Ruang Kreatif House of Majik, Menyulap Barang Vintage Jadi Fresh Fesyen di Bandung

Aliffa Irniesya
Ditulis oleh Aliffa Irniesya diterbitkan Senin 24 Nov 2025, 13:14 WIB
Suasana House of Majik yang sangat berwarna ditengah hijaunya Bandung, berlokasi di Jl. Trunojoyo No.34, Citarum, Kec. Bandung Wetan, Kota Bandung, Jawa Barat 40155, Minggu (09/11/25). (Foto: Aliffa Irniesya)

Suasana House of Majik yang sangat berwarna ditengah hijaunya Bandung, berlokasi di Jl. Trunojoyo No.34, Citarum, Kec. Bandung Wetan, Kota Bandung, Jawa Barat 40155, Minggu (09/11/25). (Foto: Aliffa Irniesya)

Bandung, kota penuh makna dan cerita, banyaknya terbit matahari menyimpan ribuan memori. Di tengah hiruk-pikuk hijaunya Bandung, terlihat kuning keemasan yang menarik langkah kaki, dengan segera lonceng kecil berdering dan terdengar sapaan khas House of Majik, Jl. Trunojoyo No.34, Citarum, Kec. Bandung Wetan, Kota Bandung, Jawa Barat 40155, Minggu (09/11/25).

Bonita Ayularas, Founder House of Majik menjelaskan bahwa toko ini dimulai dari sebuah upcycling brand, namun seiring berjalanya waktu, untuk mendevelop upcycling lumayan challenging. Maka dari itu House of Majik sekarang konsisten dengan brandingnya sebagai multi brand store

“Beberapa koleksi upcycling kami masih terus diproduksi, terutama yang menjadi bestseller. Namun, untuk artikel baru, kami memang belum merilis lagi karena proses sourcing bahan yang sesuai dengan standar House of Majik cukup menantang. Kami ingin setiap karya yang lahir tetap sejalan dengan nilai dan kualitas yang kami pegang,” ujarnya.

Upcycling itu sendiri merupakan produk dari baju bekas yang memiliki dekorasi tertentu, Bonita, menjelaskan sulitnya adalah apakah barang upcycling yang dibuat sesuai dengan minat daripada pelanggan atau tidak. Namun, bukan berarti tidak akan ada produk upcycling terbaru, walaupun pada saat ini fokus utama House of Majik bukan pada Upcycling tapi untuk memperkuat loyalitas pelanggan.

Barang fesyen yang unik menjadi daya tarik utama toko ini. House of Majik menyediakan koleksi fashion items vintage lokal mulai dari baju, sepatu, tas, hingga parfum dan aksesoris lainnya yang sudah berdiri hampir 3 tahun lamanya. House of Majik memiliki barang kurasi yang terdiri dari 21 brand seperti Nonaetal, Nappa Milano, dan banyak produk lokal lainnya.

Awalnya House of Majik ini ingin difokuskan pada gaya vintage. Akan tetapi, jika gaya tersebut dijadikan satu-satunya fokus, kualifikasi  produk akan menjadi terlalu sempit bagi brand-brand yang ada di Indonesia. Karena hal tersebut, proses kurasi dilakukan dengan cara memperluas cakupan gaya yang dipertimbangkan, meliputi unsur klasik, retro, maupun vintage. 

Koleksi fesyen merek lokal yang ada di House of Majik, berlokasi di Jl. Trunojoyo No.34, Citarum, Kec. Bandung Wetan, Kota Bandung, Jawa Barat 4015, Minggu (09/10/25). (Sumber: Aliffa Irniesya | Foto: Aliffa Irniesya)
Koleksi fesyen merek lokal yang ada di House of Majik, berlokasi di Jl. Trunojoyo No.34, Citarum, Kec. Bandung Wetan, Kota Bandung, Jawa Barat 4015, Minggu (09/10/25). (Sumber: Aliffa Irniesya | Foto: Aliffa Irniesya)

Target utama dari House of Majik ialah turis yang datang ke Bandung, terutama turis yang menyukai barang-barang lucu juga menyukai tempat tempat yang unik. Segmentasi dari House of Majik sendiri turis yang sudah masuk usia bekerja mulai dari 24-44 tahun. 

“Rata-rata pelanggan House of Majik datangnya dari Turis, terutama kota Jakarta. Tapi ternyata lintas negara juga ramai sekali, paling ramai dari Malaysia, Singapura, lalu Brunei,” ungkapnya. 

Kunci marketing utama House of Majik sehingga bisa menggaet turis yang sedang belibur ke bandung yakni digital marketing, yang mana House of Majik memanfaatkan konten dan di upload setiap hari di TikTok. Selain itu House of Majik juga melakukan collaboration post bersama brand-brand yang ada dalam toko untuk meningkatkan brand awareness

Bonita berharap produknya bisa digunakan lifetime (seumur hidup), bisa menjadi go-to list customer atau tempat yang mereka datangi saat mencari produk produk yang unik dari kepala, sampai kaki. Ia juga berharap dapat membuka toko cabang baru lainnya. 

“Aku berharap ada keterikatan yang lebih dari sekadar transaksi di toko House of Majik, sebuah hubungan emosional antara House of Majik dan para pelanggannya. Rasa hangat dan jiwa dari koleksi kami dan juga koleksi brand lokal yang terkurasi oleh House of Majik.” Tambahnya. 

Setiap toko memiliki ciri khas masing-masing, tetapi House of Majik memiliki daya tarik yang lebih dengan warna khas tokonya dan perlakuan istimewa kepada pelangganya. Setiap barang kurasi yang menjadi bagian dari House of Majik memberikan kesan baik kepada setiap pelanggan yang mengunjungi toko merah tersebut. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Aliffa Irniesya
Mahasiswi Digital Public Relations Telkom University 2024
Nilai artikel ini
Klik bintang untuk menilai

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 05 Des 2025, 14:47 WIB

Orang Sunda 'Jago'-nya Ciptakan Akronim Nama Makanan yang Lucu dan Gampang Diingat

Semua akronim itu dibuat para penciptanya untuk memudahkan mengingat, selain juga ada unsur heureuy sesuai karakter urang Sunda.
Cimol. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: AWG97)
Beranda 05 Des 2025, 12:58 WIB

Banjir Bandang Cililin Bukan Lagi Bencana Tahunan, Tapi Alarm Kerusakan Hulu Bandung Barat

Air bah menyapu sedikitnya 5 hektare lahan pertanian, puluhan ton ternak ikan, serta merendam sentra wisata kuliner yang menjadi penggerak ekonomi warga.
Seorang pekerja sedang membersihkan wisata kuliner Lembah Curugan Gunung Putri yang diterjang banjir bandang, pada Kamis 4 Desember 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Restu Nugraha Sauqi)
Ayo Netizen 05 Des 2025, 12:54 WIB

Pedagang Kaki Lima dan Parkir Liar Hantui Mobilitas Kota Bandung

Kemacetan Kota Bandung diperparah akibat PKL dan parkir liar yang memakan badan jalan.
Aktivitas pedagang kaki lima mengurangi ruang kendaraan di ruas Jalan Moch. Toha, Kota Bandung, Selasa (2/12/25). (Sumber: Nathania)
Ayo Netizen 05 Des 2025, 11:54 WIB

Dibangun untuk Olahraga, Taman Fitnes Tak Terawat malah Dipakai Nongkrong

Fasilitas yang berkarat dan kondisi taman yang tak terjaga membuat Taman Fitnes Jl. Teuku Umar tak optimal digunakan.
Tampak depan taman fitnes, dengan suasana sendu disore hari. (02/12/2025) (Sumber: Penulis | Foto: Syafitriani Rahmawati)
Ayo Netizen 05 Des 2025, 10:46 WIB

Perpaduan Cita Rasa Yoghurt dan Ice Cream Tianlala

Perpaduan yogurt segar dan ice cream lembut di Tianlala menawarkan rasa unik yang sulit dilupakan. Suasananya nyaman, harganya ramah, membuat pengalaman mencicipinya semakin menyenangkan.
Tianlala seperti oase kecil yang bisa membangkitkan mood siapa saja yang lewat. (Sumber: Dok. Penulis).
Ayo Netizen 05 Des 2025, 09:38 WIB

Polemik Beton di Atas Awan, Infrastruktur Ikonik Bandung ‘Warisan RK’

Kritik kepada wali kota bandung atas aksi lempar melempar tanggung jawab terkait Teras Cihampelas.
Tulisan “Teras Cihampelas” yang dulu ramai, sekarang terlihat sunyi dan sepi 
(1/12/2025) (Sumber: Calya Pratista) (Sumber: Calya Pratista | Foto: Calya Pratista)
Ayo Netizen 05 Des 2025, 08:45 WIB

Pisang Ijo Hadir dengan Inovasi Baru di Bojongsoang

Gerai Pisang Ijo di Bojongsoang menawarkan inovasi dengan es krim fla, dan keju.
Gerai Pisang Ijo menghadirkan cita rasa baru jajanan tradisional melalui perpaduan fla manis, keju, dan es krim yang berlokasi di Jalan Raya Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Sabtu (01/11/2025) (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Ruth Sestovia Purba)
Beranda 05 Des 2025, 07:38 WIB

Sinyal Krisis Ekologis Mengintai Jawa Barat

Iwang mendesak agar pemerintah memperketat aktivitas di kawasan hutan dan memperkuat penegakan hukum sebelum kondisi berubah menjadi krisis ekologis yang lebih parah.
Air Sungai Cibitung di Kabupaten Bandung Barat meluap akibat tak mampu lagi menahan debit besar akibat hujan deras. (Sumber: sekitarbandung.com)
Beranda 04 Des 2025, 21:52 WIB

Ratusan Hektare Kebun Teh Malabar Hilang: Benarkah Karena HGU Habis dan Lemahnya Pengawasan?

Secara keseluruhan, dalam satu tahun terakhir, sekitar 150 hektare kebun teh telah hilang akibat penyerobotan dan pembabatan liar.
Ilustrasi kebun teh. (Foto: Rashid/Unsplash)
Ayo Netizen 04 Des 2025, 20:11 WIB

Polisi Tidur Besar dan Tinggi di Batununggal Seakan Tak Ada Habisnya

Polisi tidur di Batununggal yang terlalu besar dan banyak membuat warga terganggu dan membahayakan pengendara.
Salah satu polisi tidur yang ada di jalan tersebut membuat warga resah. Batununggal, Kota Bandung, Selasa 2 Desember 2025. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Alyssa Aura Jacinta)
Ayo Netizen 04 Des 2025, 18:41 WIB

Parkir liar di Jalan Riau Kota Bandung Rugikan Hak Pengguna Sepeda dan Pejalan Kaki

Jalan Riau Kota Bandung menjadi saksinya saat trotoar dan jalur pesepeda kehilangan haknya.
Kendaraan parkir sembarangan menutup jalur sepeda dan trotoar di Jalan Riau, Kota Bandung, sehingga mengganggu pengguna trotoar dan jalur sepeda.Jln.Riau, Kota Bandung, Jumat, 28 November 2025 (Sumber: Nazira Takiya | Foto: Nazira Tazkiya)
Ayo Netizen 04 Des 2025, 18:19 WIB

Talenta Pelajar Bandung dan Urgensi Alat Peraga Pendidikan

Talenta pelajar di Bandung banyak yang sulit berkembang karena kondisi sekolah kekurangan alat peraga pendidikan dan fasilitas laboratorium sekolah.
Alat peraga pendidikan di Pudak Training Center Gedebage Bandung (Sumber: Dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 04 Des 2025, 17:53 WIB

Tari Merak dan Dinamika Gen Z, Menari Sambil Mengejar Karier

Usia transisi antara remaja dan dewasa umumnya menjadi masa seseorang membangun karier.
Rani Nurhayani memperagakan keindahan kostum Tari Merak pada Jumat (31/10/2025) di Desa Cangkuang Kulon, Kecamatan Bojongloa Kidul, Kota Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Nadia Khaerunnisa)
Ayo Netizen 04 Des 2025, 17:45 WIB

Minimnya Penerangan di Sebagian Jalan Soekarno-Hatta Bandung pada Malam Hari

Kurangnya penerangan jalan pada beberapa titik Jalan Soekarno-Hatta Bandung menjadi keluhan warga dan pengguna jalan.
Salah satu ruas jalan Soekarno Hatta Bandung ketika malam hari yang minim dengan  penerangan, Minggu, 30 November 2025, Jalan Soekarno Hatta Bandung. (Sumber: Dok. Penulis | Foto: Sela Rika)
Ayo Netizen 04 Des 2025, 16:46 WIB

Tahura Gunung Kunci Wisata Alam Bersejarah di Sumedang

Tahura Gunung Kunci di Sumedang bukan hanya tempat wisata alam yang asri, tapi juga menyimpan nilai sejarah dan budaya penting.
Ruang bunker pertahanan Belanda yang mempunyai 17 ruangan di dalamnya, yang terletak di Desa Citamiyang, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang, Kamis ( 6/11/2025 ). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Aulira)
Ayo Netizen 04 Des 2025, 16:35 WIB

Y2K Fever di Bandung: Gaya Lama yang Menjadi Simbol Diri Generasi Z

Gaya Y2K kini kembali menjadi tren lifestyle di kalangan Gen-Z.
Beberapa anak muda sedang berbelanja pakaian bergaya Y2K di toko Disclosure, Kelurahan Cihapit, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung, pada Selasa (4/11/2025) (Sumber: Adventia)
Ayo Netizen 04 Des 2025, 15:21 WIB

Bukan Sekadar Ngopi, Coffee Matter Jadi Tempat Nongkrong Plus Event Komunitas di Bandung

Lagi cari spot ngopi yang santai tapi tetep aesthetic? Coffee Matter bisa jadi jawabannya.
Sajian Coffee Matter. (Sumber: Dok. Penulis | Foto: Najla Fayrus)
Ayo Netizen 04 Des 2025, 15:06 WIB

Antara Popularitas dan Progres: Sepuluh Bulan Pemerintahan Farhan–Erwin

Refleksi 10 bulan pemerintahan Farhan-Erwin.
Walikota dan Wakil Walikota Bandung, M. Farhan dan Erwin. (Sumber: Pemprov Jabar)
Ayo Jelajah 04 Des 2025, 13:04 WIB

Jejak Lutung Kasarung, Film Indonesia Perdana Diputar di Bandung Tahun 1926

Sejarah pemutaran film Loetoeng Kasaroeng pada 1926 di Bandung, produksi pribumi pertama yang memadukan legenda Sunda, dukungan bangsawan Bandung, serta upaya teknis awal industri film Hindia Belanda.
Para pemain film Loetoeng Kasaroeng. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 04 Des 2025, 12:52 WIB

Evaluasi Program Bandung Smart City: Inovasi Digital Berjalan, Penerapan Masih Tertinggal

Program Bandung Smart City dinilai belum optimal karena aplikasi error, layanan tidak terintegrasi, data lambat diperbarui, dan sosialisasi minim.
Tampilan beranda program layanan Bandung Smart City (Sumber: Website resmi Bandung Smart City | Foto: Screenshot Indah Sari Pertiwi)