Politik Minta Maaf Berhasil Melegalkan Kesalahan para Pemangku Kebijakan

6 menit baca
Dias Ashari
Ditulis oleh Dias Ashari diterbitkan
Bupati Pati, Sudewo (tengah). (Sumber: Humas Kabupaten Pati)
Bupati Pati, Sudewo (tengah). (Sumber: Humas Kabupaten Pati)

Kata "Maaf" tidak lagi sakral ketika maknanya justru diperkosa secara gila-gilaan. Bukan hanya digunakan oleh kalangan selebritas, influencer, selebgram tapi oleh mereka para pemangku kebijakan.

Karakteristik masyarakat Indonesia yang mudah memaafkan justru dengan mudah diperalat oleh berbagai macam orang yang memiliki kepentingan. Tidak hanya itu, masyarakat Indonesia pun mudah sekali untuk menghujat sosok yang sebelumnya justru di puja-puja bak dewa alam semesta.

Kelabilan tersebut justru membuat masyarakat Indonesia mudah untuk terombang-ambing, mudah untuk dimanfaatkan dan mudah pula untuk diadu-dombakan.

Meminta maaf dan membuat klarifikasi seolah menjadi jalan damai setelah mengobrak-abrik suatu kebijakan atau nilai sosial hingga agama. Maaf bukan lagi ungkapan tulus untuk mengakui sebuah kesalahan tapi dilontarkan untuk menjaga citra dan jabatan tetap aman. Kata maaf diucapkan lidah bahkan mendahului otak, jadinya yang penting terucap, soal solusi dipikirkan belakangan.

Akuntabilitas menjadi hilang dan yang tersisa hanya jumpa pers dengan senyum tersungging sambil klarifikasi tipis-tipis. Kata maaf menjadi turun kelas karena yang terucap belum tentu dimaknai secara batin. Kata maaf seolah hanya menjadi mantra sakti bagi mereka para pejabat.

Tidak heran ketika kata maaf menjadi tiket murah bagi para pejabat untuk terbebas dari tekanan publik. Cukup dengan satu kata maaf, semua kesalahan yang terucap dilupakan dan dianggap selesai. Maaf seolah menjadi kata ajaib yang dapat mereset semua kesalahan, ketidakadilan dan kejahatan yang merugikan hajat hidup orang banyak. Masihkan kata maaf memiliki nilai kesakralan ?

Permintaan Maaf Nusron Wahid

Beberapa waktu yang lalu pernyataan Nusron Wahid selaku menteri APR BPN sempat membuat geger masyarakat perihal tanah masyarakat yang terlantar akan masuk ke bank tanah sebagai cadangan untuk negara termasuk untuk reforma agraria.

Tapi perlu diketahui ya, tanah itu tidak ada yang memiliki, yang memiliki tanah itu negara, orang itu hanya menguasai. Negara kemudian memberikan hak kepemilikan kepada mereka. Jadi ga ada istilah tanah kalau belum ada SHMnya itu yang memiliki ga ada. Saya mau tanya emang mbahmu, leluhurmu dulu bisa membuat tanah, gak bisa membuat tanah.

Permintaan maaf secara template dengan menghadirkan 40 awak media sambil klarifikasi tipis-tipis ini katanya hanya "BERCANDA". Di tengah kehidupan masyarakat yang sedang tidak baik-baik saja, justru guyonan tersebut membuat masyarakat semakin resah. Guyonan tersebut nyatanya tidak membuat rakyat tertawa tapi tercengang sampai mengelus dada.

Permintaan Maaf Bahlil Lahadaila terhadap Kasus Kelangkaan LPG 3 Kg

Awal tahun baru 2025 pemerintah mengeluarkan kebijakan perihal pengaturan distribusi gas pada tingkat pengecer. Hal tersebut membuat ketersediaan gas langka di pasaran sehingga banyak masyarakat antri karena hal tersebut. Tujuan mulia itu justru berakhir ricuh ketika ada seorang warga yang meninggal diduga kelelahan karena harus menunggu berjam-jam. Menteri ESDM Bahlil Lahadaila meminta maaf atas nama pemerintah.

Ya kami pemerintah pertama memohon maaf kalau memang betul itu terjadi karena semata-mata kami lakukan demi penataan. Yang kedua kita melakukan perbaikan dan apa yang kita lakukan pagi ini adalah sebagai bentuk respon agar rakyat kita mendapat LPG dengan baik dan gampang

Bebasnya Setya Novanto karena Dianggap Telah Berkelakuan Baik

Setya Novanto baru-baru ini menyita perhatian karena sehari sebelum Indonesia memperingati kemerdekaan yang ke-80, ia mendapatkan privilege bebas bersyarat dengan merujuk pada Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang pemasyarakatan.

Berdasarkan aturan tersebut narapidana berhak mendapatkan bebas bersyarat sesuai dengan pasal 13 ayat 1. Selanjutnya pada pasal 13 ayat 2 dengan syarat narapidana telah berkelakuan baik, aktif mengikuti program pembinaan dan telah menunjukan penurunan tingkat resiko dan sekurang-kurangnya sudah menjalani 2/3 masa tahanan.

Lagi dan lagi "berkelakuan baik" menjadi alasan seseorang yang sudah membuat kerugian besar terhadap negara dan berdampak pada masyarakat bisa mendapat remisi hukum dengan mudah. Mengambil kutipan judul film komedi satir yang dibuat oleh Deddy Mizwar yaitu "Alangkah Lucunya Negeri Ini"

Batalnya Aksi Demo Pati Jilid 2

Sudewo dan Risma Ardhi Chandra, Bupati dan Wakil Bupati Pati. (Sumber: Instagram.com/@sudewoofficial)
Sudewo dan Risma Ardhi Chandra, Bupati dan Wakil Bupati Pati. (Sumber: Instagram.com/@sudewoofficial)

Bupati Sudewo akhir-akhir menjadi pembicaraan publik berkat kebijakannya menaikan pajak PBB-P2 sebesar 250 persen yang berujung protes keras dari masyarakat. Aksi ini dilatarbelakangi karena adanya tantangan Bupati Sudewo terhadap masyarakat Pati.

Jangan hanya 5000 orang, 50.000 orang suruh kerahkan, saya tidak akan gentar, saya tidak akan merubah keputusan. Dan saya instruksikan semua aparatur pemerintah kabupaten pati tidak boleh ada bargaining apapun. Silahkan kalau ada pihak-pihak yang mau demo silahkan

Janji hanya sekedar janji, Sudewo nampaknya lupa pernah berjanji pada kampanyenya sebelum terpilih sebagai pemimpin kota Pati.

Kalau peningkatan pendapatan asli daerah bertitik tumpu kepada sektor pajak dan retribusi itu sangat kasihan kepada rakyat kabupaten pati. Harus ada upaya-upaya atau skenario yang elegan untuk meningkatkan pendapatan daerah

Bahkan sebelum aksi demo di mulai pada tanggal 13 Agustus 2025, masyarakat Pati berbondong-bondong menyiapkan donasi air mineral sebagai amunisi bagi para demonstran. Aksi ini juga tak lepas dari upaya satpol pp yang ikut menertibkan hingga nyaris terjadi sebuah kericuhan. Meski Sudewo sudah meminta maaf tapi tidak menyulutkan masyarakat untuk tetap turun ke jalanan meminta keadilan di depan gedung kantor bupati.

Awalnya masyarakat hanya menuntut kebijakan kenaikan pajak namun malah berujung pada wacana penglengseran jabatan. Demo Pati digadang-gadang masyarakat sebagai pelopor pertama yang akan menginisiasi kota lain untuk menentang kebijakan para pejabat dengan cara turun ke lapangan. Hal ini terbukti ketika masyarakat Bone Sulawesi Selatan juga melakukan hal yang sama untuk menentang kenaikan pajak PBB-P2.

Dalam aksi demo Pati tersebut ada sosok yang mencuri perhatian yaitu salah satu inisiator demo bernama Ahmad Husein yang dengan gagah berani berbicara dihadapan wajah Sudewo dengan lantang menyampaikan aspirasi masyarakat. Desakan inilah yang membuat Sudewo lagi dan lagi meminta maaf ditengah aksi demo yang berujung ricuh dengan lemparan botol dan sandal.

Bismillahirohmanirrohim ,Assalamulaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya, saya akan berbuat yang lebih baik, terimakasih.

Setelah demo berkahir ricuh dengan penyemprotan gas air mata oleh para aparat. Upaya pemakzulan tersebut mengakibatkan 11 pendemo diamankan petugas kepolisian, bentrokan juga menyebabkan 7 anggota kepolisian terluka akibat lemparan berbagai macam material, sementara 34 pendemo mengalami sesak nafas setelah terdampak gas air mata.

Demo Pati Jilid ke 2 akan dilanjutkan pada tanggal 25 Agustus 2025 untuk menuntut pelengseran bupati karena disinyalir Sudewo tidak berkenan mundur dari jabatannya. Namun tiba-tiba berita mengejutkan datang dari inisiator demo bernama Ahmad Husein yang memutuskan mundur dalam aksi Pati jilid 2 karena sudah berdamai dengan Bupati Sudewo.

Berdasarkan rekaman wawancara yang dilakukan Redaksi Pikiran Rakyat dengan Ahmad Husein yang sudah di posting melalui instagram pada Kamis, 21 Agustus 2025. Dirinya mengaku telah mundur dari aksi demo Pati jilid 2 karena dirinya merasa demo selanjutnya akan ditunggangi politik.

Ahmad juga menuturkan sudah melakukan video call dengan Sudewo dan aspirasi-aspirasinya sudah diterima oleh bupati untuk memaksimalkan pembangunan desa. Sehingga Ahmad mengaku bahwa Sudowe tidak perlu dilengserkan karena sudah menjadi pemimpin yang bisa merangkul masyarakat.

Yang intinya mohon maaf ya mas. Masyarakat Pati Timur Bersatu menyatakan tanggal 25 itu batal. Dan aliansi Warga Pati Bersatu dan saya yang pertama kali buat gak ikut-ikutan masalah hak angket

Pertemuan Ahmad dengan Bupati Sudewo inilah yang membuat masyarakat berspekulasi negatif. Ahmad juga mengungkapkan tidak keberatan jika ada pihak-pihak yang menuduh dirinya menerima suap atau pencairan dana dari Sudewo,

Namun foto yang tersebar antara Ahmad dengan Sudewo terlihat sangat akrab dengan menunjukan kedua ibu jari kehadapan kamera seolah menambah keyakinan masyarakat kalau ada sesuatu dibalik pembatalan aksi demo Pati jilid ke 2.

Kalau kata maaf itu ada harganya, maka penjara pasti penuh, karena permintaan maaf seharusnya tidak cukup untuk mengganti kerugian atau menyelesaikan masalah yang terjadi.

Segala perbuatan semestinya ada konsekuensinya. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 16 Okt 2026, 20:03

KDM dan Tantangan Mengubah Empati Menjadi Kebijakan

Pemimpin dengan skor empati tinggi bisa berhasil ketika mereka membangun institusi yang mampu menerjemahkan empati menjadi kebijakan yang bermakna.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 18:00

Pengalaman Memandu SMP Atirah Makassar #1

Pengalaman memandu siswa kelas 8 dari SMP Atirah, Bukit Baruga, Makassar, pada tanggal 5 Oktober hingga 9 Oktober kemarin.

Pengalaman memandu siswa kelas 8 dari SMP Atirah, Bukit Baruga, Makassar, pada tanggal 5 Oktober hingga 9 Oktober kemarin. (Sumber: Malia Nur Alifa)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 16:57

Ketika Foto Menjadi Saksi Sejarah: Ray Bachtiar dan Perjalanan Dunia Visual

Fotografi menyimpan jejak sejarah dan ingatan bangsa. Talkshow “Jejak Visual” mengulas evolusi fotografi dan videografi bersama Ray Bachtiar Dradjat di Museum Mandiri, Kota Tua Jakarta.

Praktisi fotografi Ray Bachtiar Dradjat menjadi narasumber talkshow “Jejak Visual: Evolusi Fotografi dan Videografi”. (Sumber: Ray Bachtiar Dradjat)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 16:42

Menelusuri Jejak Benny Soebardja, Sang Godfather Rock Progresif Indonesia

Buku Benny Soebardja: The Progressive Years karya Zuhair Alyafie mengulas perjalanan Benny Soebardja dan perannya dalam membentuk sejarah rock progresif Indonesia.

Benny Soebardja: Perjalanan Sang Godfather Rock Progresif Indonesia (Sumber: Zuhair Alyafie)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 15:21

Peran Bank Perekonomian Rakyat Mencegah Jerat Rentenir di Bandung

Tujuan utama perbankan daerah bukan hanya menghimpun dana dan menyalurkan kredit. Keberadaannya menjaga martabat ekonomi keluarga di Bandung.

Ilustrasi pentingnya peran Bank Perekonomian Rakyat di Kota Bandung. (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 13:58

Cerita Perjalanan Menuju Palimanan dan Belajar Keberanian dari Lapak Baca Buku Gratis Cirebon

Kegiatan membuka lapak untuk membaca buku gratis mulai hadir di beberapa kota untuk meningkatkan minat literasi, begitu juga dengan Kota Cirebon.

Baca Buku Gratis di Alun-Alun Palimanan Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 11:07

Jalur Banjaran–Pangalengan Seringkali Padat: Mengapa Kemacetan Terjadi?

Kemacetan di jalur Banjaran–Pangalengan menjadi perhatian karena jalur ini digunakan oleh warga untuk beraktivitas sehari-hari sekaligus menjadi akses menuju kawasan wisata.

Dokumentasi kemacetan di daerah Pasar Banjaran.
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 10:07

SKS: Kebiasaan Buruk atau Mekanisme Bertahan Mahasiswa?

Tugas menumpuk dan tenggat mendekat membuat mahasiswa begadang demi menyelesaikan pekerjaan. Apakah SKS sekadar kebiasaan buruk atau cara bertahan di tengah tuntutan akademik?

night study (Sumber: pexels.com | Foto: Bikram Bezbaruah)
Bandung 15 Okt 2026, 19:59

Industri Hiburan Bandung Masih Bergelora, Playlist Rewind 2026 Jadi Bukti Eksistensi Kota Musik

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026.

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 17:57

Para Insinyur Planologi, Arsitektur dan Sipil Terkemuka Yang Terlibat Pembangunan Kota Bandung dan Cimahi (Bagian 1)

Kisah insinyur planologi, arsitektur dan sipil terkemuka dalam membangun Bandung dan Cimahi. Temukan jejak sejarah, inovasi tata kota dan mahakarya ikonis mereka di sini!

Lukisan cat air Gedung Sate (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2)
Bandung 15 Okt 2026, 16:41

Menolak Lupa Rasa Rumah, 11 Tahun Warung Kopi Imah Babaturan Merawat Hangatnya Bandung

Tepat pada 15 Oktober 2026, warung kopi dan rumah makan, yakni Warung Kopi Imah Babaturan yang bersemayam di jantung Kota Bandung ini merayakan hari jadinya yang ke-11.

Pemilik Warung Kopi Imah Babaturan, yakni Mohammad Nurul Hudha dan sang istri, Anggia Bonyta. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:48

Relasi Santri dengan Indonesia

Refleksi Hari Santri Nasional 2026: menelusuri jejak Resolusi Jihad, peran ulama, dan perjuangan santri dalam mempertahankan kemerdekaan serta menjaga hubungan santri dan negara.

Relasi Santri dengan Indonesia (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:09

Ketika Pertemanan Punya Target Harian: Terhubung atau Sekadar Menjaga Api Streak TikTok?

Pernah takut api streak TikTok dengan teman terputus? Kebiasaan ini bisa menjaga komunikasi, tetapi juga terasa seperti kewajiban harian. Apakah kita benar-benar terhubung atau sekadar menjaga angka?

Fitur api streak TikTok bisa menjadi cara menyenangkan untuk menjaga komunikasi.
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:03

Pardoks 'Tidak Ada Bukti' dalam Kasus Pelecehan Seksual di Unpas

Data menunjukkan bahwa laporan palsu -- atau bahkan fitnah -- dalam kasus kekerasan dan pelecehan seksual di kampus sangat rendah, sementara underreporting sangat tinggi. Apa artinya?

Aksi mahasiswa Universitas Pasundan (Unpas) Bandung terkait dugaan kekerasan seksual oleh oknum dosen. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 12:03

Mengenal Emma Poeradiredja dan Jejak Politik Perempuan Sunda

Emma Peoradiredja, seorang tokoh perempuan sunda yang membukakan jalan berpolitik untuk perempuan di tanah sunda

Emma Poeradiredja
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 22:06

Bandung dan Cirebon Sama-Sama Minim Penerangan Lampu Jalanan

Penerangan jalan umum di wilayah Jawa Barat masih sangat minim perhatian sehingga kondisi ini bisa mengakibatkan potensi kecelakaan bagi pengguna kendaraan.

Penerangan Jalan Ahmad Yani-Pantura Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 18:01

Menyeret Emak dan Bapak Ke Pengadilan

Banyak Lansia atau orang tua yang disidangkan oleh anak kandungnya di pengadilan yang semestinya tidak terjadi peristiwa nirempati tersebut

Ruang sidang bukan tempat membalas budi orang tua. Utamakan musyawarah dan kasih sayang. (Sumber: Ilustrasi oleh Gemini AI)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 16:45

Penertiban PKL: Apakah Menuju Bandung yang lebih Ramah dengan Pejalan Kaki?

Beberapa waktu ke belakang Bandung sedang melakukan penertiban PKL di Jalan Kiaracondong dan Cihapit tentunya harapannnya pejalan kaki mendapatkan haknya kembali.

Ilustrasi Penertiban PKL. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 14:52

Momentum Memerdekakan Guru

Menjadi anomali bahwa profesi guru mendapatkan tuntutan, tetapi dalam kehidupannya masih di bawah dari harapan.

Ilustrasi guru dan siswa di ruang kelas sekolah. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 13:49

Proyeksi JPO UIN Bandung: Realisasi atau Ilusi?

Sebuah kritik dan saran kepada birokrasi UIN Bandung terkait usulan pengadaan JPO di depan gerbang kampus yang berhadapan langsung dengan Jalan A.H. Nasution.

Lanskap Jalan A.H Nasution di jam aktifitas. (Sumber: Dipotret dengan ponsel pribadi. | Foto: Rifki Ahmad Ma'ruf)