Teror terhadap Aktivis HAM: Alarm bagi Demokrasi Indonesia

4 menit baca
Abah Omtris
Ditulis oleh Abah Omtris diterbitkan
Perkumpulan 98 dalam sebuah pertemuan. (Foto: Mang Aqli)
Perkumpulan 98 dalam sebuah pertemuan. (Foto: Mang Aqli)

Serangan terhadap aktivis hak asasi manusia kembali terjadi di Indonesia. Kali ini menimpa Andrie Yunus, aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), yang menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tak dikenal pada Kamis (12/3/2026). Peristiwa ini bukan sekadar tindakan kriminal biasa, melainkan sebuah sinyal yang patut dibaca secara serius sebagai ancaman terhadap ruang demokrasi di Indonesia.

Perkumpulan Aktivis 98 (PA 98) dalam pernyataan sikapnya mengutuk keras serangan tersebut. Organisasi yang beranggotakan para aktivis gerakan reformasi itu menilai tindakan penyiraman air keras terhadap aktivis HAM sebagai bentuk intimidasi yang mengancam kebebasan berserikat, berkumpul, dan menyatakan pendapat di Indonesia.

Bagi mereka yang pernah berada di barisan gerakan reformasi 1998, peristiwa semacam ini bukan sekadar kasus kekerasan individual. Ia merupakan pengingat bahwa perjuangan untuk menegakkan demokrasi dan hak asasi manusia di Indonesia masih jauh dari selesai.
Ancaman terhadap Ruang Demokrasi

Demokrasi tidak hanya diukur dari terselenggaranya pemilu secara rutin. Demokrasi juga bergantung pada keberadaan ruang sipil yang aman bagi masyarakat untuk menyampaikan kritik, mengawasi kekuasaan, dan memperjuangkan keadilan.

Aktivis HAM merupakan bagian penting dari ekosistem demokrasi tersebut. Mereka bekerja mendokumentasikan pelanggaran hak asasi manusia, membela korban kekerasan, serta mengingatkan negara ketika kekuasaan melenceng dari prinsip-prinsip keadilan.
Karena itu, ketika seorang aktivis HAM menjadi korban kekerasan, persoalannya tidak berhenti pada individu yang diserang. Serangan semacam ini berpotensi menimbulkan efek ketakutan yang lebih luas di kalangan masyarakat sipil.

Jika para pembela HAM harus hidup dalam bayang-bayang ancaman, maka ruang demokrasi akan menyempit secara perlahan. Kritik akan melemah, pengawasan terhadap kekuasaan berkurang, dan pada akhirnya demokrasi hanya tersisa sebagai prosedur politik tanpa substansi.
Bayang-Bayang Masa Lalu

Indonesia telah melewati perjalanan panjang sejak reformasi 1998. Perubahan politik besar telah membuka ruang kebebasan yang sebelumnya tertutup rapat pada masa otoritarianisme.

Namun sejarah juga mengajarkan bahwa kemajuan demokrasi tidak pernah bersifat permanen. Ia selalu dapat mengalami kemunduran jika tidak dijaga oleh masyarakat sipil yang kuat dan negara yang konsisten menegakkan hukum.

Kasus kekerasan terhadap aktivis, termasuk yang menimpa Andrie Yunus, mengingatkan bahwa praktik intimidasi terhadap suara kritis belum sepenuhnya hilang dari kehidupan politik Indonesia.
Dalam pernyataan sikapnya, Sekretaris Jenderal PA 98, Lukman Nurhakim, menegaskan bahwa tindakan brutal semacam ini mencoreng perjalanan 26 tahun reformasi dan mengganggu upaya panjang membangun masyarakat sipil yang beradab.

Pernyataan tersebut bukan sekadar retorika. Reformasi 1998 lahir dari tuntutan besar untuk mengakhiri praktik kekerasan negara, menegakkan supremasi hukum, dan menjamin kebebasan sipil.
Jika hari ini aktivis HAM kembali menjadi korban teror, maka publik berhak mempertanyakan sejauh mana cita-cita reformasi benar-benar telah diwujudkan.
Tanggung Jawab Negara

Negara memiliki kewajiban konstitusional untuk melindungi seluruh warga negara, termasuk mereka yang bersuara kritis terhadap kekuasaan. Perlindungan terhadap kebebasan berpendapat bukanlah bentuk toleransi pemerintah terhadap kritik, melainkan kewajiban yang melekat dalam sistem demokrasi.

Dalam konteks inilah PA 98 menuntut negara bertindak tegas terhadap pelaku kekerasan terhadap aktivis pro-demokrasi dan pejuang HAM. Mereka juga mendesak aparat penegak hukum, khususnya kepolisian, untuk segera menangkap pelaku dan memprosesnya secara adil tanpa pandang bulu. Penegakan hukum yang transparan menjadi sangat penting dalam kasus semacam ini. Jika pelaku tidak segera ditemukan dan diproses secara hukum, maka akan muncul kesan bahwa kekerasan terhadap aktivis dapat terjadi tanpa konsekuensi.

Kondisi tersebut tidak hanya merugikan korban, tetapi juga merusak kepercayaan publik terhadap institusi negara.

Gen Z kini menjadi segmen demografis yang paling strategis. Mereka membentuk peta pasar yang menentukan arah strategi industri. (Sumber: Ist)
Gen Z kini menjadi segmen demografis yang paling strategis. Mereka membentuk peta pasar yang menentukan arah strategi industri. (Sumber: Ist)

Demokrasi Membutuhkan Kritik

Dalam masyarakat demokratis, kritik bukanlah ancaman bagi negara. Justru sebaliknya, kritik merupakan mekanisme penting untuk menjaga agar kekuasaan tidak berjalan tanpa kontrol.
Sejarah menunjukkan bahwa banyak kemajuan dalam kehidupan berbangsa lahir dari keberanian individu dan kelompok masyarakat yang berani menyuarakan kritik terhadap ketidakadilan.

Aktivis HAM berada di garis depan perjuangan tersebut. Mereka sering kali bekerja dalam situasi yang tidak mudah, menghadapi tekanan politik, ancaman keamanan, dan keterbatasan sumber daya.

Karena itu, perlindungan terhadap para pembela HAM bukan hanya soal membela individu tertentu, tetapi juga menjaga kualitas demokrasi itu sendiri.
Konsolidasi Masyarakat Sipil

PA 98 juga mengajak seluruh jaringan masyarakat sipil dan kelompok pro-demokrasi untuk memperkuat konsolidasi. Ajakan ini mengingatkan bahwa demokrasi tidak dapat bertahan hanya dengan mengandalkan institusi formal negara.

Demokrasi membutuhkan masyarakat yang aktif, kritis, dan berani bersuara ketika nilai-nilai keadilan terancam.

Gerakan masyarakat sipil telah memainkan peran penting dalam perjalanan sejarah Indonesia, mulai dari perjuangan melawan otoritarianisme hingga mendorong berbagai reformasi politik. Di tengah berbagai tantangan yang muncul saat ini, solidaritas di antara kelompok masyarakat sipil menjadi semakin penting untuk memastikan bahwa ruang kebebasan tidak menyempit.

Ujian bagi Demokrasi Indonesia

Serangan terhadap aktivis HAM seperti yang menimpa Andrie Yunus pada akhirnya menjadi ujian bagi komitmen negara terhadap demokrasi dan hak asasi manusia.

Apakah negara mampu menjamin keamanan bagi mereka yang memperjuangkan keadilan? Apakah aparat penegak hukum dapat bertindak cepat dan transparan untuk mengungkap pelaku?
Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut akan menentukan arah perjalanan demokrasi Indonesia ke depan.

Baca Juga: Tatkala THR bukan Lagi Tunjangan, tapi Tekanan Hari Raya

Lebih dari dua dekade setelah reformasi, masyarakat tentu berharap bahwa kekerasan terhadap aktivis tidak lagi menjadi bagian dari realitas politik di negeri ini.

Demokrasi hanya dapat bertahan jika setiap warga negara merasa aman untuk menyampaikan pendapat, mengkritik kekuasaan, dan memperjuangkan keadilan tanpa rasa takut.

Dan ketika seorang aktivis HAM diserang, yang sebenarnya sedang diuji bukan hanya keselamatan individu tersebut—melainkan juga kesehatan demokrasi Indonesia itu sendiri. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Abah Omtris
Tentang Abah Omtris
Musisi balada juga aktif di berbagai komunitas lainnya

Berita Terkait

Ayo Netizen 15 Mar 2026, 08:21

Hayu Mudik?

Hayu Mudik?

News Update

Ayo Netizen 31 Jul 2026, 13:01

Memahami Wajah Lain El Nino di Jawa Barat

El Nino bukan fenomena baru. Yang baru adalah intensitas dan dampaknya yang semakin terasa. Ini seharusnya menjadi dasar untuk membangun strategi jangka panjang.

Kemarau panjang yang terjadi dalam beberapa bulan terkahir, membuat kekeringan melanda di Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Mildan Abdalloh)
Linimasa 31 Jul 2026, 12:01

Bandung, Kota dengan Budaya Sepak Bola yang Kental

Bandung memiliki budaya sepakbola yang kuat, mulai dari Monumen Sepakbola, Persib Bandung, hingga lapangan dan SSB yang tersebar di berbagai wilayah.

Monumen Sepak Bola di persimpangan Jalan Tamblong dan Jalan Lembong. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 31 Jul 2026, 11:01

Integrasi Wisata Sungai Citarik, Taman Sumaba dan Stadion GBLA

Masyarakat desa di sekitar Citarik setuju jika desanya bertransformasi menjadi ekowisata.

Pemandangan sempadan anak sungai Citarik dan pematang sawah di daerah aliran sungai. (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 31 Jul 2026, 10:18

Ci Mahi, Sungai yang Mengalirkan Air Susu Keagungan dan Kemuliaan

Toponim Cimahi berasal dari dua kata bahasa Sunda, yaitu ci atau cai, dan mahi.

Muara Sungai Mahi di Teluk Kambhat, Laut Arab. (Sumber: Istimewa)
Beranda 31 Jul 2026, 09:26

Dalam 43 Hari Dua Pesepeda Tewas di Jalan Soekarno Hatta, B2W Bandung Desak Jalur Terproteksi

B2W Bandung desak pemerintah bangun jalur sepeda terproteksi di Soekarno Hatta setelah dua pesepeda tewas dalam rentang waktu kurang dari dua bulan.

Kecelakaan di Jalan Soekarno-Hatta pada Rabu, 29 Juli 2026 mengakibatkan seorang pesepeda meninggal dunia. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 31 Jul 2026, 09:16

Perlindungan Pekerja Migran Dimulai dari Tata Kelola, Bukan Sekadar Penindakan

Perlindungan terhadap pekerja migran semestinya tidak dimulai ketika masalah sudah terjadi, melainkan sejak negara mengelola proses keberangkatan mereka.

Perlindungan terhadap pekerja migran semestinya tidak dimulai ketika masalah sudah terjadi, melainkan sejak negara mengelola proses keberangkatan mereka. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 31 Jul 2026, 08:32

Jalan Raya Kita Bukan untuk Pesepeda

Negara kita khsusunya Kota Bandung memang belum siap menjadikan jalan raya sebagai tempat yang ramah dengan sepeda.

Pengecatan ulang jalur khusus sepeda untuk meningkatkan kenyamanan dan juga meningkatkan keselamatan lalulintas pengguna sepeda. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Wisata & Kuliner 30 Jul 2026, 18:40

Panduan Wisata Dieng: Sunrise Sikunir, Kawah Sikidang, hingga Candi Tertua di Jawa Tengah

Panduan lengkap wisata Dieng mulai Bukit Sikunir, Kawah Sikidang, Telaga Warna, Candi Arjuna, harga tiket terbaru, rute, dan tips berkunjung.

Panorama Dieng. (Sumber: Pemprov Jateng)
Ayo Netizen 30 Jul 2026, 18:30

Dari Singkong Menjadi Taart: Jejak Kedaulatan Pangan dari Bandung Tahun 1972

Melalui sentuhan-sentuhan, singkong tidak lagi tampil sebagai bahan pangan sederhana, melainkan sajian dengan kedalaman rasa dan istimewa.

Ilustrasi singkong. (Sumber: Pexels | Foto: Matheus Bertelli)
Ayo Netizen 30 Jul 2026, 17:05

Wujudkan 'Bandung Kota Perkedel' supaya Petani Kentang Makmur

Kota Bandung perlu menjadikan menu perkedel sebagai kuliner unggulan dari usaha kaki lima hingga restoran dan hotel berbintang.

Ilustrasi wujudkan Bandung Kota Perkedel (Sumber: Ayobandung.com dan resepkoki.id)
Ayo Netizen 30 Jul 2026, 16:32

Romantisme Membaca Majalah Jakarta Jakarta: Menyusuri Jejak Peristiwa Era 1990-an

Salah satu majalah yang meninggalkan jejak kuat dalam sejarah pers Indonesia adalah Majalah Jakarta Jakarta atau yang akrab disingkat JJ.

Majalah Jakarta Jakarta, salah satu majalah berita bergambar yang paling diminati masyarakat Indonesia pada era 1990-an. (Sumber: Koleksi Majalah Jakarta Jakarta | Foto: Kin Sanubary)
Beranda 30 Jul 2026, 16:18

Bukan Sekadar Menangkap Begal, Mengembalikan Rasa Aman Warga Lebih Penting

Maraknya aksi begal di Bandung Raya memicu kecemasan warga yang beraktivitas malam dan polemik terkait kebijakan sayembara penangkapan pelaku yang dinilai berisiko memicu aksi main hakim sendiri.

Polrestabes Bandung tangkap 19 orang pelaku kejahatan jalanan yang terjadi sejak 1 hingga 21 Juli 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 30 Jul 2026, 15:15

Putri Noong Tahun 1980-an

Kuliner khas di Bandung tahun 1980-an.

Putri noong, salah satu kuliner legendaris di Jawa Barat. (Sumber: Youtube | Foto: Dapur Marlia)
Bandung 30 Jul 2026, 15:04

Suguhkan Sentuhan Seni dan Wangi Teh Pemium nan Otentik, Yuk Nikmati Cerita Baru CHAGEE di Jantung Kota Bandung

CHAGEE merancang gerai flagship secara khusus untuk menampilkan jiwa Kota Bandung yang dikenal berani, ekspresif, kreatif, namun tetap mengakar kuat pada warisan budaya.

CHAGEE secara resmi menjejakkan kakinya untuk pertama kali di Bandung, membawa angin segar bagi lanskap tempat nongkrong di Kota Parijs van Java. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 30 Jul 2026, 15:00

Pelajaran 'Zero Waste' dari Stadion Persib Bandung

Jika stadion macam GBLA bisa dianggap sebagai “laboratorium” dalam pengelolaan sampah, maka kota adalah “ekosistem hidup” yang membutuhkan integrasi lintas sektor.

Stadion GBLA yang menjadi kandang Persib Maung Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 30 Jul 2026, 12:02

Menjelajah Gastronomi Pasundan dalam Mustikarasa: Kesegaran Alami di Lanskap Kuliner Nusantara

Pada tahun 1967, atas arahan Presiden Soekarno, terbitlah sebuah karya monumental bertajuk Mustikarasa.

Ilustrasi Sukarno dan buku Mustikarasa. (Sumber: Ayobandung.id)
Wisata & Kuliner 30 Jul 2026, 11:46

Batagor Tamim, Legenda Kuliner Kaki Lima Bandung yang Bertahan dari Gerobak Sederhana

Batagor Tamim menawarkan batagor kering dan kuah dengan bumbu kacang khas serta rasa ikan yang kuat. Cari tahu lokasi, harga, dan jam bukanya.

Batagor Tamim Bandung.
Ayo Netizen 30 Jul 2026, 08:47

Harus Menunggu Berapa Korban? Jalan Soekarno-Hatta Harus Punya Jalur Sepeda Terproteksi

Kematian pesepeda di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung kembali menegaskan perlunya jalur sepeda terproteksi.

Kecelakaan maut yang menewaskan seorang pesepeda di Jalan Soekarno-Hatta, tepatnya di seberang Terminal Leuwipanjang pada Rabu (29/7/2026). (Sumber: Instagram/@ayobandung_official)
Wisata & Kuliner 29 Jul 2026, 23:55

Sejarah Sop Konro, Kuliner Kuah Hitam dari Kluwek yang Kental dengan Sejarah Sulawesi Selatan

Kenali sejarah Sop Konro Makassar, kuah hitam dari kluwek, asal-usulnya, hingga cara penyajian dengan burasa dan ketupat.

Sop Konro Makassar. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 29 Jul 2026, 18:01

Batas Antara Ojek Online dan Ojek Pangkalan

Permasalahan transportasi di Bandung memang seringkali memunculkan persaingan yang tidak sehat antara moda transportasi yang satu dengan yang lainnya.

Ribuan pengemudi ojek dan taksi online melakukan unjukrasa di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin 25 Juni 2025. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)