Suasana pagi yang diselimuti udara sejuk di Bandung, tercium aroma manis yang berasal dari sebuah mobil van. Mobil van yang biasanya digunakan untuk alat transportasi namun, seorang pria berkain berinovasi dengan mengubah mobil van menjadi suatu kedai yang telah beroperasi sejak Agustus 2024. Kedai toko roda empat menjual beraneka ragam kue dan minuman seperti soes, pastel, puding, dan juga kopi di Taman Cibeunying Selatan, Kota Bandung, Jumat (31/10/2025).
Yaman Al Fashli, owner Mauna Sari mengungkapkan bahwa inovasi yang dilakukan dengan mengubah lapak jualan menjadi kedai mobil van bermula karena situasi mendesak dan kerugian yang terjadi ketika Ia masih membuka lapak jualan dengan biaya sewa tinggi lalu terdampak Covid-19.
“Jadi ini itu inovasi ketika kepepet modalnya kurang aja, jadi kalau pake mobil van kan cuman sekali beli udah paling mingguan tapi gak terlalu besarkan, kalau nyewa tempat bisa puluhan juta tapi kalau mobil ini kan bisa seterusnya enak juga bisa dibawa kemana mana gitu,” ucapnya.
Berjualan dengan menggunakan mobil van dapat mengefisiensikan biaya di Taman Cibeunying, Kota Bandung UMKM yang menggunakan mobil atau gerobak hanya dikenakan biaya parkir dan kebersihan sebesar Rp. 20.000 per-minggu. Inovasi toko roda empat merupakan salah satu solusi yang cerdas untuk menekan modal dan menghindari biaya sewa yang tinggi bagi UMKM.
Menurut pria ramah tersebut berjualan di lokasi outdoor memiliki tantangan yang cukup rumit terutama pada saat musim hujan, lingkungan outdoor ini membuat usaha toko roda empat dinilai kurang proper.
“Tantangannya berjualan di Taman Cibeunying ini karena lingkungannya yang outdoor, berjualannya menggunakan mobil van jadi kalau musim hujan kurang proper juga jadi harus renovasi renovasi terus, yang tadinya pakai tendaan jadi pakai mobil gini,” ujarnya.

Pria berbaju hitam tersebut telah membuka kedai menggunakan mobil van sejak Agustus 2024, namun pada Agustus sampai Desember 2024 kedai terbilang sepi terutama pada pagi hari. Tetapi semenjak Januari 2025, karena adanya impact dari media sosial membuat area Taman Cibeunying Selatan, Kota Bandung menjadi selalu ramai pada pagi hari.
Pemilik kedai roda empat mengungkapkan bahwa UMKM yang berada di Taman Cibeunying, Kota Bandung memiliki dua sesi waktu yang berbeda. UMKM yang berjualan pada sesi pertama yaitu pada pukul 06.00 pagi hingga 12.00 siang, sedangkan UMKM yang berjualan pada sesi kedua pada pukul 16.00 sore hingga 23.00 malam.
Selama ini UMKM di Taman Cibeunying Selatan, Kota Bandung masih merasakan kekhawatiran dikarenakan mereka masih berjualan di area bahu jalan. Maka dari itu ayah dari dua anak tersebut menaruh harapan kepada Pemerintah Kota Bandung untuk dapat menyediakan lokasi resmi bagi UMKM yang lebih memadai dan harga sewa yang rendah agar mereka dapat berjualan tanpa adanya kekhawatiran.
Sebagai seseorang yang telah menciptakan suatu inovasi, Ia berpesan agar anak muda dapat ikut secara aktif berinovasi dan tidak ragu dalam bertindak. “Jangan terlalu banyak mikir sama terlalu banyak khawatir, gas aja dulu nanti juga bakal nemu kurangnya dimana, apanya yang kurang nanti juga nemu dan evaluasi terus,” ungkap owner kedai roda empat.
Inovasi dalam mengubah mobil van menjadi kedai roda empat menjadi bukti nyata bagaimana UMKM mampu beradaptasi dan bangkit dari keterpurukan akibat Covid-19. Dengan kreativitas dan ketekunan UMKM di Taman Cibeunying Selatan, Kota Bandung dapat menginspirasi UMKM lainnya untuk berinovasi secara out of the box. (*)
