Optimalisasi Keterampilan Pemrograman dalam Kehidupan Sehari-Hari

5 menit baca
Constantinus Ramakusha Pranendriya
Ditulis oleh Constantinus Ramakusha Pranendriya diterbitkan
Keterampilan pemrograman memiliki tingkat kesulitan yang lumayan tinggi untuk kebanyakan orang, sehingga terkadang dipertanyakan apakah mutunya melebihi kesulitannya? (Sumber: Pexels | Foto: hitesh choudhary)
Keterampilan pemrograman memiliki tingkat kesulitan yang lumayan tinggi untuk kebanyakan orang, sehingga terkadang dipertanyakan apakah mutunya melebihi kesulitannya? (Sumber: Pexels | Foto: hitesh choudhary)

Arus digitalisasi semakin menghanyutkan banyak orang di generasi ini dan hampir secara langsung menuntut siapa saja yang ada di dalamnya untuk melek terhadap wawasan dan keterampilan digital, salah satunya adalah pemrograman, keterampilan yang semakin sering dicari dan dibutuhkan.

Tidak dapat dihindarkan bahwa keterampilan pemrograman bukanlah keterampilan yang mudah dipelajari, dan hal ini terkadang memicu paradigma yang mempertanyakan apa sebenarnya kegunaan dari keterampilan itu sendiri?

Tentu saja orang-orang tidak akan mau mempelajari sistem atau algoritma rumit dan kompleks bila tidak mendapatkan buah hasil atau output yang sepadan. Orang-orang terkadang lupa bahwa keterampilan pemrograman tidak hanya memberikan dampak secara digital tetapi juga non digital, misalnya dari pembentukan sistem berpikir atau alur nalar. Tulisan ini akan memaparkan tentang implikasi manfaat dan kegunaan dari keterampilan pemrograman. 

Dilansir dari CNBC Indonesia, riset dari tim World Economy Forum (WEF) menyatakan 23% dari tenaga kerja di segala bidang industri di seluruh dunia akan berubah total dalam lima tahun ke depan, baik dalam bentuk bidang pekerjaan yang musnah maupun profesi baru yang muncul. Dari sekian banyak perubahan tenaga kerja, jenis profesi yang paling banyak dicari sampai 2027 mendatang, menurut sumber yang sama, adalah spesialis kecerdasan buatan dan machine learning, dan kedua jenis profesi ini memerlukan keterampilan pemrograman yang terstruktur dan terlatih. 

Keterampilan untuk memecahkan masalah secara sistematis adalah suatu hal yang penting, dan kemampuan untuk memiliki struktur nalar yang sistematis sudah terdapat dalam kegiatan pemrograman secara umum, terkadang kendala muncul ketika keterampilan pemrograman ini lebih sulit dikaitkan manfaat optimalnya dengan kegiatan sehari-hari, dibandingkan dengan kebutuhan tenaga kerja global sehingga seseorang merasa “rugi” untuk menekuni keterampilan ini karena manfaatnya yang belum konkret. Padahal pada kenyataannya, keterampilan pemrograman sangat membantu dalam proses pemecahan masalah (hampir apapun) dalam kehidupan sehari-hari, karena keterampilan itu menumbuhkan pola pikir yang terstruktur, sistematis, runtut, dan logis. 

Pada esensinya, pola pemecahan masalah yang terstruktur yang tumbuh dari menekuni keterampilan pemrograman memberikan manfaat yang signifikan dan relevan sebagai bekal untuk bisa menghadapi dan memecahkan berbagai masalah dalam kehidupan sehari-hari.

Suatu hal yang terstruktur dan teratur akan lebih mudah untuk dieksekusi dibandingkan dengan yang tidak memiliki pola jelas atau keteraturan, pola pikir sistematis yang tumbuh ini menjadi hal yang esensial bahwa untuk memecahkan suatu masalah dengan baik adalah dengan memecahkannya secara teratur, dan keteraturan ini berlaku untuk semua hal di kehidupan sehari-hari maupun bukan sehari-hari. Hal ini bisa disederhanakan menjadi beberapa langkah menurut Polya (2014) di dalam bukunya yang berjudul How to Solve It yang menyatakan bahwa ada empat langkah sederhana untuk bisa memecahkan suatu masalah dengan keteraturan yang optimal. 

“First. You have to understand the problem, introduce suitable notation, separate the various parts of the conditions. Second. Find the connection between the data and the unknown. You may be obliged to consider auxiliary problems if an immediate connection cannot be found. You should obtain eventually a plan of the solution. Third. Carry out your plan, check each step, can you prove that it is correct? Fourth. Examine the solution obtained, can you use the result, or the method, for some other problem?” (Polya, 2014)

Pola pikir kritis yang tumbuh dari menekuni keterampilan pemrograman secara tidak langsung juga merangsang alur nalar yang logis, misalnya ada seorang mahasiswa teknik informatika yang diberikan tugas untuk membuat program yang bisa mentransformasi input berupa suatu bilangan menjadi bentuk kuadratnya, maka mahasiswa tersebut harus mencari cara yang logis untuk menghasilkan output yang diinginkan, yaitu bentuk kuadrat dari bilangan awalnya, secara logis kasus tersebut memerlukan solusi berupa perkalian bilangan awal dengan bilangan awal itu sendiri.

Tumbuhnya pola pikir dan alur nalar yang logis ini akan menjadi bekal yang sangat relevan untuk bisa menemukan solusi atau memutuskan suatu keputusan yang bijak dari permasalahan kompleks maupun sederhana yang bisa ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.

Seseorang yang telah menumbuhkan pola pikir yang kritis akan cenderung memiliki sikap yang lebih terbuka terhadap ide-ide yang baru atau asing, dibandingkan dengan mereka yang pola pikir kritisnya belum tumbuh dengan optimal. Keterbukaan pemikiran ini akan bisa menghadirkan banyak sekali opportunities atau kesempatan dalam kehidupan seseorang yang bisa membawa banyak hal-hal baru.

Misalnya, seseorang yang lebih terbuka terhadap kesempatan atau ide baru tidak akan menaruh identifikasi atau tendensi yang buruk terhadapnya sampai dia benar-benar mengerti tentang ide baru itu, sedangkan seseorang yang kurang kritis akan cenderung lebih dahulu menilai dan mengidentifikasi ide tersebut dibandingkan mencoba mengertinya, dan kondisi seperti ini seringkali lebih banyak membawa kekecewaan atau penyesalan karena seseorang tersebut kemungkinan besar telah kehilangan kesempatannya. 

Kemampuan intelektual yang tumbuh ini, untuk jangka panjang, sangat berdampak baik untuk kehidupan seseorang karena bisa menyebar ke banyak bidang seperti bisnis, politik, sains, dan sejenisnya dan dalam bidang-bidang tersebut, alur nalar yang logis menjadi suatu hal yang sangat relevan.

Misalnya dalam bidang politik, seorang politisi yang berintegritas dan logis bisa menemukan solusi yang optimal dan ideal untuk suatu masalah. Dalam bidang sains, seorang ilmuan yang logis tentu akan bisa menghadapi berbagai persamaan, perhitungan, atau kalkulasi yang menuntut alur nalar rasional dan logis yang tinggi selama dia mau berusaha dan gigih. 

Baca Juga: Bentuk Sadar Toleransi terhadap Penganut Sunda Wiwitan

Keterampilan pemrograman menumbuhkan pola pikir kritis dan alur nalar logis yang berdampak kepada banyak sekali hal dan juga relevan untuk banyak sekali masalah dalam kehidupan sehari-hari. Seperti yang telah dinyatakan oleh WEF melalui risetnya bahwa akan ada 23% perubahan total ketenagakerjaan dalam lima tahun ke depan dan dari banyaknya profesi, yang terbanyak dicari adalah profesi yang sangat menuntut kemampuan untuk berpikir kritis dan bernalar logis, kesempatan untuk bisa mengaplikasikan manfaat yang konkret dari keterampilan pemrograman semakin nyata di masa mendatang. 

Maka dari itu, manfaat dari keterampilan pemrograman secara implisit bisa menumbuhkan seseorang menjadi pribadi yang berpikiran terbuka dan memiliki alur nalar yang logis dan sistematis, dan seperti yang telah dinyatakan, karakter atau value ini memiliki harga yang tinggi di dunia kerja di masa mendatang. Sehingga keragu-raguan dalam melihat manfaat konkret dari menekuni keterampilan pemrograman dalam kehidupan sehari-hari menjadi suatu hal yang bisa diatasi karena pada kenyataannya banyak sekali yang bisa dihasilkan dari menekuni keterampilan itu secara implisit maupun eksplisit, selain menjadi andal dalam membuat program, juga seseorang menjadi bijak dalam berpikir. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Constantinus Ramakusha Pranendriya
Mahasiswa UNPAR angkatan 2025 di Fakultas Sains dengan prodi Teknik Informatika.

Berita Terkait

News Update

Mayantara 25 Agu 2026, 10:04

Ketika Visual Menjadi Mata Uang di Ruang Digital

Di media sosial, perhatian telah berubah menjadi semacam mata uang baru.

Pengguna media sosial. (Sumber: Pexels | Foto: Ivan S)
Ayo Netizen 25 Agu 2026, 08:57

Cerita Pedagang Asongan di Bus MGI Bandung-Sukabumi

Banyak cerita kehidupan rakyat yang terdengar dari percakapan sederhana di transportasi umum. Untuk mengerti orang lain kadang kita perlu melihatnya sendiri.

Setiap orang yang kita temui pasti memiliki cerita dan tantangan hidupnya sendiri. Begitu juga dengan mereka yang berjuang menawarkan dagangannya di dalam bus (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 20:00

Kaukus Indonesia dalam Potret Merdeka

Bagaimanakah kita melihat potret Indonesia merdeka kini? Pertanyaan yang muncul, karena proses historis panjang seakan dilupakan. Barangkali, kaukus Indonesia telah kehilangan sosok tokoh.

Panjat pinang, salah satu lomba yang sering digelar saat Hari Kemerdekaan Indonesia setiap 17 Agustus. (Sumber: Pexels | Foto: a Ayyeee Ayyeee)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 18:13

Nasib Kuyang dalam Kebakaran Hutan Kalimantan

Ketika hutan kalimantan terbakar mungkin kuyang bisa protes kepada manusia dengan menyebar teror tapi bagaimana dengan pohon, hewan atau penghuni hutan lainnya?

Ilustrasi orang utan di tengah kebakaran hutan. (Sumber: Gemini AI)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 17:07

Jejak Rasa dari Negeri Tirai Bambu: Menelusuri Warisan Kuliner Tionghoa yang Mengakar di Bandung

Kedatangan bangsa Tionghoa membawa teknik pengolahan pangan yang secara organik berfusi dengan bahan lokal, menciptakan identitas kuliner baru yang diterima secara luas.

Cakwe Lie Tjay Tat di Gor Pajajaran, Jl. Pajajaran No.37, Pasir Kaliki, Kec. Cicendo, Kota Bandung. (Sumber: Google Review | Foto: Buyung)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 16:19

Pengalaman Berburu Buku Tua di Toko Buku Tua di Kota Bandung

Seratus persen buku-buku kuliahku aku beli di Pasar Buku Palasari. Aku sering sempatkan untuk berburu membeli buku-buku tua dan buku-buku baru, bahkan termasuk ke pasar-pasar loak di Kota Bandung.

Toko Buku di bagian depan Pasar Buku Palasari. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Ridwan K)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 15:50

Dari Josepha Alexandra Kita Belajar untuk Berani dan Kritis Terhadap Kesewenang-wenangan

LCC 4 Pilar MPR RI yang seharusnya memperkenalkan nilai-nilai kebangsaan, nilai-nilai pancasila, dan nilai-nilai demokrasi kepada generasi muda, bukan malah mempertontonkan arogansi orang dewasa.

Potret Josepha Alexandra saat mengikuti Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat. (Sumber: YouTube | Foto: @MPRRIOfficial)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 15:28

Mitigasi Kebakaran: Kota Bandung Butuh Drone dan Bambi Bucket 

Diperlukan drone dengan kemampuan Based Fire Monitoring and Suppression System yang dilengkapi kemampuan deteksi yang menggunakan AI driven hotspot.

Mitigasi kebakaran hebat di kota Bandung dengan teknologi drone dan bambi bucket (Sumber: digambar dengan bantuan AI | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 11:39

Mamah Bule dan Kang Ian, Kisah Menarik Nenek dan Cucu yang Mewarnai Media Sosial

Akun media sosial Bridgia Adhella kini telah memiliki sekitar 71 ribu pengikut, dengan ratusan unggahan yang memperlihatkan berbagai sisi kehidupan Mamah Bule dan Kang Ian.

Nenek Bule, Adellina Ganda Prawira, bersama cucu tercinta, Kang Iyan. (Sumber: Kang Iyan)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 09:14

Urgensi Program Bandung Peduli Lansia

Perlu dicari jalan tengah terkait dengan pro kontra perawatan lansia dengan cara ageing in place versus perawatan institusi

Ilustrasi program peduli lansia di Kota Bandung (Sumber: kreasi dengan Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 08:58

Kala Ponsel para ASN Jadi Arena Judi

Perang melawan judi online tidak cukup dilakukan dengan slogan moral. Ia membutuhkan kombinasi antara teknologi, penegakan hukum, literasi digital.

ASN sedang mengikuti apel. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 20:16

Menjelajahi Autentisitas Kuliner Sunda: Telaah 50 Hidangan Khas Jawa Barat

Eksplorasi terhadap 50 masakan khas Jawa Barat ini membuktikan bahwa kuliner Sunda adalah aset budaya tak ternilai.

Buku berjudul 50 Masakan Khas Jawa Barat karya Ajen Dianawati (2025). (Sumber: Dokumentasi penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Linimasa 22 Agu 2026, 13:32

Menengok Pabrik Bata Merah Manual di Nagreg Saat Musim Kemarau

Pabrik bata merah di Nagreg meningkatkan produksi saat kemarau karena proses pengeringannya masih mengandalkan panas matahari.

Menengok pabrik bata merah manual di Nagreg saat musim kemarau. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 13:25

Menelusuri Jejak Rasa: Potret Autentik Masakan Jawa Era 1960-an

Buku "Kawan Dapur: Masakan Asli Indonesia (Khusus Jawa)" hadir sebagai kompas bagi mereka yang ingin mendalami seni memasak Jawa pada masanya.

Buku berjudul "Kawan Dapur: Masakan Asli Indonesia (Khusus Jawa)" karya Ida S. yang diterbitkan Toko Buku Amin Madiun. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 11:36

Cuanki Teh Yuyun Cianjur: Obat Rindu Ketika Jauh dari Bandung

Ternyata Bandung terasa Istimewa setelah ditinggalkan. Satu hal yang saya rindukan dari Bandung adalah keragaman kulinernya.

Cuanki Sambal Ijo Teh Yuyun Cianjur. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 09:19

Sejarah Nama-Nama Hari dan Hari Libur (1)

Mengulas sejarah penamaan hari, asal-usul tujuh hari dalam sepekan, serta perkembangan penanggalan dan tradisi hari libur dari berbagai peradaban.

Kalender bulan Agustus 1898. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 08:18

Perempuan yang Merdeka tapi Masih Takut dengan Stigma Sosial

Hari ini mungkin perempuan memiliki banyak kesempatan seperti kaum pria tapi ada yang diam-diam membuat perempuan ragu ketika penilaian sosial merenggut kepercayaan dirinya

Ilustrasi perempuan. (Sumber: Pexels | Foto: Febry Arya)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 19:18

Apalah Arti Sebuah Nama: Rekonstruksi Hubungan Agus dan Agustus

Pada ruang masyarakat sering kita mendengar atas nama Agus bagi laki-laki dan Agustina bagi perempuan. Terdengar biasa saja. Nama yang diberikan oleh orangtuanya sebatas nama.

Festival Seni dan Budaya Tamansari 2026 di Taman Cascade, kawasan bawah jembatan layang Mochtar Kusumaatmadja, Tamansari, Kota Bandung, Sabtu 15 Agustus 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 17:29

Dari Serial Drama Korea 'Teach You a Lesson' dan Realitas Pendidikan Bangsa Kita

Drama yang menyajikan tentang bobroknya pendidikan di negara yang sudah dikatakan maju, serta keberpihakan pada sifat politisasi dibidang pendidikan.

Serial drama Korea "Teach You a Lesson" (Sumber: Netflix)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 16:11

Manipulasi Terselubung di Balik Penggunaan Kata Nett Zero Emission pada Perusahan Perbankan

Membahas bagaimana istilah Net Zero Emission (NZE) yang digunakan sebagai strategi pencitraan dengan menyoroti pentingnya transparansi, verifikasi independen, dan sanksi yang tegas.

Cerobong asap yang mengeluarkan asap menembus kabut tebal, yang menyoroti masalah atau kekhawatiran tentang polusi udara. (Sumber: Pexels | Foto: Сергей Нестеров)