Teror terhadap Aktivis HAM: Alarm bagi Demokrasi Indonesia

Abah Omtris
Ditulis oleh Abah Omtris diterbitkan Senin 16 Mar 2026, 11:26 WIB
Perkumpulan 98 dalam sebuah pertemuan. (Foto: Mang Aqli)

Perkumpulan 98 dalam sebuah pertemuan. (Foto: Mang Aqli)

Serangan terhadap aktivis hak asasi manusia kembali terjadi di Indonesia. Kali ini menimpa Andrie Yunus, aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), yang menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tak dikenal pada Kamis (12/3/2026). Peristiwa ini bukan sekadar tindakan kriminal biasa, melainkan sebuah sinyal yang patut dibaca secara serius sebagai ancaman terhadap ruang demokrasi di Indonesia.

Perkumpulan Aktivis 98 (PA 98) dalam pernyataan sikapnya mengutuk keras serangan tersebut. Organisasi yang beranggotakan para aktivis gerakan reformasi itu menilai tindakan penyiraman air keras terhadap aktivis HAM sebagai bentuk intimidasi yang mengancam kebebasan berserikat, berkumpul, dan menyatakan pendapat di Indonesia.

Bagi mereka yang pernah berada di barisan gerakan reformasi 1998, peristiwa semacam ini bukan sekadar kasus kekerasan individual. Ia merupakan pengingat bahwa perjuangan untuk menegakkan demokrasi dan hak asasi manusia di Indonesia masih jauh dari selesai.
Ancaman terhadap Ruang Demokrasi

Demokrasi tidak hanya diukur dari terselenggaranya pemilu secara rutin. Demokrasi juga bergantung pada keberadaan ruang sipil yang aman bagi masyarakat untuk menyampaikan kritik, mengawasi kekuasaan, dan memperjuangkan keadilan.

Aktivis HAM merupakan bagian penting dari ekosistem demokrasi tersebut. Mereka bekerja mendokumentasikan pelanggaran hak asasi manusia, membela korban kekerasan, serta mengingatkan negara ketika kekuasaan melenceng dari prinsip-prinsip keadilan.
Karena itu, ketika seorang aktivis HAM menjadi korban kekerasan, persoalannya tidak berhenti pada individu yang diserang. Serangan semacam ini berpotensi menimbulkan efek ketakutan yang lebih luas di kalangan masyarakat sipil.

Jika para pembela HAM harus hidup dalam bayang-bayang ancaman, maka ruang demokrasi akan menyempit secara perlahan. Kritik akan melemah, pengawasan terhadap kekuasaan berkurang, dan pada akhirnya demokrasi hanya tersisa sebagai prosedur politik tanpa substansi.
Bayang-Bayang Masa Lalu

Indonesia telah melewati perjalanan panjang sejak reformasi 1998. Perubahan politik besar telah membuka ruang kebebasan yang sebelumnya tertutup rapat pada masa otoritarianisme.

Namun sejarah juga mengajarkan bahwa kemajuan demokrasi tidak pernah bersifat permanen. Ia selalu dapat mengalami kemunduran jika tidak dijaga oleh masyarakat sipil yang kuat dan negara yang konsisten menegakkan hukum.

Kasus kekerasan terhadap aktivis, termasuk yang menimpa Andrie Yunus, mengingatkan bahwa praktik intimidasi terhadap suara kritis belum sepenuhnya hilang dari kehidupan politik Indonesia.
Dalam pernyataan sikapnya, Sekretaris Jenderal PA 98, Lukman Nurhakim, menegaskan bahwa tindakan brutal semacam ini mencoreng perjalanan 26 tahun reformasi dan mengganggu upaya panjang membangun masyarakat sipil yang beradab.

Pernyataan tersebut bukan sekadar retorika. Reformasi 1998 lahir dari tuntutan besar untuk mengakhiri praktik kekerasan negara, menegakkan supremasi hukum, dan menjamin kebebasan sipil.
Jika hari ini aktivis HAM kembali menjadi korban teror, maka publik berhak mempertanyakan sejauh mana cita-cita reformasi benar-benar telah diwujudkan.
Tanggung Jawab Negara

Negara memiliki kewajiban konstitusional untuk melindungi seluruh warga negara, termasuk mereka yang bersuara kritis terhadap kekuasaan. Perlindungan terhadap kebebasan berpendapat bukanlah bentuk toleransi pemerintah terhadap kritik, melainkan kewajiban yang melekat dalam sistem demokrasi.

Dalam konteks inilah PA 98 menuntut negara bertindak tegas terhadap pelaku kekerasan terhadap aktivis pro-demokrasi dan pejuang HAM. Mereka juga mendesak aparat penegak hukum, khususnya kepolisian, untuk segera menangkap pelaku dan memprosesnya secara adil tanpa pandang bulu. Penegakan hukum yang transparan menjadi sangat penting dalam kasus semacam ini. Jika pelaku tidak segera ditemukan dan diproses secara hukum, maka akan muncul kesan bahwa kekerasan terhadap aktivis dapat terjadi tanpa konsekuensi.

Kondisi tersebut tidak hanya merugikan korban, tetapi juga merusak kepercayaan publik terhadap institusi negara.

Gen Z kini menjadi segmen demografis yang paling strategis. Mereka membentuk peta pasar yang menentukan arah strategi industri. (Sumber: Ist)
Gen Z kini menjadi segmen demografis yang paling strategis. Mereka membentuk peta pasar yang menentukan arah strategi industri. (Sumber: Ist)

Demokrasi Membutuhkan Kritik

Dalam masyarakat demokratis, kritik bukanlah ancaman bagi negara. Justru sebaliknya, kritik merupakan mekanisme penting untuk menjaga agar kekuasaan tidak berjalan tanpa kontrol.
Sejarah menunjukkan bahwa banyak kemajuan dalam kehidupan berbangsa lahir dari keberanian individu dan kelompok masyarakat yang berani menyuarakan kritik terhadap ketidakadilan.

Aktivis HAM berada di garis depan perjuangan tersebut. Mereka sering kali bekerja dalam situasi yang tidak mudah, menghadapi tekanan politik, ancaman keamanan, dan keterbatasan sumber daya.

Karena itu, perlindungan terhadap para pembela HAM bukan hanya soal membela individu tertentu, tetapi juga menjaga kualitas demokrasi itu sendiri.
Konsolidasi Masyarakat Sipil

PA 98 juga mengajak seluruh jaringan masyarakat sipil dan kelompok pro-demokrasi untuk memperkuat konsolidasi. Ajakan ini mengingatkan bahwa demokrasi tidak dapat bertahan hanya dengan mengandalkan institusi formal negara.

Demokrasi membutuhkan masyarakat yang aktif, kritis, dan berani bersuara ketika nilai-nilai keadilan terancam.

Gerakan masyarakat sipil telah memainkan peran penting dalam perjalanan sejarah Indonesia, mulai dari perjuangan melawan otoritarianisme hingga mendorong berbagai reformasi politik. Di tengah berbagai tantangan yang muncul saat ini, solidaritas di antara kelompok masyarakat sipil menjadi semakin penting untuk memastikan bahwa ruang kebebasan tidak menyempit.

Ujian bagi Demokrasi Indonesia

Serangan terhadap aktivis HAM seperti yang menimpa Andrie Yunus pada akhirnya menjadi ujian bagi komitmen negara terhadap demokrasi dan hak asasi manusia.

Apakah negara mampu menjamin keamanan bagi mereka yang memperjuangkan keadilan? Apakah aparat penegak hukum dapat bertindak cepat dan transparan untuk mengungkap pelaku?
Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut akan menentukan arah perjalanan demokrasi Indonesia ke depan.

Baca Juga: Tatkala THR bukan Lagi Tunjangan, tapi Tekanan Hari Raya

Lebih dari dua dekade setelah reformasi, masyarakat tentu berharap bahwa kekerasan terhadap aktivis tidak lagi menjadi bagian dari realitas politik di negeri ini.

Demokrasi hanya dapat bertahan jika setiap warga negara merasa aman untuk menyampaikan pendapat, mengkritik kekuasaan, dan memperjuangkan keadilan tanpa rasa takut.

Dan ketika seorang aktivis HAM diserang, yang sebenarnya sedang diuji bukan hanya keselamatan individu tersebut—melainkan juga kesehatan demokrasi Indonesia itu sendiri. (*)

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Abah Omtris
Tentang Abah Omtris
Musisi balada juga aktif di berbagai komunitas lainnya

Berita Terkait

Ayo Netizen 15 Mar 2026, 08:21

Hayu Mudik?

Hayu Mudik?

News Update

Ayo Netizen 30 Apr 2026, 20:12

Tema Ayo Netizen Mei 2026: Bersabar, Bekerja, dan Berkorban demi Hidup di Bandung

Mei bukan sekadar bulan kelima dalam kalender. Di Bandung, Mei adalah bulan yang sesak.

Keluarga korban longsor Cisarua menangis usai mendengar informasi salah satu keluarganya ditemukan. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Mayantara 30 Apr 2026, 18:41

Kehidupan Sehari-hari sebagai ‘Arsip’

Internet tidak hanya membangun hubungan kolaboratif antar-pengguna secara individual, tetapi juga “merekam” serangkaian tindakan online kita setiap hari.

Internet tidak hanya membangun hubungan kolaboratif antar-pengguna secara individual, tetapi juga “merekam” serangkaian tindakan online kita setiap hari. (Sumber: Pexels | Foto: Şevval Pirinççi)
Wisata & Kuliner 30 Apr 2026, 18:00

Panduan Wisata Curug Citambur, Eksotisme Tersembunyi di Cianjur Selatan

Panduan wisata Curug Citambur, air terjun 130 meter di Cianjur Selatan, lengkap rute, tiket, dan tips berkunjung.

Curug Citambur. (Sumber: Shutterstock)
Ayo Netizen 30 Apr 2026, 17:12

Menakar Geliat Inovasi di Lereng Subang: Tinjauan Kritis atas Transformasi Ekonomi Berbasis Kopi

Dalam konstelasi perdagangan global, kopi bukan sekadar komoditas penyegar, melainkan instrumen strategis yang menentukan posisi tawar sebuah negara.

Buku "Geliat Desa Membangun Inovasi Kopi Subang: Status Quo" (Sumber: BRIN)
Ayo Netizen 30 Apr 2026, 15:30

Jalan Nasional Rasa Jalan Lokal: Mengapa Macet dan Kecelakaan Terus Terjadi di Koridor Caringin–Cimahi?

Kemacetan dan kecelakaan bukan sekadar ulah pengguna, tetapi akibat kegagalan sistem: akses tak terkendali, hambatan samping tinggi, dan simpang tanpa pengaturan yang andal.

Kepadatan arus lalu lintas di Jalan Raya Cimareme, Kabupaten Bandung Barat. (Sumber: Ayobandung.com/Restu Nugraha)
Beranda 30 Apr 2026, 14:59

Hadapi Kemarau Panjang dan Risiko Kebakaran, Diskar Kota Bandung Fokus Perkuat Sumber Air

Diskar PB Kota Bandung perkuat akses sumber air melalui pemetaan hidran dan kolam retensi guna pastikan penanganan kebakaran yang cepat dan efektif selama musim kemarau panjang.

Petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung melakukan pendinginan pada kios material barang bekas yang terbakar di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Kamis 26 Maret 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 30 Apr 2026, 11:30

Panduan Lengkap Penggunaan Partikel dalam Bahasa Indonesia

Panduan praktis agar tidak lagi ragu saat menuliskan partikel-partikel bahasa.

Partikel dalam bahasa Indonesia. (Sumber: Ayobandung.id)
Wisata & Kuliner 30 Apr 2026, 11:17

Kuliner Soto Bongko Sumedang, Sarapan Ratusan Tahun yang Bertahan di Balik Bayang Tahu

Sarapan khas Sumedang ini menawarkan kuah santan gurih, lontong besar, dan tahu Sumedang dalam tradisi pagi yang bertahan sejak ratusan tahun.

Kuliner Soto Bongko Sumedang. (Sumber: Instagram @sajiansedap)
Wisata & Kuliner 30 Apr 2026, 11:17

Hikayat Opak, Camilan Tradisional yang Masih Bertahan Bahkan Menjadi Ciri Khas

Opak Sukamanah dibuat turun-temurun dengan resep rahasia. Pulen, gurih, dan jadi andalan oleh-oleh khas Bandung.

Opak di Kampun Sukamanah, Kabupaten Bandung. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 30 Apr 2026, 09:27

Dari Bekasi untuk Evaluasi: Keselamatan KRL Bukan Soal Posisi Gerbong

Tragedi di Stasiun Bekasi Timur menyoroti bahwa keselamatan KRL bukan soal posisi gerbong, melainkan tentang keandalan sistem perkeretaapian dalam mencegah kecelakaan dan melindungi seluruh penumpang.

Stasiun Bekasi Timur. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Fikri RA)
Wisata & Kuliner 29 Apr 2026, 20:34

Wisata Pantai Karangsong, Tamasya Santai di Pesisir Utara Jawa Barat

Panduan lengkap Pantai Karangsong Indramayu dengan info lokasi, biaya masuk, wisata mangrove, serta pengalaman menikmati pantai di pesisir utara.

Pantai Karangsong Indramayu. (Sumber: Ayomedia)
Beranda 29 Apr 2026, 18:48

Mereka yang Agamanya Pernah ‘Dihapus’ dari KTP, Kini Gencar Menebar Hal Baik

Hidup pada masa Orde Baru tidaklah mudah. Terutama jika keturunan Tionghoa dan beragama Konghucu.

Fam Kiun Fat yang akrab disapa Akiun, salah satu tokoh Tionghoa dan Konghucu ternama di Bandung Raya. (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Netizen 29 Apr 2026, 16:54

Kota ini Tak Lagi Sama(Pah) Tanpamu

Tidak ada langkah yang lebih realistis untuk mengatasi masalah sampah di Kota Bandung selain mengendalikan petugas pengelola sampah dan terus mengedukasi masyarakat

Gunungan Sampah di TPST Batununggal Bandung. Rabu, 29 April 2026 (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 29 Apr 2026, 15:35

Heritage: Mana yang Usang, Mana yang (harus) Terbuang

Konsep warisan kita sangat dibentuk oleh kolonialisme. Oleh karena itu, tulisan ini jadi ajakan dekonstruksi warisan yang elitis menjadi lebih inklusif, emansipatif, dan adil bagi pemilik properti.

Gedung-gedung peninggalan masa kolonial di Kota Bandung. (Sumber: Unsplash | Foto: Neermana Studio)
Beranda 29 Apr 2026, 15:16

Biaya Mahal yang Harus Dikeluarkan Setiap Hari untuk Mengurus Sampah Kota Bandung

Kelola ribuan ton sampah setiap hari, Kota Bandung harus mengeluarkan ribuan liter BBM demi memastikan ratusan armada pengangkut tetap bergerak menyisir lingkungan warga.

"Gunung"sampah di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Dakota di Jl. Gunung Batu, Sukaraja, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung pada Jumat, 7 November 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ikbal Tawakal)
Bandung 29 Apr 2026, 15:05

Tren Intimate Wedding di Bandung, Afrodite WO: Tonjolkan Karakter Pengantin dan Kesesuaian Venue

Tren pernikahan bergeser ke arah privat dan personal. Afrodite Wedding Organizer Bandung ungkap pentingnya menyesuaikan venue dengan karakter pengantin dibandingkan sekadar mengejar keviralan.

Tren pernikahan bergeser ke arah privat dan personal. Afrodite Wedding Organizer Bandung ungkap pentingnya menyesuaikan venue dengan karakter pengantin dibandingkan sekadar mengejar keviralan. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 29 Apr 2026, 13:36

Dari Pesantren ke Panggung Nasional: Perjalanan Hayyun Halimatul Ummah Menjadi Duta Santri

Kisah Hayyun Halimatul Ummah, santri dari keluarga sederhana yang menembus Duta Santri Nasional lewat ketekunan, keberanian, dan tekad untuk bermanfaat.

Hayyun Halimatul Ummah ketika dinobatkan sebagai Duta Santri Nasional pada malam grand final. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Wisata & Kuliner 29 Apr 2026, 13:34

Panduan Wisata Pemandian Cipanas Garut, Pilih Tempat Sesuai Gaya Liburanmu di Kaki Gunung Guntur

Panduan wisata Cipanas Garut, mengulas sejarah dua abad, sumber air panas alami, serta pilihan pemandian dan resort terbaik di kaki Gunung Guntur.

Kawasan Wisata Cipanas Garut. (Sumber: Pemprov Jabar)
Beranda 29 Apr 2026, 10:30

Beban Berat Pengangkutan Sampah di Kota Bandung, Sehari Habiskan BBM Setara 457 Galon Air Mineral

Setiap hari, bahan bakar yang dipakai untuk mengangkut sampah di Bandung setara ratusan galon air minum. Jumlah ini menggambarkan betapa besar energi yang dibutuhkan hanya untuk menjaga kota tetap ber

Aktivitas pengangkutan sampah menuju TPA Sarimukti di Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada Selasa 6 Mei 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Restu Nugraha Sauqi)
Beranda 29 Apr 2026, 09:15

Kota Bandung Kewalahan Hadapi 1.500 Ton Sampah per Hari, Armada Tertahan, TPA Kian Tertekan

Bandung menghadapi lonjakan sampah hingga 1.500 ton per hari. Armada tersendat akibat antrean dan kuota TPA, membuat pengangkutan melambat dan tumpukan sampah kian meluas.

Truk sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung sedang mengangkut sampah pada 18 November 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Bob Yanuar Muslim)