Kue Bugis, Kudapan Manis yang Tidak Lagi Eksis

Muhamad Alan Azizal
Ditulis oleh Muhamad Alan Azizal diterbitkan Senin 24 Nov 2025, 11:24 WIB
Kue bugis. (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Kue bugis. (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Di tengah ramainya tren kuliner modern yang serba instan dengan balutan kemasan yang menarik, ada satu kudapan tradisional yang semakin jarang terdengar namanya, kue bugis. Kue mungil yang dibungkus daun pisang ini dulu begitu akrab dalam citarasa lidah masyarakat Indonesia, terutama Jawa dan Sulawesi.

Kue bugis seringkali hadir dalam berbagai perayaan, mulai dari acara syukuran, selametan hingga hajatan pernikahan. Namun kini keberadaannya mulai tergeser oleh kue-kue kekinian yang lebih menampilkan tampilan yang menarik serta kepraktisan dalam menyajikannya.

Pagi itu aroma wangi daun pisang yang sedang dikukus menyeruak dari sudut kecil dapur yang sedang mengukus adonan kue bugis. Dibalik uap, tampak Iis seorang ibu yang sedang sibuk menata kue bugis kedalam risopan untuk mengukusnya. Tangannya cekatan membungkus adonan ketan yang lembut dengan isian enten kelapa gula merah yang berwarna coklat keemasan.

“Kalo dulu kue bugis ini selalu jadi rebutan anak-anak, apalagi kalo lagi ada acara pernikahan gitu anak-anak pasti suka. Kalo sekarang sih udah jarang saya menemukan kue ini, paling juga kalo ada hajatan itu juga kalo hajatannya di kampung kalo di kota sih saya gak pernah nemu, yang jual pun saya belum pernah liat” ujar Iis.

Kue bugis memang memiliki pesona tersendiri. Bungkusan daun pisang yang dikukus memberikan aroma khas yang tak bisa digantikan dengan kemasan plastik maupun box karton modern. Saat dibuka, teksturnya lembut dan kenyal, dengan isian enten kelapa gula merah yang manis dan gurih semakin memperkaya rasa kue ini.

“Kalo pengen rasanya enak itu ada di isian enten gula merahnya, juga ditambahin pandan dalam adonannya biar aromaya makin enak” sambung Iis.

Keberadaan kue bugis bukan hanya sekedar cita rasa, tetapi juga menjadi bagian dari identitas budaya. Kue bugis seringkali dihidangkan pada berbagai kegiatan seperti pernikahan atau lamaran.

Kue ini melambangkan rezeki yang manis serta kehidupan rumah tangga yang lengket erat dan tak mudah lepas. Kata bugi sendiri sering dihubungkan dengan istilah lekat atau menyatu. Adonan ketan yang lengket melambangkan persatuan dan rezeki yang tidak mudah tercerai berai.

Rasa dari kue bugis ini manis legit bercampur dengan gurih dari kelapa yang terkandung dalam enten sebagai isiannya.

“Rasanya enak, manis, suka deh pokonya apalagi kalo disajikan bareng kopi atau teh panas makin enak deh” ujar Iwan anak Iis.

Keberadaan kue bugis kini mulai tergantikan dengan hadirnya kue-kue modern. Minimnya generasi penerus yang bisa membuat kue tradisional menjadi tantangan tersendiri. Iis menuturkan bahwa saat ini jarang sekali anak muda yang mau belajar untuk membuat kue ini.

“Iya kalo sekarang jarang ada yang bisa buat kue ini, kalo pun ada rasanya itu agak kurang entah itu dari bahannya maupun dari proses pengolahannya” ujar Iis.

Seiring perkembangan waktu, kue bugis harus bisa menyesuaikan dengan perkembangan zaman agar bisa terus diminati anak muda. Meskipun begitu semangat tentang rezeki, kebersamaan, dan rasa syukur dibalik kue ini selamanya akan tetap ada dan tetap abadi dalam sepotong kue manis ini. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Muhamad Alan Azizal
Mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 13 Jan 2026, 19:48 WIB

Kenapa Americano Jadi Favorit Baru Anak Muda? Ini Manfaatnya!

Americano lagi viral karena rasanya ringan, dan kalorinya rendah.
Ini dia manfaat dari kopi Americano yang perlu kamu ketahui! (Sumber: Freepik)
Ayo Jelajah 13 Jan 2026, 18:47 WIB

Riwayat Bandung Tiris, saat Hawa Dingin Kepung Kota Cekungan

Letak geografis Bandung membuat udara dingin mudah terperangkap dan menciptakan sensasi sejuk hingga menggigil sejak dulu.
Ilustrasi cuaca dingin Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan al Faritsi)
Ayo Netizen 13 Jan 2026, 18:04 WIB

Profesi dan Hobi Harus Seimbang: Seorang Guru SMA Membuktikan Ambisinya

Guru SMA Lisda Nurul Romdani sukses menaklukkan maraton dan trail run (35 km) di tengah jadwal padat, membuktikan ambisi, mental, dan konsistensi.
Lisda Nurul Romdani seorang guru SMA membuktikan hobinya sebanding dengan rutinitas mengajar saat mengikuti Half Marathon Pocari Sweat Run 2024 di Bandung. (Sumber: @lisdaanr | Foto: @fotoyu_official Pocari Sweet RUN 2024)
Ayo Biz 13 Jan 2026, 18:04 WIB

Kekurangan Vitamin D, Masalah Nutrisi Anak yang Masih Mengakar di Indonesia

Kekurangan vitamin D masih cukup sering ditemukan pada anak usia sekolah dan dapat berdampak pada kesehatan tulang dan gigi.
Ilustrasi kekurangan vitamin D masih menjadi masalah nutrisi yang cukup umum pada anak dan remaja, termasuk di Bandung. (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 13 Jan 2026, 17:19 WIB

Resolusi 2026 Warga Bandung: Berharap Transportasi Umum yang Lebih Terintegrasi

Keluhan warga Bandung mengenai transportasi umum yang dinilai belum efisien dan kurang terintegrasi.
Suasana metro jabar trans dipenuhi penggunana di sore hari sepulang kerja (03/12/2025). (Sumber: Pribadi | Foto: M. Kamal Natanegara)
Ayo Netizen 13 Jan 2026, 16:18 WIB

Penyairan Masa Kini: Bahasa yang Mencari Rumah Baru

Penyair masa kini menjaga kedalaman di tengah riuh digital, merawat bahasa, melampaui klise, dan menghadirkan ruang hening saat dunia bergerak terlalu cepat.
Puisi mencari napas baru, sementara penyair menjaga jantung bahasanya. (Sumber: Pixnio/Bicanski)
Ayo Biz 13 Jan 2026, 16:06 WIB

Gen Z dari Scrolling ke Running, Gaya Hidup Baru yang Menggerakkan Pasar Kebugaran

Gen Z Indonesia mulai menjadikan olahraga dan aktivitas fisik sebagai bagian dari keseharian, bahkan sebagai identitas sosial baru.
Ilustrasi. Gen Z Indonesia mulai menjadikan olahraga dan aktivitas fisik sebagai bagian dari keseharian, bahkan sebagai identitas sosial baru. (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 13 Jan 2026, 14:34 WIB

'Doom Spending' dan Generasi yang Menyerah Membeli Masa Depan

Mengapa anak muda memilih "kebahagiaan kecil" yang mahal saat impian besar seperti rumah makin mustahil dicapai gaji UMR.
Ilustrasi dompet kosong. (Sumber: Pexels | Foto: Towfiqu barbhuiya)
Ayo Netizen 13 Jan 2026, 13:13 WIB

Bandung Makin Macet, Transportasi Umum Bisakah Jadi Penolong?

Kesenjangan Pusat Kota yang Diperhatikan dan Pinggiran Kota yang Terlupakan
Halte Cicaheum, Kota Bandung, yang sudah mulai usang dan banyak tumpukan sampah di belakang bangku, (3/12/25). (Sumber: AyoBandung.id | Foto: Putriana Basar)
Ayo Netizen 13 Jan 2026, 11:37 WIB

Chopper: Sejarah dan Makna Desain Mesin Kebebasan Roda Dua

Chopper pertama kali muncul di Amerika Serikat pada akhir 1950-an hingga 1960-an.
Chopper pertama kali muncul di Amerika Serikat pada akhir 1950-an hingga 1960-an. (Sumber: Pexels | Foto: Rachel Claire)
Ayo Netizen 13 Jan 2026, 10:19 WIB

Tren Coffee Shop Jadi Markas Mahasiswa Bandung 'Ngebut Tugas' Menjelang UAS

Coffee shop menjadi tempat favorit bagi para mahasiswa menjelang Ujian Akhir Semester (UAS) yang banyak tugas.
Coffee shop menjadi tempat favorit bagi para mahasiswa menjelang Ujian Akhir Semester (UAS) yang banyak tugas.
Ayo Netizen 13 Jan 2026, 09:34 WIB

Menjadi Mahasiswa IKIP Bandung (Bagian Dua)

Di sekitar kampus IKIP Bandung (UPI), Jalan Setiabudhi dulu berjajar penjual pisang Lembang.
Villa Isola di UPI Bandung (dahulu IKIP Bandung). (Sumber: Wikimedia Commons)
Ayo Netizen 13 Jan 2026, 07:50 WIB

Ngopi, Duduk, dan Biarkan Pikiran Bernapas

Bagi Kopi menawarkan ruang sederhana dan hangat di tengah malam yang tenang.
Sederhana saja, secangkir kopi dan ketenangan di Bagi Kopi. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 12 Jan 2026, 20:01 WIB

Pentingnya Pengesahan RUU Perampasan Aset sebagai Upaya Memperkuat Sistem Tata Kelola Pemerintahan

RUU Perampasan Aset hadir sebagai instrumen yang dapat menutup celah tindak korupsi.
Ilustrasi kriminalitas. (Sumber: Pexels | Foto: Kindel Media)
Ayo Jelajah 12 Jan 2026, 19:17 WIB

Hikayat Perburuan Komplotan Komunis Bandung, Priangan dalam Kepungan Polisi Kolonial

Operasi besar polisi kolonial memburu komplotan komunis di Bandung dan Priangan pada 1927 yang membuat kota hidup dalam kecurigaan.
Berita tentang dugaan plot komunis di Bandung di koran De Avondpost edisi 19 Oktober 1927.
Ayo Netizen 12 Jan 2026, 18:47 WIB

Menyelami Riuhnya Ekspresi Seniman Bandung: Dari Ruang Kreatif Hingga Panggung Kontemporer

Di balik hiruk-pikuk jalan dan lalu lintasnya, Bandung tak pernah kehabisan nada, warna, dan kisah. Kota ini bukan sekadar pusat kuliner dan fashion, tetapi juga menjadi ruang ekspresi generasi seni.
Suasana pembukaan Pasar Seni ITB. (Sumber: fsrd,itb)
Ayo Biz 12 Jan 2026, 18:27 WIB

Rumah Pertama Jadi Mimpi Jauh, 65 Pesimis Gen Z Pesimis Mampu Membeli

Memiliki rumah pertama kini menjadi salah satu tujuan terbesar sekaligus tantangan tersendiri bagi generasi muda, terutama Gen Z.
Ilustrasi memiliki rumah pertama kini menjadi salah satu tujuan terbesar sekaligus tantangan tersendiri bagi generasi muda, terutama Gen Z. (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 12 Jan 2026, 17:26 WIB

Tumbler Dan Gejala Sosial Baru

gejala sosial tentang gaya hidup membeli tumbler
Tumbler. (Sumber: Pexels | Foto: Ivan S)
Ayo Netizen 12 Jan 2026, 16:49 WIB

Hafal Daftar Cicilan, tapi Lupa Impian

Gen Z sering dianggap generasi manja, padahal banyak dari mereka yang memikul beban finansial keluarga di pundaknya.
Ilustrasi cicilan. (Sumber: Pexels | Foto: Anna Shvets)