Betulkah Gunung Sunda Terlihat dari Pesisir Koromandel India?

T Bachtiar
Ditulis oleh T Bachtiar diterbitkan Kamis 09 Okt 2025, 15:50 WIB
Keadaan ronabumi seperti inilah yang dilihat oleh masyarakat, bukan Gunung Sunda yang menjulang  tinggi. (Sumber: Istimewa)

Keadaan ronabumi seperti inilah yang dilihat oleh masyarakat, bukan Gunung Sunda yang menjulang tinggi. (Sumber: Istimewa)

Saya mendapat berondongan kiriman tautan video singkat yang memuat pernyataan tentang Gunung Sunda. Kepada pengirim tautan pertama, saya membalasnya secara singkat. Tapi karena banyaknya yang meminta konformasi tentang kebenaran pernyataan itu, maka, saya menjawabnya melalui tulisan ini.

Jawaban saya menggunakan pendekatan, bahwa sejarah bumi begitu pun sejarah manusia di atasnya, harus memegang teguh prinsip: ada tempat, ada peristiwa, ada waktu, dan ada tokoh. Ada Gunung Sunda, ada letusan Gunung Sunda, ada waktu terjadinya letusan, dan kalau ada, ada tokohnya. Semoga tulisan ini terbaca juga oleh yang membuat video, dan yang membuat pernyataan.

Pertama tentang Gunung Sunda yang ditutupi salju abadi dan terlihat dari Koromandel, India. Apa iya?  

Untuk hal yang seperti ini, agar tidak menghayal tingkat dewa, mari memakai ukuran jarak nyata dan perbandingan. Bila berdiri menjelang pagi di pesisir Koromandel, misalnya di pantai Nagapattinam, Tamil Nadu, India, kemudian mengarahkan pandangan ke tenggara, ke arah Tatar Sunda, tempat Gunung Sunda berada, jaraknya 3.636 km. Apakah betul, Gunung Sunda yang tingginya lebih kurang +4.000 m dpl itu dapat dilihat secara kasatmata dari jarak itu? 

Agar mempunyai pengalaman nyata, naiklah ke puncak Gedung Sate di Jl Diponegoro, Kota Bandung, pagi hari saat langit cerah. Lepaskan pandangan ke arah timur sedikit ke utara, ke arah puncak Piramida Carstensz, Papua, yang tingginya +4.884 m dpl. Apakah dari jarak 3.287 km, yang sesungguhnya lebih dekat bila dibandingkan dengan jarak antara pesisir Koromandel dengan Gunung Sunda, puncak gunung dengan es abadi yang ketinggian gunungnya di atas ketinggian Gunung Sunda itu dapat dilihat? Kalau tidak dapat dilihat, apalagi Gunung Sunda bila dilihat dari pesisir Koromandel. 

Kedua, apakah betul sudah ada penduduk ketika Gunung Sunda berdiri megah dengan puncaknya yang diselimuti salju abadi? Ada yang membahas asal-usul kata Sunda yang mengaitkan dengan keberadaan Gunung Sunda yang selalu berselimut abu letusan dan kemilau salju putih. Katanya gunung ini terlihat dari Koromandel, yang disebut Gunung Chuda yang berarti putih, kemudian pengucapannya menjadi Sunda. 

Agar menghayalnya tidak berlanjut, mari kita buka sejarah gunung api raksasa ini. Ada gunungapi di utara Bandung yang tingginya lebih kurang +4.000 m dpl, yang meletus dahsyat 105.000 tahun yang lalu. Letusan dengan tipe plinian ini menyebabkan dua pertiga tubuh gunungnya ambruk, membentuk lingkaran kaldera berukuran 6,5 km x 7,5 km. Di lingkaran kaldera itu terdapat puncak-puncak, seolah-oleh gunung yang mandiri, kemudian oleh masyarakat diberi nama, seperti: Pasir Limus, Gunung Leumeungan, Gunung Sunda (+1.830 m dpl), Gunung Wayang, dll.

Oleh para peneliti, lingkaran kaldera yang berukuran 6,5 km x 7,5 km itu kemudian direkonstruksi, agar mengetahui seperti apa wujud gunung tersebut. Karena di lerengnya sudah ada hiponim Gunung Sunda, maka gunung api raksasa hasil rekonstruksi itu dinamai Gunung Sunda.

Jadi, ada dua toponimi Gunung Sunda. Satu yang diberikan oleh masyarakat untuk titik tinggi di lingkaran kaldera gunung yang meletus 105.000 tahun yang lalu, dan kedua, toponimi Gunung Sunda untuk nama gunung yang wujudnya sudah tidak dikenali lagi wujudnya, namun menyisakan jejaknya. Apakah betul sebelum 105.000 tahun yang lalu, toponim Gunung Sunda sudah dikenali masyarakat dan ada dalam catatan asing?

Ketiga, kita lanjutkan, apakah betul sudah ada penduduk dan catatan asing yang melihat Gunung Sunda berselimut salju abadi dan puncaknya dilapisi abu letusan?

Mari kita lacak manusia yang pernah tinggal di Jawa Barat. Diawali dari manusia yang tinggal di Guha Pawon, Desa Gunung Masigit, Kabupaten Bandung Barat. Di dinding utara bukit itu ada goa, yang menjadi tempat tinggal komunitas manusia awal di Cekungan Bandung. Menurut Dr Lutifi Yondri (komunikasi melalui WhatsApp, 8/10/2025), peneliti bidang arkeologi, bahwa usia manusia Guha Pawon paling tua, umurnya 12.000 tahun yang lalu.

Contoh kedua, masyarakat yang menegakkan batu besar, Tugugede di Kampung Cengkuk, Kabupaten Palabuhanratu. Menurut Von Heine Geldern, masyarakat pendukung tradisi megalitik yang menegakkan batu besar, di antaranya menhir dan dolmen, seperti di Kampung Cengkuk, digolongkan ke dalam megalitik tua yang berkembang antara 4.525 tahun – 3.525 tahun yang lalu. Pasti, suatu lokasi budaya terus berkembang hingga awal Masehi.

Baca Juga: Laboratorium Gunung Api Purba Nglanggeran

Nun jauh di sebrang lautan, ada manusia yang hidup di goa-goa kapur, dan mereka menggambari dinding goanya. Menurut Adhi Agus Oktaviana, dkk (Nature, 3 Juli 2024), usia satu lukisan di Leang Karampuang, Maros-Pangkep, Sulawesi Selatan, dilukis 51.200 tahun yang lalu.

Contoh ketiga, situs megalitik Gunung Padang di Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur. Menurut Dr. Lutfi Yondri, situs ini dibangun antara 2.200 tahun – 2.100 tahun yang lalu. Contoh tertulis yang dapat disebandingkan tahun pembuatannya, yaitu Prasasti Ciaruteun dibuat tahun 450 M, dan prasasti Cicatih dibuat tahun 1030 M. 

Naskah Sunda kuna, ada yang ditulis tahun 1334 M. Dan, naskah Bujangga Manik mencatat tentang geomitologi Sang Kuriang pada akhir abad ke-16 atau awal abad ke-17 (Tiga Pesona Sunda Kuna, Pustaka Jaya, 2009).

Dari uraian itu, pertama, sulit menerima pernyataan, bahwa ada catatan asing yang menyatakan pernah melihat Gunung Sunda dari Koromandel. Kedua, sulit menerima pernyataan adanya catatan asing yang menyatakan melihat gunung berselimut salju abadi, yang puncaknya dilapisi endapan abu letusan.

Karena, menurut penelitian Dr. M Nugraha Kartadina (2005), Gunung Sunda meletus dahsyat 105.000 tahun yang lalu hingga tubuhnya ambruk membentuk kaldera, jauh sebelum manusia di tatar Sunda ada. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Berita Terkait

News Update

Linimasa 17 Apr 2026, 10:44

Para Peramal Piala Dunia, dari Paul Si Gurita hingga Prediksi AI

Fenomena ramalan Piala Dunia berkembang dari Paul si gurita hingga kecerdasan buatan yang kini memprediksi hasil turnamen global 2026.

Paul Si Gurita, peraamal Piala Dunia 2010. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 17 Apr 2026, 09:42

Ciseeng, Endapan Laut Purba yang Dikukus Panas Bumi

Endapan travertin Cisѐѐng yang membukit, merupakan endapan dari masa lalu kini, yang sudah berlangsung jutaan tahun.

Gundukan endapan travertin, semula bentuknya menyerupai sѐѐng, menyerupai dandang, dan di dalamnya terdapat air panas yang terus membual. Inilah yang menjadi inspirasi para karuhun untuk menamai kawasan ini Cisѐѐng. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 17 Apr 2026, 08:50

Mitigasi El Nino Godzilla untuk Ketenagakerjaan

Para pekerja sangat rentan terkena dampak kabut asap , temperatur ekstrim serta debu beterbangan yang bisa membahayakan jiwanya.

Kekeringan akibat perubahan iklim El Nino di  di Kabupaten Bandung Barat (KBB). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 16 Apr 2026, 20:13

Komunitas Lite Rock Society Wadah Ekspresi Musisi Rock Bandung dari Radio K-Lite FM

Radio K-Lite FM melalui program musik Lite Rock, kini memberikan kesempatan kepada band-band rock di seputaran Kota Bandung.

Host Lite Rock bersama Band Rain of Doom dan penggiat rock Ghowo Van Bares dalam sesi talk show di K-Lite FM Bandung. (Foto: Band Rain of Doom)
Ayo Netizen 16 Apr 2026, 18:26

Bandung Setelah Asia-Afrika: Apa yang Tersisa?

Kota yang menyimpan jejak Konferensi Asia-Afrika 1955 sekaligus menghadapi jarak antara simbol solidaritas masa lalu dan realitas tantangan masa kini.

eringatan 70 Tahun Konferensi Asia Afrika. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Apr 2026, 17:52

Mengapa Jalur Sepeda di Kota Bandung Gagal Jadi Solusi Transportasi?

Jalur sepeda di Kota Bandung masih menghadapi konflik ruang dan lemahnya implementasi kebijakan, sehingga belum mampu menjadi alternatif transportasi harian yang andal dan selamat.

Pengecatan ulang garis jalur khusus sepeda di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Bandung, Rabu 10 Juli 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Beranda 16 Apr 2026, 16:23

DU 68, Lapak Jalanan yang Tumbuh Jadi Ruang Berkumpul Pecinta Musik Analog

DU 68 berawal dari lapak kaset sederhana di jalanan Bandung, lalu tumbuh menjadi ruang berkumpul bagi pecinta musik analog yang bertahan di tengah dominasi era digital.

Di sudut Dipatiukur, DU 68 Musik menjadi tempat singgah para pencinta musik analog. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 16 Apr 2026, 16:19

Reinventing Bandung Kota Diplomasi, Nyalakan Lagi Solidaritas Asia Afrika!

Bentuk solidaritas bangsa Asia Afrika yang relevan dan aktual perlu dirumuskan kembali. Karena eksploitasi dan penjajahan sejatinya masih ada.

Ilustrasi diorama Konferensi Asia Afrika di Museum KAA Bandung (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Wisata & Kuliner 16 Apr 2026, 15:25

7 Kegiatan, Wisata, dan Kuliner yang Paling Cocok Dinikmati Saat Cuaca Dingin

Rekomendasi 7 kegiatan seru saat cuaca dingin, mulai dari kuliner hangat, ngopi santai, hingga staycation nyaman.

Ilustrasi ngopi di kafe saat cuaca dingin. (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 16 Apr 2026, 15:16

Fariz R.M. Mengasah Bermusiknya di Bandung

Pernah tinggal dan memulai menajamkan karier bermusiknya di Kota Bandung pada awal tahun 1980-an.

Fariz R.M. - Musik Rasta. (Sumber: Wikimedia Commons)
Ayo Netizen 16 Apr 2026, 13:51

TikTok, Trotoar, dan Eksistensi

Ihwal kreativitas digital memang layak dirayakan, tetapi ruang publik tetap menyimpan fungsi sosial yang tak bisa sepenuhnya dapat digantikan oleh layar.

Konten kreator TikTok bernyanyi secara daring menggunakan smartphone (telepon pintar) di Jalan Babakan Siliwangi, Kota Bandung (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Apr 2026, 12:16

Strategi Industri Kuliner Jabar Menyiasati Kelangkaan Plastik Akibat Konflik Iran–Israel

Kenaikan harga dan kelangkaan plastik akibat konflik Iran–Israel memengaruhi UMKM kuliner di Jawa Barat.

Ilustrasi bahan plastik. (Sumber: Pixels | Foto: Castorly Stock)
Ayo Netizen 16 Apr 2026, 10:43

Bandung dan Hasrat yang Disublimasi: Membaca Fenomena Nongkrong sebagai Pelarian Psikis

Menuliskan budaya nongkrong di Kota Bandung dalam kacamata Sigmund Freud.

Salah satu suasana kafe di Kota Bandung (Sumber: Dokumen Pribadi | Foto: Haifa Rukanta)
Sejarah 16 Apr 2026, 10:42

Hikayat Cadas Pangeran, Jejak Derita Pribumi Sepanjang Jalan Raya Daendels

Cadas Pangeran jadi saksi kerja paksa era Daendels, ribuan rakyat tewas demi proyek Jalan Raya Pos di Jawa Barat.

Jalan di Cadas Pangeran antara tahun 1910-1930-an. (Sumber: Tropenmuseum)
Ayo Netizen 16 Apr 2026, 08:54

Dengan Puisi Bandung Menghias Sanggul Ibu Pertiwi

Bandung sangat pantas dinobatkan sebagai kota puisi, atau setidaknya kota yang sangat puitis.

Ilustrasi dengan Puisi Bandung menghias sanggul Ibu Pertiwi. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 15 Apr 2026, 20:00

Artemis II: Kepulangan Empat Astronot dan Langkah Menuju Misi Bulan Berikutnya

Kelanjutan kisah 4 astronot dengan Kesuksesan misi Artemis II, yang menjadi dasar evaluasi bagi misi berikutnya, yakni Artemis III dalam program eksplorasi Bulan, oleh NASA.

Empat astronot Artemis II berhasil mendarat di Samudra Pasifik, lepas pantai San Diego, setelah menyelesaikan misi mengelilingi Bulan. (Sumber: NASA)
Ayo Netizen 15 Apr 2026, 19:22

Belajar Membaca Jalanan Bandung dari Dalam Angkot

Angkot di Bandung bertahan tanpa sistem yang jelas. Banyak pengguna beralih ke transportasi umum daring karena kepastian layanan, namun kondisi ini justru turut memperparah kemacetan.

Sejak lama, angkot menjadi bagian dari keseharian mobilitas warga Kota Bandung, meski kini perannya mulai tergeser oleh moda transportasi umum daring. (Foto: Irfan Alfaritsi/ayobandung.com)
Bandung 15 Apr 2026, 18:23

Collab Magnet: Cara Bangun Kolaborasi yang Tepat di Era Zaman Penuh Kreativitas

Intip strategi menjadi Collab Magnet di industri kreatif bersama Mirsha Shahnaz Azahra. Pahami pentingnya relevansi, kredibilitas, dan nilai brand dalam kolaborasi.

Mirsha, Co-founder sekaligus Brand Director Monday Coffee Bandung memahami konsep kolaborasi yang efektif membutuhkan waktu, bahkan proses trial and error masih menjadi bumbu harian dalam perjalanannya. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 15 Apr 2026, 18:01

Ketar-ketir Perajin Tahu Tempe, Adakah Insentif dari Pemkot Bandung?

Kebijakan impor kedelai yang diterapkan ternyata belum menyeimbangkan pasokan kedelai di dalam negeri.

Perajin menyelesaikan pembuatan tempe di Jalan Muararajeun, Kota Bandung, (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 15 Apr 2026, 17:14

Dari Bandung ke Lembang: Kota Sejuk yang Menjadi Ruang Nyaman bagi Pendatang

Perubahan suasana dari hiruk pikuk Kota Kandung menuju ketenangan yang lebih alami di Lembang.

Farmhouse Lembang. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)