Wisata Belanja dan Kuliner Bandung, Menatap ke Depan

Suparna
Ditulis oleh Suparna diterbitkan Minggu 23 Nov 2025, 17:37 WIB
Pasar Cihapit (Foto: Ayobandung.com/Kavin Faza)

Pasar Cihapit (Foto: Ayobandung.com/Kavin Faza)

Badan Pusat Statistik (BPS) pada awal bulan November 2025 merilis perkembangan jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) dengan tujuan Kota Bandung periode Januari - September 2025 yang menunjukkan kenaikan dibandingkan periode sama pada tahun sebelumnya. Jumlah perjalanan wisnus pada periode Januari - September 2025 tercatat sebesar 17,75 juta perjalanan. Angka ini meningkat 24,77 persen dibandingkan Januari - September 2024 (14,23 juta perjalanan).

Wisnus yang masuk ke Kota Bandung pada September 2025 didominasi dari Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Kota Cimahi. Sebagian besar wisnus menyerbu wisata kuliner dan belanja di Kota Bandung. Wisata kuliner dan belanja merupakan salah satu daya tarik wisata di Kota Bandung yang saat ini banyak diminati pengunjung, sebagai bagian konsep visi “Bandung Utama”.

Wisata kuliner merupakan salah satu jenis wisata yang berkaitan dengan makanan lokal dengan aneka cita rasa masakan dari suatu daerah. Sementara wisata belanja menyajikan berbagai macam kebutuhan pokok, aneka makanan daerah, oleh-oleh khas suatu daerah. Obyek yang dituju pada wisata belanja ini merupakan tempat penjualan produk, sebagai tempat perbelanjaan. Wisata belanja ini menawarkan barang antik, produk lokal, kebutuhan keseharian, barang modern dan/atau oleh-oleh khas suatu daerah.

Perkembangan wisata belanja dan kuliner cukup cepat, hal ini karena adanya dorongan dari permintaan wisatawan dan pertumbuhan jumlah obyek wisata di Kota Bandung. Menurut International Culinary Tourism Association/ICTA bahwa wisata kuliner merupakan suatu kegiatan yang berkaitan dengan makan dan minum yang dilakukan wisatawan ketika melakukan wisata. Wisata kuliner juga merupakan salah jenis wisata yang tidak dapat dipindahkan, sehingga wisatawan harus mengunjungi tempat yang menyediakan wisata kuliner untuk menikmatinya.

Pasar Cihapit. (Foto: Ayobandung.com/Kavin Faza)
Pasar Cihapit. (Foto: Ayobandung.com/Kavin Faza)

Wisata kuliner dan belanja sebagai salah satu bentuk kekayaan budaya, yang berupa keunikan atau tradisi lokal akan memacu berkembangnya perekonomian, dikarenakan adanya multiplier effect yang ditimbulkan dari adanya wisata tersebut. Wisata ini dapat dikemas dan dijadikan sebagai salah satu wisata andalan kota Bandung. Berbagai jenis kuliner tradisional dan modern, produk industri, serta pusat perbelanjaan tersebar di berbagai wilayah.

Wisata belanja dan kuliner unggulan saat ini di Kota Bandung seperti: The Secret; Kings Shopping Centre; Paris Van Java; Heritage; Rumah Mode; Blossom; Seximo; Istana Plaza; Bandung Trade Center; Pasar Jumat Pusdai dapat diandalkan untuk menarik wisnus dan selanjutnya mendatangi kawasan belanja dan kuliner lainnya seperti Jalan Cibaduyut, Pasar Baru Bandung, Gasibu, Jalan Cihampelas, Gang Tamim, Pasar Kota Kembang, Pasar Gedebage, MD Plaza, Sentra Rajut, Pasar Palasari, Jalan Dago, Gang Nata, Pasar Andir,  King Shopping Center, dan Sentra Kaos Suci. Dengan demikian wisata belanja dan kuliner akan tetap eksis dan berkembang di Kota Bandung.

Pengembangan wisata ini dapat dilaksanakan dengan beberapa cara, berupa: 1). Strategi defensif, yaitu strategi bertahan, dengan mengoptimalkan potensi dan keunikan yang ada  serta mengendalikan kinerja internal agar tidak terperosok, dan terus membenahi  diri. 2). Strategi agresif, berupaya meningkatkan inovasi baru pada daya tarik wisata belanja dan kuliner, yang meliputi daya tarik, fasilitas, aksesibilitas dan akomodasi. Selain itu upaya yang dapat dilakukan berupa memperbaiki dan menambah komponen penunjang wisata untuk memudahkan wisatawan dalam melakukan perjalanan wisata.

Pengembangan kawasan wisata ini dapat berhasil apabila semua komponen mampu saling melengkapi, yaitu antara pemerintah, pelaku bisnis, masyarakat dan investor. Selain itu pemerintah ikut serta dalam menyusun deregulasi yang lebih memberikan kesempatan luas kepada investor dan pelaku bisnis, untuk mengembangkan bisnis.

Melakukan perbaikan dan penambahan terhadap fasilitas, aksesbilitas dan akomodasi, seperti pengelolaan toilet secara profesional untuk menjamin kebersihan, area parkir, mushola, akses jalan untuk kaum disabel, gazebo, jaringan internet (Wifi), spot foto, perbaikan kondisi jalan, penginapan terdekat, toko souvenir, petunjuk arah, peta potensi wisata, angkutan umum penunjang wisata dan fasilitas lainnya yang memudahkan wisatawan.

Selain itu juga terus berupaya meningkatkan promosi wisata belanja dan kuliner untuk meningkatkan minat wisatawan pada daya tarik wisata belanja dan kuliner melalui media sosial maupun media masa dengan menggandeng para blogger, selebgram, duta wisata, GenPI, pemandu wisata dalam mempromosikan daya tarik wisata kuliner di Kota Bandung, dan membentuk paket-paket wisata belanja dan kuliner sebagai wisata terusan.

Kerjasama dengan masyarakat setempat juga diperlukan untuk ikut serta menjaga, mengembangkan potensi wisata kuliner dan belanja, dan menerapkan sapta pesona (aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah, penuh kenangan).

Terdapat 7 (tujuh) strategi khusus yang yang dapat digunakan untuk mengembangkan wisata belanja dan kuliner di Kota Bandung, yaitu:

  1. Mempromosikan produk khusus, seperti jeans sebagai daya tarik utama wisata belanja Cihampelas,
  2. Menggunakan tujuan wisata belanja dan kuliner unggulan sebagai penarik pengunjung ke Kota Bandung,
  3. Realisasi program revitalisasi kawasan tujuan dengan dukungan dari pemerintah maupun pengelola,
  4. Menciptakan produk unggulan yang berbeda dengan yang dimiliki oleh kawasan wisata belanja dan kuliner lain,
  5. Membuat atraksi wisata belanja dan kuliner yang tidak dimiliki kawasan wisata lain,
  6. Pembenahan fasilitas umum sebagai penunjang kegiatan pengunjung selama berada di kawasan wisata belanja,
  7. Mensosialisasikan peraturan pemerintah terkait mengenai standar teknis jaringan jalan. Dengan demikian wisata belanja dan kuliner di Kota Bandung akan Lestari. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Suparna
Tentang Suparna
@ayobandung

Berita Terkait

News Update

Beranda 02 Mar 2026, 14:47

Wali Kota Bandung Ultimatum PT BII Bereskan Proyek Galian Jalanan Kota Bandung Sebelum 5 Maret

Proyek galian ducting atau kabel bawah tanah belakangan menjadi sorotan karena dinilai memicu kemacetan hingga kecelakaan di sejumlah titik jalan.

Wali kota Bandung, Muhammad Farhan. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Muslim Yanuar Putra)
Ayo Netizen 02 Mar 2026, 14:31

Syawal dan Arus Kehidupan Baru: Perkotaan Indonesia di Uji Zaman

Syawal menjadi fase transisi perkotaan Indonesia. Pasca-Lebaran, migrasi musiman, perubahan konsumsi, dan tekanan ekonomi global menguji ketahanan sosial-ekonomi kota.

Sejumlah kendaraan pemudik memadati Jalan Raya Nagreg, Cikaledong, Kabupaten Bandung pada Jumat, 28 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 02 Mar 2026, 13:15

Mencari Hening di Tengah Ramadhan

“Melalui api itu akan membakar seribu hijab dalam sekejap, kau akan melesat naik seribu derajat dalam jalan dan cita-citamu.” - Jalaluddin Rumi

Menara Mesjid Agung Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Abah Omtris)
Ayo Netizen 02 Mar 2026, 11:31

Lautze, Cheng Ho, dan Gus Dur

Bila di Surabaya menghadirkan skala besar, puluhan ribu warga menerima zakat, Bandung menghadirkan kedekatan menjadi ruang (pertemuan) kecil yang mempersatukan beragam manusia dalam satu saf berbuka.

Tempat yang sangat ingin aku kunjungi. Tapi tiap kali mau mampir pasti nyasar ujung2nya putus asa. Dan Allah kasih kesempatan melalui cara yang lain. (Sumber: Instagram/@chenghoosby)
Ayo Netizen 02 Mar 2026, 09:19

Drama Spiritual Ramadan di Pasar Dadakan: Cingunguk pun Serupa Kurma Premium yang Terbang!

Hari ketiga berpuasa? Kepala pening, penglihatan ganda, dan semua benda kecil cokelat mendadak terlihat seperti kurma premium impor Madinah.

Ilustrasi Pasar dadakan puasa Ramadan (Sumber: ayobandung.com)
Ayo Netizen 01 Mar 2026, 18:12

Akhir Ramadan, Lebaran, dan (Sy)awal Harapan: Tema Ayo Netizen Maret 2026

Maret 2026 ini adalah salah satu bulan paling dinamis dalam kalender sosial, tradisi, dan ekonomi warga Bandung Raya.

Sejumlah kendaraan pemudik memadati Jalan Raya Nagreg, Cikaledong, Kabupaten Bandung pada Jumat, 28 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 01 Mar 2026, 16:34

Dua Cara Pandang Menempatkan Ramadan, Antara Penumpang dan Pengemudi

Ramadan hadir setiap tahun dengan rangkaian ibadah yang terstruktur—shaum, tarawih, tilawah, zakat, hingga i'tikaf.

Warga menunggu waktu berbuka puasa (ngabuburit) di Masjid Raya Al Jabbar, Gedebage, Kota Bandung, Kamis 6 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Bandung 01 Mar 2026, 15:08

Dari Sisa Stok Menjadi Signature, Begini Perjuangan Derry Kustiadihardjo Membangun Imperium Kopi Makmur Jaya

Makmur Jaya Coffee & Roastery adalah cermin dari wajah UMKM Indonesia yang tangguh, adaptif terhadap teknologi, berani berinovasi di tengah himpitan, dan memiliki integritas terhadap kualitas.

Pemilik Makmur Jaya Coffee & Roastery, Derry Kustiadihardjo. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 01 Mar 2026, 13:33

Kamus Gaul Ramadan: 10 Akronim Sosial yang Populer Saat Ini

Akronim sosial paling populer di bulan suci, plus beberapa kata lokal yang mungkin belum pernah kamu dengar.

Ilustrasi anak pesantren. (Sumber: Unsplash/ Muhammad Adil)
Ayo Netizen 01 Mar 2026, 09:28

Antara Kurma dan Bala-Bala

Berbuka dengan kurma itu sunah, tapi berbuka dengan bala-bala itu wajib.

kurma, bala-bala dan gorengan menu yang selalu hadir saat berbuka. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Beranda 28 Feb 2026, 07:56

Di Mata Pengendara Ojol, Jalanan Kota Bandung Bukan Sekadar Aspal, Tapi Taruhan Keselamatan

Di sisi lain, aspal yang mengelupas, lubang menganga, tambalan tak rata, hingga penerangan jalan yang redup menjadi bagian dari keseharian para pengemudi roda dua.

Pengendara di Jalan Otista Kota Bandung melintas di samping galian kabel yang tidak ditutup semestinya, Jumat (27/2). Kondisi ini membahayakan pengguna jalan. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Bandung 27 Feb 2026, 18:09

12 Tahun Menjaga Rasa, Kisah Jatuh Bangun Reza Firmanda Membesarkan Ayam-Ayaman

Reza Firmanda, sosok di balik populernya jenama Ayam-Ayaman, memulai perjalanannya bukan dengan kemewahan, melainkan dengan ketidakpastian setelah memutuskan untuk mengundurkan diri dari pekerjaan.

Reza Firmanda, sosok di balik populernya jenama Ayam-Ayaman, memulai perjalanannya bukan dengan kemewahan, melainkan dengan ketidakpastian setelah memutuskan untuk mengundurkan diri dari pekerjaan. (Sumber: instagram.com/ayamayamanbdg)
Ayo Netizen 27 Feb 2026, 17:12

13 Abreviasi yang Paling Sering Muncul di Bulan Ramadan

Berikut 15 abreviasi (baik itu singkatan ataupun akronim) yang paling sering muncul sepanjang bulan suci

Ilustrasi suasana Bulan Puasa di Tanah Sunda. (Sumber: Ilustrasi oleh ChatGPT)
Bandung 27 Feb 2026, 15:21

Melompati Sekat Tradisional, Ambisi Besar UMKM Kuliner Bandung Mengejar Kasta 'Naik Kelas' Lewat Revolusi 5 Menit

Para pelaku kuliner di Jawa Barat kini tengah memacu ambisi besar untuk melompati batasan geografis dan ekonomi konvensional demi mengejar kasta "Naik Kelas" di panggung digital.

Para pelaku kuliner di Jawa Barat kini tengah memacu ambisi besar untuk melompati batasan geografis dan ekonomi konvensional demi mengejar kasta "Naik Kelas" di panggung digital. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 27 Feb 2026, 14:17

Bandung, Kota Kelahiran Media Kritis dan Visioner

Dalam sejarah pers Indonesia, Bandung menempati posisi istimewa.

Majalah Aktuil terbitan 1970-an, pelopor majalah musik modern di Indonesia. (Sumber: Koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 27 Feb 2026, 12:10

Dari Bukber sampai ZISWAF: Pembentukan Kamus Singkatan Ramadan Orang Indonesia

Bahasa pun dipadatkan. Maka lahirlah “bukber”, “kultum”, “sanlat”, hingga “ZISWAF”.

Masjid Salman ITB menyiapkan sekitar 800 porsi berbuka setiap hari. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 27 Feb 2026, 09:15

Puasa Ayakan

Anak-anak mengajarkan soal puasa (cacap, bedug, ayakan) bukan sekadar menahan lapar, melainkan latihan menerima keadaan.

Umat Islam saat buka puasa dengan kurma, air zam zam dan roti di Masjidil Haram, Mekkah. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 27 Feb 2026, 07:19

Berusia 157 Tahun, Masjid Mungsolkanas Rekam Jejak Keislaman di Gang Sempit Cihampelas

Pada awalnya, masjid ini hanyalah rumah bilik panggung milik seorang tokoh bernama Mama Aden. Dindingnya terbuat dari anyaman bambu, dengan kolam kecil di sampingnya untuk berwudu.

Prasasti di Masjid Mungsolkanas. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 26 Feb 2026, 18:39

Bandung Selatan di Ujung Krisis: Ketika Kawasan Konservasi Dijadikan Ladang Bisnis

Jangan sampai atas nama wisata dan pertumbuhan ekonomi, kita justru menciptakan “neraka keseimbangan lingkungan” yang diwariskan kepada generasi mendatang.

Salah satu sudut TWA Cimanggu-Ciwidey. (Foto: Dokumen pribadi)
Bandung 26 Feb 2026, 17:32

Begini Cara Jitu Bikin AI Patuh Bantu Promosi Produk UMKM

Kupas tuntas rahasia optimasi AI untuk konten UMKM agar tidak halu, pelajari trik prompt jitu dan strategi AIDA di workshop ini.

Arif Budianto menyampaikan materi modifikasi dan pemanfaatan AI dalam workshop produksi konten media sosial dan pemanfaatan artificial intelligence (AI) yang digelar AyoBandung.id dan AyoBiz. (Sumber: Ayobandung)