Cerita tentang Mimpi dan Kerja Keras Anak Muda Bandung, Di Balik Sorot Kamera Kranial Production

Nadhifa mudrika
Ditulis oleh Nadhifa mudrika diterbitkan Senin 24 Nov 2025, 09:15 WIB
Tim Kranial Production mengatur sistem pencahayaan dan siaran langsung di tengah persiapan acara musik di The House, Paskal Hyper Square, Bandung, pada 14 September 2024. (Sumber: Kranial Production | Foto: Tim Kranial Production)

Tim Kranial Production mengatur sistem pencahayaan dan siaran langsung di tengah persiapan acara musik di The House, Paskal Hyper Square, Bandung, pada 14 September 2024. (Sumber: Kranial Production | Foto: Tim Kranial Production)

Udara pagi di kawasan Coblong, Kota Bandung, terasa hidup oleh suara tawa sekelompok anak muda di studio kecil Jalan Ir. H. Juanda, Rabu (5/11/2025). Mereka adalah tim Kranial Production, rumah produksi lahir dari semangat pertemanan masa SMA, kini tumbuh menjadi pelaku jasa kreatif aktif di Bandung,.

Zhafran Zharif, anggota pendiri Kranial Production, mengatakan bahwa ketertarikannya di dunia produksi berawal dari kegiatan ekskul di sekolah.

“Awalnya kami satu ekskul fotografi dan perfilman di SMA. Dulu cuma garap siaran langsung basket di Gor Pajajaran. Dari situ kami sadar, ternyata bisa menghasilkan karya yang dihargai orang,” ujarnya sambil memeriksa hasil video di layar monitor.

Dari pengalaman sederhana itu, mereka menemukan arah baru. Dunia visual yang dulu hanya sebatas hobi, kini menjadi panggung kerja nyata. Sejak resmi berdiri pada tahun 2022, Kranial Production tumbuh pesat dari proyek kecil siaran langsung sekolah hingga dipercaya menangani konser, konferensi, dan acara berskala nasional.

Sempat memiliki basecamp di Jalan Maskumambang, Kecamatan Lengkong, Kranial kini beroperasi berdasarkan proyek. Mereka hanya berkumpul saat ada pekerjaan besar yang harus diselesaikan bersama. Bagi mereka, hasil akhir yang baik lebih penting daripada di mana proses itu berlangsung.

Kranial juga menjalin kolaborasi erat dengan penyelenggara acara Seraya Bandung, yang didirikan oleh teman SMA mereka. Dari kerja sama itu, Kranial terlibat dalam berbagai proyek bergengsi seperti Festival Toto 2022, acara Mama Lemon di Kiara Artha Park, hingga konferensi internasional IFTDO di Jakarta. Bagi mereka, setiap proyek adalah tantangan baru sekaligus ajang untuk membuktikan kemampuan tim muda.

Dalam satu proyek besar, sekitar 10–15 anggota tetap bergabung dengan lebih dari 30 pekerja lepas tambahan. Setiap orang memiliki peran masing-masing, mulai dari bagian kamera, audio, hingga pengatur siaran langsung yang dipimpin oleh koordinator bernama Fariq. Pembagian tugas yang jelas membuat mereka bekerja cepat, teratur, dan tetap solid sebagai satu tim.

Suasana tim Kranial Production saat menangani konser musik, memastikan setiap momen terekam sempurna melalui kamera dan sistem siaran langsung di The House, Paskal Hyper Square, Bandung, pada 14 September 2024. (Sumber: Tim Kranial Production | Foto: Tim Kranial Production)
Suasana tim Kranial Production saat menangani konser musik, memastikan setiap momen terekam sempurna melalui kamera dan sistem siaran langsung di The House, Paskal Hyper Square, Bandung, pada 14 September 2024. (Sumber: Tim Kranial Production | Foto: Tim Kranial Production)

Bagi tim Kranial, konser musik menjadi pengalaman paling menantang sekaligus memacu semangat. Suasana panggung yang ramai, cahaya lampu yang berkilau, dan suara penonton yang menggema membuat setiap momen terasa hidup serta penuh energi kerja.

Setiap proyek selalu melewati pengawasan mutu internal sebelum dikirim ke klien. Kranial punya standar ketat agar hasilnya konsisten dan profesional. Namun, tantangan terbesar bukan soal teknis, melainkan komunikasi dengan klien perusahaan.

“Kadang revisinya banyak banget. Tapi di situ kita belajar sabar, belajar dengerin, dan tetap jaga profesionalitas,” tambah Zhafran.

Meski perjalanan tak selalu mudah, semangat mereka tak pernah redup. Kranial tumbuh bukan hanya karena kemampuan teknis, tapi karena rasa percaya dan kekompakan antar anggota.

“Kita udah kayak keluarga kecil. Kalau satu orang capek, yang lain otomatis bantu. Itu yang bikin Kranial tetap berdiri sampai sekarang,” ucap Zhafran.

Kini, Kranial Production bukan sekadar tim jasa visual. Mereka adalah representasi semangat muda Bandung yang bergerak cepat, penuh kreativitas, dan tak pernah berhenti belajar. Dari pertemanan yang sederhana, lahirlah mimpi besar yang kini bersinar di balik setiap layar siaran langsung. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Nadhifa mudrika
Mahasisiwi Digital Public Relations Telkom University

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 17 Apr 2026, 08:50

Mitigasi El Nino Godzilla untuk Ketenagakerjaan

Para pekerja sangat rentan terkena dampak kabut asap , temperatur ekstrim serta debu beterbangan yang bisa membahayakan jiwanya.

Kekeringan akibat perubahan iklim El Nino di  di Kabupaten Bandung Barat (KBB). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 16 Apr 2026, 20:13

Komunitas Lite Rock Society Wadah Ekspresi Musisi Rock Bandung dari Radio K-Lite FM

Radio K-Lite FM melalui program musik Lite Rock, kini memberikan kesempatan kepada band-band rock di seputaran Kota Bandung.

Host Lite Rock bersama Band Rain of Doom dan penggiat rock Ghowo Van Bares dalam sesi talk show di K-Lite FM Bandung. (Foto: Band Rain of Doom)
Ayo Netizen 16 Apr 2026, 18:26

Bandung Setelah Asia-Afrika: Apa yang Tersisa?

Kota yang menyimpan jejak Konferensi Asia-Afrika 1955 sekaligus menghadapi jarak antara simbol solidaritas masa lalu dan realitas tantangan masa kini.

eringatan 70 Tahun Konferensi Asia Afrika. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Apr 2026, 17:52

Mengapa Jalur Sepeda di Kota Bandung Gagal Jadi Solusi Transportasi?

Jalur sepeda di Kota Bandung masih menghadapi konflik ruang dan lemahnya implementasi kebijakan, sehingga belum mampu menjadi alternatif transportasi harian yang andal dan selamat.

Pengecatan ulang garis jalur khusus sepeda di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Bandung, Rabu 10 Juli 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Beranda 16 Apr 2026, 16:23

DU 68, Lapak Jalanan yang Tumbuh Jadi Ruang Berkumpul Pecinta Musik Analog

DU 68 berawal dari lapak kaset sederhana di jalanan Bandung, lalu tumbuh menjadi ruang berkumpul bagi pecinta musik analog yang bertahan di tengah dominasi era digital.

Di sudut Dipatiukur, DU 68 Musik menjadi tempat singgah para pencinta musik analog. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 16 Apr 2026, 16:19

Reinventing Bandung Kota Diplomasi, Nyalakan Lagi Solidaritas Asia Afrika!

Bentuk solidaritas bangsa Asia Afrika yang relevan dan aktual perlu dirumuskan kembali. Karena eksploitasi dan penjajahan sejatinya masih ada.

Ilustrasi diorama Konferensi Asia Afrika di Museum KAA Bandung (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Wisata & Kuliner 16 Apr 2026, 15:25

7 Kegiatan, Wisata, dan Kuliner yang Paling Cocok Dinikmati Saat Cuaca Dingin

Rekomendasi 7 kegiatan seru saat cuaca dingin, mulai dari kuliner hangat, ngopi santai, hingga staycation nyaman.

Ilustrasi ngopi di kafe saat cuaca dingin. (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 16 Apr 2026, 15:16

Fariz R.M. Mengasah Bermusiknya di Bandung

Pernah tinggal dan memulai menajamkan karier bermusiknya di Kota Bandung pada awal tahun 1980-an.

Fariz R.M. - Musik Rasta. (Sumber: Wikimedia Commons)
Ayo Netizen 16 Apr 2026, 13:51

TikTok, Trotoar, dan Eksistensi

Ihwal kreativitas digital memang layak dirayakan, tetapi ruang publik tetap menyimpan fungsi sosial yang tak bisa sepenuhnya dapat digantikan oleh layar.

Konten kreator TikTok bernyanyi secara daring menggunakan smartphone (telepon pintar) di Jalan Babakan Siliwangi, Kota Bandung (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Apr 2026, 12:16

Strategi Industri Kuliner Jabar Menyiasati Kelangkaan Plastik Akibat Konflik Iran–Israel

Kenaikan harga dan kelangkaan plastik akibat konflik Iran–Israel memengaruhi UMKM kuliner di Jawa Barat.

Ilustrasi bahan plastik. (Sumber: Pixels | Foto: Castorly Stock)
Ayo Netizen 16 Apr 2026, 10:43

Bandung dan Hasrat yang Disublimasi: Membaca Fenomena Nongkrong sebagai Pelarian Psikis

Menuliskan budaya nongkrong di Kota Bandung dalam kacamata Sigmund Freud.

Salah satu suasana kafe di Kota Bandung (Sumber: Dokumen Pribadi | Foto: Haifa Rukanta)
Sejarah 16 Apr 2026, 10:42

Hikayat Cadas Pangeran, Jejak Derita Pribumi Sepanjang Jalan Raya Daendels

Cadas Pangeran jadi saksi kerja paksa era Daendels, ribuan rakyat tewas demi proyek Jalan Raya Pos di Jawa Barat.

Jalan di Cadas Pangeran antara tahun 1910-1930-an. (Sumber: Tropenmuseum)
Ayo Netizen 16 Apr 2026, 08:54

Dengan Puisi Bandung Menghias Sanggul Ibu Pertiwi

Bandung sangat pantas dinobatkan sebagai kota puisi, atau setidaknya kota yang sangat puitis.

Ilustrasi dengan Puisi Bandung menghias sanggul Ibu Pertiwi. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 15 Apr 2026, 20:00

Artemis II: Kepulangan Empat Astronot dan Langkah Menuju Misi Bulan Berikutnya

Kelanjutan kisah 4 astronot dengan Kesuksesan misi Artemis II, yang menjadi dasar evaluasi bagi misi berikutnya, yakni Artemis III dalam program eksplorasi Bulan, oleh NASA.

Empat astronot Artemis II berhasil mendarat di Samudra Pasifik, lepas pantai San Diego, setelah menyelesaikan misi mengelilingi Bulan. (Sumber: NASA)
Ayo Netizen 15 Apr 2026, 19:22

Belajar Membaca Jalanan Bandung dari Dalam Angkot

Angkot di Bandung bertahan tanpa sistem yang jelas. Banyak pengguna beralih ke transportasi umum daring karena kepastian layanan, namun kondisi ini justru turut memperparah kemacetan.

Sejak lama, angkot menjadi bagian dari keseharian mobilitas warga Kota Bandung, meski kini perannya mulai tergeser oleh moda transportasi umum daring. (Foto: Irfan Alfaritsi/ayobandung.com)
Bandung 15 Apr 2026, 18:23

Collab Magnet: Cara Bangun Kolaborasi yang Tepat di Era Zaman Penuh Kreativitas

Intip strategi menjadi Collab Magnet di industri kreatif bersama Mirsha Shahnaz Azahra. Pahami pentingnya relevansi, kredibilitas, dan nilai brand dalam kolaborasi.

Mirsha, Co-founder sekaligus Brand Director Monday Coffee Bandung memahami konsep kolaborasi yang efektif membutuhkan waktu, bahkan proses trial and error masih menjadi bumbu harian dalam perjalanannya. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 15 Apr 2026, 18:01

Ketar-ketir Perajin Tahu Tempe, Adakah Insentif dari Pemkot Bandung?

Kebijakan impor kedelai yang diterapkan ternyata belum menyeimbangkan pasokan kedelai di dalam negeri.

Perajin menyelesaikan pembuatan tempe di Jalan Muararajeun, Kota Bandung, (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 15 Apr 2026, 17:14

Dari Bandung ke Lembang: Kota Sejuk yang Menjadi Ruang Nyaman bagi Pendatang

Perubahan suasana dari hiruk pikuk Kota Kandung menuju ketenangan yang lebih alami di Lembang.

Farmhouse Lembang. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 15 Apr 2026, 16:42

Panduan Wisata Stone Garden Padalarang, Taman Batu Karst dengan Jejak Laut Purba

Stone Garden Padalarang menawarkan lanskap batu kapur purba, jalur trekking ringan, serta nilai geologi dan arkeologi unik dalam satu destinasi wisata alam.

Objek wisata Stone Garden, Padalarang. (Sumber: Ayomedia | Foto: Irfan Al Faritsi)
Beranda 15 Apr 2026, 15:20

Meruntuhkan Standar Kecantikan, Mengapresiasi Keunikan

Pandangan tentang kecantikan tak lagi tunggal. Setiap individu memiliki keunikan yang layak diapresiasi, tanpa harus mengikuti standar yang membatasi.

Suasana beauty class yang hangat dan suportif, tempat para peserta belajar, bereksperimen, dan membangun rasa percaya diri bersama. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)