Giri Purwa Seni Hadirkan Kecapi Suling sebagai Pelestarian Kesenian Tradisional Sunda

3 menit baca
Vasya Sofiaramas Kantawijaya
Ditulis oleh Vasya Sofiaramas Kantawijaya diterbitkan
Pengrajin Giri Purwa Seni menampilkan seperangkat alat musik tradisional berwarna keemasan di ruang pamer Giri Purwa Seni, Jl. Soekarno Hatta No. 425, Desa Cigereleng, Astana Anyar, Karasak, pada Senin, 10 November 2025. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Pengrajin Giri Purwa Seni menampilkan seperangkat alat musik tradisional berwarna keemasan di ruang pamer Giri Purwa Seni, Jl. Soekarno Hatta No. 425, Desa Cigereleng, Astana Anyar, Karasak, pada Senin, 10 November 2025. (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Di tengah jantung Kota Bandung, lahir kecapi suling yang dipahat oleh tangan-tangan terampil layaknya seniman yang mengukir jiwa pada kayu hidup. Nuansa musik tradisional mengalir bak sungai kehidupan yang tak pernah kering, sementara suara indah dari dawai kecapi yang berdentang dan suling yang melengking halus membuai pendengar seperti angin malam yang membisikkan rahasia cinta.

Setiap alunan menjadi pesta jiwa yang menyatukan generasi dalam harmoni abadi, seolah-olah instrumen ini bukan sekadar alat, melainkan jembatan emas antara masa lalu dan masa depan budaya Sunda yang bernyanyi di Giri Purwa Seni Jl. Soekarno Hatta No. 425, Desa Cigereleng, Astana Anyar, Karasak.

Giri Hartono, pendiri Giri Purwa Seni yang telah berdiri sejak sekitar 12 hingga 13 tahun lalu, berhasil mengembangkan usahanya menjadi pusat pembuatan kecapi dan suling yang memancarkan nuansa musik tradisional Sunda melalui sentuhan tangan-tangan terampil dan kreatif.

Tempat ini menjadi saksi hidup pelestarian alat musik tradisional, di mana setiap karya dibuat dengan penuh ketelitian dan cinta terhadap budaya. Dengan harga yang terjangkau, produk Giri Purwa Seni kini dapat dinikmati oleh masyarakat luas, sekaligus menjadi bukti bahwa warisan budaya Nusantara masih hidup dan bernapas di tengah perkembangan zaman modern.

“Yakni, suling seharga Rp20.000 dan kecapi Rp500.000, produk-produk ini tidak hanya laris di pasar konvensional, tapi juga dipasarkan secara online melalui platform seperti Shopee, TikTok Shop, dan Lazada, bahkan penjualannya sampai ke luar negeri,” ujarnya pada Jumat (31/10/2025).

Dalam operasionalnya, Giri Purwa Seni mempunyai karyawan lima orang, karyawan bernama Hilman yang mahir memainkan kecapi dan suling, menandakan betapa seriusnya usaha ini dalam menjaga kualitas musik tradisi.

Kecapi suling ini dipertunjukkan dalam acara yang melibatkan minimal dua orang pemain, dengan peran yang khas, perempuan sebagai penyanyi atau sinden, dan laki-laki sebagai pemain kecapi atau suling. Persiapan pertunjukan ini dilakukan secara disiplin, dengan latihan maksimal dua kali seminggu di studio kampus yang menggunakan bimbingan dosen, menunjukkan perpaduan antara tradisi dan pendidikan modern.

Keluwesan dan ketangguhan unit seni ini juga semakin terlihat dengan adanya dukungan logistik berupa kendaraan langsung dari Giri Purwa Seninya sendiri yang membantu mobilisasi para pemain ke acara-acara, terutama di acara pernikahan atau acara kebudayaan yang membutuhkan keselarasan musik nusantara.

Tim sedang menata dan mengepak berbagai alat musik tradisional di ruang produksi Giri Purwa Seni yang berlokasi di Jl. Soekarno Hatta No. 425, Desa Cigereleng, Astana Anyar, Karasak, pada 15 November 2025. (Sumber: Vasya Sofiaramas Kantawijaya | Foto: Vasya Sofiaramas Kantawijaya)
Tim sedang menata dan mengepak berbagai alat musik tradisional di ruang produksi Giri Purwa Seni yang berlokasi di Jl. Soekarno Hatta No. 425, Desa Cigereleng, Astana Anyar, Karasak, pada 15 November 2025. (Sumber: Vasya Sofiaramas Kantawijaya | Foto: Vasya Sofiaramas Kantawijaya)

Lima tahun lalu, karyawan dan pemain Giri Purwa Seni pernah memberikan pertunjukan di sebuah hotel untuk penyambutan tamu yang menjadi momen berharga dalam perjalanan mereka, hal ini menegaskan betapa pentingnya seni tradisional dalam berbagai konteks sosial.

Di balik kesuksesan ini, Giri Purwa Seni bukan hanya tempat pembuatan alat musik, tetapi juga ruang tumbuh dan bertumbuhnya semangat kolektif yang menghidupkan budaya melalui karya dan permainan.

“membangun usaha mandiri yang berkontribusi pada pemberdayaan masyarakat sekitar yang ekonominya masih normal, serta menjaga kelestarian produksi alat musik tradisional yang semakin langka,” lanjut Giri Hartono.

Giri Purwa Seni yang berada tepat di dekat perempatan lampu merah Cigereleng ini menjadi lokasi strategis yang menghubungkan antara tradisi dan modernitas Bandung, kota seni dan budaya. Melalui penjualan produk secara daring, mereka berhasil menjangkau pasar yang lebih luas, sekaligus memberikan peluang kerja bagi karyawan yang terampil dan berdedikasi tinggi, memenuhi permintaan pasar dengan kualitas tinggi.

“Penjualan alat musik tradisional kami biasanya laku terjual 1 hingga 3 buah per minggunya, meski jumlahnya tidak besar, tetapi konsistensi penjualan tersebut menunjukkan adanya minat masyarakat terhadap kesenian daerah,” ucapnya.

Penampilan yang dilakukan oleh tim Giri Purwa Seni menguatkan rasa solidaritas, dimana tanpa bimbingan khusus saat pertunjukan, para pemain sudah terbiasa dan paham betul tata cara memainkan instrumen yang telah diwariskan secara turun-temurun. Ini menandakan keberhasilan mereka dalam menjaga warisan budaya yang hidup dan dinamis.

Dengan perpaduan keahlian yang diasah di studio kampus dan situasi kerja nyata di lapangan, Giri Purwa Seni menunjukkan bagaimana musik tradisional tetap relevan dan dihargai di era digital, menjadi jembatan yang menghubungkan masyarakat masa kini dengan akar budaya mereka. Ini adalah kisah pelestarian, inovasi, dan dedikasi yang tercermin dalam setiap getaran kecapi dan hembusan suling dari Bandung untuk Indonesia dan Mancanegara. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 14 Okt 2026, 18:01

Menyeret Emak dan Bapak Ke Pengadilan

Banyak Lansia atau orang tua yang disidangkan oleh anak kandungnya di pengadilan yang semestinya tidak terjadi peristiwa nirempati tersebut

Ruang sidang bukan tempat membalas budi orang tua. Utamakan musyawarah dan kasih sayang. (Sumber: Ilustrasi oleh Gemini AI)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 16:45

Penertiban PKL: Apakah Menuju Bandung yang lebih Ramah dengan Pejalan Kaki?

Beberapa waktu ke belakang Bandung sedang melakukan penertiban PKL di Jalan Kiaracondong dan Cihapit tentunya harapannnya pejalan kaki mendapatkan haknya kembali.

Ilustrasi Penertiban PKL. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 14:52

Momentum Memerdekakan Guru

Menjadi anomali bahwa profesi guru mendapatkan tuntutan, tetapi dalam kehidupannya masih di bawah dari harapan.

Ilustrasi guru dan siswa di ruang kelas sekolah. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 13:49

Proyeksi JPO UIN Bandung: Realisasi atau Ilusi?

Sebuah kritik dan saran kepada birokrasi UIN Bandung terkait usulan pengadaan JPO di depan gerbang kampus yang berhadapan langsung dengan Jalan A.H. Nasution.

Lanskap Jalan A.H Nasution di jam aktifitas. (Sumber: Dipotret dengan ponsel pribadi. | Foto: Rifki Ahmad Ma'ruf)
Sejarah 14 Okt 2026, 11:58

Jejak LASWI Maung Bikang Asal Bandung

Di Bandung pernah ada satu pasukan perempuan yang terjun dalam medan perang di garis depan. Pasukan ini bernama LASWI

Patung LASWI di Kebonjukut, Kota Bandung (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 11:12

Sunyi yang Tidak Selalu Puitik

Refleksi peringatan hari kesehatan mental di lingkungan pendidikan di Indonesia.

Kesehatan Mental Remaja (Sumber: GeminiAI)
Ayo Biz 14 Okt 2026, 10:41

PLN Nusantara Power UP Cirata Perkuat Kepedulian terhadap Akses Jalan di Sekitar Wilayah Operasi

PLN Nusantara Power UP Cirata memperkuat infrastruktur jalan demi mendukung kelancaran mobilisasi dan keselamatan masyarakat sekitar.

PLN Nusantara Power UP Cirata Perkuat Kepedulian terhadap Akses Jalan di Sekitar Wilayah Operasi
Beranda 14 Okt 2026, 09:38

Data Center AI Jatiluhur Butuh 33 Juta Liter Air per Hari, Walhi Soroti Hak Warga dan Petani

Selain kebutuhan air yang besar, WALHI Jabar menyoroti transparansi dokumen lingkungan, potensi dampak terhadap pertanian, serta kebutuhan energi untuk operasional pusat data.

Pemandangan Waduk Jatiluhur pada 10 Oktober 2023. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 09:04

Persib Sudah Juara, Mengapa Fasilitas Pemain Perlu Disoal?

Thom Haye melayangkan kritikan terhadap fasilitas pemulihan yang disediakan Persib Bandung. Kritikan Haye dibarengi keluhan soal padatnya jadwal dan perjalanan yang melelahkan,

Thom Haye dalam sebuah pertandingan. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 08:00

Sampah Itu Pasti, Bersih Itu Pilihan: Belajar dari Kota Bandung

Sampah adalah konsekuensi kehidupan sehari-hari, tetapi kota yang dipenuhi sampah bukanlah takdir.

Launching GASLAH Tahun 2026 dalam Rangkaian kegiatan Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tahun 2026 Tingkat Kota Bandung. (Sumber: prokopim.bandung.go.id | Foto: Protokol Komunikasi Pimpinan)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 20:52

KDM, 'Bakakak Hayam', 'Bakekok', dan Investasi Rp7,4 Triliun

Bagi urang Sunda -- atau setidaknya mereka yang akrab dengan budaya dan tradisi Sunda pastilah tahu -- dan mungkin juga suka -- bakakak hayam.

Ilustrasi bakakak hayam. (Sumber: Dok pribadi | Foto: AI Gemini)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 19:14

Pegunungan Sanggabuana Akan Menjadi Taman Hutan Raya

Pegunungan Sanggabuana bersiap beralih status menjadi Taman Hutan Raya (Tahura). Langkah strategis ini diambil demi menjaga kelestarian keanekaragaman hayati dan melindungi ekosistem hutan Jawa.

Peta Pegunungan Sanggabuana (Sumber Peta:  Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde), 1923 (Sumber: Digital Collections Universiteit Leiden)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 18:25

Paradigma Kereta Api Menjadi Wajah Baru Mobilitas Indonesia

Kereta api telah menjadi bagian dari denyut kehidupan sehari-hari. Dari alat transportasi menjadi ekosistem mobilitas. Wajah baru ini harus mampu menghubungkan berbagai aktivitas manusia.

Pekerja melakukan perawatan lokomotif di Depo Lokomotif Daop 2, Kota Bandung, Selasa 19 Maret 2024. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 18:06

Ketika Hak Pejalan Kaki Terampas dan Jalanan Terjebak Macet di Kawasan SPOrT Jabar

Ulasan kritis trotoar SPOrT Jabar yang tersita PKL hingga picu kemacetan. Mengajak Pemda bertindak nyata demi hak pedestrian dan keadilan ruang publik.

Trotoar depan pagar SPOrT Jabar, Pacuan Kuda di penuhi pedagang kaki lima. (Sumber: Pribadi | Foto: Marsya Laura Humaira)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 17:02

Dualisme Mahasiswa Bandung: Di Antara Barisan Soekarno dan Gelombang Aksi Massa

Ketika demonstrasi mahasiswa mengguncang pemerintahan Soekarno, muncul pertanyaan yang membelah mahasiswa: apakah membela Indonesia berarti harus menjatuhkan Soekarno, atau justru mempertahankannya?

Pawai ITB Tahun 1966 di Jl. Asia Afrika Bandung (Sumber: Buku Mereka Dari Bandung: Pergerakan Mahasiswa Bandung 1960-1967)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 16:14

Janji Manis Negara Lindungi Berita, Angin Segar atau Alarm Waspada?

Saat pembaca beralih dari mesin pencari ke AI, industri media kian tertekan. Menkum Supratman Andi Agtas janji lindungi karya pers, apakah ini angin segar atau alarm waspada?

Industri media kian tertekan akibat pergeseran pola konsumsi informasi usai kehadiran AI yang menggeser mesin pencari. (Sumber: Pexels | Foto: Markus Winkler)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 15:13

Investasi Jawa Barat, SIO, dan Perlindungan Pekerja

Banyak pekerjaan di sektor industri dan konstruksi memerlukan keterampilan khusus, terutama pengoperasian forklift, crane, alat berat, serta pesawat angkat dan angkut lainnya.

Ilustrasi Investasi dan ketenagakerjaan di Jawa Barat mesti maju bersama (Sumber: dokpri | Foto: Arif Minardi)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 11:11

Nostalgia Era 90-an sambil Menikmati Sejuknya Gelatopedia Cirebon

Berkunjung ke Gelatopedia Cirebon tak hanya sekedar menikmati dinginnya es krim tapi juga nostalgia ke tahun 90-an di tempat yang sangat sejuk.

Desain Dinding Gelatopedia Cirebon (11/10/26). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 08:56

Jalan A.H. Nasution UIN 1 Bandung: Ramai Laju Kendaraan, Sepi Hak Pejalan Kaki

Setiap hari mahasiswa dan warga terpaksa berjalan di bahu Jalan A.H. Nasution karena trotoar yang rusak.

Mahasiswa terpaksa berjalan di bahu jalan,karena trotoar yang tidak layak digunakan disekitar gerbang UIN Bandung Kampus 1. (Foto: Risa Aulia Rahma)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 07:44

Persib U18 dan Anak-Anak yang Menanggung Dosa Rivalitas Orang Dewasa

Langkah manajemen Persib membawa kasus penyerangan terhadap rombongan Persib U18 ke jalur hukum memiliki arti penting.

Bobotoh cilik Persib. (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung)