Program MBG, antara Harapan dan Kenyataan

3 menit baca
Gagan Hidayat,S.AP.
Ditulis oleh Gagan Hidayat,S.AP. diterbitkan
Program makan bergizi gratis (MBG). (Sumber: kebumenkab.go.id)
Program makan bergizi gratis (MBG). (Sumber: kebumenkab.go.id)

Program makan bergizi gratis adalah salah satu kebijakan unggulan dari presiden terpilih tahun 2024 Indonesia Prabowo Subianto. Kebijakan ini ada karena salah satunya adalah untukmeningkatkan gizi para pelajar di Indonesia, sehingga mendukung untuk mencerdaskan anak bangsa.

Tujuan yang sangat mulia, apabila kebijakan makan bergizi gratis ini berjalan dengan baik. Keseriusan Presiden Prabowo dalam menjalankan program ini secara konsep awal memang baik. Terbukti dengan langsung dibentuknya Badan Gizi Nasional untuk mengawal program MBG ini.

Namun keseriusan itu belum nampak pada penentuan orang-orang yang terlibat didalamnya, misalkan saja kepala MBG yang menjabat saat ini adalah seorang lulusan entomologi selain itu para wakilnya saja banyak yang berlatar belakang dari militer. Hal tersebut tidak sesuai dengan konsep kepemimpinan "the right man in the right place".

Kesalahan awal itu terbukti pada pelaksanaan di lapangan, konsep awal yang menekankan makanan ini bergizi. Namun anggaran yang dilaksanakan itu minim sekali jika dikatakan bergizi. Maka tidak heran apabila secara porsi masih ada yang tidak sesuai dengan harapan. Apalagi dengan terjadinya kasus keracunan makanan pada program MBG di kecamatan Cipongkor Kabupaten Bandung Barat menambah kekurangan pada program MBG ini.

Oleh karena itu, seharusnya presiden Pabowo sebagai kepala negara yang mempunyai cita-cita mencerdaskan bangsa itu seharusnya belajar dari kasus lain yang hampir serupa misalnya. Salah satunya adalah pencegahan stunting di kementerian Kesehatan.

Dilihat dari segi ekonomi, program MBG bisa mendorong keterlibatan UMKM, petani, dan nelayan sehingga mampu memperkuat ekonomi lokal dan membuka peluang usaha baru. (Sumber: Pexels/Agung Pandit Wiguna)
Dilihat dari segi ekonomi, program MBG bisa mendorong keterlibatan UMKM, petani, dan nelayan sehingga mampu memperkuat ekonomi lokal dan membuka peluang usaha baru. (Sumber: Pexels/Agung Pandit Wiguna)

Kenapa tidak mengadopsi cara teknis yang dilakukan oleh kemenkes melalui puskesmas di setiap daerah sebagai ujung tombak. Dan Puskesmas juga tidak menyiapkan secara langsung makanan untuk pencegahan stunting, tetapi melalui pihak ketiga yang ditunjuk melalui bantuan operasional kesehatan (BOK).

Nah, dengan cara seperti itu seharusnya program MBG itu juga memang bisa dikerjakan oleh kementerian Pendidikan dengan ujung tombak setiap sekolah, dan pelaksanaannya dapat didanai oleh Bantuan Operasinal Sekola (BOS). Tentunya dengan penambahan alokasi anggaran untuk Program MBG ini. Daripada membentuk sebuah Badan yang tidak di tempati oleh orang-orang profesional didalamnya.

Apalagi jika pada tataran pelaksanaan teknis harus membuat sebuah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di setiap daerah, Bahakan di setiap kecamatan. Itu sangat menguras anggaran makanan gizi gratis yang bisa saja itu disalurkan pada kualitas pemenuhan gizi itu sendiri.

Jika pencegahan stunting saja bis dilakukan oleh kementerian kesehatan melalui ujung tombaknya puskesmas. mengapa tidak program MBG ini diterapkan saja pada Kementerian Pendidikan melalui ujung tombak Sekolah melalui BOS nya ?

Memang, keefektifan program stunting yg dilakukan oleh kementerian kesehatan tersebut belum mencapai hasil yang maksimal. Namun dari sisi efisiensi anggaran, hal itu akan memangkas proses pelaksanaan program. Sehingga ini bisa ditiru pada program MBG yang bisa dilaksanakan oleh sekolah melalui pertanggungjawaban dana BOS, apabila ditambahkan kedalam dana BOS tersebut.

Dan akhirnya UMKM sekitar sekolah pun akan terlibat apabila, kendali MBG itu ada di setiap sekolah. Karena sekolah langsung lah yang memilih pihak ketiga mana yang terbaik dapat menyediakan makanan bergizi tersebut.

Dan yang paling terpenting adalah harapan mencerdaskan bangsa dan pemenuhan gizi anak sesuai harapan dan kenyataan nantinya. Sesuai dengan cita-cita bangsa kita untuk menjadi bangsa yang mempunyai generasi emas tahun 2045. Sehingga kita menjadi negara yang maju dan sejahtera. Semoga. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 14 Okt 2026, 14:52

Momentum Memerdekakan Guru

Menjadi anomali bahwa profesi guru mendapatkan tuntutan, tetapi dalam kehidupannya masih di bawah dari harapan.

Ilustrasi guru dan siswa di ruang kelas sekolah. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 13:49

Proyeksi JPO UIN Bandung: Realisasi atau Ilusi?

Sebuah kritik dan saran kepada birokrasi UIN Bandung terkait usulan pengadaan JPO di depan gerbang kampus yang berhadapan langsung dengan Jalan A.H. Nasution.

Lanskap Jalan A.H Nasution di jam aktifitas. (Sumber: Dipotret dengan ponsel pribadi. | Foto: Rifki Ahmad Ma'ruf)
Sejarah 14 Okt 2026, 11:58

Jejak LASWI Maung Bikang Asal Bandung

Di Bandung pernah ada satu pasukan perempuan yang terjun dalam medan perang di garis depan. Pasukan ini bernama LASWI

Patung LASWI di Kebonjukut, Kota Bandung (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 11:12

Sunyi yang Tidak Selalu Puitik

Refleksi peringatan hari kesehatan mental di lingkungan pendidikan di Indonesia.

Kesehatan Mental Remaja (Sumber: GeminiAI)
Ayo Biz 14 Okt 2026, 10:41

PLN Nusantara Power UP Cirata Perkuat Kepedulian terhadap Akses Jalan di Sekitar Wilayah Operasi

PLN Nusantara Power UP Cirata memperkuat infrastruktur jalan demi mendukung kelancaran mobilisasi dan keselamatan masyarakat sekitar.

PLN Nusantara Power UP Cirata Perkuat Kepedulian terhadap Akses Jalan di Sekitar Wilayah Operasi
Beranda 14 Okt 2026, 09:38

Data Center AI Jatiluhur Butuh 33 Juta Liter Air per Hari, Walhi Soroti Hak Warga dan Petani

Selain kebutuhan air yang besar, WALHI Jabar menyoroti transparansi dokumen lingkungan, potensi dampak terhadap pertanian, serta kebutuhan energi untuk operasional pusat data.

Pemandangan Waduk Jatiluhur pada 10 Oktober 2023. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 09:04

Persib Sudah Juara, Mengapa Fasilitas Pemain Perlu Disoal?

Thom Haye melayangkan kritikan terhadap fasilitas pemulihan yang disediakan Persib Bandung. Kritikan Haye dibarengi keluhan soal padatnya jadwal dan perjalanan yang melelahkan,

Thom Haye dalam sebuah pertandingan. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 08:00

Sampah Itu Pasti, Bersih Itu Pilihan: Belajar dari Kota Bandung

Sampah adalah konsekuensi kehidupan sehari-hari, tetapi kota yang dipenuhi sampah bukanlah takdir.

Launching GASLAH Tahun 2026 dalam Rangkaian kegiatan Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tahun 2026 Tingkat Kota Bandung. (Sumber: prokopim.bandung.go.id | Foto: Protokol Komunikasi Pimpinan)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 20:52

KDM, 'Bakakak Hayam', 'Bakekok', dan Investasi Rp7,4 Triliun

Bagi urang Sunda -- atau setidaknya mereka yang akrab dengan budaya dan tradisi Sunda pastilah tahu -- dan mungkin juga suka -- bakakak hayam.

Ilustrasi bakakak hayam. (Sumber: Dok pribadi | Foto: AI Gemini)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 19:14

Pegunungan Sanggabuana Akan Menjadi Taman Hutan Raya

Pegunungan Sanggabuana bersiap beralih status menjadi Taman Hutan Raya (Tahura). Langkah strategis ini diambil demi menjaga kelestarian keanekaragaman hayati dan melindungi ekosistem hutan Jawa.

Peta Pegunungan Sanggabuana (Sumber Peta:  Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde), 1923 (Sumber: Digital Collections Universiteit Leiden)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 18:25

Paradigma Kereta Api Menjadi Wajah Baru Mobilitas Indonesia

Kereta api telah menjadi bagian dari denyut kehidupan sehari-hari. Dari alat transportasi menjadi ekosistem mobilitas. Wajah baru ini harus mampu menghubungkan berbagai aktivitas manusia.

Pekerja melakukan perawatan lokomotif di Depo Lokomotif Daop 2, Kota Bandung, Selasa 19 Maret 2024. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 18:06

Ketika Hak Pejalan Kaki Terampas dan Jalanan Terjebak Macet di Kawasan SPOrT Jabar

Ulasan kritis trotoar SPOrT Jabar yang tersita PKL hingga picu kemacetan. Mengajak Pemda bertindak nyata demi hak pedestrian dan keadilan ruang publik.

Trotoar depan pagar SPOrT Jabar, Pacuan Kuda di penuhi pedagang kaki lima. (Sumber: Pribadi | Foto: Marsya Laura Humaira)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 17:02

Dualisme Mahasiswa Bandung: Di Antara Barisan Soekarno dan Gelombang Aksi Massa

Ketika demonstrasi mahasiswa mengguncang pemerintahan Soekarno, muncul pertanyaan yang membelah mahasiswa: apakah membela Indonesia berarti harus menjatuhkan Soekarno, atau justru mempertahankannya?

Pawai ITB Tahun 1966 di Jl. Asia Afrika Bandung (Sumber: Buku Mereka Dari Bandung: Pergerakan Mahasiswa Bandung 1960-1967)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 16:14

Janji Manis Negara Lindungi Berita, Angin Segar atau Alarm Waspada?

Saat pembaca beralih dari mesin pencari ke AI, industri media kian tertekan. Menkum Supratman Andi Agtas janji lindungi karya pers, apakah ini angin segar atau alarm waspada?

Industri media kian tertekan akibat pergeseran pola konsumsi informasi usai kehadiran AI yang menggeser mesin pencari. (Sumber: Pexels | Foto: Markus Winkler)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 15:13

Investasi Jawa Barat, SIO, dan Perlindungan Pekerja

Banyak pekerjaan di sektor industri dan konstruksi memerlukan keterampilan khusus, terutama pengoperasian forklift, crane, alat berat, serta pesawat angkat dan angkut lainnya.

Ilustrasi Investasi dan ketenagakerjaan di Jawa Barat mesti maju bersama (Sumber: dokpri | Foto: Arif Minardi)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 11:11

Nostalgia Era 90-an sambil Menikmati Sejuknya Gelatopedia Cirebon

Berkunjung ke Gelatopedia Cirebon tak hanya sekedar menikmati dinginnya es krim tapi juga nostalgia ke tahun 90-an di tempat yang sangat sejuk.

Desain Dinding Gelatopedia Cirebon (11/10/26). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 08:56

Jalan A.H. Nasution UIN 1 Bandung: Ramai Laju Kendaraan, Sepi Hak Pejalan Kaki

Setiap hari mahasiswa dan warga terpaksa berjalan di bahu Jalan A.H. Nasution karena trotoar yang rusak.

Mahasiswa terpaksa berjalan di bahu jalan,karena trotoar yang tidak layak digunakan disekitar gerbang UIN Bandung Kampus 1. (Foto: Risa Aulia Rahma)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 07:44

Persib U18 dan Anak-Anak yang Menanggung Dosa Rivalitas Orang Dewasa

Langkah manajemen Persib membawa kasus penyerangan terhadap rombongan Persib U18 ke jalur hukum memiliki arti penting.

Bobotoh cilik Persib. (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 20:24

Soto-Soto Populer Nusantara: Mozaik Rasa, Pemetaan, Tipologi, dan Teknik Gastronomi Soto Indonesia

Dalam lanskap kuliner Nusantara, soto merupakan representasi konkret dari akulturasi dan adaptasi seni dapur tradisional Indonesia.

Soto Bandung, soto khas Bandung berbahan dasar daging sapi tanpa santan yang disajikan unik dengan lobak dan kedelai goreng. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Gunawan Kartapranata)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 19:05

Mungkinkah Tiket Murah dari Bandara Husein?

Bandara perlu model bisnis yang mampu menarik maskapai, mendatangkan penumpang, dan menciptakan aktivitas ekonomi di sekitarnya.

Bandara Husein Sastranegara di Kota Bandung. (Sumber: bandung,go.id)