Selamat Hari Raya Idul Adha
1447 H • Hari Raya Kurban & Kebajikan

Bentuk Sadar Toleransi terhadap Penganut Sunda Wiwitan

Reska Okta Nur Saputra
Ditulis oleh Reska Okta Nur Saputra diterbitkan Jumat 09 Jan 2026, 07:53 WIB
Podcast bersama Bapak Ira Indrawardana, S.Sos., M.Si., Dosen Antropologi Universitas Padjajaran. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Paguyuban Project)

Podcast bersama Bapak Ira Indrawardana, S.Sos., M.Si., Dosen Antropologi Universitas Padjajaran. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Paguyuban Project)

Di tengah arus modernisasi yang deras, budaya Sunda Wiwitan sebagai salah satu warisan leluhur masyarakat Sunda di Jawa Barat semakin terpinggirkan. Para ahli budaya dan tokoh masyarakat setempat mengingatkan bahwa pengenalan nilai-nilai Sunda Wiwitan sejak dini kepada generasi muda menjadi kunci untuk menjaga keberlanjutan tradisi ini. Tanpa langkah cepat, warisan spiritual dan kearifan lokal ini bisa punah dalam beberapa dekade mendatang.

Sunda Wiwitan, yang dikenal juga sebagai agama asli Sunda, menekankan hubungan harmonis antara manusia, alam, dan roh leluhur. Praktiknya meliputi upacara adat seperti ngalaksa, sesajen, dan penghormatan kepada Sang Hyang Tunggal melalui ritual-ritual yang sarat makna. Namun, dengan masuknya pengaruh globalisasi, banyak anak muda lebih tertarik pada gaya hidup urban daripada mempelajari ajaran leluhur mereka.

Menurut Ira Indrawardana, seorang antropolog dari Universitas Padjadjaran, "Sunda wiwitan adalah kepercayaan adat asli masyrakat sunda yang belum familiar secara luas dan seringkali dibedakan oleh negara dengan agama-agama lain. Sunda Wiwitan mengajarkan kebaikan, perhormatan terhadap alam dan harmoni hidup bersama."

Kunjungan ke Kampung Adat Cireundeu

Kunjungan ke festival Cireundeu, Kampung adat Cireundeu, Kota Cimahi. (Sumber: Dokumen Pribadi | Foto: Paguyuban Project)
Kunjungan ke festival Cireundeu, Kampung adat Cireundeu, Kota Cimahi. (Sumber: Dokumen Pribadi | Foto: Paguyuban Project)

Melihat hal tersebut, mahasiswa Akidah dan Filsafat Islam UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang tergabung dalam Paguyuban Project mengadakan kunjungan sekaligus observasi lapangan pada festival adat kampung cireundeu, kota Cimahi. Untuk melihat dan mendengar secara langsung bagaimana praktik filosofi sunda wiwitan dari para praktisi dan pengunjung yang hadir di acara tersebut.

Pada 15 November 2025, Di Kampung Cirendeu, Cimahi, lokasi Festival Cirendeu yang diselenggarakan oleh masyarakat adat dan Dinas Budaya dan Pariwisata Kota Cimahi, praktisi Sunda Wiwitan seperti Kang Ogi menjelaskan lebih dalam. "Sunda Wiwitan sangat erat hubungannya dengan budaya Sunda. Tidak mungkin ada acara seperti ini kalau kita tidak menjaga tradisi itu. Acara ini bertujuan mengangkat dan melestarikan tata nilai di kampung kami," kata Kang Ogi saat wawancara dengan Sendi Maulana pada Sabtu lalu.

Mahasiswi Maria Elza, yang turut hadir, menambahkan pandangan generasi muda. "Sebenarnya, Sunda Wiwitan itu lebih tepatnya ke adat. Kita harus mempertahankan adat itu, tapi juga ikuti zaman sekarang yang makin canggih. Sebagai anak muda Gen-Z, kita harus lebih open-minded, jangan cuma tahu yang gaul-gaul, tapi juga dalami adat-adat ini."

Salah satu elemen kunci yang masih bertahan adalah penggunaan sesajen sebagai simbolis. "Setau aku, masih ada sampai sekarang, terutama di beberapa daerah yang masih pakai sesajen seperti nampan berisi kelapa, bunga, dan lainnya. Itu dibawa ke tempat yang mereka percaya sebagai sumber kepercayaan leluhur," jelas Maria Elza.

Menurut Kang Ogi, "Ini bukan sekadar ritual, tapi fondasi identitas budaya. Jika kita tidak perkenalkan sejak anak-anak, generasi berikutnya akan kehilangan akar. Sekolah dan keluarga harus mulai mengintegrasikan pendidikan budaya ini ke dalam kurikulum, seperti melalui cerita rakyat, lagu daerah, dan kunjungan ke situs-situs suci."

Tantangan Terhadap Penganut Sunda Wiwitan

Dari pegalaman pribadi Ira, Ia sempat merasakan bagaimana tindakan diskriminasi dilayangkan kepada komunitas penganut sunda wiwitan lebih tepatnya pada komunitas Sunda Wiwitan di Cigugur pada masa pemerintahan Orde Baru. Saat itu komunitas Sunda Wiwitan yang hendak merayakan upacara adat seren taun, sempat dilarang oleh aparat negara, karena dianggap bukan bagian dari agama resmi yang diakui negara.

Menurut, Ira Indrawardana. konsep agama yang dipahami di Indonesia cenderung mengacu kepada konsep agama-agama Ibrahamik yang mengaruskan adanya Nabi atau utusan dan kitab suci, sehingga kepercayaan lokal seperti sunda wiwitan tidak diakui sebagai agama resmi di Indonesia. sehingga sampai sekarang, para pemeluk Sunda Wiwitan masih dianggap sebatas sebagai penghayat bukan suatu agama yang dapat tercantum di dalam identitas seperti KTP.

Baca Juga: Longser Sunda 'Kabayan Ngalalana' Menampilkan Figur yang Berbeda dari Mang Kabayan

Padahal sama dengan sistem kepercayaan lainnya, Sunda Wiwitan yang merupakan kepercayaan sekaligus kebudayaan yang sampai saat ini masih banyak diamalkan mengajarkan hal yang sama dengan misi agama-agama yang telah mapan lainnya yakni ajaran kebaikan, penghormatan terhadap alam dan harmoni hidup berdampingan.

Upaya Menumbuhkan Kesadaran Toleransi Kolektif

Sebagai langkah lanjut dari kunjungan ke kampung adat tersebut, Paguyuban Project mengundang Ira Indrawardana, S.Sos., M.Si. seorang Antropolog Sunda Wiwitan dari Universitas Padjajaran untuk menjadi narasumber dalam podcast yang diunggah pada laman youtube Paguyuban Project. Tujuannya sederhana: mendidik generasi muda soal nilai-nilai budaya Sunda Wiwitan, mengatasi kesenjangan pengetahuan karena globalisasi, mendorong diskusi interaktif antara praktisi adat dan pendengar muda, serta meningkatkan toleransi terhadap penghayat kepercayaan.

Dengan podcast ini, mereka berharap bisa tingkatkan kesadaran kolektif, dorong partisipasi aktif dalam pelestarian budaya, dan hasilkan dampak jangka panjang seperti minat pemuda yang lebih besar terhadap kearifan lokal. Melalui langkah-langkah seperti ini, diharapkan kearifan lokal bisa kembali bersinar, bukan sebagai fosil masa lalu, melainkan sebagai sumber inspirasi untuk masa depan yang lebih harmonis. (*)

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Reska Okta Nur Saputra
Suka Ayam Geprek

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 26 Mei 2026, 18:26

Makna Berkurban di Tengah Hidup yang Serba Sulit

Hari Raya Idul Adha tidak hanya dimaknai sebagai ibadah kurban, tetapi juga refleksi atas berbagai pengorbanan masyarakat yang sering kali tidak terlihat di tengah hidup yang semakin sulit.

Ilustrasi hewan kurban. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Biz 26 Mei 2026, 17:05

Melon Premium Margamukti, dari Desa ‘Tanpa Keunikan’ sampai Berhasil Ciptakan Ekosistem Mandiri

BUMDes Marga Makmur menciptakan ‘pasar’. Menciptakan jaringan petani sampai menghubungkan mereka kepada para pembeli.

Hasil budidaya melon premium di Desa Margamukti, Sumedang Utara, (22/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 15:15

Demokratisasi Rasa: Potret Arsitektur Sosial dan Spiritual di Atas Meja Makan Idul Adha

Pesta kuliner yang terjadi selama Idul Adha merupakan manifestasi dari rasa syukur yang mendalam.

Ilustrasi olahan rendang dari daging kurban Idul Adha. (Sumber: Unsplash | Foto: prananta haroun)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 14:04

Duel Klasik Persib vs PSMS di Final Divisi Utama Perserikatan 1985

Final Divisi Utama Perserikatan 1985 antara Persib Bandung melawan PSMS Medan di Stadion Utama Senayan, Jakarta, pada 23 Februari 1985.

Berdiri dari kiri: Iwan Sunarya, Dede Iskandar, Sobur, Kosasih, Wawan Karnawan,  Ajat Sudrajat. Jongkok: Jafar Sidik, Suryamin, Sukowiyono, Adeng Hudaya dan Robby Darwis. (Sumber: tabloid BOLA edisi Februari 1983 | Foto: koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 13:00

Wededed ... Ikoniknya para Bobotoh Encib

Selebrasi para bobotoh Persib saat ini yang paling ikonik adalah sepeda motor yang digeber-geber sehingga menghasilkan suara wededed.

Ribuan Bobotoh mengikuti konvoi perayaan juara Super League 2025–2026 di Kota Bandung, Minggu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 12:12

Di Balik Konvoi Juara Persib 2026, Netizen Heran Banyak Kejadian 'Aneh' Tahun Ini

Keresahan sebagaian publik yang terjadi pada momentum konvoi juara tim Persib Bandung tahun 2026.

Puluhan ribu bobotoh memenuhi jalan Asia-Afrika, Kota Bandung saat konvoi Persib Bandung juara Super League 2025-2026, Sabtu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 26 Mei 2026, 11:24

3 Catatan untuk Konvoi Persib di Masa Depan: Sterilisasi Jalur, Keselamatan Bobotoh, dan Masalah Sampah

Konvoi juara Persib menyisakan sejumlah evaluasi, mulai dari sterilisasi jalur, keselamatan Bobotoh saat berdesakan, hingga 112 ton sampah di Kota Bandung.

Pemain dan official Persib Bandung bersama Puluhan ribu bobotoh memenuhi jalan Asia-Afrika, Kota Bandung saat konvoi Persib Bandung juara Super League 2025-2026, Sabtu 24 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Wisata & Kuliner 26 Mei 2026, 09:58

Pemandian Air Panas Cimanggu kini hadir dengan wajah baru sebagai Jiwanta Hot Spring di kawasan Ciwidey.

Jiwanta Hot Spring menghadirkan konsep baru pemandian air panas alami dengan fasilitas lebih modern di Ciwidey.

Pemandian Air Panas Cimanggu. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Linimasa 26 Mei 2026, 09:51

Dupan, Ketika Citarum Menolak Surut

Banjir kembali merendam Sapan Bandung. Luapan Sungai Citarum membuat Dupan terus hidup sebagai langganan genangan warga.

Banjir Citarum di Sapan. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Biz 26 Mei 2026, 09:29

Ukir Prestasi Gemilang, PT PLN Nusantara Power UP Cirata Sabet Trofi TOP CSR Awards 2026

PT PLN Nusantara Power UP Cirata sukses memborong penghargaan bergengsi TOP CSR Awards 2026 atas komitmen keberlanjutan sosial mereka.

Ukir Prestasi Gemilang, PT PLN Nusantara Power UP Cirata Sabet Trofi TOP CSR Awards 2026
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 08:21

Remitologisasi Sunda: Milangkala Tatar Sunda Mestinya 11 Oktober

Remitologisasi merupakan hak, bahkan kewajiban, bagi suatu bangsa yang sedang krisis jatidiri. Namun, mesti dilakukan dengan baik dan benar.

Prasasti Kebon Kopi II/Prasasti Pasir Muara. (Sumber: Leiden Library)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 07:40

Fenomena Mematikan Centang Biru pada WhatsApp dalam Perspektif Etika Komunikasi Digital

Fenomena mematikan centang biru WhatsApp mencerminkan perubahan etika komunikasi digital antara kebutuhan privasi, kenyamanan, dan ekspektasi respons instan.

Ilustrasi fenomena mematikan fitur centang biru pada WhatsApp. (Sumber: Dok. Penulis)
Ayo Netizen 25 Mei 2026, 19:25

Bandung Kembali Berpestapora untuk Tiga Kali Berturut-turut

Persib Bandung resmi menyambit gelar Liga Indonesia yang ke-5 kalinya dalam tiga kali berturut-turut. Euforia perayaan di Kota Bandung pun kembali menjadi perhatian.

Para Bobotoh merayakan gelar juara Persib Bandung di Liga Super Indonesia 2025/2026. (Sumber: Dokumentasi Penulis).
Ayo Biz 25 Mei 2026, 18:51

Cerita dari Sumedang Utara, ‘Revolusi Mindset’ Warga Margamukti hingga Jadi Desa BRILiaN

Masuk 15 besar Desa BRILiaN 2025 bukan garis finish, melainkan titik awal bagi Desa Margamukti.

Kepala Desa Margamukti, Siti Nuraeni Sofa (tengah berjilbab hitam baju orange) saat acara promosi B2B budidaya melon premium. (Sumber: Ayobandung.id/Aris Abdulsalam)
Linimasa 25 Mei 2026, 17:18

Sisa-sisa Kejayaan Persib Bandung di Si Jalak Harupat

Si Jalak Harupat masih menyimpan jejak kejayaan Persib lewat pedagang jersey dan kenangan juara liga.

Kondisi pedagang suvenir Persib di Stadion Si Jalak Harupat. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 25 Mei 2026, 15:29

Persib Juara ala Atomic Habits

Analisa kemenangan Persib lewat Prinsip Atomic Habits-nya James Clear.

Pemain Persib Bandung mengangkat piala usai pertandingan melawan Persijap Jepara dalam Super League 2025-2026 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Gedebage, Kota Bandung, Sabtu 23 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 25 Mei 2026, 12:10

Magot, dan Kesabaran Warga Bandung Mengurus Sampah Dapur

Majelis Ta'lim Baitul Mu'min membuat acara pengajian mengundang mahasiswa ITB menggelar pelatihan pengolahan sampah organik rumah tangga dengan menggunakan magot BSF atau larva Black Soldier Fly.

Jamaah Masjid Baitul Mu'min Mengikuti Pelatihan Pengolahan sampah dengan Magot. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Uwes Fatoni)
Beranda 25 Mei 2026, 10:17

Bandung Berpesta Semalaman untuk Persib, Petugas dan Warga Lokal Bersihkan Sampah Sejak Pagi Buta

Pas datang tadi mah kondisinya kacau, Kang. Pabalatak pisan. Plastik, botol minuman, bungkus makanan, bekas flare, pokokna loba pisan.

Handoyo bersama warga dan unsur kewilayahan ikut turun membersihkan sampah bekas konvoi di kawasan Pasupati, Senin 25 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 25 Mei 2026, 10:16

Persib, Bobotoh, dan Komunikasi Kota yang Membiru

Persib juara bukan sekadar prestasi, tetapi peristiwa komunikasi publik. Konvoi bobotoh menjadi bahasa kolektif yang membangun identitas, emosi, dan solidaritas kota.

Puluhan ribu bobotoh memenuhi jalan Asia-Afrika, Kota Bandung saat konvoi Persib Bandung juara Super League 2025-2026, Sabtu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Biz 25 Mei 2026, 09:45

Support System yang Membentuk Ekosistem: Potret UMKM Bandung Hari Ini

Seperti inilah cara ekosistem UMKM di bawah binaan BRI menjalani arah bisnis yang sehat.

Kampung Kreatif Batik Difabel, bagian dari UPTD Pusat Pelayanan Sosial Griya Harapan Difabel (GHD), Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)