Revitalisasi Teras Cihampelas: Selalu Dinanti Entah Kapan Ditepati, Mending Perbaiki yang Lain Saja!

Ammara Ziska
Ditulis oleh Ammara Ziska diterbitkan Rabu 17 Des 2025, 17:08 WIB
Pengunjung Teras Cihampelas di hari kerja pukul 09.30 pada hari Senin (1/12/2025) (Foto: Ammara Ziska)

Pengunjung Teras Cihampelas di hari kerja pukul 09.30 pada hari Senin (1/12/2025) (Foto: Ammara Ziska)

Angin pagi hari perlahan menyapa melalui celah beton kokoh. Menyelinap masuk untuk menyapa dan bertanya kabar para pengais rezeki. Dinginnya membangunkan semangat para penghuni jalanan yang bermacet-ria menuju kantor.

Warga berlalu-lalang menikmati warna-warni suasana Teras Cihampelas. Berharap menjadi salah satu ikon wisata dan solusi bagi para pengais rezeki, namun tidak memiliki nilai efisiensi. Pada masanya, Cihampelas menunjukkan eksistensi yang diminati berbagai kalangan sebagai destinasi yang harus dikunjungi bertempat di Jl. Cihampelas, Tamansari, Kecamatan Coblong, Kota Bandung.

Saat ini janji revitalisasi Teras Cihampelas yang dikatakan oleh Wali Kota Bandung M.Farhan menuju ditunaikan meski tak lagi dinanti oleh warga. Terlihat dari laman instagram @sarprashub.bdg lampu dipasang dibeberapa titik untuk membantu penerangan yang lebih layak. Beton-beton yang berkarat pun juga dicat ulang agar senantiasa menarik dan indah. Sejak pasca covid Teras Cihampelas mengalami kemunduran yang mengakibatkan banyak pedagang kaki lima mengosongkan lapak mereka. Warga dan wisatawan juga tak terlihat sering mengunjungi Teras Cihampelas lagi.

Eka Vito, mahasiswa warga Bandung, mengatakan bahwa sarana dan prasarana Kota Bandung perlu perbaikan yang signifikan. Alangkah baiknya, memprioritaskan seperti adanya fasilitas umum yang dihidupkan kembali dan menambah penerangan jalan. Karena, banyak jalanan di Bandung dinilai kurang penerangan, dikhawatirkan kedepannya terjadi hal yang tidak diingankan.

“Selain Teras Cihampelas, diharapkan Wali Kota Bandung saat ini bisa memberikan keputusan prioritas untuk membangun fasilitas penerangan jalanan yang layak. Karena seperti yang kita ketahui jalan Soekarno-Hatta banyak titik yang masih gelap dan membahayakan jika malam hari,” ujarnya, Senin (01/12/2025).

Teras Cihampelas hadir sebagai salah satu tempat wisata untuk dikunjungi oleh warga lokal, wisatawan lokal, dan wisatawan mancanegara. Namun, seiring berjalannya waktu pasca Covid-19 melanda adanya Teras Cihampelas dinilai tidak efisien kehadirannya. Para pedagang pun memilih untuk tetap dibawah untuk berjualan, sedangkan diatas tinggal segelintir pedagang kaki lima yang masih bertahan.

Biasanya, pengunjung berdatangan ketika long-weekend meski begitu tetap saja tidak seramai dulu sebelum Covid-19 melanda. Belum terlihat perubahan secara signifikan perintah oleh Wali Kota Bandung yang berdampak untuk Teras Cihampelas. Dari segi kenyamanan dan kebersihan belum lagi dihadirkan oleh Pemerintah Kota Bandung, toilet umum yang belum memadai juga sampah yang berserakan masih terlihat dengan jelas.

Kondisi Teras Cihampelas saat pagi di hari kerja pada, Senin(1/12/2025) (Foto: Ammara Ziska)
Kondisi Teras Cihampelas saat pagi di hari kerja pada, Senin(1/12/2025) (Foto: Ammara Ziska)

Agus Kurnia, warga Bandung yang bekerja sebagai petugas anggota satpol PP yang sedang berada ditempat mengatakan bahwa, tujuan utama dibangunnya Teras Cihampelas sebagai tempat wisata baru, dengan merelokasi pedagang kaki lima untuk menarik pengunjung.

“Tujuan awalnya mah dibuat untuk jadi wisata, makanya pedagang yang di bawah diminta pindah ke atas,” imbuhnya.

Kabarnya, teras Cihampelas akan dirobohkan, namun orang nomor satu di Bandung itu menyebutkan dalam salah satu wawancara akan tetap dipertahankan dan direvitalisasi. Revitalisasi yang direncanakan ini akan bersifat keseluruhan dari Teras Cihampelas, namun masih menunggu, karena hendak dialihkan kepada pihak ketiga. Belum ada kepastian terkait kabar ini.

“Semua ini teh semua mau direvitalisasi, mau jadi di fungsi alihin ke pihak ketiga. Tapi masih belum ada teh,” ucap Agus Kurnia.

Wali Kota Bandung M.Farhan dinilai kurang memberikan perhatian tanggung jawab atas Teras Cihampelas, disebabkan tidak ada perubahan atas revitalisasi yang dijanjikan. Para pedagang juga warga lokal merasa fasilitas kenyamanan dan kebersihan yang kurang memadai. Kurangnya minat warga mengujungi Teras Cihampelas, beberapa warga menilai revitalisasi bisa dialokasikan dahulu ke sarana dan prasarana yang lebih prioritas, seperti lampu penerangan jalan.

Besar harapan warga Bandung terhadap kebijakan perintah tertinggi di Bandung itu untuk lebih bijaksana dalam memilih prioritas perbaikan sarana dan prasarana. Agar tidak ada rasa saling dirugikan antar warga juga pemangku kebijakan.

Sebagai warga yang baik juga manfaatkan sebaik-baiknya fasilitas umum yang sudah disediakan dengan tidak dirusak. Bijaksana pemangku kebijakan, sejahtera pula warganya. (*)

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Ammara Ziska
Tentang Ammara Ziska
An active undergraduate student in the Digital Public Relations program, Faculty of Communication and Social Science at Telkom University.

Berita Terkait

News Update

Bandung 06 Mei 2026, 20:20

Mulai Rp10 Ribu, Aksesori Batu Rimba Buktikan Produk Lokal Bisa Tampil Berkelas dan Bernilai Estetika Tinggi

Di tengah geliat keragaman aspek budaya nasional yang dipadu-padankan dengan ranah bisnis, kini pelaku UMKM aksesori turut menjadi sasaran atensi.

Batu Rimba asal Kalimantan, produk ini menampilkan gelang jenis batu alam hingga mutiara Lombok. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 06 Mei 2026, 18:29

Separuh Kehidupan untuk Kemacetan di Kota Bandung

Bagi pengguna fasilitas transportasi umum, kemacetan adalah pergumulan yang melelahkan tapi harus dilewati setiap hari.

Kemacetan Cibaduyut Saat Ramadhan 2026. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 06 Mei 2026, 17:21

Bandung Kini, Mereka yang Bertahan di Antara Deru Zaman

Di tengah impitan kondisi sosial yang terasa begitu tajam, warga Bandung harus bisa tetap bertahan hidup dengan cara pengorbanan dan kesabaran. Yang akhirnya akan menemukan solusi terbaik.

Penari membawakan tarian tradisional di Taman Braga dan depan Gedung YPK, Jalan Naripan, Kota Bandung, Rabu 29 April 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 06 Mei 2026, 16:38

Panduan Wisata ke Little Venice Kota Bunga, Wisata Kanal ala Italia di Kaki Gunung Gede

Destinasi tematik di Kota Bunga ini menghadirkan kanal buatan, bangunan Eropa, dan wahana keluarga dengan latar pegunungan.

Little Venice Kota Bunga Puncak.
Ayo Netizen 06 Mei 2026, 14:59

Menuju Pelestarian Cagar Budaya Kota Bandung yang Progresif dan Berkeadilan: Kebijakan Insentif Pajak Bumi dan Bangunan

Strategi pelestarian cagar budaya yang progresif dan berkelanjutan untuk menciptakan simbiosis mutualisme antara pelestarian Cagar Budaya dan kepastian hak ekonomi pemilik Cagar Budaya.

Pengendara melintas di Jalan Asia-Afrika, Kota Bandung, Selasa 21 April 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Linimasa 06 Mei 2026, 13:51

Panjat Dinding, Prestasi dan Profesi yang Langka

Prestasi panjat dinding Indonesia didominasi nomor speed, sementara kekurangan route setter jadi kendala perkembangan atlet.

Panjat dinding. (Sumber: Ayomedia | Foto: Irfan Al Faritsi)
Wisata & Kuliner 06 Mei 2026, 11:25

5 Tempat Kuliner dan Restoran Pilihan dengan View Ikonik di Ciwidey Bandung

Panduan tempat makan di Ciwidey dengan view paling menarik. Dari warung sederhana hingga restoran unik di tepi danau.

Warung Kabut, Ciwidey.
Ayo Biz 06 Mei 2026, 11:23

Kita Butuh Isinya, Bukan Wadahnya

Jaga Bumi Ecomart mengajak belanja tanpa kemasan sekali pakai lewat konsep *refill* dan *reuse*. Pesannya sederhana: yang dibutuhkan adalah isi, bukan wadah, demi mengurangi sampah.

Beragam produk hasil recycle di Jaga Bumi Ecomart, menunjukkan limbah dapat diolah menjadi barang bernilai guna. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 06 Mei 2026, 09:45

Tujuan Kawula Muda Nonton Film di Tahun 1980-an

Kawula muda Kota Bandung sangat beruntung karena kota tempat mereka beraktifitas di sekolah punya seribu buat menghilangkan kepenatan sebagai pelajar di tahun 1980-an.

Bioskop Majestic, Kota Bandung. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Chainwit)
Ayo Netizen 06 Mei 2026, 07:39

Dari Loyalitas ke Konsumsi, Ketika Bobotoh dan Merchandise Jadi Satu Cerita

Dukungan klub kini bukan hanya emosi, tapi juga konsumsi. Artikel ini mengulas perubahan loyalitas Bobotoh dalam merchandise Persib x Weekend Offender.

Loyalitas Bobotoh dalam merchandise Persib x Weekend Offender. (Sumber: TikTok @terracedistric)
Wisata & Kuliner 05 Mei 2026, 20:28

Panduan Wisata Taman Safari Bogor, Tiket, Wahana, dan Safari Journey

Panduan lengkap Taman Safari Bogor mencakup harga tiket, Safari Journey, wahana, pertunjukan satwa, serta tips berkunjung agar pengalaman lebih maksimal.

Wisata Taman Safari Indonesia di kawasan Puncak, Bogor. (Sumber: Taman Safari Indonesia)
Ayo Netizen 05 Mei 2026, 18:05

Mobilitas Tinggi, Perlindungan Rendah: Catatan Hari Buruh dari Sektor Transportasi Darat

Mobilitas transportasi darat meningkat, tetapi perlindungan pengemudi tertinggal. Hari Buruh menyoroti risiko tinggi, jam kerja panjang, dan lemahnya pengawasan di sektor logistik dan bus.

Ilustrasi sejumlah pengemudi truk logistik dan bus sedang memperingati hari buruh 1 Mei. (Sumber: Google Gemini, 2026)
Ayo Netizen 05 Mei 2026, 17:22

Meng(hardik)nas, Peringatan, dan Kesadaran

Kemajuan bangsa sangat ditentukan oleh kualitas pendidikannya. Ikhtiar memperbaiki pendidikan dimulai dari ruang kelas, tempat manusia tidak hanya diajarkan pengetahuan, sebagai manusia seutuhnya.

Sejumlah siswa berjualan aneka produk makanan saat acara Market Day di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (5/12/2023) (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 05 Mei 2026, 16:28

Lembangku Sayang, Lembangku Malang (Prolog)

Keheningan dan kesederhanaan Lembang mampu menjadi dirinya sendiri, mampu menorehkan kesan yang tiada duanya.

Kartu pos yang bergambarkan gunung Tangkuban Parahu pada masa kolonial Belanda. Lokasi tepat dari gambar ini adalah kawasan jalan Setiabudi atas/Terminal Ledeng, dan foto diambil dari loteng Villa Isola). (Sumber: wereledculturn.nl)
Ayo Netizen 05 Mei 2026, 13:37

10 Netizen Terpilih April 2026: Bandung di Mata Pendatang, antara Bayangan dan Kenyataan

Berikut adalah nama-nama penulis yang meraih apresiasi dengan total hadiah senilai Rp1,5 juta.

Penari membawakan tarian tradisional di Taman Braga dan depan Gedung YPK, Jalan Naripan, Kota Bandung, Rabu 29 April 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 05 Mei 2026, 13:14

Tamasya ke Pulau Biawak, Wisata Pulau Konservasi di Laut Jawa

Wisata Pulau Biawak Indramayu mencakup akses dari Karangsong, mercusuar Belanda, habitat biawak liar, kondisi terumbu karang, serta tips kunjungan ke pulau.

Pulau Biawak, Indramayu. (Sumber: Pemprov Jabar)
Beranda 05 Mei 2026, 10:46

Mal BTM yang Tergerus Perubahan Cara Orang Berbelanja

Mal BTM di Bandung perlahan sepi seiring perubahan cara orang berbelanja ke digital, memangkas peran toko fisik dan menggeser rantai distribusi tradisional.

Suasana mal BTM terasa sunyi, pengunjung tak lagi seramai dulu. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 05 Mei 2026, 09:25

Setiap Kata adalah Arsip Sejarah

Beberapa kejadian menunjukkan bagaimana para public figure dan pejabat yang kembali mengulangi kesalahan yang sama.

Beberapa kejadian menunjukkan bagaimana para public figure dan pejabat yang kembali mengulangi kesalahan yang sama. (Sumber: Pexels | Foto: BOOM 💥 Photography)
Beranda 05 Mei 2026, 09:15

Nasib Pekerja Informal yang Setiap Hari Dikejar Setoran, Tapi Masa Depan Tak Pernah Ikut Dijamin

Kisah dua saudara yang berjuang di tengah keterbatasan peluang kerja dan ketidakpastian upah sebagai petugas parkir demi menyambung hidup hari demi hari.

Sudah hampir 20 tahun Ade bekerja sebagai petugas parkir untuk menyambung hidup. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 04 Mei 2026, 21:56

Belajar dari Tragedi KA Argo: Sudah Saatnya Ubah Cara Awasi Perlintasan Biar Mobil Mogok Tak Lagi Jadi Maut

Tragedi KA Argo 2026 mendesak PT KAI untuk memodernisasi keamanan perlintasan sebidang guna mencegah mobil mogok akibat gangguan elektromagnetik dan rel yang tidak rata.

(Sumber: Pixels | Foto: Irsyad Rifqi)