Tapa Sebelum Melobangi Gunung
"Gubernur kedah tapa di Gunung Gede-Pangrango."
BBM Naik, Rakyat Kian Tercekik: Alarm bagi Kita Semua
Ketika semua harga naik, biasanya ada sesuatu yang harus "diturunkan".
Bangsa Penghafal: Ketika Pancasila Dipisahkan dari Tradisi Berpikir yang Melahirkannya
Pancasila tidak lahir dari hafalan. Ia lahir dari pergulatan pemikiran yang panjang. Ironisnya, bangsa yang mewarisinya justru semakin terbiasa menghafal daripada memahami.
Bangkong Dikongkorong Kujang: Titik Pertemuan antara Ambisi Politik dan Kebanalan Akademik
Ketika sejarah menjadi proyek dan kebudayaan menjadi panggung, ambisi politik dan kebanalan akademik menemukan titik temunya.
Reformasi Dibungkam, Otoritarianisme Gaya Baru Bangkit Kembali
Pembatalan sepihak kegiatan peringatan 28 Tahun Reformasi di Jakarta bukan lagi sekadar persoalan administrasi hotel.
Renjana: Hidup yang Tertunda di Bandung
Bandung bukan sekadar tempat hidup, tetapi ruang bertahan. Melalui Renjana, tulisan ini membaca kesabaran, kerja, dan pengorbanan sebagai hidup yang terus tertunda.
Teror terhadap Aktivis HAM: Alarm bagi Demokrasi Indonesia
“Mereka tidak takut rakyatnya miskin, tetapi takut rakyatnya cerdas.” — Tan Malaka
Air Lindih Menggenang di Jalan Pasar Gedebage, Warga Siap Laporkan ke Polda Jabar
Kondisi sampah di kawasan Pasar Gedebage, Kota Bandung, kembali dikeluhkan para pedagang pada pekan ini.
Mencari Hening di Tengah Ramadhan
“Melalui api itu akan membakar seribu hijab dalam sekejap, kau akan melesat naik seribu derajat dalam jalan dan cita-citamu.” - Jalaluddin Rumi
Bandung Selatan di Ujung Krisis: Ketika Kawasan Konservasi Dijadikan Ladang Bisnis
Jangan sampai atas nama wisata dan pertumbuhan ekonomi, kita justru menciptakan “neraka keseimbangan lingkungan” yang diwariskan kepada generasi mendatang.
Reforma Agraria di Punclut: Negara Hadir atau Abai?
Di lereng yang menjadi bagian dari Kawasan Bandung Utara (KBU) itu, warga telah puluhan tahun menggarap lahan ex-erfpacht verponding.
Kang Deddy, Yeuh … KBU dan KBS Sedang Tidak Baik-Baik Saja
Perizinan tidak boleh dipandang sebagai instrumen pemasukan atau sumber pendapatan daerah semata—sebuah cara “menjual” ruang kepada investor—karena logika ini sangat rentan menyimpang.
Resolusi untuk Bandung 2026: Kota yang Bergerak Gagap dan Miskin Imajinasi
Bandung sibuk membangun, tapi lalai pada integritas dan keadilan ruang.
Ketika Kebudayaan Diminta Selalu Kondusif
Kebudayaan yang sepenuhnya rapi, senyap, dan patuh bukanlah tanda kesehatan, melainkan gejala domestikasi.
Menjaga Martabat Kebudayaan di Tengah Krisis Moral
Kebudayaan Bandung harus kembali menjadi ruang etika publik--bukan pelengkap seremonial kekuasaan.
Surat Cinta untuk Bandung
Sepuluh bulan Farhan-Erwin. Refleksi akhir tahun 2025 dari kota yang sedang mencari arah.
Pesona Bandung dan Luka di Kaki
Kerinduan itu hanya bermakna bila kota ini juga masih bisa dirindukan oleh warganya sendiri --oleh mereka yang berjalan di trotoar yang retak.
Bandung dan Krisis Nurani Ekologis
Pemerintah kota Bandung tampak lebih sibuk memoles citra daripada memelihara kehidupan.
Bahasa, Puisi, dan Kesadaran Kultural: Musikalisasi Puisi sebagai Tindakan Reflektif
"Selama masih ada kata yang digubah, nada yang dinyanyikan, dan hati yang tergugah—bahasa belum mati.”
Bandung dan Tantangan Berkelanjutan
Dari 71 partisipan UI GreenCityMetric, hanya segelintir daerah yang dianggap berhasil menunjukan arah pembangunan yang berpihak pada keberlanjutan.