Bukan Sekadar Kebiasaan Tutur, Asal-usul Sulitnya Pelafalan F dan V Orang Sunda

2 menit baca
Adellia Ramadhani
Ditulis oleh Adellia Ramadhani diterbitkan
Beberapa mahasiswa melakukan percakapan yang mencerminkan kehangatan dan kekhasan tutur masyarakat Sunda di area kampus Telkom University, Kabupaten Bandung, Selasa (11/11/2025). (Foto: Adellia Ramadhani)
Beberapa mahasiswa melakukan percakapan yang mencerminkan kehangatan dan kekhasan tutur masyarakat Sunda di area kampus Telkom University, Kabupaten Bandung, Selasa (11/11/2025). (Foto: Adellia Ramadhani)

“Poto”, “Pideo”, dan “Paporit” alih-alih “Foto”, “Video”, dan “Favorit”, begitu bunyi khas pelafalan masyarakat Sunda. Kawasan Metropolitan Bandung Raya tetap berdialog akan pelafalan ‘P’ membuat berangan-angan perihal asal-usul sulitnya pelafalan F dan V. Rupanya fenomena ini bukan sekadar kebiasaan tutur, melainkan berakar dari sejarah Sunda selama berabad-abad.

Hal ini disampaikan oleh Arifadillah, mahasiswa Program Studi Sastra Sunda, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Senin (3/11/2025). Ia mengatakan bahwa dalam aksara Sunda kuno yang disebut aksara Sunda Kaganga, huruf F dan V memang tidak ada sehingga tidak dikenal.

“Masyarakat Sunda zaman dahulu secara alami menggantinya dengan huruf ‘P’ yang lebih umum sehingga membentuk kebiasaan tutur turun-temurun. Kini, aksara Sunda modern telah melakukan penyempurnaan dengan menambahkan huruf FA dan VA,” ujarnya.

Arifad juga menambahkan bahwa pelafalan khas ini berakar dari aspek filologi dan linguistik masyarakat Sunda. Berdasarkan naskah-naskah Sunda kuno seperti Sewaka Darma dan Siksa Kandang Karesian, memang tidak ditemukan huruf F dan V di dalamnya.

Kedua naskah itu dijadikan acuan kehidupan sehari-hari oleh masyarakat Sunda zaman dahulu sehingga membuat masyarakat Sunda pada masa itu tidak mengenal bunyi tersebut dan terbawa hingga kini. Bukan karena tabu, tetapi memang tidak muncul.

Dari sudut pandang linguistik, masyarakat Sunda terbiasa menggunakan bunyi-bunyi bilabial, yaitu bunyi yang dihasilkan dengan menghubungkan bibir atas dan bibir bawah, yaitu seperti bunyi M (mamah), P (pantun).

Sedangkan huruf F dan V tidak termasuk bilabial karena tidak mempertemukan kedua bibir. Pada dasarnya, orang Sunda terbiasa menggunakan bunyi bilabial, karenanya pelafalan F dan V terasa kurang akrab.

Namun, pelafalan khas ini bukan termasuk kekeliruan, kesalahan fatal ataupun stereotip yang perlu dipermasalahkan, melainkan hal sederhana yang menjadi bagian dari cerminan identitas budaya Sunda.

Seiring waktu berjalan, pengaruh bahasa asing, globalisasi, dan kebutuhan zaman membuat pelafalan F dan V bukan lagi suatu hal yang asing bagi masyarakat Sunda terutama generasi muda. Misalnya kata effort tentu tidak mungkin diucapkan menjdi eport. Hal ini membuat masyarakat Sunda lebih fasih melafalkan kedua huruf tersebut dalam pelafalan baku.

Sebagai penutup, Arifad mengutip sebuah peribahasa Sunda, “Ngindung ka waktu, mibapa ka jaman.” Artinya, mengikuti waktu, menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.

“Jadi, meskipun banyak kata yang diadaptasi dari bahasa asing, kalau memang menggunakan huruf F dan V, ya gunakanlah sebagaimana mestinya,” ujarnya.

“Karena masyarakat Sunda yang baik adalah masyarakat yang dapat beradaptasi dengan perkembangan zaman. Peribahasanya sendiri pun berasal dari masyarakat Sunda, jadi salah satunya buktikan dengan cara sederhana seperti pelafalan huruf F dan V ini.”

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Adellia Ramadhani
Telkom University, Bandung. Digital Public Relations 2024

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 17 Jul 2026, 09:55

Hikayat Stasiun Kereta Api di Padang Panjang

dari awal berjalannya kereta api Padang Panjang sampai Berhentinya beroperasinya kereta api Padang Panjang

Stasiun Kereta Api Padang Panjang. (atourin.com)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 06:51

Reaktivasi SPP Sekolah Negeri di Jawa Barat

Pemerintah wajib menjaga stabilitas kehidupan masyarakat dalam pendidikan. Masyarakat tidak ingin ada beban biaya lagi dalam menuntut pendidikan

Sejumlah siswa SD pergi sekolah menaiki rakit bambu melintasi Waduk Saguling. (Sumber: Ayobandung | Foto: Restu Nugraha)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 19:41

Perkembangan Lukisan dari Zaman purba sampai Era Digital

Lukisan-lukisan yang kini kita kenal, menyimpan sejarahnya tersendiri tanpa kita sadari.

Lukisan digital printing. (Sumber: Taswadi. 2019. "Teknik Digital Printing Lukisan Warli Haryana." Irama: Jurnal Seni, Desain dan Pembelajarannya, Fakultas Pendidikan Seni dan Desain UPI)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 19:03

Jejak Tersembunyi di Balik Gereja Sidang Kristus Sukabumi

Gereja Sidang Kristus merupakan salah satu bangunan bersejarah yang ada di pusat kota Sukabumi.

Tampak depan Gereja Sidang Kristus Kota Sukabumi. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Kepadalisna)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 18:44

Inspirasi Pajajaran sebagai Warisan yang Menunggu Diingat Kembali

Kerajaan Pajajaran banyak meninggalkan sejarah di masa Nusantara, tapi sayangnya ingatan kolektif tentang inspirasi Pajajaran bagi masa kini mulai terlupakan.

Kirab budaya di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Selasa 19 Agustus 2025. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 16 Jul 2026, 17:05

Menikmati Matahari Terbit di Lawang Angin

Lawang Angin Garut menawarkan panorama matahari terbit, Gunung Cikuray, kabut pegunungan, dan potensi wisata yang belum tergarap.

Sunset di Lawang Angin, Garut. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 16:33

Mandala Koran Legendaris yang Mewarnai Sejarah Pers Jawa Barat

Pada masanya, Harian Mandala merupakan salah satu surat kabar paling berpengaruh di Jawa Barat.

Sampul depan Harian Umum MANDALA edisi 13 Juli 1976, terbitan 50 tahun silam yang menjadi salah satu saksi perjalanan pers di Jawa Barat. (Sumber: Foto dan koleksi koran lawas milik Kin Sanubary)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 15:12

Teruslah Membaca meskipun Dianggap Tidak Berguna

Membaca saja tidak cukup, kita harus memahami isi, konteks, dan pesan yang ingin disampaikan dalam buku atau tulisan tersebut.

Seseorang sedang membaca buku. (Sumber: Unsplash | Foto: Mufid Majnun)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 14:43

Di Balik MPLS Masih Adakah Pendidikan untuk Semua?

MPLS sudah dilaksanakan namun yang menjadi sorotan adalah masih ada sekolah yang menerima murid kurang dari kebutuhan

Anggota Komunitas Badut Necis (Badut Nyentrik Bandung Cimahi Sauyunan) MPLS di SD Negeri Cibeber. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 12:56

Bagaimana Teknologi Pengenal Plat Nomor Mengubah Wajah Transportasi Modern?

Teknologi License Plate Recognition (LPR) memungkinkan kamera dan AI mengenali plat nomor kendaraan secara otomatis untuk mendukung transportasi yang lebih aman, efisien, dan cerdas.

LPR (License Plate Recognition) atau disebut juga dengan ANPR (Automatic Number Plate Recognition) adalah salah satu aplikasi cctv untuk mengenali plat nomor kendaraan. (Sumber: ilmiteknik.co.id)
Wisata & Kuliner 16 Jul 2026, 11:48

Panduan Berkunjung ke Pulau Komodo: Cara ke Labuan Bajo, Pink Beach, dan Pulau Padar

Panduan lengkap Taman Nasional Komodo mulai dari harga tiket, aplikasi SiOra, Pulau Padar, Pink Beach, Manta Point, hingga pilihan tour terbaik.

Pulau Komodo. (Sumber: Flickr)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 11:09

Bobotoh Layak Menuntut Persib Lebih daripada Sekadar Juara

Klab besar di dunia hampir tidak pernah mendefinisikan dirinya hanya melalui jumlah piala yang mereka koleksi.

Bobotoh Persib sedang berkonvoi. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Lukman Hidayat/Magang)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 08:00

Ci Manuk, Sungai Suci Penuh Do’a untuk Kekuatan Jiwa

Ci Manuk itu bukan berasal dari kata "manuk" yang berarti burung, tapi berasal dari kata "manu", dari bahasa Sanskerta.

Bandar Dermayu, tertulis dalam peta abad ke-16. Peta ini merupakan potongan dari Nova tabula insularum Javae, Sumatrae, Borneonis et aliarum Malaccam usque, 1598. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 07:42

Republik Tanpa Akuntabilitas

Kekuasaan yang menolak pertanggungjawaban sesungguhnya sedang mengingkari hakikatnya sebagai amanah rakyat.

Sebuah aksi penolakan Jokowi di Jawa Barat. Bandung 14 Juli 2026 di Depan DPRD Jawa Barat (Foto: Dokumen pribadi)
Ayo Netizen 15 Jul 2026, 18:45

Sisi Lain Kota Bandung: Kebiasaan Lama yang Berulang Kembali

Bahkan peringatan "Kesurupan" pun tetap tidak menghentikan oknum pembuang sampah sembarangan di kawasan Cibaduyut.

Peringatan Hantu dan CCTV pun tidak mengurungkan niat seseorang untuk membuang sampah sembarangan (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 15 Jul 2026, 18:03

MPLS Tanpa Bully

Sekolah yang ramah bukanlah tempat menimba ilmu yang sekadar bebas dari perundungan. Rumah kedua itu harus menjadi ruang bersama yang membuat setiap anak pulang dengan senyum yang lebih lebar

Anggota Komunitas Badut Necis (Badut Nyentrik Bandung Cimahi Sauyunan) MPLS di SD Negeri Cibeber. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 15 Jul 2026, 17:22

Dampak Program Makan Bergizi Gratis terhadap Pedagang Kantin dan UMKM Sekolah

Saya tertarik membahas topik ini karena menunjukkan dampak Program Makan Bergizi Gratis bagi siswa, pedagang kantin, dan UMKM sekolah.

FAGI Jabar ingatkan bahwa tugas utama guru adalah mengajar, bukan mengurusi MBG. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 15 Jul 2026, 16:23

Benang-Benang Asing dalam Tenun Tradisi Nusantara: Jejak Budaya Eropa dalam Perubahan Kebaya dan Identitas Sosial.

Membahas pengaruh budaya Eropa terhadap perubahan kebaya sebagai busana tradisional dan simbol identitas sosial di Nusantara pada masa kolonial.

Wanita Indonesia memakai kebaya. (Sumber: Pexels | Foto: David Tumpal)
Ayo Netizen 15 Jul 2026, 15:41

Mengenalkan Sekolah lewat MPLS yang Ramah bagi Anak

Selama ini, banyak orang yang membahas tentang pentingnya sekolah yang ramah bagi anak. Seperti apa sekolah ramah anak itu? 

Anggota Komunitas Badut Necis (Badut Nyentrik Bandung Cimahi Sauyunan) MPLS di SD Negeri Cibeber. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ikon 15 Jul 2026, 15:24

Hikayat Sport Center Arcamanik, Dari Arena PON Menjadi Pusat Sport Tourism

Sport Center Arcamanik bertransformasi dari venue PON 2016 menjadi pusat olahraga, wisata keluarga, dan kuliner Bandung.

Anak-anak bermain layangan di sekitar area Sport Center Arcamanik. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)