Blunder Pratikno sambil Cengengesan: Saya Agak Ngantuk

3 menit baca
Dias Ashari
Ditulis oleh Dias Ashari diterbitkan
Menteri Kemenko PMK, Pratikno. (Sumber: Kemenko PMK)
Menteri Kemenko PMK, Pratikno. (Sumber: Kemenko PMK)

Belakangan ini sering terdengar gaya komunikasi para pejabat publik di era kepemimpinan Prabowo Subianto yang tak luput dari kontroversi, lantaran pernyataan tersebut seringkali blunder.

Di awal tahun 2025 misalnya, ketika #KaburAjaDulu menjadi ramai kembali setelah Wamenaker Noel Ebenezer menanggapi fenomena tersebut dengan mengatakan"Kabur Aja Jangan Balik Lagi". Sepertinya Noel tidak paham konteks kabur aja dulu yang disuarakan rakyat, ini bukan berarti benar-benar datang dari hati. #KaburAjaDulu merupakan bentuk protes bagi pemerintah yang kian tidak memberikan solusi bagi pengangguran di Indonesia.

Sementara itu berdasarkan wawancara yang dilakukan pihak tempo.com, Juru Bicara PDIP, Guntur Romli menilai bahwa komen wamenaker tidak mencerminkan pejabat melainkan sekelas dengan buzzer, seharusnya Noel bisa lebih bijak dalam merespon aspirasi masyarakat. Menurut Guntur #KaburAjaDulu merupakan bentuk kekecewaan dan kritik dari WNI terkait permasalahan di dalam negeri.

Pada kasus lain justru wamenag melegalkan budaya preman berkedok ormas dengan menanggapi pernyataan terkait dengan THR seperti demikian "Sudah Budaya Lebaran". Sangat disayangkan ketika ucapan tersebut keluar dari staff Kementrian Agama. Terlebih di Indonesia sendiri agama masih menjadi suatu pegangan teguh yang menjadi prinsip hidup.

Wamenag Raden Muhammad Syafi'i justru menilai bahwa fenomena THR merupakan budaya yang lumrah terjadi di Indonesia dan bukan suatu hal yang perlu dipersoalkan. Seorang pengamat kebijakan publik dari Interest Group Agus Pambagio justru menilai bahwa fenomena THR berakar dari permasalahan ekonomi.

Menurutnya fenomena ini terjadi karena banyak masyarakat yang tidak memiliki pekerjaan tetap. Hal ini juga diperparah dengan adanya PHK. Agus sangat menyayangkan pernyataan tersebut keluar dari seorang wamenag yang justru seolah merendahkan bangsa ini.

Hal konyol lain datang dari pernyataan Kepala Kantor Kepresidenan Hasan Nasbi mengenai teror kepala babi yang dikirm ke Redaksi Tempo. Awalnya seorang jurnalis tempo bernama Francisca Christy Rosana alias Cica mendapatkan sebuah paket yang langsung diterima oleh sekuriti gedung. Kepala babi dengan telinga yang terpotong dan penuh darah dengan aroma yang busuk , terpampang nyata setelah Cica membuka bungkusan stirofoam.

Salah Satu Komentar Netizen di Instagram (Sumber: Instagram | Reogkita)
Salah Satu Komentar Netizen di Instagram (Sumber: Instagram | Reogkita)

Lucunya Hasan Nasbi merespons teror tersebut dengan nirempati sehingga pernyataannya menuai sorotan dari berbagai. Hasbi justru menanggapi dengan ucapan penuh komedi "Sudah dimasak Saja".

Eks Menteri Susi Pudjiastuti menanggapi cuitan tersebut lewan akun x nya.

"Ignorance !!!!!, he has to stop represent goverment talking in public" sambil tag akun Prabowo Subianto.

Teranyar adalah cara Menteri Kemenko PMK Pratikno dalam menanggapi pertanyaan wartawan ketika diminta pandangannya terhadap kasus raya, balita 4 tahun asal Sukabumi yang baru saja meninggal karena infeksi TBC dan cacing gelang.

Nahasnya Pratikno menanggapi situasi duka dengan ucapan yang jauh dari rasa empati

"Tapi detailnya nanti di Kemenkes ya. Mba kan lihat Saya Ini Agak Ngantuk, Ha...Ha..Haa."

Pernyataan yang dianggap cengengesan tersebut langsung menjadi sorotan netizen pada setiap kolom komentar yang ada di media sosial.

Komentar lainnya datang dari netizen yang menunjukkan bagaimana suatu pandangan harusnya disampaikan.

Komentar Netizen di Instagram (Sumber: Instagram | Reogkita)
Komentar Netizen di Instagram (Sumber: Instagram | Reogkita)

Komentar di atas justru dipandang lebih bertika dibandingkan yang dituturkan oleh Pratikno.

Jadi sebetulnya siapa yang jadi Pejabat di negeri ini ?

Jangan-jangan selama ini, sebetulnya "Pejabat yang Tertukar", karena realitasnya seringkali rakyat sedikit lebih berpikir jernih dan tau kapan harus berempati dibandingkan dengan para pemangku kebijakan. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 08 Okt 2026, 19:14

Ketika Keamanan Pangan Kota Bandung Diuji Kasus 88 Seoul

Momentum untuk melihat kembali bagaimana keamanan pangan dan perlindungan konsumen diterapkan dalam industri kuliner Kota Bandung yang terus berkembang.

Ilustrasi Walikota Bandung sedang sidak keamanan pangan. (Sumber: ilustrasi dikreasi dengan chatgpt | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 18:13

Bagaimana Menjadikan Kota Bandung sebagai Sentra Batik Utama di Jawa Barat

Bandung berpotensi menjadi sentra batik utama Jawa Barat. Melalui inovasi motif modern, penguatan pengrajin lokal dan dukungan festival budaya, batik Bandung siap mendominia pasar lokal dan global.

Damakara Store di Cihapit. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Rizma Riyandi)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 17:43

Khazanah Masakan Bogor Tempo Doeloe: Warisan Gastronomi Leluhur yang Kian Langka

Kuliner Bogor tempo doeloe adalah bagian tak terpisahkan dari identitas budaya Sunda dan kekayaan gastronomi Nusantara.

Cungkring merupakan sajian khas Bogor berupa sate kulit sapi yang dibalut gurihnya bumbu rempah dan kacang. (Sumber: Youtube | Foto: Dyodoran)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 16:17

Mang Jaya, Maestro Dongeng Sunda yang Melintasi Zaman

Lebih dari setengah abad Mang Jaya menjaga dongeng dan bahasa Sunda tetap hidup melalui kekuatan suara dan imajinasi.

Sosok Mang Jaya, maestro dongeng Sunda yang telah puluhan tahun menghidupkan tradisi mendongeng dan memperkenalkan kekayaan cerita Sunda kepada lintas generasi. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 15:46

Memaknai Kembali Bandung Heritage

Ada sudut-sudut kota Bandung yang menyimpan cerita sejarah tapi tergerus oleh waktu. Bandung bukan hanya kota arsitektur, tapi juga tempat bahasa Sunda dicetak, dibaca dan disebarluaskan.

Gedung peninggalan Era Kolonial di Kota Bandung. (Sumber: Pexels | Foto: Andaru Firmansyah)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 13:10

Bandung Tak Bisa Hanya Diurus lewat 'PowerPoint'

Bandung tidak perlu menciptakan sejarah baru. Sejarahnya sudah ada. Yang dibutuhkan adalah menghubungkan titik-titik sejarah yang selama ini berdiri sendiri.

Salah satu sudut kawasan heritage Braga. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Arif Ruhiyat)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 12:18

Masakan-Masakan Tionghoa Populer dalam Buku 'Masakan Aneka Warna' (1969)

Buku berjudul Masakan Aneka Warna disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio (yang juga ditulis sebagai Ibu Satrio Samuel).

Buku berjudul "Masakan Aneka Warna" disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio dan diterbitkan pertama kali oleh PN Balai Pustaka tahun 1969. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Wisata & Kuliner 08 Okt 2026, 11:18

Perkedel Bondon, Pengisi Perut Masinis Hingga Tempat Mangkal Para Perempuan Malam di Bandung

Perkedel Bondon lahir dari kebutuhan akan panganan para pekerja kereta api di Kota Bandung yang hanya melayani pelanggannya pada malam hari.

warung perkede Bondon di Jalan Stasiun Timur Kota Bandung (ist)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 10:34

Menolong Tak Cukup dengan Peduli: Ketika Mental Tak Baik-Baik Saja

Tidak semua orang yang sedang berjuang dengan masalah mental berkata, “Saya butuh pertolongan.” Kadang, yang dibutuhkan hanyalah seseorang yang peka kalau saya sedang tidak baik-baik saja.

Pembukaan Program Psikoedukasi Kesehatan Mental Remaja Pusjar SKTAN Tahun 2026. (Sumber: Humas Pusjar SKTAN | Foto: Humas Pusjar SKTAN)
Sejarah 08 Okt 2026, 09:24

Pertumbuhan Penduduk dan Hilangnya Penampung Air di Bandung

Banyak daerah di Bandung yang menggunakan nama Situ. Istilah ini merujuk pada keberadaan sebuah danau di tempat tersebut. Seperti Situ Aksan, Situ Sudimampir dan Situ Gunting

Situ aksan pada zama dahulu.(foto Istimewa)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 07:43

Kenapa Maling di Negeri Ini Tidak Takut CCTV?

Di tengah ekonomi yang semakin sulit kejadian kriminalitas semakin meningkat terutama untuk pencurian sepedah motor di Bandung

Gambaran curanmor di CCTV (Sumber: Istimewa)
Sejarah 07 Okt 2026, 19:44

Mengenang Persitiwa Perobekan Bendera Belanda di Bandung

Bandung memiliki catatan sejarah penting dalam penyebaran teks proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 1945 lalu. Para pemuda radio Bandung adalah para pelaku utamanya proses pengambilalihan sejumlah fa

Gedung Bekas Bank DENIS tempat peristiwa perobekan Bendera Belanda terjadi di Bandung. Gedung ini sekarang menjadi gedung bank bjb
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 18:59

Inisiatif Rail Clinic Berbasis RS Dustira, Terobosan Faskes di Jawa Barat

RS Dustira dan Stasiun Cimahi. Keduanya berada sangat berdekatan dan memiliki sejarah panjang yang tidak terpisahkan dari perkembangan Kota Cimahi

Rumah sakit Dustira dilihat dari skibridge Stasiun Cimahi (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 17:27

Punahnya Satwa yang Dilindungi Akibat Bencana Ekologis

Alam sebagai habitat harus dijaga agar bisa diminimalisir bencana ekologis. Perluasan untuk peningkatan ekonomi seharusnya mempertimbangkan kondisi hutan, di mana habitat satwa menjaga keseimbangan.

Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae). (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Nyonyofoto)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 15:54

Pesona Garut (Bagian 2): 'Surga dari Timur', Rekam Sejarah, dan Mahakarya Gastronomi Pasundan

Kabupaten Garut tak hanya dikenal lewat bentang alamnya yang memikat, tetapi juga keberagaman warisan kulinernya yang kaya akan nilai sejarah dan kearifan lokal.

Dodol menjadi salah satu oleh-oleh paling ikonik dari Garut. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Midori)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 14:41

Persamaan dan Perbedaan antara Sejarah, Tarikh, Riwayat, Hikayat, Babad, Mitologi dan Legenda

Bedah tuntas persamaan dan perbedaan sejarah, tarikh, riwayat, hikayat, babad, mitologi dan legenda. Pahami makna, karakteristik serta posisinya dalam literatur historis dan kultural Nusantara.

Seorang pengunjung mencari buku di antara rak-rak sempit Perpustakaan Batu Api, Jatinangor, Sabtu 9 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 13:10

Tebang Pilih Hukum: Investigasi Keracunan 88 Seoul vs Keracunan MBG

Hukum yang ada di Indonesia seringkali tebang pilih karena tajam ke bawah dan tumpul ke atas salah satunya investigasi keracunan.

Restoran 88 Seoul Paskal (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 12:36

DNA Sunda di Tanah Banyumas

Berkisah tentang folklore dan toponimi yang mengaitkan keterkaitan Banyumas dengan Sunda.

DNA Sunda di Tanah Banyumas (Sumber: GeminiAi)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 10:54

Tarif Parkir Rp65.000 dan Negara yang Kalah di Pinggir Jalan Kota Bandung

Kasus tari parkir Rp65.000 di Jalan Diponegoro, Bandung, seharusnya tidak berhenti pada pertanyaan siapa oknumnya. Pelaku, jika terbukti melanggar, tentu harus ditindak.

Petugas sedang melakukan pemeriksaan bus pariwisata. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Muslim Yanuar)
Beranda 07 Okt 2026, 09:42

Halte BRT di Tengah Jalan Satu Arah, Solusi atau Biang Macet Baru di Ahmad Yani Cicadas?

Pembangunan halte BRT di tengah Jalan Ahmad Yani picu kekhawatiran macet. Warga dan pengamat mengkritik desain, Pemkot pilih percepat proyek, sementara perencana ungkap manfaat BRT.

Sejumlah pekerja menyelesaikan proyek pembangunan halte BRT di Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, Selasa 6 Oktober 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)