Revitalisasi Teras Cihampelas: Selalu Dinanti Entah Kapan Ditepati, Mending Perbaiki yang Lain Saja!

3 menit baca
Ammara Ziska
Ditulis oleh Ammara Ziska diterbitkan
Pengunjung Teras Cihampelas di hari kerja pukul 09.30 pada hari Senin (1/12/2025) (Foto: Ammara Ziska)
Pengunjung Teras Cihampelas di hari kerja pukul 09.30 pada hari Senin (1/12/2025) (Foto: Ammara Ziska)

Angin pagi hari perlahan menyapa melalui celah beton kokoh. Menyelinap masuk untuk menyapa dan bertanya kabar para pengais rezeki. Dinginnya membangunkan semangat para penghuni jalanan yang bermacet-ria menuju kantor.

Warga berlalu-lalang menikmati warna-warni suasana Teras Cihampelas. Berharap menjadi salah satu ikon wisata dan solusi bagi para pengais rezeki, namun tidak memiliki nilai efisiensi. Pada masanya, Cihampelas menunjukkan eksistensi yang diminati berbagai kalangan sebagai destinasi yang harus dikunjungi bertempat di Jl. Cihampelas, Tamansari, Kecamatan Coblong, Kota Bandung.

Saat ini janji revitalisasi Teras Cihampelas yang dikatakan oleh Wali Kota Bandung M.Farhan menuju ditunaikan meski tak lagi dinanti oleh warga. Terlihat dari laman instagram @sarprashub.bdg lampu dipasang dibeberapa titik untuk membantu penerangan yang lebih layak. Beton-beton yang berkarat pun juga dicat ulang agar senantiasa menarik dan indah. Sejak pasca covid Teras Cihampelas mengalami kemunduran yang mengakibatkan banyak pedagang kaki lima mengosongkan lapak mereka. Warga dan wisatawan juga tak terlihat sering mengunjungi Teras Cihampelas lagi.

Eka Vito, mahasiswa warga Bandung, mengatakan bahwa sarana dan prasarana Kota Bandung perlu perbaikan yang signifikan. Alangkah baiknya, memprioritaskan seperti adanya fasilitas umum yang dihidupkan kembali dan menambah penerangan jalan. Karena, banyak jalanan di Bandung dinilai kurang penerangan, dikhawatirkan kedepannya terjadi hal yang tidak diingankan.

“Selain Teras Cihampelas, diharapkan Wali Kota Bandung saat ini bisa memberikan keputusan prioritas untuk membangun fasilitas penerangan jalanan yang layak. Karena seperti yang kita ketahui jalan Soekarno-Hatta banyak titik yang masih gelap dan membahayakan jika malam hari,” ujarnya, Senin (01/12/2025).

Teras Cihampelas hadir sebagai salah satu tempat wisata untuk dikunjungi oleh warga lokal, wisatawan lokal, dan wisatawan mancanegara. Namun, seiring berjalannya waktu pasca Covid-19 melanda adanya Teras Cihampelas dinilai tidak efisien kehadirannya. Para pedagang pun memilih untuk tetap dibawah untuk berjualan, sedangkan diatas tinggal segelintir pedagang kaki lima yang masih bertahan.

Biasanya, pengunjung berdatangan ketika long-weekend meski begitu tetap saja tidak seramai dulu sebelum Covid-19 melanda. Belum terlihat perubahan secara signifikan perintah oleh Wali Kota Bandung yang berdampak untuk Teras Cihampelas. Dari segi kenyamanan dan kebersihan belum lagi dihadirkan oleh Pemerintah Kota Bandung, toilet umum yang belum memadai juga sampah yang berserakan masih terlihat dengan jelas.

Kondisi Teras Cihampelas saat pagi di hari kerja pada, Senin(1/12/2025) (Foto: Ammara Ziska)
Kondisi Teras Cihampelas saat pagi di hari kerja pada, Senin(1/12/2025) (Foto: Ammara Ziska)

Agus Kurnia, warga Bandung yang bekerja sebagai petugas anggota satpol PP yang sedang berada ditempat mengatakan bahwa, tujuan utama dibangunnya Teras Cihampelas sebagai tempat wisata baru, dengan merelokasi pedagang kaki lima untuk menarik pengunjung.

“Tujuan awalnya mah dibuat untuk jadi wisata, makanya pedagang yang di bawah diminta pindah ke atas,” imbuhnya.

Kabarnya, teras Cihampelas akan dirobohkan, namun orang nomor satu di Bandung itu menyebutkan dalam salah satu wawancara akan tetap dipertahankan dan direvitalisasi. Revitalisasi yang direncanakan ini akan bersifat keseluruhan dari Teras Cihampelas, namun masih menunggu, karena hendak dialihkan kepada pihak ketiga. Belum ada kepastian terkait kabar ini.

“Semua ini teh semua mau direvitalisasi, mau jadi di fungsi alihin ke pihak ketiga. Tapi masih belum ada teh,” ucap Agus Kurnia.

Wali Kota Bandung M.Farhan dinilai kurang memberikan perhatian tanggung jawab atas Teras Cihampelas, disebabkan tidak ada perubahan atas revitalisasi yang dijanjikan. Para pedagang juga warga lokal merasa fasilitas kenyamanan dan kebersihan yang kurang memadai. Kurangnya minat warga mengujungi Teras Cihampelas, beberapa warga menilai revitalisasi bisa dialokasikan dahulu ke sarana dan prasarana yang lebih prioritas, seperti lampu penerangan jalan.

Besar harapan warga Bandung terhadap kebijakan perintah tertinggi di Bandung itu untuk lebih bijaksana dalam memilih prioritas perbaikan sarana dan prasarana. Agar tidak ada rasa saling dirugikan antar warga juga pemangku kebijakan.

Sebagai warga yang baik juga manfaatkan sebaik-baiknya fasilitas umum yang sudah disediakan dengan tidak dirusak. Bijaksana pemangku kebijakan, sejahtera pula warganya. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 10 Okt 2026, 12:23

Gastro-Histori Roti Bagelen: Akulturasi Tiga Budaya dan Jejak Perintis Khoe Pek Goan di Garut Sejak 1885

Dalam khazanah gastro-historis Indonesia, Roti Bagelen menduduki posisi istimewa sebagai penganan legendaris yang melintasi zaman.

Roti Bagelen pertama kali terekam dalam sejarah lahir dan berkembang di Kabupaten Garut sebagai titik awal keberadaannya di Indonesia. (Sumber: Akun Shopee Bagelen Garut)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 20:18

Generasi Berempati Ekologis

Refleksi guru dalam isu darurat dampah di Bandung Raya.

Generasi berempati ekologis. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 19:45

Pesantren dan Pluralitas Indonesia

Bagaimana kita melihat pesantren kini dalam pluralitas? Masyarakat tidak cukup hanya diajarkan untuk "toleran". Mereka perlu memahami mengapa perbedaan harus dihormati dan hidup bersama secara adil.

Ilustrasi santri yang sedang belajar di pesantren. (Sumber: Pexels/Mufid Majnun)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 18:38

Hidangan-Hidangan Nostalgia: Tanggung Jawab Bersama Melestarikan Warisan Kuliner Nusantara

Mari kita melangkahkan kaki lebih dalam untuk menjelajahi keunikan serta kekayaan rasa hidangan utama tradisional yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.

Populer di Bandung sejak 1930, Colenak Tapai Pisang menyajikan perpaduan tapai singkong dan pisang tanduk panggang dengan saus gula merah kelapa, nikmat disantap hangat bersama teh panas. (Sumber: Dokumentasi Primarasa)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 18:04

Curug Putri Palutungan Terjun dari Atas Lava Gunung Gegerhalang

Gunung Gegerhalang itu ibu dari Gunung Cereme. Bila direkonstruksi, tinggi Gunung Gegerhalang itu diperkirakan mencapai 4.000 m dpl.

Dinding lembah di sisi timur Curug Putri, berupa susunan batutemplek, lava yang membeku dari aliran Gunung Gegerhalang peruode ke-2. (Foto: T Bachtia)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 17:35

UU Pelindungan Ketenagakerjaan: Mampukah Membuka Jalan bagi Gen Z?

Jika aturan memberikan perlindungan yang jelas sekaligus menciptakan kepastian hukum, perusahaan memiliki dasar yang lebih baik untuk menyusun rencana usaha dan perekrutan.

Harapan UU Pelindungan Ketenagakerjaan dan Nasib Gen Z. (Sumber: dok FSP LEM SPSI | Foto: Arif Minardi)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 16:45

Menyelisik Peristiwa ’65 dari Kacamata Seorang Anak 7 Tahun: Membaca Candik ala 1965

Candik Ala 1965 membuka cara membaca peristiwa 1965 melalui pengalaman seorang anak yang belum memahami sepenuhnya konflik politik di sekitarnya.

Buku "andik Ala 1965" karya Tinuk R. Yampolsky. (Foto: Nur Febri Putranto)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 15:32

Bandung dan Cirebon: Dua wilayah di Jawa Barat yang Memiliki Suhu Udara Berkebalikan

Bandung dan Cirebon merupakan dua kota yang berada dalam satu wilayah Jawa Barat tapi memiliki kondisi cuaca yang jauh berbeda

Dua kota yang masuk ke wilayah Jawa barat tapi memiliki cuaca yang berbeda. (Sumber: Generated AI)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 10:16

Kala Bandung Tua Perlu Belajar dari Bandung Muda

Bandung Tua perlu belajar dari Bandung muda. Bukan berarti setiap gagasan anak muda pasti benar. Juga bukan berarti generasi yang lebih tua harus menyerahkan kemudi begitu saja. 

Aktivitas lari yang jadi tren di Bandung kiwari. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 08:04

Jejak Rasa di Tanah Seberang: Sejarah, Adaptasi, dan Evolusi Kuliner Jawa di Suriname

Migrasi besar-besaran tenaga kerja dari Jawa ke Suriname terjadi pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20.

Sebuah foto yang memperlihatkan seorang perempuan Jawa di Suriname sedang menyiapkan hidangan ala Jawa untuk sebuah perjamuan. (Sumber: collectie.wereldmuseum.nl)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 07:43

Masa Depan Bandung Command Center: Dari Monitor ke Otak Kota

BCC masa depan idealnya mempunyai tiga lapisan. Pertama, IoT menjadi mata dan telinga kota. Kedua, AI menjadi mesin analisisnya. Ketiga, manusia tetap menjadi pengambil keputusan.

Ruang utama Bandung Command Center (BCC). (Sumber: sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 19:14

Ketika Keamanan Pangan Kota Bandung Diuji Kasus 88 Seoul

Momentum untuk melihat kembali bagaimana keamanan pangan dan perlindungan konsumen diterapkan dalam industri kuliner Kota Bandung yang terus berkembang.

Ilustrasi Walikota Bandung sedang sidak keamanan pangan. (Sumber: ilustrasi dikreasi dengan chatgpt | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 18:13

Bagaimana Menjadikan Kota Bandung sebagai Sentra Batik Utama di Jawa Barat

Bandung berpotensi menjadi sentra batik utama Jawa Barat. Melalui inovasi motif modern, penguatan pengrajin lokal dan dukungan festival budaya, batik Bandung siap mendominia pasar lokal dan global.

Damakara Store di Cihapit. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Rizma Riyandi)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 17:43

Khazanah Masakan Bogor Tempo Doeloe: Warisan Gastronomi Leluhur yang Kian Langka

Kuliner Bogor tempo doeloe adalah bagian tak terpisahkan dari identitas budaya Sunda dan kekayaan gastronomi Nusantara.

Cungkring merupakan sajian khas Bogor berupa sate kulit sapi yang dibalut gurihnya bumbu rempah dan kacang. (Sumber: Youtube | Foto: Dyodoran)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 16:17

Mang Jaya, Maestro Dongeng Sunda yang Melintasi Zaman

Lebih dari setengah abad Mang Jaya menjaga dongeng dan bahasa Sunda tetap hidup melalui kekuatan suara dan imajinasi.

Sosok Mang Jaya, maestro dongeng Sunda yang telah puluhan tahun menghidupkan tradisi mendongeng dan memperkenalkan kekayaan cerita Sunda kepada lintas generasi. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 15:46

Memaknai Kembali Bandung Heritage

Ada sudut-sudut kota Bandung yang menyimpan cerita sejarah tapi tergerus oleh waktu. Bandung bukan hanya kota arsitektur, tapi juga tempat bahasa Sunda dicetak, dibaca dan disebarluaskan.

Gedung peninggalan Era Kolonial di Kota Bandung. (Sumber: Pexels | Foto: Andaru Firmansyah)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 13:10

Bandung Tak Bisa Hanya Diurus lewat 'PowerPoint'

Bandung tidak perlu menciptakan sejarah baru. Sejarahnya sudah ada. Yang dibutuhkan adalah menghubungkan titik-titik sejarah yang selama ini berdiri sendiri.

Salah satu sudut kawasan heritage Braga. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Arif Ruhiyat)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 12:18

Masakan-Masakan Tionghoa Populer dalam Buku 'Masakan Aneka Warna' (1969)

Buku berjudul Masakan Aneka Warna disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio (yang juga ditulis sebagai Ibu Satrio Samuel).

Buku berjudul "Masakan Aneka Warna" disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio dan diterbitkan pertama kali oleh PN Balai Pustaka tahun 1969. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Wisata & Kuliner 08 Okt 2026, 11:18

Perkedel Bondon, Pengisi Perut Masinis Hingga Tempat Mangkal Para Perempuan Malam di Bandung

Perkedel Bondon lahir dari kebutuhan akan panganan para pekerja kereta api di Kota Bandung yang hanya melayani pelanggannya pada malam hari.

warung perkede Bondon di Jalan Stasiun Timur Kota Bandung (ist)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 10:34

Menolong Tak Cukup dengan Peduli: Ketika Mental Tak Baik-Baik Saja

Tidak semua orang yang sedang berjuang dengan masalah mental berkata, “Saya butuh pertolongan.” Kadang, yang dibutuhkan hanyalah seseorang yang peka kalau saya sedang tidak baik-baik saja.

Pembukaan Program Psikoedukasi Kesehatan Mental Remaja Pusjar SKTAN Tahun 2026. (Sumber: Humas Pusjar SKTAN | Foto: Humas Pusjar SKTAN)