Optimalisasi Keterampilan Pemrograman dalam Kehidupan Sehari-Hari

Constantinus Ramakusha Pranendriya
Ditulis oleh Constantinus Ramakusha Pranendriya diterbitkan Jumat 09 Jan 2026, 09:01 WIB
Keterampilan pemrograman memiliki tingkat kesulitan yang lumayan tinggi untuk kebanyakan orang, sehingga terkadang dipertanyakan apakah mutunya melebihi kesulitannya? (Sumber: Pexels | Foto: hitesh choudhary)

Keterampilan pemrograman memiliki tingkat kesulitan yang lumayan tinggi untuk kebanyakan orang, sehingga terkadang dipertanyakan apakah mutunya melebihi kesulitannya? (Sumber: Pexels | Foto: hitesh choudhary)

Arus digitalisasi semakin menghanyutkan banyak orang di generasi ini dan hampir secara langsung menuntut siapa saja yang ada di dalamnya untuk melek terhadap wawasan dan keterampilan digital, salah satunya adalah pemrograman, keterampilan yang semakin sering dicari dan dibutuhkan.

Tidak dapat dihindarkan bahwa keterampilan pemrograman bukanlah keterampilan yang mudah dipelajari, dan hal ini terkadang memicu paradigma yang mempertanyakan apa sebenarnya kegunaan dari keterampilan itu sendiri?

Tentu saja orang-orang tidak akan mau mempelajari sistem atau algoritma rumit dan kompleks bila tidak mendapatkan buah hasil atau output yang sepadan. Orang-orang terkadang lupa bahwa keterampilan pemrograman tidak hanya memberikan dampak secara digital tetapi juga non digital, misalnya dari pembentukan sistem berpikir atau alur nalar. Tulisan ini akan memaparkan tentang implikasi manfaat dan kegunaan dari keterampilan pemrograman. 

Dilansir dari CNBC Indonesia, riset dari tim World Economy Forum (WEF) menyatakan 23% dari tenaga kerja di segala bidang industri di seluruh dunia akan berubah total dalam lima tahun ke depan, baik dalam bentuk bidang pekerjaan yang musnah maupun profesi baru yang muncul. Dari sekian banyak perubahan tenaga kerja, jenis profesi yang paling banyak dicari sampai 2027 mendatang, menurut sumber yang sama, adalah spesialis kecerdasan buatan dan machine learning, dan kedua jenis profesi ini memerlukan keterampilan pemrograman yang terstruktur dan terlatih. 

Keterampilan untuk memecahkan masalah secara sistematis adalah suatu hal yang penting, dan kemampuan untuk memiliki struktur nalar yang sistematis sudah terdapat dalam kegiatan pemrograman secara umum, terkadang kendala muncul ketika keterampilan pemrograman ini lebih sulit dikaitkan manfaat optimalnya dengan kegiatan sehari-hari, dibandingkan dengan kebutuhan tenaga kerja global sehingga seseorang merasa “rugi” untuk menekuni keterampilan ini karena manfaatnya yang belum konkret. Padahal pada kenyataannya, keterampilan pemrograman sangat membantu dalam proses pemecahan masalah (hampir apapun) dalam kehidupan sehari-hari, karena keterampilan itu menumbuhkan pola pikir yang terstruktur, sistematis, runtut, dan logis. 

Pada esensinya, pola pemecahan masalah yang terstruktur yang tumbuh dari menekuni keterampilan pemrograman memberikan manfaat yang signifikan dan relevan sebagai bekal untuk bisa menghadapi dan memecahkan berbagai masalah dalam kehidupan sehari-hari.

Suatu hal yang terstruktur dan teratur akan lebih mudah untuk dieksekusi dibandingkan dengan yang tidak memiliki pola jelas atau keteraturan, pola pikir sistematis yang tumbuh ini menjadi hal yang esensial bahwa untuk memecahkan suatu masalah dengan baik adalah dengan memecahkannya secara teratur, dan keteraturan ini berlaku untuk semua hal di kehidupan sehari-hari maupun bukan sehari-hari. Hal ini bisa disederhanakan menjadi beberapa langkah menurut Polya (2014) di dalam bukunya yang berjudul How to Solve It yang menyatakan bahwa ada empat langkah sederhana untuk bisa memecahkan suatu masalah dengan keteraturan yang optimal. 

“First. You have to understand the problem, introduce suitable notation, separate the various parts of the conditions. Second. Find the connection between the data and the unknown. You may be obliged to consider auxiliary problems if an immediate connection cannot be found. You should obtain eventually a plan of the solution. Third. Carry out your plan, check each step, can you prove that it is correct? Fourth. Examine the solution obtained, can you use the result, or the method, for some other problem?” (Polya, 2014)

Pola pikir kritis yang tumbuh dari menekuni keterampilan pemrograman secara tidak langsung juga merangsang alur nalar yang logis, misalnya ada seorang mahasiswa teknik informatika yang diberikan tugas untuk membuat program yang bisa mentransformasi input berupa suatu bilangan menjadi bentuk kuadratnya, maka mahasiswa tersebut harus mencari cara yang logis untuk menghasilkan output yang diinginkan, yaitu bentuk kuadrat dari bilangan awalnya, secara logis kasus tersebut memerlukan solusi berupa perkalian bilangan awal dengan bilangan awal itu sendiri.

Tumbuhnya pola pikir dan alur nalar yang logis ini akan menjadi bekal yang sangat relevan untuk bisa menemukan solusi atau memutuskan suatu keputusan yang bijak dari permasalahan kompleks maupun sederhana yang bisa ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.

Seseorang yang telah menumbuhkan pola pikir yang kritis akan cenderung memiliki sikap yang lebih terbuka terhadap ide-ide yang baru atau asing, dibandingkan dengan mereka yang pola pikir kritisnya belum tumbuh dengan optimal. Keterbukaan pemikiran ini akan bisa menghadirkan banyak sekali opportunities atau kesempatan dalam kehidupan seseorang yang bisa membawa banyak hal-hal baru.

Misalnya, seseorang yang lebih terbuka terhadap kesempatan atau ide baru tidak akan menaruh identifikasi atau tendensi yang buruk terhadapnya sampai dia benar-benar mengerti tentang ide baru itu, sedangkan seseorang yang kurang kritis akan cenderung lebih dahulu menilai dan mengidentifikasi ide tersebut dibandingkan mencoba mengertinya, dan kondisi seperti ini seringkali lebih banyak membawa kekecewaan atau penyesalan karena seseorang tersebut kemungkinan besar telah kehilangan kesempatannya. 

Kemampuan intelektual yang tumbuh ini, untuk jangka panjang, sangat berdampak baik untuk kehidupan seseorang karena bisa menyebar ke banyak bidang seperti bisnis, politik, sains, dan sejenisnya dan dalam bidang-bidang tersebut, alur nalar yang logis menjadi suatu hal yang sangat relevan.

Misalnya dalam bidang politik, seorang politisi yang berintegritas dan logis bisa menemukan solusi yang optimal dan ideal untuk suatu masalah. Dalam bidang sains, seorang ilmuan yang logis tentu akan bisa menghadapi berbagai persamaan, perhitungan, atau kalkulasi yang menuntut alur nalar rasional dan logis yang tinggi selama dia mau berusaha dan gigih. 

Baca Juga: Bentuk Sadar Toleransi terhadap Penganut Sunda Wiwitan

Keterampilan pemrograman menumbuhkan pola pikir kritis dan alur nalar logis yang berdampak kepada banyak sekali hal dan juga relevan untuk banyak sekali masalah dalam kehidupan sehari-hari. Seperti yang telah dinyatakan oleh WEF melalui risetnya bahwa akan ada 23% perubahan total ketenagakerjaan dalam lima tahun ke depan dan dari banyaknya profesi, yang terbanyak dicari adalah profesi yang sangat menuntut kemampuan untuk berpikir kritis dan bernalar logis, kesempatan untuk bisa mengaplikasikan manfaat yang konkret dari keterampilan pemrograman semakin nyata di masa mendatang. 

Maka dari itu, manfaat dari keterampilan pemrograman secara implisit bisa menumbuhkan seseorang menjadi pribadi yang berpikiran terbuka dan memiliki alur nalar yang logis dan sistematis, dan seperti yang telah dinyatakan, karakter atau value ini memiliki harga yang tinggi di dunia kerja di masa mendatang. Sehingga keragu-raguan dalam melihat manfaat konkret dari menekuni keterampilan pemrograman dalam kehidupan sehari-hari menjadi suatu hal yang bisa diatasi karena pada kenyataannya banyak sekali yang bisa dihasilkan dari menekuni keterampilan itu secara implisit maupun eksplisit, selain menjadi andal dalam membuat program, juga seseorang menjadi bijak dalam berpikir. (*)

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Constantinus Ramakusha Pranendriya
Mahasiswa UNPAR angkatan 2025 di Fakultas Sains dengan prodi Teknik Informatika.
Nilai artikel ini
Klik bintang untuk menilai

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 09 Jan 2026, 20:34 WIB

Bandung dan Tawanan Kota yang Terjajah Diam-Diam: Sebuah Resolusi Baru

Kota bergerak maju, tapi belum pulih. Di balik modernitas, tersisa warisan kolonial yang membentuk birokrasi, selera, dan mimpi warga.
Persimpangan Jalan Braga dan Jalan Naripan tahun 1910-an. (Sumber: kitlv)
Beranda 09 Jan 2026, 19:07 WIB

Sebelum Terlambat 2030, Strategi Komunikasi SDGs Harus Melampaui Jargon Birokrasi

SDGs adalah milik kita semua; dan komunikasi adalah kunci untuk membuka partisipasi kolektif.
SDGs adalah milik kita semua; dan komunikasi adalah kunci untuk membuka partisipasi kolektif. (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Biz 09 Jan 2026, 17:49 WIB

Keamanan Data dan Masa Depan AI: Jalan Panjang Membangun Kepercayaan Publik

Di Indonesia, AI sudah semakin relevan dan meresap ke dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari rekomendasi konten hiburan, aplikasi belajar daring, hingga layanan finansial digital.
Ilustrasi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence atau AI). (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 17:14 WIB

Bandung Semakin Padat, Saatnya Berbenah Sebelum Terlambat

Kemacetan di Bandung dipicu kendaraan berlebih, jalan sempit, angkutan umum kurang baik, wisatawan, dan parkir liar.
Kemacetan di salah satu ruas jalan Kota Bandung di Jl. A. Yani  Kacapiring. 01/12/25 (Sumber: Naila Husna Ramadan)
Beranda 09 Jan 2026, 16:37 WIB

Wajah Lain Wisata Delman di Kota Bandung: Romantis bagi Wisatawan, Berat bagi Kuda

Tantangan besarnya adalah kebutuhan akan regulasi yang mampu menjembatani kepentingan hewan, kusir, dan penumpang secara adil.
Ade, kusir delman di sekitar wilayah Gedung Sate. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Biz 09 Jan 2026, 16:28 WIB

Food Genomics, Teknologi Nutrisi Presisi yang Mengubah Cara Anak Muda Makan

Generasi millennial dan Gen Z, yang tumbuh bersama teknologi dan terbiasa dengan personalisasi dalam setiap aspek hidupnya, mulai melirik pendekatan baru yakni food genomics atau nutrigenomik.
Generasi millennial dan Gen Z, yang tumbuh bersama teknologi dan terbiasa dengan personalisasi dalam setiap aspek hidupnya, mulai melirik pendekatan baru yakni food genomics atau nutrigenomik. (Sumber: Ist)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 16:13 WIB

Balai Kota Bandung sebagai Promotor Produk Kriya Unggulan Glassware dan Mesin Roaster Kopi

Gedung balai kota mesti bisa menjadi promotor bagi kriya glassware eksklusif dan mesin roaster kopi buatan Bandung.
Halaman balai kota Bandung. (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Jelajah 09 Jan 2026, 16:00 WIB

Hikayat Tamasya Baheula di Kawah Putih Ciwidey, Tempat Healing Kompeni yang Sepi dan Sunyi

Kawah Putih Ciwidey tampil sebagai tujuan berat dan hening dalam Gids van Bandoeng 1927 lengkap dengan belerang dan tanjakan panjang.
Lukisan Kawah Putih Franz Wilhelm Junghuhn. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 15:43 WIB

Penipuan Online: Apakah Ada Hukumnya?

Penipuan melalui telepon berkembang lebih cepat daripada aturan hukumnya.
Media dalam jaringan (daring). (Sumber: Pexels | Foto: Torsten Dettlaff)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 15:06 WIB

'Berkawan' dengan Gelapnya Jalan Soekarno Hatta

Jalan Soekarno Hatta makin gelap karena lampu PJU mati, membuat warga merasa was-was setiap melintas.
Jalan Soekarno Hatta ramai malam hari, motor, dan mobil bergerak di tengah padatnya arus, (01/12/2025). (Sumber: Fayyaza Jasmine | Foto: Fayyaza Jasmine)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 14:39 WIB

Bobotoh Cek! Cara Beli Single Ticket Pertandingan PERSIB di Aplikasi Resmi

Cara membeli single ticket pertandingan kandang PERSIB Bandung melalui aplikasi resmi PERSIB (PERSIBapp).
Pemain Persib Bandung, Adam Alis. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Arif Rahman)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 13:26 WIB

Bandung Terus Diganggu oleh Pungli yang Tak Kunjung Teratasi

Pungli terus mengganggu kenyamanan warga Bandung muncul berulang di berbagai ruang publik, menunjukkan lemahnya pengawasan dan kebutuhan akan tindakan tegas untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat.
Area parkir di salah satu kawasan kuliner Bandung yang sedang dipadati oleh beberapa kendaraan, terutama pada jam makan siang (4/12/2025). (Sumber: Keira Khalila K | Foto: Keira Khalila K)
Beranda 09 Jan 2026, 11:20 WIB

PKL Cicadas Tolak Jalur BRT, Spanduk Protes Bermunculan: Kami Butuh Kepastian, Bukan Sekadar Proyek

Berdasarkan temuan di lapangan, kegelisahan pedagang memuncak setelah adanya pendataan mendadak yang dilakukan dua kali, masing-masing oleh konsultan dan Satpol PP.
Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Cicadas menolak pembangunan jalur Bus Rapid Transit (BRT). (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 09:27 WIB

Weekend Retreat Bright Scholarship Regional Bandung bersama Founder Duta Inspirasi Indonesia

Suasana akrab dan inspiratif menyelimuti acara "Weekend Retreat" yang diselenggarakan oleh Bright Scholarship Regional Bandung.
Membangun Visi dan Networking: Weekend Retreat Bright Scholarship Regional Bandung Bersama Founder Duta Inspirasi Indonesia
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 09:01 WIB

Optimalisasi Keterampilan Pemrograman dalam Kehidupan Sehari-Hari

Keterampilan pemrograman memiliki tingkat kesulitan yang lumayan tinggi untuk kebanyakan orang, sehingga terkadang dipertanyakan apakah mutunya melebihi kesulitannya?
Keterampilan pemrograman memiliki tingkat kesulitan yang lumayan tinggi untuk kebanyakan orang, sehingga terkadang dipertanyakan apakah mutunya melebihi kesulitannya? (Sumber: Pexels | Foto: hitesh choudhary)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 07:53 WIB

Bentuk Sadar Toleransi terhadap Penganut Sunda Wiwitan

Kesadaran toleransi sedang ramai digaungkan, namun terkadang hanya dirasakan oleh penganut agama resmi versi pemerintah.
Podcast bersama Bapak Ira Indrawardana, S.Sos., M.Si., Dosen Antropologi Universitas Padjajaran. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Paguyuban Project)
Ayo Netizen 08 Jan 2026, 20:32 WIB

Dari Ancaman TPA hingga Harapan Transformasi

Sampah menumpuk, citra kota terancam. Bagaimana Bandung mengubah krisis jadi peluang?
Tumpukan sampah yang mencerminkan darurat lingkungan yang butuh solusi cepat di Gudang Selatan, Bandung, Jawa Barat, (01/12/2025). (Sumber: Azzahra Syifa Lestari)
Ayo Netizen 08 Jan 2026, 20:16 WIB

Kenapa Stoikisme Lebih Ampuh daripada Terjerat Pinjol? Seni Menghadapi Quarter Life Crisis

Jangan sampai salah langkah demi gengsi! Kenali cara hadapi Quarter Life Crisis dengan Stoikisme agar terhindar dari jeratan Pinjol.
Ilustrasi perasaan tersesat dan lelah mental saat menghadapi Quarter Life Crisis. (Sumber: unplash | Foto: Mehran Biabani)
Ayo Netizen 08 Jan 2026, 19:19 WIB

Kota Bandung dan Krisis Sampah

Kota Bandung kembali berada dalam sorotan publik akibat persoalan sampah yang tak kunjung teratasi.
Gunung"sampah di daerah warga jl. buanasari II no.1 , Kota Bandung pada Selasa, 2 Desember 2025. (Foto:Muhammad Fiqri A.)