HAM Omong Kosong di Kota Kreatif: Kasus Bandung Zoo dan Hak Masyarakat atas Ruang Publik

3 menit baca
Abah Omtris
Ditulis oleh Abah Omtris diterbitkan
Suasana Kebun Seni saat ini yang satu amparan dengan Kebun Binatang (Foto: Dokumen pribadi)
Suasana Kebun Seni saat ini yang satu amparan dengan Kebun Binatang (Foto: Dokumen pribadi)

Pemerintah Kota Bandung kini terancam disomasi karena penyegelan Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo) yang dianggap menyalahi prosedur dan melampaui kewenangan.

Tindakan ini bukan hanya memicu konflik kepengurusan yayasan, tetapi juga berdampak luas: ratusan hewan penghuni terancam kelangsungan hidupnya, pekerja kehilangan kepastian, dan masyarakat kehilangan hak atas ruang edukatif, konservatif, serta rekreatif.

Kasus ini memperlihatkan bahwa pelanggaran hak asasi manusia tidak hanya terjadi di jalanan melalui intimidasi aparat atau ormas, tetapi juga di ruang publik yang seharusnya dijaga negara.

Sejak lama, Bandung Zoo bukan hanya tempat rekreasi murah meriah. Ia adalah ruang edukasi lingkungan bagi sekolah, mahasiswa, dan keluarga. Ia juga berfungsi sebagai ruang konservasi satwa, tempat hewan dilindungi dan dirawat agar tetap lestari. Dan di saat yang sama, Bandung Zoo adalah ruang rekreasi rakyat, tempat keluarga sederhana bisa menikmati akhir pekan tanpa biaya mahal.

Namun fungsi-fungsi itu runtuh ketika pemerintah menyegel kebun binatang di tengah konflik yayasan. Penyegelan yang diduga terkait tarik-menarik kepentingan dan isu mafia tanah ini memperlihatkan bagaimana ruang publik direduksi menjadi komoditas perebutan kekuasaan. Hasilnya jelas: akses warga terputus, satwa telantar, dan pekerja kehilangan penghidupan.

Hak Atas Tanah, Hak Atas Kota

Dalam prinsip HAM, hak atas tanah bukan hanya soal kepemilikan pribadi, tetapi bagian dari hak atas kota—hak warga untuk mengakses ruang bersama, menikmati lingkungan sehat, dan berpartisipasi dalam pembangunan.

Di Bandung, hak ini berkali-kali dilanggar. Warga miskin kota digusur demi proyek, komunitas marjinal ditekan, ruang publik diprivatisasi untuk investasi. Kasus Bandung Zoo hanyalah satu contoh paling terang: sebuah ruang yang semestinya dijaga untuk masyarakat justru dijadikan ajang rebutan kepentingan elite dan mafia tanah.

Pertanyaan mendasar pun muncul: untuk siapa Bandung dibangun? Untuk warga kota, atau hanya untuk segelintir orang yang bersembunyi di balik yayasan, aparat, dan modal besar ?

Konflik tanah di Bandung hampir selalu melibatkan aktor-aktor kekerasan: aparat yang represif, ormas yang bertindak sebagai preman legal, bahkan kelompok bayaran yang digunakan untuk menekan warga. Fungsi mereka bukan melindungi masyarakat, tetapi mengamankan kepentingan politik dan bisnis.

Pembiaran terhadap praktik ini adalah pengingkaran terhadap HAM. Kebebasan sipil—hak menyampaikan pendapat, hak berkumpul, hak menikmati ruang publik—tidak lagi dijamin. Pemerintah daerah yang membiarkan aparat dan ormas berperan sebagai penentu konflik berarti turut serta dalam pelanggaran hak warga.

Bandung Zoo saat ini sedang disegel Pemkot Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Bandung Zoo saat ini sedang disegel Pemkot Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Ironisnya, Bandung gencar dipromosikan sebagai kota kreatif. Tapi apa artinya kreativitas ketika ruang edukatif ditutup, ruang konservasi hancur, dan ruang rekreatif rakyat disita? Kreativitas membutuhkan kebebasan, sedangkan kebebasan tidak bisa tumbuh di atas intimidasi dan ketakutan.

Kasus Bandung Zoo menjadi simbol kontradiksi itu: Bandung tampil indah di brosur wisata, namun menutup ruang belajar, ruang konservasi, dan ruang bermain rakyat. Kreativitas tanpa penghormatan HAM hanyalah hiasan semu yang menutupi pembusukan kota.

Hak Edukatif, Konservatif, dan Rekreatif

Bandung Zoo menyingkap betapa pentingnya hak masyarakat atas ruang edukatif, konservatif, dan rekreatif:

Hak Edukatif – warga berhak belajar tentang lingkungan, satwa, dan ekosistem. Hilangnya kebun binatang berarti hilangnya ruang belajar bersama yang terjangkau.

Hak Konservatif – satwa bukan milik yayasan atau elite, tetapi bagian dari warisan ekologis yang wajib dijaga negara. Konflik kepentingan mengorbankan nyawa satwa yang mestinya dilindungi.

Hak Rekreatif – masyarakat berhak atas ruang rekreasi murah dan sehat. Penyegelan kebun binatang berarti merampas hak rakyat atas kebahagiaan sederhana.

Ketiga hak ini melekat dalam prinsip HAM: hak atas pendidikan, hak atas lingkungan, dan hak atas kesejahteraan. Pemerintah yang gagal melindungi hak-hak ini berarti gagal menunaikan kewajiban konstitusionalnya.

Kasus Bandung Zoo harus menjadi peringatan keras. Jika ingin Bandung benar-benar menjadi kota berbasis HAM, maka pemerintah daerah wajib:

Menghormati hak atas tanah dan ruang publik, terutama yang bersifat edukatif, konservatif, dan rekreatif.

Menjamin kebebasan sipil, sehingga masyarakat dapat bersuara tanpa intimidasi.

Mengendalikan aparat dan ormas, agar tidak lagi menjadi aktor kekerasan.

Mengembalikan fungsi Bandung Zoo sebagai ruang publik rakyat, bukan arena konflik elite.

HAM bukan slogan di baliho atau pidato. HAM adalah praktik nyata: hadir di ruang publik, di jalanan kota, di kampung-kampung yang terancam gusur, di kebun binatang yang kini disegel. Tanpa langkah nyata, Bandung hanya akan dikenal sebagai kota yang indah di mata turis, tetapi kejam terhadap warganya sendiri.

HAM omong kosong tidak akan pernah bisa menyelamatkan satwa, pekerja, atau warga kota. Bandung hanya akan pantas disebut kota kreatif jika warganya benar-benar dilindungi haknya. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 14 Okt 2026, 13:49

Proyeksi JPO UIN Bandung: Realisasi atau Ilusi?

Sebuah kritik dan saran kepada birokrasi UIN Bandung terkait usulan pengadaan JPO di depan gerbang kampus yang berhadapan langsung dengan Jalan A.H. Nasution.

Lanskap Jalan A.H Nasution di jam aktifitas. (Sumber: Dipotret dengan ponsel pribadi. | Foto: Rifki Ahmad Ma'ruf)
Sejarah 14 Okt 2026, 11:58

Jejak LASWI Maung Bikang Asal Bandung

Di Bandung pernah ada satu pasukan perempuan yang terjun dalam medan perang di garis depan. Pasukan ini bernama LASWI

Patung LASWI di Kebonjukut, Kota Bandung (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 11:12

Sunyi yang Tidak Selalu Puitik

Refleksi peringatan hari kesehatan mental di lingkungan pendidikan di Indonesia.

Kesehatan Mental Remaja (Sumber: GeminiAI)
Ayo Biz 14 Okt 2026, 10:41

PLN Nusantara Power UP Cirata Perkuat Kepedulian terhadap Akses Jalan di Sekitar Wilayah Operasi

PLN Nusantara Power UP Cirata memperkuat infrastruktur jalan demi mendukung kelancaran mobilisasi dan keselamatan masyarakat sekitar.

PLN Nusantara Power UP Cirata Perkuat Kepedulian terhadap Akses Jalan di Sekitar Wilayah Operasi
Beranda 14 Okt 2026, 09:38

Data Center AI Jatiluhur Butuh 33 Juta Liter Air per Hari, Walhi Soroti Hak Warga dan Petani

Selain kebutuhan air yang besar, WALHI Jabar menyoroti transparansi dokumen lingkungan, potensi dampak terhadap pertanian, serta kebutuhan energi untuk operasional pusat data.

Pemandangan Waduk Jatiluhur pada 10 Oktober 2023. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 09:04

Persib Sudah Juara, Mengapa Fasilitas Pemain Perlu Disoal?

Thom Haye melayangkan kritikan terhadap fasilitas pemulihan yang disediakan Persib Bandung. Kritikan Haye dibarengi keluhan soal padatnya jadwal dan perjalanan yang melelahkan,

Thom Haye dalam sebuah pertandingan. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 08:00

Sampah Itu Pasti, Bersih Itu Pilihan: Belajar dari Kota Bandung

Sampah adalah konsekuensi kehidupan sehari-hari, tetapi kota yang dipenuhi sampah bukanlah takdir.

Launching GASLAH Tahun 2026 dalam Rangkaian kegiatan Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tahun 2026 Tingkat Kota Bandung. (Sumber: prokopim.bandung.go.id | Foto: Protokol Komunikasi Pimpinan)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 20:52

KDM, 'Bakakak Hayam', 'Bakekok', dan Investasi Rp7,4 Triliun

Bagi urang Sunda -- atau setidaknya mereka yang akrab dengan budaya dan tradisi Sunda pastilah tahu -- dan mungkin juga suka -- bakakak hayam.

Ilustrasi bakakak hayam. (Sumber: Dok pribadi | Foto: AI Gemini)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 19:14

Pegunungan Sanggabuana Akan Menjadi Taman Hutan Raya

Pegunungan Sanggabuana bersiap beralih status menjadi Taman Hutan Raya (Tahura). Langkah strategis ini diambil demi menjaga kelestarian keanekaragaman hayati dan melindungi ekosistem hutan Jawa.

Peta Pegunungan Sanggabuana (Sumber Peta:  Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde), 1923 (Sumber: Digital Collections Universiteit Leiden)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 18:25

Paradigma Kereta Api Menjadi Wajah Baru Mobilitas Indonesia

Kereta api telah menjadi bagian dari denyut kehidupan sehari-hari. Dari alat transportasi menjadi ekosistem mobilitas. Wajah baru ini harus mampu menghubungkan berbagai aktivitas manusia.

Pekerja melakukan perawatan lokomotif di Depo Lokomotif Daop 2, Kota Bandung, Selasa 19 Maret 2024. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 18:06

Ketika Hak Pejalan Kaki Terampas dan Jalanan Terjebak Macet di Kawasan SPOrT Jabar

Ulasan kritis trotoar SPOrT Jabar yang tersita PKL hingga picu kemacetan. Mengajak Pemda bertindak nyata demi hak pedestrian dan keadilan ruang publik.

Trotoar depan pagar SPOrT Jabar, Pacuan Kuda di penuhi pedagang kaki lima. (Sumber: Pribadi | Foto: Marsya Laura Humaira)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 17:02

Dualisme Mahasiswa Bandung: Di Antara Barisan Soekarno dan Gelombang Aksi Massa

Ketika demonstrasi mahasiswa mengguncang pemerintahan Soekarno, muncul pertanyaan yang membelah mahasiswa: apakah membela Indonesia berarti harus menjatuhkan Soekarno, atau justru mempertahankannya?

Pawai ITB Tahun 1966 di Jl. Asia Afrika Bandung (Sumber: Buku Mereka Dari Bandung: Pergerakan Mahasiswa Bandung 1960-1967)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 16:14

Janji Manis Negara Lindungi Berita, Angin Segar atau Alarm Waspada?

Saat pembaca beralih dari mesin pencari ke AI, industri media kian tertekan. Menkum Supratman Andi Agtas janji lindungi karya pers, apakah ini angin segar atau alarm waspada?

Industri media kian tertekan akibat pergeseran pola konsumsi informasi usai kehadiran AI yang menggeser mesin pencari. (Sumber: Pexels | Foto: Markus Winkler)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 15:13

Investasi Jawa Barat, SIO, dan Perlindungan Pekerja

Banyak pekerjaan di sektor industri dan konstruksi memerlukan keterampilan khusus, terutama pengoperasian forklift, crane, alat berat, serta pesawat angkat dan angkut lainnya.

Ilustrasi Investasi dan ketenagakerjaan di Jawa Barat mesti maju bersama (Sumber: dokpri | Foto: Arif Minardi)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 11:11

Nostalgia Era 90-an sambil Menikmati Sejuknya Gelatopedia Cirebon

Berkunjung ke Gelatopedia Cirebon tak hanya sekedar menikmati dinginnya es krim tapi juga nostalgia ke tahun 90-an di tempat yang sangat sejuk.

Desain Dinding Gelatopedia Cirebon (11/10/26). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 08:56

Jalan A.H. Nasution UIN 1 Bandung: Ramai Laju Kendaraan, Sepi Hak Pejalan Kaki

Setiap hari mahasiswa dan warga terpaksa berjalan di bahu Jalan A.H. Nasution karena trotoar yang rusak.

Mahasiswa terpaksa berjalan di bahu jalan,karena trotoar yang tidak layak digunakan disekitar gerbang UIN Bandung Kampus 1. (Foto: Risa Aulia Rahma)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 07:44

Persib U18 dan Anak-Anak yang Menanggung Dosa Rivalitas Orang Dewasa

Langkah manajemen Persib membawa kasus penyerangan terhadap rombongan Persib U18 ke jalur hukum memiliki arti penting.

Bobotoh cilik Persib. (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 20:24

Soto-Soto Populer Nusantara: Mozaik Rasa, Pemetaan, Tipologi, dan Teknik Gastronomi Soto Indonesia

Dalam lanskap kuliner Nusantara, soto merupakan representasi konkret dari akulturasi dan adaptasi seni dapur tradisional Indonesia.

Soto Bandung, soto khas Bandung berbahan dasar daging sapi tanpa santan yang disajikan unik dengan lobak dan kedelai goreng. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Gunawan Kartapranata)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 19:05

Mungkinkah Tiket Murah dari Bandara Husein?

Bandara perlu model bisnis yang mampu menarik maskapai, mendatangkan penumpang, dan menciptakan aktivitas ekonomi di sekitarnya.

Bandara Husein Sastranegara di Kota Bandung. (Sumber: bandung,go.id)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 18:16

PWI Jabar dan Tantangan Baru Menjaga Kepercayaan Publik di Era AI

PWI Jawa Barat juga dapat mendorong penguatan disiplin verifikasi di kalangan anggotanya. Misal, dengan membahas prosedur pemeriksaan video yang viral dan penggunaan gambar hasil AI.

Logo Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung)