Membaca Ulang Perilaku Agresif Anak

3 menit baca
Muhammad Sufyan Abdurrahman
Ditulis oleh Muhammad Sufyan Abdurrahman diterbitkan
Buku Agresif Anak (Sumber: Refika Aditama | Foto: PT Refika Aditama)
Buku Agresif Anak (Sumber: Refika Aditama | Foto: PT Refika Aditama)

Kasus kekerasan anak semakin sering menjadi perhatian publik, baik melalui laporan resmi maupun video yang beredar di media sosial. Data SIMFONI-PPA per Januari 2024 mencatat lebih dari dua puluh satu ribu kasus kekerasan anak, angka yang menunjukkan masalah serius.

Anak sering kali bertindak agresif bukan semata karena sifat bawaan, melainkan akibat sakit hati, rasa dipermalukan, atau ketidakadilan yang dirasakan. Situasi ini menjadikan kajian mengenai perilaku agresif anak sangat relevan untuk didalami, karena tidak hanya membantu memahami fenomena sosial, tetapi juga memberi arah bagi upaya pencegahan.

Buku Perilaku Agresif Anak: Persepsi Anak terhadap Peristiwa Agresif, Self Anak, dan Jenis Kelamin karya Dr. I Gusti Ayu Agung Noviekayati hadir sebagai ikhtiar akademis dan praktis dalam membaca fenomena ini. Penulis, seorang psikolog sekaligus dosen Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, memadukan keahliannya di bidang psikologi perkembangan anak dengan kepedulian terhadap isu sosial.

Struktur buku ini terdiri dari tujuh bab yang disusun sistematis.

Bab pertama berisi pendahuluan yang memberi gambaran konteks maraknya perilaku agresif anak dan mengapa penelitian tentang hal ini menjadi penting.

Bab kedua membahas teori agresivitas, mulai dari definisi, pendekatan kognitif, jenis-jenis agresi, hingga faktor penyebab internal maupun eksternal. Penjelasan di bab ini menegaskan bahwa agresi tidak pernah lahir dari satu sebab tunggal, melainkan dari interaksi kompleks antara anak dan lingkungannya.

Bab ketiga menjadi inti penting, karena menyoroti persepsi anak terhadap peristiwa agresif. Persepsi dipandang sebagai pintu masuk bagi lahirnya perilaku agresif. Anak tidak hanya meniru lingkungan, tetapi secara aktif menafsirkan pengalaman yang ia alami. Bagaimana ia memahami suatu konflik akan menentukan reaksi selanjutnya.

Bab keempat menyajikan paparan agresivitas, baik yang dialami langsung maupun disaksikan. Observasi terhadap tindakan orang lain bisa sama kuatnya dengan pengalaman pribadi dalam membentuk kecenderungan agresif.

Bab kelima mengulas dimensi jenis kelamin. Di sini penulis menunjukkan bahwa anak laki-laki cenderung mengekspresikan agresivitas dalam bentuk fisik, sementara anak perempuan lebih banyak menyalurkannya melalui agresi verbal atau relasional.

Bab keenam membahas konsep self anak, termasuk perkembangan konsep diri, harga diri, dan cara anak mempresentasikan dirinya. Self terbukti menjadi faktor penting yang memengaruhi reaksi anak terhadap peristiwa agresif. Bab ketujuh berfungsi sebagai sintesis, memperlihatkan keterkaitan antara persepsi, self, dan jenis kelamin sebagai variabel yang bersama-sama membentuk perilaku agresif.

Definisi perilaku agresif dalam buku ini jelas, yakni tindakan yang bertujuan menyakiti, baik secara fisik maupun psikologis. Agresi bisa muncul karena frustrasi, rasa gagal, atau tertekan oleh lingkungan sosial. Anak yang sering menyaksikan konflik dalam keluarga bisa menganggap agresi sebagai hal wajar, sementara anak dengan dukungan emosional yang baik cenderung menolak perilaku agresif.

Dengan demikian, persepsi anak terhadap agresi akan sangat menentukan apakah ia melihat kekerasan sebagai jalan keluar atau justru sebagai hal yang keliru.

Sinopsis di sampul belakang menekankan bahwa perilaku agresif tidak hanya dipengaruhi faktor eksternal, tetapi juga aspek internal seperti konsep diri dan perbedaan jenis kelamin. Buku ini menyajikan kajian teoritis yang kuat sekaligus memberikan implikasi praktis bagi orang tua, guru, dan praktisi pendidikan. Profil penulis yang berpengalaman di bidang konseling dan riset semakin memperkuat otoritas karya ini sebagai referensi penting.

Yang menarik, buku ini juga menyoroti relasi antara self dan persepsi anak. Anak dengan harga diri tinggi biasanya memiliki cara pandang yang lebih positif sehingga memilih jalan damai. Sebaliknya, anak dengan harga diri rendah lebih mudah menginternalisasi lingkungan secara negatif dan rentan menggunakan agresi. Di sinilah pendidikan emosional sejak dini, lingkungan keluarga yang sehat, serta kontrol sosial di sekolah memegang peran penting.

Secara keseluruhan, buku ini memberi gambaran komprehensif tentang bagaimana perilaku agresif anak terbentuk dan bagaimana cara memahaminya. Namun, satu catatan yang patut diperhatikan adalah perlunya pendalaman strategi intervensi praktis agar buku ini tidak hanya kuat secara teoretis, tetapi juga semakin berguna dalam kehidupan sehari-hari. (*)

  • Judul Buku: Prilaku Agressif Anak
  • Penulis: Dr I Gusti Ayu Agung
  • Penerbit: PT Refika Aditama, Bandung
  • Tahun Terbit: Maret 2025 | 120 halaman | ISBN: 978 623 5031 040
Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 08 Okt 2026, 19:14

Ketika Keamanan Pangan Kota Bandung Diuji Kasus 88 Seoul

Momentum untuk melihat kembali bagaimana keamanan pangan dan perlindungan konsumen diterapkan dalam industri kuliner Kota Bandung yang terus berkembang.

Ilustrasi Walikota Bandung sedang sidak keamanan pangan. (Sumber: ilustrasi dikreasi dengan chatgpt | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 18:13

Bagaimana Menjadikan Kota Bandung sebagai Sentra Batik Utama di Jawa Barat

Bandung berpotensi menjadi sentra batik utama Jawa Barat. Melalui inovasi motif modern, penguatan pengrajin lokal dan dukungan festival budaya, batik Bandung siap mendominia pasar lokal dan global.

Damakara Store di Cihapit. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Rizma Riyandi)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 17:43

Khazanah Masakan Bogor Tempo Doeloe: Warisan Gastronomi Leluhur yang Kian Langka

Kuliner Bogor tempo doeloe adalah bagian tak terpisahkan dari identitas budaya Sunda dan kekayaan gastronomi Nusantara.

Cungkring merupakan sajian khas Bogor berupa sate kulit sapi yang dibalut gurihnya bumbu rempah dan kacang. (Sumber: Youtube | Foto: Dyodoran)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 16:17

Mang Jaya, Maestro Dongeng Sunda yang Melintasi Zaman

Lebih dari setengah abad Mang Jaya menjaga dongeng dan bahasa Sunda tetap hidup melalui kekuatan suara dan imajinasi.

Sosok Mang Jaya, maestro dongeng Sunda yang telah puluhan tahun menghidupkan tradisi mendongeng dan memperkenalkan kekayaan cerita Sunda kepada lintas generasi. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 15:46

Memaknai Kembali Bandung Heritage

Ada sudut-sudut kota Bandung yang menyimpan cerita sejarah tapi tergerus oleh waktu. Bandung bukan hanya kota arsitektur, tapi juga tempat bahasa Sunda dicetak, dibaca dan disebarluaskan.

Gedung peninggalan Era Kolonial di Kota Bandung. (Sumber: Pexels | Foto: Andaru Firmansyah)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 13:10

Bandung Tak Bisa Hanya Diurus lewat 'PowerPoint'

Bandung tidak perlu menciptakan sejarah baru. Sejarahnya sudah ada. Yang dibutuhkan adalah menghubungkan titik-titik sejarah yang selama ini berdiri sendiri.

Salah satu sudut kawasan heritage Braga. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Arif Ruhiyat)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 12:18

Masakan-Masakan Tionghoa Populer dalam Buku 'Masakan Aneka Warna' (1969)

Buku berjudul Masakan Aneka Warna disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio (yang juga ditulis sebagai Ibu Satrio Samuel).

Buku berjudul "Masakan Aneka Warna" disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio dan diterbitkan pertama kali oleh PN Balai Pustaka tahun 1969. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Wisata & Kuliner 08 Okt 2026, 11:18

Perkedel Bondon, Pengisi Perut Masinis Hingga Tempat Mangkal Para Perempuan Malam di Bandung

Perkedel Bondon lahir dari kebutuhan akan panganan para pekerja kereta api di Kota Bandung yang hanya melayani pelanggannya pada malam hari.

warung perkede Bondon di Jalan Stasiun Timur Kota Bandung (ist)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 10:34

Menolong Tak Cukup dengan Peduli: Ketika Mental Tak Baik-Baik Saja

Tidak semua orang yang sedang berjuang dengan masalah mental berkata, “Saya butuh pertolongan.” Kadang, yang dibutuhkan hanyalah seseorang yang peka kalau saya sedang tidak baik-baik saja.

Pembukaan Program Psikoedukasi Kesehatan Mental Remaja Pusjar SKTAN Tahun 2026. (Sumber: Humas Pusjar SKTAN | Foto: Humas Pusjar SKTAN)
Sejarah 08 Okt 2026, 09:24

Pertumbuhan Penduduk dan Hilangnya Penampung Air di Bandung

Banyak daerah di Bandung yang menggunakan nama Situ. Istilah ini merujuk pada keberadaan sebuah danau di tempat tersebut. Seperti Situ Aksan, Situ Sudimampir dan Situ Gunting

Situ aksan pada zama dahulu.(foto Istimewa)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 07:43

Kenapa Maling di Negeri Ini Tidak Takut CCTV?

Di tengah ekonomi yang semakin sulit kejadian kriminalitas semakin meningkat terutama untuk pencurian sepedah motor di Bandung

Gambaran curanmor di CCTV (Sumber: Istimewa)
Sejarah 07 Okt 2026, 19:44

Mengenang Persitiwa Perobekan Bendera Belanda di Bandung

Bandung memiliki catatan sejarah penting dalam penyebaran teks proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 1945 lalu. Para pemuda radio Bandung adalah para pelaku utamanya proses pengambilalihan sejumlah fa

Gedung Bekas Bank DENIS tempat peristiwa perobekan Bendera Belanda terjadi di Bandung. Gedung ini sekarang menjadi gedung bank bjb
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 18:59

Inisiatif Rail Clinic Berbasis RS Dustira, Terobosan Faskes di Jawa Barat

RS Dustira dan Stasiun Cimahi. Keduanya berada sangat berdekatan dan memiliki sejarah panjang yang tidak terpisahkan dari perkembangan Kota Cimahi

Rumah sakit Dustira dilihat dari skibridge Stasiun Cimahi (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 17:27

Punahnya Satwa yang Dilindungi Akibat Bencana Ekologis

Alam sebagai habitat harus dijaga agar bisa diminimalisir bencana ekologis. Perluasan untuk peningkatan ekonomi seharusnya mempertimbangkan kondisi hutan, di mana habitat satwa menjaga keseimbangan.

Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae). (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Nyonyofoto)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 15:54

Pesona Garut (Bagian 2): 'Surga dari Timur', Rekam Sejarah, dan Mahakarya Gastronomi Pasundan

Kabupaten Garut tak hanya dikenal lewat bentang alamnya yang memikat, tetapi juga keberagaman warisan kulinernya yang kaya akan nilai sejarah dan kearifan lokal.

Dodol menjadi salah satu oleh-oleh paling ikonik dari Garut. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Midori)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 14:41

Persamaan dan Perbedaan antara Sejarah, Tarikh, Riwayat, Hikayat, Babad, Mitologi dan Legenda

Bedah tuntas persamaan dan perbedaan sejarah, tarikh, riwayat, hikayat, babad, mitologi dan legenda. Pahami makna, karakteristik serta posisinya dalam literatur historis dan kultural Nusantara.

Seorang pengunjung mencari buku di antara rak-rak sempit Perpustakaan Batu Api, Jatinangor, Sabtu 9 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 13:10

Tebang Pilih Hukum: Investigasi Keracunan 88 Seoul vs Keracunan MBG

Hukum yang ada di Indonesia seringkali tebang pilih karena tajam ke bawah dan tumpul ke atas salah satunya investigasi keracunan.

Restoran 88 Seoul Paskal (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 12:36

DNA Sunda di Tanah Banyumas

Berkisah tentang folklore dan toponimi yang mengaitkan keterkaitan Banyumas dengan Sunda.

DNA Sunda di Tanah Banyumas (Sumber: GeminiAi)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 10:54

Tarif Parkir Rp65.000 dan Negara yang Kalah di Pinggir Jalan Kota Bandung

Kasus tari parkir Rp65.000 di Jalan Diponegoro, Bandung, seharusnya tidak berhenti pada pertanyaan siapa oknumnya. Pelaku, jika terbukti melanggar, tentu harus ditindak.

Petugas sedang melakukan pemeriksaan bus pariwisata. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Muslim Yanuar)
Beranda 07 Okt 2026, 09:42

Halte BRT di Tengah Jalan Satu Arah, Solusi atau Biang Macet Baru di Ahmad Yani Cicadas?

Pembangunan halte BRT di tengah Jalan Ahmad Yani picu kekhawatiran macet. Warga dan pengamat mengkritik desain, Pemkot pilih percepat proyek, sementara perencana ungkap manfaat BRT.

Sejumlah pekerja menyelesaikan proyek pembangunan halte BRT di Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, Selasa 6 Oktober 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)