Pelukan Metodologi Pembelajaran yang tidak Bersentuhan dengan Realitas

3 menit baca
Dias Ashari
Ditulis oleh Dias Ashari diterbitkan
Buku Orang Miskin Dilarang Sekolah karya Eko Prasetyo Milik Perpustakaan Salman ITB (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Buku Orang Miskin Dilarang Sekolah karya Eko Prasetyo Milik Perpustakaan Salman ITB (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)

Membaca buku Orang Miskin Dilarang Sekolah membawa diri kembali pada permasalahan dunia pendidikan yang ada pada tahun 2000. Buku yang terbit pertama di tahun 2004 ini berhasil menangkap realitas perihal komersialisasi dalam dunia pendidikan yang berdampak bagi masyarakat kecil.

Beberapa permasalahan masih relevan dengan dunia pendidikan di tahun 2025 yang menyangkut biaya sekolah yang mahal, korupsi pemilik yayasan atau instansi terkait dengan dana bantuan untuk murid tidak mampu, sistem pendidikan yang masih berorientasi pada nilai, sistem pendidikan yang menghasilkan pengangguran dan sistem metodologi pembelajaran yang tidak erat dengan pembelajaran realitas.

Namun hal menarik yang akan dibahas dalam tulisan ini adalah metodologi pembelajaran yang tidak bersentuhan dengan realitas. Sebagaimana realitas yang terjadi di forum pendidikan akademik, di mana kurikulum hanya mengajarkan hal dan pemahaman yang sama sesuai dengan teori tapi tidak pernah merefleksikannya melalui tindakan.

Dunia pendidikan di Indonesia diwarnai dengan dominasi metode ceramah yang dilakukan guru terhadap muridnya, dominan dengan hafalan dibandingkan dengan penalaran daya kritis dan model pembelajaran yang terkesan abstrak sehingga tidak merepresentasikan kehidupan sehari-hari.

Meski hari ini sudah banyak perubahan melalui metode presentasi, meski demikian di dunia perkuliahan terkadang ada dosen yang merangkap beberapa jabatan sehingga dalam 1 semester, kehadirannya tidak pernah terlihat di ruang kelas.

Bahkan setelah saya membaca artikel yang dipublikasikan di mojok.co yang menceritakan pengalaman dua mahasiswa ternama dari Universitas Indonesia dan UGM yang kesulitan mendapat pekerjaan. Sebagai mahasiswa UI, dirinya mengaku terbiasa menulis paper akademik, melakukan presentasi dengan istilah-istilah yang rumit dan mengutip jurnal internasional.

Sementara saat wawancara kerja hal-hal yang ditanyakan oleh HR berkaitan dengan bagaimana bekerja dalam tim, bagaimana menghadapi konflik, bagaimana mengelola target penjualan.

"Aku bahkan merasa kuliahku di UI gak pernah menyinggung soal keterampilan praktis itu. Gelar Sarjana UI tidak otomatis bikin aku lebih siap," Ujar Andini

Fenomena di atas sebetulnya relevan dengan laporan World Bank yang berjudul "Skills for the Labor Market in Indonesia" yang menyatakan bahwa terdapat kesenjangan antara bekal akademik lulusan perguruan tinggi dan keterampilan nyata yang dibutuhkan oleh dunia kerja.

Masalah lebih jauh ketika kampus lebih sibuk untuk mengejar peringkat di mata internasional dibandingkan dengan kesenjangan tersebut. Hampir setiap tahun kampus seperti UI, ITB, UNAIR dan UGM merayakan posisi mereka dalam daftar Qs. World University Rankings atau Webometrics.

Saat SMK saya hanya mempelajari teori farmakologi, menghapal farmakognosi dan hanya mempelajari obat dari segi zat aktif atau bahan asal seperti paracetamol, amoxilin, chlorampheniramine maleat, metformin, acetyl cystein atau zat aktif lainnya.

Sementara sekolah tidak mengajarkan bahwa di dunia kerja, berbagai macam zat aktif yang saya sebutkan tadi memiliki merk dagang obat yang beragam dan bahkan bisa menyampaikan ratusan hingga ribuan yang tidak bisa dipelajari hanya dengan pemberian teoritis saja.

Sehingga ketika masuk dunia kerja, saya sempat kewalahan karena mencari nama merk obat yang tidak familiar ketika dipelajari di sekolah. Banyak hal-hal rumit di sekolah seperti cara menghitung dan menimbang dosis obat. Faktanya di lapangan obat tersebut sudah tersedia dalam bentuk tablet atau sirup secara utuh, sehingga kebanyakan teori jadi tidak relevan saat berkecimpung di dunia kerja.

Sementara merk dagang obat yang dianggap sepele dan tidak diajarkan di sekolah menjadi hal krusial dalam dunia kerja.

Sama halnya dengan menghadapi pasien di sarana pelayanan kesehatan. Para guru yang juga apoteker tidak pernah memberi tahu bahwa di lapangan banyak varian pasien dengan cara penanganan yang sangat berbeda, bagaimana meningkatkan omset sebuah perusahaan atau cara bersikap tenang saat mendapat komplain dari pelanggan.

Sebagai mahasiswa yang pernah menjalani kegiatan akademik bersamaan dengan kerja, sebetulnya cukup melelahkan hanya saja nilai baiknya ketika lulus tidak perlu repot mencari kerja dengan catatan jurusan kuliah masih relevan dengan dunia karir. Hanya saja masih banyak ditemukan mahasiswa yang memilliki pekerjaan mapan sebelum lulus tapi tidak relevan dengan jurusan yang diambil.

Memang tidak salah karena manusia dituntut untuk realistis hanya saja timbul permasalahan lain ketika teori yang diajarkan akan semakin jauh diejawantahkan karena tidak ada keterikatan dengan dunia kerja yang relevan.

Menjadi perhatian khusus yang harus diperbaiki dari sistem pendidikan Indonesia untuk lebih ramah dengan pembelajaran yang hangat dengan nilai-nilai pembelajaran praktis. Selain siswa/mahasiswa bisa lebih empati dengan permasalahan yang terjadi di lingkungannya, hal ini juga bisa memperkecil peluang pengangguran. Pembelajaran praktis juga penting sebagai modal mental untuk lulusan yang ingin membuka lapangan pekerjaan. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Dias Ashari
Tentang Dias Ashari
Menjadi Penulis, Keliling Dunia dan Hidup Damai Seterusnya...

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 22 Sep 2026, 18:33

Jika Ada Lagi Taman Nasional atau Taman Hutan Raya Baru di Jawa Barat

Menelusuri peluang hadirnya taman nasional atau taman hutan raya (tahura) baru sebagai benteng keanekaragaman hayati, pelindung ekosistem (flora dan fauna) serta oasis hijau masa depan Bumi Pasundan.

Bagas Aji Prakoso saat menjajal Tahura Djuanda. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 16:50

Ketika Idealisme Pengabdian Gen-Z Membentur Tembok Kaku Birokrasi

Artikel opini ini membahas paradoks antara idealisme pengabdian ASN Generasi Z dan budaya birokrasi yang masih dianggap kaku.

Tumpukan Berkas. (Sumber: Chat GPT | Foto: AI Chat GPT)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 15:05

Jalur FM: Ketika Suara dari Udara Menjadi Lebih Jernih

Sebelum gelombang FM semakin ramai di Bandung, perubahan serupa lebih dahulu terasa di Jakarta.

Studio Radio OZ Bandung di Jl. Setrasari II No. 14, Bandung. Radio OZ menjadi salah satu stasiun radio di Bandung yang termasuk awal bermigrasi dari jalur AM ke FM. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 14:42

216 Tahun Kota Bandung: Merawat Warisan dan Membangun Masa Depan Gastronomi Berkelanjutan

Lebih dari sekadar destinasi tempat orang mencari tempat makan yang estetis atau makanan lezat, Bandung pada hakikatnya adalah laboratorium budaya.

Kudapan tradisional khas Kota Kembang yang sangat populer antara lain cireng, cilok, seblak, dan telur gulung. (Sumber: Shutterstock | Foto: Hanifah Kurniati)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 12:21

Momentum Mahasiswa Meraih Prestasi

Mahasiswa sering menyalahkan diri dan keadaannya dalam situasi yang sulit. Menurut mahasiswa, bahwa keberadaannya belum tentu berprestasi. 

Sejumlah mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Jawa Barat, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jumat, 1 Mei 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Buruh Internasional (May Day). (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 22 Sep 2026, 10:40

Media Lokal Cari Model Bisnis Baru di Local Media Summit 2026

Media lokal tidak lagi hanya dituntut menjadi penerbit berita, tetapi juga dapat berkembang menjadi agensi lokal, pengelola komunitas.

Local Media Summit (LMS) akan kembali hadir di pada 22-23 Oktober 2026 di Hotel Manhattan Jakarta.
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 10:15

Jika Benzema Datang, Persib Sebenarnya Membeli Apa?

Status bebas transfer Benzema saat ini membuat sebuah pintu terbuka untuk Persib.

Karim Benzema (Sumber: ayobandung.com | Foto: Wikimedia Commons (Lisensi CC) via ayobandung.com)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 10:00

Urap: Jejak Mahakarya Kuliner Tertua dan Filosofi Kehidupan dalam Sepiring Sayuran Nusantara

Dalam khazanah gastronomi Indonesia, urap bukan sekadar komposisi sayuran dan kelapa parut.

Urap merupakan sajian sayuran tertua di tanah Jawa yang tercatat secara formal dalam literatur sejarah. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 19:31

Demokrasi yang Berakar: Ketika Politik Bertemu  Budaya dan Kepercayaan

Sebelum seseorang menjatuhkan pilihan politiknya, ada proses komunikasi yang panjang. Sebelum sebuah kekuasaan dianggap sah, ada proses pembentukan makna.

Diah Fatma Sjoraida merupakan Dosen Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran. (Sumber: Gemini | Foto: Ilustrasi oleh AI)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 19:01

Urgensi Kota Bandung: Persolan Sampah dan Kemacetan

Sampah dan kemacetan adalah dua persoalan besar yang dihadapi Bandung. Harus diatasi dengan membangun kesadaran bersama, yang akhirnya demi kenyamanan bagi warga Bandung, sebagai rumah bersama.

Pengendara melintas di dekat tumpukan sampah yang menggunung di TPS Jalan Makam Caringin, Kota Bandung, Kamis, 9 April 2026. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 18:17

Imaji Papua Bersilaturahmi dengan Caraka Sundanologi Bandung

Imaji Papua membawa cerita tentang manusia, budaya, dan kehidupan Tanah Papua ke Bandung melalui film dan dialog lintas komunitas.

Caraka Sundanologi bersilaturahmi dengan komunitas Imaji Papua melalui pemutaran film dokumenter sebagai ruang berbagi cerita, budaya, dan pengalaman tentang Papua. (Sumber: Nonon Rachnaya)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 17:20

Bandung dan Terbentuknya Karyawan 'Flourish'

Ketika Pemkot Bandung berhasil memangkas hambatan birokrasi,sektor industri harus siapkan sistem rekrutmen yang presisi.

Bandung dan urgensi karyawan "Flourish" (Sumber: dokpri dengan kreasi chatgpt | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 16:22

Tugu Proklamasi Cirebon: Jejak Pembacaan Proklamasi 15 Agustus 1945

Sebuah tugu berwarna putih di perempatan Jalan Siliwangi, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon, itu menjadi saksi bahwa kemerdekaan Indonesia pernah diproklamirkan sebelum 17 Agustus 1945.

Tugu Proklamasi Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Wahyu)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 15:58

Menimbang Dampak Pajak Otomatis di Tengah Melejitnya Lokapasar Kota Bandung

Proses perpajakan digital menuntut UMKM agar merapikan pembukuan mereka

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan (Kanan). (Sumber: Humas Pemkot Bandung)
Ikon 21 Sep 2026, 15:33

Stasiun Cicalengka, dari Stasiun Bersejarah jadi Tinggal Sejarah

Stasiun Cicalengka berusia lebih dari seabad. Bangunan lamanya telah dibongkar, sementara tinggalan sejarahnya masih tersisa.

Stasiun Cicalengka, Bandung, antara tahun 1900-1920-an. (Sumber: Tropenmuseum)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 13:41

Akar Historis dan Evolusi Gastronomi Sunda: Meneroka Budaya Pangan Tatar Parahyangan

Gastronomi bukan sekadar urusan pemuasan kebutuhan fisiologis manusia melalui asupan nutrisi, melainkan sebuah disiplin ilmu yang membedah korelasi intrinsik antara makanan dan kebudayaan.

Penjual makanan keliling di Jawa Barat sekitar tahun 1910. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 11:21

Bioskop sebagai Ruang Refleksi Diri

Bioskop di era modern tidak sekedar ajang hiburan tapi ruang refleksi yang membuat nyaman.

Ilustrasi bioskop. (Sumber: Pexels | Foto: cottonbro studio)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 09:09

Ketika Fikom Harus Mengajarkan Cara Berkomunikasi dengan Mesin

Sekarang mulai terbentuk pola baru komunikasi, yakni manusia berbicara kepada mesin, mesin menghasilkan pesan, mesin memilih pesan, lalu manusia menerima dan menafsirkannya.

Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran. (Sumber: ayobandung.com | Foto: fikom.unpad.ac.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 20 Sep 2026, 17:07

930 Pecatur di Bandung Dapat Wejangan dari Legenda Utut Adianto

Open Tournament Catur Piala Panglima TNI 2026 menjadi ajang kompetisi sekaligus ruang pembinaan dan pencarian talenta catur baru.

Open Tournament Catur Piala Panglima TNI 2026 menjadi ajang kompetisi sekaligus ruang pembinaan dan pencarian talenta catur baru. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 20 Sep 2026, 16:57

Istilah Bahasa Jawa untuk Besar Guncangan Gempa Bumi

Mengenal istilah lokal Bahasa Jawa untuk menggambarkan kekuatan guncangan gempa bumi, dari Lir hingga Lindhu Kiamat/Jagad Obah. Kaya makna dan kearifan lokal suu bangsa Jawa.

Ilustrasi bangunan yang rusak akibat gempa bumi. (Sumber: Pexels | Foto: Ahmed akacha)