Stop Membandingkan karena Setiap Anak Punya Keunikan

5 menit baca
Dias Ashari
Ditulis oleh Dias Ashari diterbitkan
Setiap anak itu istimewa dan memiliki bakat unik (Sumber: Wikipedia)
Setiap anak itu istimewa dan memiliki bakat unik (Sumber: Wikipedia)

Aamir Khan adalah aktris sekaligus sutradara film Bollywood. Jauh sebelum industri per-filman dari Korea masuk ke Indonesia, film Bollywood lebih dulu digandrungi oleh masyarakat Indonesia. Dalam beberapa karyanya Aamir Khan banyak mengadaptasi permasalahan dalam dunia pendidikan. Misalnya 3 idiot, secret superstar dan Taare Zameen Par.

Film Taare Zameen Par termasuk salah satu film yang unik karena selain mengangkat isu pendidikan, film ini juga menyentuh sisi lain anak pengidap disleksia yang masih banyak mendapatkan pengabaian dari lingkungan. Film yang di rilis pada tahun 2007 ini juga melibatkan Aamir Khan sebagai tokoh guru seni pemeran utama Ishaan.

Ishaan Aswati merupakan seorang anak yang memiliki gangguan belajar bernama disleksia. Kondisi ini membuat anak kesulitan dan stres saat harus mengenali angka dan huruf. Tanda yang terlihat adalah ketika anak sering menulis dan membaca secara terbalik.

Misalnya kata pit jadi tip, huruf yang memiliki visual yang mirip seperti p dan q atau b dan p, atau kesulitan memahami urutan membaca dari kiri ke kanan. Penderita disleksia juga sulit memahami instruksi dengan baik, misalnya ketika diminta menyalakan lampu tapi justru mematikannya. Penderita disleksia juga memiliki refleks tubuh yang lambat.

Ishaan adalah anak yang gagal dipahami oleh lingkungan juga guru-gurunya di sekolah. Sehingga dirinya dicap sebagai siswa yang bodoh, malas dan susah diatur. Sementara gurunya sering membandingkan dirinya dengan kakaknya bernama Yohan yang dikenal sebagai siswa berprestasi. Di rumah ibunya selalu sabar mengajarkan Ishaan dengan penuh pengertian dan kasih sayang. Sementara sang ayah terlalu keras dengan sering memarahi dan memukulnya.

Ishaan selalu punya cara yang unik untuk memandang dunia ini. Saat ujian matematika bahkan Ishaan membayangkan cara menjawab soal dengan imajinasi astronotnya, meski memang jawabannya tetap salah. Masalah mulai muncul ketika gurunya meminta hasil ujian di tanda-tangani oleh kedua orang tua. Namun karena Ishaan selalu mendapat tekanan akademik dari ayahnya, nilai merah yang ia dapatkan akhirnya disembunyikan dari kedua orang tuanya. Fenomena yang terjadi dibanyak negara berkembang yaitu ketika nilai akademik, urgensinya di atas segalanya.

Hingga suatu hari Ishaan mendapat hukuman karena tidak mengerjakan pr dan akhirnya dia memutuskan untuk bolos sekolah dengan mengelilingi daerahnya seorang diri. Namun siapa sangka kegiatan atau fenomena yang terjadi di sekitarnya membuat bahan imajinasinya untuk melukis.

Kejadian ini membuat Ishaan dikeluarkan dari sekolahnya karena dianggap anak nakal dan bodoh karena selalu mendapat nilai yang kurang dari standar. Bahkan Kepala Sekolah meminta Ishaan untuk masuk sekolah berkebutuhan khusus. Inilah yang menjadi masalah krusial ketika seorang pendidik tidak memahami kendala yang dialami oleh setiap muridnya.

Alih-alih Ishaan mendapat dukungan dan pelukan hangat keluarga. Ayahnya justru menyekolahkan Ishaan ke asrama yang jauh dari kaka dan keluarganya. Ishaan sempat menolak, menangis dan semakin stres karena merasa keluarganya menjauhi dirinya. Bahkan keceriaan dan ketertarikannya kepada seni lukis juga ikut menghilang. Beginilah yang terjadi ketika standar sekolah memukul rata kemampuan anak dalam bidang akademik semata tanpa memperhatikan kemampuan anak di bidang yang lain.

Beruntungnya seorang guru seni datang yang diperankan Aamir Khan yang selanjutnya menjadi jalan terang bagi anak penderita disleksia. Berbeda dari guru seni sebelumnya, Nikumbh justru membebaskan siswanya untuk menggambar sesuai dengan imajinasi mereka. Sementara Ishaan yang mengalami luka dan trauma justru kehilangan minatnya terhadap seni, padahal sebelumnya dia bisa melukis hal-hal luar biasa di luar usia pada umumnya.

Sebagai pendidik yang tidak hanya menyelesaikan permasalahan siswa secara administratif, Nikumbh justru mencari tahu tentang Ishaan melalui buku tulisnya yang mengingatkan pada dirinya yang juga mengalami hal serupa yaitu disleksia.

Menyadari hal itu, Nikumbh mengunjungi rumah Ishaan dan sangat takjub melihat karya-karya lukis yang dibuatnya di rumah. Meski gurunya sudah menjelaskan bahwa Ishaan itu sebetulnya murid yang pintar hanya saja lingkungan begitu jahat karena tidak bisa menerima anak yang berbeda, anak istimewa yang punya jalannya sendiri untuk menentukan bakatnya. Tapi ayah Ishaan tetap menganggap bahwa anaknya adalah anak yang nakal dan malas dan bodoh.

Nikumbh mencoba memberikan perspektif lain kepada kepala sekolah bahwa Ishaan anak yang istimewa dan yang dibutuhkan dirinya adalah cara belajar yang tepat dan sesuai. Meski awalnya ragu tapi kepala sekolah menyetujuinya dan berharap cara pandangnya terhadap Ishaan benar.

Nikumbh mengajarkan Ishaan membaca dan menulis dengan cara bermain. Menggunakan metode pengenalan huruf dan angka melalui media pasir. Metode ini termasuk ke dalam montesori yang sudah tertulis dari berbagai buku yang terbit di Indonesia. Metode inilah yang membuat Ishaan mengalami perkembangan yang sangat pesat dalam membaca dan menulis.

Melalui perlombaan seni lukis yang diadakan oleh Nikumbh dengan melibatkan guru matematika, sains, teknik, geografi yang sering menganggap bahwa Ishaan adalah anak bodoh dan nakal. Lewat lukisan ini Nikumb membuktikan bahwa mereka yang pandai dalam nilai akademik belum tentu pandai dalam bidang seni. Karena setiap anak punya keistimewaan dan bakat yang berbeda maka bijaknya kita harus menerima perbedaan itu. Karena menurut Nikumbh anak seperti Ishaan adalah yang mampu mengubah dunia dengan perspektif dan cara yang berbeda.

Melalui film ini mengajarkan bahwa sebagai orang tua harus mampu mengenali bakat dan ketertarikan anak. Pihak yang seharusnya mendukung dan menjadi pembela justru bisa menjadi pihak yang pertama kali membunuh potensi anak, jika sebagai orang tua juga tidak mampu belajar banyak hal.

Film ini juga menjadi kritikan pedas bagi dunia pendidikan dan guru yang sering mengistimewakan dan memprioritaskan anak yang pandai dalam bidang akademik sementara mengabaikan anak yang lain yang dianggapnya tidak terlalu pandai.

Anak disleksia akan menjadi anak yang lebih jenius jika bisa diarahkan dan dituntun dengan cara yang tepat dan sesuai.

Di dalam diri kita terdapat sebuah permata yang bisa merubah dunia karena mereka bisa melihat dunia dengan sisi yang berbeda. Cara berpikir mereka unik dan tidak semua orang bisa mengerti mereka. Mereka penentang namun mereka muncul sebagai pemenang.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 16 Okt 2026, 20:03

KDM dan Tantangan Mengubah Empati Menjadi Kebijakan

Pemimpin dengan skor empati tinggi bisa berhasil ketika mereka membangun institusi yang mampu menerjemahkan empati menjadi kebijakan yang bermakna.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 18:00

Pengalaman Memandu SMP Atirah Makassar #1

Pengalaman memandu siswa kelas 8 dari SMP Atirah, Bukit Baruga, Makassar, pada tanggal 5 Oktober hingga 9 Oktober kemarin.

Pengalaman memandu siswa kelas 8 dari SMP Atirah, Bukit Baruga, Makassar, pada tanggal 5 Oktober hingga 9 Oktober kemarin. (Sumber: Malia Nur Alifa)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 16:57

Ketika Foto Menjadi Saksi Sejarah: Ray Bachtiar dan Perjalanan Dunia Visual

Fotografi menyimpan jejak sejarah dan ingatan bangsa. Talkshow “Jejak Visual” mengulas evolusi fotografi dan videografi bersama Ray Bachtiar Dradjat di Museum Mandiri, Kota Tua Jakarta.

Praktisi fotografi Ray Bachtiar Dradjat menjadi narasumber talkshow “Jejak Visual: Evolusi Fotografi dan Videografi”. (Sumber: Ray Bachtiar Dradjat)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 16:42

Menelusuri Jejak Benny Soebardja, Sang Godfather Rock Progresif Indonesia

Buku Benny Soebardja: The Progressive Years karya Zuhair Alyafie mengulas perjalanan Benny Soebardja dan perannya dalam membentuk sejarah rock progresif Indonesia.

Benny Soebardja: Perjalanan Sang Godfather Rock Progresif Indonesia (Sumber: Zuhair Alyafie)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 15:21

Peran Bank Perekonomian Rakyat Mencegah Jerat Rentenir di Bandung

Tujuan utama perbankan daerah bukan hanya menghimpun dana dan menyalurkan kredit. Keberadaannya menjaga martabat ekonomi keluarga di Bandung.

Ilustrasi pentingnya peran Bank Perekonomian Rakyat di Kota Bandung. (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 13:58

Cerita Perjalanan Menuju Palimanan dan Belajar Keberanian dari Lapak Baca Buku Gratis Cirebon

Kegiatan membuka lapak untuk membaca buku gratis mulai hadir di beberapa kota untuk meningkatkan minat literasi, begitu juga dengan Kota Cirebon.

Baca Buku Gratis di Alun-Alun Palimanan Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 11:07

Jalur Banjaran–Pangalengan Seringkali Padat: Mengapa Kemacetan Terjadi?

Kemacetan di jalur Banjaran–Pangalengan menjadi perhatian karena jalur ini digunakan oleh warga untuk beraktivitas sehari-hari sekaligus menjadi akses menuju kawasan wisata.

Dokumentasi kemacetan di daerah Pasar Banjaran.
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 10:07

SKS: Kebiasaan Buruk atau Mekanisme Bertahan Mahasiswa?

Tugas menumpuk dan tenggat mendekat membuat mahasiswa begadang demi menyelesaikan pekerjaan. Apakah SKS sekadar kebiasaan buruk atau cara bertahan di tengah tuntutan akademik?

night study (Sumber: pexels.com | Foto: Bikram Bezbaruah)
Bandung 15 Okt 2026, 19:59

Industri Hiburan Bandung Masih Bergelora, Playlist Rewind 2026 Jadi Bukti Eksistensi Kota Musik

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026.

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 17:57

Para Insinyur Planologi, Arsitektur dan Sipil Terkemuka Yang Terlibat Pembangunan Kota Bandung dan Cimahi (Bagian 1)

Kisah insinyur planologi, arsitektur dan sipil terkemuka dalam membangun Bandung dan Cimahi. Temukan jejak sejarah, inovasi tata kota dan mahakarya ikonis mereka di sini!

Lukisan cat air Gedung Sate (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2)
Bandung 15 Okt 2026, 16:41

Menolak Lupa Rasa Rumah, 11 Tahun Warung Kopi Imah Babaturan Merawat Hangatnya Bandung

Tepat pada 15 Oktober 2026, warung kopi dan rumah makan, yakni Warung Kopi Imah Babaturan yang bersemayam di jantung Kota Bandung ini merayakan hari jadinya yang ke-11.

Pemilik Warung Kopi Imah Babaturan, yakni Mohammad Nurul Hudha dan sang istri, Anggia Bonyta. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:48

Relasi Santri dengan Indonesia

Refleksi Hari Santri Nasional 2026: menelusuri jejak Resolusi Jihad, peran ulama, dan perjuangan santri dalam mempertahankan kemerdekaan serta menjaga hubungan santri dan negara.

Relasi Santri dengan Indonesia (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:09

Ketika Pertemanan Punya Target Harian: Terhubung atau Sekadar Menjaga Api Streak TikTok?

Pernah takut api streak TikTok dengan teman terputus? Kebiasaan ini bisa menjaga komunikasi, tetapi juga terasa seperti kewajiban harian. Apakah kita benar-benar terhubung atau sekadar menjaga angka?

Fitur api streak TikTok bisa menjadi cara menyenangkan untuk menjaga komunikasi.
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:03

Pardoks 'Tidak Ada Bukti' dalam Kasus Pelecehan Seksual di Unpas

Data menunjukkan bahwa laporan palsu -- atau bahkan fitnah -- dalam kasus kekerasan dan pelecehan seksual di kampus sangat rendah, sementara underreporting sangat tinggi. Apa artinya?

Aksi mahasiswa Universitas Pasundan (Unpas) Bandung terkait dugaan kekerasan seksual oleh oknum dosen. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 12:03

Mengenal Emma Poeradiredja dan Jejak Politik Perempuan Sunda

Emma Peoradiredja, seorang tokoh perempuan sunda yang membukakan jalan berpolitik untuk perempuan di tanah sunda

Emma Poeradiredja
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 22:06

Bandung dan Cirebon Sama-Sama Minim Penerangan Lampu Jalanan

Penerangan jalan umum di wilayah Jawa Barat masih sangat minim perhatian sehingga kondisi ini bisa mengakibatkan potensi kecelakaan bagi pengguna kendaraan.

Penerangan Jalan Ahmad Yani-Pantura Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 18:01

Menyeret Emak dan Bapak Ke Pengadilan

Banyak Lansia atau orang tua yang disidangkan oleh anak kandungnya di pengadilan yang semestinya tidak terjadi peristiwa nirempati tersebut

Ruang sidang bukan tempat membalas budi orang tua. Utamakan musyawarah dan kasih sayang. (Sumber: Ilustrasi oleh Gemini AI)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 16:45

Penertiban PKL: Apakah Menuju Bandung yang lebih Ramah dengan Pejalan Kaki?

Beberapa waktu ke belakang Bandung sedang melakukan penertiban PKL di Jalan Kiaracondong dan Cihapit tentunya harapannnya pejalan kaki mendapatkan haknya kembali.

Ilustrasi Penertiban PKL. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 14:52

Momentum Memerdekakan Guru

Menjadi anomali bahwa profesi guru mendapatkan tuntutan, tetapi dalam kehidupannya masih di bawah dari harapan.

Ilustrasi guru dan siswa di ruang kelas sekolah. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 13:49

Proyeksi JPO UIN Bandung: Realisasi atau Ilusi?

Sebuah kritik dan saran kepada birokrasi UIN Bandung terkait usulan pengadaan JPO di depan gerbang kampus yang berhadapan langsung dengan Jalan A.H. Nasution.

Lanskap Jalan A.H Nasution di jam aktifitas. (Sumber: Dipotret dengan ponsel pribadi. | Foto: Rifki Ahmad Ma'ruf)