Pariwisata Alam ini Berikan Pengalaman Menarik dan Edukasi Sesar Lembang

3 menit baca
carissa syarafina08
Ditulis oleh carissa syarafina08 diterbitkan
Nuansa damai dan asri di bawah langit pepohonan Uncle D Backyard. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Carissa Syarafina)
Nuansa damai dan asri di bawah langit pepohonan Uncle D Backyard. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Carissa Syarafina)

Udara sejuk berhembus lembut di sekitar Uncle D Backyard, berada titik yang dikenal sebagai Sesar Lembang. Dari ketinggian itu, pemandangan memukau terbentang luas, memanggil para pengunjung untuk datang dan menyambut keindahan alam yang menenangkan jiwa. Di balik pesona itu, terselipkan edukasi yang mengalir ke masyarakat mengenai Sesar Lembang yang bertempatkan di Jl. Cigadung Raya Barat No. 18, Kecamatan Cibeunying Kaler, Bandung.

Gin, Manager Operasional Uncle D Backyard memberikan penjelasan mengenai konsep Uncle D Backyard secara spesifik bahwa untuk memberikan edukasi pada masyarakat.

“Konsep sekarang kita sebetulnya lebih ke edukasi keluarga, masyarakat dan lain-lain. Kenapa kita namanya jadi Sesar Lembang Culture. Itu tuh kita pengen edukasi untuk tanggap bencana yang di Sesar Lembang,” ujarnya pada Selasa (28/10/2025).

Selain digunakan sebagai sarana untuk pariwisata Uncle D Backyard juga menyediakan edukasi tanggap bencana Sesar Lembang, yang dimana menjadi tempat untuk memberikan edukasi penting untuk masyarakat,

Pria berbadan tinggi dan berkumis tersebut menjelaskan kembali bahwa Uncle D Backyard memberikan informasi terkait pemegang wisata dari wisata yang merupakan hasil kolaborasi tiga owner, yaitu Adi Panuntun, Debbie, dan  Ade.

“Ketiga owner tersebut masing-masing owner memiliki 1 kepunyaan yaitu Sesar Lembang Culture, Sundalan Matahari dan Uncle D Backyard, lalu bersama-sama mengola tempat ini demi edukasi dan kegiatan berkelanjutan,” ujarnya.

Uncle D Backyard memiliki daya tarik utama yang memikat hati para pengunjung, alamnya yang asri seolah memanggil setiap jiwa untuk bernafas lebih dalam dan merasakan kedamaian. Suara gemerisik daun dan kicauan burung menjadi latar alami bagi berbagai acara edukatif, seperti eko festival dan dongeng kelana. Acara-acara ini bukan hanya hiburan, tapi sebuah misi mulia untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya penanggulangan bencana dan pengelolaan sampah.

Di sudut-sudut tertentu, berdiri beberapa stand makanan dan minuman kekinian di Bandung yang menggoda lidah, menambah warna dan rasa penasaran pengunjung terhadap pariwisata alam yang masih terbilang baru ini. Dekatnya lokasi dengan pusat kota Bandung membuat Uncle D Backyard menjadi tempat yang sempurna untuk menjelajah sekaligus menambah wawasan, menjanjikan pengalaman yang tak terlupakan di setiap langkahnya.

Fasilitas yang tersedia di Uncle D Backyard terasa begitu lengkap, seolah menyambut setiap pengunjung dengan kehangatan. Ada kafe-restoran yang aroma harum, makanan nya menggoda, tempat duduk berupa kursi dan tikar piknik yang mengundang untuk beristirahat santai di bawah rindangnya pepohonan, serta kamar mandi umum yang bersih dan terawat.

Untuk jam operasional Uncle D Backyard buka dari jam 7 pagi hingga 7 malam dengan tiket masuk berupa voucher senilai Rp50.000 yang dapat ditukar makanan atau minuman serta fasilitas piknik. Lalu pengunjung tak perlu risau soal tempat parkir, karena area luas nan aman sudah disediakan khusus untuk para wisatawan yang datang, memastikan perjalanan mereka dimulai dan berakhir dengan tenang dan nyaman.

Penulis sedang mewawancarai narasumber, Gin, Manajer Operasional Uncle D Backyard. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Carissa Syarafina)
Penulis sedang mewawancarai narasumber, Gin, Manajer Operasional Uncle D Backyard. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Carissa Syarafina)

Pria ini menyampaikan kembali bahwa, Uncle D Backyard menegaskan wisatawan tidak boleh membawa tempat plastik saat datang ke tempat wisata ini.

“Pengunjung diperbolehkan membawa makanan dari luar dengan ketentuan tidak menggunakan kemasan plastik sekali pakai, agar menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Sistem tiket yang diterapkan juga digunakan untuk mendukung perawatan tempat dan membayar karyawan,” ujar pria berbadan tinggi dan berkumis.

Tempat ini juga masih dalam pengembangan, termasuk kemungkinan menjadi lokasi untuk acara wedding dengan pertimbangan dari segi perawatan tanaman dan rumput. Uncle D Backyard fokus pada prinsip tidak merusak alam saat menyelenggarakan berbagai aktivitas. Meskipun begitu, kafe ini sudah menyiapkan fasilitas senyaman mungkin untuk para wisatawan yang ingin menikmati suasana disekitar. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 09 Agu 2026, 19:39

Dari Uang Tunai ke Sekali Klik dalam Perubahan Perilaku Keuangan Mahasiswa

Peralihan ke dompet digital mempermudah transaksi mahasiswa, namun berisiko memicu perilaku konsumtif.

Kemudahan transaksi dompet digital melalui pemindaian kode QR semakin efisien dan dekat dengan aktivitas harian mahasiswa. (Sumber: Pexels/Pavel Danilyuk)
Linimasa 09 Agu 2026, 18:31

Hikayat Baju Pendakian Indonesia yang Biasa Digunakan Para Pecinta Alam

Flanel, celana PDL, jaket bulu angsa, dan sepatu tentara pernah menjadi ciri khas pendaki Indonesia sebelum era pakaian modern.

Ilustrasi pendaki gunung. (Sumber: Pixnio)
Ayo Netizen 09 Agu 2026, 15:43

Kibar Sang Merah Putih pun Tak Merdeka

Bendera memang sudah merdeka dari penjajahan. Tetapi apakah manusia yang mengibarkannya sudah benar-benar merasakan kemerdekaan?

Bendera merah putih di sekeliling Lapangan Lio Genteng, RW 05, Kelurahan Nyengseret, Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu 12 Agustus 2023. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 09 Agu 2026, 12:05

Tanah, Makanan, dan Tempat

Timbal-balik antara alam dengan manusia, dan sebaliknya, khususnya tentang nama-nama batuan atau tanah yang dijadikan toponimi.

Camilan kue ladu, sangat populer di Garut, Tasikmalaya, dan Ciamis. (Sumber: T Bactiar)
Ayo Netizen 09 Agu 2026, 09:17

Hari Hutan Nasional: Menjadikan Hutan sebagai Rumah dan Harapan

Masih relevan kah peringatan Hari Hutan Nasional sekarang dengan kondisi ekologi hutan kita yang semakin gundul. Apakah pembangunan tidak menggunakan konsep lingkungan hidup yang sehat?

Siswa SD Darul Hikam Bandung memperingati Hari Bumi dengan aksi nyata menanam pohon di kawasan Dago Giri, Kabupaten Bandung Barat, Kamis, 25 April 2024.  (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al- Faritsi)
Wisata & Kuliner 09 Agu 2026, 09:03

Tamasya di Dadaha Tasikmalaya: Tempat Jogging, Wisata Kuliner, dan Rekreasi Keluarga

Dadaha menjadi destinasi favorit warga Tasikmalaya dengan lintasan jogging, taman bermain anak, kolam renang, dan Pasar Kojengkang yang selalu ramai.

Suasana di Kawasan Dadaha Tasikmalaya (Sumber: Ayomedia)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 20:15

Narasi Adiboga Sunda dalam Panggung Gastrodiplomasi Handrawina Adiboga Nusantara

Lahirnya buku Handrawina Adiboga Nusantara yang diterbitkan pada tahun 2022 menandai tonggak sejarah baru dalam kodifikasi rasa Indonesia.

Lahirnya buku Handrawina Adiboga Nusantara yang diterbitkan pada tahun 2022 menandai tonggak sejarah baru dalam kodifikasi rasa Indonesia. (Sumber: Kementrian Luar Negeri)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 18:24

Wujudkan Tipe Rumah SOHO Idaman Keluarga di Bandung

Rumah tipe SOHO multi fungsi, untuk tempat tinggal keluarga sekaligus tempat usaha.

Ilustrasi tipe rumah SOHO idaman warga Bandung (Sumber: dikreasi dengan Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 16:50

Menjelang Proklamasi Kemerdekaan di Bandung (Bagian 2)

Warga Bandung bahu-membahu untuk mempersiapkan kemerdekaan, mereka dengan penuh suka cita dan dada yang menggebu-gebu mempersiapkan segalanya dengan seksama dan hati-hati.

Pasukan Pembela Tanah Air (PETA). (Sumber: 360doc)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 15:52

Nomor Proklamasi: Ketika Majalah Selecta Menyambut Hari Kemerdekaan RI 1969

Di sampul depan Majalah Selecta Nomor 413, terbit 17 Agustus 1969 terpampang sederhana namun penuh makna: "Nomor Proklamasi".

Sampul depan Majalah Selecta Edisi Khusus Proklamasi, terbit 17 Agustus 1969, menampilkan aktris Alice Iskak sebagai model sampul. (Sumber: Koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 15:23

Melacak Jejak Gastronomi Jawa dalam Kokki Bitja (1854): Identitas, Karakteristik, dan Kontinuitas

Buku Kokki Bitja: Kitab Masakan Indis 1854 merupakan salah satu artefak sejarah kuliner tertua dan paling signifikan di Hindia Belanda.

Buku "Kokki Bitja: Kitab Masakan Indis 1854". (Sumber: Ayobandung.id)
Wisata & Kuliner 07 Agu 2026, 15:20

Jelajah Sungai Cigerendong, Surga Tersembunyi di Dusun Cukanggaleuh Pangandaran

Jelajahi Sungai Cigerendong di Desa Parakanmanggu dengan air jernih berwarna toska, pepohonan rindang, dan suasana yang masih alami.

Sungai Cigerendong Pangandaran. (Sumber: TikTok @cigerendongpangandaran)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 13:53

Dilema Bioskop Sepi di Tengah Pergeseran Budaya Instan

Apakah masyarakat kita memang masih menonton film di bioskop dengan cara yang sama seperti sebelumnya?

Ilustrasi Dilema Bioskop Sepi di Tengah Pergeseran Budaya Instan. (Sumber: Mochamad Arbani)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 11:58

Cipatat dan Krisis Kesehatan yang Tak Terlihat

Negara wajib memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak dibangun di atas kesehatan dan penderitaan masyarakat. 

Beberapa truk bayawak pengangkut batu kapur terparkir di wilayah Cipatat Kabupaten Bandung Barat. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ananda)
Ikon 07 Agu 2026, 11:15

Alun-alun Kota Cimahi, Pusat Pertemuan antara Warga dengan Ojol

Alun-alun Kota Cimahi menjadi pusat aktivitas warga, tempat bersantai, berolahraga, hingga titik berkumpul para driver ojol.

Rindang, strategis, dan nyaman, Alun-alun Kota Cimahi menjadi ruang publik sekaligus titik berkumpul para driver ojol setiap hari. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 08:40

Saat Pohon Tumbang dan Rasa Aman Dipertaruhkan

Bandung sedang menghadapi ujian besar. Ujian yang menuntut respons yang tegas, kolaboratif, dan berorientasi pada kepentingan publik.

Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) melakukan pemangkasan sejumlah pohon di ruas jalan Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 06 Agu 2026, 20:09

Menyambut Hari Kemerdekaan 2026, Deretan Ide Tulisan dari Semangat Kemerdekaan hingga Dinamika Kota Bandung

Tema tulisan tetap tidak dibatasi. Selama relevan dengan isu yang berkembang, setiap penulis bebas menentukan sudut pandang yang ingin diangkat.

Warga Kampung Pengkolan Pasang Bendera Merah Putih Sepanjang 540 Meter pada tahun 2023. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 06 Agu 2026, 18:33

Rahasia Komunikasi Digital yang Bikin Sebuah Merek Kecantikan Mudah Diingat

Menganalisis komunikasi iklan melalui website resmi dan media sosial Instagram yang menunjukkan adanya upaya perusahaan dalam membangun komunikasi yang saling terhubung.

Ilustrasi komunikasi digital merek kecantikan.
Wisata & Kuliner 06 Agu 2026, 18:07

Jelajah Gunung Salak Bogor: Pendakian, Kawah Ratu, Harga Tiket, dan Cara Booking Online

Panduan lengkap Gunung Salak mulai jalur pendakian, Kawah Ratu, harga tiket, booking online, hingga cara menuju kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak.

Gunung Salak Bogor. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 06 Agu 2026, 16:17

Berita Yudha: Potret Sejarah dari Lembaran Surat Kabar Lawas

Kini, setelah 56 tahun berlalu, Berita Yudha tetap memiliki daya tarik yang kuat sebagai sumber sejarah.

Surat kabar Berita Yudha, salah satu harian berpengaruh pada era Orde Baru yang diterbitkan oleh TNI Angkatan Darat. (Sumber: Koleksi: Kin Sanubary)