Menjadi Ibu dan Ayah Sekaligus, Perjalanan Seorang Single Parent Menjaga Masa Depan Anak

3 menit baca
Ilham Maulana
Ditulis oleh Ilham Maulana diterbitkan
Tri Nur Aini Noviar. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Tri Nur Aini Noviar. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)

AYOBANDUNG.ID — Menjadi ibu bukan perkara mudah. Tak ada buku panduan baku yang menjelaskan bagaimana menjadi ibu yang “baik dan benar”. Ia adalah peran yang dijalani melalui proses panjang, penuh belajar, dan sering kali diiringi pengorbanan. Apalagi ketika peran itu harus dijalani seorang diri, tanpa pasangan yang mendampingi. Namun bagi seorang ibu di Kota Bandung ini, menjadi ibu sekaligus ayah bukan sekadar tuntutan keadaan, melainkan jalan hidup yang diterima dengan keikhlasan dan dijalani dengan tanggung jawab.

Tri Nur Aini Noviar (41) adalah ibu dari tiga orang anak yang memahami betul bahwa peran ibu tidak hanya sebatas pengasuh. Baginya, seorang ibu juga adalah teladan utama bagi anak-anaknya. Cara bersikap, berbicara, hingga menghadapi persoalan hidup menjadi pelajaran yang diserap anak-anak setiap hari. Rumah, menurutnya, adalah ruang pertama tempat anak belajar mengenal kehidupan.

“Ibu itu role model pertama bagi anak. Bagaimana anak bersikap dan berperilaku, itu banyak belajar dari ibunya,” ucapnya.

Sejak kepergian sang suami pada 2019, Tri harus menerima kenyataan bahwa seluruh tanggung jawab keluarga kini berada di pundaknya. Menjalani dua peran sekaligus tentu bukan hal yang mudah. Namun, ia memilih bertahan dan berdamai dengan keadaan yang ada.

“Yang bisa dilakukan adalah menerima dengan ikhlas. Kita tidak bisa mengubah kondisi, tapi kita bisa menjalani peran dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya.

Keseharian seorang ibu tunggal kerap diwarnai kelelahan. Beban pekerjaan sering kali bertemu dengan kebutuhan anak-anak di rumah. Ada kalanya ia baru saja pulang dan duduk untuk beristirahat, tetapi anak-anak datang dengan cerita dan kebutuhan masing-masing.

“Kadang baru pulang, baru duduk, anak-anak sudah ingin bercerita semua. Di situ capeknya terasa,” katanya.

Meski demikian, Tri memilih untuk tidak memendam rasa lelah itu sendirian. Ia justru mengajarkan anak-anaknya untuk saling memahami, termasuk memahami bahwa seorang ibu pun manusia yang membutuhkan waktu untuk menenangkan diri.

“Saya bilang ke anak-anak, bunda juga butuh waktu sendiri. Alhamdulillah, mereka paham.”

Di tengah kondisi lelah dan rasa waswas yang kerap muncul, ada satu hal yang selalu membuatnya bangkit: anak-anaknya. Ia sadar, jika bukan dirinya, tak ada lagi yang akan menemani dan memperjuangkan masa depan mereka.

“Kalau bukan saya, siapa lagi? Anak-anak harus tetap bisa tumbuh, sekolah, dan punya masa depan,” ungkapnya.

Namun perjuangannya bukan hanya demi anak-anak. Ia juga berjuang untuk dirinya sendiri. Baginya, hidup tidak cukup hanya bertahan; hidup harus tetap bermakna dan memberi manfaat bagi orang lain.

“Saya ingin tetap bermanfaat. Dunia ini untuk orang-orang yang bermanfaat,” katanya.

Menjalani peran sebagai ibu single parent membuat Tri menemukan kekuatan baru dalam dirinya. Ia menyadari bahwa dirinya mampu melakukan banyak hal yang sebelumnya tak pernah ia bayangkan.

“Saya baru sadar ternyata saya punya kemampuan, punya kompetensi. Walaupun tetap harus terus belajar dan memperbaiki diri.”

Menjadi ibu, menurutnya, bukan soal kesempurnaan, melainkan tentang proses bertumbuh yang dijalani dari hari ke hari. Di momen Hari Ibu, ia memaknai peran tersebut sebagai anugerah yang tidak semua perempuan dapatkan—sebuah amanah yang harus dijalani dengan penuh tanggung jawab.

“Menjadi ibu itu spesial. Allah melihat proses kita, bukan hasilnya,” ucapnya.

Ia pun berpesan kepada para ibu di mana pun berada agar tidak merasa sendirian dalam menjalani peran tersebut.

“Tetap semangat menjalani peran sebagai ibu. Kita bukan manusia sempurna, tapi kita selalu bisa berusaha menjadi ibu yang lebih baik.”

Di tengah keterbatasan dan peran ganda yang dijalani, keteguhan Tri menjadi pengingat bahwa kasih, ketangguhan, dan ketulusan seorang ibu mampu menjadi fondasi kuat bagi sebuah keluarga, meski tanpa kehadiran sosok ayah.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 13 Agu 2026, 12:45

Touring Tidak Selalu tentang Healing, tetapi Juga Ruang Sosial dan Psikologis

Touring bukan sekadar hobi berkendara atau perjalanan untuk healing. Di balik perjalanan dan biaya yang dikeluarkan, touring menjadi ruang untuk menjaga kesehatan sosial dan psikologis.

Touring bukanlah sekadar hobi berkendara yang menguras materi, melainkan ruang sosial dan psikologis. (Sumber: magnific.com | Foto: bublikhaus)
Ayo Netizen 13 Agu 2026, 12:21

Melawan Greenwashing untuk Mendorong Sikap Kritis terhadap Klaim Ramah Lingkungan

Greenwashing mengancam kepercayaan konsumen dan investor serta mengganggu alokasi modal. Transparansi, audit ESG, dan sikap kritis pasar menjadi kunci membangun bisnis berkelanjutan di masa depan.

Fenomena greenwashing didefinisikan sebagai persilangan antara kinerja lingkungan yang buruk dengan komunikasi positif yang menyesatkan. (Sumber: magnific.com)
Ayo Netizen 13 Agu 2026, 10:43

Mengenang Majalah Hai, Ikon Remaja di Era 80–90an

Mengenang Majalah Hai, teman generasi 1980-an dan 1990-an yang tak hanya menghadirkan musik, komik, dan cerita, tetapi juga memperluas wawasan serta membentuk selera dan imajinasi anak muda Indonesia.

Majalah Remaja Hai era 1980–1990-an Majalah Hai era 1980–1990-an, bacaan populer yang lekat dengan kehidupan remaja dan menjadi bagian dari kenangan sebuah generasi.
Beranda 13 Agu 2026, 10:32

Pohon di Kota Bandung Ditebang Ilegal, Tapi Anggaran Beli Lahan RTH 2026 Malah Tak Ada

Puluhan pohon di Kota Bandung ditebang liar, giliran anggaran beli lahan RTH 2026 malah nihil. Kini janji ruang hijau kota terancam cuma angan-angan di atas kertas.

Sisa pohon yang ditebang di Jalan LLRE Martadinata (Jalan Riau), Kota Bandung, Selasa 4 Agustus 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 13 Agu 2026, 10:03

Pohon, Bisnis, dan Kehidupan

Saat pohon tumbang, yang jatuh bukan hanya batang, dahan, daun, justru yang ikut runtuh sederetan cerita, petuah, pamali, ingatan, hingga khazanah lokal.

Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) melakukan pemangkasan sejumlah pohon di ruas jalan Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 12 Agu 2026, 19:54

Mengapa Bahasa Merek Berubah Saat Pindah ke Instagram?

Membahas bagaimana satu merek menyesuaikan gaya bahasa di website dan Instagram saat menyampaikan pesan Ramadhan, tanpa kehilangan pesan utama kepada publik.

Ilustrasi masakan. (Sumber: Pexels | Foto: Airlangga Jati)
Ayo Netizen 12 Agu 2026, 17:20

Aku, ‘Preman Pensiun’, dan Terminal Cicaheum

Mengajak pembaca menyusuri kenangan personal di Terminal Cicaheum, dari masa kecil hingga era Preman Pensiun.

Suasana Terminal Cicaheum pada pagi hari, Kota Bandung, Rabu 24 Juli 2024. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Rahmat Kurniawan)
Ayo Netizen 12 Agu 2026, 15:24

Merawat Hutan, Menjaga Warisan Peradaban di Jawa Barat

Kondisi hutan di Jawa Barat saat ini berada dalam status darurat atau sinyal lampu merah yang berakibat dari kerusakan dan penyusutan tutupan hutan yang masif.

Sejumlah pengunjung berfoto di Jembatan Gantung Curug Koleang, Kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Djuanda, Bandung, Sabtu (9/2/2019). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 12 Agu 2026, 13:38

Cuaca Ekstrem Kota Bandung Akan Menimbulkan Kerawanan Bahaya Kebakaran

Cuaca ekstrem acapkali menjadi peringatan alam, bukan hanya sekadar perubahan musim tetapi peningkatan suhu mengakibatkan kekeringan yang memiliki potensi besar untuk terjadinya kerawanan kebakaran

Sawah mengalami kekeringan di musim Kemarau. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 12 Agu 2026, 11:24

Defisit Rp300 Miliar, Siapa yang Gagal Mengelola Bandung?

Defisit Rp300 miliar itu tentu saja merupakan cerita yang jauh lebih kompleks dari sekadar kekurangan duit kas.

Balai Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Humas Setda Kota Bandung  via ayobandung.com)
Ayo Netizen 12 Agu 2026, 08:18

Merdeka dalam Berpikir, Merdeka dalam Bertindak

Makna kemerdekaan di era digital tercermin dari kemampuan masyarakat dalam berpikir kritis, menyaring informasi, dan bertindak secara bertanggung jawab.

Ilustrasi orang Indonesia. (Sumber: Pexels | Foto: Heru Dharma)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 20:01

Membaca Gaya Komunikasi di Balik Publikasi Koleksi Jam Tangan Edisi Khusus

Analisis ini berfokus pada cara perusahaan menyampaikan produknya kepada publik, bukan membahas spesifikasi produk secara rinci.

Ilustrasi iklan.
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 18:10

Menulis sebagai Cara Membangun Pengetahuan

Sebuah refleksi tentang menulis yang tidak berhenti pada keterampilan menyusun kata dan kalimat, tetapi melihat menulis sebagai bagian dari proses membangun pengetahuan dan membentuk cara berpikir.

Ilustrasi mengetik artikel dengan laptop. (Sumber: Unsplash | Foto: Sergey Zolkin)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 17:02

Indonesia Raya Tercipta di Bandung

Gagasan menciptakan lagu kebangsaan muncul setelah W.R. Soepratman membaca tantangan di majalah Timboel pada 1924.

Ilustrasi Wage Rudolf Soepratman. (Sumber: Ayobandung.id)
Beranda 11 Agu 2026, 16:53

Bandung Makin Panas di Siang dan Makin Dingin di Malam, Ada Apa dengan Suhu Kota?

Suhu Kota Bandung menunjukkan perubahan menarik. Siang makin panas dan malam tetap dingin. Pohon serta ruang hijau punya peran pent

Kota Bandung tampak seperti cekungan dengan dominasi kawasan pemukiman serta industri. Sementara bagian hijau sudah sangat kurang. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 16:08

Penyiaran Proklamasi Kemerdekaan di Bandung

Berita mengenai proklamasi kemerdekaan dengan cepat menyebar dan meluas dalam masyarakat Kota Bandung.

Jawa hokokai pada 1944. (Sumber: Polri.go.id)
Wisata & Kuliner 11 Agu 2026, 15:39

Panduan Wisata Telaga Biru Cicerem, Danau Jernih di Kaki Gunung Ciremai

Jelajahi Telaga Biru Cicerem, telaga alami dengan air biru kehijauan yang jernih, ikan warna-warni, dan panorama kaki Gunung Ciremai.

Telaga Biru Cicerem. (Sumber: Instagram @telagabiruciceremofficial)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 15:17

Dilema PKL: Tertib atau Mati Pelan-pelan

Data menunjukkan bahwa sektor informal, seperti PKL, masih menjadi tulang punggung tenaga kerja di Indonesia.

Petugas Satpol PP Kota Bandung menggunakan alat berat merobohkan bangunan liar dan lapak PKL di Jalan Ibrahim Adjie, Kiaracondong, Kota Bandung, Senin 10 Agustus 2026. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 13:48

Berjumpa dengan Bari Lukman, Pengibar Merah Putih Pertama di Bandung

Yang menarik, perjumpaan dengan Bari Lukman tidak diawali oleh pencarian seorang tokoh sejarah.

Bari Lukman (memegang bolpoin) bersama rekan-rekan wartawan di Bandung. (Sumber: Dokumentasi  Kin Sanubary)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 12:27

Jejak Memori Rijsttafel: Simfoni Akulturasi dan Potret Budaya Kolonial di Nusantara

Sebagai warisan budaya, Rijsttafel mengajak kita untuk melakukan penelusuran terhadap sebuah tradisi adiboga yang tumbuh di tengah ketegangan kolonialisme.

Momen rijsttafel pada tahun 1880-an. (Sumber: Collectie Stichting Nationaal Museum van Wereldculturen | Foto: Jhr. Josias Cornelis Rappard)