Selamat Hari Raya Idul Adha
1447 H • Hari Raya Kurban & Kebajikan

Berkelana sembari Membangun Rumah Belajar bersama Bookstagram Alwi

Dias Ashari
Ditulis oleh Dias Ashari diterbitkan Minggu 05 Okt 2025, 10:03 WIB
Perjalanan Alwijo Nebeng ke NTT untuk Bangun Rumah Belajar (Sumber: Instagram | alwijo)

Perjalanan Alwijo Nebeng ke NTT untuk Bangun Rumah Belajar (Sumber: Instagram | alwijo)

Kehidupan yang Alwi sedang jalani hari ini adalah kehidupan yang paling saya impikan sejak lama. Bisa terbang bebas kemana pun ia mau. Berkelana ke berbagai sudut kota dengan cara yang paling aku inginkan sejak lama, menumpang truk atau mobil masyarakat yang berbaik hati mengantar ke tujuan yang dilewati. Menyapa supir dan berbicara banyak hal tentang kehidupan di jalanan.

Berdiri di belakang truk sambil menikmati deburan angin yang menerpa wajah. Berteriak mengeluarkan sesak sambil berkata dengan lantang "Semesta aku ingin terbang membawa perubahan melalui kelana dan tulisan". Bisa hidup nomaden untuk menelisik--merelungi--mengambil makna kehidupan masyarakat lain yang Tuhan ciptakan di muka bumi yang luas ini.

Jika perempuan tidak dipenuhi dengan stigma sepertinya aku lebih mudah untuk menemukan kebebasan dan perubahan. Jika perempuan tidak berpotensi dipandang "Seksisme" oleh laki-laki sepertinya aku akan lebih berani dari Alwi dalam mengupayakan mimpinya. Jika perempuan tidak berpotensi dilecehkan atau diperkosa sepertinya aku tidak akan setakut itu memulai perjalanan yang lebih jauh dari biasanya.

Meski aku dipaksa mengerti--kenapa Tuhan menciptakan perempuan dengan sedemikian hal yang membatasinya--pasti ada hikmah yang ingin Tuhan sampaikan--walau hingga hari ini aku belum menemukan jawabannya.

Dunia memang belum sepenuhnya ramah terhadap perempuan. Misalnya ketika saya berkunjung ke salah satu pantai yang ada di Garut. Berkat menonton film Thailand yang berjudul Time Line, saya pernah punya mimpi gila untuk tidur di atas pasir pantai saat malam untuk menikmati kerlipnya angkasa dan menunggu terbitnya mentari di pagi hari. Tapi karena saya perempuan maka penjaga pantai setempat tidak memperbolehkan hal itu dan menganjurkan saya untuk menginap saja di hostel.

Aku ingin menjadi perempuan yang berbeda. Bukan karena aku lebih cantik dari perempuan lain. Bukan karena aku lebih pintar dari perempuan lain. Bukan karena aku lebih berbakti dari perempuan lain. Aku hanya ingin menjadi perempuan berbeda karena berani mengambil keputusan dan menjalani kehidupan ini sesuai dengan panggilan hati.

Unshared happiness is not happiness...And this was most vexing of all,"he noted", "HAPPINESS ONLY REAL WHEN SHARED

Kata-kata tersebut yang memotivasi alwi untuk melakukan perjalanan menuju NTT demi membangun sebuah rumah belajar.

"Aku nggak mau menyesal seperti McCandless yang baru sadar quotes ini menjelang ajal" ujarnya.

Alwi Johan Yogatama atau lebih dikenal dengan nama alwijo adalah seorang bookstagram dan pegiat buku yang sering merekomendasikan buku bacaan dan membagikan insight menarik dari sebuah buku. Selaku konten kreator dirinya sering mengikuti kegiatan sosial dan diskusi di berbagai acara termasuk pernah jadi narasumber di podcast Malaka Project gagasan Ferry Irwandi, dkk.

Alwi memulai perjalanan pada 10 Agustus 2025 dari Temanggung, Jawa Tengah menuju Rumah Belajar di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur. Keberangkatannya sebagai relawan untuk membantu proses renovasi Rumah Belajar tersebut.

Awalnya Alwi memutuskan untuk berangkat seorang diri tapi ada 1 orang perempuan dan 1 orang laki-laki yang memutuskan untuk bergabung. Pada tanggal 15 Agustus, Alwi sudah sampai di Griya Sobo Asri 2 sambil mengunjungi kawah ijen. Kemudian pada tanggal 22 Agustus Alwi sudah sampai di Bali dan bermukim sekitar 1-2 minggu di sana.

Sampai postingan terakhir Alwi menunjukkan sudah sampai di NTT, tepatnya Desa Wae Sono. Melalui perjalanannya mengingatkan saya ketika melakukan solo trip ke beberapa kota seperti Yogjakarta, Tasikmalaya, Purwakarta, Garut dan Pamengpeuk. Perjalanan seorang diri memang sangat rawan dengan tindak krimininalitas tapi dibalik itu semua masih banyak orang-orang baik yang Tuhan kirimnya dengan penuh keajaiban.

Selama perjalanannya Alwi sempat mampir ke beberapa pondok pesantren dan merasakan langsung, bagaimana kehidupan para santri yang penuh kedisiplinan karena harus bangun dini hari untuk shalat tahajud dan siang harinya disibukkan dengan kegiatan belajar. Alwi juga belajar banyak hal sambil merasakan bagaimana jadi muslim minoritas di sana.

Tak hanya itu dalam perjalanan, Alwi menyambangi beberapa perpustakaan yang menggaungkan nilai-nilai literasi diantaranya, Perpustakaan Lembah Hijau, Kampung Baca Pelangi, Perpusakaan Keliling di Lombok, Perpustakaan Teman Baca di Mataram.

Ada hal menarik ketika Alwi bertemu dengan Pak Udin sebagai pegiat literasi. Di tengah narasi bahwa minat baca masyarakat Indonesia sangat minim. Melalui Pak Udin justru yang dirinya temukan di lapangan khususnya daerah Lombok, bukan minat baca masyarakat yang kecil tapi akses masyarakat untuk menggapai buku yang sangat sulit. Sehingga Pak Udin hadir menjawab permasalahan tersebut dengan turun ke lapangan.

Melalui gerakan Alwi saya banyak melihat bagaimana perjalanan itu kaya dengan makna dan pengalaman. Mulai dari Alwi bertemu dengan salah seorang perempuan yang dan bertukar cerita mengenai pengalaman "Nebeng" yang dilakukannya seorang diri dari Jakarta menuju Bandung. Membuka cakrawala saya tentang ketakutan yang saya alami saat perempuan melakukan perjalanan dengan cara "Nebeng".

Lewat ceritanya saya berpikir bahwa tidak ada yang mustahil dan Allah sebaik-baiknya pelindung. Alwi juga menyetujui bahwa orang jalanan adalah orang paling baik yang pernah Alwi temui saat perjalanan.

Melihat realitas Pulau Bungin sebagai pemukiman terdapat di dunia. Rumah-rumah panggung yang saling berhimpit satu sama lain menghiasi seluruh dataran pulau. Saking padatnya pulau ini permasalahan perihal limbah sampah juga kian pelik. Perairannya dipenuhi dengan limbah sampah plastik dan saking tidak adanya lahan hijau, hewan seperti kambing memakan sampah kardus yang berserakan di jalanan.

Keindahan Danau Sano yang masih dijaga ketat oleh masyarakat adat sekitar (Sumber: Instagram | Alwijo)
Keindahan Danau Sano yang masih dijaga ketat oleh masyarakat adat sekitar (Sumber: Instagram | Alwijo)

Ada satu hal yang membuat diri saya menahan sesak karena Alwi menunjukkan bagaimana krisis perampasan pulau yang ada di Indonesia--bukan bualan semata yang sering diceritakan dalam novel Tere Liye atau Dian Purnomo--ini realitas yang sering diabaikan pemeritah dan jarang kita ketahui sebagai masyarakat Indonesia yang tinggal di Pulau Jawa.

Menurut penuturan Alwi ada satu danau bernama Sano Nggoang di desa Wae Sono, Nusa Tenggara Timur. Dibalik keindahan yang ditampilkan Alwijo melalui video di instagramnya ternyata ada upaya keras dari masyarakat adat sekitar yang mampu mengusir proyek geothermal yang dilakukan oleh Bank Dunia.

Menurut Alwi, sejak 2018 masyarakat sekitar secara konsisten menolak proyek besar tersebut meski sudah diiming-imingi sejumlah uang dan jabatan.

Akses menuju Desa Wae Sono memang sulit dan diperparah dengan kondisi jalan yang memprihatinkan. Orang-orang dari proyek geothermal memang sempat menawarkan bantuan untuk memperbaiki jalan hanya saja dengan imbalan masyarakat harus menyetujui proyek geothermal tersebut.

Melalui masyarakat adat di sana juga melalui narasi yang Alwi sampaikan dalam caption instagramnya bahwa, "Dari sini saya belajar bahwa hidup itu nggak melulu soal cari keuntungan tapi juga mempertahankan keyakinan".

Mau ganti untung atau ganti rugi, ujung-ujungnya masyarakat yang pasti rugi. Ujar Yoseph warga desa Wae Sono.

Panjang Umur Perjuangan! (*)

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Dias Ashari
Tentang Dias Ashari
Menjadi Penulis, Keliling Dunia dan Hidup Damai Seterusnya...

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 26 Mei 2026, 18:26

Makna Berkurban di Tengah Hidup yang Serba Sulit

Hari Raya Idul Adha tidak hanya dimaknai sebagai ibadah kurban, tetapi juga refleksi atas berbagai pengorbanan masyarakat yang sering kali tidak terlihat di tengah hidup yang semakin sulit.

Ilustrasi hewan kurban. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Biz 26 Mei 2026, 17:05

Melon Premium Margamukti, dari Desa ‘Tanpa Keunikan’ sampai Berhasil Ciptakan Ekosistem Mandiri

BUMDes Marga Makmur menciptakan ‘pasar’. Menciptakan jaringan petani sampai menghubungkan mereka kepada para pembeli.

Hasil budidaya melon premium di Desa Margamukti, Sumedang Utara, (22/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 15:15

Demokratisasi Rasa: Potret Arsitektur Sosial dan Spiritual di Atas Meja Makan Idul Adha

Pesta kuliner yang terjadi selama Idul Adha merupakan manifestasi dari rasa syukur yang mendalam.

Ilustrasi olahan rendang dari daging kurban Idul Adha. (Sumber: Unsplash | Foto: prananta haroun)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 14:04

Duel Klasik Persib vs PSMS di Final Divisi Utama Perserikatan 1985

Final Divisi Utama Perserikatan 1985 antara Persib Bandung melawan PSMS Medan di Stadion Utama Senayan, Jakarta, pada 23 Februari 1985.

Berdiri dari kiri: Iwan Sunarya, Dede Iskandar, Sobur, Kosasih, Wawan Karnawan,  Ajat Sudrajat. Jongkok: Jafar Sidik, Suryamin, Sukowiyono, Adeng Hudaya dan Robby Darwis. (Sumber: tabloid BOLA edisi Februari 1983 | Foto: koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 13:00

Wededed ... Ikoniknya para Bobotoh Encib

Selebrasi para bobotoh Persib saat ini yang paling ikonik adalah sepeda motor yang digeber-geber sehingga menghasilkan suara wededed.

Ribuan Bobotoh mengikuti konvoi perayaan juara Super League 2025–2026 di Kota Bandung, Minggu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 12:12

Di Balik Konvoi Juara Persib 2026, Netizen Heran Banyak Kejadian 'Aneh' Tahun Ini

Keresahan sebagaian publik yang terjadi pada momentum konvoi juara tim Persib Bandung tahun 2026.

Puluhan ribu bobotoh memenuhi jalan Asia-Afrika, Kota Bandung saat konvoi Persib Bandung juara Super League 2025-2026, Sabtu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 26 Mei 2026, 11:24

3 Catatan untuk Konvoi Persib di Masa Depan: Sterilisasi Jalur, Keselamatan Bobotoh, dan Masalah Sampah

Konvoi juara Persib menyisakan sejumlah evaluasi, mulai dari sterilisasi jalur, keselamatan Bobotoh saat berdesakan, hingga 112 ton sampah di Kota Bandung.

Pemain dan official Persib Bandung bersama Puluhan ribu bobotoh memenuhi jalan Asia-Afrika, Kota Bandung saat konvoi Persib Bandung juara Super League 2025-2026, Sabtu 24 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Wisata & Kuliner 26 Mei 2026, 09:58

Pemandian Air Panas Cimanggu kini hadir dengan wajah baru sebagai Jiwanta Hot Spring di kawasan Ciwidey.

Jiwanta Hot Spring menghadirkan konsep baru pemandian air panas alami dengan fasilitas lebih modern di Ciwidey.

Pemandian Air Panas Cimanggu. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Linimasa 26 Mei 2026, 09:51

Dupan, Ketika Citarum Menolak Surut

Banjir kembali merendam Sapan Bandung. Luapan Sungai Citarum membuat Dupan terus hidup sebagai langganan genangan warga.

Banjir Citarum di Sapan. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Biz 26 Mei 2026, 09:29

Ukir Prestasi Gemilang, PT PLN Nusantara Power UP Cirata Sabet Trofi TOP CSR Awards 2026

PT PLN Nusantara Power UP Cirata sukses memborong penghargaan bergengsi TOP CSR Awards 2026 atas komitmen keberlanjutan sosial mereka.

Ukir Prestasi Gemilang, PT PLN Nusantara Power UP Cirata Sabet Trofi TOP CSR Awards 2026
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 08:21

Remitologisasi Sunda: Milangkala Tatar Sunda Mestinya 11 Oktober

Remitologisasi merupakan hak, bahkan kewajiban, bagi suatu bangsa yang sedang krisis jatidiri. Namun, mesti dilakukan dengan baik dan benar.

Prasasti Kebon Kopi II/Prasasti Pasir Muara. (Sumber: Leiden Library)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 07:40

Fenomena Mematikan Centang Biru pada WhatsApp dalam Perspektif Etika Komunikasi Digital

Fenomena mematikan centang biru WhatsApp mencerminkan perubahan etika komunikasi digital antara kebutuhan privasi, kenyamanan, dan ekspektasi respons instan.

Ilustrasi fenomena mematikan fitur centang biru pada WhatsApp. (Sumber: Dok. Penulis)
Ayo Netizen 25 Mei 2026, 19:25

Bandung Kembali Berpestapora untuk Tiga Kali Berturut-turut

Persib Bandung resmi menyambit gelar Liga Indonesia yang ke-5 kalinya dalam tiga kali berturut-turut. Euforia perayaan di Kota Bandung pun kembali menjadi perhatian.

Para Bobotoh merayakan gelar juara Persib Bandung di Liga Super Indonesia 2025/2026. (Sumber: Dokumentasi Penulis).
Ayo Biz 25 Mei 2026, 18:51

Cerita dari Sumedang Utara, ‘Revolusi Mindset’ Warga Margamukti hingga Jadi Desa BRILiaN

Masuk 15 besar Desa BRILiaN 2025 bukan garis finish, melainkan titik awal bagi Desa Margamukti.

Kepala Desa Margamukti, Siti Nuraeni Sofa (tengah berjilbab hitam baju orange) saat acara promosi B2B budidaya melon premium. (Sumber: Ayobandung.id/Aris Abdulsalam)
Linimasa 25 Mei 2026, 17:18

Sisa-sisa Kejayaan Persib Bandung di Si Jalak Harupat

Si Jalak Harupat masih menyimpan jejak kejayaan Persib lewat pedagang jersey dan kenangan juara liga.

Kondisi pedagang suvenir Persib di Stadion Si Jalak Harupat. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 25 Mei 2026, 15:29

Persib Juara ala Atomic Habits

Analisa kemenangan Persib lewat Prinsip Atomic Habits-nya James Clear.

Pemain Persib Bandung mengangkat piala usai pertandingan melawan Persijap Jepara dalam Super League 2025-2026 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Gedebage, Kota Bandung, Sabtu 23 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 25 Mei 2026, 12:10

Magot, dan Kesabaran Warga Bandung Mengurus Sampah Dapur

Majelis Ta'lim Baitul Mu'min membuat acara pengajian mengundang mahasiswa ITB menggelar pelatihan pengolahan sampah organik rumah tangga dengan menggunakan magot BSF atau larva Black Soldier Fly.

Jamaah Masjid Baitul Mu'min Mengikuti Pelatihan Pengolahan sampah dengan Magot. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Uwes Fatoni)
Beranda 25 Mei 2026, 10:17

Bandung Berpesta Semalaman untuk Persib, Petugas dan Warga Lokal Bersihkan Sampah Sejak Pagi Buta

Pas datang tadi mah kondisinya kacau, Kang. Pabalatak pisan. Plastik, botol minuman, bungkus makanan, bekas flare, pokokna loba pisan.

Handoyo bersama warga dan unsur kewilayahan ikut turun membersihkan sampah bekas konvoi di kawasan Pasupati, Senin 25 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 25 Mei 2026, 10:16

Persib, Bobotoh, dan Komunikasi Kota yang Membiru

Persib juara bukan sekadar prestasi, tetapi peristiwa komunikasi publik. Konvoi bobotoh menjadi bahasa kolektif yang membangun identitas, emosi, dan solidaritas kota.

Puluhan ribu bobotoh memenuhi jalan Asia-Afrika, Kota Bandung saat konvoi Persib Bandung juara Super League 2025-2026, Sabtu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Biz 25 Mei 2026, 09:45

Support System yang Membentuk Ekosistem: Potret UMKM Bandung Hari Ini

Seperti inilah cara ekosistem UMKM di bawah binaan BRI menjalani arah bisnis yang sehat.

Kampung Kreatif Batik Difabel, bagian dari UPTD Pusat Pelayanan Sosial Griya Harapan Difabel (GHD), Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)