Selamat Hari Raya Idul Fitri
1446 Hijriah • Mohon Maaf Lahir & Batin

Pariwisata Alam ini Berikan Pengalaman Menarik dan Edukasi Sesar Lembang

carissa syarafina08
Ditulis oleh carissa syarafina08 diterbitkan Selasa 02 Des 2025, 11:58 WIB
Nuansa damai dan asri di bawah langit pepohonan Uncle D Backyard. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Carissa Syarafina)

Nuansa damai dan asri di bawah langit pepohonan Uncle D Backyard. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Carissa Syarafina)

Udara sejuk berhembus lembut di sekitar Uncle D Backyard, berada titik yang dikenal sebagai Sesar Lembang. Dari ketinggian itu, pemandangan memukau terbentang luas, memanggil para pengunjung untuk datang dan menyambut keindahan alam yang menenangkan jiwa. Di balik pesona itu, terselipkan edukasi yang mengalir ke masyarakat mengenai Sesar Lembang yang bertempatkan di Jl. Cigadung Raya Barat No. 18, Kecamatan Cibeunying Kaler, Bandung.

Gin, Manager Operasional Uncle D Backyard memberikan penjelasan mengenai konsep Uncle D Backyard secara spesifik bahwa untuk memberikan edukasi pada masyarakat.

“Konsep sekarang kita sebetulnya lebih ke edukasi keluarga, masyarakat dan lain-lain. Kenapa kita namanya jadi Sesar Lembang Culture. Itu tuh kita pengen edukasi untuk tanggap bencana yang di Sesar Lembang,” ujarnya pada Selasa (28/10/2025).

Selain digunakan sebagai sarana untuk pariwisata Uncle D Backyard juga menyediakan edukasi tanggap bencana Sesar Lembang, yang dimana menjadi tempat untuk memberikan edukasi penting untuk masyarakat,

Pria berbadan tinggi dan berkumis tersebut menjelaskan kembali bahwa Uncle D Backyard memberikan informasi terkait pemegang wisata dari wisata yang merupakan hasil kolaborasi tiga owner, yaitu Adi Panuntun, Debbie, dan  Ade.

“Ketiga owner tersebut masing-masing owner memiliki 1 kepunyaan yaitu Sesar Lembang Culture, Sundalan Matahari dan Uncle D Backyard, lalu bersama-sama mengola tempat ini demi edukasi dan kegiatan berkelanjutan,” ujarnya.

Uncle D Backyard memiliki daya tarik utama yang memikat hati para pengunjung, alamnya yang asri seolah memanggil setiap jiwa untuk bernafas lebih dalam dan merasakan kedamaian. Suara gemerisik daun dan kicauan burung menjadi latar alami bagi berbagai acara edukatif, seperti eko festival dan dongeng kelana. Acara-acara ini bukan hanya hiburan, tapi sebuah misi mulia untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya penanggulangan bencana dan pengelolaan sampah.

Di sudut-sudut tertentu, berdiri beberapa stand makanan dan minuman kekinian di Bandung yang menggoda lidah, menambah warna dan rasa penasaran pengunjung terhadap pariwisata alam yang masih terbilang baru ini. Dekatnya lokasi dengan pusat kota Bandung membuat Uncle D Backyard menjadi tempat yang sempurna untuk menjelajah sekaligus menambah wawasan, menjanjikan pengalaman yang tak terlupakan di setiap langkahnya.

Fasilitas yang tersedia di Uncle D Backyard terasa begitu lengkap, seolah menyambut setiap pengunjung dengan kehangatan. Ada kafe-restoran yang aroma harum, makanan nya menggoda, tempat duduk berupa kursi dan tikar piknik yang mengundang untuk beristirahat santai di bawah rindangnya pepohonan, serta kamar mandi umum yang bersih dan terawat.

Untuk jam operasional Uncle D Backyard buka dari jam 7 pagi hingga 7 malam dengan tiket masuk berupa voucher senilai Rp50.000 yang dapat ditukar makanan atau minuman serta fasilitas piknik. Lalu pengunjung tak perlu risau soal tempat parkir, karena area luas nan aman sudah disediakan khusus untuk para wisatawan yang datang, memastikan perjalanan mereka dimulai dan berakhir dengan tenang dan nyaman.

Penulis sedang mewawancarai narasumber, Gin, Manajer Operasional Uncle D Backyard. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Carissa Syarafina)
Penulis sedang mewawancarai narasumber, Gin, Manajer Operasional Uncle D Backyard. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Carissa Syarafina)

Pria ini menyampaikan kembali bahwa, Uncle D Backyard menegaskan wisatawan tidak boleh membawa tempat plastik saat datang ke tempat wisata ini.

“Pengunjung diperbolehkan membawa makanan dari luar dengan ketentuan tidak menggunakan kemasan plastik sekali pakai, agar menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Sistem tiket yang diterapkan juga digunakan untuk mendukung perawatan tempat dan membayar karyawan,” ujar pria berbadan tinggi dan berkumis.

Tempat ini juga masih dalam pengembangan, termasuk kemungkinan menjadi lokasi untuk acara wedding dengan pertimbangan dari segi perawatan tanaman dan rumput. Uncle D Backyard fokus pada prinsip tidak merusak alam saat menyelenggarakan berbagai aktivitas. Meskipun begitu, kafe ini sudah menyiapkan fasilitas senyaman mungkin untuk para wisatawan yang ingin menikmati suasana disekitar. (*)

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 22 Mar 2026, 08:58

Kartu Lebaran dan Suasana Idulfitri di Bandung Era 1990-an

Menjelang Idulfitri pada dekade 1990-an, suasana Kota Bandung tidak hanya dipenuhi aroma kue Lebaran dan kesibukan orang bersiap mudik.

Kartu Lebaran versi ABG. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 21 Mar 2026, 20:26

Islam Kita dan Islam Mereka: Sebuah Ilusi Pascakolonial

Menjadi muslim di Indonesia adalah bagian dari perjalanan sejarah yang panjang dan sarat kontradiksi.

Ada banyak kisah yang lazim dialami oleh para jamaah haji selama menunaikan rukun Islam kelima tersebut. (Sumber: Pexels/Mutahir Jamil)
Ayo Netizen 21 Mar 2026, 18:20

Idulfitri 1447 H

Hikmah Ramadan itu menjaga dan merawat silaturahmi. Puncaknya hadir saat Idulfitri, momentum kemenangan sejati dalam menundukkan hawa nafsu, termasuk nafsu (angkara murka) untuk merasa paling benar.

Salat berjamaah di Masjid Pusdai, Kota Bandung, Jumat 20 Februari 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Sejarah 21 Mar 2026, 06:30

Hikayat Lebaran Seabad Lalu di Bandung, Open House Bupati untuk Pribumi dan Eropa

Laporan majalah kolonial tahun 1926 menunjukkan bagaimana masyarakat Bandung merayakan Idulfitri dengan berbagai tradisi unik.

Lebaran di kediaman Bupati Bandung 1926. (Sumber: Majalah Indie)
Ayo Netizen 20 Mar 2026, 19:10

Yang Gak Mudik, Yuk Wisata Bandung Dilirik

Warga Bandung yang gak mudik, yuk ramaikan wisata di Bandung! Manfaatnya menggerakkan perekonomian lokal di Bandung.

Sarae Hills destinasi wisata yang tidak hanya indah, tapi juga Instagrammable. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 20 Mar 2026, 17:24

Idulfitri, Syawal dan Lebaran: Jalan Pulang dan Lima Tahap Pemaafan

Idulfitri, syawal dan lebaran bukan sebatas perayaan, tetapi sejuta lapisan makna yang mengantarkan manusia pada kesadaran dan peningkatan diri.

Ilustrasi suasana Idulfitri, Syawal dan Lebaran. (Sumber: Ozgar Jan dari Pixabay)
Beranda 20 Mar 2026, 16:54

Tradisi Potong Rambut Lebaran di Kota Bandung: Antrean Panjang di Barbershop dan Lapak DPR yang Makin Sepi

Tradisi potong rambut menjelang Lebaran di Kota Bandung menunjukkan kontras yang mencolok. Barbershop dipadati pelanggan, sementara lapak cukur DPR kian sepi.

Yana Mulyana dengan ruang ala kadarnya tetap bertahan di bawah rindang pohon Jalan Malabar, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 20 Mar 2026, 15:48

Memupuk Persaudaraan, Merawat Harmoni

Nyepi mengajarkan kita sikap memperkuat persaudaraan, persatuan, semangat toleransi, perdamaian untuk meraih kehidupan rukun, harmoni, bahagia dan sejahtera dapat terus terjaga di tengah perbedaan.

Ilustrasi perayaan Nyepi di Bali (Sumber: Freepik)
Linimasa 20 Mar 2026, 01:03

Kemacetan dan Sumber Rezeki Pedagang Oleh-oleh Nagreg

Kondisi lalu lintas di Nagreg sangat memengaruhi penjualan oleh-oleh. Saat ramai lancar pembeli meningkat, namun kemacetan justru membuat pemudik enggan berhenti.

Lalu lintas Nagreg saat mudik lebaran 2026. (Foto: Mildan Abdalloh)
Sejarah 20 Mar 2026, 00:53

Beda Hari Lebaran di Indonesia, Bikin Orang Eropa Kebingungan

Jelang akhir Ramadan, satu pertanyaan hampir selalu muncul di Indonesia: Lebaran jatuh hari apa? Akar sejarahnya panjang. Sudah ada sejak zaman dulu.

Suasana pasca salat id Bandung 1926 (Sumber: Majalah Indie)
Beranda 19 Mar 2026, 21:21

Menitip Rindu pada Takbir: Cerita Perantau yang Menghadapi Lebaran dalam Sepi

Pemerintah menetapkan Idulfitri 1447 H jatuh pada 21 Maret 2026. Di balik momen kemenangan itu, tersimpan kisah warga perantauan yang menjalani malam takbiran tanpa pulang kampung dan menahan rindu.

Mutiara Indah Lestari tetap tegar merayakan Lebaran di perantauan, menyimpan rindu untuk keluarganya di Padang (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 20:00

Idulfitri sebagai Komunikasi Hati

Tulisan ini membahas Idul Fitri sebagai momen memulihkan komunikasi hati di tengah kebisingan digital, menekankan pentingnya ketulusan, kehadiran, dan relasi yang lebih manusiawi.

Ribuan umat muslim melaksanakan shalat Idul Fitri 1446 H di Lapangan Gasibu, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin 31 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Bandung 19 Mar 2026, 19:46

Jersey Lokal Bandung RZQ Actv Buktikan Taring, Sukses Curi Perhatian di Tengah Hiruk-Pikuk Jelang Idul Fitri

Brand jersey lokal, RZQ Actv, membuktikan bahwa produk UMKM mampu bersaing dan tampil percaya diri di tengah hiruk pikuk persiapan hari raya.

Brand jersey lokal, RZQ Actv, membuktikan bahwa produk UMKM mampu bersaing dan tampil percaya diri di tengah hiruk pikuk persiapan hari raya. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 19:09

Dijajah Tanpa Penjajah: Ketika Kemerdekaan Kehilangan Makna

Kemerdekaan fisik belum menjamin kemerdekaan berpikir.

ilustrasi buku sebagai sumber ilmu. (Sumber; Pixabay)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 18:59

Mudik dan Kelanjutan Ramadan: Menguji Ketakwaan di Jalan Kehidupan

Mudik Lebaran selalu menghadirkan suasana yang hangat dan penuh makna.

Sejumlah pemudik sepeda motor melintas di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Sabtu 14 Maret 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 13:12

Petani Menua dan Anak Muda Menjauh: Siapa yang Akan Menjaga Ketahanan Pangan Indonesia?

Indonesia dikenal sebagai negara agraris, namun mengalami krisis regenerasi petani. Mampukah program Petani Milenial menjadi solusi bagi masa depan pangan Indonesia?

Petani membajak sawah menggunakan traktor di Gedebage, Kota Bandung, Kamis 4 Januari 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al- Faritsi)
Linimasa 19 Mar 2026, 12:49

Harap Cemas Pedagang Oleh-oleh Nagreg di Tengah Rencana Pembangunan Tol Cigatas

Pedagang oleh-oleh di Nagreg mulai kehilangan pembeli sejak hadirnya jalan tol. Rencana Tol Getaci memicu kekhawatiran baru soal masa depan usaha mereka.

Penjual oleh-oleh di Nagreg. (Foto: Mildan Abdalloh)
Sejarah 19 Mar 2026, 12:49

Sejarah Kue Kering Lebaran, Sajian Idulfitri yang Berakar dari Dapur Belanda

Tradisi menyajikan kue kering saat lebaran memiliki jejak sejarah kolonial. Resep kue kecil dari Eropa yang disebut koekje berkembang di Hindia Belanda dan berubah menjadi nastar hingga kastengel.

Ilustrasi kue kering lebaran.
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 10:59

Kakaretaan, Yuk!

Di atas rel, kita belajar soal hidup, seperti kereta, akan terus berjalan.

Calon penumpang Kereta Api Pasundan tambahan berjalan menuju gerbong di Stasiun Kiaracondong, Kota Bandung, Selasa 17 Maret 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 18 Mar 2026, 20:29

Kisah Kue-Kue Kering Hari Raya

Tahukah kalian, bahwa kue alias “cookies” itu berasal dari bahasa Belanda yaitu “koekje”.

Sebuah mural karya harijadi sumodidjojo yang berjudul "kehidupan batavia". (Sumber: Istimewa)