UMKM Mauna Sari Mengubah Mobil Van Jadi Kedai, usai Terdampak Covid-19

risssa fby
Ditulis oleh risssa fby diterbitkan Senin 24 Nov 2025, 15:12 WIB
Konsumen sedang membeli beraneka ragam kue di Mobil van pada Jumat (31/10/2025). (Foto: Risa Febriani)

Konsumen sedang membeli beraneka ragam kue di Mobil van pada Jumat (31/10/2025). (Foto: Risa Febriani)

Suasana pagi yang diselimuti udara sejuk di Bandung, tercium aroma manis yang berasal dari sebuah mobil van. Mobil van yang biasanya digunakan untuk alat transportasi namun, seorang pria berkain berinovasi dengan mengubah mobil van menjadi suatu kedai yang telah beroperasi sejak Agustus 2024. Kedai toko roda empat menjual beraneka ragam kue dan minuman seperti soes, pastel, puding, dan juga kopi di Taman Cibeunying Selatan, Kota Bandung, Jumat (31/10/2025).

Yaman Al Fashli, owner Mauna Sari mengungkapkan bahwa inovasi yang dilakukan dengan mengubah lapak jualan menjadi kedai mobil van bermula karena situasi mendesak dan kerugian yang terjadi ketika Ia masih membuka lapak jualan dengan biaya sewa tinggi lalu terdampak Covid-19.

“Jadi ini itu inovasi ketika kepepet modalnya kurang aja, jadi kalau pake mobil van kan cuman sekali beli udah paling mingguan tapi gak terlalu besarkan, kalau nyewa tempat bisa puluhan juta tapi kalau mobil ini kan bisa seterusnya enak juga bisa dibawa kemana mana gitu,” ucapnya.

Berjualan dengan menggunakan mobil van dapat mengefisiensikan biaya di Taman Cibeunying, Kota Bandung UMKM yang menggunakan mobil atau gerobak hanya dikenakan biaya parkir dan kebersihan sebesar Rp. 20.000 per-minggu. Inovasi toko roda empat merupakan salah satu solusi yang cerdas untuk menekan modal dan menghindari biaya sewa yang tinggi bagi UMKM.

Menurut pria ramah tersebut berjualan di lokasi outdoor memiliki tantangan yang cukup rumit terutama pada saat musim hujan, lingkungan outdoor ini membuat usaha toko roda empat dinilai kurang proper.

“Tantangannya berjualan di Taman Cibeunying ini karena lingkungannya yang outdoor, berjualannya menggunakan mobil van jadi kalau musim hujan kurang proper juga jadi harus renovasi renovasi terus, yang tadinya pakai tendaan jadi pakai mobil gini,” ujarnya.

Kedai roda empat menjual beraneka ragam kue di Taman Cibeunying Selatan, Kota Bandung pada Jumat (31/11/2025) (Foto: Risa Febriani)
Kedai roda empat menjual beraneka ragam kue di Taman Cibeunying Selatan, Kota Bandung pada Jumat (31/11/2025) (Foto: Risa Febriani)

Pria berbaju hitam tersebut telah membuka kedai menggunakan mobil van sejak Agustus 2024, namun pada Agustus sampai Desember 2024 kedai terbilang sepi terutama pada pagi hari. Tetapi semenjak Januari 2025, karena adanya impact dari media sosial membuat area Taman Cibeunying Selatan, Kota Bandung menjadi selalu ramai pada pagi hari.

Pemilik kedai roda empat mengungkapkan bahwa UMKM yang berada di Taman Cibeunying, Kota Bandung memiliki dua sesi waktu yang berbeda. UMKM yang berjualan pada sesi pertama yaitu pada pukul 06.00 pagi hingga 12.00 siang, sedangkan UMKM yang berjualan pada sesi kedua pada pukul 16.00 sore hingga 23.00 malam.

Selama ini UMKM di Taman Cibeunying Selatan, Kota Bandung masih merasakan kekhawatiran dikarenakan mereka masih berjualan di area bahu jalan. Maka dari itu ayah dari dua anak tersebut menaruh harapan kepada Pemerintah Kota Bandung untuk dapat menyediakan lokasi resmi bagi UMKM yang lebih memadai dan harga sewa yang rendah agar mereka dapat berjualan tanpa adanya kekhawatiran.

Sebagai seseorang yang telah menciptakan suatu inovasi, Ia berpesan agar anak muda dapat ikut secara aktif berinovasi dan tidak ragu dalam bertindak. “Jangan terlalu banyak mikir sama terlalu banyak khawatir, gas aja dulu nanti juga bakal nemu kurangnya dimana, apanya yang kurang nanti juga nemu dan evaluasi terus,” ungkap owner kedai roda empat.

Inovasi dalam mengubah mobil van menjadi kedai roda empat menjadi bukti nyata bagaimana UMKM mampu beradaptasi dan bangkit dari keterpurukan akibat Covid-19. Dengan kreativitas dan ketekunan UMKM di Taman Cibeunying Selatan, Kota Bandung dapat menginspirasi UMKM lainnya untuk berinovasi secara out of the box. (*)

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

risssa fby
Tentang risssa fby
Digital Public Relations student at Telkom University

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 16 Apr 2026, 20:13

Komunitas Lite Rock Society Wadah Ekspresi Musisi Rock Bandung dari Radio K-Lite FM

Radio K-Lite FM melalui program musik Lite Rock, kini memberikan kesempatan kepada band-band rock di seputaran Kota Bandung.

Host Lite Rock bersama Band Rain of Doom dan penggiat rock Ghowo Van Bares dalam sesi talk show di K-Lite FM Bandung. (Foto: Band Rain of Doom)
Ayo Netizen 16 Apr 2026, 18:26

Bandung Setelah Asia-Afrika: Apa yang Tersisa?

Kota yang menyimpan jejak Konferensi Asia-Afrika 1955 sekaligus menghadapi jarak antara simbol solidaritas masa lalu dan realitas tantangan masa kini.

eringatan 70 Tahun Konferensi Asia Afrika. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Apr 2026, 17:52

Mengapa Jalur Sepeda di Kota Bandung Gagal Jadi Solusi Transportasi?

Jalur sepeda di Kota Bandung masih menghadapi konflik ruang dan lemahnya implementasi kebijakan, sehingga belum mampu menjadi alternatif transportasi harian yang andal dan selamat.

Pengecatan ulang garis jalur khusus sepeda di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Bandung, Rabu 10 Juli 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Beranda 16 Apr 2026, 16:23

DU 68, Lapak Jalanan yang Tumbuh Jadi Ruang Berkumpul Pecinta Musik Analog

DU 68 berawal dari lapak kaset sederhana di jalanan Bandung, lalu tumbuh menjadi ruang berkumpul bagi pecinta musik analog yang bertahan di tengah dominasi era digital.

Di sudut Dipatiukur, DU 68 Musik menjadi tempat singgah para pencinta musik analog. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 16 Apr 2026, 16:19

Reinventing Bandung Kota Diplomasi, Nyalakan Lagi Solidaritas Asia Afrika!

Bentuk solidaritas bangsa Asia Afrika yang relevan dan aktual perlu dirumuskan kembali. Karena eksploitasi dan penjajahan sejatinya masih ada.

Ilustrasi diorama Konferensi Asia Afrika di Museum KAA Bandung (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Wisata & Kuliner 16 Apr 2026, 15:25

7 Kegiatan, Wisata, dan Kuliner yang Paling Cocok Dinikmati Saat Cuaca Dingin

Rekomendasi 7 kegiatan seru saat cuaca dingin, mulai dari kuliner hangat, ngopi santai, hingga staycation nyaman.

Ilustrasi ngopi di kafe saat cuaca dingin. (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 16 Apr 2026, 15:16

Fariz R.M. Mengasah Bermusiknya di Bandung

Pernah tinggal dan memulai menajamkan karier bermusiknya di Kota Bandung pada awal tahun 1980-an.

Fariz R.M. - Musik Rasta. (Sumber: Wikimedia Commons)
Ayo Netizen 16 Apr 2026, 13:51

TikTok, Trotoar, dan Eksistensi

Ihwal kreativitas digital memang layak dirayakan, tetapi ruang publik tetap menyimpan fungsi sosial yang tak bisa sepenuhnya dapat digantikan oleh layar.

Konten kreator TikTok bernyanyi secara daring menggunakan smartphone (telepon pintar) di Jalan Babakan Siliwangi, Kota Bandung (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Apr 2026, 12:16

Strategi Industri Kuliner Jabar Menyiasati Kelangkaan Plastik Akibat Konflik Iran–Israel

Kenaikan harga dan kelangkaan plastik akibat konflik Iran–Israel memengaruhi UMKM kuliner di Jawa Barat.

Ilustrasi bahan plastik. (Sumber: Pixels | Foto: Castorly Stock)
Ayo Netizen 16 Apr 2026, 10:43

Bandung dan Hasrat yang Disublimasi: Membaca Fenomena Nongkrong sebagai Pelarian Psikis

Menuliskan budaya nongkrong di Kota Bandung dalam kacamata Sigmund Freud.

Salah satu suasana kafe di Kota Bandung (Sumber: Dokumen Pribadi | Foto: Haifa Rukanta)
Sejarah 16 Apr 2026, 10:42

Hikayat Cadas Pangeran, Jejak Derita Pribumi Sepanjang Jalan Raya Daendels

Cadas Pangeran jadi saksi kerja paksa era Daendels, ribuan rakyat tewas demi proyek Jalan Raya Pos di Jawa Barat.

Jalan di Cadas Pangeran antara tahun 1910-1930-an. (Sumber: Tropenmuseum)
Ayo Netizen 16 Apr 2026, 08:54

Dengan Puisi Bandung Menghias Sanggul Ibu Pertiwi

Bandung sangat pantas dinobatkan sebagai kota puisi, atau setidaknya kota yang sangat puitis.

Ilustrasi dengan Puisi Bandung menghias sanggul Ibu Pertiwi. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 15 Apr 2026, 20:00

Artemis II: Kepulangan Empat Astronot dan Langkah Menuju Misi Bulan Berikutnya

Kelanjutan kisah 4 astronot dengan Kesuksesan misi Artemis II, yang menjadi dasar evaluasi bagi misi berikutnya, yakni Artemis III dalam program eksplorasi Bulan, oleh NASA.

Empat astronot Artemis II berhasil mendarat di Samudra Pasifik, lepas pantai San Diego, setelah menyelesaikan misi mengelilingi Bulan. (Sumber: NASA)
Ayo Netizen 15 Apr 2026, 19:22

Belajar Membaca Jalanan Bandung dari Dalam Angkot

Angkot di Bandung bertahan tanpa sistem yang jelas. Banyak pengguna beralih ke transportasi umum daring karena kepastian layanan, namun kondisi ini justru turut memperparah kemacetan.

Sejak lama, angkot menjadi bagian dari keseharian mobilitas warga Kota Bandung, meski kini perannya mulai tergeser oleh moda transportasi umum daring. (Foto: Irfan Alfaritsi/ayobandung.com)
Bandung 15 Apr 2026, 18:23

Collab Magnet: Cara Bangun Kolaborasi yang Tepat di Era Zaman Penuh Kreativitas

Intip strategi menjadi Collab Magnet di industri kreatif bersama Mirsha Shahnaz Azahra. Pahami pentingnya relevansi, kredibilitas, dan nilai brand dalam kolaborasi.

Mirsha, Co-founder sekaligus Brand Director Monday Coffee Bandung memahami konsep kolaborasi yang efektif membutuhkan waktu, bahkan proses trial and error masih menjadi bumbu harian dalam perjalanannya. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 15 Apr 2026, 18:01

Ketar-ketir Perajin Tahu Tempe, Adakah Insentif dari Pemkot Bandung?

Kebijakan impor kedelai yang diterapkan ternyata belum menyeimbangkan pasokan kedelai di dalam negeri.

Perajin menyelesaikan pembuatan tempe di Jalan Muararajeun, Kota Bandung, (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 15 Apr 2026, 17:14

Dari Bandung ke Lembang: Kota Sejuk yang Menjadi Ruang Nyaman bagi Pendatang

Perubahan suasana dari hiruk pikuk Kota Kandung menuju ketenangan yang lebih alami di Lembang.

Farmhouse Lembang. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 15 Apr 2026, 16:42

Panduan Wisata Stone Garden Padalarang, Taman Batu Karst dengan Jejak Laut Purba

Stone Garden Padalarang menawarkan lanskap batu kapur purba, jalur trekking ringan, serta nilai geologi dan arkeologi unik dalam satu destinasi wisata alam.

Objek wisata Stone Garden, Padalarang. (Sumber: Ayomedia | Foto: Irfan Al Faritsi)
Beranda 15 Apr 2026, 15:20

Meruntuhkan Standar Kecantikan, Mengapresiasi Keunikan

Pandangan tentang kecantikan tak lagi tunggal. Setiap individu memiliki keunikan yang layak diapresiasi, tanpa harus mengikuti standar yang membatasi.

Suasana beauty class yang hangat dan suportif, tempat para peserta belajar, bereksperimen, dan membangun rasa percaya diri bersama. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 15 Apr 2026, 13:50

Jantung Konektivitas Kota yang Kurang Sehat dan Masalah Polusi Udara

Stasiun Hall adalah jantung transportasi yang setiap hari memompa sistem transportasi khususnya bagi penglaju dan pendatang.

Monumen Sepur Lempung di Stasiun Hall sebelah selatan yang merupakan ikon konektivitas kota Bandung sepanjang zaman (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)