Selamat Hari Raya Idul Fitri
1446 Hijriah • Mohon Maaf Lahir & Batin

Taman Main Mili-Mili: Keajaiban Kecil Penuh Petualangan di Hutan Pinus Lembang

Muhammad Rafy Lovinka
Ditulis oleh Muhammad Rafy Lovinka diterbitkan Selasa 02 Des 2025, 16:25 WIB
Gerbang masuk dengan instalasi lampu yang indah di Taman Main Mili-Mili (13/11/2025). (Sumber: Dok. Penulis | Foto: Rafy Lovinka)

Gerbang masuk dengan instalasi lampu yang indah di Taman Main Mili-Mili (13/11/2025). (Sumber: Dok. Penulis | Foto: Rafy Lovinka)

Di tengah kegelapan hutan pinus, sebuah keajaiban kini hadir dan menyala dengan indahnya. Bukan lagi hutan seram, melainkan sebuah taman yang dihiasi ribuan lampu kerlap-kerlip, keajaibannya bagaikan Dunia Pandora yang penuh sihir. Taman itu adalah Taman Main Mili-Mili yang berada di kawasan Terminal Wisata Grafika Cikole, Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

Ade Ahmad selaku HR Manager bercerita mengapa mereka pada akhirnya harus mengembangkan destinasi selain hutan Mycelia.

“Taman Main Mili-Mili itu merupakan pengembangan dari Hutan Mycelia Part 2 untuk meningkatan daya tarik wisatawan, ditambah lagi terdapat instalasi teknologi yang dapat meningkatkan pengalaman yang berbeda untuk wisatawan,” ujarnya pada Sabtu (8/11/2025).

Berbeda dengan Hutan Mycelia, Taman Main Mili-Mili mengisahkan tentang makhluk kecil yang merupakan bagian dari ekosistem, yaitu jamur. Maka dari itu, taman yang resmi dibuka pada 30 Mei 2025 menawarkan konsep unik yaitu wisata edukasi interaktif bertema jamur. Dengan hanya merogoh kocek Rp 50.000, wisatawan dapat menikmati keindahan Taman Main Mili-Mili

Nizar sebagai staff yang berada di depan gerbang masuk Taman Main Mili-Mili menjelaskan di dalam taman terdapat 5 goa. “Taman ini akan memperkenalkan karakter jamur seperti Fermento, Elder Gano, Lumos, Lic, Liora, dan Raksasa Graphi, yang dikemas secara unik di dalam goa,” lanjutnya.

Tujuannya adalah untuk memberikan edukasi tentang berbagai jenis jamur yang hidup dan memiliki peran penting di dalam hutan.

Keindahan lampu-lampu berwarna tidak hanya statis, melainkan dapat berinteraksi langsung dengan pengunjung. Saat pengunjung menginjak beberapa batu tertentu secara bersamaan, lampu-lampu yang tersebar akan menyambung membentuk pola cahaya yang sempurna. Bahkan, tingkat cahaya pada instalasi dapat mengikuti level suara pengunjung saat berteriak. 

Konsep instalasi yang ada didapatkan dari barang daur ulang yang diolah dan akhirnya digunakan kembali atau Upcycle. Ekonomi kreatif inilah yang mendukung strategi dan memperkuat filosofi mereka yaitu ‘dari alam untuk alam’. Dimana kita dapat menikmati wisata alam dengan fungsi nyatanya tanpa merusak alam itu sendiri. 

Pengalaman yang diberikan oleh Taman Main Mili-Mili kepada para pengunjung bukan sekedar pengalaman biasa. Melainkan, Real time Explorations yang tentunya sangat mengedukasi dan menghibur bagi siapa saja yang datang ke sana. 

Nizar juga menjelaskan permainan visual yang ada di Taman Main Mili-Mili tidak berhenti pada instalasi saja.

“Saat berjelajah kita dapat merasakan face painting di mana wajah kita akan dilukis dan ikut menyala,” imbuhnya.

Taman Main Mili-Mili juga menyediakan kegiatan outbound yang unik dan yang pasti beda dari kegiatan outbound biasa. EO Lembang Jungle Discovery, adalah salah satu EO yang ikut mengembangkan wisata malam ini menjadi ajang team building yang seru. 

Mengusung konsep Treasure Hunt Amazing Race, inovasi ini menggabungkan keindahan hutan yang menyala dengan fun games yang seru. Aktivitas treasure hunt ini melibatkan penempatan pos-pos problem solving yang tersebar di sepanjang kawasan hutan menyala Terminal Wisata Grafika Cikole. Dengan begitu, wisatawan ditantang untuk bekerja sama dan memecahkan teka-teki, menjadikan kunjungan ini aktif dan berbeda dengan outbound di siang hari. 

Taman Main Mili-mili berhasil menciptakan konsep wisata malam yang segar dan inovatif di Lembang. ​​Dengan memadukan edukasi ekosistem jamur, instalasi cahaya interaktif, dan kemasan outbound team building yang menarik. Taman Main Mili-Mili bukan sekedar taman hiburan, melainkan gerbang menuju dunia fantasi penuh petualangan.  (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Muhammad Rafy Lovinka
Mahasiswa Digital PR Telkom University 2024

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 22 Mar 2026, 08:58

Kartu Lebaran dan Suasana Idulfitri di Bandung Era 1990-an

Menjelang Idulfitri pada dekade 1990-an, suasana Kota Bandung tidak hanya dipenuhi aroma kue Lebaran dan kesibukan orang bersiap mudik.

Kartu Lebaran versi ABG. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 21 Mar 2026, 20:26

Islam Kita dan Islam Mereka: Sebuah Ilusi Pascakolonial

Menjadi muslim di Indonesia adalah bagian dari perjalanan sejarah yang panjang dan sarat kontradiksi.

Ada banyak kisah yang lazim dialami oleh para jamaah haji selama menunaikan rukun Islam kelima tersebut. (Sumber: Pexels/Mutahir Jamil)
Ayo Netizen 21 Mar 2026, 18:20

Idulfitri 1447 H

Hikmah Ramadan itu menjaga dan merawat silaturahmi. Puncaknya hadir saat Idulfitri, momentum kemenangan sejati dalam menundukkan hawa nafsu, termasuk nafsu (angkara murka) untuk merasa paling benar.

Salat berjamaah di Masjid Pusdai, Kota Bandung, Jumat 20 Februari 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Sejarah 21 Mar 2026, 06:30

Hikayat Lebaran Seabad Lalu di Bandung, Open House Bupati untuk Pribumi dan Eropa

Laporan majalah kolonial tahun 1926 menunjukkan bagaimana masyarakat Bandung merayakan Idulfitri dengan berbagai tradisi unik.

Lebaran di kediaman Bupati Bandung 1926. (Sumber: Majalah Indie)
Ayo Netizen 20 Mar 2026, 19:10

Yang Gak Mudik, Yuk Wisata Bandung Dilirik

Warga Bandung yang gak mudik, yuk ramaikan wisata di Bandung! Manfaatnya menggerakkan perekonomian lokal di Bandung.

Sarae Hills destinasi wisata yang tidak hanya indah, tapi juga Instagrammable. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 20 Mar 2026, 17:24

Idulfitri, Syawal dan Lebaran: Jalan Pulang dan Lima Tahap Pemaafan

Idulfitri, syawal dan lebaran bukan sebatas perayaan, tetapi sejuta lapisan makna yang mengantarkan manusia pada kesadaran dan peningkatan diri.

Ilustrasi suasana Idulfitri, Syawal dan Lebaran. (Sumber: Ozgar Jan dari Pixabay)
Beranda 20 Mar 2026, 16:54

Tradisi Potong Rambut Lebaran di Kota Bandung: Antrean Panjang di Barbershop dan Lapak DPR yang Makin Sepi

Tradisi potong rambut menjelang Lebaran di Kota Bandung menunjukkan kontras yang mencolok. Barbershop dipadati pelanggan, sementara lapak cukur DPR kian sepi.

Yana Mulyana dengan ruang ala kadarnya tetap bertahan di bawah rindang pohon Jalan Malabar, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 20 Mar 2026, 15:48

Memupuk Persaudaraan, Merawat Harmoni

Nyepi mengajarkan kita sikap memperkuat persaudaraan, persatuan, semangat toleransi, perdamaian untuk meraih kehidupan rukun, harmoni, bahagia dan sejahtera dapat terus terjaga di tengah perbedaan.

Ilustrasi perayaan Nyepi di Bali (Sumber: Freepik)
Linimasa 20 Mar 2026, 01:03

Kemacetan dan Sumber Rezeki Pedagang Oleh-oleh Nagreg

Kondisi lalu lintas di Nagreg sangat memengaruhi penjualan oleh-oleh. Saat ramai lancar pembeli meningkat, namun kemacetan justru membuat pemudik enggan berhenti.

Lalu lintas Nagreg saat mudik lebaran 2026. (Foto: Mildan Abdalloh)
Sejarah 20 Mar 2026, 00:53

Beda Hari Lebaran di Indonesia, Bikin Orang Eropa Kebingungan

Jelang akhir Ramadan, satu pertanyaan hampir selalu muncul di Indonesia: Lebaran jatuh hari apa? Akar sejarahnya panjang. Sudah ada sejak zaman dulu.

Suasana pasca salat id Bandung 1926 (Sumber: Majalah Indie)
Beranda 19 Mar 2026, 21:21

Menitip Rindu pada Takbir: Cerita Perantau yang Menghadapi Lebaran dalam Sepi

Pemerintah menetapkan Idulfitri 1447 H jatuh pada 21 Maret 2026. Di balik momen kemenangan itu, tersimpan kisah warga perantauan yang menjalani malam takbiran tanpa pulang kampung dan menahan rindu.

Mutiara Indah Lestari tetap tegar merayakan Lebaran di perantauan, menyimpan rindu untuk keluarganya di Padang (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 20:00

Idulfitri sebagai Komunikasi Hati

Tulisan ini membahas Idul Fitri sebagai momen memulihkan komunikasi hati di tengah kebisingan digital, menekankan pentingnya ketulusan, kehadiran, dan relasi yang lebih manusiawi.

Ribuan umat muslim melaksanakan shalat Idul Fitri 1446 H di Lapangan Gasibu, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin 31 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Bandung 19 Mar 2026, 19:46

Jersey Lokal Bandung RZQ Actv Buktikan Taring, Sukses Curi Perhatian di Tengah Hiruk-Pikuk Jelang Idul Fitri

Brand jersey lokal, RZQ Actv, membuktikan bahwa produk UMKM mampu bersaing dan tampil percaya diri di tengah hiruk pikuk persiapan hari raya.

Brand jersey lokal, RZQ Actv, membuktikan bahwa produk UMKM mampu bersaing dan tampil percaya diri di tengah hiruk pikuk persiapan hari raya. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 19:09

Dijajah Tanpa Penjajah: Ketika Kemerdekaan Kehilangan Makna

Kemerdekaan fisik belum menjamin kemerdekaan berpikir.

ilustrasi buku sebagai sumber ilmu. (Sumber; Pixabay)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 18:59

Mudik dan Kelanjutan Ramadan: Menguji Ketakwaan di Jalan Kehidupan

Mudik Lebaran selalu menghadirkan suasana yang hangat dan penuh makna.

Sejumlah pemudik sepeda motor melintas di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Sabtu 14 Maret 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 13:12

Petani Menua dan Anak Muda Menjauh: Siapa yang Akan Menjaga Ketahanan Pangan Indonesia?

Indonesia dikenal sebagai negara agraris, namun mengalami krisis regenerasi petani. Mampukah program Petani Milenial menjadi solusi bagi masa depan pangan Indonesia?

Petani membajak sawah menggunakan traktor di Gedebage, Kota Bandung, Kamis 4 Januari 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al- Faritsi)
Linimasa 19 Mar 2026, 12:49

Harap Cemas Pedagang Oleh-oleh Nagreg di Tengah Rencana Pembangunan Tol Cigatas

Pedagang oleh-oleh di Nagreg mulai kehilangan pembeli sejak hadirnya jalan tol. Rencana Tol Getaci memicu kekhawatiran baru soal masa depan usaha mereka.

Penjual oleh-oleh di Nagreg. (Foto: Mildan Abdalloh)
Sejarah 19 Mar 2026, 12:49

Sejarah Kue Kering Lebaran, Sajian Idulfitri yang Berakar dari Dapur Belanda

Tradisi menyajikan kue kering saat lebaran memiliki jejak sejarah kolonial. Resep kue kecil dari Eropa yang disebut koekje berkembang di Hindia Belanda dan berubah menjadi nastar hingga kastengel.

Ilustrasi kue kering lebaran.
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 10:59

Kakaretaan, Yuk!

Di atas rel, kita belajar soal hidup, seperti kereta, akan terus berjalan.

Calon penumpang Kereta Api Pasundan tambahan berjalan menuju gerbong di Stasiun Kiaracondong, Kota Bandung, Selasa 17 Maret 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 18 Mar 2026, 20:29

Kisah Kue-Kue Kering Hari Raya

Tahukah kalian, bahwa kue alias “cookies” itu berasal dari bahasa Belanda yaitu “koekje”.

Sebuah mural karya harijadi sumodidjojo yang berjudul "kehidupan batavia". (Sumber: Istimewa)