Dari Ancaman TPA hingga Harapan Transformasi

azzahra syifa
Ditulis oleh azzahra syifa diterbitkan Kamis 08 Jan 2026, 20:32 WIB
Tumpukan sampah yang mencerminkan darurat lingkungan yang butuh solusi cepat di Gudang Selatan, Bandung, Jawa Barat, (01/12/2025). (Sumber: Azzahra Syifa Lestari)

Tumpukan sampah yang mencerminkan darurat lingkungan yang butuh solusi cepat di Gudang Selatan, Bandung, Jawa Barat, (01/12/2025). (Sumber: Azzahra Syifa Lestari)

Kota Bandung saat ini menghadapi masalah yang sangat serius, produksi limbah melebihi kapasitas sistem pengumpulannya, terkadang bahkan menciptakan situasi yang disebut sebagai "Bandung Lautan Sampah". Hal ini menunjukkan kurangnya manajemen limbah yang baik di mana limbah menumpuk menghancurkan keindahan kota dan ekosistem yang mengelilinginya.

Lokasi utama pembuangan limbah, Tempat Penampungan Akhir Sarimukti, saat ini juga sudah melebihi kapasitas dan diprediksi hanya akan bertahan hingga awal 2025. Situasi ini menekankan bahwa Bandung tidak lagi dapat bergantung pada sistem lama di mana limbah hanya dikumpulkan.

Berdasarkan cukup banyak informasi yang ada, Walikota Bandung M. Farhan sudah berupaya melakukan berbagai inovasi, seperti mengolah limbah menjadi energi alternatif, tetapi masih terdapat banyak keterbatasan sektor infra-sistem untuk mendukung inovasi tersebut. Ada upaya yang dipromosikan Walikota M. Farhan untuk pemisahan sumber limbah domestik, namun, masyarakat tidak berpartisipasi sehingga upaya tersebut tidak terlalu efektif.

Jumlah kendaraan pengumpul sampah yang terbatas menyebabkan tumpukan sampah, dalam ratusan ton, terkumpul setiap hari. Beliau menekankan perlunya penambahan armada agar citra Bandung tidak lagi dikenal sebagai kota yang kurang berkembang secara kreatif karena sampah yang berserakan di seluruh kota.

Upaya komunitas menunjukkan kesediaan mereka untuk mencari solusi inovatif terhadap masalah sampah di kota mereka. Walikota Bandung menegaskan bahwa upaya semacam itu harus melibatkan pemerintah untuk menyediakan kerangka hukum yang tepat, memberikan subsidi untuk inisiatif masyarakat, dan menjalin kemitraan publik-swasta.

Beliau menekankan perlunya membangun kerangka hukum yang mendukung fasilitas pengolahan limbah modern serta kampanye edukasi publik berkelanjutan. Masalah pengumpulan dan pembuangan sampah mencerminkan moralitas kota, menunjukkan keseriusan pemerintah daerah menjaga lingkungan.

Bandung perlu diakui sebagai pusat inovasi daripada dikenal karena lautan limbah yang bau. Sang Walikota menegaskan bahwa jawaban untuk pilihan ini tergantung pada kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan komunitas bisnis.

Jika langkah serius diambil oleh Walikota Bandung bersama seluruh pihak, Bandung memiliki kesempatan untuk menghilangkan citra 'lautan sampah' dan menjadi tolok ukur bagi kota-kota lain. Selain ekonomi, kesehatan masyarakat juga terancam serius akibat limbah yang mencemari tanah dan limbah lain di sekitarnya.

Masyarakat Bandung kini menghadapi masalah sampah yang semakin serius, sehingga diperlukan tanggapan cepat dan terkoordinasi dari semua pihak. Walikota Bandung M. Farhan menekankan bahwa jika limbah tidak dikelola dengan baik, biaya penanganan darurat akan melonjak drastis dan Bandung berisiko kehilangan daya tarik ekonomi serta wisata.

Baca Juga: Kenapa Stoikisme Lebih Ampuh daripada Terjerat Pinjol? Seni Menghadapi Quarter Life Crisis

Pendekatan baru dan drastis terhadap masalah limbah akan memerlukan partisipasi aktif dan total dari setiap orang yang tinggal di kota Bandung. Walikota Farhan mengajak seluruh masyarakat untuk berpartisipasi total agar Bandung dapat mengubah krisis daruratnya menjadi kota yang berkelanjutan.

Selain aspek kesehatan dan ekonomi, krisis sampah di Bandung juga sedang menurunkan kualitas sosial masyarakat. Ada lingkungan yang kotor, frustrasi, rasa bangga terhadap kota berkurang, dan semangat kolektif untuk menjaga kebersihan kota ditinggalkan.

Walikota Farhan menegaskan bahwa Bandung membutuhkan visi jangka panjang yang memiliki keberlanjutan di inti, bukan solusi cepat sementara. Dengan menggunakan strategi terintegrasi, sampah kota dapat menjadi aset sambil mempertahankan identitas kreatif kota dan keseimbangan ekologi ruang perkotaan. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

azzahra syifa
Tentang azzahra syifa
Mahasiswa Digital Public Relations Telkom University 2024

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 25 Feb 2026, 10:24

Bukan Sekadar Bangun Pagi, 5 Tradisi Sahur Penuh Cinta

Ini bukan sekadar rutinitas tahunan. Tradisi, iya. Cari amal, iya. Hiburan juga iya. Tapi yang paling terasa itu silaturahmi. Karena di luar Ramadan jarang sekali bisa kumpul seramai ini.

Tradisi membangunkan sahur di kota dan pedesaan. (Sumber: Instagram | Foto: @sekeloaselatann)
Beranda 25 Feb 2026, 06:39

Makhluk Kecil Ini Ungkap Kondisi Sebenarnya Air Sungai di Teras Cikapundung

Penelitian terbaru di Teras Sungai Cikapundung menunjukkan bahwa kualitas air di hulu sungai Bandung kini berada dalam status tercemar sedang akibat limbah domestik dan aktivitas peternakan

Petugas bersama masyarakat melakukan bersih-bersih Teras Cikapundung, Kota Bandung, Kamis 16 Mei 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Beranda 24 Feb 2026, 18:47

Di Simpul Kredit dan Hunian: Transformasi Pembiayaan Perumahan dalam Lanskap Stabilitas Perbankan

Di simpul antara kebijakan makro dan kebutuhan rumah tangga, pembiayaan perumahan berdiri sebagai jembatan.

Warga beraktivitas di salah satu komplek perumahan bersubsidi di Kabupaten Bandung (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Beranda 24 Feb 2026, 15:31

Ramadan di Masjid Lautze 2: Saling Berbagi dan Tak Pernah Bertanya Latar Belakang

Pengemis, pengemudi ojek online, pekerja harian, musafir, hingga warga sekitar yang sekadar ingin mampir, duduk dalam barisan yang sama. Tak ada kursi khusus, tak ada sekat sosial.

Suasana ramadan di Masjid Lauetze 2 di Jalan Tamblong, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 24 Feb 2026, 15:01

Miskin di Ruang yang Rusak: Menggugat Politik Kemiskinan Ekologis di Indonesia

Mengkritik politik kemiskinan ekologis: warga miskin hidup di ruang rusak, sementara bansos hanya jadi solusi tambal sulam struktural.

Gundukan sampah. (Sumber: Pexels | Foto: Mumtahina Tanni)
Ayo Netizen 24 Feb 2026, 13:37

Ramadan yang Bukan Sekadar Fasting dalam Bahasa Inggris

Untuk memahami Ramadan di Indonesia, seseorang tidak cukup hanya memahami konsep fasting.

Umat Muslim beribadah di Bulan Ramadan. (Sumber: Unsplash | Foto: Annas Arfnahri)
Ayo Netizen 24 Feb 2026, 11:58

15 Istilah Penting Ramadan yang Mudah Dipahami WNA Nonmuslim di Indonesia

Untuk memahami Ramadan di Indonesia, memahami istilah-istilah kuncinya adalah langkah awal yang penting.

Pedagang takjil di bulan Ramadan. (Sumber: Unsplash | Foto: Umar ben)
Beranda 24 Feb 2026, 11:52

RW 15 Tembus FYP, Bangunin Sahur Jadi Wadah Berkarya Anak Sekeloa Selatan

Tradisi bangunin sahur anak-anak muda Sekelo Selatan sudah berjalan sejak 2007. Bukan sekadar keliling kampung, kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi lintas generasi yang kini viral di media sosial.

Anak-anak muda Sekeloa Selatan pelaku tradisi bangunin sahur. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 24 Feb 2026, 08:09

Puasa Perisai Konsumtif

Jangan sampai nilai-nilai Ramadan ini tereduksi menjadi sekadar simbol dan rutinitas di tengah derasnya arus budaya konsumtif.

Pengunjung belanja pada Gelar Produk Pasar Tani di Bale Asri Pusdai, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa 18 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 23 Feb 2026, 20:20

Reforma Agraria di Punclut: Negara Hadir atau Abai?

Di lereng yang menjadi bagian dari Kawasan Bandung Utara (KBU) itu, warga telah puluhan tahun menggarap lahan ex-erfpacht verponding.

Pertemuan warga Punclut (Foto: Dokumen Mang Aqli)
Ayo Netizen 23 Feb 2026, 16:20

Kumpulan Kata yang Mendadak Ramai Diucap Pas Ramadan

Berikut kumpulan kata khas Ramadan yang sering digunakan beserta maknanya.

Ilustrasi santri. (Sumber: Pixabay)
Bandung 23 Feb 2026, 15:25

Strategi Bertahan Gado Gado Gerobakan Cibadak Menembus Batas Zaman dan Pandemi

Merintis bisnis bukanlah wacana yang mudah. Perencanaan yang matang hingga eksekusi bisnis sampai di tahap mempunyai pelanggan setia, bukanlah proses yang mudah.

Kuliner tradisional yakni gado-gado gerobakan di kawasan Cibadak milik Efendi Wahyudin. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 23 Feb 2026, 14:18

Di Balik Kumpulan Kata Khas Ramadan, Memahami Bahasa dan Makna Sosial

Memahami istilah-istilah khas Ramadan berarti memahami bagaimana bahasa berfungsi sebagai medium pengalaman kolektif.

Seorang anak sedang mengaji. (Sumber: Pixabay | Foto: Joko_Narimo)
Ayo Netizen 23 Feb 2026, 12:13

Bahasa yang Menjadi Kontrol Sosial Kala Ramadan

Di Bulan Suci ini, bahasa menjaga puasa kita tetap tuntas dengan baik.

Ilustrasi orang Indonesia berkumpul di sebuah warung. (Sumber: Pexels | Foto: Noval Gani)
Ayo Netizen 23 Feb 2026, 09:07

Mendadak Pasar Takjil Ramadan

Yang membuat Pasar Takjil menarik, di antaranya adalah suasananya yang meriah dan penuh kejutan.

Pasar Takjil dadakan di Jalan Gading Tutuka, Kabupaten Bandung. (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Netizen 22 Feb 2026, 18:04

Sejarah Es Cendol Elizabeth yang Selalu Menjadi Minuman 'Bintang' di Saat Ramadan

Kisah Es Cendol Elizabeth berawal dari cerita Haji Rohman pada 1972 yang ditinggal pergi ayahnya.

Es Cendol Elizabeth. (Sumber: Instagram @escendolelizabethofficial)
Bandung 22 Feb 2026, 15:08

Manisnya Berkah Ramadan di Jalan Cibadak, Kisah Pak Heri Merawat Tradisi Es Goyobod di Tengah Gempuran Zaman

Eksistensi pedagang Es Goyobod di kota kembang membuktikan bagaimana peran kuliner tradisional tetap hidup di zaman yang terus berkembang dan tak terbatas ini.

Eksistensi pedagang Es Goyobod di kota kembang membuktikan bagaimana peran kuliner tradisional tetap hidup di zaman yang terus berkembang dan tak terbatas ini. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 22 Feb 2026, 15:02

Ngabuburead: Menemukan Ketenangan di Tengah Riuh Ramadan Jawa Barat

Inilah tren 'Ngabuburead', cara baru menepi lewat konten digital yang lebih intim dan berisi.

Media digital. (Sumber: Unsplash | Foto: @felirbe)
Ayo Netizen 22 Feb 2026, 11:43

Lembang Tempo Dulu

Dahulu Lembang adalah sebuah kawasan hijau yang pada masa VOC memiliki sebuah upeti istimewa.

Alun alun Lembang tahun 1902. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 22 Feb 2026, 09:36

Miéling Poé Basa Indung: Jejak Panjang Pers Sunda

Denyut pers Sunda sebenarnya telah terdengar sejak akhir abad ke-19 melalui penerbitan seperti Sunda Almanak (1894) dan Panemu Guru (1906).

Wajah baru Majalah Mangle dalam manajemen Pusat Budaya Sunda Unpad. (Sumber: Dokumentasi Penulis)