Taman Main Mili-Mili: Keajaiban Kecil Penuh Petualangan di Hutan Pinus Lembang

3 menit baca
Muhammad Rafy Lovinka
Ditulis oleh Muhammad Rafy Lovinka diterbitkan
Gerbang masuk dengan instalasi lampu yang indah di Taman Main Mili-Mili (13/11/2025). (Sumber: Dok. Penulis | Foto: Rafy Lovinka)
Gerbang masuk dengan instalasi lampu yang indah di Taman Main Mili-Mili (13/11/2025). (Sumber: Dok. Penulis | Foto: Rafy Lovinka)

Di tengah kegelapan hutan pinus, sebuah keajaiban kini hadir dan menyala dengan indahnya. Bukan lagi hutan seram, melainkan sebuah taman yang dihiasi ribuan lampu kerlap-kerlip, keajaibannya bagaikan Dunia Pandora yang penuh sihir. Taman itu adalah Taman Main Mili-Mili yang berada di kawasan Terminal Wisata Grafika Cikole, Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

Ade Ahmad selaku HR Manager bercerita mengapa mereka pada akhirnya harus mengembangkan destinasi selain hutan Mycelia.

“Taman Main Mili-Mili itu merupakan pengembangan dari Hutan Mycelia Part 2 untuk meningkatan daya tarik wisatawan, ditambah lagi terdapat instalasi teknologi yang dapat meningkatkan pengalaman yang berbeda untuk wisatawan,” ujarnya pada Sabtu (8/11/2025).

Berbeda dengan Hutan Mycelia, Taman Main Mili-Mili mengisahkan tentang makhluk kecil yang merupakan bagian dari ekosistem, yaitu jamur. Maka dari itu, taman yang resmi dibuka pada 30 Mei 2025 menawarkan konsep unik yaitu wisata edukasi interaktif bertema jamur. Dengan hanya merogoh kocek Rp 50.000, wisatawan dapat menikmati keindahan Taman Main Mili-Mili

Nizar sebagai staff yang berada di depan gerbang masuk Taman Main Mili-Mili menjelaskan di dalam taman terdapat 5 goa. “Taman ini akan memperkenalkan karakter jamur seperti Fermento, Elder Gano, Lumos, Lic, Liora, dan Raksasa Graphi, yang dikemas secara unik di dalam goa,” lanjutnya.

Tujuannya adalah untuk memberikan edukasi tentang berbagai jenis jamur yang hidup dan memiliki peran penting di dalam hutan.

Keindahan lampu-lampu berwarna tidak hanya statis, melainkan dapat berinteraksi langsung dengan pengunjung. Saat pengunjung menginjak beberapa batu tertentu secara bersamaan, lampu-lampu yang tersebar akan menyambung membentuk pola cahaya yang sempurna. Bahkan, tingkat cahaya pada instalasi dapat mengikuti level suara pengunjung saat berteriak. 

Konsep instalasi yang ada didapatkan dari barang daur ulang yang diolah dan akhirnya digunakan kembali atau Upcycle. Ekonomi kreatif inilah yang mendukung strategi dan memperkuat filosofi mereka yaitu ‘dari alam untuk alam’. Dimana kita dapat menikmati wisata alam dengan fungsi nyatanya tanpa merusak alam itu sendiri. 

Pengalaman yang diberikan oleh Taman Main Mili-Mili kepada para pengunjung bukan sekedar pengalaman biasa. Melainkan, Real time Explorations yang tentunya sangat mengedukasi dan menghibur bagi siapa saja yang datang ke sana. 

Nizar juga menjelaskan permainan visual yang ada di Taman Main Mili-Mili tidak berhenti pada instalasi saja.

“Saat berjelajah kita dapat merasakan face painting di mana wajah kita akan dilukis dan ikut menyala,” imbuhnya.

Taman Main Mili-Mili juga menyediakan kegiatan outbound yang unik dan yang pasti beda dari kegiatan outbound biasa. EO Lembang Jungle Discovery, adalah salah satu EO yang ikut mengembangkan wisata malam ini menjadi ajang team building yang seru. 

Mengusung konsep Treasure Hunt Amazing Race, inovasi ini menggabungkan keindahan hutan yang menyala dengan fun games yang seru. Aktivitas treasure hunt ini melibatkan penempatan pos-pos problem solving yang tersebar di sepanjang kawasan hutan menyala Terminal Wisata Grafika Cikole. Dengan begitu, wisatawan ditantang untuk bekerja sama dan memecahkan teka-teki, menjadikan kunjungan ini aktif dan berbeda dengan outbound di siang hari. 

Taman Main Mili-mili berhasil menciptakan konsep wisata malam yang segar dan inovatif di Lembang. ​​Dengan memadukan edukasi ekosistem jamur, instalasi cahaya interaktif, dan kemasan outbound team building yang menarik. Taman Main Mili-Mili bukan sekedar taman hiburan, melainkan gerbang menuju dunia fantasi penuh petualangan.  (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)