Ibu Tunggal, Aktivis, dan Jalan Panjang Melawan Stigma

3 menit baca
Nisrina Nuraini
Ditulis oleh Nisrina Nuraini diterbitkan
Rinda Aunillah Sirait. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Rinda Aunillah Sirait. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Nisrina Nuraini)

AYOBANDUNG.ID - Sudah lebih dari satu dekade, Rinda Aunillah Sirait resmi menjalani kehidupannya dengan peran multifungsi.

Banyak peran yang Ia mainkan dalam satu waktu. Menjadi akademisi, berkegiatan sebagai aktivis lingkungan, pun pernah menjajaki dunia jurnalis di lapangan, serta tak lupa tugas terakhir yang menjadi kewajiban—seorang ibu tunggal. 

Tekadnya terhadap lingkungan dimulai dari mengambil peran sebagai Koordinator Profauna Jawa Barat semenjak 2014. Dari sana peran Rinda (46), dalam edukasi pemberdayaan lingkungan dan satwa liar melanglang buana hingga tahun 2020.

Kontribusinya dalam dunia aktivis lingkungan bukan datang dari keinginan impulsif yang tak berdasar, justru jalan itu berkembang dari sebuah luka. Suaranya yang tenang perlahan berubah menjadi sedikit bergetar dan bola matanya berkaca-kaca, 

“Ada satu momen dimana perpisahan saya dengan suami sekaligus ayah kandung dari anak saya, sedikit mengguncang psikis." 

"Akhirnya, saya berpikir sampai menemukan satu hal penting. Jika saya merasa tidak berguna bagi sesama manusia—terutama pada pasangan saya, maka saya harus berguna bagi lingkungan dan alamnya,” kenangnya.

Bukan hanya omong kosong belaka, tetapi pada akhirnya keputusan tersebut menjadi langkah awal karirnya semakin fokus di bidang lingkungan, tak lupa kesibukan menjadi aktivisme juga ternyata berperan penting sebagai penyeimbang psikologisnya pada masa transisi sang suami dan dirinya resmi berpisah.

Tak terasa dari waktu ke waktu, sumber pengalih perhatian dan psikologisnya berubah menjadi akses jendela pengetahuan yang semakin membuatnya penasaran. Kegiatan aktivisme ini kemudian berperan sebagai medium dirinya berhasil mencapai tahap kelulusan pendidikan di jenjang yang lebih tinggi, penelitian pada tahap S2 dan S3. 

“Selain membantu saya dalam topik penelitian, yang paling membuat saya betah di dunia aktivis lingkungan ini—tentu saja, karena sedikit-demi sedikit saya bisa menularkan pengetahuan soal lingkungan dan satwa liar pada anak tunggal saya. Sampai akhirnya, keputusan putri saya dalam memilih jurusan kuliah—jatuh kepada bidang konservasi kelautan,” ucapnya dengan senyum bangga. 

Walaupun yang Ia ceritakan seolah-olah tidak menunjukkan proses yang sulit dan pelik, namun di balik senyumnya yang hangat sebagai seorang Ibu, Ia ternyata menyimpan beragam luka tersembunyi yang jarang diketahui orang-orang di sekitarnya.

“Kalau ditanya tentang stigma yang melekat pada diri saya, tentu akan selalu ada. Salah satunya, fakta bahwa di tahun 2010-2013-an jurnalis perempuan masih minim jumlahnya dan status saya sebagai “Janda” kemudian sering dipermasalahkan,” kjarnya, kembali bernostalgia mengingat masa awal karirnya dahulu kala.

Tak pantang menyerah, hal itu bukanlah suatu halangan bagi Rinda untuk terus berkembang di dalam lingkup jurnalisme lingkungan. Menurutnya, kekuatan berjejaring bersama teman-teman jurnalis lainnya sangat membantu pekerjaannya di lapangan.

“Waktu itu, saya pernah mendapatkan ujaran kebencian dan pelecehan verbal di medsos. Hal itu disebabkan karena saya menulis artikel opini bersifat kontra pada saat seorang pejabat publik menghadiri satu event di siang hari, yang menghadirkan burung hantu,” terang Rinda.

Rinda menjelaskan, bahwa peristiwa itu juga membuktikan aspek kekuatan berjejaring ternyata bisa membantunya saat merasa terancam. Teman-teman jurnalis lain menyarankan dirinya untuk menutup akun demi menjaga data privasi. 

Rinda sedikit meringis, “Ada juga kasus di mana eksploitasi “doger monyet” dan pembelian sejenis owa jawa masih tergolong marak di lapangan.” 

Sebagai aktivis lingkungan, bukan hanya soal menulis artikel saja yang Ia tekuni—tetapi usahanya juga mencakup soal melakukan edukasi dan sosialisasi ke tempat-tempat pelosok yang akhirnya menjadi sebuah pembuktian diri tentang komitmen yang kuat pada bidang lingkungan.

Walaupun rekam jejaknya di sektor jurnalisme lingkungan tergolong naik-turun—tak selamanya melegakkan dan tak selamanya terintimidasi, Rinda mengingatkan bahwa menjadi perempuan merupakan sebuah pembelajaran diri yang prosesnya panjang. 

Ia pun menambahkan, supaya perempuan Indonesia lebih mandiri soal pilihan hidupnya. Namun, dipastikan untuk tetap aware dengan isu-isu lingkungan yang tentunya dibarengi dengan akses berjejaring yang luas supaya menemukan ruang lingkup yang stabil dan aman.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 10 Agu 2026, 18:19

Resensi Novel 'Permulaan Sebuah Musim Baru di Suriname': Kisah Jungkir Balik Sebuah Keluarga Jawa

Novel ini menceritakan tentang sebuah keluarga Jawa yang mencoba untuk mengadu nasib ke Suriname.

Buku "Permulaan Sebuah Musim Baru di Suriname". (Sumber: Ayobandung.id)
Bandung 10 Agu 2026, 17:54

Inovasi Kudapan Nostalgia, Cara Kuliner Lokal Bandung Bikin Biskuit Gabin Naik Kelas

Dinamika jajanan di Kota Bandung rasanya tidak pernah kehabisan akal untuk memanjakan lidah para pencintanya, tak terkecuali untuk inovasi biskuit gabin.

Biskuit gabin, kudapan sederhana yang akrab dengan memori masa kecil yang dapat panggung untuk tampil lebih modern dan kekinian. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 17:47

Berburu Buku Tahun 1980-an

Kilasan informasi masa tahun 1980-an tentang literasi yang dominasi membaca buku, koran, majalah, novel dan komik

Ilustrasi toko buku di Pasar Palasari. (Sumber: Ayobandung.id)
Wisata & Kuliner 10 Agu 2026, 17:47

Warung Perkedel Ibu Kokom, Hidden Gem Kuliner Bandung di Cimenyan

Warung Ibu Kokom menjadi destinasi kuliner favorit di Cimenyan berkat perkedel renyah, sambal terasi, dan terutama pemandanagan serta suasana alam yang sejuk.

Perkedel di Warung Ibu Kokom Cimenyan. (Sumber: Instagram @warung_ibukokom)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 16:24

Shrinkflation Tanda Inflasi Tersembunyi pada Suatu Negara

Shrinkflation adalah fenomena ekonomi ketika perusahaan mengurangi kuantitas atau ukuran suatu produk tanpa menaikkan harga jual secara langsung. Fenomena ini umumnya jarang diketahui oleh konsumen.

Ilustrasi shrinkflation dengan kemasan produk yang makin kecil akibat inflasi. (Sumber: Flickr | Foto: Brett Jordan)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 15:52

Makna Kemerdekaan untuk Kembalikan Esensi Pajak Penerangan Jalan di Bandung

Sangat ironis jika bulan kemerdekaan diwarnai dengan ruas jalan dan ruang publik yang gelap gulita.

Ilustrasi makna hari kemerdekaan untuk mengatasi kegelapan di ruas jalan dan ruang publik. (Sumber: Hasil kreasi dengan Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 12:51

Ketika Tuntutan Produktivitas dalam Hustle Culture Memicu Beban Mental Mahasiswa

Berangkat dari keresahan mahasiswa terhadap tuntutan selalu produktif, yang di mana sering disalahartikan sebagai keharusan selalu terlihat sibuk.

Seorang wanita duduk di atas tempat tidur sambil memegang bantal, dikelilingi kertas dan laptop, menunjukkan ekspresi stress. (Sumber: pexels | Foto: Ron Lach)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 11:12

Sawah, Kerbau (Baja), dan Kenangan

Munding boleh berganti traktor. Sawah bisa saja berubah wajah menjadi rumah, kos-kosan. Permainan anak-anak boleh berganti zaman. Tapi kenangan tentang kebersamaan semestinya tetap tumbuh

Asyiknya membajak sawah menggunakan kerbau dulu, kini digantikan perannya oleh traktor (Sumber: Instagram @kangnandarvlog)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 09:27

Kala Kemarahan Pejabat Jadi Konten Pemerintahan

Sebuah teguran langsung pejabat kepada bawahannya dan viral dapat membuat masyarakat merasa pemerintah hadir. Itu bukan sesuatu yang harus diremehkan.

Ilustrasi pejabat memarahi bawahan (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: AI Gemini)
Ayo Netizen 09 Agu 2026, 19:39

Dari Uang Tunai ke Sekali Klik dalam Perubahan Perilaku Keuangan Mahasiswa

Peralihan ke dompet digital mempermudah transaksi mahasiswa, namun berisiko memicu perilaku konsumtif.

Kemudahan transaksi dompet digital melalui pemindaian kode QR semakin efisien dan dekat dengan aktivitas harian mahasiswa. (Sumber: Pexels/Pavel Danilyuk)
Linimasa 09 Agu 2026, 18:31

Hikayat Baju Pendakian Indonesia yang Biasa Digunakan Para Pecinta Alam

Flanel, celana PDL, jaket bulu angsa, dan sepatu tentara pernah menjadi ciri khas pendaki Indonesia sebelum era pakaian modern.

Ilustrasi pendaki gunung. (Sumber: Pixnio)
Ayo Netizen 09 Agu 2026, 15:43

Kibar Sang Merah Putih pun Tak Merdeka

Bendera memang sudah merdeka dari penjajahan. Tetapi apakah manusia yang mengibarkannya sudah benar-benar merasakan kemerdekaan?

Bendera merah putih di sekeliling Lapangan Lio Genteng, RW 05, Kelurahan Nyengseret, Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu 12 Agustus 2023. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 09 Agu 2026, 12:05

Tanah, Makanan, dan Tempat

Timbal-balik antara alam dengan manusia, dan sebaliknya, khususnya tentang nama-nama batuan atau tanah yang dijadikan toponimi.

Camilan kue ladu, sangat populer di Garut, Tasikmalaya, dan Ciamis. (Sumber: T Bactiar)
Ayo Netizen 09 Agu 2026, 09:17

Hari Hutan Nasional: Menjadikan Hutan sebagai Rumah dan Harapan

Masih relevan kah peringatan Hari Hutan Nasional sekarang dengan kondisi ekologi hutan kita yang semakin gundul. Apakah pembangunan tidak menggunakan konsep lingkungan hidup yang sehat?

Siswa SD Darul Hikam Bandung memperingati Hari Bumi dengan aksi nyata menanam pohon di kawasan Dago Giri, Kabupaten Bandung Barat, Kamis, 25 April 2024.  (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al- Faritsi)
Wisata & Kuliner 09 Agu 2026, 09:03

Tamasya di Dadaha Tasikmalaya: Tempat Jogging, Wisata Kuliner, dan Rekreasi Keluarga

Dadaha menjadi destinasi favorit warga Tasikmalaya dengan lintasan jogging, taman bermain anak, kolam renang, dan Pasar Kojengkang yang selalu ramai.

Suasana di Kawasan Dadaha Tasikmalaya (Sumber: Ayomedia)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 20:15

Narasi Adiboga Sunda dalam Panggung Gastrodiplomasi Handrawina Adiboga Nusantara

Lahirnya buku Handrawina Adiboga Nusantara yang diterbitkan pada tahun 2022 menandai tonggak sejarah baru dalam kodifikasi rasa Indonesia.

Lahirnya buku Handrawina Adiboga Nusantara yang diterbitkan pada tahun 2022 menandai tonggak sejarah baru dalam kodifikasi rasa Indonesia. (Sumber: Kementrian Luar Negeri)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 18:24

Wujudkan Tipe Rumah SOHO Idaman Keluarga di Bandung

Rumah tipe SOHO multi fungsi, untuk tempat tinggal keluarga sekaligus tempat usaha.

Ilustrasi tipe rumah SOHO idaman warga Bandung (Sumber: dikreasi dengan Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 16:50

Menjelang Proklamasi Kemerdekaan di Bandung (Bagian 2)

Warga Bandung bahu-membahu untuk mempersiapkan kemerdekaan, mereka dengan penuh suka cita dan dada yang menggebu-gebu mempersiapkan segalanya dengan seksama dan hati-hati.

Pasukan Pembela Tanah Air (PETA). (Sumber: 360doc)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 15:52

Nomor Proklamasi: Ketika Majalah Selecta Menyambut Hari Kemerdekaan RI 1969

Di sampul depan Majalah Selecta Nomor 413, terbit 17 Agustus 1969 terpampang sederhana namun penuh makna: "Nomor Proklamasi".

Sampul depan Majalah Selecta Edisi Khusus Proklamasi, terbit 17 Agustus 1969, menampilkan aktris Alice Iskak sebagai model sampul. (Sumber: Koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 15:23

Melacak Jejak Gastronomi Jawa dalam Kokki Bitja (1854): Identitas, Karakteristik, dan Kontinuitas

Buku Kokki Bitja: Kitab Masakan Indis 1854 merupakan salah satu artefak sejarah kuliner tertua dan paling signifikan di Hindia Belanda.

Buku "Kokki Bitja: Kitab Masakan Indis 1854". (Sumber: Ayobandung.id)