Berkelana sembari Membangun Rumah Belajar bersama Bookstagram Alwi

5 menit baca
Dias Ashari
Ditulis oleh Dias Ashari diterbitkan
Perjalanan Alwijo Nebeng ke NTT untuk Bangun Rumah Belajar (Sumber: Instagram | alwijo)
Perjalanan Alwijo Nebeng ke NTT untuk Bangun Rumah Belajar (Sumber: Instagram | alwijo)

Kehidupan yang Alwi sedang jalani hari ini adalah kehidupan yang paling saya impikan sejak lama. Bisa terbang bebas kemana pun ia mau. Berkelana ke berbagai sudut kota dengan cara yang paling aku inginkan sejak lama, menumpang truk atau mobil masyarakat yang berbaik hati mengantar ke tujuan yang dilewati. Menyapa supir dan berbicara banyak hal tentang kehidupan di jalanan.

Berdiri di belakang truk sambil menikmati deburan angin yang menerpa wajah. Berteriak mengeluarkan sesak sambil berkata dengan lantang "Semesta aku ingin terbang membawa perubahan melalui kelana dan tulisan". Bisa hidup nomaden untuk menelisik--merelungi--mengambil makna kehidupan masyarakat lain yang Tuhan ciptakan di muka bumi yang luas ini.

Jika perempuan tidak dipenuhi dengan stigma sepertinya aku lebih mudah untuk menemukan kebebasan dan perubahan. Jika perempuan tidak berpotensi dipandang "Seksisme" oleh laki-laki sepertinya aku akan lebih berani dari Alwi dalam mengupayakan mimpinya. Jika perempuan tidak berpotensi dilecehkan atau diperkosa sepertinya aku tidak akan setakut itu memulai perjalanan yang lebih jauh dari biasanya.

Meski aku dipaksa mengerti--kenapa Tuhan menciptakan perempuan dengan sedemikian hal yang membatasinya--pasti ada hikmah yang ingin Tuhan sampaikan--walau hingga hari ini aku belum menemukan jawabannya.

Dunia memang belum sepenuhnya ramah terhadap perempuan. Misalnya ketika saya berkunjung ke salah satu pantai yang ada di Garut. Berkat menonton film Thailand yang berjudul Time Line, saya pernah punya mimpi gila untuk tidur di atas pasir pantai saat malam untuk menikmati kerlipnya angkasa dan menunggu terbitnya mentari di pagi hari. Tapi karena saya perempuan maka penjaga pantai setempat tidak memperbolehkan hal itu dan menganjurkan saya untuk menginap saja di hostel.

Aku ingin menjadi perempuan yang berbeda. Bukan karena aku lebih cantik dari perempuan lain. Bukan karena aku lebih pintar dari perempuan lain. Bukan karena aku lebih berbakti dari perempuan lain. Aku hanya ingin menjadi perempuan berbeda karena berani mengambil keputusan dan menjalani kehidupan ini sesuai dengan panggilan hati.

Unshared happiness is not happiness...And this was most vexing of all,"he noted", "HAPPINESS ONLY REAL WHEN SHARED

Kata-kata tersebut yang memotivasi alwi untuk melakukan perjalanan menuju NTT demi membangun sebuah rumah belajar.

"Aku nggak mau menyesal seperti McCandless yang baru sadar quotes ini menjelang ajal" ujarnya.

Alwi Johan Yogatama atau lebih dikenal dengan nama alwijo adalah seorang bookstagram dan pegiat buku yang sering merekomendasikan buku bacaan dan membagikan insight menarik dari sebuah buku. Selaku konten kreator dirinya sering mengikuti kegiatan sosial dan diskusi di berbagai acara termasuk pernah jadi narasumber di podcast Malaka Project gagasan Ferry Irwandi, dkk.

Alwi memulai perjalanan pada 10 Agustus 2025 dari Temanggung, Jawa Tengah menuju Rumah Belajar di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur. Keberangkatannya sebagai relawan untuk membantu proses renovasi Rumah Belajar tersebut.

Awalnya Alwi memutuskan untuk berangkat seorang diri tapi ada 1 orang perempuan dan 1 orang laki-laki yang memutuskan untuk bergabung. Pada tanggal 15 Agustus, Alwi sudah sampai di Griya Sobo Asri 2 sambil mengunjungi kawah ijen. Kemudian pada tanggal 22 Agustus Alwi sudah sampai di Bali dan bermukim sekitar 1-2 minggu di sana.

Sampai postingan terakhir Alwi menunjukkan sudah sampai di NTT, tepatnya Desa Wae Sono. Melalui perjalanannya mengingatkan saya ketika melakukan solo trip ke beberapa kota seperti Yogjakarta, Tasikmalaya, Purwakarta, Garut dan Pamengpeuk. Perjalanan seorang diri memang sangat rawan dengan tindak krimininalitas tapi dibalik itu semua masih banyak orang-orang baik yang Tuhan kirimnya dengan penuh keajaiban.

Selama perjalanannya Alwi sempat mampir ke beberapa pondok pesantren dan merasakan langsung, bagaimana kehidupan para santri yang penuh kedisiplinan karena harus bangun dini hari untuk shalat tahajud dan siang harinya disibukkan dengan kegiatan belajar. Alwi juga belajar banyak hal sambil merasakan bagaimana jadi muslim minoritas di sana.

Tak hanya itu dalam perjalanan, Alwi menyambangi beberapa perpustakaan yang menggaungkan nilai-nilai literasi diantaranya, Perpustakaan Lembah Hijau, Kampung Baca Pelangi, Perpusakaan Keliling di Lombok, Perpustakaan Teman Baca di Mataram.

Ada hal menarik ketika Alwi bertemu dengan Pak Udin sebagai pegiat literasi. Di tengah narasi bahwa minat baca masyarakat Indonesia sangat minim. Melalui Pak Udin justru yang dirinya temukan di lapangan khususnya daerah Lombok, bukan minat baca masyarakat yang kecil tapi akses masyarakat untuk menggapai buku yang sangat sulit. Sehingga Pak Udin hadir menjawab permasalahan tersebut dengan turun ke lapangan.

Melalui gerakan Alwi saya banyak melihat bagaimana perjalanan itu kaya dengan makna dan pengalaman. Mulai dari Alwi bertemu dengan salah seorang perempuan yang dan bertukar cerita mengenai pengalaman "Nebeng" yang dilakukannya seorang diri dari Jakarta menuju Bandung. Membuka cakrawala saya tentang ketakutan yang saya alami saat perempuan melakukan perjalanan dengan cara "Nebeng".

Lewat ceritanya saya berpikir bahwa tidak ada yang mustahil dan Allah sebaik-baiknya pelindung. Alwi juga menyetujui bahwa orang jalanan adalah orang paling baik yang pernah Alwi temui saat perjalanan.

Melihat realitas Pulau Bungin sebagai pemukiman terdapat di dunia. Rumah-rumah panggung yang saling berhimpit satu sama lain menghiasi seluruh dataran pulau. Saking padatnya pulau ini permasalahan perihal limbah sampah juga kian pelik. Perairannya dipenuhi dengan limbah sampah plastik dan saking tidak adanya lahan hijau, hewan seperti kambing memakan sampah kardus yang berserakan di jalanan.

Keindahan Danau Sano yang masih dijaga ketat oleh masyarakat adat sekitar (Sumber: Instagram | Alwijo)
Keindahan Danau Sano yang masih dijaga ketat oleh masyarakat adat sekitar (Sumber: Instagram | Alwijo)

Ada satu hal yang membuat diri saya menahan sesak karena Alwi menunjukkan bagaimana krisis perampasan pulau yang ada di Indonesia--bukan bualan semata yang sering diceritakan dalam novel Tere Liye atau Dian Purnomo--ini realitas yang sering diabaikan pemeritah dan jarang kita ketahui sebagai masyarakat Indonesia yang tinggal di Pulau Jawa.

Menurut penuturan Alwi ada satu danau bernama Sano Nggoang di desa Wae Sono, Nusa Tenggara Timur. Dibalik keindahan yang ditampilkan Alwijo melalui video di instagramnya ternyata ada upaya keras dari masyarakat adat sekitar yang mampu mengusir proyek geothermal yang dilakukan oleh Bank Dunia.

Menurut Alwi, sejak 2018 masyarakat sekitar secara konsisten menolak proyek besar tersebut meski sudah diiming-imingi sejumlah uang dan jabatan.

Akses menuju Desa Wae Sono memang sulit dan diperparah dengan kondisi jalan yang memprihatinkan. Orang-orang dari proyek geothermal memang sempat menawarkan bantuan untuk memperbaiki jalan hanya saja dengan imbalan masyarakat harus menyetujui proyek geothermal tersebut.

Melalui masyarakat adat di sana juga melalui narasi yang Alwi sampaikan dalam caption instagramnya bahwa, "Dari sini saya belajar bahwa hidup itu nggak melulu soal cari keuntungan tapi juga mempertahankan keyakinan".

Mau ganti untung atau ganti rugi, ujung-ujungnya masyarakat yang pasti rugi. Ujar Yoseph warga desa Wae Sono.

Panjang Umur Perjuangan! (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 09 Okt 2026, 20:18

Generasi Berempati Ekologis

Refleksi guru dalam isu darurat dampah di Bandung Raya.

Generasi berempati ekologis. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 19:45

Pesantren dan Pluralitas Indonesia

Bagaimana kita melihat pesantren kini dalam pluralitas? Masyarakat tidak cukup hanya diajarkan untuk "toleran". Mereka perlu memahami mengapa perbedaan harus dihormati dan hidup bersama secara adil.

Ilustrasi santri yang sedang belajar di pesantren. (Sumber: Pexels/Mufid Majnun)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 18:38

Hidangan-Hidangan Nostalgia: Tanggung Jawab Bersama Melestarikan Warisan Kuliner Nusantara

Mari kita melangkahkan kaki lebih dalam untuk menjelajahi keunikan serta kekayaan rasa hidangan utama tradisional yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.

Populer di Bandung sejak 1930, Colenak Tapai Pisang menyajikan perpaduan tapai singkong dan pisang tanduk panggang dengan saus gula merah kelapa, nikmat disantap hangat bersama teh panas. (Sumber: Dokumentasi Primarasa)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 18:04

Curug Putri Palutungan Terjun dari Atas Lava Gunung Gegerhalang

Gunung Gegerhalang itu ibu dari Gunung Cereme. Bila direkonstruksi, tinggi Gunung Gegerhalang itu diperkirakan mencapai 4.000 m dpl.

Dinding lembah di sisi timur Curug Putri, berupa susunan batutemplek, lava yang membeku dari aliran Gunung Gegerhalang peruode ke-2. (Foto: T Bachtia)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 17:35

UU Pelindungan Ketenagakerjaan: Mampukah Membuka Jalan bagi Gen Z?

Jika aturan memberikan perlindungan yang jelas sekaligus menciptakan kepastian hukum, perusahaan memiliki dasar yang lebih baik untuk menyusun rencana usaha dan perekrutan.

Harapan UU Pelindungan Ketenagakerjaan dan Nasib Gen Z. (Sumber: dok FSP LEM SPSI | Foto: Arif Minardi)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 16:45

Menyelisik Peristiwa ’65 dari Kacamata Seorang Anak 7 Tahun: Membaca Candik ala 1965

Candik Ala 1965 membuka cara membaca peristiwa 1965 melalui pengalaman seorang anak yang belum memahami sepenuhnya konflik politik di sekitarnya.

Buku "andik Ala 1965" karya Tinuk R. Yampolsky. (Foto: Nur Febri Putranto)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 15:32

Bandung dan Cirebon: Dua wilayah di Jawa Barat yang Memiliki Suhu Udara Berkebalikan

Bandung dan Cirebon merupakan dua kota yang berada dalam satu wilayah Jawa Barat tapi memiliki kondisi cuaca yang jauh berbeda

Dua kota yang masuk ke wilayah Jawa barat tapi memiliki cuaca yang berbeda. (Sumber: Generated AI)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 10:16

Kala Bandung Tua Perlu Belajar dari Bandung Muda

Bandung Tua perlu belajar dari Bandung muda. Bukan berarti setiap gagasan anak muda pasti benar. Juga bukan berarti generasi yang lebih tua harus menyerahkan kemudi begitu saja. 

Aktivitas lari yang jadi tren di Bandung kiwari. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 08:04

Jejak Rasa di Tanah Seberang: Sejarah, Adaptasi, dan Evolusi Kuliner Jawa di Suriname

Migrasi besar-besaran tenaga kerja dari Jawa ke Suriname terjadi pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20.

Sebuah foto yang memperlihatkan seorang perempuan Jawa di Suriname sedang menyiapkan hidangan ala Jawa untuk sebuah perjamuan. (Sumber: collectie.wereldmuseum.nl)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 07:43

Masa Depan Bandung Command Center: Dari Monitor ke Otak Kota

BCC masa depan idealnya mempunyai tiga lapisan. Pertama, IoT menjadi mata dan telinga kota. Kedua, AI menjadi mesin analisisnya. Ketiga, manusia tetap menjadi pengambil keputusan.

Ruang utama Bandung Command Center (BCC). (Sumber: sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 19:14

Ketika Keamanan Pangan Kota Bandung Diuji Kasus 88 Seoul

Momentum untuk melihat kembali bagaimana keamanan pangan dan perlindungan konsumen diterapkan dalam industri kuliner Kota Bandung yang terus berkembang.

Ilustrasi Walikota Bandung sedang sidak keamanan pangan. (Sumber: ilustrasi dikreasi dengan chatgpt | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 18:13

Bagaimana Menjadikan Kota Bandung sebagai Sentra Batik Utama di Jawa Barat

Bandung berpotensi menjadi sentra batik utama Jawa Barat. Melalui inovasi motif modern, penguatan pengrajin lokal dan dukungan festival budaya, batik Bandung siap mendominia pasar lokal dan global.

Damakara Store di Cihapit. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Rizma Riyandi)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 17:43

Khazanah Masakan Bogor Tempo Doeloe: Warisan Gastronomi Leluhur yang Kian Langka

Kuliner Bogor tempo doeloe adalah bagian tak terpisahkan dari identitas budaya Sunda dan kekayaan gastronomi Nusantara.

Cungkring merupakan sajian khas Bogor berupa sate kulit sapi yang dibalut gurihnya bumbu rempah dan kacang. (Sumber: Youtube | Foto: Dyodoran)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 16:17

Mang Jaya, Maestro Dongeng Sunda yang Melintasi Zaman

Lebih dari setengah abad Mang Jaya menjaga dongeng dan bahasa Sunda tetap hidup melalui kekuatan suara dan imajinasi.

Sosok Mang Jaya, maestro dongeng Sunda yang telah puluhan tahun menghidupkan tradisi mendongeng dan memperkenalkan kekayaan cerita Sunda kepada lintas generasi. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 15:46

Memaknai Kembali Bandung Heritage

Ada sudut-sudut kota Bandung yang menyimpan cerita sejarah tapi tergerus oleh waktu. Bandung bukan hanya kota arsitektur, tapi juga tempat bahasa Sunda dicetak, dibaca dan disebarluaskan.

Gedung peninggalan Era Kolonial di Kota Bandung. (Sumber: Pexels | Foto: Andaru Firmansyah)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 13:10

Bandung Tak Bisa Hanya Diurus lewat 'PowerPoint'

Bandung tidak perlu menciptakan sejarah baru. Sejarahnya sudah ada. Yang dibutuhkan adalah menghubungkan titik-titik sejarah yang selama ini berdiri sendiri.

Salah satu sudut kawasan heritage Braga. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Arif Ruhiyat)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 12:18

Masakan-Masakan Tionghoa Populer dalam Buku 'Masakan Aneka Warna' (1969)

Buku berjudul Masakan Aneka Warna disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio (yang juga ditulis sebagai Ibu Satrio Samuel).

Buku berjudul "Masakan Aneka Warna" disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio dan diterbitkan pertama kali oleh PN Balai Pustaka tahun 1969. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Wisata & Kuliner 08 Okt 2026, 11:18

Perkedel Bondon, Pengisi Perut Masinis Hingga Tempat Mangkal Para Perempuan Malam di Bandung

Perkedel Bondon lahir dari kebutuhan akan panganan para pekerja kereta api di Kota Bandung yang hanya melayani pelanggannya pada malam hari.

warung perkede Bondon di Jalan Stasiun Timur Kota Bandung (ist)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 10:34

Menolong Tak Cukup dengan Peduli: Ketika Mental Tak Baik-Baik Saja

Tidak semua orang yang sedang berjuang dengan masalah mental berkata, “Saya butuh pertolongan.” Kadang, yang dibutuhkan hanyalah seseorang yang peka kalau saya sedang tidak baik-baik saja.

Pembukaan Program Psikoedukasi Kesehatan Mental Remaja Pusjar SKTAN Tahun 2026. (Sumber: Humas Pusjar SKTAN | Foto: Humas Pusjar SKTAN)
Sejarah 08 Okt 2026, 09:24

Pertumbuhan Penduduk dan Hilangnya Penampung Air di Bandung

Banyak daerah di Bandung yang menggunakan nama Situ. Istilah ini merujuk pada keberadaan sebuah danau di tempat tersebut. Seperti Situ Aksan, Situ Sudimampir dan Situ Gunting

Situ aksan pada zama dahulu.(foto Istimewa)