Budaya Buang Sampah Sembarangan Bikin Pasar Kordon Tidak Konsisten Bersih

Nasywa Alya Kirana
Ditulis oleh Nasywa Alya Kirana diterbitkan Selasa 23 Des 2025, 17:48 WIB
Petugas Kebersihan Kota Bandung Mengangkut Sampah Yang Berserakan Di Pasar Kordon, Jln. Ibrahim Adjie, Kujangsari, Kec. Bandung Kidul, Kota Bandung, Kamis 27 November 2025 (Sumber: Dok. Penulis | Foto: Nasywa Alya)

Petugas Kebersihan Kota Bandung Mengangkut Sampah Yang Berserakan Di Pasar Kordon, Jln. Ibrahim Adjie, Kujangsari, Kec. Bandung Kidul, Kota Bandung, Kamis 27 November 2025 (Sumber: Dok. Penulis | Foto: Nasywa Alya)

Di tengah keindahan dan keasrian Kota Bandung yang terkenal dengan sebutan Kota Kembang masih ada satu masalah yang tak kunjung usai yaitu masalah terkait pembuangan sampah. Salah satu permasalahan terkait ini terjadi di Pasar Kordon, Jln. Ibrahim Adjie, Kujangsari, Kec. Bandung Kidul, Kota Bandung.

Sampah-sampah yang dibuang secara sembarangan oleh masyarakat yang tidak bertanggung jawab menyebabkan para pengguna jalan merasa tidak nyaman, pada Kamis (27/11/25). Sebagai pengguna jalan yang aktif melewati Pasar Kordon hal ini bisa membahayakan pengguna jalan karena dapat mengganggu fokus para pengendara motor.

Melihat permasalahan ini, Wali Kota Bandung sebaiknya lebih tegas dalam menanggapi atau menindak masyarakat yang membuang sampah sembarangan. Selain itu, Wali KotaBandung juga harus dapat mengedukasi masyarakat terkait pengolahan sampah rumah tangga atau sampah organik.

Masyarakat juga sebaiknya melihat bahwa dampak dari membuang sampah sembarangan itu merugikan banyak orang. Bukan hanya lingkungan yang di rugikan, melainkan juga alam dan sesama manusia juga dirugikan.

Agar upaya Wali Kota Bandung tercapai dan terealisasikan untuk membuat Pasar Kordon lebih bersih, sebaiknya masyarakat dan pemerintah saling bekerja sama. Wali Kota Bandung dapat menyediakan fasilitas pembuangan sampah yang layak dan masyarakat dapat membuang sampah di tempat yang sudah di sediakan oleh pemerintah.

Dengan saling bekerja sama antara pemerintah dan masyarakat, upaya untuk membuat Bandung menjadi bersih kembali akan mudah di capai.

Upaya Pemerintah Kota Bandung untuk membersihkan wilayah sekitar Pasar Kordon dan Jln. Terusan Buah Batu terus dilakukan sejak dua bulan lalu. Dari upaya menutup permanen TPS Pasar Kordon pada tanggal 18 September 2025 hingga pembersihan rutin yang dilakukan setiap Selasa dan Kamis.

Upaya yang dilakukan oleh Wali Kota bandung berdampak sia - sia karena masih banyak masyarakat yang tidak bertanggung jawab yang masi membuang sampah disekitar Pasar Kordon. Kesadaran masyarakat terkait kebersihan masih sangat kurang untuk saat ini karena masih banyak sampah yang menumpuk disekitaran Pasar Kordon walaupun sudah rutin dibersihkan.

Menurut saya, sebagai pengguna jalan, sampah yang berserakan disekitar Pasar Kordon ini seringkali menyebar hingga ke jalan utama. Hal ini menyebabkan timbulnya bau yang menyengat akibat pembusukan sampah-sampah organik dan sampah rumah tangga yang dibuang sembarangan.

Sampah-sampah yang dibuang secara sembarangan oleh masyarakat yang tidak bertanggung jawab menyebabkan para pengguna jalan merasa tidak nyaman. Sebagai pengguna jalan yang aktif melewati Pasar Kordon, hal ini bisa membahayakan pengguna jalan karena dapat mengganggu fokus para pengendara motor.

Volume sampah yang disumbangkan oleh Kota bandung ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir) perhari adalah sebanyak 1.600-ton perhari. Sampah-sampah ini didominasi oleh sisa makanan sekitar 44,52%, sampah plastik sekitar 16,70%, dan sampah kertas sekitar 13,12%.

Sampah yang Masih Berserakan Di Sekitar Pasar Kordon, Jln. Ibrahim Adjie, Kujangsari, Kec. Bandung Kidul, Kota Bandung Kamis 27 November 2025 (Sumber: Nasywa Alya | Foto: Nasywa Alya)
Sampah yang Masih Berserakan Di Sekitar Pasar Kordon, Jln. Ibrahim Adjie, Kujangsari, Kec. Bandung Kidul, Kota Bandung Kamis 27 November 2025 (Sumber: Nasywa Alya | Foto: Nasywa Alya)

Dari data tersebut dapat dilihat bahwa sampah makanan atau organik lebih mendominasi yang berarti sampah itu kemungkinan besar berasal dari limbah rumah tangga atau limbah pasar. Dampak nyata sangat terlihat didepan mata akibat penumpukan sampah di Kota Bandung ini terutama di Pasar Kordon.

Posisi Pasar Kordon yang tepat berada di sebelah Sungai Cikapundung menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir yang disebabkan oleh kelalaian masyarakat itu sendiri. Oleh karena itu, akan lebih baik jika masyarakat lebih aware terhadap peraturan yang telah ditetapkan Wali Kota Bandung. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Nasywa Alya Kirana
Mahasiswa S1 Digital Public Relations 2025 Telkom University.

Berita Terkait

News Update

Beranda 11 Apr 2026, 08:51

JPO Berkarat dan Berlubang Membahayakan Pelajar di Batas Kota Bandung–Cimahi, Tanggung Jawab Siapa?

JPO di Jalan Amir Machmud rusak parah: lantai berlubang, berkarat, dan tanpa atap pelindung, membahayakan pejalan kaki terutama pelajar.

Pelejar berjalan di JPO di Jalan Amir Machmud, perbatasan Kota Bandung dan Cimahi, Jumat, 10 April 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 10 Apr 2026, 20:01

Antara Bandung yang Kubayangkan dan Kenyataan yang Kutemui

Bagi banyak orang, Bandung selalu punya tempat istimewa dalam imajinasi.

Jalan Asia-Afrika, depan Alun-Alun Kota Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Suci Firda)
Ayo Netizen 10 Apr 2026, 18:23

WFH sebagai Cermin Budaya Kerja Aparatur

Hilangnya kehadiran fisik dalam WFH menantang organisasi untuk membangun sistem penilaian kerja yang berbasis output dan tanggung jawab.

Ilustrasi Aparatur Sipil Negara (ASN). (Sumber: Diskominfo Depok)
Bandung 10 Apr 2026, 16:36

Mengenal Dongmoon Dimsum, Ikon Kuliner Baru di Pasar Cihapit yang Viral Lewat Varian Mentai

Di tengah gempuran tren kuliner viral yang silih berganti, Dongmoon Dimsum tetap kokoh menancapkan eksistensinya, memperkuat jajaran destinasi kuliner di Pasar Cihapit, Bandung.

Di tengah gempuran tren kuliner viral yang silih berganti, Dongmoon Dimsum kokoh menancapkan eksistensinya, memperkuat jajaran destinasi kuliner di Pasar Cihapit, Bandung. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Iqbal Roem)
Ikon 10 Apr 2026, 15:17

Sejarah Istana Cipanas, Warisan Kolonial di Kaki Gunung Gede Pangrango

Istana Cipanas bermula dari rumah singgah abad ke-18, berkembang menjadi istana kepresidenan yang menyimpan jejak kolonial, perang, hingga keputusan penting negara

Lukisan Istana Cipanas, Cianjur, tahun 1880-1890-an. (Sumber: Tropenmuseum)
Wisata & Kuliner 10 Apr 2026, 13:26

Jelajah Wisata Pangalengan dengan Pilihan Tempat Menginapnya

Pangalengan punya sejarah penginapan panjang, dari Berghotel hingga glamping modern di Rahong dan Situ Cileunca dengan nuansa alam yang menenangkan.

Muara Rahong Hills, salah satu glamping tempat menginap wisatawan di Pangalengan. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Wisata & Kuliner 10 Apr 2026, 13:18

Panduan Wisata Gunung Guntur, "Semeru"-nya Jawa Barat dengan Panorama Spektakuler

Gunung Guntur menawarkan jalur berpasir terjal, panorama pegunungan luas, serta pengalaman mendaki unik di gunung berapi aktif dekat pusat Kota Garut.

Gunung Guntur dilihat dari kawasan pemandian Cipanas, Garut (Sumber: Wikimedia)
Beranda 10 Apr 2026, 09:29

Power of Ibu-ibu Cibogo Mengubah Sampah Jadi Gerakan Kolektif yang Berdampak Nyata

Power of Ibu-Ibu Cibogo mengubah pengelolaan sampah rumah tangga menjadi gerakan kolektif yang berdampak, menghadirkan solusi lingkungan sekaligus manfaat sosial dan ekonomi bagi warga.

Ibu-ibu di Cibogo, Kecamatan Sukajadi mengolah sampah rumah tangga yang memberikan perubahan terhadap kehidupan sosial dan ekonomi warga. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 10 Apr 2026, 08:30

Tren Rambut Lady Diana

Kehebohan para wanita Kota Bandung dari berbagai kalangan usia meniru gaya rambut Lady Diana saat tahun 1980-an

Lady Diana. (Sumber: Flickr | Foto: Joe Haupt)
Bandung 09 Apr 2026, 19:40

Urgensi Literasi Keuangan dan Akselerasi Sektor Riil demi Resiliensi Ekonomi Jawa Barat

Di tengah derasnya arus digitalisasi keuangan, Jawa Barat menghadapi tantangan besar: bagaimana memastikan inklusi keuangan berjalan selaras dengan literasi?

Ilustrasi. Di tengah derasnya arus digitalisasi keuangan, Jawa Barat menghadapi tantangan besar bagaimana memastikan inklusi keuangan berjalan selaras dengan literasi. (Sumber: Ayobiz.id/Gemini Generated)
Ayo Netizen 09 Apr 2026, 18:18

Asyiknya Berburu Koran Era 2000-an

Berburu koran tidak hanya mencari informasi, berita, ilmu pengetahuan, melainkan momentum bersejarah saat menerima (menjemput), ikhtiar, harapan dan kenyataan untuk terus belajar sepanjang hayat.

Aa Akil, anak kedua tengah asyik baca koran, Sabtu (4/4/2026) (Sumber: Istimewa | Foto: IBN GHIFARIE)
Wisata & Kuliner 09 Apr 2026, 16:40

Wisata Pantai Patimban, Pesisir Subang Utara yang jadi Pelabuhan Logistik

Pantai Patimban tawarkan sunset, kuliner laut, dan suasana santai, namun kini berubah sejak hadirnya Pelabuhan Internasional.

Pantai Patimban Subang. (Sumber: Wikimedia)
Beranda 09 Apr 2026, 16:39

Beralih ke Motor Listrik, Ojol Hadapi Dilema Antara Hemat Biaya dan Keterbatasan Jarak

Peralihan ojol ke motor listrik menghadirkan efisiensi biaya, namun dibayangi tantangan jarak tempuh dan infrastruktur, memaksa pengemudi lebih cermat mengatur strategi kerja.

Rizki Ahmad sedang melakukan pengisian baterai motor listrik di Kantor Pos Ujung Berung Kota Bandung, pada Kamis, 9 April 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Toni Hermawan)
Ayo Netizen 09 Apr 2026, 15:02

4 Ide Tulisan Hari Besar Terkait Tema Ayonetizen April 2026: Kartini, Asia-Afrika, sampai Hari Puisi

Bulan April penuh dengan momentum yang bisa diubah jadi cerita.

Warga berwisata di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Minggu, 30 April 2023. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Bandung 09 Apr 2026, 13:42

Menjembatani Kreativitas dan Regulasi: Menilik Tantangan Ekonomi Kreatif di Bandung

Pemerintah dan pelaku ekraf Bandung bedah regulasi & standar harga pengadaan dalam Ruang Dialog Ekraf guna dorong dampak ekonomi nyata.

Ilustrasi. Ekonomi kreatif (Sumber: Ist)
Ayo Netizen 09 Apr 2026, 13:14

Dari Sampah Menjadi Penjernih Sungai

Mahasiswa Tel-U menggagas website edukasi Ecoenzyme untuk atasi banjir Bojongsoang, Kabupaten Bandung.

Ilustrasi banjir yang menggenang Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 09 Apr 2026, 12:03

Doktrin Pemikiran Manusia

Dalam konteks apapun, doktrin menjadikan sebuah pemikiran otak manusia menjadi lebih aktif dalam berbagai permasalahan.

Ilustrasi manusia. (Sumber: Pexels | Foto: beytlik)
Ayo Netizen 09 Apr 2026, 11:18

Acara Radio Legendaris Top Hits Pop Indonesia (THPI) dari Radio Ganesha Bandung

Di Bandung, salah satu acara yang paling ditunggu adalah Top Hits Pop Indonesia (THPI).

Daftar lagu Top Hits Pop Indonesia edisi Desember 1990 yang dimuat di surat kabar Suara Pembaruan. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Kin Sanubary)
Beranda 09 Apr 2026, 09:55

Menjembatani Kesenjangan Internet: Antara Fiber, FWA, dan Harapan 5G

Kesenjangan akses internet di Indonesia masih tinggi, sehingga kombinasi fiber optik, 4G, 5G, dan FWA serta kolaborasi pemerintah dan operator jadi kunci pemerataan broadband.

Suasana Seminar Teknologi FTTH, FWA & Mobile Broadband di Aula Timur ITB Kampus Ganesa, yang membahas strategi pemerataan akses internet di tengah kesenjangan infrastruktur digital di Indonesia. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 09 Apr 2026, 09:54

Rambu dan Marka yang Tidak Dipelihara: Ancaman Sunyi di Jalanan Bandung

Rambu pudar, tertutup, dan marka hilang meningkatkan risiko kecelakaan di Bandung. Masalah ini menegaskan pentingnya pemeliharaan infrastruktur jalan.

Salah satu titik yang sering mengalami kemacetan parah di Kota Bandung, persimpangan lampu merah di Jalan Djunjunan. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ikbal Tawakal)