Betulkah Gunung Sunda Terlihat dari Pesisir Koromandel India?

4 menit baca
T Bachtiar
Ditulis oleh T Bachtiar diterbitkan
Keadaan ronabumi seperti inilah yang dilihat oleh masyarakat, bukan Gunung Sunda yang menjulang  tinggi. (Sumber: Istimewa)
Keadaan ronabumi seperti inilah yang dilihat oleh masyarakat, bukan Gunung Sunda yang menjulang tinggi. (Sumber: Istimewa)

Saya mendapat berondongan kiriman tautan video singkat yang memuat pernyataan tentang Gunung Sunda. Kepada pengirim tautan pertama, saya membalasnya secara singkat. Tapi karena banyaknya yang meminta konformasi tentang kebenaran pernyataan itu, maka, saya menjawabnya melalui tulisan ini.

Jawaban saya menggunakan pendekatan, bahwa sejarah bumi begitu pun sejarah manusia di atasnya, harus memegang teguh prinsip: ada tempat, ada peristiwa, ada waktu, dan ada tokoh. Ada Gunung Sunda, ada letusan Gunung Sunda, ada waktu terjadinya letusan, dan kalau ada, ada tokohnya. Semoga tulisan ini terbaca juga oleh yang membuat video, dan yang membuat pernyataan.

Pertama tentang Gunung Sunda yang ditutupi salju abadi dan terlihat dari Koromandel, India. Apa iya?  

Untuk hal yang seperti ini, agar tidak menghayal tingkat dewa, mari memakai ukuran jarak nyata dan perbandingan. Bila berdiri menjelang pagi di pesisir Koromandel, misalnya di pantai Nagapattinam, Tamil Nadu, India, kemudian mengarahkan pandangan ke tenggara, ke arah Tatar Sunda, tempat Gunung Sunda berada, jaraknya 3.636 km. Apakah betul, Gunung Sunda yang tingginya lebih kurang +4.000 m dpl itu dapat dilihat secara kasatmata dari jarak itu? 

Agar mempunyai pengalaman nyata, naiklah ke puncak Gedung Sate di Jl Diponegoro, Kota Bandung, pagi hari saat langit cerah. Lepaskan pandangan ke arah timur sedikit ke utara, ke arah puncak Piramida Carstensz, Papua, yang tingginya +4.884 m dpl. Apakah dari jarak 3.287 km, yang sesungguhnya lebih dekat bila dibandingkan dengan jarak antara pesisir Koromandel dengan Gunung Sunda, puncak gunung dengan es abadi yang ketinggian gunungnya di atas ketinggian Gunung Sunda itu dapat dilihat? Kalau tidak dapat dilihat, apalagi Gunung Sunda bila dilihat dari pesisir Koromandel. 

Kedua, apakah betul sudah ada penduduk ketika Gunung Sunda berdiri megah dengan puncaknya yang diselimuti salju abadi? Ada yang membahas asal-usul kata Sunda yang mengaitkan dengan keberadaan Gunung Sunda yang selalu berselimut abu letusan dan kemilau salju putih. Katanya gunung ini terlihat dari Koromandel, yang disebut Gunung Chuda yang berarti putih, kemudian pengucapannya menjadi Sunda. 

Agar menghayalnya tidak berlanjut, mari kita buka sejarah gunung api raksasa ini. Ada gunungapi di utara Bandung yang tingginya lebih kurang +4.000 m dpl, yang meletus dahsyat 105.000 tahun yang lalu. Letusan dengan tipe plinian ini menyebabkan dua pertiga tubuh gunungnya ambruk, membentuk lingkaran kaldera berukuran 6,5 km x 7,5 km. Di lingkaran kaldera itu terdapat puncak-puncak, seolah-oleh gunung yang mandiri, kemudian oleh masyarakat diberi nama, seperti: Pasir Limus, Gunung Leumeungan, Gunung Sunda (+1.830 m dpl), Gunung Wayang, dll.

Oleh para peneliti, lingkaran kaldera yang berukuran 6,5 km x 7,5 km itu kemudian direkonstruksi, agar mengetahui seperti apa wujud gunung tersebut. Karena di lerengnya sudah ada hiponim Gunung Sunda, maka gunung api raksasa hasil rekonstruksi itu dinamai Gunung Sunda.

Jadi, ada dua toponimi Gunung Sunda. Satu yang diberikan oleh masyarakat untuk titik tinggi di lingkaran kaldera gunung yang meletus 105.000 tahun yang lalu, dan kedua, toponimi Gunung Sunda untuk nama gunung yang wujudnya sudah tidak dikenali lagi wujudnya, namun menyisakan jejaknya. Apakah betul sebelum 105.000 tahun yang lalu, toponim Gunung Sunda sudah dikenali masyarakat dan ada dalam catatan asing?

Ketiga, kita lanjutkan, apakah betul sudah ada penduduk dan catatan asing yang melihat Gunung Sunda berselimut salju abadi dan puncaknya dilapisi abu letusan?

Mari kita lacak manusia yang pernah tinggal di Jawa Barat. Diawali dari manusia yang tinggal di Guha Pawon, Desa Gunung Masigit, Kabupaten Bandung Barat. Di dinding utara bukit itu ada goa, yang menjadi tempat tinggal komunitas manusia awal di Cekungan Bandung. Menurut Dr Lutifi Yondri (komunikasi melalui WhatsApp, 8/10/2025), peneliti bidang arkeologi, bahwa usia manusia Guha Pawon paling tua, umurnya 12.000 tahun yang lalu.

Contoh kedua, masyarakat yang menegakkan batu besar, Tugugede di Kampung Cengkuk, Kabupaten Palabuhanratu. Menurut Von Heine Geldern, masyarakat pendukung tradisi megalitik yang menegakkan batu besar, di antaranya menhir dan dolmen, seperti di Kampung Cengkuk, digolongkan ke dalam megalitik tua yang berkembang antara 4.525 tahun – 3.525 tahun yang lalu. Pasti, suatu lokasi budaya terus berkembang hingga awal Masehi.

Baca Juga: Laboratorium Gunung Api Purba Nglanggeran

Nun jauh di sebrang lautan, ada manusia yang hidup di goa-goa kapur, dan mereka menggambari dinding goanya. Menurut Adhi Agus Oktaviana, dkk (Nature, 3 Juli 2024), usia satu lukisan di Leang Karampuang, Maros-Pangkep, Sulawesi Selatan, dilukis 51.200 tahun yang lalu.

Contoh ketiga, situs megalitik Gunung Padang di Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur. Menurut Dr. Lutfi Yondri, situs ini dibangun antara 2.200 tahun – 2.100 tahun yang lalu. Contoh tertulis yang dapat disebandingkan tahun pembuatannya, yaitu Prasasti Ciaruteun dibuat tahun 450 M, dan prasasti Cicatih dibuat tahun 1030 M. 

Naskah Sunda kuna, ada yang ditulis tahun 1334 M. Dan, naskah Bujangga Manik mencatat tentang geomitologi Sang Kuriang pada akhir abad ke-16 atau awal abad ke-17 (Tiga Pesona Sunda Kuna, Pustaka Jaya, 2009).

Dari uraian itu, pertama, sulit menerima pernyataan, bahwa ada catatan asing yang menyatakan pernah melihat Gunung Sunda dari Koromandel. Kedua, sulit menerima pernyataan adanya catatan asing yang menyatakan melihat gunung berselimut salju abadi, yang puncaknya dilapisi endapan abu letusan.

Karena, menurut penelitian Dr. M Nugraha Kartadina (2005), Gunung Sunda meletus dahsyat 105.000 tahun yang lalu hingga tubuhnya ambruk membentuk kaldera, jauh sebelum manusia di tatar Sunda ada. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 16 Okt 2026, 20:03

KDM dan Tantangan Mengubah Empati Menjadi Kebijakan

Pemimpin dengan skor empati tinggi bisa berhasil ketika mereka membangun institusi yang mampu menerjemahkan empati menjadi kebijakan yang bermakna.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 18:00

Pengalaman Memandu SMP Atirah Makassar #1

Pengalaman memandu siswa kelas 8 dari SMP Atirah, Bukit Baruga, Makassar, pada tanggal 5 Oktober hingga 9 Oktober kemarin.

Pengalaman memandu siswa kelas 8 dari SMP Atirah, Bukit Baruga, Makassar, pada tanggal 5 Oktober hingga 9 Oktober kemarin. (Sumber: Malia Nur Alifa)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 16:57

Ketika Foto Menjadi Saksi Sejarah: Ray Bachtiar dan Perjalanan Dunia Visual

Fotografi menyimpan jejak sejarah dan ingatan bangsa. Talkshow “Jejak Visual” mengulas evolusi fotografi dan videografi bersama Ray Bachtiar Dradjat di Museum Mandiri, Kota Tua Jakarta.

Praktisi fotografi Ray Bachtiar Dradjat menjadi narasumber talkshow “Jejak Visual: Evolusi Fotografi dan Videografi”. (Sumber: Ray Bachtiar Dradjat)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 16:42

Menelusuri Jejak Benny Soebardja, Sang Godfather Rock Progresif Indonesia

Buku Benny Soebardja: The Progressive Years karya Zuhair Alyafie mengulas perjalanan Benny Soebardja dan perannya dalam membentuk sejarah rock progresif Indonesia.

Benny Soebardja: Perjalanan Sang Godfather Rock Progresif Indonesia (Sumber: Zuhair Alyafie)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 15:21

Peran Bank Perekonomian Rakyat Mencegah Jerat Rentenir di Bandung

Tujuan utama perbankan daerah bukan hanya menghimpun dana dan menyalurkan kredit. Keberadaannya menjaga martabat ekonomi keluarga di Bandung.

Ilustrasi pentingnya peran Bank Perekonomian Rakyat di Kota Bandung. (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 13:58

Cerita Perjalanan Menuju Palimanan dan Belajar Keberanian dari Lapak Baca Buku Gratis Cirebon

Kegiatan membuka lapak untuk membaca buku gratis mulai hadir di beberapa kota untuk meningkatkan minat literasi, begitu juga dengan Kota Cirebon.

Baca Buku Gratis di Alun-Alun Palimanan Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 11:07

Jalur Banjaran–Pangalengan Seringkali Padat: Mengapa Kemacetan Terjadi?

Kemacetan di jalur Banjaran–Pangalengan menjadi perhatian karena jalur ini digunakan oleh warga untuk beraktivitas sehari-hari sekaligus menjadi akses menuju kawasan wisata.

Dokumentasi kemacetan di daerah Pasar Banjaran.
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 10:07

SKS: Kebiasaan Buruk atau Mekanisme Bertahan Mahasiswa?

Tugas menumpuk dan tenggat mendekat membuat mahasiswa begadang demi menyelesaikan pekerjaan. Apakah SKS sekadar kebiasaan buruk atau cara bertahan di tengah tuntutan akademik?

night study (Sumber: pexels.com | Foto: Bikram Bezbaruah)
Bandung 15 Okt 2026, 19:59

Industri Hiburan Bandung Masih Bergelora, Playlist Rewind 2026 Jadi Bukti Eksistensi Kota Musik

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026.

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 17:57

Para Insinyur Planologi, Arsitektur dan Sipil Terkemuka Yang Terlibat Pembangunan Kota Bandung dan Cimahi (Bagian 1)

Kisah insinyur planologi, arsitektur dan sipil terkemuka dalam membangun Bandung dan Cimahi. Temukan jejak sejarah, inovasi tata kota dan mahakarya ikonis mereka di sini!

Lukisan cat air Gedung Sate (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2)
Bandung 15 Okt 2026, 16:41

Menolak Lupa Rasa Rumah, 11 Tahun Warung Kopi Imah Babaturan Merawat Hangatnya Bandung

Tepat pada 15 Oktober 2026, warung kopi dan rumah makan, yakni Warung Kopi Imah Babaturan yang bersemayam di jantung Kota Bandung ini merayakan hari jadinya yang ke-11.

Pemilik Warung Kopi Imah Babaturan, yakni Mohammad Nurul Hudha dan sang istri, Anggia Bonyta. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:48

Relasi Santri dengan Indonesia

Refleksi Hari Santri Nasional 2026: menelusuri jejak Resolusi Jihad, peran ulama, dan perjuangan santri dalam mempertahankan kemerdekaan serta menjaga hubungan santri dan negara.

Relasi Santri dengan Indonesia (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:09

Ketika Pertemanan Punya Target Harian: Terhubung atau Sekadar Menjaga Api Streak TikTok?

Pernah takut api streak TikTok dengan teman terputus? Kebiasaan ini bisa menjaga komunikasi, tetapi juga terasa seperti kewajiban harian. Apakah kita benar-benar terhubung atau sekadar menjaga angka?

Fitur api streak TikTok bisa menjadi cara menyenangkan untuk menjaga komunikasi.
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:03

Pardoks 'Tidak Ada Bukti' dalam Kasus Pelecehan Seksual di Unpas

Data menunjukkan bahwa laporan palsu -- atau bahkan fitnah -- dalam kasus kekerasan dan pelecehan seksual di kampus sangat rendah, sementara underreporting sangat tinggi. Apa artinya?

Aksi mahasiswa Universitas Pasundan (Unpas) Bandung terkait dugaan kekerasan seksual oleh oknum dosen. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 12:03

Mengenal Emma Poeradiredja dan Jejak Politik Perempuan Sunda

Emma Peoradiredja, seorang tokoh perempuan sunda yang membukakan jalan berpolitik untuk perempuan di tanah sunda

Emma Poeradiredja
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 22:06

Bandung dan Cirebon Sama-Sama Minim Penerangan Lampu Jalanan

Penerangan jalan umum di wilayah Jawa Barat masih sangat minim perhatian sehingga kondisi ini bisa mengakibatkan potensi kecelakaan bagi pengguna kendaraan.

Penerangan Jalan Ahmad Yani-Pantura Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 18:01

Menyeret Emak dan Bapak Ke Pengadilan

Banyak Lansia atau orang tua yang disidangkan oleh anak kandungnya di pengadilan yang semestinya tidak terjadi peristiwa nirempati tersebut

Ruang sidang bukan tempat membalas budi orang tua. Utamakan musyawarah dan kasih sayang. (Sumber: Ilustrasi oleh Gemini AI)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 16:45

Penertiban PKL: Apakah Menuju Bandung yang lebih Ramah dengan Pejalan Kaki?

Beberapa waktu ke belakang Bandung sedang melakukan penertiban PKL di Jalan Kiaracondong dan Cihapit tentunya harapannnya pejalan kaki mendapatkan haknya kembali.

Ilustrasi Penertiban PKL. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 14:52

Momentum Memerdekakan Guru

Menjadi anomali bahwa profesi guru mendapatkan tuntutan, tetapi dalam kehidupannya masih di bawah dari harapan.

Ilustrasi guru dan siswa di ruang kelas sekolah. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 13:49

Proyeksi JPO UIN Bandung: Realisasi atau Ilusi?

Sebuah kritik dan saran kepada birokrasi UIN Bandung terkait usulan pengadaan JPO di depan gerbang kampus yang berhadapan langsung dengan Jalan A.H. Nasution.

Lanskap Jalan A.H Nasution di jam aktifitas. (Sumber: Dipotret dengan ponsel pribadi. | Foto: Rifki Ahmad Ma'ruf)