Hikayat Odading Mang Oleh, Legenda Internet Indonesia di Masa Pandemi

5 menit baca
Hengky Sulaksono
Ditulis oleh Hengky Sulaksono diterbitkan
Video viral Odading Mang Oleh dari Ade Londok yang bikin heboh pada September 2020.
Video viral Odading Mang Oleh dari Ade Londok yang bikin heboh pada September 2020.

AYOBANDUNG.ID - Tak ada yang menyangka, sebuah video goyah dari ponsel tua di tangan tukang jahit bisa mengguncang lini masa nasional. September 2020, di tengah pandemi yang menyesakkan, seorang pria bernama Ade Londok berteriak soal odading seolah ia baru menemukan rahasia kebahagiaan dunia. “Rasanya seperti Iron Man!” katanya.

Kalimat itu sederhana, absurd, tapi mematikan dalam dunia algoritma. Dalam hitungan jam, video promosi spontan itu menyebar ke seluruh jagat maya: TikTok, Instagram, Twitter, sampai grup WhatsApp keluarga. Dari situ, Bandung mendadak punya pahlawan baru, dari pinggir Jalan Baranangsiang.

Pria itu bernama Ade Londok, nama aslinya Nandar Rukandar, lahir di Bandung tahun 1978. Sehari-hari ia hanya tukang jahit di kawasan Kosambi, tapi dalam semalam, ia berubah jadi ikon nasional. Semua orang membicarakan gaya bicaranya yang blak-blakan, energinya yang meledak-ledak, dan spontanitasnya yang terasa tulus. Tak ada skrip, tak ada lighting profesional, hanya video seadanya dengan ponsel yang kadang goyah, tapi justru di situlah pesonanya.

Yang dipromosikannya pun bukan produk startup atau brand mewah, melainkan odading—roti goreng sederhana dari tepung yang dijual di lapak kecil Odading Nusa Sari Pak Sholeh di Jalan Baranangsiang.

Baca Juga: Hikayat Urban Legend Rumah Gurita Bandung, Geger Disebut Tempat Pemujaan Setan?

Sebelum viral, penjualannya biasa saja, habis 10 kilogram adonan per hari. Tapi setelah video Ade Londok viral, lapak itu berubah jadi tempat ziarah digital. Antrean mengular, pesanan membanjir, dan omzet naik lima puluh kali lipat. Dari 10 kilogram naik jadi 500 kilogram adonan per hari.

Sebelum dunia maya mengenal odading Mang Oleh, warung kecil itu sudah berdiri lebih dari tiga dekade. Gerobaknya sederhana, berwarna biru dan cokelat, terparkir di pinggir Jalan Baranangsiang, pinggir Pasar Kosambi. Sehari-hari, Mang Oleh membuat adonan 30 sampai 40 kilogram. Cukup untuk pelanggan sekitar Kosambi yang sudah kenal sejak lama. Kadang, kalau sedang ramai, omzetnya bisa sampai tujuh ratus ribu rupiah per hari. Tidak besar, tapi cukup untuk hidup.

Odadingnya sendiri tak banyak berubah sejak 1980-an. Roti goreng bulat, manis dengan taburan gula atau wijen, disajikan bersama cakwe gurih. Ada aroma nostalgia di tiap gigitan. Bahkan sebelum viral, Mang Oleh sudah punya pelanggan tetap dari kalangan penting. Susilo Bambang Yudhoyono dan istrinya, Ani, konon pernah mampir membeli di sana jauh sebelum SBY jadi presiden. Odading Mang Oleh juga pernah dipesan oleh Istana Negara, katanya, untuk menjamu George W. Bush saat kunjungan kenegaraan.

Kisah itu mungkin terdengar seperti legenda warung jalanan, antara benar dan bumbu. Tapi satu hal pasti: odading Mang Oleh bukan barang baru. Ia hanya menunggu satu momentum, dan momentum itu datang lewat seorang tukang jahit yang memegang ponsel goyah.

Begitu video Ade Londok viral pada pertengahan September 2020, semuanya berubah. Antrean pembeli mengular hingga berjam-jam di depan lapak kecil itu. Lima anak Mang Oleh, yang biasanya tak ikut berdagang, ikut turun tangan melayani pelanggan. Dalam empat hari, adonan yang biasanya hanya 30 kilogram melonjak jadi 100 kilogram per hari. Enam puluh persen untuk odading, sisanya cakwe. Omzet naik empat kali lipat menjadi hampir tiga juta rupiah per hari.

Odading seharga dua ribu rupiah itu jadi ikon nasional. Meme bermunculan. Warganet menirukan gaya Ade Londok dengan kalimat absurd. Dalam waktu singkat, warung kecil di Baranangsiang menjadi destinasi wisata kuliner dadakan di tengah pandemi. Orang-orang datang bukan hanya untuk makan, tapi untuk foto dan membuat video tiruan.

Baca Juga: Jejak Peninggalan Sejarah Freemason di Bandung, dari Kampus ITB hingga Loji Sint Jan

Lalu datanglah Ridwan Kamil.

Gubernur Jawa Barat yang memang gemar bermain media sosial itu mencium peluang. Pada 16 September 2020, ia datang ke lapak Odading Mang Oleh, disambut warga dan wartawan. Ia menyebut Ade Londok lulusan S3 Marketing, gelar kehormatan bagi siapa pun yang bisa menjual sesuatu tanpa modal selain kejujuran dan kelucuan.

Ridwan Kamil saat memberikan HP kepada Ade Londok. (Sumber: Pemprov Jabar)
Ridwan Kamil saat memberikan HP kepada Ade Londok. (Sumber: Pemprov Jabar)

Sebagai bentuk apresiasi, Emil memberikan ponsel baru kepada Ade, menggantikan HP lamanya yang nyaris tumbang di tiap video. Ia juga mengangkat Ade sebagai duta promosi UMKM Jawa Barat, khususnya bidang kuliner. Dunia media sosial meledak lagi. Banyak yang memuji keputusan itu, menyebut Emil cerdas memanfaatkan momentum. Tapi ada pula yang mencibir, menilai Ade terlalu kasar untuk jadi duta resmi.

Beberapa warganet mengkritik bahasa Ade yang kelewat vulgar dan khawatir anak-anak menirunya. Tapi Emil bergeming. Ade Londok tetap diangkat sebagai duta, meski dengan pesan agar lebih hati-hati dalam bertutur.

Euforia Odading Mang Oleh kala itu berlangsung singkat, tapi intens. Dalam beberapa pekan, antrean pembeli jadi tontonan tersendiri. Orang datang bukan hanya untuk membeli odading, tapi untuk berfoto di depan spanduk bertuliskan “Odading Mang Oleh”. Lapak kecil itu seperti miniatur Bandung yang riuh, antara nostalgia kuliner dan kehebohan dunia digital.

Baca Juga: Sejarah Dongeng Si Kabayan, Orang Kampung Pemalas yang Licin dan Jenaka

Tapi, seperti semua viralitas di dunia maya, popularitas itu perlahan meredup. Pada akhir 2022, penjualan kembali normal. Tak ada lagi antrean panjang, tak ada lagi kamera ponsel menyorot. Omzet jualan kembali ke level semula, 10 kg per hari. Tapi berkah viral yang datang dan lenyap dalam sekejap itu tetap disyukuri.

Ade Londok sendiri sempat menikmati masa kejayaannya. Ia diundang ke berbagai acara televisi, diendorse produk, bahkan tampil bareng komedian senior. Tapi dunia hiburan tidak seindah imajinasinya. Dalam salah satu acara TV, ia berselisih dengan pelawak legendaris Malih Tong Tong, insiden kecil yang berbuntut panjang. Ade merasa tak dihargai dan memutuskan mundur dari dunia hiburan.

Ia kembali ke tempat asalnya: ruang sempit di pertokoan Kosambi, dengan mesin jahit yang berdengung tiap pagi.

Tahun 2021 jadi masa berat bagi Ade. Ia jatuh dari tangga, kemudian sempat mengalami pecah pembuluh darah setelah terjatuh. Berbulan-bulan ia istirahat total. Pada 2024, ia kembali muncul di media sosial, marah-marah soal harga beras naik. “Beras mahal," katanya, sambil ditutup dengan umpatan kasar ala Ade. Dalam rentang waktu tersebut, berkali-kali Ade berganti akun media sosial. Profilnya tak pernah awet, selalu raib ditelan waktu.

Odading Mang Oleh kini hidup sebagai legenda kecil di Bandung. Warungnya masih buka, tapi tak lagi dikerumuni kamera. Ade masih serabutan, sesekali berceloteh di media sosial, sesekali jadi berita ringan. Tapi bagi banyak orang, kisah ini jadi simbol bahwa ketenaran adalah ilusi cepat saji, dan bahwa dunia digital bisa mengangkat siapa pun, tapi juga dengan mudah melupakannya.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Ayo Netizen 16 Okt 2026, 13:58

Cerita Perjalanan Menuju Palimanan dan Belajar Keberanian dari Lapak Baca Buku Gratis Cirebon

Kegiatan membuka lapak untuk membaca buku gratis mulai hadir di beberapa kota untuk meningkatkan minat literasi, begitu juga dengan Kota Cirebon.

Baca Buku Gratis di Alun-Alun Palimanan Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 11:07

Jalur Banjaran–Pangalengan Seringkali Padat: Mengapa Kemacetan Terjadi?

Kemacetan di jalur Banjaran–Pangalengan menjadi perhatian karena jalur ini digunakan oleh warga untuk beraktivitas sehari-hari sekaligus menjadi akses menuju kawasan wisata.

Dokumentasi kemacetan di daerah Pasar Banjaran.
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 10:07

SKS: Kebiasaan Buruk atau Mekanisme Bertahan Mahasiswa?

Tugas menumpuk dan tenggat mendekat membuat mahasiswa begadang demi menyelesaikan pekerjaan. Apakah SKS sekadar kebiasaan buruk atau cara bertahan di tengah tuntutan akademik?

night study (Sumber: pexels.com | Foto: Bikram Bezbaruah)
Bandung 15 Okt 2026, 19:59

Industri Hiburan Bandung Masih Bergelora, Playlist Rewind 2026 Jadi Bukti Eksistensi Kota Musik

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026.

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 17:57

Para Insinyur Planologi, Arsitektur dan Sipil Terkemuka Yang Terlibat Pembangunan Kota Bandung dan Cimahi (Bagian 1)

Kisah insinyur planologi, arsitektur dan sipil terkemuka dalam membangun Bandung dan Cimahi. Temukan jejak sejarah, inovasi tata kota dan mahakarya ikonis mereka di sini!

Lukisan cat air Gedung Sate (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2)
Bandung 15 Okt 2026, 16:41

Menolak Lupa Rasa Rumah, 11 Tahun Warung Kopi Imah Babaturan Merawat Hangatnya Bandung

Tepat pada 15 Oktober 2026, warung kopi dan rumah makan, yakni Warung Kopi Imah Babaturan yang bersemayam di jantung Kota Bandung ini merayakan hari jadinya yang ke-11.

Pemilik Warung Kopi Imah Babaturan, yakni Mohammad Nurul Hudha dan sang istri, Anggia Bonyta. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:48

Relasi Santri dengan Indonesia

Refleksi Hari Santri Nasional 2026: menelusuri jejak Resolusi Jihad, peran ulama, dan perjuangan santri dalam mempertahankan kemerdekaan serta menjaga hubungan santri dan negara.

Relasi Santri dengan Indonesia (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:09

Ketika Pertemanan Punya Target Harian: Terhubung atau Sekadar Menjaga Api Streak TikTok?

Pernah takut api streak TikTok dengan teman terputus? Kebiasaan ini bisa menjaga komunikasi, tetapi juga terasa seperti kewajiban harian. Apakah kita benar-benar terhubung atau sekadar menjaga angka?

Fitur api streak TikTok bisa menjadi cara menyenangkan untuk menjaga komunikasi.
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:03

Pardoks 'Tidak Ada Bukti' dalam Kasus Pelecehan Seksual di Unpas

Data menunjukkan bahwa laporan palsu -- atau bahkan fitnah -- dalam kasus kekerasan dan pelecehan seksual di kampus sangat rendah, sementara underreporting sangat tinggi. Apa artinya?

Aksi mahasiswa Universitas Pasundan (Unpas) Bandung terkait dugaan kekerasan seksual oleh oknum dosen. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 12:03

Mengenal Emma Poeradiredja dan Jejak Politik Perempuan Sunda

Emma Peoradiredja, seorang tokoh perempuan sunda yang membukakan jalan berpolitik untuk perempuan di tanah sunda

Emma Poeradiredja
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 22:06

Bandung dan Cirebon Sama-Sama Minim Penerangan Lampu Jalanan

Penerangan jalan umum di wilayah Jawa Barat masih sangat minim perhatian sehingga kondisi ini bisa mengakibatkan potensi kecelakaan bagi pengguna kendaraan.

Penerangan Jalan Ahmad Yani-Pantura Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 18:01

Menyeret Emak dan Bapak Ke Pengadilan

Banyak Lansia atau orang tua yang disidangkan oleh anak kandungnya di pengadilan yang semestinya tidak terjadi peristiwa nirempati tersebut

Ruang sidang bukan tempat membalas budi orang tua. Utamakan musyawarah dan kasih sayang. (Sumber: Ilustrasi oleh Gemini AI)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 16:45

Penertiban PKL: Apakah Menuju Bandung yang lebih Ramah dengan Pejalan Kaki?

Beberapa waktu ke belakang Bandung sedang melakukan penertiban PKL di Jalan Kiaracondong dan Cihapit tentunya harapannnya pejalan kaki mendapatkan haknya kembali.

Ilustrasi Penertiban PKL. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 14:52

Momentum Memerdekakan Guru

Menjadi anomali bahwa profesi guru mendapatkan tuntutan, tetapi dalam kehidupannya masih di bawah dari harapan.

Ilustrasi guru dan siswa di ruang kelas sekolah. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 13:49

Proyeksi JPO UIN Bandung: Realisasi atau Ilusi?

Sebuah kritik dan saran kepada birokrasi UIN Bandung terkait usulan pengadaan JPO di depan gerbang kampus yang berhadapan langsung dengan Jalan A.H. Nasution.

Lanskap Jalan A.H Nasution di jam aktifitas. (Sumber: Dipotret dengan ponsel pribadi. | Foto: Rifki Ahmad Ma'ruf)
Sejarah 14 Okt 2026, 11:58

Jejak LASWI Maung Bikang Asal Bandung

Di Bandung pernah ada satu pasukan perempuan yang terjun dalam medan perang di garis depan. Pasukan ini bernama LASWI

Patung LASWI di Kebonjukut, Kota Bandung (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 11:12

Sunyi yang Tidak Selalu Puitik

Refleksi peringatan hari kesehatan mental di lingkungan pendidikan di Indonesia.

Kesehatan Mental Remaja (Sumber: GeminiAI)
Ayo Biz 14 Okt 2026, 10:41

PLN Nusantara Power UP Cirata Perkuat Kepedulian terhadap Akses Jalan di Sekitar Wilayah Operasi

PLN Nusantara Power UP Cirata memperkuat infrastruktur jalan demi mendukung kelancaran mobilisasi dan keselamatan masyarakat sekitar.

PLN Nusantara Power UP Cirata Perkuat Kepedulian terhadap Akses Jalan di Sekitar Wilayah Operasi
Beranda 14 Okt 2026, 09:38

Data Center AI Jatiluhur Butuh 33 Juta Liter Air per Hari, Walhi Soroti Hak Warga dan Petani

Selain kebutuhan air yang besar, WALHI Jabar menyoroti transparansi dokumen lingkungan, potensi dampak terhadap pertanian, serta kebutuhan energi untuk operasional pusat data.

Pemandangan Waduk Jatiluhur pada 10 Oktober 2023. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 09:04

Persib Sudah Juara, Mengapa Fasilitas Pemain Perlu Disoal?

Thom Haye melayangkan kritikan terhadap fasilitas pemulihan yang disediakan Persib Bandung. Kritikan Haye dibarengi keluhan soal padatnya jadwal dan perjalanan yang melelahkan,

Thom Haye dalam sebuah pertandingan. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)