Musik Tradisional Jawa Barat sebagai Identitas Budaya

Vito Prasetyo
Ditulis oleh Vito Prasetyo diterbitkan Minggu 23 Nov 2025, 18:23 WIB
Anak-anak sekolah berlatih angklung. (Sumber: Pexels/Jofan Muliawan Putra)

Anak-anak sekolah berlatih angklung. (Sumber: Pexels/Jofan Muliawan Putra)

Jawa Barat (Sunda) memiliki kekayaan musik tradisional yang sangat kuat, dengan karakter khas yang lembut, ritmis dan erat dengan kehidupan masyarakat Sunda. Musiknya menyatu dengan seni pertunjukan, ritual, dan aktivitas sehari-hari.

Bagaimanakah perkembangan alat musik Tradisional Jawa Barat dalam perspektif sejarah, budaya, dan pengaruh musik modern?

Musik tradisional Jawa Barat merupakan representasi kebudayaan Sunda yang kaya, dengan karakteristik lembut, melankolis, dan erat kaitannya dengan kehidupan masyarakat agraris. Instrumen seperti angklung, kacapi, suling, kendang, dan tarawangsa bukan hanya media ekspresi seni, tetapi juga bagian dari struktur sosial dan ritual masyarakat.

Seiring perkembangan teknologi dan globalisasi, musik-musik ini mengalami transformasi, baik dalam bentuk pelestarian maupun adaptasi terhadap musik modern. Artikel ini membahas sejarah dan budaya alat musik tradisional Jawa Barat serta pengaruh musik modern terhadap keberlanjutannya.

Sejarah dan fungsi budaya alat musik tradisional Jawa Barat berakar dari tradisi agraris. Banyak instrumen Sunda, terutama yang berbahan bambu seperti angklung, suling, dan calung, lahir dari budaya agraris. Angklung sejak awal berfungsi sebagai instrumen ritual untuk upacara kesuburan tanah dan pemujaan Dewi Sri. Demikian juga tarawangsa dan jentreng memainkan peran sentral dalam upacara Ngalaksa, sebuah ritual adat padi yang bertujuan menjaga keseimbangan kosmologis.

Dalam perjalanannya, ada pengaruh Hindu–Buddha, Islam, dan Kolonial, yang terbagi dalam beberapa fase:

Pada periode kerajaan Sunda kuno memperkaya struktur musik melalui perangkat gamelan degung. Masuknya Islam membawa instrumen gesek rebab, yang kemudian berperan dalam tembang Sunda Cianjuran. Pada masa kolonial, terjadi pergeseran fungsi musik dari sakral menuju hiburan publik. Penataan ulang estetika musik Sunda pada awal abad ke-20, termasuk kemunculan kacapi suling sebagai genre yang lebih modern, menunjukkan proses adaptasi tradisi terhadap konteks sosial yang berubah.

Pengaruh Hindu-Buddha, Islam dan Belanda: Rebab masuk bersamaan dengan penyebaran Islam. Gamelan Sunda berkembang dari interaksi budaya Jawa dan Sunda pada masa kerajaan Pajajaran. Dan pada era kolonial, membawa perubahan fungsi musik menjadi hiburan publik.

Dalam kebudayaan Sunda, musik tidak dapat dipisahkan dari bahasa, sastra lisan, dan nilai lokal seperti someah hade ka semah (ramah) dan tata titi duduga peryoga (kearifan perilaku). Kacapi suling, misalnya, bukan hanya musik, tetapi merupakan medium kontemplasi dan komunikasi emosional dalam masyarakat Sunda.

Dilihat dari perkembangan dan pengaruh kontemporer sebagai sebuah tantangan dan pelestarian alat musik, maka perlunya dijadikan bagian dari sistem pendidikan.

Mulai 1970-an, pemerintah daerah dan lembaga pendidikan memasukkan musik Sunda ke dalam kurikulum sekolah dan perguruan tinggi. Sanggar-sanggar seni serta akademisi seperti R. Machjar Angga Koesoemadinata memberikan kontribusi besar dalam standardisasi nada, teknik permainan, dan dokumentasi musik tradisional.

Penetapan angklung sebagai UNESCO Intangible Cultural Heritage pada 2010 memperkuat posisi musik Sunda di panggung global. Hal ini tidak hanya meningkatkan minat masyarakat internasional, tetapi juga mendorong inovasi, seperti orkestra angklung dan pertunjukan kolaboratif lintas budaya. Ini memberi bukti dalam pengakuan internasional.

Bagaimana pengaruh musik modern terhadap musik dan instrumen Jawa Barat, juga menjadi fase terberat dalam mempertahankan nilai-nilai lokalitas. Globalisasi musik dan perkembangan teknologi digital telah memberikan dampak signifikan pada estetika, penggunaan, dan persepsi alat musik Sunda.

Doa orang Sunda hadir sederhana di keseharian, jadi pengikat relasi dan tanda solidaritas rakyat. (Sumber: Pexels/Andreas Suwardy)
Doa orang Sunda hadir sederhana di keseharian, jadi pengikat relasi dan tanda solidaritas rakyat. (Sumber: Pexels/Andreas Suwardy)

Perjalanan dan perkembangan musik tradisional Jawa Barat:

1. Hibridisasi dan eksperimen musik kontemporer: musisi muda dan kelompok etnik kontemporer memasukkan instrumen Sunda ke dalam genre modern seperti jazz, pop, elektronik, dan world music. Contoh perkembangan umum yang terjadi di dunia musik Sunda: Kacapi digunakan sebagai lapisan harmoni dalam komposisi ambient dan elektronik. Suling Sunda banyak dipakai dalam musik film lokal dan internasional karena karakter suaranya yang ekspresif. Kendang jaipong sering dikombinasikan dengan drum set modern untuk menghasilkan ritme yang lebih agresif. Hibridisasi ini memperluas ruang apresiasi, sekaligus menciptakan identitas musik Sunda yang lebih dinamis.

2. Komodifikasi budaya: musik tradisional mengalami komersialisasi melalui industri pariwisata dan media digital. Walau memperluas audiens, komodifikasi kadang mereduksi konteks budaya asli. Misalnya, pertunjukan angklung lebih sering didesain untuk hiburan daripada upacara ritual.

3. Transformasi melalui teknologi digital: perekaman modern, mixing, dan synthesizer memberi warna baru pada instrumen Sunda. Kacapi elektrik, sampling suara suling, hingga digitalisasi instrumen untuk MIDI memungkinkan musik tradisi memasuki ekosistem produksi musik global.

4. Tantangan pelestarian: generasi muda di beberapa wilayah mulai menjauh dari musik tradisi karena terpapar dominasi musik populer. Namun, media sosial, festival budaya, dan kolaborasi lintas genre justru juga menjadi sarana efektif untuk revitalisasi.

Alat musik tradisional Jawa Barat telah mengalami perjalanan panjang dari ritual agraris hingga pentas global modern. Sejarahnya yang kaya menunjukkan kesanggupan budaya Sunda untuk beradaptasi tanpa kehilangan identitas dasar. Pengaruh musik modern tidak hanya menciptakan tantangan, tetapi juga membuka peluang inovasi melalui hibridisasi dan teknologi digital. Dengan dukungan institusi, seniman muda, serta akses global, alat musik tradisional Jawa Barat berpotensi terus hidup dan berkembang sebagai bagian penting dari identitas budaya Indonesia.

Untuk menjelajah lebih jauh, bisa didapatkan melalui referensi akademik (dapat diverifikasi) dalam buku dan jurnal:

1. Harnish, David. Bridging the Gap: Indonesian Music and Globalization. Oxford University Press, 2012.

2. Weintraub, Andrew N. Power Plays: Wayang Golek Puppet Theater of West Java. Ohio University Press, 2004.

3. Kunst, Jaap. Music in Java: Its History, Its Theory and Its Technique. Springer, 1973.

4. Supanggah, Rahayu. Bothekan Karawitan II. Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia, 2009.

5. Sutton, R. Anderson. Traditions of Gamelan Music in Java: Musical Pluralism and Regional Identity. Cambridge University Press, 2019.

6. Mulyanto & Indrawati. “Angklung as an Intangible Cultural Heritage.” Humaniora, Universitas Gadjah Mada, 2014.

7. Machjar Angga Koesoemadinata. Ilmu Seni Rasa: Teori Musik Sunda. Bandung: STSI Press.

8. UNESCO. Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity: Angklung. 2010. (Dokumen Internasional).

Baca Juga: Wisata Belanja dan Kuliner Bandung, Menatap ke Depan

Alat musik tradisional Jawa Barat bukan sekadar benda seni, tetapi cerminan sejarah, identitas, dan nilai spiritual masyarakat Sunda. Meskipun tantangan modernisasi muncul, kreativitas seniman muda, dukungan pemerintah, dan pengakuan global membuat musik Sunda tetap hidup dan relevan hingga saat ini. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Vito Prasetyo
Tentang Vito Prasetyo
Malang
Nilai artikel ini
Klik bintang untuk menilai

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 28 Nov 2025, 23:00 WIB

Trotoar di Bandung: Jalan Kaki di Zaman Sandal Jepit ke Zaman Sneaker Premium

Trotoar di Bandung bukan sekadar tempat berjalan, tapi panggung kehidupan kota — kadang panggung tragedi, kadang komedi, seringnya keduanya sekaligus.
Kawasan legendaris Braga bukan sekadar jalan, melainkan lembaran sejarah yang hidup, menyatu dengan denyut nadi modernitas kota. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Biz 28 Nov 2025, 21:27 WIB

Membangun Kebiasaan Aman di Jalan Bersama Sadulur Bikers Bandung Timur

Keselamatan berkendara di Bandung kini bukan lagi sekadar kampanye, melainkan sebuah kesadaran yang perlahan tumbuh menjadi budaya.
Ilustrasi. Keselamatan berkendara di Bandung kini bukan lagi sekadar kampanye, melainkan sebuah kesadaran yang perlahan tumbuh menjadi budaya. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 28 Nov 2025, 20:51 WIB

An Se Young Ratu Bulu Tangkis Korea yang Berhati Bersih dan Senang Berbagi

Sepanjang 2025, An Se Young berhasil menjuarai 10 dari 14 turnamen internasional yang ia ikuti.
Sepanjang 2025, An Se Young (kiri) berhasil menjuarai 10 dari 14 turnamen internasional yang ia ikuti. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Kim Sunjoo)
Ayo Netizen 28 Nov 2025, 19:11 WIB

Cadasngampar dan Cicadas Itu Endapan Material Letusan Gunung Api 

Menelisik asal-asul nama geografis Cicadas dan Cadasngampar.
Cadasngampar di Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor. (Sumber: Citra satelit: Google maps)
Ayo Jelajah 28 Nov 2025, 18:46 WIB

Hikayat Kota Hantu Semipalatinsk, Halaman Belakang Uni Soviet yang jadi Kuburan Senyap Radiasi

Kisah suram Semipalatinsk, situs uji coba nuklir Soviet yang meninggalkan radiasi dengan jejak 456 ledakan nuklir, jutaan penduduk terdampak, dan kota yang membeku dalam kesunyian
Tampakan Semipalatinsk di Semey, Kazakhstan dan bekas lokasi uji coba senjata nuklir utama Uni Soviet dari tahun 1949 hingga 1989 (Sumber: Google Earth)
Ayo Netizen 28 Nov 2025, 18:37 WIB

Tren Olahraga Pilates: Solusi Kebugaran Holistik untuk Gaya Hidup Urban Bandung

Maulia Putri seorang praktisi gaya hidup sehat di Bandung, menceritakan manfaat pilates yang menjadikan latihan ini sebagai rutinitas.
Dua perempuan sedang melakukan latihan pilates pada Sabtu Siang, (08/11/25) di Studio Pilates Mekarwangi, Bojongloa Kidul, Kota Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penuis | Foto: Maya Amelia)
Ayo Netizen 28 Nov 2025, 18:15 WIB

Menyalakan Kehidupan Malam di Tengah Hening Lembang

Saat malam mulai turun di kaki Gunung Burangrang, kawasan Dusun Bambu berubah menjadi ruang wisata penuh cahaya.
Cahaya lampu menghiasi suasana malam di area wisata Dusun Bambu Lembang, (06/10/2025) (Foto: Dokumentasi Pihak Narasumber.)
Ayo Netizen 28 Nov 2025, 17:20 WIB

Kreativitas Generasi Z Bawa Warna Baru bagi Industri Pernikahan Bandung

Inovasi Gen Z dari Marlina mendorong Indhira Wedding Organizer berkembang pesat di Bandung.
Tim Indhira Wedding Organizer mengatur prosesi pernikahan adat Sunda di Bandung dengan detail dan kehangatan (18/10/2025). (Sumber: Indhira Wedding Organizer)
Ayo Netizen 28 Nov 2025, 17:03 WIB

Inovasi Risol yang Menggabungkan Citra Rasa Modern dan Pelestarian Budaya Sunda

Mourisol menyajikan risol premium dengan 8 varian rasa unik. Ukurannya besar, cocok sebagai pengganti makan berat.
Gambar 1.1 Rissol yang menjadi keunggulan Mourisol (5/11/2025) (Foto: (Sumber:Maura))
Ayo Netizen 28 Nov 2025, 16:49 WIB

Makna Budaya Siraman dalam Pernikahan Adat Sunda

Pengantin asal Bandung, memilih melaksanakan tradisi siraman sebelum prosesi pernikahannya sebagai bentuk penyucian diri dan pelestarian budaya adat Sunda.
Mutiara Syoba’ah sedang melakukan budaya sakral siraman sebelum melangkah ke jenjang pernikahan, Jumat (14/01/2022) (Sumber: Dokumentasi Wedding Organizer | Foto: Ali Solehudin)
Ayo Netizen 28 Nov 2025, 16:39 WIB

Ko Dalang Menghidupkan Warisan Wayang Golek di Tengah Arus Modernisasi Budaya

Wayang Golek dihidupkan Ko Dalang Irfan lewat inovasi bahasa, durasi, dan alur modern.
Ko Dalang menampilkan pertunjukan Wayang Golek di Saung Angklung Udjo diiringi  dengan musik tradisional Sunda, Kamis (6/11/25), Kec. Cibeunying Kidul, Kota Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Ishanna Nagi)
Ayo Netizen 28 Nov 2025, 15:24 WIB

Mengulik Gedung Kosong 30 Tahun yang Disulap Jadi Rumah Hantu Braga

Wahana seru sekaligus uji nyali di tengah Kota Bandung.
Tampak depan Rumah Hantu Braga di Jalan Braga, Kota Bandung, Rabu 29 September 2025. (Foto: (Sumber: Dokumentasi Penulis | foto: Muhammad Amril Fathurrahman Rovery)
Ayo Netizen 28 Nov 2025, 14:29 WIB

Perluasan Area Petting Zoo Farmhouse Lembang: Pengalaman Belajar yang Menarik dan Seru

Wisata edukasi bernuansa Eropa yang terletak di dataran tinggi wilayah Bandung.
Seoarang anak memberi makan kelinci di area petting zoo Farmhouse Lembang (Sabtu 8/11/25). (Sumber: Fauzi Ananta)
Ayo Netizen 28 Nov 2025, 13:01 WIB

Olahraga Musim Dingin di Tengah Hangatnya Kota Kembang

Sensasi meluncur di atas es dengan latar taman hijau, arena semi outdoor pertama di Indonesia ini jadi spot seru.
Pengunjung menikmati kegiatan bermain ice skating pada sore hari di Garden Ice Rink, Paris Van Java, Bandung (14/09/2025). (Sumber: Dokumentasi Pribadi)
Ayo Netizen 28 Nov 2025, 10:42 WIB

Tips Mancing Gacor dari Komunitas! Wajib Tahu Komposisi Bahan terhadap Kualitas Umpan Ikan

Yang bikin Umpan TMK beda dari yang lain, bahan-bahannya bukan asal-asalan.
Team TOMCAT FISHING mengikuti lomba memancing acara DR FISHING Competition dan mendapatkan hadiah uang tunai pada 17 September 2025. (Sumber: Radhit Adhiyaksa Hermanto | Foto: Dokumentasi pribadi)
Ayo Netizen 28 Nov 2025, 09:33 WIB

Pelari Kalcer Merapat! Komunitas Olahraga Gen-Z Hadir di Kota Bandung

Berawal dari rasa FOMO, para Gen-Z di Bandung mulai menjadikan olahraga sebagai pilihan gaya hidup.
Para Anggota Olahraguys Sedang Melakukan Persiapan Untuk Kegiatan FunRun X Mad.Cultureid, Sukajadi, Kota Bandung (21/10/2025) (Sumber: Olahraguys | Foto: Olahraguys)
Ayo Netizen 28 Nov 2025, 08:59 WIB

Yoga Outdoor, Tren Hidup Sehat di Bandung

Sanggar Senam Vinisa menawarkan kelas untuk semua usia, memberi relaksasi, ketenangan, dan interaksi sosial, dengan tarif terjangkau.
Peserta melakukan yoga bersama di outdoor, Podomoro Park, Kabupaten Bandung pada Minggu (2/11/2025). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Wan Maulida Kusuma Syazci)
Ayo Netizen 27 Nov 2025, 20:14 WIB

Pintu Rumah yang Tidak Pernah Tertutup

Pak Katenen seorang ASN yang bertugas di bagian Bimbingan Mental di TNI AU Lanud Sulaiman.
Ilustrasi rumah di dekat lingkungan pesantren. (Sumber: Ilustrasi AI)
Ayo Biz 27 Nov 2025, 19:55 WIB

Potensi Bisnis Mall Bandung Menguat di Tengah Tren Konsumsi dan Gaya Hidup Urban

Mall di Bandung tidak lagi sekadar menjadi ruang transaksi, melainkan telah bertransformasi menjadi destinasi pengalaman yang menyatukan belanja, hiburan, kuliner, dan interaksi sosial.
Ilustrasi. Mall di Bandung tidak lagi sekadar menjadi ruang transaksi, melainkan telah bertransformasi menjadi destinasi pengalaman yang menyatukan belanja, hiburan, kuliner, dan interaksi sosial. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Jelajah 27 Nov 2025, 18:36 WIB

Hikayat Johny Indo, Robin Hood Garut Pemburu Harta Orang Kaya

Kisah lengkap Johny Indo, si Robin Hood Garut yang merampok orang kaya, kabur dari penjara, hingga membintangi banyak film aksi.
Johny Indo, Robin Hood dari Garut.