Akulturasi Budaya Jepang dan Indonesia, Matcha Mulai Hadir dengan Cita Rasa Inovatif

2 menit baca
Andrea Keira
Ditulis oleh Andrea Keira diterbitkan
Tempat transaksi Kusuma Matcha dengan nuansa Jepang modern yang kerap dijadikan spot foto pengunjung, (30/10/2025) (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Andrea Keira)
Tempat transaksi Kusuma Matcha dengan nuansa Jepang modern yang kerap dijadikan spot foto pengunjung, (30/10/2025) (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Andrea Keira)

Di tengah sudut Kota Bandung, masyarakat yang berkunjung dapat mencium aroma khas dari olahan matcha. Bersumber dari cafetaria Kusuma Matcha yang berlokasi lengkap di Jalan Gempol Kulom No. 3, Citarum, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung.

Populer sejak tahun 2013, Kusuma Matcha yang berdiri belum genap setahun berkomitmen memberikan kualitas matcha terbaik bagi para penikmatnya. Dengan menyuguhkan cita rasa yang autentik serta berinovasi dengan selera lokal, Kusuma Matcha mampu menciptakan pasar yang kuat bagi para penikmat matcha.

Berbeda dengan teh hijau Jepang, Virna seorang matcha maker Kusuma Matcha menjelaskan bahwa orang awam seringkali salah paham. Perbedaannya justru terletak pada proses pengolahannya dimana teh hijau hanya mengambil sari daunnya, sementara matcha menggunakan seluruh bagian daunnya yang diolah menjadi bubuk.

“Matcha sendiri itu memiliki tiga grade, yakni ceremonial, culinary, dan premium. Dan Kusuma Matcha menggunakan grade ceremonial dimana itu merupakan grade paling atas”, ucapnya pada Kamis (30/10/2025).

Hal tersebut membuktikan bahwa komitmen Kusuma Matcha dalam menyuguhkan matcha autentik dengan kualitas terbaik.

“Ciri khas kita itu ada di cita rasa yang tidak terlalu pahit dan creamy, jadi disesuaikan dengan selera lokal”, ujar Virna.

Rasanya yang tetap autentik, mampu dikombinasikan dengan rasa creamy dan legit. Untuk hidangan penutup mulutnya, mereka juga menghadirkan Tiramissu Matcha dimana tiramisu yang biasanya menggunakan perisa kopi, di Kusuma Matcha justru hadir dengan keunikan menggunakan perisa matcha yang pekat dan manis.

“Kami menghadirkan bubuk matcha autentik langsung dari Jepang, tetapi sudah kami inovasikan dengan keunikan dan kontrol kualiti yang ketat”, lanjut Virna.

Menu Bestseller Kusuma Matcha, Strawberry Matcha yang digemari banyak pengunjung (30/10/2025) (Sumber: Andrea Keira | Foto: Andrea Keira)
Menu Bestseller Kusuma Matcha, Strawberry Matcha yang digemari banyak pengunjung (30/10/2025) (Sumber: Andrea Keira | Foto: Andrea Keira)

Dibanderol harga mulai dari Rp. 30.000,- kita sudah dapat menikmati segelas matcha originalnya dengan tingkat kepekatan rasa yang dapat disesuaikan dengan selera kita. Bagi para penikmat matcha, merekapun lengkap menjual bubuk matcha beserta perlengkapannya.

Trend matcha ini semakin berkembang tidak hanya sebagai gaya hidup, tetapi juga menjalar menjadi pengalaman lidah untuk merasakan sensasi kuliner Jepang bercampur dengan lokal. Mengandalkan menu terbaiknya, yakni Strawberry Matcha dengan tambahan foam halus perisa stroberi yang menjadi pelengkap rasa manis, Kusuma Matcha mampu mempertahankan eksistensinya menjadi café penyedia matcha yang unggul.

Ditambah kini Kusuma Matcha hadir kembali dengan adanya penggunaan dispenser matcha dimana pengunjung dapat menikmati pengalaman menuangkan matcha langsung dari dispenser yang tersedia. Hal ini menjadi nilai tambah tidak hanya urusan lidah dah kualitas, tetapi juga estetika dan pengalaman unik.

Beroperasi pada pukul 08.00–20.00 WIB, Kusuma Matcha menjadi pilihan yang tepat bagi pecinta matcha untuk memulai ataupun mengakhiri hari yang padat ditengah kesibukan Kota Bandung. Lokasi yang strategis dapat ditempuh menggunakan angkutan umum maupun kendaraan pribadi. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 04 Nov 2026, 10:18

Travel, Jalan Tol dan Perbincangan di Dalamnya

Banyak cerita-cerita yang hanya ada di perjalanan, tentang mereka yang terus berjuang di tengah kemegahan zaman.

Kemacetan akibat perbaikan dan pemeliharaan jalan di Tol Cikopo- Palimanan (Cipali). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)