Studi Agama di Dunia Sunda

4 menit baca
Arfi Pandu Dinata
Ditulis oleh Arfi Pandu Dinata diterbitkan
Pojok Barang-Barang Antik di Pasar Cikapundung, Kota Bandung (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Arfi Pandu Dinata)
Pojok Barang-Barang Antik di Pasar Cikapundung, Kota Bandung (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Arfi Pandu Dinata)

Kalau kita bicara tentang Sunda, jangan langsung terpaku pada label halus atau religius semata. Iya, sebagian memang begitu, tapi seringkali maknanya menjadi kaku. Menghilangkan kenyataan tentang luasnya tanah ini, dan mencabuti lapis-lapis kebudayaannya yang selalu penuh kejutan.

Sebagai peminat studi agama, saya belajar bahwa memahami Sunda tidak bisa dipahami terbatas lewat teori klasik atau data di permukaan saja. Kita harus masuk ke lapangan, ikut bergerak di tengah masyarakat, menengok berbagai praktik yang hidup, dan peka membaca simbol-simbol yang kadang tersembunyi di balik hal-hal paling sepele.

Saya termasuk orang yang selalu curiga pada klaim. Kajian harus objektif? Tentu, tapi bagi saya tidak ada riset yang 100% ilmiah murni. Semua penelitian akan dibayangi oleh konteks, kebutuhan, relasi, latar belakang, dan tujuan peneliti. Dengannya saya justru lebih suka meleburkan batas-batas antara objektivitas dan subjektivitas.

Pengalaman yang basah bukanlah lawan dari data, bukan cacat metodologi, melainkan bagian dari integritas dan keotentikan yang sama-sama penting.

Agama-Agama di Tanah Sunda

Doa orang Sunda hadir sederhana di keseharian, jadi pengikat relasi dan tanda solidaritas rakyat. (Sumber: Pexels/Andreas Suwardy)
Doa orang Sunda hadir sederhana di keseharian, jadi pengikat relasi dan tanda solidaritas rakyat. (Sumber: Pexels/Andreas Suwardy)

Misal saat menulis relasi Islam dan Sunda. Kita tidak cukup mengutip sumber mainstream yang kadung mengulang narasi template bahkan jargonik. Kita harus sedikit nekad menelusuri genealogi gagasan dan membandingkan pendapat ahli. Dari situ terlihat bahwa keragaman seringkali hilang dalam narasi arus utama, sehingga wajah Islam di Sunda tampak lebih seragam.

Begitu juga dengan Buddha. Topik ini masih langka dibicarakan dan sering berada di tepian percakapan. Dalam hal ini, kreativitas kita yang dibutuhkan untuk menghadirkan narasi segar, contoh, catatan sejarah pertama tentang Sunda justru muncul dari pengamatan Buddhis di masa lampau.

Kristen di Sunda juga menarik untuk diamati. Ia banyak berkontribusi pada kebudayaan modern, termasuk sistematisasi bahasa Sunda kiwari. Dasar teologisnya mungkin tidak tampak, tapi pengaruhnya signifikan. Menunjukkan ini adalah cara untuk mengingatkan bahwa suatu agama bisa hadir secara konkret, meski tidak selalu terlihat di permukaan.

Hindu jelas berperan pada masa puncak keemasan Sunda. Meskipun kini penganutnya sedikit, kosmologinya masih mengakar kuat, menjadi bagian dari lanskap budaya yang menandai sejarah Sunda.

Agama-agama Tiongkok, termasuk Konghucu dan Tao, menunjukkan pola percampuran unik. Praktik religiusnya di Tanah Sunda berkembang jadi perpaduan yang khas. Hal ini menantang kita untuk berpikir ulang soal kategori “pribumi” dan “asing” yang kerap dipakai tanpa refleksi.

Kasus Yahudi di Bandung juga unik. Identitas yang seringkali dibenci tetap menemukan ruang hidup tersendiri di kota ini. Zoroaster, meski minor, muncul dalam ikon budaya pop, menunjukkan bahwa kesundaan juga meresap ke dunia kontemporer yang multikultural.

Baha’i menghadirkan kisah minoritas yang hidup dan beraktivitas di Bandung. Dengan itu, kita bisa menelusuri suka-duka komunitas ini, menampilkan sisi kehidupan yang jarang tersorot. Shinto pun menjadi contoh soal agama yang tampak asing ternyata bersemayam dalam luka sejarah masa pendudukan Rezim Militer Jepang di Garut dan Tasikmalaya.

Jain dan Sunda menawarkan perjumpaan unik. Kedua tradisi ini mungkin tidak bertemu langsung, tetapi bisa dihubungkan lewat gagasan soal makanan dan pola hidup. Sikh hadir dalam konten animasi sebagai cara Sunda dalam merespons dunia yang baru.

Cara Kita Mengamati

Dari berbagai contoh ini, kita bisa melihat satu hal yang penting. Mempelajari agama di Tanah Sunda tidak terbatas pada teks atau doktrin semata. 

Studi agama mesti selalu terbuka, semua hal bisa menjadi sumber kajian yang valid. Dari batu prasasti, doktrin, ritual, hingga tren kuliner, konten animasi, dan fenomena sosial. Segalanya layak dicermati. Metodenya pun beragam, etnografi, kajian linguistik, analisis kontemporer, teori kritis, arsip hukum, dokumen pribadi, hingga pengamatan lapangan.

Apalagi terlibat langsung di komunitas bisa memberi perspektif tambahan. Ikut dialog, mendampingi advokasi, membaca komentar di media sosial, atau sekadar mengamati interaksi sehari-hari dapat memperkaya pemahaman kita. Dari situ, teori klasik dan sumber tertulis bisa ditempatkan dalam konteks yang lebih hidup dan realistis.

Studi agama bukan sekadar mengulang buku atau artikel jurnal. Ia tentang mengumpulkan fragmen-fragmen kecil, merangkainya, menafsirkan, dan membiarkan narasi baru muncul. Kamus, ensiklopedi, atau kolom berita bisa menjadi referensi tambahan, tapi pengalaman langsung adalah bagian tak terpisahkan.

Sebab ada suara yang dibungkam, ada praktik yang tampak senyap. Dan di sinilah studi agama harus peka dan berkeadilan. Termasuk dalam merangkai narasi tentang Sunda.

Refleksi Akhir

Sunda memiliki banyak sisi. Kreativitas dan daya kritis kita diperlukan untuk menangkap wajahnya yang plural dan sering melampaui teori-teori mapan ini. Belajar tentang agama-agama di Sunda adalah latihan untuk melihat dunia dengan mata terbuka, menghargai detail yang tampak sepele, dan menikmati keajaiban yang muncul tanpa diduga.

Studi agama, dalam konteks ini, adalah wahana eksploratif. Ia menguak potret Sunda yang kaya cerita, sambil menunjukkan bahwa kajian yang inklusif mampu membentuk narasi baru yang jujur, menyenangkan, dan bermakna. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 16 Okt 2026, 20:03

KDM dan Tantangan Mengubah Empati Menjadi Kebijakan

Pemimpin dengan skor empati tinggi bisa berhasil ketika mereka membangun institusi yang mampu menerjemahkan empati menjadi kebijakan yang bermakna.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 18:00

Pengalaman Memandu SMP Atirah Makassar #1

Pengalaman memandu siswa kelas 8 dari SMP Atirah, Bukit Baruga, Makassar, pada tanggal 5 Oktober hingga 9 Oktober kemarin.

Pengalaman memandu siswa kelas 8 dari SMP Atirah, Bukit Baruga, Makassar, pada tanggal 5 Oktober hingga 9 Oktober kemarin. (Sumber: Malia Nur Alifa)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 16:57

Ketika Foto Menjadi Saksi Sejarah: Ray Bachtiar dan Perjalanan Dunia Visual

Fotografi menyimpan jejak sejarah dan ingatan bangsa. Talkshow “Jejak Visual” mengulas evolusi fotografi dan videografi bersama Ray Bachtiar Dradjat di Museum Mandiri, Kota Tua Jakarta.

Praktisi fotografi Ray Bachtiar Dradjat menjadi narasumber talkshow “Jejak Visual: Evolusi Fotografi dan Videografi”. (Sumber: Ray Bachtiar Dradjat)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 16:42

Menelusuri Jejak Benny Soebardja, Sang Godfather Rock Progresif Indonesia

Buku Benny Soebardja: The Progressive Years karya Zuhair Alyafie mengulas perjalanan Benny Soebardja dan perannya dalam membentuk sejarah rock progresif Indonesia.

Benny Soebardja: Perjalanan Sang Godfather Rock Progresif Indonesia (Sumber: Zuhair Alyafie)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 15:21

Peran Bank Perekonomian Rakyat Mencegah Jerat Rentenir di Bandung

Tujuan utama perbankan daerah bukan hanya menghimpun dana dan menyalurkan kredit. Keberadaannya menjaga martabat ekonomi keluarga di Bandung.

Ilustrasi pentingnya peran Bank Perekonomian Rakyat di Kota Bandung. (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 13:58

Cerita Perjalanan Menuju Palimanan dan Belajar Keberanian dari Lapak Baca Buku Gratis Cirebon

Kegiatan membuka lapak untuk membaca buku gratis mulai hadir di beberapa kota untuk meningkatkan minat literasi, begitu juga dengan Kota Cirebon.

Baca Buku Gratis di Alun-Alun Palimanan Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 11:07

Jalur Banjaran–Pangalengan Seringkali Padat: Mengapa Kemacetan Terjadi?

Kemacetan di jalur Banjaran–Pangalengan menjadi perhatian karena jalur ini digunakan oleh warga untuk beraktivitas sehari-hari sekaligus menjadi akses menuju kawasan wisata.

Dokumentasi kemacetan di daerah Pasar Banjaran.
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 10:07

SKS: Kebiasaan Buruk atau Mekanisme Bertahan Mahasiswa?

Tugas menumpuk dan tenggat mendekat membuat mahasiswa begadang demi menyelesaikan pekerjaan. Apakah SKS sekadar kebiasaan buruk atau cara bertahan di tengah tuntutan akademik?

night study (Sumber: pexels.com | Foto: Bikram Bezbaruah)
Bandung 15 Okt 2026, 19:59

Industri Hiburan Bandung Masih Bergelora, Playlist Rewind 2026 Jadi Bukti Eksistensi Kota Musik

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026.

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 17:57

Para Insinyur Planologi, Arsitektur dan Sipil Terkemuka Yang Terlibat Pembangunan Kota Bandung dan Cimahi (Bagian 1)

Kisah insinyur planologi, arsitektur dan sipil terkemuka dalam membangun Bandung dan Cimahi. Temukan jejak sejarah, inovasi tata kota dan mahakarya ikonis mereka di sini!

Lukisan cat air Gedung Sate (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2)
Bandung 15 Okt 2026, 16:41

Menolak Lupa Rasa Rumah, 11 Tahun Warung Kopi Imah Babaturan Merawat Hangatnya Bandung

Tepat pada 15 Oktober 2026, warung kopi dan rumah makan, yakni Warung Kopi Imah Babaturan yang bersemayam di jantung Kota Bandung ini merayakan hari jadinya yang ke-11.

Pemilik Warung Kopi Imah Babaturan, yakni Mohammad Nurul Hudha dan sang istri, Anggia Bonyta. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:48

Relasi Santri dengan Indonesia

Refleksi Hari Santri Nasional 2026: menelusuri jejak Resolusi Jihad, peran ulama, dan perjuangan santri dalam mempertahankan kemerdekaan serta menjaga hubungan santri dan negara.

Relasi Santri dengan Indonesia (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:09

Ketika Pertemanan Punya Target Harian: Terhubung atau Sekadar Menjaga Api Streak TikTok?

Pernah takut api streak TikTok dengan teman terputus? Kebiasaan ini bisa menjaga komunikasi, tetapi juga terasa seperti kewajiban harian. Apakah kita benar-benar terhubung atau sekadar menjaga angka?

Fitur api streak TikTok bisa menjadi cara menyenangkan untuk menjaga komunikasi.
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:03

Pardoks 'Tidak Ada Bukti' dalam Kasus Pelecehan Seksual di Unpas

Data menunjukkan bahwa laporan palsu -- atau bahkan fitnah -- dalam kasus kekerasan dan pelecehan seksual di kampus sangat rendah, sementara underreporting sangat tinggi. Apa artinya?

Aksi mahasiswa Universitas Pasundan (Unpas) Bandung terkait dugaan kekerasan seksual oleh oknum dosen. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 12:03

Mengenal Emma Poeradiredja dan Jejak Politik Perempuan Sunda

Emma Peoradiredja, seorang tokoh perempuan sunda yang membukakan jalan berpolitik untuk perempuan di tanah sunda

Emma Poeradiredja
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 22:06

Bandung dan Cirebon Sama-Sama Minim Penerangan Lampu Jalanan

Penerangan jalan umum di wilayah Jawa Barat masih sangat minim perhatian sehingga kondisi ini bisa mengakibatkan potensi kecelakaan bagi pengguna kendaraan.

Penerangan Jalan Ahmad Yani-Pantura Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 18:01

Menyeret Emak dan Bapak Ke Pengadilan

Banyak Lansia atau orang tua yang disidangkan oleh anak kandungnya di pengadilan yang semestinya tidak terjadi peristiwa nirempati tersebut

Ruang sidang bukan tempat membalas budi orang tua. Utamakan musyawarah dan kasih sayang. (Sumber: Ilustrasi oleh Gemini AI)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 16:45

Penertiban PKL: Apakah Menuju Bandung yang lebih Ramah dengan Pejalan Kaki?

Beberapa waktu ke belakang Bandung sedang melakukan penertiban PKL di Jalan Kiaracondong dan Cihapit tentunya harapannnya pejalan kaki mendapatkan haknya kembali.

Ilustrasi Penertiban PKL. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 14:52

Momentum Memerdekakan Guru

Menjadi anomali bahwa profesi guru mendapatkan tuntutan, tetapi dalam kehidupannya masih di bawah dari harapan.

Ilustrasi guru dan siswa di ruang kelas sekolah. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 13:49

Proyeksi JPO UIN Bandung: Realisasi atau Ilusi?

Sebuah kritik dan saran kepada birokrasi UIN Bandung terkait usulan pengadaan JPO di depan gerbang kampus yang berhadapan langsung dengan Jalan A.H. Nasution.

Lanskap Jalan A.H Nasution di jam aktifitas. (Sumber: Dipotret dengan ponsel pribadi. | Foto: Rifki Ahmad Ma'ruf)