Swipe, Match, Ghosting: Cerita Mahasiswa Bandung Mencari Cinta di Aplikasi Kencan

4 menit baca
Aditya Bayu Nugroho
Ditulis oleh Aditya Bayu Nugroho diterbitkan
Anak muda sedang menggunakan aplikasi kencan (Sumber: pexels.com | Foto: cottonbro studio)
Anak muda sedang menggunakan aplikasi kencan (Sumber: pexels.com | Foto: cottonbro studio)

Selain populer sebagai destinasi wisata favorit, Bandung juga lekat dengan identitasnya sebagai kota pendidikan, tempat ribuan mahasiswa dari berbagai daerah menimba ilmu. Perpaduan ini membuat Bandung selalu hidup dengan dinamika anak mudanya.

Namun, di balik ramainya sudut-sudut kota, kedai kopi, dan kampus, ada ruang pergaulan baru yang samar-samar tidak terlihat, yakni aplikasi kencan.

Kehadiran aplikasi kencan kini menjadi medium baru anak muda Bandung untuk mencari pertemanan, memperluas relasi, bahkan menemukan pasangan. Seperti yang dialami oleh MFA (21), seorang mahasiswa yang kini sedang menempuh pendidikan di Bandung bercerita kalau dia mencoba aplikasi kencan untuk memperluas pertemanan.

"Awalnya iseng untuk bermain aplikasi ini, tapi ternyata seru juga karena bisa kenal orang dari kampus lain. Lumayan dapat temen baru untuk hangout sambil bertukar cerita."

Cerita yang dialami oleh MFA bukanlah kasus tunggal. Banyak mahasiswa Bandung lainnya yang mengaku juga menggunakan aplikasi kencan entah untuk mengobrol ringan selepas kuliah, mencari teman hangout untuk coba cafe baru di Dago, atau menjalin hubungan serius.

Self-Disclosure

Salah satu hal menarik dari aplikasi kencan adalah bagaimana para mahasiswa ini menampilkan dirinya. Dalam kajian Ilmu Komunikasi, konsep ini disebut self-disclosure, yaitu keterbukaan diri yang biasanya terjadi saat orang berbagi informasi pribadi.

Di aplikasi kencan, self-disclosure dilakukan dengan cara mengunggah beberapa foto menarik, usia, lokasi, hobi atau olahraga favorit, sampai ke selera musik. Mahasiswi berinisial MI (23) mengakui bahwa foto dan profil singkat pengguna lain menjadi tolok ukur pertama sebelum memutuskan untuk swipe.

"Yang paling awal dilihat itu foto dan bio-nya. Dari situ kita bisa melakukan screening awal terhadap personality seseorang. Biasanya aku tertarik sama yang hobi atau selera musiknya sama, jadi ngobrolnya jadi lebih nyambung."

Artinya, kesan pertama kini tidak hanya tercipta melalui tatap muka dan obrolan pertama, tetapi bisa lewat kurasi digital yang disusun semenarik mungkin untuk menciptakan kesan pertama yang baik.

Lebih Nyaman Curhat Lewat Chat?

Pengalaman mahasiswa Bandung menunjukkan, komunikasi digital kadang terasa lebih nyaman daripada interaksi secara tatap muka. Fenomena ini bisa dijelaskan lewat teori Computer-Mediated Communication (CMC) yang menjelaskan bahwa meski tanpa ekspresi wajah atau nada suara, percakapan daring tetap bisa terasa intim.

Salah seorang mahasiswi berinisial L (20) mengaku lebih mudah terbuka saat ngobrol dengan orang baru di aplikasi.

"Aku pernah secara tidak sadar curhat sama orang yang baru aku kenal beberapa hari. Tapi aku merasa lebih nyaman, karena kan gak ketemu langsung, jadi gak ada pressure pas lagi cerita, gak awkward juga."

Keterbukaan semacam ini memperlihatkan bagaimana aplikasi kencan memberi ruang baru bagi anak muda untuk bercerita apapun, bahkan ke orang yang baru dikenal.

Hubungan Dekat di Chat, Hilang di Dunia Nyata?

Ilustrasi swafoto untuk media sosial. (Sumber: Pexels/Sara mazin)
Ilustrasi swafoto untuk media sosial. (Sumber: Pexels/Sara mazin)

Menurut teori Social Information Processing (SIP) dari Josep Walther, hubungan melalui digital bisa berkembang sama kuatnya, bahkan lebih dekat dibanding dengan tatap muka. Alasannya, pengguna punya waktu lebih banyak dalam memilih kata, menyusun pesan, dan menampilkan sisi terbaik dirinya.

Hal inilah yang membuat beberapa mahasiswa merasa cepat cocok dengan lawan bicara di aplikasi. Namun, kedekatan yang intens juga bisa berubah menjadi cepat jenuh atau bahkan bisa ditinggalkan secara tiba-tiba tanpa sebab, fenomena ini lebih dikenal dengan ghosting.

PFL (25), seorang mahasiswi yang sedang menempuh pascasarjana di Bandung menceritakan pengalamannya yang pernah mengalami ghosting. "Sedih bukan karena di-ghosting, tapi lebih ke overthinking kenapa selalu merasa gagal untuk menjalin hubungan. Apa ada yang salah sama aku ya?"

Fenomena ghosting menjadi sisi lain dari cinta digital yang tidak bisa dihindari. Di satu sisi, aplikasi kencan memudahkan bertemu orang baru. Di sisi lain, hubungan yang tidak punya landasan kuat bisa hilang begitu saja.

Dampak Psikososial

Meski penuh risiko emosional, mahasiswa ini juga mengaku merasakan dampak positif dari aplikasi kencan. Banyak yang merasa lebih percaya diri setelah terbiasa membuka diri lewat profil dan percakapan daring.

Seorang mahasiswi berinisial AA (22) bercerita, awalnya merasa tidak percaya diri karena masalah penampilan. Namum interaksi di aplikasi justru mengubah pandangannya.

"Awalnya sempat insecure karena wajah lagi break out. Tapi setelah ketemu orang lewat aplikasi, ternyata mereka gak mempermasalahkan itu. Malah bikin aku lebih percaya diri, karena tidak hanya memandang fisik, tapi obrolan yang berkualitas."

Bukan hanya soal mencari pasangan, aplikasi kencan juga membantu dalam memperluas lingkaran sosial, menambah teman diskusi, teman nongkrong, atau sekadar tempat berbagi cerita.

Jadi, di tengah ramainya kota Bandung yang dikenal sebagai kota wisata dan pendidikan, aplikasi kencan hadir sebagai peluang sekaligus tantangan bagi anak muda. Dari self-disclosure lewat profil hingga fenomena ghosting, cinta digital menawarkan kemudahan mengenal orang baru, tetapi juga membawa risiko manipulasi dan ekspektasi yang tak realistis.

Karena itu, penting bagi pengguna untuk berhati-hati, tahu batasan, dan bijak berinteraksi. Karena pada akhirnya, teknologi hanyalah perantara, yang menentukan bertahan atau tidaknya sebuah hubungan tetaplah niat, tujuan, dan usaha dari kedua belah pihak. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 16 Okt 2026, 20:03

KDM dan Tantangan Mengubah Empati Menjadi Kebijakan

Pemimpin dengan skor empati tinggi bisa berhasil ketika mereka membangun institusi yang mampu menerjemahkan empati menjadi kebijakan yang bermakna.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 18:00

Pengalaman Memandu SMP Atirah Makassar #1

Pengalaman memandu siswa kelas 8 dari SMP Atirah, Bukit Baruga, Makassar, pada tanggal 5 Oktober hingga 9 Oktober kemarin.

Pengalaman memandu siswa kelas 8 dari SMP Atirah, Bukit Baruga, Makassar, pada tanggal 5 Oktober hingga 9 Oktober kemarin. (Sumber: Malia Nur Alifa)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 16:57

Ketika Foto Menjadi Saksi Sejarah: Ray Bachtiar dan Perjalanan Dunia Visual

Fotografi menyimpan jejak sejarah dan ingatan bangsa. Talkshow “Jejak Visual” mengulas evolusi fotografi dan videografi bersama Ray Bachtiar Dradjat di Museum Mandiri, Kota Tua Jakarta.

Praktisi fotografi Ray Bachtiar Dradjat menjadi narasumber talkshow “Jejak Visual: Evolusi Fotografi dan Videografi”. (Sumber: Ray Bachtiar Dradjat)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 16:42

Menelusuri Jejak Benny Soebardja, Sang Godfather Rock Progresif Indonesia

Buku Benny Soebardja: The Progressive Years karya Zuhair Alyafie mengulas perjalanan Benny Soebardja dan perannya dalam membentuk sejarah rock progresif Indonesia.

Benny Soebardja: Perjalanan Sang Godfather Rock Progresif Indonesia (Sumber: Zuhair Alyafie)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 15:21

Peran Bank Perekonomian Rakyat Mencegah Jerat Rentenir di Bandung

Tujuan utama perbankan daerah bukan hanya menghimpun dana dan menyalurkan kredit. Keberadaannya menjaga martabat ekonomi keluarga di Bandung.

Ilustrasi pentingnya peran Bank Perekonomian Rakyat di Kota Bandung. (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 13:58

Cerita Perjalanan Menuju Palimanan dan Belajar Keberanian dari Lapak Baca Buku Gratis Cirebon

Kegiatan membuka lapak untuk membaca buku gratis mulai hadir di beberapa kota untuk meningkatkan minat literasi, begitu juga dengan Kota Cirebon.

Baca Buku Gratis di Alun-Alun Palimanan Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 11:07

Jalur Banjaran–Pangalengan Seringkali Padat: Mengapa Kemacetan Terjadi?

Kemacetan di jalur Banjaran–Pangalengan menjadi perhatian karena jalur ini digunakan oleh warga untuk beraktivitas sehari-hari sekaligus menjadi akses menuju kawasan wisata.

Dokumentasi kemacetan di daerah Pasar Banjaran.
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 10:07

SKS: Kebiasaan Buruk atau Mekanisme Bertahan Mahasiswa?

Tugas menumpuk dan tenggat mendekat membuat mahasiswa begadang demi menyelesaikan pekerjaan. Apakah SKS sekadar kebiasaan buruk atau cara bertahan di tengah tuntutan akademik?

night study (Sumber: pexels.com | Foto: Bikram Bezbaruah)
Bandung 15 Okt 2026, 19:59

Industri Hiburan Bandung Masih Bergelora, Playlist Rewind 2026 Jadi Bukti Eksistensi Kota Musik

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026.

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 17:57

Para Insinyur Planologi, Arsitektur dan Sipil Terkemuka Yang Terlibat Pembangunan Kota Bandung dan Cimahi (Bagian 1)

Kisah insinyur planologi, arsitektur dan sipil terkemuka dalam membangun Bandung dan Cimahi. Temukan jejak sejarah, inovasi tata kota dan mahakarya ikonis mereka di sini!

Lukisan cat air Gedung Sate (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2)
Bandung 15 Okt 2026, 16:41

Menolak Lupa Rasa Rumah, 11 Tahun Warung Kopi Imah Babaturan Merawat Hangatnya Bandung

Tepat pada 15 Oktober 2026, warung kopi dan rumah makan, yakni Warung Kopi Imah Babaturan yang bersemayam di jantung Kota Bandung ini merayakan hari jadinya yang ke-11.

Pemilik Warung Kopi Imah Babaturan, yakni Mohammad Nurul Hudha dan sang istri, Anggia Bonyta. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:48

Relasi Santri dengan Indonesia

Refleksi Hari Santri Nasional 2026: menelusuri jejak Resolusi Jihad, peran ulama, dan perjuangan santri dalam mempertahankan kemerdekaan serta menjaga hubungan santri dan negara.

Relasi Santri dengan Indonesia (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:09

Ketika Pertemanan Punya Target Harian: Terhubung atau Sekadar Menjaga Api Streak TikTok?

Pernah takut api streak TikTok dengan teman terputus? Kebiasaan ini bisa menjaga komunikasi, tetapi juga terasa seperti kewajiban harian. Apakah kita benar-benar terhubung atau sekadar menjaga angka?

Fitur api streak TikTok bisa menjadi cara menyenangkan untuk menjaga komunikasi.
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:03

Pardoks 'Tidak Ada Bukti' dalam Kasus Pelecehan Seksual di Unpas

Data menunjukkan bahwa laporan palsu -- atau bahkan fitnah -- dalam kasus kekerasan dan pelecehan seksual di kampus sangat rendah, sementara underreporting sangat tinggi. Apa artinya?

Aksi mahasiswa Universitas Pasundan (Unpas) Bandung terkait dugaan kekerasan seksual oleh oknum dosen. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 12:03

Mengenal Emma Poeradiredja dan Jejak Politik Perempuan Sunda

Emma Peoradiredja, seorang tokoh perempuan sunda yang membukakan jalan berpolitik untuk perempuan di tanah sunda

Emma Poeradiredja
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 22:06

Bandung dan Cirebon Sama-Sama Minim Penerangan Lampu Jalanan

Penerangan jalan umum di wilayah Jawa Barat masih sangat minim perhatian sehingga kondisi ini bisa mengakibatkan potensi kecelakaan bagi pengguna kendaraan.

Penerangan Jalan Ahmad Yani-Pantura Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 18:01

Menyeret Emak dan Bapak Ke Pengadilan

Banyak Lansia atau orang tua yang disidangkan oleh anak kandungnya di pengadilan yang semestinya tidak terjadi peristiwa nirempati tersebut

Ruang sidang bukan tempat membalas budi orang tua. Utamakan musyawarah dan kasih sayang. (Sumber: Ilustrasi oleh Gemini AI)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 16:45

Penertiban PKL: Apakah Menuju Bandung yang lebih Ramah dengan Pejalan Kaki?

Beberapa waktu ke belakang Bandung sedang melakukan penertiban PKL di Jalan Kiaracondong dan Cihapit tentunya harapannnya pejalan kaki mendapatkan haknya kembali.

Ilustrasi Penertiban PKL. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 14:52

Momentum Memerdekakan Guru

Menjadi anomali bahwa profesi guru mendapatkan tuntutan, tetapi dalam kehidupannya masih di bawah dari harapan.

Ilustrasi guru dan siswa di ruang kelas sekolah. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 13:49

Proyeksi JPO UIN Bandung: Realisasi atau Ilusi?

Sebuah kritik dan saran kepada birokrasi UIN Bandung terkait usulan pengadaan JPO di depan gerbang kampus yang berhadapan langsung dengan Jalan A.H. Nasution.

Lanskap Jalan A.H Nasution di jam aktifitas. (Sumber: Dipotret dengan ponsel pribadi. | Foto: Rifki Ahmad Ma'ruf)