Redefinisi Peran Ibu Pekerja: Saat Karir dan Domestik Tak Lagi Menjadi Beban Ganda

3 menit baca
Halwa Raudhatul
Ditulis oleh Halwa Raudhatul diterbitkan
Pemimpin Redaksi Digital Mama.Id, Catur Ratna Wulandari. (Sumber: Dokumen pribadi)
Pemimpin Redaksi Digital Mama.Id, Catur Ratna Wulandari. (Sumber: Dokumen pribadi)

AYOBANDUNG.ID - Narasi stigma sosial mengenai peran perempuan masih kerap berpijak pada nilai-nilai patriarkal yang mengakar kuat di masyarakat. Nilai ini menempatkan perempuan—terutama yang telah menikah—pada persimpangan semu antara karier dan keluarga. Seolah-olah ruang hidup dan haknya harus dibatasi oleh status relasional yang ia sandang.

Tekanan tersebut tidak hanya hadir dalam bentuk tuntutan sosial, tetapi juga berdampak pada kondisi psikologis perempuan. Adult Clinical Psychologist, Issara Rizkya, membagikan pengalamannya selama lima tahun menangani klien perempuan yang berkarier.

“Perempuan yang berkarir selalu merasa cemas dan khawatir jika fokus pada pekerjaannya. Ini mempengaruhi self esteem, self trust, dan self crisis,” jelasnya.

Kecemasan serupa juga menjadi perhatian Pemimpin Redaksi Digital Mama.Id, Catur Ratna Wulandari, atau yang akrab disapa Ratna. Ia menyoroti bagaimana pertanyaan soal pembagian waktu antara pekerjaan dan anak kerap diarahkan hanya kepada perempuan.

“Ini pertanyaan yang menurutku agak tidak adil. Karena pertanyaan ini hanya ditujukan kepada kami, perempuan. Tapi, nggak pernah ditanyakan ke laki-laki,” ucapnya.

Ratna menilai, cara pandang tersebut menunjukkan masih timpangnya persepsi tentang peran dalam rumah tangga.

“Karena rumah tangga itu, kan, berdua ya. Masa (urusan domestik dan anak) cuma perempuannya doang?” tambah Ratna.

Menurutnya, beban ganda yang selama ini dinormalisasi bukanlah kutukan permanen bagi ibu yang berkarier. Persoalan ini, kata Ratna, lebih pada distribusi peran yang bisa diatasi melalui komunikasi, komitmen pasangan, serta dukungan lingkungan kerja yang sehat.

“Posisi saya di rumah (dengan suami) ini setara. Kalau pagi, suami saya masak, saya nyiapin (urusan) anak. Supaya apa? Supaya kualitas tidur kita sama,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa kehidupan rumah tangga seharusnya dibangun di atas prinsip kebersamaan, bukan relasi timpang.

“Semuanya harus berbagi, karena hidup di satu rumah itu, kan, bukan salah satu yang menumpang. Istri tidak menumpang, suami juga tidak menumpang,” jelas dia.

Dukungan dan pengertian dari pasangan menjadi hal yang sangat disyukuri Ratna. Tidak hanya dalam urusan domestik dan pengasuhan anak, tetapi juga dalam kebebasannya memilih jalur karier serta mengeksplorasi hobi dan aktivitas personal.

“Saya senang sih, karena saya tetap bisa beraktivitas (melakukan) hobi. Kami berdua tetap bisa melakukan itu,” ucap Ratna.

Dalam perannya sebagai Pimpinan Redaksi Digital Mama, Ratna percaya bahwa seorang ibu tidak semata-mata diposisikan pada kerja-kerja domestik. Perempuan, menurutnya, juga memiliki kapasitas untuk mengerjakan hal-hal teknis dan menempati posisi strategis. Bersama timnya, ia berupaya menciptakan lingkungan kerja yang fleksibel tanpa mengorbankan produktivitas.

“Kami bercita-cita Digital Mama itu jadi environment yang ramah buat ibu-ibu. Mereka tetap bisa berkarya, meskipun sudah jadi ibu,” ungkapnya.

Fleksibilitas itu juga tercermin dari kebijakan sederhana yang sering dianggap remeh di banyak tempat kerja.

“Selalu ada pertanyaan ‘boleh bawa anak gak?’ Kami selalu bilang boleh. Karena nanti anak-anak akan kami buat aktivitasnya,” tambah Ratna.

Peringatan Hari Ibu setiap 22 Desember menjadi momentum untuk kembali mengingat makna peran perempuan di ruang publik. Bagi Ratna, peran tersebut sama besar dan sama strategisnya dengan laki-laki.

“Merayakan Mother’s Day itu kalau dibaca lagi sejarahnya bukan soal merayakan peran ibu secara domestik. Tapi lebih ke bagaimana pergerakan perempuan dalam memperjuangkan hak dalam ruang publik. Mulai dari hak upah dan hak suara politik yang setara,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa capaian perempuan hari ini bukanlah pemberian, melainkan hasil perjuangan panjang.

“Hak-hak yang didapat perempuan sekarang itu bukan dikasih, tapi diperjuangkan,” ucapnya.

Sebagai penutup, Ratna menyampaikan pesan penyemangat bagi para ibu dan perempuan di mana pun berada: bahwa perempuan mampu menjalani banyak peran selama diberikan kesempatan.

“Perempuan itu bisa memiliki peran banyak di dalam ataupun di luar rumah. Mudah-mudahan semua perempuan punya kesempatan untuk mengekspresikan dirinya sesuai yang dia mau. Walaupun sudah jadi ibu, cita-cita kita nggak expired kok,” tutupnya.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 07 Agu 2026, 20:15

Narasi Adiboga Sunda dalam Panggung Gastrodiplomasi Handrawina Adiboga Nusantara

Lahirnya buku Handrawina Adiboga Nusantara yang diterbitkan pada tahun 2022 menandai tonggak sejarah baru dalam kodifikasi rasa Indonesia.

Lahirnya buku Handrawina Adiboga Nusantara yang diterbitkan pada tahun 2022 menandai tonggak sejarah baru dalam kodifikasi rasa Indonesia. (Sumber: Kementrian Luar Negeri)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 18:24

Wujudkan Tipe Rumah SOHO Idaman Keluarga di Bandung

Rumah tipe SOHO multi fungsi, untuk tempat tinggal keluarga sekaligus tempat usaha.

Ilustrasi tipe rumah SOHO idaman warga Bandung (Sumber: dikreasi dengan Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 16:50

Menjelang Proklamasi Kemerdekaan di Bandung (Bagian 2)

Warga Bandung bahu-membahu untuk mempersiapkan kemerdekaan, mereka dengan penuh suka cita dan dada yang menggebu-gebu mempersiapkan segalanya dengan seksama dan hati-hati.

Pasukan Pembela Tanah Air (PETA). (Sumber: 360doc)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 15:52

Nomor Proklamasi: Ketika Majalah Selecta Menyambut Hari Kemerdekaan RI 1969

Di sampul depan Majalah Selecta Nomor 413, terbit 17 Agustus 1969 terpampang sederhana namun penuh makna: "Nomor Proklamasi".

Sampul depan Majalah Selecta Edisi Khusus Proklamasi, terbit 17 Agustus 1969, menampilkan aktris Alice Iskak sebagai model sampul. (Sumber: Koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 15:23

Melacak Jejak Gastronomi Jawa dalam Kokki Bitja (1854): Identitas, Karakteristik, dan Kontinuitas

Buku Kokki Bitja: Kitab Masakan Indis 1854 merupakan salah satu artefak sejarah kuliner tertua dan paling signifikan di Hindia Belanda.

Buku "Kokki Bitja: Kitab Masakan Indis 1854". (Sumber: Ayobandung.id)
Wisata & Kuliner 07 Agu 2026, 15:20

Jelajah Sungai Cigerendong, Surga Tersembunyi di Dusun Cukanggaleuh Pangandaran

Jelajahi Sungai Cigerendong di Desa Parakanmanggu dengan air jernih berwarna toska, pepohonan rindang, dan suasana yang masih alami.

Sungai Cigerendong Pangandaran. (Sumber: TikTok @cigerendongpangandaran)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 13:53

Dilema Bioskop Sepi di Tengah Pergeseran Budaya Instan

Apakah masyarakat kita memang masih menonton film di bioskop dengan cara yang sama seperti sebelumnya?

Ilustrasi Dilema Bioskop Sepi di Tengah Pergeseran Budaya Instan. (Sumber: Mochamad Arbani)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 11:58

Cipatat dan Krisis Kesehatan yang Tak Terlihat

Negara wajib memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak dibangun di atas kesehatan dan penderitaan masyarakat. 

Beberapa truk bayawak pengangkut batu kapur terparkir di wilayah Cipatat Kabupaten Bandung Barat. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ananda)
Ikon 07 Agu 2026, 11:15

Alun-alun Kota Cimahi, Pusat Pertemuan antara Warga dengan Ojol

Alun-alun Kota Cimahi menjadi pusat aktivitas warga, tempat bersantai, berolahraga, hingga titik berkumpul para driver ojol.

Rindang, strategis, dan nyaman, Alun-alun Kota Cimahi menjadi ruang publik sekaligus titik berkumpul para driver ojol setiap hari. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 08:40

Saat Pohon Tumbang dan Rasa Aman Dipertaruhkan

Bandung sedang menghadapi ujian besar. Ujian yang menuntut respons yang tegas, kolaboratif, dan berorientasi pada kepentingan publik.

Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) melakukan pemangkasan sejumlah pohon di ruas jalan Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 06 Agu 2026, 20:09

Menyambut Hari Kemerdekaan 2026, Deretan Ide Tulisan dari Semangat Kemerdekaan hingga Dinamika Kota Bandung

Tema tulisan tetap tidak dibatasi. Selama relevan dengan isu yang berkembang, setiap penulis bebas menentukan sudut pandang yang ingin diangkat.

Warga Kampung Pengkolan Pasang Bendera Merah Putih Sepanjang 540 Meter pada tahun 2023. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 06 Agu 2026, 18:33

Rahasia Komunikasi Digital yang Bikin Sebuah Merek Kecantikan Mudah Diingat

Menganalisis komunikasi iklan melalui website resmi dan media sosial Instagram yang menunjukkan adanya upaya perusahaan dalam membangun komunikasi yang saling terhubung.

Ilustrasi komunikasi digital merek kecantikan.
Wisata & Kuliner 06 Agu 2026, 18:07

Jelajah Gunung Salak Bogor: Pendakian, Kawah Ratu, Harga Tiket, dan Cara Booking Online

Panduan lengkap Gunung Salak mulai jalur pendakian, Kawah Ratu, harga tiket, booking online, hingga cara menuju kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak.

Gunung Salak Bogor. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 06 Agu 2026, 16:17

Berita Yudha: Potret Sejarah dari Lembaran Surat Kabar Lawas

Kini, setelah 56 tahun berlalu, Berita Yudha tetap memiliki daya tarik yang kuat sebagai sumber sejarah.

Surat kabar Berita Yudha, salah satu harian berpengaruh pada era Orde Baru yang diterbitkan oleh TNI Angkatan Darat. (Sumber: Koleksi: Kin Sanubary)
Wisata & Kuliner 06 Agu 2026, 15:59

Curug Panetean Tasikmalaya, Surga Tersembunyi dengan Leuwi Jernih

Temukan pesona Curug Panetean yang terkenal dengan kolam batu alami, air sejernih kaca, dan pengalaman berendam di tengah alam.

Curug Panetean Tasikmalaya. (Sumber: Instagram @r_dony26)
Ayo Netizen 06 Agu 2026, 15:27

Menjelang Proklamasi Kemerdekaan di Bandung (bagian 1)

Hal-hal yang jarang diketahui khalayak menjelang proklamasi kemerdekaan pada 1945 di Kota Bandung.

Menjelang masa agresi militer di Bandung 1945- 1946. (Sumber: Album Perjuangan Kemerdekaan 1945-1950)
Ayo Netizen 06 Agu 2026, 14:43

Pabrik Boleh Berpindah, tetapi Kehidupan Buruh Tidak Semudah Itu Dipindahkan

Kala terjadi PHK, opsi untuk beralih profesi tidak selalu terbuka luas. Ini membuat ketergantungan pada industri garmen semakin kuat, sekaligus mempersempit ruang negosiasi buruh.

Aktivitas buruh perempuan di sebuah pabrik tekstil di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Linimasa 06 Agu 2026, 11:40

Jelajah Cigondewah, Pusat Perdagangan Kain Kerakyatan di Bandung

Cigondewah menjadi pusat kain di Bandung sejak 1980-an. Ketahui sejarah, daya tarik, dan perkembangan bisnis tekstilnya.

Cigondewah Bandung, pusat belanja kain eceran hingga grosir yang legendaris. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 06 Agu 2026, 11:26

Mahalnya Ongkos Kemerdekaan

Negeri kita memiliki sejarah yang wajib diproklamirkan tidak hanya di bulan kemerdekaan. Sejatinya mesti dijaga dan dirawat dengan sangat baik di pikiran bukan sekadar di buku pelajaran.

Beragam bendera merah putih yang dijual para pedagang selama bulan Agustus. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 06 Agu 2026, 08:33

Jelajah 10 Kuliner Terbaik Tatar Sunda (Bagian 2): Kesegaran Tradisi dan Kekayaan Cita Rasa

Berikut adalah 5 hidangan berikutnya dari daftar 10 kuliner Jawa Barat terbaik versi Taste Atlas.

Karedok (salad sunda) di Indonesia. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Gunawan Kartapranata)