Sejarah DAMRI, Bus Jagoan Warga Bandung

4 menit baca
Hengky Sulaksono
Ditulis oleh Hengky Sulaksono diterbitkan
Bus DAMRI jadul di Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung)
Bus DAMRI jadul di Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung)

AYOBANDUNG.ID - Kalau orang Bandung ditanya soal transportasi umum yang paling ikonik, jawaban angkot tentu saja akan banyak muncul. Tapi di balik angkot yang suka ngetem seenaknya, ada satu nama besar yang sejak lama jadi tulang punggung mobilitas warga: DAMRI. Nama ini bukan sekadar rangkaian huruf acak, melainkan singkatan dari Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik Indonesia. Terasa sekali aroma ejaan lama yang kental dengan semangat republik baru lahir.

Sejarah moda transportasi angkutan massal ini terbilang panjang. Awalnya, DAMRI bukan muncul tiba-tiba di jalanan Bandung dengan bus besar yang berisik knalpotnya. Ia lahir dari sejarah panjang transportasi Indonesia. Pada masa pendudukan Jepang tahun 1943, dua lembaga transportasi didirikan: Jawa Un'yu Jigyōsha untuk angkutan barang, dan Jidōsha Sōkyoku untuk angkutan penumpang.

Setelah Proklamasi Kemerdekaan 1945, dua lembaga itu diambil alih Departemen Perhubungan Republik Indonesia. Namanya pun diubah menjadi Djawatan Pengangkoetan dan Djawatan Angkoetan Darat.

Baca Juga: Hikayat Java Preanger, Warisan Kopi Harum dari Lereng Priangan

Sejarah mencatat tanggal 25 November 1946 sebagai momen penting. Berdasarkan Maklumat Menteri Perhubungan RI No. 01/DAM/46, kedua djawatan itu digabung jadi satu lembaga bernama DAMRI. Tugasnya jelas: menyelenggarakan angkutan darat menggunakan bus, truk, atau kendaraan bermotor lain. Tapi jangan bayangkan DAMRI langsung nyaman seperti bus pariwisata hari ini.

Pada masa awal, bus DAMRI juga ikut andil dalam perjuangan kemerdekaan. Armada yang mestinya mengangkut penumpang, kadang harus dimanfaatkan untuk mengirim logistik atau bahkan prajurit guna melawan agresi Belanda di Jawa.

Status kelembagaan DAMRI pun ikut berubah-ubah seiring perubahan politik dan birokrasi. Tahun 1961, DAMRI naik level jadi Badan Pimpinan Umum (BPU). Lalu pada 1965 berubah menjadi Perusahaan Negara (PN), dan akhirnya resmi berstatus Perusahaan Umum (Perum) pada 1982 lewat PP No. 31/1984. Penyempurnaan dilakukan lagi pada 2002 dan 2018. Bahkan pada 2023, Perum PPD digabung ke dalam DAMRI untuk menghindari rebutan trayek dan tumpang tindih operasional.

Sejak itu, DAMRI bukan hanya sekadar badan usaha milik negara, melainkan juga simbol transportasi publik nasional. Di berbagai kota besar, termasuk Bandung, bus DAMRI menjadi pemandangan akrab di jalanan.

Baca Juga: Salah Hari Ulang Tahun, Kota Bandung jadi Korban Prank Kolonial Terpanjang

DAMRI di Bandung, Dari Percobaan ke Bus Listrik

Bandung, dengan julukan Paris van Java, ternyata juga punya sejarah panjang dengan bus DAMRI. Kehadiran DAMRI di kota ini bisa ditelusuri ke era 1960-an. Pada 1964, DAMRI sempat membuka jalur bus kota di Bandung. Tapi karena masalah teknis, keterbatasan suku cadang, serta kondisi armada yang jauh dari prima, operasi itu tidak berjalan mulus. Beberapa trayek terpaksa berhenti. Bisa dibilang periode ini adalah masa “trial and error”.

Bus DAMRI tahun 1960-an. (Sumber: damri.co.id)
Bus DAMRI tahun 1960-an. (Sumber: damri.co.id)

Tapi Bandung bukan kota yang gampang ditinggalkan. Pada akhir 1970-an, tepatnya 1978, DAMRI kembali dengan gaya baru. Kali ini mereka membawa armada lebih banyak dan siap melayani warga kota. Dalam waktu singkat jumlah bus bertambah pesat. Laporan setempat menyebut peningkatan signifikan armada antara 1978–1979. Sejak itu, DAMRI jadi pilihan utama pelajar, pekerja kantoran, hingga emak-emak belanja ke pasar. Bus berwarna putih-biru ini menjadi bagian dari denyut nadi transportasi kota.

Cabang Bandung berpusat di Jalan Soekarno Hatta No. 787, Babakan Penghulu, Kecamatan Gedebage, Kota Bandung, dengan slogan terkini "Takes You Everywhere".

Baca Juga: Balap Becak Bandung Tahun 1970-an, Fast and Furious ala Raja Jalanan

Peran DAMRI di Bandung semakin jelas ketika terhubung dengan terminal-terminal utama seperti Leuwipanjang dan Cicaheum. Dari sinilah bus-bus DAMRI meluncur membawa penumpang ke berbagai penjuru, baik antar-kawasan Bandung Raya maupun antarkota ke wilayah Jawa Barat lainnya. Pada masa tertentu, DAMRI bahkan dipercaya mengelola Trans Bandung Raya, semacam cikal bakal sistem transportasi massal modern Bandung. Sayangnya, dinamika kebijakan transportasi kota membuat trayek dan jumlah bus berubah-ubah.

Kisah DAMRI di Bandung tidak selalu mulus. Pada 28 Oktober 2021, operasional bus kota DAMRI sempat dihentikan sementara karena merugi. Biaya operasional tak sebanding dengan pemasukan. Warga yang sudah terbiasa mengandalkan DAMRI sempat kelabakan. Untungnya, perusahaan ini tak patah arang. DAMRI kemudian beradaptasi dengan inovasi baru: bus listrik.

Uji coba bus listrik di Bandung dilakukan di rute Terminal Leuwipanjang–Dago, lewat skema buy-the-service. Kehadiran bus listrik ini disambut antusias karena dianggap lebih ramah lingkungan dan sejalan dengan citra Bandung sebagai kota kreatif. Meski jumlah armada listrik masih terbatas, langkah ini menunjukkan bahwa DAMRI tidak mau ketinggalan zaman. Dari bus zaman perjuangan hingga bus bertenaga baterai, perjalanannya memang panjang.

Selain itu, DAMRI juga membuka layanan pemadu moda ke Bandar Udara Internasional Kertajati dari Pool Kebon Kawung. Dengan begitu, warga Bandung bisa lebih mudah mencapai bandara internasional yang letaknya jauh di Majalengka.

Hari ini, DAMRI Cabang Bandung tetap jadi bagian integral dari transportasi publik di wilayah tersebut. Puluhan unit bus masih setia melayani trayek kota dan antarkota. Kehadiran komunitas pecinta bus DAMRI juga menambah warna. Mereka rajin mengarsipkan sejarah, memotret armada, hingga membuat catatan detail soal perjalanan DAMRI dari masa ke masa.

Kini, peran DAMRI di Bandung berdampingan dengan moda bus lain yang juga berkembang. Ada Trans Metro Bandung (TMB) yang sejak 2009 dicoba Pemkot Bandung sebagai layanan BRT dalam kota, dan ada pula Metro Jabar Trans (MJT) yang berperan sebagai operator swasta dalam jaringan transportasi berbasis bus.

Kehadiran dua nama itu tak lantas menenggelamkan DAMRI. Justru sebaliknya, warga Bandung kini punya lebih banyak pilihan moda berbasis bus: DAMRI dengan tradisi panjang dan inovasi bus listriknya, TMB dengan koridor dalam kota, serta MJT yang ikut menggerakkan armada BRT modern. Semuanya sama-sama mewarnai wajah transportasi Bandung hari ini, dengan peran dan segmen masing-masing.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

News Update

Ayo Netizen 28 Sep 2026, 12:24

Ayam Bekakak: Eksplorasi Gastronomi, Akar Historis, dan Filosofi Budaya Sunda

Dalam peta kuliner Tatar Pasundan, Ayam Bekakak (atau Bakakak Hayam) bukan sekadar sajian pemuas lapar.

Ayam Bekakak (atau Bakakak Hayam), hidangan ayam panggang utuh khas Tatar Pasundan. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: amrufm)
Ayo Netizen 28 Sep 2026, 11:19

Sesi Cukur Malam

Berkisah pembicaraan dua orang sobat, tukang cukur dan pelanggannya yang seorang dosen. Mereka menggosipkan mengenai kesialan-kesialan nasib karib mereka semasa SMA.

Sesi Cukur Malam. (Sumber: Chat GPT)
Ayo Netizen 28 Sep 2026, 07:40

Gunta Akhiri: Mewujudkan Rumah Besar Para Insinyur Kota Bandung

Tantangan besar ketersediaan Insinyur Profesional mesti segera diatasi

Ilustrasi Ketua PII  Cabang Bandung, Gunta Akhiri dan Ketum PII Pusat, Ilham Akbar Habibie (Sumber: dikreasi dengan chatgpt | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 27 Sep 2026, 19:12

Eksplorasi Gastronomi Bandung: Menyingkap Jejak Rasa, Sejarah, dan Warisan Budaya Pasundan

Memahami kuliner Bandung bukan sekadar aktivitas konsumsi, melainkan sebuah penelusuran antropologis terhadap budaya Pasundan yang menempatkan harmoni alam di atas piring saji.

Soto Bandung tampil unik dengan kuah bening kaldu sapi sebagai pembeda dari soto bersantan di daerah lain, dipadukan secara khas dengan potongan lobak. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Gunawan Kartapranata)
Ayo Netizen 27 Sep 2026, 16:09

Jalan yang Benar di 'Google Maps' Belum Tentu Benar bagi Kendaraan Kita

Google Maps tidak berada di balik kemudi. Ia tidak tahu secara langsung apakah kendaraan tertentu membawa muatan berlebih atau apakah mesin kendaraan sedang prima.

Google Maps (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung.com)
Ayo Netizen 27 Sep 2026, 10:36

Cuma Rp216 Bisa Keliling Bandung! Merayakan Ulang Tahun Kota Kembang Naik Bandros dan TMB

Pemerintah Kota Bandung memberikan kado spesial kepada seluruh warga dan wisatawan dalam rangka merayakan Hari Jadi Kota Bandung (HJKB) ke-216.

Salah satu video Youtube Boby Rachma "BANDUNG TOUR ON BUS!! KELILING KOTA BANDUNG NAIK BANDROS!!".
Ayo Netizen 27 Sep 2026, 10:06

Ekstrakurikuler yang Membahagiakan sebagai Resiliensi Pendidikan Berkelanjutan

Hadirnya pembelajaran ekstrakurikuler bagi murid diwujudkan dengan kegiatan yang lebih tepat dan memberi ruang bagi murid untuk mengekspresikan dirinya sesuai dengan hobi atau minat bakatnya.

Ilustrasi murid sekolah negeri. (Sumber: Pexels/Yazid N)
Ayo Netizen 27 Sep 2026, 08:26

Kamera Dulu, Peluk dan Tolong Kemudian

Fenomena masyarakat modern yang lebih mengutamakan kamera dan dokumentasi dibandingkan dengan mengutamakan empati.

Fenomena yang sering terjadi pada masyarakat modern yang menjadikan dokumentasi satu-satunya yang penting ketika terjadi sesuatu (Sumber: Generated AI)
Beranda 26 Sep 2026, 11:23

46 Kilometer Jalan yang Melintasi Kota Bandung Ini Bukan Milik Pemkot

Berdasarkan dokumen itu, sebagian besar ruas jalan nasional yang melintasi Kota Bandung tersebut membentang dari barat ke timur.

Jalan Soekarno Hatta membentang sejauh 18 kilometer dari timur ke barat di kawasan selatan Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 25 Sep 2026, 19:46

MJT: Program Pemerintah Jawa Barat yang Cukup Solutif untuk Mengurangi Kemacetan

Metro Jabar Trans menjadi program yang cukup bermanfaat untuk meminimalisir kemacetan juga alternatif kendaraan umum yang terjangkau bagi masyarakat

Metro Jabar Trans menjadi salah satu transportasi umum pilihan masyarakat (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Netizen 25 Sep 2026, 18:19

Menonton Film di Bioskop Legendaris Bandung Era 90-an

Jauh sebelum bioskop hadir di dalam pusat perbelanjaan dan sinepleks modern, Bandung memiliki banyak gedung bioskop yang menjadi bagian dari denyut kehidupan kota.

Penulis berdiri di seberang bekas Bioskop Dian, Jalan Dalem Kaum, tepat di seberang kawasan Alun-Alun Bandung. (Sumber: Agus Wahyudi)
Ayo Netizen 25 Sep 2026, 17:24

Apa yang Salah Ketika Kekerasan Dipertontonkan di Sosial Media secara Vulgar?

Tontonan pada konten media sosial kini banyak yang mempertontonkan kekerasan secara vulgar. Nilai-nilai humanistik kian tergerus. Apakah kita bisa bijak dan memikirkan dampaknya untuk masa depan?

Ilustrasi korban kekerasan. (Sumber: Pexels | Foto: Daniel Reche)
Ayo Netizen 25 Sep 2026, 16:50

Nilai Diri 'Dus Obat' dalam Perspektif Industri Farmasi

Dus obat yang sering kita sepelekan ternyata tidak sesederhana yang kita pikirkan karena perlu spesifikasi tertentu saat diproduksi.

Dus Obat. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Seni Budaya 25 Sep 2026, 15:21

Mengenal Makna Kehidupan Melalui Batik

Legenda Ki Bahu Reksa dihadirkan melalui empat panel batik tulis Pekalongan yang menggambarkan perjalanan hidup manusia.

Luqiani Octa Pratiwi menghidupkan legenda Ki Bahu Reksa melalui wayang beber dan batik tulis khas Pekalongan. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 25 Sep 2026, 15:17

Membenahi Kompetensi Sopir, Atasi Jalur Tengkorak di Bandung Raya

Regulasi mewajibkan pemerintah menjamin penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan bagi pengemudi

Ilustrasi jalur tengkorak di Bandung Raya. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 25 Sep 2026, 13:32

Api Biru Papandayan: Ketika Foto Indah Justru Bisa Menyimpan Bahaya

Foto yang baik tidak harus menjadi bukti bahwa fotografer berhasil mengalahkan jarak.

Fenomena blue fire. (Sumber: kemenparekraf.go.id)
Ayo Netizen 25 Sep 2026, 10:19

Jejak Kuliner Nusantara: Telaah Literatur Resep Masakan Indonesia Pascakemerdekaan (1950–1979)

Secara keseluruhan, literatur resep masakan kurun 1950 hingga 1979 berhasil meletakkan fondasi kokoh bagi kebudayaan Indonesia modern.

Di antara buku-buku resep masakan yang terbit pada kurun 1950 hingga 1979 telah berhasil meletakkan fondasi kokoh bagi kebudayaan Indonesia modern. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Ayo Netizen 25 Sep 2026, 08:28

Kado Istimewa Hari Jadi Kota Bandung:  Penghargaan Nasional Layanan Investasi

Pada semester pertama tahun 2026 telah mencatatkan angka investasi yang sangat impresif, yaitu melampaui Rp 6 triliun

Penghargaan Nasional Layanan Investasi 2026 untuk  kota Bandung (Sumber: dok bandung.go.id)
Ayo Netizen 24 Sep 2026, 20:45

Becak Listrik Bandung dan Penyakit Lama Kebijakan Publik

Becak listrik adalah alat produksi. Ia menghasilkan uang hanya ketika bergerak dan membawa penumpang. Kalau baterai habis, ada risiko pendapatan hilang.

Becak listrik bantuan Presiden tiba di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayobandung)
Ayo Netizen 24 Sep 2026, 18:56

Koleksi Media Cetak Lawas: Merawat Ingatan dan Sumber Pengetahuan 

Di tengah derasnya arus informasi digital yang serba cepat dan instan, koleksi media cetak lawas menghadirkan cara lain untuk memahami perjalanan bangsa.

Mahasiswa Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, melakukan penelitian terhadap surat kabar Pikiran Rakyat edisi lawas. (Foto: Kin Sanubary)