni berpikir untuk menjadi rentenir saja dengan mengambil bunga 10%.

Okky Madasari penulis buku Entrok. (Sumber: Wikimedia Commons/Bettina David)
Okky Madasari penulis buku Entrok. (Sumber: Wikimedia Commons/Bettina David)

Awalnya bisnis Marni berjalan dengan baik namun sistem orde baru saat itu dimana TNI banyak terlibat pemungutan liar dengan dalih keamanan dan ketentraman di lingkungan. Marni sebagai perempuan dan juga rentenir masih tidak luput dari cercaan masyarakat. Dikatakan lintah darah karena profesinya tapi tetangganya menggunakan kebermanfaatan TV dirumahnya sebagai bahan hiburan setiap malam. Dituduh pesugihan hanya karena ekonomi Marni membaik dan ada beberapa pekerjanya yang meninggal dan dikatakan sebagai tumbal.

Marni harus memberi uang kepada aparat demi perbaharuan KTP anaknya yang di cap sebagai PKI karena pernah di penjara. Belum cukup sampai di situ, Marni dibuat gila dan dihabiskan hartanya saat pernikahan anaknya yang tidak kunjung terjadi karena perkara tanda yang ada di KTP.

Di era itu masyarakat banyak mendapat ancaman sehingga sedikit sulit untuk tenang menjalani kehidupan. Misalnya saja satu cerita dalam buku entrok mengenai tukang becak yang sedang bermain kartu tanpa uang lantaran bosan tidak ada penumpang.

Namun aparat itu dengan membabi buta, tanpa memberikan kesempatan menjelaskan, dihajarnya tukang becak hingga tewas dan menuduh tukang becak bermain judi dan itu berarti melawan negara. Bahkan ketika seorang jurnalis berusaha untuk membantu dengan memberitakan hal tersebut , banyak saksi mata yang dibungkam. Bahkan pada saat itu jurnalis yang mestinya dilindungi atas kebebasan pers juga dibuat tidak berdaya oleh kekuasaan.

Di era ini juga diceritakan korupsi besar-besaran yang terjadi di pabrik gula. Banyak staff dan pejabat yang terlibat mendapatkan keuntungan yang besar ditandai dengan rumah yang mewah dan hektaran sawah yang dimiliki. Sementara itu hal ini berkebalikan dengan kondisi para petani yang menjual hasil panennya kepada pengepul yang hanya dibeli dengan harga semurah mungkin.

Baca Juga: Ketentuan Kirim Artikel ke Ayobandung.id, Total Hadiah Rp1,5 Juta per Bulan

Pada masa itu pula banyak tanah yang ditempati oleh masyarakat sebagai lahan untuk bertahan hidup dan ladang mata pencaharian dirampas dengan mudah atas nama perintah dari yang berkuasa. Masyarakat di usir tanpa adanya biaya pengalokasian.

Beberapa yang tetap bertahan diberikan teror kepala buntung manusia, juga di tembak secara membabi buta. Para aktivitis yang bersuara dibungkam dan di cap sebagai PKI dan mereka yang masih hidup dipenjarakan.

Dalam buku ini juga syarat dengan makna pendidikan yang bisa dilihat dari dua sudut pandang. Marni bukan hanya menjadi perempuan yang tangguh, istri yang mengabdi pada suami, dia juga ibu yang sangat hebat bagi anaknya. Meskipun dirinya tidak sempat mengenyam pendidikan dan buta huruf tapi mindsetnya sudah terbentuk secara visioner.

Ia ingin Rahayu sebagai anaknya bisa hidup lebih baik di masa depan. Marni ingin Rahayu bisa mendapatkan pendidikan yang tinggi agar bisa menjadi PNS dengan gaji besar dan tidak di olok-olok seperti ibuntya yang berprofesi sebagai rentenir. Marni sangat paham dengan konsep pendidikan yang bisa merubah hidup seseorang. Marni sudah memiliki kesadaran bahwa pendidikan menjadi kunci dari segalanya.

Hal ini terbukti dari Rahayu yang menjadi mahasiswa aktif serta menyuarakan mengenai fakta-fakta yang ditutupi oleh penguasa, membantu masyarakat yang mendapat ketidakadilan dan kesewenang-wenangan. Marni tumbuh dengan pemikiran kritis dan keberaniannya menjadi seorang aktivis saat itu. Namun satu hal yang sangat disayangkan ketika Rahayu mendapat akses pendidikan dan ilmu agama.

Hal ini memang menjadi ujian bagi mereka yang menuntut ilmu bisa terjerumus ke dalam sebuah pemahaman yang merasa segala yang diketahuinya adalah paling benar. Tanpa melakukan riset atau menelusuri latar belakang dengan mudahnya menjugde orang yang berbeda darinya.

Rahayu selalu menganggap ibunya kafir karena masih menyembah Mbah Ibu Bumi Bapa Kuasa yang dipercaya sebagai yang memberikan keberkahan dalam hidupnya. Rahayu yang berpendidikan melupakan latar belakang ibunya yang lahir di saat zaman belum melek terhadap dunia pendidikan. Lupa saat ibunya kecil belum banyak yang mengajarkan nilai-nilai keagamaan.

Baca Juga: 6 Tulisan Orisinal Terbaik Mei 2025, Total Hadiah Rp1,5 Juta untuk Netizen Aktif Berkontribusi

Ini menjadi pengingat bagi kalangan muda yang sedang menempuh ilmu dan pendidikan untuk tetap rendah hati dan selalu mengosongkan isi gelas saat berinteraksi dengan orang lain. Bisa saja ilmu-ilmu yang lebih terang datang dari mereka yang kita anggap tidak berpendidikan.

Buku Okky Madasari yang berjudul entrok ini sebetulnya sudah sangat sulit ditemukan di pasaran toko buku dan platform online. Namun berdasarkan info yang penulis dapatkan dari akun x Madasari bahwa bukunya akan kembali cetak ulang dalam waktu dekat. Selamat membaca. Selamat menyelami fakta-fakta yang mungkin kita tidak tahu atau lupakan begitu saja. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Dias Ashari
Tentang Dias Ashari
Menjadi Penulis, Keliling Dunia dan Hidup Damai Seterusnya...

News Update

Ayo Netizen 22 Jun 2026, 20:07

Depresi pada Remaja dan Urgensi Aplikasi Konseling

Sejumlah remaja berisiko lebih tinggi mengalami masalah kesehatan mental karena kehidupan mereka, stigma, dan kurangnya akses terhadap layanan berkualitas.

Ilustrasi Talkshow Kesehatan Jiwa Happiness Project di Cafe Halaman, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Farits)
Ayo Netizen 22 Jun 2026, 18:52

Ketika THR Berubah Menjadi Aset

Meninjau kebijakan PT ANTAM (Persero) Tbk meluncurkan emas tematik edisi Idulfitri 1447H/2026 bertema “Gempita Hari Raya”.

Emas Batangan Edisi Idulfitri 1447H.
Ayo Biz 22 Jun 2026, 17:24

Menempuh Jarak Ratusan Kilometer untuk Melihat Teladan dari 2 Desa BRILian

Dua desa di Kabupaten Sumedang membuktikan bahwa teladan ekonomi desa tidak butuh keistimewaan, justru hanya perlu sistem yang kuat untuk memutar roda nasib.

Siluet dari Ilham Fadilah, Direktur BUMDes Cisurat, di tepian Waduk Jatigede, Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang, (11/6/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Wisata & Kuliner 22 Jun 2026, 16:55

Wisata Tembok Ratapan Solo, Destinasi Viral Satire Digital

Fenomena Tembok Ratapan Solo bermula dari satire di Google Maps dan berkembang menjadi arus kunjungan publik ke rumah Jokowi di Solo.

Tembok Ratapan Solo
Ayo Netizen 22 Jun 2026, 16:49

Cantik yang Mengkhianati: Ketika Aksesori Menjadi Ancaman

Risiko ganda logam saat MRI: luka bakar arus radiofrekuensi dan distorsi gambar pemindaian.

Lepuhan pada kulit pasien akibat arus induksi saat pemindaian MRI. (Foto: Radiology Business)
Ayo Netizen 22 Jun 2026, 16:15

Ketaatan Pengelolaan Risiko Kebakaran

Peran dinas damkar perlu transformasi sehingga paradigmanya berubah dari peran pemadam menjadi fungsi yang proaktif mencegah kebakaran. 

Ilustrasi kebakaran pabrik di daerah Cipadung, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Fira Nursyabani)
Ayo Netizen 22 Jun 2026, 15:29

Ekspedisi Karees : Menelusuri Jejak Rel Kereta yang Hilang dari Peta (Part 1)

Beberapa hari yang lalu, saya mencoba menelusuri kembali sisa-sisa rel Karees, memotret kondisinya hari ini, dan merangkai kembali memori kejayaan halteu ini di masa lampau. Yuk, ikut saya blusukan!

Harta karun pertama yang saya temukan! Menyembul di antara tanah di sebelah kiri jalan, membuktikan sejarah menolak terkubur. (Sumber: Pribadi | Foto: Pribadi)
Ayo Netizen 22 Jun 2026, 15:13

Copy-Paste Birokrasi: Ketika Sistem Digital Belum Benar-Benar Digital

Saat sistem digital tidak saling terhubung, beban administratif tidak hilang, ia hanya berpindah wujud dari kertas ke layar.

Ilustrasi ekosistem digital yang melingkupi kehidupan modern (Sumber: Pexels | Foto: Pixabay)
Ayo Netizen 22 Jun 2026, 13:36

Menelusuri Art Deco: Setitik Eropa di Kota Kembang

Melihat kembali bagaimana arsitektur Art Deco di Kota Bandung bermunculan hingga akhirnya dijadikan sebagai bangunan cagar budaya.

Kondisi Gedung Bank DENIS (sekarang digunakan oleh Bank Jawa Barat) pada tahun 2015. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Rochelimit)
Ayo Netizen 22 Jun 2026, 12:25

Penggunaan Wewangian dari Zaman Mesir sampai Sekarang

Perkembangan singkat wewangian dari awal mula ketenarannya di Mesir sampai sekarang.

Pajangan botol parfum berwarna-warni. (Sumber: pexels.com | Foto: Hồng Quang)
Ayo Netizen 22 Jun 2026, 11:30

'Don’t Buy This Jacket' Kampanye Jujur atau Strategi Manipulasi Persepsi?

Membedah paradoks kampanye "Don’t Buy This Jacket" Patagonia:

Penulis sedang menelaah konsep iklan 'Don't Buy This Jacket'.
Wisata & Kuliner 22 Jun 2026, 11:27

Wisata Gratis di Surabaya: Jelajah Taman Bungkul Ikon Kota yang Selalu Ramai

Taman Bungkul menjadi salah satu destinasi wisata gratis paling populer di Surabaya dengan fasilitas lengkap dan suasana nyaman sepanjang hari.

Taman Bungkul Surabaya. (Sumber: Pemkot Surabaya)
Ayo Netizen 22 Jun 2026, 09:56

Indonesia dalam Angka

Algoritma Statistik memang sangat penting dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia, tetapi bukan berarti angka itu disusun hanya demi kepuasan publik. Sehingga fakta yang terjadi hanya sebatas retorika

Ilustrasi angka dalam kalkulator. (Sumber: Pexels | Foto: Yan Krukau)
Ayo Netizen 22 Jun 2026, 09:06

Penggunaan Kendaraan Listrik Dikebut, Tapi Listriknya Sering Padam

Di tengah percepatan adopsi kendaraan listrik melalui berbagai insentif, pemadaman listrik yang masih sering terjadi memunculkan pertanyaan: seberapa siap sistem energi Indonesia?

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyampaikan permohonan maaf terkait pemadaman listrik bergilir di Pulau Jawa (20/6/2026). (Sumber: Instagram/@pln_id)
Ayo Netizen 22 Jun 2026, 08:58

Ada Apa dengan Tanjakan Emen?

Jalan tanjakan Emen yang berada di Subang tepatnya di Ciater, terkenal dengan misteri seringnya terjadi kecelakaan.

Kondisi sekarang jalan tanjakan Emen. (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Haerul Nurjaman)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 18:02

Peran Media Relations dalam Membangun Citra Kolaborasi Brand di Industri Olahraga

Memahami identitas kolaborasi sebagai perpaduan antara motorsport, inovasi, dan gaya hidup modern.

Gambar dari akun Instagram resmi Puma
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 17:37

Merawat Jejak Maung Bandung Melalui Koleksi dr. Dimas Kurnia Hidayat

Merawat Jejak Maung Bandung Melalui Koleksi dr. Dimas Kurnia Hidayat

Dimas Kurnia Hidayat, kolektor memorabilia Persib Bandung. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 15:26

Bandung Poek, Warga Menjerit, dan Kenangan Menyala

Cibiru Bandung boleh poek untuk dua, tiga, empat, lima jam. Tetapi selama kebersamaan masih hidup, selalu ada cahaya yang tidak pernah padam bila kita rawat dan pupuk bersama.

Ilustrasi Bandung Mati Listrik Bergilir (Sumber: Pixabay)
Wisata & Kuliner 21 Jun 2026, 13:04

5 Kuliner Semarang Pilihan yang Wajib Dicoba Wisatawan

Dari lumpia khas Pecinan hingga tahu gimbal dan nasi ayam malam hari, inilah rekomendasi kuliner Semarang yang wajib masuk daftar perjalanan Anda.

Kuliner Tahu Gimbal. (Sumber: Pemprov Jateng)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 12:17

Jembatan Cirahong, Warisan Belanda dengan Akses Lantai Ganda

Jembatan Cirahong, warisan dari Belanda yang memiliki dua jalur akses. Berfungsi sebagai rel kereta dan jalan bagi warga.

Jembatan Cirahong masa sekarang. (Sumber: Dokumen Pribadi)