Demi Waktu, Filosofi Jam Kerja Warga Kota yang Bermutu

3 menit baca
Totok Siswantara
Ditulis oleh Totok Siswantara diterbitkan
Demi waktu, pekerja wanita di Kota Bandung ini terus menyalakan industrialisasi (Sumber: Dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Demi waktu, pekerja wanita di Kota Bandung ini terus menyalakan industrialisasi (Sumber: Dokpri | Foto: Totok Siswantara)

Aku kembali ke Bandung, kepada cintaku yang sesungguhnya ( Bung Karno ).

Petikan kalimat diatas adalah testamen Presiden pertama RI Soekarno yang saya lihat di halaman Balai Kota Bandung.  Cintaku yang sesungguhnya adalah demi waktu. Testamen itu sangat relevan sebagai bahan kontemplasi untuk menyusun Resolusi Kota Bandung 2026. Karena mengandung spirit yang sangat visioner terhadap pengembangan kota dalam lintasan waktu yang sarat dengan persaingan.

Bandung melahirkan filosofi tentang demi waktu yang memacu kemajuan dan daya kreativitas warga.  

Itulah kenapa Presiden ketiga RI BJ.Habibie yang melahirkan konsepsi tentang jam kerja manusia Indonesia yang perlu dikelola dan difasilitasi dengan baik sehingga berbuah produktivitas dan daya saing. Teori jam kerja BJ.Habibie itu berkat inspirasi dari kota Bandung. Karena BJ.Habibie saat itu menjabat sebagai direktur utama industri pesawat tebang di kota Bandung dan sebagai pengelola BUMN industri strategis lainnya.  Keniscayaan Jam kerja yang bermutu menjadi ukuran penting bagi sektor jasa dan industri.

Demi waktu, maknanya sangat mendalam, tertuang dalam ayat suci sebagai peringatan agar kehidupan terus mengalami perbaikan. Membuang waktu adalah kenistaan yang tidak boleh terulang.

Segenap warga kota perlu menyadari bahwa pengukuran waktu telah menjadi fondasi dari ilmu pengetahuan, dunia industri, jasa dan perdagangan. Menurut sejarah pergantian tahun, bulan, minggu, hari, jam, dan menit, ada satuan waktu terkecil yang dikenal sebagai detik. Satuan waktu "detik" ini diturunkan dari rotasi Bumi  yakni waktu astronomi, yang membagi satu hari matahari rata-rata menjadi 86.400 bagian. 

 Namun, karena rotasi Bumi mengalami fluktuasi dan perlambatan sekuler yang tidak dapat diprediksi, standar astronomi dinilai tidak cukup stabil untuk kebutuhan teknologi presisi tinggi. Berdasarkan standar yang ditetapkan pada tahun 1967 oleh General Conference on Weights and Measures (CGPM), definisi detik tidak lagi bergantung pada benda langit, melainkan merujuk kepada fenomena kuantum.

 Sehingga satu detik didefinisikan sebagai durasi dari 9.192.631.770 periode radiasi yang sesuai dengan transisi antara dua tingkat energi dari atom Cesium-133 pada suhu nol mutlak. Angka 9.192.631.770 Hz ini menjadi konstanta fundamental dalam pengukuran waktu, menggantikan variabilitas rotasi Bumi.

Standar waktu cesium terbukti telah merevolusi metrologi dengan memindahkan definisi waktu dari pengamatan langit yang tidak pasti ke kepastian mekanika kuantum. Dengan menetapkan satu detik tepat sebagai 9.192.631.770 osilasi atom Cesium-133, umat manusia mencapai tingkat presisi pengukuran waktu yang memungkinkan teknologi modern seperti GPS dan internet global dapat berfungsi. 

Demi waktu, etos kerja industri perlu ditingkatkan (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Demi waktu, etos kerja industri perlu ditingkatkan (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)

Berpacu dengan Gazella

Filosofi demi waktu mestinya menjadi spirit kemajuan dan standar pelayanan pemerintah kota Bandung. Demi waktu menujukkan kepada kita bahwa kondisi persaingan di era kini bisa dianalogikan seperti sedang berlomba lari dengan gazela (sejenis binatang kijang) juga tantangan berat mencari devisa karena harus berhadapan dengan singa yang sedang beraksi di berbagai lapangan ekonomi. Bahkan tidak jarang sang Singa pun makan rumput di lapangan.

Faktor gazella dan singa juga merupakan filosofi dari dromokrasi yang berarti sistem pemerintahan kota, dimana kekuasaan tertinggi sebenarnya terletak pada faktor kecepatan. Istilah dromokrasi berasal dari kata dromo yang dalam bahasa Latin berarti berpacu atau cepat serta kata kratos berarti pemerintahan.

Pada era Industri 4.0 saat ini hakikat pemerintahan adalah dromokrasi, menurut Paul Virilio sistem pemerintahan dimana sistem kekuasaan sangat ditentukan oleh faktor kecepatan dalam tata kelola maupun layanan publik. Keniscayaan, kecepatan menjadi tuntutan utama terhadap pemerintahan.

Demi waktu, pemkot Bandung ke depan tidak boleh salah urus jam kerja warga kota. Jam kerja perlu dilancarkan, jam kerja perlu mengutamakan keselamatan dan kesehatan, jam kerja perlu imbalan kesejahteraan, jam kerja perlu disegarkan dengan wisata yang bisa menghilangkan penat otot dan kejenuhan jiwa.

ASN Pemkot Bandung tidak boleh korupsi jam kerja. Sebagai birokrat jangan terlalu banyak menggunakan jam kerja untuk upacara atau apel pagi dan sore. Jam kerja buruh industri dan jasa perlu dimanusiakan serta ditingkatkan kompetensinya.

Jika jam kerja warga kota dikelola dan diawasi dengan baik, niscaya kemajuan dan kemakmuran yang berkeadilan segera datang.  Bandung semakin membuat BJ Habibie sangat paham dan memiliki konsep, visi dan teori tentang cara mengelola jam kerja SDM bangsa.

Sebagai Insinyur, saya bersaksi bagaimana BJ.Habibie sangat disiplin menjalankan jam kerja diri sendiri maupun jam kerja karyawannya.

Sebagai karyawan industri pesawat terbang yang beliau pimpin saya pernah tahu, betapa marahnya beliau ketika melihat ada karyawan saat jam kerja sedang santai membaca koran.  Si pegawai itu didamprat habis-habisan, dan seketika dipecat. Inilah gaya manajemen Habibie yang anti korupsi jam kerja.

Dalam sisa waktu usianya, ketika tidak menduduki jabatan apapun, BJ.Habibie mengusulkan pembentukan neraca jam kerja di Indonesia. Menurutnya, neraca jam kerja ini sebagai wujud tata kelola pemerintah terhadap kondisi lapangan pekerjaan.  (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 10 Okt 2026, 12:23

Gastro-Histori Roti Bagelen: Akulturasi Tiga Budaya dan Jejak Perintis Khoe Pek Goan di Garut Sejak 1885

Dalam khazanah gastro-historis Indonesia, Roti Bagelen menduduki posisi istimewa sebagai penganan legendaris yang melintasi zaman.

Roti Bagelen pertama kali terekam dalam sejarah lahir dan berkembang di Kabupaten Garut sebagai titik awal keberadaannya di Indonesia. (Sumber: Akun Shopee Bagelen Garut)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 20:18

Generasi Berempati Ekologis

Refleksi guru dalam isu darurat dampah di Bandung Raya.

Generasi berempati ekologis. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 19:45

Pesantren dan Pluralitas Indonesia

Bagaimana kita melihat pesantren kini dalam pluralitas? Masyarakat tidak cukup hanya diajarkan untuk "toleran". Mereka perlu memahami mengapa perbedaan harus dihormati dan hidup bersama secara adil.

Ilustrasi santri yang sedang belajar di pesantren. (Sumber: Pexels/Mufid Majnun)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 18:38

Hidangan-Hidangan Nostalgia: Tanggung Jawab Bersama Melestarikan Warisan Kuliner Nusantara

Mari kita melangkahkan kaki lebih dalam untuk menjelajahi keunikan serta kekayaan rasa hidangan utama tradisional yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.

Populer di Bandung sejak 1930, Colenak Tapai Pisang menyajikan perpaduan tapai singkong dan pisang tanduk panggang dengan saus gula merah kelapa, nikmat disantap hangat bersama teh panas. (Sumber: Dokumentasi Primarasa)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 18:04

Curug Putri Palutungan Terjun dari Atas Lava Gunung Gegerhalang

Gunung Gegerhalang itu ibu dari Gunung Cereme. Bila direkonstruksi, tinggi Gunung Gegerhalang itu diperkirakan mencapai 4.000 m dpl.

Dinding lembah di sisi timur Curug Putri, berupa susunan batutemplek, lava yang membeku dari aliran Gunung Gegerhalang peruode ke-2. (Foto: T Bachtia)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 17:35

UU Pelindungan Ketenagakerjaan: Mampukah Membuka Jalan bagi Gen Z?

Jika aturan memberikan perlindungan yang jelas sekaligus menciptakan kepastian hukum, perusahaan memiliki dasar yang lebih baik untuk menyusun rencana usaha dan perekrutan.

Harapan UU Pelindungan Ketenagakerjaan dan Nasib Gen Z. (Sumber: dok FSP LEM SPSI | Foto: Arif Minardi)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 16:45

Menyelisik Peristiwa ’65 dari Kacamata Seorang Anak 7 Tahun: Membaca Candik ala 1965

Candik Ala 1965 membuka cara membaca peristiwa 1965 melalui pengalaman seorang anak yang belum memahami sepenuhnya konflik politik di sekitarnya.

Buku "andik Ala 1965" karya Tinuk R. Yampolsky. (Foto: Nur Febri Putranto)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 15:32

Bandung dan Cirebon: Dua wilayah di Jawa Barat yang Memiliki Suhu Udara Berkebalikan

Bandung dan Cirebon merupakan dua kota yang berada dalam satu wilayah Jawa Barat tapi memiliki kondisi cuaca yang jauh berbeda

Dua kota yang masuk ke wilayah Jawa barat tapi memiliki cuaca yang berbeda. (Sumber: Generated AI)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 10:16

Kala Bandung Tua Perlu Belajar dari Bandung Muda

Bandung Tua perlu belajar dari Bandung muda. Bukan berarti setiap gagasan anak muda pasti benar. Juga bukan berarti generasi yang lebih tua harus menyerahkan kemudi begitu saja. 

Aktivitas lari yang jadi tren di Bandung kiwari. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 08:04

Jejak Rasa di Tanah Seberang: Sejarah, Adaptasi, dan Evolusi Kuliner Jawa di Suriname

Migrasi besar-besaran tenaga kerja dari Jawa ke Suriname terjadi pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20.

Sebuah foto yang memperlihatkan seorang perempuan Jawa di Suriname sedang menyiapkan hidangan ala Jawa untuk sebuah perjamuan. (Sumber: collectie.wereldmuseum.nl)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 07:43

Masa Depan Bandung Command Center: Dari Monitor ke Otak Kota

BCC masa depan idealnya mempunyai tiga lapisan. Pertama, IoT menjadi mata dan telinga kota. Kedua, AI menjadi mesin analisisnya. Ketiga, manusia tetap menjadi pengambil keputusan.

Ruang utama Bandung Command Center (BCC). (Sumber: sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 19:14

Ketika Keamanan Pangan Kota Bandung Diuji Kasus 88 Seoul

Momentum untuk melihat kembali bagaimana keamanan pangan dan perlindungan konsumen diterapkan dalam industri kuliner Kota Bandung yang terus berkembang.

Ilustrasi Walikota Bandung sedang sidak keamanan pangan. (Sumber: ilustrasi dikreasi dengan chatgpt | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 18:13

Bagaimana Menjadikan Kota Bandung sebagai Sentra Batik Utama di Jawa Barat

Bandung berpotensi menjadi sentra batik utama Jawa Barat. Melalui inovasi motif modern, penguatan pengrajin lokal dan dukungan festival budaya, batik Bandung siap mendominia pasar lokal dan global.

Damakara Store di Cihapit. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Rizma Riyandi)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 17:43

Khazanah Masakan Bogor Tempo Doeloe: Warisan Gastronomi Leluhur yang Kian Langka

Kuliner Bogor tempo doeloe adalah bagian tak terpisahkan dari identitas budaya Sunda dan kekayaan gastronomi Nusantara.

Cungkring merupakan sajian khas Bogor berupa sate kulit sapi yang dibalut gurihnya bumbu rempah dan kacang. (Sumber: Youtube | Foto: Dyodoran)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 16:17

Mang Jaya, Maestro Dongeng Sunda yang Melintasi Zaman

Lebih dari setengah abad Mang Jaya menjaga dongeng dan bahasa Sunda tetap hidup melalui kekuatan suara dan imajinasi.

Sosok Mang Jaya, maestro dongeng Sunda yang telah puluhan tahun menghidupkan tradisi mendongeng dan memperkenalkan kekayaan cerita Sunda kepada lintas generasi. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 15:46

Memaknai Kembali Bandung Heritage

Ada sudut-sudut kota Bandung yang menyimpan cerita sejarah tapi tergerus oleh waktu. Bandung bukan hanya kota arsitektur, tapi juga tempat bahasa Sunda dicetak, dibaca dan disebarluaskan.

Gedung peninggalan Era Kolonial di Kota Bandung. (Sumber: Pexels | Foto: Andaru Firmansyah)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 13:10

Bandung Tak Bisa Hanya Diurus lewat 'PowerPoint'

Bandung tidak perlu menciptakan sejarah baru. Sejarahnya sudah ada. Yang dibutuhkan adalah menghubungkan titik-titik sejarah yang selama ini berdiri sendiri.

Salah satu sudut kawasan heritage Braga. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Arif Ruhiyat)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 12:18

Masakan-Masakan Tionghoa Populer dalam Buku 'Masakan Aneka Warna' (1969)

Buku berjudul Masakan Aneka Warna disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio (yang juga ditulis sebagai Ibu Satrio Samuel).

Buku berjudul "Masakan Aneka Warna" disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio dan diterbitkan pertama kali oleh PN Balai Pustaka tahun 1969. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Wisata & Kuliner 08 Okt 2026, 11:18

Perkedel Bondon, Pengisi Perut Masinis Hingga Tempat Mangkal Para Perempuan Malam di Bandung

Perkedel Bondon lahir dari kebutuhan akan panganan para pekerja kereta api di Kota Bandung yang hanya melayani pelanggannya pada malam hari.

warung perkede Bondon di Jalan Stasiun Timur Kota Bandung (ist)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 10:34

Menolong Tak Cukup dengan Peduli: Ketika Mental Tak Baik-Baik Saja

Tidak semua orang yang sedang berjuang dengan masalah mental berkata, “Saya butuh pertolongan.” Kadang, yang dibutuhkan hanyalah seseorang yang peka kalau saya sedang tidak baik-baik saja.

Pembukaan Program Psikoedukasi Kesehatan Mental Remaja Pusjar SKTAN Tahun 2026. (Sumber: Humas Pusjar SKTAN | Foto: Humas Pusjar SKTAN)