Selamat Hari Raya Idul Adha
1447 H • Hari Raya Kurban & Kebajikan

HAM Omong Kosong di Kota Kreatif: Kasus Bandung Zoo dan Hak Masyarakat atas Ruang Publik

Abah Omtris
Ditulis oleh Abah Omtris diterbitkan Minggu 05 Okt 2025, 12:00 WIB
Suasana Kebun Seni saat ini yang satu amparan dengan Kebun Binatang (Foto: Dokumen pribadi)

Suasana Kebun Seni saat ini yang satu amparan dengan Kebun Binatang (Foto: Dokumen pribadi)

Pemerintah Kota Bandung kini terancam disomasi karena penyegelan Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo) yang dianggap menyalahi prosedur dan melampaui kewenangan.

Tindakan ini bukan hanya memicu konflik kepengurusan yayasan, tetapi juga berdampak luas: ratusan hewan penghuni terancam kelangsungan hidupnya, pekerja kehilangan kepastian, dan masyarakat kehilangan hak atas ruang edukatif, konservatif, serta rekreatif.

Kasus ini memperlihatkan bahwa pelanggaran hak asasi manusia tidak hanya terjadi di jalanan melalui intimidasi aparat atau ormas, tetapi juga di ruang publik yang seharusnya dijaga negara.

Sejak lama, Bandung Zoo bukan hanya tempat rekreasi murah meriah. Ia adalah ruang edukasi lingkungan bagi sekolah, mahasiswa, dan keluarga. Ia juga berfungsi sebagai ruang konservasi satwa, tempat hewan dilindungi dan dirawat agar tetap lestari. Dan di saat yang sama, Bandung Zoo adalah ruang rekreasi rakyat, tempat keluarga sederhana bisa menikmati akhir pekan tanpa biaya mahal.

Namun fungsi-fungsi itu runtuh ketika pemerintah menyegel kebun binatang di tengah konflik yayasan. Penyegelan yang diduga terkait tarik-menarik kepentingan dan isu mafia tanah ini memperlihatkan bagaimana ruang publik direduksi menjadi komoditas perebutan kekuasaan. Hasilnya jelas: akses warga terputus, satwa telantar, dan pekerja kehilangan penghidupan.

Hak Atas Tanah, Hak Atas Kota

Dalam prinsip HAM, hak atas tanah bukan hanya soal kepemilikan pribadi, tetapi bagian dari hak atas kota—hak warga untuk mengakses ruang bersama, menikmati lingkungan sehat, dan berpartisipasi dalam pembangunan.

Di Bandung, hak ini berkali-kali dilanggar. Warga miskin kota digusur demi proyek, komunitas marjinal ditekan, ruang publik diprivatisasi untuk investasi. Kasus Bandung Zoo hanyalah satu contoh paling terang: sebuah ruang yang semestinya dijaga untuk masyarakat justru dijadikan ajang rebutan kepentingan elite dan mafia tanah.

Pertanyaan mendasar pun muncul: untuk siapa Bandung dibangun? Untuk warga kota, atau hanya untuk segelintir orang yang bersembunyi di balik yayasan, aparat, dan modal besar ?

Konflik tanah di Bandung hampir selalu melibatkan aktor-aktor kekerasan: aparat yang represif, ormas yang bertindak sebagai preman legal, bahkan kelompok bayaran yang digunakan untuk menekan warga. Fungsi mereka bukan melindungi masyarakat, tetapi mengamankan kepentingan politik dan bisnis.

Pembiaran terhadap praktik ini adalah pengingkaran terhadap HAM. Kebebasan sipil—hak menyampaikan pendapat, hak berkumpul, hak menikmati ruang publik—tidak lagi dijamin. Pemerintah daerah yang membiarkan aparat dan ormas berperan sebagai penentu konflik berarti turut serta dalam pelanggaran hak warga.

Bandung Zoo saat ini sedang disegel Pemkot Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Bandung Zoo saat ini sedang disegel Pemkot Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Ironisnya, Bandung gencar dipromosikan sebagai kota kreatif. Tapi apa artinya kreativitas ketika ruang edukatif ditutup, ruang konservasi hancur, dan ruang rekreatif rakyat disita? Kreativitas membutuhkan kebebasan, sedangkan kebebasan tidak bisa tumbuh di atas intimidasi dan ketakutan.

Kasus Bandung Zoo menjadi simbol kontradiksi itu: Bandung tampil indah di brosur wisata, namun menutup ruang belajar, ruang konservasi, dan ruang bermain rakyat. Kreativitas tanpa penghormatan HAM hanyalah hiasan semu yang menutupi pembusukan kota.

Hak Edukatif, Konservatif, dan Rekreatif

Bandung Zoo menyingkap betapa pentingnya hak masyarakat atas ruang edukatif, konservatif, dan rekreatif:

Hak Edukatif – warga berhak belajar tentang lingkungan, satwa, dan ekosistem. Hilangnya kebun binatang berarti hilangnya ruang belajar bersama yang terjangkau.

Hak Konservatif – satwa bukan milik yayasan atau elite, tetapi bagian dari warisan ekologis yang wajib dijaga negara. Konflik kepentingan mengorbankan nyawa satwa yang mestinya dilindungi.

Hak Rekreatif – masyarakat berhak atas ruang rekreasi murah dan sehat. Penyegelan kebun binatang berarti merampas hak rakyat atas kebahagiaan sederhana.

Ketiga hak ini melekat dalam prinsip HAM: hak atas pendidikan, hak atas lingkungan, dan hak atas kesejahteraan. Pemerintah yang gagal melindungi hak-hak ini berarti gagal menunaikan kewajiban konstitusionalnya.

Kasus Bandung Zoo harus menjadi peringatan keras. Jika ingin Bandung benar-benar menjadi kota berbasis HAM, maka pemerintah daerah wajib:

Menghormati hak atas tanah dan ruang publik, terutama yang bersifat edukatif, konservatif, dan rekreatif.

Menjamin kebebasan sipil, sehingga masyarakat dapat bersuara tanpa intimidasi.

Mengendalikan aparat dan ormas, agar tidak lagi menjadi aktor kekerasan.

Mengembalikan fungsi Bandung Zoo sebagai ruang publik rakyat, bukan arena konflik elite.

HAM bukan slogan di baliho atau pidato. HAM adalah praktik nyata: hadir di ruang publik, di jalanan kota, di kampung-kampung yang terancam gusur, di kebun binatang yang kini disegel. Tanpa langkah nyata, Bandung hanya akan dikenal sebagai kota yang indah di mata turis, tetapi kejam terhadap warganya sendiri.

HAM omong kosong tidak akan pernah bisa menyelamatkan satwa, pekerja, atau warga kota. Bandung hanya akan pantas disebut kota kreatif jika warganya benar-benar dilindungi haknya. (*)

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Abah Omtris
Tentang Abah Omtris
Musisi balada juga aktif di berbagai komunitas lainnya

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 26 Mei 2026, 18:26

Makna Berkurban di Tengah Hidup yang Serba Sulit

Hari Raya Idul Adha tidak hanya dimaknai sebagai ibadah kurban, tetapi juga refleksi atas berbagai pengorbanan masyarakat yang sering kali tidak terlihat di tengah hidup yang semakin sulit.

Ilustrasi hewan kurban. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Biz 26 Mei 2026, 17:05

Melon Premium Margamukti, dari Desa ‘Tanpa Keunikan’ sampai Berhasil Ciptakan Ekosistem Mandiri

BUMDes Marga Makmur menciptakan ‘pasar’. Menciptakan jaringan petani sampai menghubungkan mereka kepada para pembeli.

Hasil budidaya melon premium di Desa Margamukti, Sumedang Utara, (22/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 15:15

Demokratisasi Rasa: Potret Arsitektur Sosial dan Spiritual di Atas Meja Makan Idul Adha

Pesta kuliner yang terjadi selama Idul Adha merupakan manifestasi dari rasa syukur yang mendalam.

Ilustrasi olahan rendang dari daging kurban Idul Adha. (Sumber: Unsplash | Foto: prananta haroun)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 14:04

Duel Klasik Persib vs PSMS di Final Divisi Utama Perserikatan 1985

Final Divisi Utama Perserikatan 1985 antara Persib Bandung melawan PSMS Medan di Stadion Utama Senayan, Jakarta, pada 23 Februari 1985.

Berdiri dari kiri: Iwan Sunarya, Dede Iskandar, Sobur, Kosasih, Wawan Karnawan,  Ajat Sudrajat. Jongkok: Jafar Sidik, Suryamin, Sukowiyono, Adeng Hudaya dan Robby Darwis. (Sumber: tabloid BOLA edisi Februari 1983 | Foto: koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 13:00

Wededed ... Ikoniknya para Bobotoh Encib

Selebrasi para bobotoh Persib saat ini yang paling ikonik adalah sepeda motor yang digeber-geber sehingga menghasilkan suara wededed.

Ribuan Bobotoh mengikuti konvoi perayaan juara Super League 2025–2026 di Kota Bandung, Minggu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 12:12

Di Balik Konvoi Juara Persib 2026, Netizen Heran Banyak Kejadian 'Aneh' Tahun Ini

Keresahan sebagaian publik yang terjadi pada momentum konvoi juara tim Persib Bandung tahun 2026.

Puluhan ribu bobotoh memenuhi jalan Asia-Afrika, Kota Bandung saat konvoi Persib Bandung juara Super League 2025-2026, Sabtu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 26 Mei 2026, 11:24

3 Catatan untuk Konvoi Persib di Masa Depan: Sterilisasi Jalur, Keselamatan Bobotoh, dan Masalah Sampah

Konvoi juara Persib menyisakan sejumlah evaluasi, mulai dari sterilisasi jalur, keselamatan Bobotoh saat berdesakan, hingga 112 ton sampah di Kota Bandung.

Pemain dan official Persib Bandung bersama Puluhan ribu bobotoh memenuhi jalan Asia-Afrika, Kota Bandung saat konvoi Persib Bandung juara Super League 2025-2026, Sabtu 24 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Wisata & Kuliner 26 Mei 2026, 09:58

Pemandian Air Panas Cimanggu kini hadir dengan wajah baru sebagai Jiwanta Hot Spring di kawasan Ciwidey.

Jiwanta Hot Spring menghadirkan konsep baru pemandian air panas alami dengan fasilitas lebih modern di Ciwidey.

Pemandian Air Panas Cimanggu. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Linimasa 26 Mei 2026, 09:51

Dupan, Ketika Citarum Menolak Surut

Banjir kembali merendam Sapan Bandung. Luapan Sungai Citarum membuat Dupan terus hidup sebagai langganan genangan warga.

Banjir Citarum di Sapan. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Biz 26 Mei 2026, 09:29

Ukir Prestasi Gemilang, PT PLN Nusantara Power UP Cirata Sabet Trofi TOP CSR Awards 2026

PT PLN Nusantara Power UP Cirata sukses memborong penghargaan bergengsi TOP CSR Awards 2026 atas komitmen keberlanjutan sosial mereka.

Ukir Prestasi Gemilang, PT PLN Nusantara Power UP Cirata Sabet Trofi TOP CSR Awards 2026
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 08:21

Remitologisasi Sunda: Milangkala Tatar Sunda Mestinya 11 Oktober

Remitologisasi merupakan hak, bahkan kewajiban, bagi suatu bangsa yang sedang krisis jatidiri. Namun, mesti dilakukan dengan baik dan benar.

Prasasti Kebon Kopi II/Prasasti Pasir Muara. (Sumber: Leiden Library)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 07:40

Fenomena Mematikan Centang Biru pada WhatsApp dalam Perspektif Etika Komunikasi Digital

Fenomena mematikan centang biru WhatsApp mencerminkan perubahan etika komunikasi digital antara kebutuhan privasi, kenyamanan, dan ekspektasi respons instan.

Ilustrasi fenomena mematikan fitur centang biru pada WhatsApp. (Sumber: Dok. Penulis)
Ayo Netizen 25 Mei 2026, 19:25

Bandung Kembali Berpestapora untuk Tiga Kali Berturut-turut

Persib Bandung resmi menyambit gelar Liga Indonesia yang ke-5 kalinya dalam tiga kali berturut-turut. Euforia perayaan di Kota Bandung pun kembali menjadi perhatian.

Para Bobotoh merayakan gelar juara Persib Bandung di Liga Super Indonesia 2025/2026. (Sumber: Dokumentasi Penulis).
Ayo Biz 25 Mei 2026, 18:51

Cerita dari Sumedang Utara, ‘Revolusi Mindset’ Warga Margamukti hingga Jadi Desa BRILiaN

Masuk 15 besar Desa BRILiaN 2025 bukan garis finish, melainkan titik awal bagi Desa Margamukti.

Kepala Desa Margamukti, Siti Nuraeni Sofa (tengah berjilbab hitam baju orange) saat acara promosi B2B budidaya melon premium. (Sumber: Ayobandung.id/Aris Abdulsalam)
Linimasa 25 Mei 2026, 17:18

Sisa-sisa Kejayaan Persib Bandung di Si Jalak Harupat

Si Jalak Harupat masih menyimpan jejak kejayaan Persib lewat pedagang jersey dan kenangan juara liga.

Kondisi pedagang suvenir Persib di Stadion Si Jalak Harupat. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 25 Mei 2026, 15:29

Persib Juara ala Atomic Habits

Analisa kemenangan Persib lewat Prinsip Atomic Habits-nya James Clear.

Pemain Persib Bandung mengangkat piala usai pertandingan melawan Persijap Jepara dalam Super League 2025-2026 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Gedebage, Kota Bandung, Sabtu 23 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 25 Mei 2026, 12:10

Magot, dan Kesabaran Warga Bandung Mengurus Sampah Dapur

Majelis Ta'lim Baitul Mu'min membuat acara pengajian mengundang mahasiswa ITB menggelar pelatihan pengolahan sampah organik rumah tangga dengan menggunakan magot BSF atau larva Black Soldier Fly.

Jamaah Masjid Baitul Mu'min Mengikuti Pelatihan Pengolahan sampah dengan Magot. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Uwes Fatoni)
Beranda 25 Mei 2026, 10:17

Bandung Berpesta Semalaman untuk Persib, Petugas dan Warga Lokal Bersihkan Sampah Sejak Pagi Buta

Pas datang tadi mah kondisinya kacau, Kang. Pabalatak pisan. Plastik, botol minuman, bungkus makanan, bekas flare, pokokna loba pisan.

Handoyo bersama warga dan unsur kewilayahan ikut turun membersihkan sampah bekas konvoi di kawasan Pasupati, Senin 25 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 25 Mei 2026, 10:16

Persib, Bobotoh, dan Komunikasi Kota yang Membiru

Persib juara bukan sekadar prestasi, tetapi peristiwa komunikasi publik. Konvoi bobotoh menjadi bahasa kolektif yang membangun identitas, emosi, dan solidaritas kota.

Puluhan ribu bobotoh memenuhi jalan Asia-Afrika, Kota Bandung saat konvoi Persib Bandung juara Super League 2025-2026, Sabtu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Biz 25 Mei 2026, 09:45

Support System yang Membentuk Ekosistem: Potret UMKM Bandung Hari Ini

Seperti inilah cara ekosistem UMKM di bawah binaan BRI menjalani arah bisnis yang sehat.

Kampung Kreatif Batik Difabel, bagian dari UPTD Pusat Pelayanan Sosial Griya Harapan Difabel (GHD), Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)