Ibu Tunggal, Aktivis, dan Jalan Panjang Melawan Stigma

Nisrina Nuraini
Ditulis oleh Nisrina Nuraini diterbitkan Senin 22 Des 2025, 10:57 WIB
Rinda Aunillah Sirait. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Nisrina Nuraini)

Rinda Aunillah Sirait. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Nisrina Nuraini)

AYOBANDUNG.ID - Sudah lebih dari satu dekade, Rinda Aunillah Sirait resmi menjalani kehidupannya dengan peran multifungsi.

Banyak peran yang Ia mainkan dalam satu waktu. Menjadi akademisi, berkegiatan sebagai aktivis lingkungan, pun pernah menjajaki dunia jurnalis di lapangan, serta tak lupa tugas terakhir yang menjadi kewajiban—seorang ibu tunggal. 

Tekadnya terhadap lingkungan dimulai dari mengambil peran sebagai Koordinator Profauna Jawa Barat semenjak 2014. Dari sana peran Rinda (46), dalam edukasi pemberdayaan lingkungan dan satwa liar melanglang buana hingga tahun 2020.

Kontribusinya dalam dunia aktivis lingkungan bukan datang dari keinginan impulsif yang tak berdasar, justru jalan itu berkembang dari sebuah luka. Suaranya yang tenang perlahan berubah menjadi sedikit bergetar dan bola matanya berkaca-kaca, 

“Ada satu momen dimana perpisahan saya dengan suami sekaligus ayah kandung dari anak saya, sedikit mengguncang psikis." 

"Akhirnya, saya berpikir sampai menemukan satu hal penting. Jika saya merasa tidak berguna bagi sesama manusia—terutama pada pasangan saya, maka saya harus berguna bagi lingkungan dan alamnya,” kenangnya.

Bukan hanya omong kosong belaka, tetapi pada akhirnya keputusan tersebut menjadi langkah awal karirnya semakin fokus di bidang lingkungan, tak lupa kesibukan menjadi aktivisme juga ternyata berperan penting sebagai penyeimbang psikologisnya pada masa transisi sang suami dan dirinya resmi berpisah.

Tak terasa dari waktu ke waktu, sumber pengalih perhatian dan psikologisnya berubah menjadi akses jendela pengetahuan yang semakin membuatnya penasaran. Kegiatan aktivisme ini kemudian berperan sebagai medium dirinya berhasil mencapai tahap kelulusan pendidikan di jenjang yang lebih tinggi, penelitian pada tahap S2 dan S3. 

“Selain membantu saya dalam topik penelitian, yang paling membuat saya betah di dunia aktivis lingkungan ini—tentu saja, karena sedikit-demi sedikit saya bisa menularkan pengetahuan soal lingkungan dan satwa liar pada anak tunggal saya. Sampai akhirnya, keputusan putri saya dalam memilih jurusan kuliah—jatuh kepada bidang konservasi kelautan,” ucapnya dengan senyum bangga. 

Walaupun yang Ia ceritakan seolah-olah tidak menunjukkan proses yang sulit dan pelik, namun di balik senyumnya yang hangat sebagai seorang Ibu, Ia ternyata menyimpan beragam luka tersembunyi yang jarang diketahui orang-orang di sekitarnya.

“Kalau ditanya tentang stigma yang melekat pada diri saya, tentu akan selalu ada. Salah satunya, fakta bahwa di tahun 2010-2013-an jurnalis perempuan masih minim jumlahnya dan status saya sebagai “Janda” kemudian sering dipermasalahkan,” kjarnya, kembali bernostalgia mengingat masa awal karirnya dahulu kala.

Tak pantang menyerah, hal itu bukanlah suatu halangan bagi Rinda untuk terus berkembang di dalam lingkup jurnalisme lingkungan. Menurutnya, kekuatan berjejaring bersama teman-teman jurnalis lainnya sangat membantu pekerjaannya di lapangan.

“Waktu itu, saya pernah mendapatkan ujaran kebencian dan pelecehan verbal di medsos. Hal itu disebabkan karena saya menulis artikel opini bersifat kontra pada saat seorang pejabat publik menghadiri satu event di siang hari, yang menghadirkan burung hantu,” terang Rinda.

Rinda menjelaskan, bahwa peristiwa itu juga membuktikan aspek kekuatan berjejaring ternyata bisa membantunya saat merasa terancam. Teman-teman jurnalis lain menyarankan dirinya untuk menutup akun demi menjaga data privasi. 

Rinda sedikit meringis, “Ada juga kasus di mana eksploitasi “doger monyet” dan pembelian sejenis owa jawa masih tergolong marak di lapangan.” 

Sebagai aktivis lingkungan, bukan hanya soal menulis artikel saja yang Ia tekuni—tetapi usahanya juga mencakup soal melakukan edukasi dan sosialisasi ke tempat-tempat pelosok yang akhirnya menjadi sebuah pembuktian diri tentang komitmen yang kuat pada bidang lingkungan.

Walaupun rekam jejaknya di sektor jurnalisme lingkungan tergolong naik-turun—tak selamanya melegakkan dan tak selamanya terintimidasi, Rinda mengingatkan bahwa menjadi perempuan merupakan sebuah pembelajaran diri yang prosesnya panjang. 

Ia pun menambahkan, supaya perempuan Indonesia lebih mandiri soal pilihan hidupnya. Namun, dipastikan untuk tetap aware dengan isu-isu lingkungan yang tentunya dibarengi dengan akses berjejaring yang luas supaya menemukan ruang lingkup yang stabil dan aman.

Berita Terkait

News Update

Beranda 07 Feb 2026, 12:14 WIB

Potret Pocong QRIS, Potret Kreativitas Jalanan di Tengah Sulitnya Lapangan Kerja

Bagi Toni dan rekan-rekannya sesama pekerja “hantu-hantuan”, yang terpenting adalah ada hasil yang bisa dibawa pulang.
Cosplayer pocong di Lembang memanfaatkan QRIS untuk menerima uang dari warga. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Jelajah 06 Feb 2026, 21:11 WIB

Polemik Tambang Galian C, Gerus Perbukitan Bandung Setiap Tahun

Walhi mencatat 15–20 hektare perbukitan hilang tiap tahun di Kabupaten Bandung akibat tambang. Kawasan imbuhan air ikut tergerus.
Ilustrasi tambang galian c. (Sumber: Ayobandung)
Bandung 06 Feb 2026, 19:52 WIB

Rahasia Pondok Pesantren di Ciwidey Menjadi Penyelamat Pasokan Pangan Jawa Barat Saat Beban Ekonomi Semakin Berat

Fokus pada sektor domestik, terutama ketahanan pangan, kini menjadi prioritas utama agar guncangan ekonomi dunia tidak langsung memukul daya beli masyarakat di tingkat akar rumput.
Al-Ittifaq bukan sekadar lembaga pendidikan, melainkan telah bertransformasi menjadi "pusat saraf" distribusi pangan yang mampu menggerakkan ekonomi desa secara profesional. (Sumber: instagram.com/alittifaq.coop)
Ayo Netizen 06 Feb 2026, 18:05 WIB

Bahasa Iklan Ramadan: Antara Religiusitas dan Strategi Komersial

Dalam dunia pemasaran, Ramadan adalah musim puncak.
Ilustrasi simbol-simbol Ramadan. (Sumber: Pexels | Foto: Anna Tarazevich)
Bandung 06 Feb 2026, 17:14 WIB

Salon Jadi Galeri, Bentuk Eksperimen Estetika Baru di Bandung ala Grey Hair and Nail Artistry

Grey Hair and Nail Artistry hadir mendobrak sekat kaku antara ruang pameran dan ruang perawatan kecantikan, menciptakan sebuah harmoni visual yang belum pernah ada sebelumnya.
Grey Hair and Nail Artistry hadir mendobrak sekat kaku antara ruang pameran dan ruang perawatan kecantikan, menciptakan sebuah harmoni visual yang belum pernah ada sebelumnya. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 06 Feb 2026, 15:06 WIB

Enak dan Asyik, Munggahan di Sop Kambing 999 Pak Kumis Pasar Segar TKI

Soal harga, Sop Kambing 999 Pak Kumis Pasar Segar Taman Kopo Indah ini bersaing dengan warung sop kambing lainnya.
Soal harga, Sop Kambing 999 Pak Kumis Pasar Segar Taman Kopo Indah ini bersaing dengan warung sop kambing lainnya. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Beranda 06 Feb 2026, 14:51 WIB

AI Menjanjikan Kemudahan dan Kecepatan, Tapi Siapa yang Menanggung Risikonya?

Isu AI kerap hanya dijadikan alat untuk memperkuat pujian terhadap kecanggihan teknologi, tanpa membuka ruang kritik yang konstruktif.
Ilustrasi penggunaan mesin AI dalam pekerjaan. (Sumber: Berke Citak on Unsplash)
Ayo Netizen 06 Feb 2026, 14:21 WIB

Tasbih Digital sebagai Sarana Zikir di Tengah Perkembangan Teknologi

Tasbih digital menjadi bukti nyata bagaimana Islam mampu menyesusikan dirinya dengan setiap medan perkembangan zaman yang deras ini
Ilustrasi tasbih yang belum digital. (Sumber: Pexels | Foto: Thirdman)
Ayo Jelajah 06 Feb 2026, 13:48 WIB

Jejak Tentara Bayaran Rusia dari Indonesia, Kisah Para Desertir di Bawah Komando Kremlin

Perang ribuan kilometer dari Indonesia tetap menarik warga Indonesia. Dua desertir ini memperlihatkan sisi gelap konflik global dan tekanan hidup personal.
Muhammad Rio (tengah), mantan polisi Indonesia yang menjadi tentara bayaran di Rusia berfoto bersama kesatuannya.
Ayo Netizen 06 Feb 2026, 13:12 WIB

Hayu Opsih

Tradisi kampung yang terkadang dianggap sederhana, kolot, justru syarat makna yang terdalam.
Tradisi bersih-bersih di Desa Cijambu, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat (KBB) jelang Ramadan. (Sumber: AyoBandung.com | Foto: Restu Nugraha)
Ayo Netizen 06 Feb 2026, 11:35 WIB

Tanda-Tanda Ramadan dan Berkah di Bulan Suci

Berikut beberapa “rasa” yang saya alami yang menunjukkan semakin dekatnya Ramadan.
Alquran dan kurma. (Sumber: Unsplash | Foto: Masjid Pogung Dalangan)
Ayo Netizen 06 Feb 2026, 08:16 WIB

Bila Munggahan di Bandung: Alhamdulillah Bisa Botram Khidmat di Kebon Binatang

Dalam tradisi Sunda, munggahan memang bukan sekadar makan bersama.
Warga memanfaatkan ruang terbuka hijau di Kebun Binatang Bandung untuk bersantai dan makan bersama. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Farisi)
Beranda 06 Feb 2026, 07:26 WIB

Kisah Alun-alun Cicendo yang Masih Ramai oleh Harapan tapi Minim Perhatian

Ruang publik ini berada di persimpangan antara tujuan awal sebagai ruang bersama warga dan realitas pengelolaan yang belum konsisten.
Anak-anak bermain di Alun-alun Cicendo yang kondisinya memprihatinkan karena tidak dirawat. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Bandung 05 Feb 2026, 21:08 WIB

Jawa Barat Kerahkan Strategi Demi Amankan Stok Pangan dan Stabilitas Harga Jelang Ramadan dan Idulfitri 2026

Menghadapi siklus tahunan lonjakan konsumsi menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026, Jawa Barat mulai memperketat pengawasan di sektor riil guna memastikan stabilitas harga di tingkat konsumen.
Menghadapi siklus tahunan lonjakan konsumsi menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026, Jawa Barat mulai memperketat pengawasan di sektor riil guna memastikan stabilitas harga di tingkat konsumen. (Sumber: Ayobandung | Foto: Kavin Faza)
Bandung 05 Feb 2026, 19:29 WIB

Grey Cube, Nafas Baru di Dago dan Ambisi Memperkuat Jantung Seni Rupa Bandung

Kehadiran Grey Cube menandai babak baru dalam cara masyarakat khususnya Bandung mengapresiasi karya seni kontemporer.
Kehadiran Grey Cube menandai babak baru dalam cara masyarakat khususnya Bandung mengapresiasi karya seni kontemporer. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Jelajah 05 Feb 2026, 18:20 WIB

Sejarah Peristiwa Cimareme 1919, Perlawanan Petani Garut yang Dipicu Krisis Pangan

Krisis pangan Hindia Belanda mengubah kebijakan wajib jual padi menjadi kekerasan. Cimareme 1919 mencatat bagaimana sawah berubah menjadi medan perang.
Wilayah Cimareme Garut tempo dulu (repro dari buku Haji Hasan Arif Riwayat Hidup dan Perjuangannya) (Sumber: NU Online)
Ayo Netizen 05 Feb 2026, 17:25 WIB

10 Netizen Terpilih Januari 2026: Resolusi untuk Bandung 2026

Sepuluh penulis terbaik yang berhasil menorehkan karya-karya berkualitas di kanal Ayo Netizen sepanjang Januari 2026.
Kota Bandung. (Sumber: Unsplash | Foto: uji kanggo gumilang)
Bandung 05 Feb 2026, 17:04 WIB

AyoBandung Gelar Workhsop Pembuatan Konten Media Sosial untuk Umum, Pemula hingga Pelaku UMKM Merapat!

AyoBizz melalui kanal utama AyoBandung.id membuka pendaftaran workshop pembuatan konten media sosial berbasiskan artificial intelligence (AI) bagi pemula, pelaku UMKM, pegiat media sosial, dan lainnya
AyoBizz melalui kanal utama AyoBandung.id membuka pendaftaran workshop pembuatan konten media sosial berbasiskan artificial intelligence (AI) bagi pemula, pelaku UMKM, pegiat media sosial, dan lainnya.
Bandung 05 Feb 2026, 16:49 WIB

Surabi Mang Encu: Jajanan Jadul, Bertahan di Malam Kosambi yang Kian Sepi

Surabi Mang Encu menciptakan momentum dagangnya sejak senja muncul, hingga hampir tengah malam waktu setempat.
Surabi Mang Encu menciptakan momentum dagangnya sejak senja muncul, hingga hampir tengah malam waktu setempat. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)