Demi Waktu, Filosofi Jam Kerja Warga Kota yang Bermutu

Totok Siswantara
Ditulis oleh Totok Siswantara diterbitkan Minggu 04 Jan 2026, 11:20 WIB
Demi waktu, pekerja wanita di Kota Bandung ini terus menyalakan industrialisasi (Sumber: Dokpri | Foto: Totok Siswantara)

Demi waktu, pekerja wanita di Kota Bandung ini terus menyalakan industrialisasi (Sumber: Dokpri | Foto: Totok Siswantara)

Aku kembali ke Bandung, kepada cintaku yang sesungguhnya ( Bung Karno ).

Petikan kalimat diatas adalah testamen Presiden pertama RI Soekarno yang saya lihat di halaman Balai Kota Bandung.  Cintaku yang sesungguhnya adalah demi waktu. Testamen itu sangat relevan sebagai bahan kontemplasi untuk menyusun Resolusi Kota Bandung 2026. Karena mengandung spirit yang sangat visioner terhadap pengembangan kota dalam lintasan waktu yang sarat dengan persaingan.

Bandung melahirkan filosofi tentang demi waktu yang memacu kemajuan dan daya kreativitas warga.  

Itulah kenapa Presiden ketiga RI BJ.Habibie yang melahirkan konsepsi tentang jam kerja manusia Indonesia yang perlu dikelola dan difasilitasi dengan baik sehingga berbuah produktivitas dan daya saing. Teori jam kerja BJ.Habibie itu berkat inspirasi dari kota Bandung. Karena BJ.Habibie saat itu menjabat sebagai direktur utama industri pesawat tebang di kota Bandung dan sebagai pengelola BUMN industri strategis lainnya.  Keniscayaan Jam kerja yang bermutu menjadi ukuran penting bagi sektor jasa dan industri.

Demi waktu, maknanya sangat mendalam, tertuang dalam ayat suci sebagai peringatan agar kehidupan terus mengalami perbaikan. Membuang waktu adalah kenistaan yang tidak boleh terulang.

Segenap warga kota perlu menyadari bahwa pengukuran waktu telah menjadi fondasi dari ilmu pengetahuan, dunia industri, jasa dan perdagangan. Menurut sejarah pergantian tahun, bulan, minggu, hari, jam, dan menit, ada satuan waktu terkecil yang dikenal sebagai detik. Satuan waktu "detik" ini diturunkan dari rotasi Bumi  yakni waktu astronomi, yang membagi satu hari matahari rata-rata menjadi 86.400 bagian. 

 Namun, karena rotasi Bumi mengalami fluktuasi dan perlambatan sekuler yang tidak dapat diprediksi, standar astronomi dinilai tidak cukup stabil untuk kebutuhan teknologi presisi tinggi. Berdasarkan standar yang ditetapkan pada tahun 1967 oleh General Conference on Weights and Measures (CGPM), definisi detik tidak lagi bergantung pada benda langit, melainkan merujuk kepada fenomena kuantum.

 Sehingga satu detik didefinisikan sebagai durasi dari 9.192.631.770 periode radiasi yang sesuai dengan transisi antara dua tingkat energi dari atom Cesium-133 pada suhu nol mutlak. Angka 9.192.631.770 Hz ini menjadi konstanta fundamental dalam pengukuran waktu, menggantikan variabilitas rotasi Bumi.

Standar waktu cesium terbukti telah merevolusi metrologi dengan memindahkan definisi waktu dari pengamatan langit yang tidak pasti ke kepastian mekanika kuantum. Dengan menetapkan satu detik tepat sebagai 9.192.631.770 osilasi atom Cesium-133, umat manusia mencapai tingkat presisi pengukuran waktu yang memungkinkan teknologi modern seperti GPS dan internet global dapat berfungsi. 

Demi waktu, etos kerja industri perlu ditingkatkan (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Demi waktu, etos kerja industri perlu ditingkatkan (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)

Berpacu dengan Gazella

Filosofi demi waktu mestinya menjadi spirit kemajuan dan standar pelayanan pemerintah kota Bandung. Demi waktu menujukkan kepada kita bahwa kondisi persaingan di era kini bisa dianalogikan seperti sedang berlomba lari dengan gazela (sejenis binatang kijang) juga tantangan berat mencari devisa karena harus berhadapan dengan singa yang sedang beraksi di berbagai lapangan ekonomi. Bahkan tidak jarang sang Singa pun makan rumput di lapangan.

Faktor gazella dan singa juga merupakan filosofi dari dromokrasi yang berarti sistem pemerintahan kota, dimana kekuasaan tertinggi sebenarnya terletak pada faktor kecepatan. Istilah dromokrasi berasal dari kata dromo yang dalam bahasa Latin berarti berpacu atau cepat serta kata kratos berarti pemerintahan.

Pada era Industri 4.0 saat ini hakikat pemerintahan adalah dromokrasi, menurut Paul Virilio sistem pemerintahan dimana sistem kekuasaan sangat ditentukan oleh faktor kecepatan dalam tata kelola maupun layanan publik. Keniscayaan, kecepatan menjadi tuntutan utama terhadap pemerintahan.

Demi waktu, pemkot Bandung ke depan tidak boleh salah urus jam kerja warga kota. Jam kerja perlu dilancarkan, jam kerja perlu mengutamakan keselamatan dan kesehatan, jam kerja perlu imbalan kesejahteraan, jam kerja perlu disegarkan dengan wisata yang bisa menghilangkan penat otot dan kejenuhan jiwa.

ASN Pemkot Bandung tidak boleh korupsi jam kerja. Sebagai birokrat jangan terlalu banyak menggunakan jam kerja untuk upacara atau apel pagi dan sore. Jam kerja buruh industri dan jasa perlu dimanusiakan serta ditingkatkan kompetensinya.

Jika jam kerja warga kota dikelola dan diawasi dengan baik, niscaya kemajuan dan kemakmuran yang berkeadilan segera datang.  Bandung semakin membuat BJ Habibie sangat paham dan memiliki konsep, visi dan teori tentang cara mengelola jam kerja SDM bangsa.

Sebagai Insinyur, saya bersaksi bagaimana BJ.Habibie sangat disiplin menjalankan jam kerja diri sendiri maupun jam kerja karyawannya.

Sebagai karyawan industri pesawat terbang yang beliau pimpin saya pernah tahu, betapa marahnya beliau ketika melihat ada karyawan saat jam kerja sedang santai membaca koran.  Si pegawai itu didamprat habis-habisan, dan seketika dipecat. Inilah gaya manajemen Habibie yang anti korupsi jam kerja.

Dalam sisa waktu usianya, ketika tidak menduduki jabatan apapun, BJ.Habibie mengusulkan pembentukan neraca jam kerja di Indonesia. Menurutnya, neraca jam kerja ini sebagai wujud tata kelola pemerintah terhadap kondisi lapangan pekerjaan.  (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Totok Siswantara
Penulis lepas, pemulia tanaman, lulusan Program Profesi Insinyur

Berita Terkait

News Update

Ayo Biz 20 Jan 2026, 21:30 WIB

Menggenggam Harapan Bandung Lewat Wajib Belajar Pra Sekolah

PAUD bukan sekadar tempat bermain, di balik aktivitas sederhana seperti bernyanyi atau menggambar, tersimpan proses pembentukan karakter.
Ilustrasi. PAUD bukan sekadar tempat bermain, di balik aktivitas sederhana seperti bernyanyi atau menggambar, tersimpan proses pembentukan karakter. (Sumber: Freepik)
Ayo Jelajah 20 Jan 2026, 20:43 WIB

Hikayat Kelam Kasus Herry Wirawan, Kekerasan Seksual terhadap Santriwati di Bandung

Perkara Herry Wirawan, pemilk salahsatu peantren di Bandung, menjadi salah satu kasus kekerasan seksual anak terberat dalam sejarah hukum Indonesia.
Herry Wirawan.
Ayo Jelajah 20 Jan 2026, 20:26 WIB

Sejarah Longsor Cigembong Garut Zaman Kolonial, Warga Satu Kampung Lenyap Tanpa Jejak

Longsor besar Juni 1924 menghapus Kampung Cigembong di selatan Garut. Arsip kolonial mencatat retakan gunung, pergerakan tanah, ratusan korban jiwa, serta sawah dan rumah yang lenyap dalam sekejap.
Ilustrasi longsor Cigembong Garut 1924.
Ayo Netizen 20 Jan 2026, 19:35 WIB

Menelaah Kaitan Penerangan Jalan dan Potensi Aksi Kejahatan

Warga Margahayu Raya berharap Walikota M. Farhan segera mengatasi masalah lampu jalan yang minim.
Kondisi jalan di Komplek Margahayu Raya yang hanya diterangi oleh rumah warga akibat minimnya lampu penerangan jalan umum pada malam hari, 1 Desember 2025. (Sumber : Dokumentasi Penulis | Foto : Nur Azizah) (Foto : Nur Azizah) (Foto: Nur Azizah)
Ayo Biz 20 Jan 2026, 19:25 WIB

Mimpi Swasembada Energi: Jalan Terjal Transisi di Era Prabowo

Keberhasilan PP Nomor 40/2025 sangat bergantung pada kemampuan pemerintah menggeser dominasi sistem energi dari energi fosil menuju energi bersih melalui instrumen kebijakan yang tepat sasaran.
Analis kebijakan dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Bonti Wiradinata saat diskusi Ikatan Wartawan Ekonomi Bisnis (IWEB) di Bandung, Selasa (20/1/2026). (Sumber: Dok IWEB)
Ayo Netizen 20 Jan 2026, 18:37 WIB

Antara Warga, Amanah, dan Ketenangan

Sebuah potret tentang tokoh yang menjadi pusat diskusi warga dan organisasi lokal.
Firman adalah putra asli Bandung yang tumbuh di Kiara Condong, sebuah lingkungan yang menurutnya menjadi “sekolah kehidupan” pertama. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 20 Jan 2026, 17:35 WIB

Susahnya Memberantas Parkir Liar yang Merajalela di Kota Bandung

Di Kota Bandung, parkir liar sangat mudah ditemukan di berbagai macam tempat.
Potret juru parkir liar di salah satu titik Kota Bandung (04/12/25) (Foto: Salsafira Farelya)
Ayo Netizen 20 Jan 2026, 17:00 WIB

Belajar dari Artis, Seni Mengelola Circle Pertemanan Menjadi Aset Masa Depan

Nggak cuma lucu-lucuan, Prediksi dan Bedain jadi bukti kalau tongkrongan bisa menghasilkan cuan.
Prediksi dan Bedain. (Instagram/Prediksi)
Ayo Netizen 20 Jan 2026, 16:17 WIB

Efisiensi Fiskal dan Era Pariwisata Virtual

Efisiensi fiskal menuntut inovasi pemerintah. Bandung perlu cara baru untuk tetap bisa meningkatkan sumber PAD melalui promosi wisata dengan jangkauan luas, tanpa membebani anggaran.
Gunung Putri Lembang, Bandung. (Sumber: Unsplash | Foto: Dwinanda Nurhanif Mujito)
Ayo Netizen 20 Jan 2026, 16:00 WIB

Antara Janji Meritokrasi atau Realitas Politik Koalisi: Pembentukan Kabinet Merah Putih

Mengapa idealisme meritokrasi Prabowo luntur demi mengakomodasi kepentingan koalisi, melahirkan 'Kabinet Gemuk' yang lebih mengutamakan stabilitas politik daripada kompetensi ahli.
Masa Retreat Kabinet Merah Putih di Magelang. (Sumber: menpan.go.id)
Ayo Netizen 20 Jan 2026, 15:00 WIB

Ini Sosok John Herdman Pelatih Baru Timnas: Adakah Pemain Persib yang Dipanggil?

John Herdman akan didampingi Cesar Meylan, yang akan bertugas sebagai pelatih fisik Tim Garuda.
John Herdman, lahir 19 Juli 1975, mulai melatih sepak bola pada usia muda di Inggris, saat ia masih menjadi mahasiswa dan dosen universitas paruh waktu di Northumbria University. (Sumber: Kemenpora)
Ayo Netizen 20 Jan 2026, 12:21 WIB

Merawat Imajinasi

Aktivitas mendongeng (membacakan) cerita bukan semata soal hiburan, melainkan ikhtiar bersama dalam menanamkan benih pengetahuan, menumbuhkan rasa ingin tahu, sekaligus mengikat cinta.
Seseorang sedang asyik membaca. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 20 Jan 2026, 11:25 WIB

CSR di Bandung: Dari Kegiatan Simbolik Menuju Dampak Sosial Nyata

CSR di Bandung sering dipandang hanya sebagai agenda formal yang belum sepenuhnya menangani kebutuhan sosial secara mendalam.
Kota Bandung. (Sumber: Unsplash | Foto: Aditya Enggar Perdana)
Ayo Netizen 20 Jan 2026, 10:03 WIB

Nestapa Gaza, Akankah Dunia Islam Bisa Baik-Baik Saja?

Warga Gaza masih berduka, di tengah hujan musim dingin dan camp darurat.
Krisis Gaza masih berlanjut, semakin kritis di tengah cuaca dingin dan hujan yang semakin intens. (Sumber: Pexels | Foto: Ahsanul Haque Z)
Beranda 20 Jan 2026, 08:33 WIB

Tidak Dipilah Pasti Tidak Diangkut: Gaya Hidup Kampung Takakura dalam Mengatasi Krisis Sampah Bandung

Selama hidup, manusia pasti memproduksi sampah. Sampai kapan pun itu tidak akan hilang. Karena itu kita harus berteman dengan sampah dengan menjadikannya sesuatu yang bernilai.
Hasil dari pengolahan sampah organik salah satunya dijadikan eco enzyme yang kaya enzim ramah lingkungan. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Jelajah 19 Jan 2026, 20:24 WIB

Sejarah Universitas Islam Bandung, Kampus Biru di Tamansari

Unisba lahir dari kegelisahan tokoh Islam Jawa Barat tentang pendidikan iman dan ilmu hingga tumbuh di Tamansari Bandung.
Kampus Unisba di tamansari. (Sumber: unisba.ac.id)
Ayo Netizen 19 Jan 2026, 18:26 WIB

Walau Lebih Mahal, Ada Alasan Gen-Z Lebih Suka Bus AKAP Fasilitas Lengkap

Ada nih Bus AKAP Luxury yang bisa dilirik oleh kalangan Anak Muda di Bandung cuy
Interior dari Cititrans Super Executive Busline 28S (CTB-102) saat malam hari pada 30 Oktober 2025. (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Dean 'Izzan Rahmani)
Ayo Biz 19 Jan 2026, 18:21 WIB

Kontroversi Susu UHT dalam Program Makan Bergizi Gratis Menguji Kualitas Gizi Anak Sekolah

Kontroversi susu UHT dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali memantik perdebatan publik.
Ilustrasi. Susu adalah simbol asupan protein, kalsium, dan vitamin yang esensial bagi pertumbuhan ana. (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 19 Jan 2026, 17:51 WIB

Edukasi tentang Etika Komunikasi Digital dan Cyberbullying

Percepatan teknologi perlu diimbangi dengan etika komunikasi digital, penyebaran informasi yang bertanggung jawab hingga privasi data.
Pengabdian Kepada Masyarakat berupa edukasi literasi digital bagi siswa SMPN 1 Dayeuhkolot. (Sumber: Dok. Penulis)
Ayo Netizen 19 Jan 2026, 16:45 WIB

Jalan Asia Afrika yang Cantik Itu Tercoreng oleh Macet

Kemacetan parah di jantung Kota Bandung, mulai dari Alun-Alun hingga kawasan Jalan Asia Afrika, kini sudah menjadi pemandangan yang sangat menjemukan.
Pengendara sepeda motor yang mengalami kemacetan di jalan Asia Afrika, Kota Bandung. (20/12/2025). (Foto: Randa)