Giri Purwa Seni Hadirkan Kecapi Suling sebagai Pelestarian Kesenian Tradisional Sunda

Vasya Sofiaramas Kantawijaya
Ditulis oleh Vasya Sofiaramas Kantawijaya diterbitkan Jumat 21 Nov 2025, 08:06 WIB
Pengrajin Giri Purwa Seni menampilkan seperangkat alat musik tradisional berwarna keemasan di ruang pamer Giri Purwa Seni, Jl. Soekarno Hatta No. 425, Desa Cigereleng, Astana Anyar, Karasak, pada Senin, 10 November 2025. (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Pengrajin Giri Purwa Seni menampilkan seperangkat alat musik tradisional berwarna keemasan di ruang pamer Giri Purwa Seni, Jl. Soekarno Hatta No. 425, Desa Cigereleng, Astana Anyar, Karasak, pada Senin, 10 November 2025. (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Di tengah jantung Kota Bandung, lahir kecapi suling yang dipahat oleh tangan-tangan terampil layaknya seniman yang mengukir jiwa pada kayu hidup. Nuansa musik tradisional mengalir bak sungai kehidupan yang tak pernah kering, sementara suara indah dari dawai kecapi yang berdentang dan suling yang melengking halus membuai pendengar seperti angin malam yang membisikkan rahasia cinta.

Setiap alunan menjadi pesta jiwa yang menyatukan generasi dalam harmoni abadi, seolah-olah instrumen ini bukan sekadar alat, melainkan jembatan emas antara masa lalu dan masa depan budaya Sunda yang bernyanyi di Giri Purwa Seni Jl. Soekarno Hatta No. 425, Desa Cigereleng, Astana Anyar, Karasak.

Giri Hartono, pendiri Giri Purwa Seni yang telah berdiri sejak sekitar 12 hingga 13 tahun lalu, berhasil mengembangkan usahanya menjadi pusat pembuatan kecapi dan suling yang memancarkan nuansa musik tradisional Sunda melalui sentuhan tangan-tangan terampil dan kreatif.

Tempat ini menjadi saksi hidup pelestarian alat musik tradisional, di mana setiap karya dibuat dengan penuh ketelitian dan cinta terhadap budaya. Dengan harga yang terjangkau, produk Giri Purwa Seni kini dapat dinikmati oleh masyarakat luas, sekaligus menjadi bukti bahwa warisan budaya Nusantara masih hidup dan bernapas di tengah perkembangan zaman modern.

ā€œYakni, suling seharga Rp20.000 dan kecapi Rp500.000, produk-produk ini tidak hanya laris di pasar konvensional, tapi juga dipasarkan secara online melalui platform seperti Shopee, TikTok Shop, dan Lazada, bahkan penjualannya sampai ke luar negeri,ā€ ujarnya pada Jumat (31/10/2025).

Dalam operasionalnya, Giri Purwa Seni mempunyai karyawan lima orang, karyawan bernama Hilman yang mahir memainkan kecapi dan suling, menandakan betapa seriusnya usaha ini dalam menjaga kualitas musik tradisi.

Kecapi suling ini dipertunjukkan dalam acara yang melibatkan minimal dua orang pemain, dengan peran yang khas, perempuan sebagai penyanyi atau sinden, dan laki-laki sebagai pemain kecapi atau suling. Persiapan pertunjukan ini dilakukan secara disiplin, dengan latihan maksimal dua kali seminggu di studio kampus yang menggunakan bimbingan dosen, menunjukkan perpaduan antara tradisi dan pendidikan modern.

Keluwesan dan ketangguhan unit seni ini juga semakin terlihat dengan adanya dukungan logistik berupa kendaraan langsung dari Giri Purwa Seninya sendiri yang membantu mobilisasi para pemain ke acara-acara, terutama di acara pernikahan atau acara kebudayaan yang membutuhkan keselarasan musik nusantara.

Tim sedang menata dan mengepak berbagai alat musik tradisional di ruang produksi Giri Purwa Seni yang berlokasi di Jl. Soekarno Hatta No. 425, Desa Cigereleng, Astana Anyar, Karasak, pada 15 November 2025. (Sumber: Vasya Sofiaramas Kantawijaya | Foto: Vasya Sofiaramas Kantawijaya)
Tim sedang menata dan mengepak berbagai alat musik tradisional di ruang produksi Giri Purwa Seni yang berlokasi di Jl. Soekarno Hatta No. 425, Desa Cigereleng, Astana Anyar, Karasak, pada 15 November 2025. (Sumber: Vasya Sofiaramas Kantawijaya | Foto: Vasya Sofiaramas Kantawijaya)

Lima tahun lalu, karyawan dan pemain Giri Purwa Seni pernah memberikan pertunjukan di sebuah hotel untuk penyambutan tamu yang menjadi momen berharga dalam perjalanan mereka, hal ini menegaskan betapa pentingnya seni tradisional dalam berbagai konteks sosial.

Di balik kesuksesan ini, Giri Purwa Seni bukan hanya tempat pembuatan alat musik, tetapi juga ruang tumbuh dan bertumbuhnya semangat kolektif yang menghidupkan budaya melalui karya dan permainan.

ā€œmembangun usaha mandiri yang berkontribusi pada pemberdayaan masyarakat sekitar yang ekonominya masih normal, serta menjaga kelestarian produksi alat musik tradisional yang semakin langka,ā€ lanjut Giri Hartono.

Giri Purwa Seni yang berada tepat di dekat perempatan lampu merah Cigereleng ini menjadi lokasi strategis yang menghubungkan antara tradisi dan modernitas Bandung, kota seni dan budaya. Melalui penjualan produk secara daring, mereka berhasil menjangkau pasar yang lebih luas, sekaligus memberikan peluang kerja bagi karyawan yang terampil dan berdedikasi tinggi, memenuhi permintaan pasar dengan kualitas tinggi.

ā€œPenjualan alat musik tradisional kami biasanya laku terjual 1 hingga 3 buah per minggunya, meski jumlahnya tidak besar, tetapi konsistensi penjualan tersebut menunjukkan adanya minat masyarakat terhadap kesenian daerah,ā€ ucapnya.

Penampilan yang dilakukan oleh tim Giri Purwa Seni menguatkan rasa solidaritas, dimana tanpa bimbingan khusus saat pertunjukan, para pemain sudah terbiasa dan paham betul tata cara memainkan instrumen yang telah diwariskan secara turun-temurun. Ini menandakan keberhasilan mereka dalam menjaga warisan budaya yang hidup dan dinamis.

Dengan perpaduan keahlian yang diasah di studio kampus dan situasi kerja nyata di lapangan, Giri Purwa Seni menunjukkan bagaimana musik tradisional tetap relevan dan dihargai di era digital, menjadi jembatan yang menghubungkan masyarakat masa kini dengan akar budaya mereka. Ini adalah kisah pelestarian, inovasi, dan dedikasi yang tercermin dalam setiap getaran kecapi dan hembusan suling dari Bandung untuk Indonesia dan Mancanegara. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Vasya Sofiaramas Kantawijaya
Mahasiswi S1 Digital Public Relations Telkom University 2024
Nilai artikel ini
Klik bintang untuk menilai

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 08 Des 2025, 08:32 WIB

Menangkal Bencana Hoaks

Dari bencana inilah kita belajar ihwal pemimpin sejati bukanlah mereka yang tampil paling menonjol di layar.
Komisaris Bio Farma, Relly Reagen menyerahkan bantuan kepada masyarakat terdampak bencana di Padang, Sumatera Barat. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Arif Budianto)
Ayo Netizen 07 Des 2025, 20:40 WIB

Sisi ā€˜Gelap’ Bandung di Batununggal

Keresahan masyarakat atas minimnya penerangan di area Jalan Batununggal, Kota Bandung.
Kondisi jalanan di Batununggal saat malam hari pada Rabu (3/12/25). (Sumber: Penulis | Foto: Adventia)
Ayo Netizen 07 Des 2025, 20:22 WIB

Farhan Vs. KDM

Banyak kebijakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang berseberangan dengan Wali Kota dan Bupati Bandung.
Banyak kebijakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang berseberangan dengan Wali Kota dan Bupati Bandung. (Sumber: Pemprov Jabar dan Pemkot Bandung)
Ayo Netizen 07 Des 2025, 20:15 WIB

Catatan Warga untuk Wali Kota Farhan: Lubang Jalan, Lubang Kepercayaan Publik

Masyarakat selalu dihantui oleh satu masalah paling klise yang tak ada habisnya yaitu jalan berlubang dimana-mana.Ā 
Salah Satu titik jalan berlubang di Jl. Lombok, Merdeka, Kec.Sumur Bandung, Kota Bandung.(3/12/2025) (Sumber: Nabila Putri Wiritanaya)
Ayo Biz 07 Des 2025, 20:13 WIB

Bandung Menjadi Pusat Inovasi Hotel Ramah Lingkungan Bertaraf Internasional

Bandung kini menegaskan dirinya bukan hanya sebagai kota kreatif dan kuliner, tetapi juga sebagai laboratorium hidup bagi praktik keberlanjutan di sektor pariwisata.
The Gaia Hotel Bandung membuktikan bahwa komitmen terhadap keberlanjutan dapat menjadi sumber daya saing, peluang investasi, dan jalan menuju pariwisata yang lebih inklusif dan berdaya tahan. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 07 Des 2025, 20:07 WIB

Halte Bus Bandung: Wajah Buram Transportasi Publik

Halte menjadi salah satu fasilitas umum yang sangat terabaikan oleh Pemerintah Kota Bandung.
Kondisi halte yang basah dan minim pencahayaan pada malam hari di Halte Tegalgea, Jl. Moch. Toha, Kec. Regol, Kota Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Tsaqifa Dhiyaul Hawa)
Ayo Jelajah 07 Des 2025, 19:54 WIB

Gunung Burangrang, Eksotisme Kaldera Tropis dalam Imajinasi Wisata Kolonial Priangan

Catatan kolonial menggambarkan Gunung Burangrang sebagai lanskap eksotik Priangan yang harus dipetakan dan ditaklukkan lewat wisata alam.
Gunung Burangrang.
Ayo Netizen 07 Des 2025, 19:46 WIB

Di Antara Ombak Buatan dan Tawa Keluarga di Bandung Barat

Wahoo Waterworld, taman air modern yang seru di Bandung Barat.
Area masuk Wahoo Waterworld yang menampilkan ikon roda kemudi besar di kawasan Kota Baru Parahyangan, Padalarang, Bandung Barat, Senin (10/11/2025). (Sumber: Dokumentasi penulis | Foto: Adifa Arsyad)
Beranda 07 Des 2025, 19:44 WIB

Bencana Alam Itu Tidak Jauh, Sudah di Depan Hidung Kita

Data bencana alam BNPB tahun 2024 menyatakan Jawa Barat sebagai provinsi yang paling sering mengalami bencana, yakni sebanyak 461 kejadian.
Warga di lokasi bencana sedang membantu mencari korban tertimbun longsor di Arjasari, Kabupaten Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Biz 07 Des 2025, 19:30 WIB

Ekosistem Esports Bandung Menjadi Model Pertemuan Teknologi Komunitas dan Budaya

Industri esports Indonesia sedang berada di persimpangan penting dan tumbuh lebih besar menjadi ekosistem yang lebih dari sekadar tren hiburan.
Ilustrasi. Industri eSports telah berkembang dari sekadar hobi menjadi arena kompetitif yang melibatkan teknologi, komunitas, dan ekonomi kreatif. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Beranda 07 Des 2025, 19:02 WIB

Inklusiland 2025: Mewujudkan Indonesia Inklusif

Hari Disabilitas Internasional (HDI) tahun ini menjadi momentum bersejarah bagi sahabat disabilitas Indonesia.
Hari Disabilitas Internasional (HDI) tahun ini menjadi momentum bersejarah bagi sahabat disabilitas Indonesia. (Sumber: Istimewa)
Beranda 07 Des 2025, 18:57 WIB

Braga Beken: Wajah Baru Braga yang Lebih Ramah Pejalan Kaki di Akhir Pekan

Tidak ada lagi klakson atau deru mesin kendaraan yang memecah riuh suasana. Para pejalan kaki mendominasi jalan sepanjang kurang lebih 380 meter itu
Pengunjung Jalan Braga menikmati suasana jalan yang terbebas dari kendaraan, Sabtu (6/7). (Sumber: ayobandung.id | Foto: Toni Hermawan)
Ayo Netizen 07 Des 2025, 18:40 WIB

Bila Gempa Terjadi Saat Berada di Mal

Apa yang akan dilakukan bila saat berada di dalam mal, di dalam stadion, di dalam gedung konser, terjadi gempa bumi?
Sebelum terjadi gempa, kenali kegunaan nomor dan tanda-tanda yang ada dalam panel di dinding litf. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: T Bachtiar)
Ayo Netizen 07 Des 2025, 18:21 WIB

Catatan Warga untuk Wali Kota M. Farhan: Menata Arah Penanganan Pengangguran Bandung

Meningkatnya angka pengangguran di Kota Bandung dan menyoroti bagaimana ketidakseimbangan antara kebutuhan industri dan keterampilan warga.
Seorang pengendara motor melaju di jalan Kota Bandung siang hari. (29/10/2024) (Sumber: Khalidullah As Syauqi)
Ayo Netizen 07 Des 2025, 07:27 WIB

Ketan Bakar Nurjaman: Cita Rasa Bandung ketika Malam

Di tengah dinginnya malam, ada satu kehangatan yang tetap hidup di sudut kota: Ketan Bakar Nurjaman.
Ketan Bakar Nurjaman. (Sumber: DokumentasiĀ pribadi | Foto: Fikri Akmal)
Ayo Netizen 07 Des 2025, 05:30 WIB

Tak Ada Teja Paku Alam, Fitrah Maulana pun Jadi

Fitrah Maulana—yang didapuk mendampingi pelatih Persib, Bojan Hodak-- menangis tersedu-sedu. Suasana pun menjadi haru.Ā 
Fitrah Maulana, kiper muda Persib Bandung. (Sumber: Dok. Persib)
Ayo Netizen 07 Des 2025, 05:06 WIB

Nasi Bakar Saparua, Hangatnya Malam Bandung dalam Sebungkus Rasa

Nasi Bakar Saparua adalah pilihan kuliner praktis di Bandung dengan cita rasa gurih pedas.
Di balik kepulan asap dan lampu kuning temaram, ada rasa yang bikin balik lagi. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Biz 06 Des 2025, 19:38 WIB

Gaya Hidup Sehat Anak Muda Bandung Tumbuh Bersama Treat a Cup

Treat a Cup tampil berbeda dengan menekankan pentingnya kesadaran akan kesehatan melalui makanan dan minuman yang mereka sajikan.
Treat a Cup tampil berbeda dengan menekankan pentingnya kesadaran akan kesehatan melalui makanan dan minuman yang mereka sajikan. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Biz 06 Des 2025, 11:45 WIB

Momentum Libur Natal dan Tahun Baru Jadi Peluang Emas Industri Hotel Bandung

Momentum libur Natal dan Tahun Baru tetap menjadi peluang emas bagi hotel-hotel untuk meningkatkan hunian kamar sekaligus memperkuat citra mereka sebagai destinasi liburan.
Momentum libur Natal dan Tahun Baru tetap menjadi peluang emas bagi hotel-hotel untuk meningkatkan hunian kamar sekaligus memperkuat citra mereka sebagai destinasi liburan. (Sumber: Four Points by Sheraton Bandung)
Ayo Netizen 05 Des 2025, 21:20 WIB

Mewujudkan Asa Bandung TeknopolisĀ 

Di kawasan industri Gedebage ada entitas industri yang masih memberikan asa Bandung teknopolis.
Hangar machining Pudak Group di kawasan industri Gedebage Bandung yang memproduksi komponen pesawat terbang pesanan Airbus dan Boeing (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)