Rajutan Keberuntungan: Kisah Yumna Craft Merajut Asa dari Tali Makrame di Kabupaten Bandung

3 menit baca
Dheana Husnaini
Ditulis oleh Dheana Husnaini diterbitkan
Ibu Lia Yulia selaku owner Yumna Craft memamerkan hasil kerajian makrame berupa tas dan gantungan kunci di rumahnya, Bojongsoang, Kabupaten Bandung, (05/11/2025) (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dheana Husnaini)
Ibu Lia Yulia selaku owner Yumna Craft memamerkan hasil kerajian makrame berupa tas dan gantungan kunci di rumahnya, Bojongsoang, Kabupaten Bandung, (05/11/2025) (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dheana Husnaini)

Di ruang mungil, jemari itu menari pelan. Simpul demi simpul saling menyatu, melahirkan karya cantik berbahan tali katun berwarna lembut. Dari rumah yang hangat dan sederhana, lahirlah Yumna Craft UMKM (Usaha, Mikro, Kecil, dan Menengah) yang berdiri sejak Agustus 2018 dan berkawasan di Kp. Paralon, Jl. Raya Bojongsoang No.85, RT.03/RW.12, Bojongsoang, Kabupaten Bandung.

Berawal dari hobi membuat tas, Lia Yulia selaku pemilik usaha tak pernah menyangka karyanya akan menarik perhatian banyak orang. Dukungan dari teman dan keluarga menjadi awal perjalanan bisnis kecilnya yang kini berkembang menjadi UMKM kerajinan rajut makrame di Kabupaten Bandung.

“Awalnya cuma hobi bikin tas buat sendiri, terus ditawarin ke teman dan saudara, ternyata banyak yang suka,” tuturnya, Rabu (05/11/2025), sambil tersenyum mengenang awal mula perjuangannya menekuni usaha ini.

Kini, Yumna Craft dikenal cukup luas lewat berbagai produk seperti tas rajut, pouch, gantungan kunci hingga dekorasi rumah yang dapat dipesan secara custom. Setiap produk dibuat dengan penuh kesabaran, dan tanpa alat. Seluruh proses kerajinan dilakukan secara manual menggunakan tangan sang pemilik.

Beberapa hasil kerajinan makrame Yumna Craft seperti tas, gantungan kunci, dan pouch, berlokasi di Kp. Paralon, Jl. Raya Bojongsoang No.85, RT.03/RW.12, Bojongsoang, Kabupaten Bandung, (05/11/2025) (Sumber: Dheana Husnaini | Foto: Dheana Husnaini)
Beberapa hasil kerajinan makrame Yumna Craft seperti tas, gantungan kunci, dan pouch, berlokasi di Kp. Paralon, Jl. Raya Bojongsoang No.85, RT.03/RW.12, Bojongsoang, Kabupaten Bandung, (05/11/2025) (Sumber: Dheana Husnaini | Foto: Dheana Husnaini)

Dalam satu karya, Lia Yulia bisa menghabiskan waktu dua hingga lima hari pengerjaan, tergantung tingkat kesulitan dan ukuran tas. Ia menggunakan bahan tali katun dan tali kur yang dibeli dari toko offline lokal maupun online, dan selalu memastikan kualitas serta keunikan di setiap hasil karya buatannya.

Namun, perjalanan Yumna Craft tidak selalu mudah. Pada awalnya ia hanya mengandalkan modal sebesar Rp100.000 dan mesin jahit miliknya untuk membuat inner tas. Dari situlah ia terus berinovasi agar produknya dapat dikenal lebih luas.

Upaya dan tekad tersebut akhirnya membuahkan hasil ketika ia bergabung dengan komunitas PPKM (Perkumpulan Pengusaha Karsa Mandiri) Kabupaten Bandung, yang menaungi para pelaku UMKM . Dari komunitas tersebut, Lia Yulia mendapat banyak pelatihan seperti digital marketing, legalitas usaha, hingga HAKI (Hak Kekayaan Intelektual ).

Saat ini, Yumna Craft telah memiliki NIB (Nomor Induk Berusaha) dan HAKI, serta sering tampil di berbagai pameran UMKM tingkat kabupaten. Produk-produknya dipasarkan melalui media sosial Instagram, TikTok, dan WhatsApp sehingga dapat menjangkau pembeli dari berbagai daerah di Jawa Barat.

Kerajian tangan dari Yumna Craft tersebut dibanderol dengan harga mulai dari kisaran Rp50.000 hingga Rp350.000. Tas kecil dan pouch dijual dengan harga yang cukup terjangkau, sedangkan tas besar dan dekorasi rumah di hargai lebih karena detail dan lama waktu pengerjaan.

Lia Yulia juga berpesan kepada para pelaku UMKM untuk jangan takut dan malu untuk memulai sesuatu.

“Misalkan punya bakat, entah dari kerajinan atau masak, dengan modal sedikit pun bisa asal ada kemauan. Harus semangat dan jangan malu-malu,” ujar Lia Yulia.

Ia juga menambahkan bahwa dalam proses berjualan tidak selalu berjalan mulus.

“Namanya juga jualan, pasti ada naik turunnya. Disitu kita harus kuat mental,” tegasnya.

Pesan sederhana yang penuh makna itu menjadi pegangan bagi dirinya dan banyak pelaku usaha kecil lainnya untuk terus tumbuh dan bertahan.Yumna Craft membuktikan bahwa kreativitas dan ketekunan mampu menghasilkan keberuntungan. Di setiap simpul tali, tersimpan cerita perjuangan seorang ibu rumah tangga yang percaya bahwa usaha kecil pun bisa menjangkau mimpi besar. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Dheana Husnaini
Tentang Dheana Husnaini
Mahasiswi Aktif S1 Digital Public Relations Telkom University

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 13 Agu 2026, 12:45

Touring Tidak Selalu tentang Healing, tetapi Juga Ruang Sosial dan Psikologis

Touring bukan sekadar hobi berkendara atau perjalanan untuk healing. Di balik perjalanan dan biaya yang dikeluarkan, touring menjadi ruang untuk menjaga kesehatan sosial dan psikologis.

Touring bukanlah sekadar hobi berkendara yang menguras materi, melainkan ruang sosial dan psikologis. (Sumber: magnific.com | Foto: bublikhaus)
Ayo Netizen 13 Agu 2026, 12:21

Melawan Greenwashing untuk Mendorong Sikap Kritis terhadap Klaim Ramah Lingkungan

Greenwashing mengancam kepercayaan konsumen dan investor serta mengganggu alokasi modal. Transparansi, audit ESG, dan sikap kritis pasar menjadi kunci membangun bisnis berkelanjutan di masa depan.

Fenomena greenwashing didefinisikan sebagai persilangan antara kinerja lingkungan yang buruk dengan komunikasi positif yang menyesatkan. (Sumber: magnific.com)
Ayo Netizen 13 Agu 2026, 10:43

Mengenang Majalah Hai, Ikon Remaja di Era 80–90an

Mengenang Majalah Hai, teman generasi 1980-an dan 1990-an yang tak hanya menghadirkan musik, komik, dan cerita, tetapi juga memperluas wawasan serta membentuk selera dan imajinasi anak muda Indonesia.

Majalah Remaja Hai era 1980–1990-an Majalah Hai era 1980–1990-an, bacaan populer yang lekat dengan kehidupan remaja dan menjadi bagian dari kenangan sebuah generasi.
Beranda 13 Agu 2026, 10:32

Pohon di Kota Bandung Ditebang Ilegal, Tapi Anggaran Beli Lahan RTH 2026 Malah Tak Ada

Puluhan pohon di Kota Bandung ditebang liar, giliran anggaran beli lahan RTH 2026 malah nihil. Kini janji ruang hijau kota terancam cuma angan-angan di atas kertas.

Sisa pohon yang ditebang di Jalan LLRE Martadinata (Jalan Riau), Kota Bandung, Selasa 4 Agustus 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 13 Agu 2026, 10:03

Pohon, Bisnis, dan Kehidupan

Saat pohon tumbang, yang jatuh bukan hanya batang, dahan, daun, justru yang ikut runtuh sederetan cerita, petuah, pamali, ingatan, hingga khazanah lokal.

Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) melakukan pemangkasan sejumlah pohon di ruas jalan Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 12 Agu 2026, 19:54

Mengapa Bahasa Merek Berubah Saat Pindah ke Instagram?

Membahas bagaimana satu merek menyesuaikan gaya bahasa di website dan Instagram saat menyampaikan pesan Ramadhan, tanpa kehilangan pesan utama kepada publik.

Ilustrasi masakan. (Sumber: Pexels | Foto: Airlangga Jati)
Ayo Netizen 12 Agu 2026, 17:20

Aku, ‘Preman Pensiun’, dan Terminal Cicaheum

Mengajak pembaca menyusuri kenangan personal di Terminal Cicaheum, dari masa kecil hingga era Preman Pensiun.

Suasana Terminal Cicaheum pada pagi hari, Kota Bandung, Rabu 24 Juli 2024. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Rahmat Kurniawan)
Ayo Netizen 12 Agu 2026, 15:24

Merawat Hutan, Menjaga Warisan Peradaban di Jawa Barat

Kondisi hutan di Jawa Barat saat ini berada dalam status darurat atau sinyal lampu merah yang berakibat dari kerusakan dan penyusutan tutupan hutan yang masif.

Sejumlah pengunjung berfoto di Jembatan Gantung Curug Koleang, Kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Djuanda, Bandung, Sabtu (9/2/2019). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 12 Agu 2026, 13:38

Cuaca Ekstrem Kota Bandung Akan Menimbulkan Kerawanan Bahaya Kebakaran

Cuaca ekstrem acapkali menjadi peringatan alam, bukan hanya sekadar perubahan musim tetapi peningkatan suhu mengakibatkan kekeringan yang memiliki potensi besar untuk terjadinya kerawanan kebakaran

Sawah mengalami kekeringan di musim Kemarau. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 12 Agu 2026, 11:24

Defisit Rp300 Miliar, Siapa yang Gagal Mengelola Bandung?

Defisit Rp300 miliar itu tentu saja merupakan cerita yang jauh lebih kompleks dari sekadar kekurangan duit kas.

Balai Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Humas Setda Kota Bandung  via ayobandung.com)
Ayo Netizen 12 Agu 2026, 08:18

Merdeka dalam Berpikir, Merdeka dalam Bertindak

Makna kemerdekaan di era digital tercermin dari kemampuan masyarakat dalam berpikir kritis, menyaring informasi, dan bertindak secara bertanggung jawab.

Ilustrasi orang Indonesia. (Sumber: Pexels | Foto: Heru Dharma)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 20:01

Membaca Gaya Komunikasi di Balik Publikasi Koleksi Jam Tangan Edisi Khusus

Analisis ini berfokus pada cara perusahaan menyampaikan produknya kepada publik, bukan membahas spesifikasi produk secara rinci.

Ilustrasi iklan.
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 18:10

Menulis sebagai Cara Membangun Pengetahuan

Sebuah refleksi tentang menulis yang tidak berhenti pada keterampilan menyusun kata dan kalimat, tetapi melihat menulis sebagai bagian dari proses membangun pengetahuan dan membentuk cara berpikir.

Ilustrasi mengetik artikel dengan laptop. (Sumber: Unsplash | Foto: Sergey Zolkin)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 17:02

Indonesia Raya Tercipta di Bandung

Gagasan menciptakan lagu kebangsaan muncul setelah W.R. Soepratman membaca tantangan di majalah Timboel pada 1924.

Ilustrasi Wage Rudolf Soepratman. (Sumber: Ayobandung.id)
Beranda 11 Agu 2026, 16:53

Bandung Makin Panas di Siang dan Makin Dingin di Malam, Ada Apa dengan Suhu Kota?

Suhu Kota Bandung menunjukkan perubahan menarik. Siang makin panas dan malam tetap dingin. Pohon serta ruang hijau punya peran pent

Kota Bandung tampak seperti cekungan dengan dominasi kawasan pemukiman serta industri. Sementara bagian hijau sudah sangat kurang. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 16:08

Penyiaran Proklamasi Kemerdekaan di Bandung

Berita mengenai proklamasi kemerdekaan dengan cepat menyebar dan meluas dalam masyarakat Kota Bandung.

Jawa hokokai pada 1944. (Sumber: Polri.go.id)
Wisata & Kuliner 11 Agu 2026, 15:39

Panduan Wisata Telaga Biru Cicerem, Danau Jernih di Kaki Gunung Ciremai

Jelajahi Telaga Biru Cicerem, telaga alami dengan air biru kehijauan yang jernih, ikan warna-warni, dan panorama kaki Gunung Ciremai.

Telaga Biru Cicerem. (Sumber: Instagram @telagabiruciceremofficial)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 15:17

Dilema PKL: Tertib atau Mati Pelan-pelan

Data menunjukkan bahwa sektor informal, seperti PKL, masih menjadi tulang punggung tenaga kerja di Indonesia.

Petugas Satpol PP Kota Bandung menggunakan alat berat merobohkan bangunan liar dan lapak PKL di Jalan Ibrahim Adjie, Kiaracondong, Kota Bandung, Senin 10 Agustus 2026. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 13:48

Berjumpa dengan Bari Lukman, Pengibar Merah Putih Pertama di Bandung

Yang menarik, perjumpaan dengan Bari Lukman tidak diawali oleh pencarian seorang tokoh sejarah.

Bari Lukman (memegang bolpoin) bersama rekan-rekan wartawan di Bandung. (Sumber: Dokumentasi  Kin Sanubary)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 12:27

Jejak Memori Rijsttafel: Simfoni Akulturasi dan Potret Budaya Kolonial di Nusantara

Sebagai warisan budaya, Rijsttafel mengajak kita untuk melakukan penelusuran terhadap sebuah tradisi adiboga yang tumbuh di tengah ketegangan kolonialisme.

Momen rijsttafel pada tahun 1880-an. (Sumber: Collectie Stichting Nationaal Museum van Wereldculturen | Foto: Jhr. Josias Cornelis Rappard)