Mispersepsi Penggunaan Obat Amoxillin di Masyarakat

3 menit baca
Dias Ashari
Ditulis oleh Dias Ashari diterbitkan
Amoxillin menjadi salah satu jenis antibiotik yang penggunannya sering mengundang miss persepsi di masyarakat. (Sumber: Freepik)
Amoxillin menjadi salah satu jenis antibiotik yang penggunannya sering mengundang miss persepsi di masyarakat. (Sumber: Freepik)

"Teh meser Amoxillin 1 strip,"

"Dupi keluhana naon? kumargi amoxillin mah teu tiasa sembarangan nuangna."

"Ah tos biasa da abi mah pami nyareri awak sok nganggo amoxillin langsung damang."

***

Percakapan di atas sering terjadi ketika melakukan pelayanan farmasi di apotek. Kasus di atas masih dapat diatasi dengan cukup baik karena keterbukaan pasien terhadap rencana penggunaan terapi obat. Berbeda halnya ketika pasien sama sekali enggan menjawab dan beberapa diantaranya justru menjawab: "Yah pokonya mah buat eta weh, jangan banyak tanya."

Padahal mengonfirmasi kegunaan obat sangat penting agar pasien tidak salah memilih terapi obat untuk keluhan yang dirasakannya.

Amoxillin merupakan jenis antibiotik yang sangat familiar penggunaannya di masyarakat. Dibandingkan dengan jenis antibiotik lain seperti cefixime, thiampenicol, cefadroxil, co-amoxiclav dan beberapa jenis antibiotik yang sering ditemukan dalam resep.

Selain harganya murah, obat ini juga dianggap sebagai obat dewa karena diduga bisa mengobati semua keluhan pasien. Padahal yang sebenarnya terjadi " Yang dianggap kesembuhan hanyalah sebuah sugesti".

Mirisnya selain terjadi mispersepsi penggunaan antibiotik amoxillin untuk manusia, masyarakat juga sering memberikan amoxiliin untuk ayam, kambing dan jenis hewan peliharaan lainnya. Ironinya pemberian antibiotik pada hewan ditunjukkan untuk kegiatan sabung ayam--yang dipercayai pemberian antibiotik tersebut bisa membuat ayam kuat saat bertarung. Hal ini berpotensi manusia bisa mengalami resistensi obat karena daging yang dikonsumsi dari hewan yang terpapar obat antibiotik tersebut.

Sejauh ini masyarakat membeli antibiotik untuk menyembuhkan flu, alergi, sakit badan, pusing, lambung dan demam. Padahal antibiotik adalah jenis obat yang digunakan untuk mengobati infeksi bakteri. Sementara saat flu, antibiotik tidak relevan karena flu disebabkan oleh virus dan penyembuhannya cukup dengan istirahat yang cukup, makan gizi seimbang dan asupan multivitamin.

Alergi juga tidak ada kaitannya dengan penggunaan antibiotik karena alergi disebabkan karena daya tahan tubuh yang buruk, sehingga ketika ada penyebab alergi seperti debu, makanan laut atau suhu udara yang rendah bisa memperparah terjadinya alergi. Penyakit alergi sangat sulit disembuhkan karena kaitannya dengan imunitas tubuh. Alergi tidak bisa disembuhkan secara sempurna selain mengubah pola hidup dan melakukan pencegahan supaya alergi tidak datang berulang dalam waktu yang singkat.

Sakit badan juga tidak ada relevansi penggunaannya dengan antibiotik. Sakit badan erat hubungannya dengan peradangan pada sendi atau otot. Sehingga penggunaan antibiotik dalam kondisi ini sangat tidak tepat. Sakit badan hanya bisa disembuhkan dengan pemberian obat analgesik (antinyeri) non-opioid, OAINS dan beberapa obat seperti ibu profen, paracetamol, natrium diklofenak, dexketoprofen serta anti nyeri golongan lainnya.

Penggunaan antibiotik yang tidak tepat guna bisa menyebabkan kondisi resistensi pada tubuh manusia. Istilah lebih familiarnya adalah kondisi di mana tubuh seseorang sudah kebal dengan berbagai jenis pengobatan antibiotik karena bakteri yang belum mati sepenuhnya dalam tubuh bisa bertransformasi lebih banyak dan sudah lebih pintar mendeteksi obat yang masuk ke dalam tubuh.

Sederhananya bakteri sudah mengenali sistem kerja obat, sehingga bakteri bisa melawan obat yang seharusnya bisa bekerja sebaliknya yaitu membunuh infeksi bakteri.

Ilustrasi obat. (Sumber: Pexels/Pixabay)
Ilustrasi obat. (Sumber: Pexels/Pixabay)

Dalam sebuah jurnal medis terkemuka di luar negeri bernama The Lancet, memaparkan bahwa pada tahun 2050 diperkirakan sejumlah 39 juta jiwa direnggut karena infeksi bakteri yang kebal terhadap antibiotik. Perkiraan ini bisa diminalisir dengan cara mengambil langkah untuk meningkatkan pelayanan kesehatan dan edukasi terhadap masyarakat, mencegah terjadinya infeksi dengan mengurangi penggunaan antibiotik yang tidak tepat dan tidak sesuai dengan petunjuk dokter dan langkah ekstrim dengan menemukan antibiotik jenis baru jika resistensi antibiotik tidak kunjung bisa dikendalikan.

Namun satu point kesadaran dari masyarakat lebih penting dari upaya lainnya yang sudah dipersiapkan untuk meminimalisir kejadian resistensi bakteri.

Bijak yuk, dalam menggunakan antibiotik! Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter, apoteker dan tenaga kesehatan lainnya. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 08 Okt 2026, 19:14

Ketika Keamanan Pangan Kota Bandung Diuji Kasus 88 Seoul

Momentum untuk melihat kembali bagaimana keamanan pangan dan perlindungan konsumen diterapkan dalam industri kuliner Kota Bandung yang terus berkembang.

Ilustrasi Walikota Bandung sedang sidak keamanan pangan. (Sumber: ilustrasi dikreasi dengan chatgpt | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 18:13

Bagaimana Menjadikan Kota Bandung sebagai Sentra Batik Utama di Jawa Barat

Bandung berpotensi menjadi sentra batik utama Jawa Barat. Melalui inovasi motif modern, penguatan pengrajin lokal dan dukungan festival budaya, batik Bandung siap mendominia pasar lokal dan global.

Damakara Store di Cihapit. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Rizma Riyandi)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 17:43

Khazanah Masakan Bogor Tempo Doeloe: Warisan Gastronomi Leluhur yang Kian Langka

Kuliner Bogor tempo doeloe adalah bagian tak terpisahkan dari identitas budaya Sunda dan kekayaan gastronomi Nusantara.

Cungkring merupakan sajian khas Bogor berupa sate kulit sapi yang dibalut gurihnya bumbu rempah dan kacang. (Sumber: Youtube | Foto: Dyodoran)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 16:17

Mang Jaya, Maestro Dongeng Sunda yang Melintasi Zaman

Lebih dari setengah abad Mang Jaya menjaga dongeng dan bahasa Sunda tetap hidup melalui kekuatan suara dan imajinasi.

Sosok Mang Jaya, maestro dongeng Sunda yang telah puluhan tahun menghidupkan tradisi mendongeng dan memperkenalkan kekayaan cerita Sunda kepada lintas generasi. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 15:46

Memaknai Kembali Bandung Heritage

Ada sudut-sudut kota Bandung yang menyimpan cerita sejarah tapi tergerus oleh waktu. Bandung bukan hanya kota arsitektur, tapi juga tempat bahasa Sunda dicetak, dibaca dan disebarluaskan.

Gedung peninggalan Era Kolonial di Kota Bandung. (Sumber: Pexels | Foto: Andaru Firmansyah)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 13:10

Bandung Tak Bisa Hanya Diurus lewat 'PowerPoint'

Bandung tidak perlu menciptakan sejarah baru. Sejarahnya sudah ada. Yang dibutuhkan adalah menghubungkan titik-titik sejarah yang selama ini berdiri sendiri.

Salah satu sudut kawasan heritage Braga. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Arif Ruhiyat)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 12:18

Masakan-Masakan Tionghoa Populer dalam Buku 'Masakan Aneka Warna' (1969)

Buku berjudul Masakan Aneka Warna disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio (yang juga ditulis sebagai Ibu Satrio Samuel).

Buku berjudul "Masakan Aneka Warna" disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio dan diterbitkan pertama kali oleh PN Balai Pustaka tahun 1969. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Wisata & Kuliner 08 Okt 2026, 11:18

Perkedel Bondon, Pengisi Perut Masinis Hingga Tempat Mangkal Para Perempuan Malam di Bandung

Perkedel Bondon lahir dari kebutuhan akan panganan para pekerja kereta api di Kota Bandung yang hanya melayani pelanggannya pada malam hari.

warung perkede Bondon di Jalan Stasiun Timur Kota Bandung (ist)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 10:34

Menolong Tak Cukup dengan Peduli: Ketika Mental Tak Baik-Baik Saja

Tidak semua orang yang sedang berjuang dengan masalah mental berkata, “Saya butuh pertolongan.” Kadang, yang dibutuhkan hanyalah seseorang yang peka kalau saya sedang tidak baik-baik saja.

Pembukaan Program Psikoedukasi Kesehatan Mental Remaja Pusjar SKTAN Tahun 2026. (Sumber: Humas Pusjar SKTAN | Foto: Humas Pusjar SKTAN)
Sejarah 08 Okt 2026, 09:24

Pertumbuhan Penduduk dan Hilangnya Penampung Air di Bandung

Banyak daerah di Bandung yang menggunakan nama Situ. Istilah ini merujuk pada keberadaan sebuah danau di tempat tersebut. Seperti Situ Aksan, Situ Sudimampir dan Situ Gunting

Situ aksan pada zama dahulu.(foto Istimewa)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 07:43

Kenapa Maling di Negeri Ini Tidak Takut CCTV?

Di tengah ekonomi yang semakin sulit kejadian kriminalitas semakin meningkat terutama untuk pencurian sepedah motor di Bandung

Gambaran curanmor di CCTV (Sumber: Istimewa)
Sejarah 07 Okt 2026, 19:44

Mengenang Persitiwa Perobekan Bendera Belanda di Bandung

Bandung memiliki catatan sejarah penting dalam penyebaran teks proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 1945 lalu. Para pemuda radio Bandung adalah para pelaku utamanya proses pengambilalihan sejumlah fa

Gedung Bekas Bank DENIS tempat peristiwa perobekan Bendera Belanda terjadi di Bandung. Gedung ini sekarang menjadi gedung bank bjb
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 18:59

Inisiatif Rail Clinic Berbasis RS Dustira, Terobosan Faskes di Jawa Barat

RS Dustira dan Stasiun Cimahi. Keduanya berada sangat berdekatan dan memiliki sejarah panjang yang tidak terpisahkan dari perkembangan Kota Cimahi

Rumah sakit Dustira dilihat dari skibridge Stasiun Cimahi (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 17:27

Punahnya Satwa yang Dilindungi Akibat Bencana Ekologis

Alam sebagai habitat harus dijaga agar bisa diminimalisir bencana ekologis. Perluasan untuk peningkatan ekonomi seharusnya mempertimbangkan kondisi hutan, di mana habitat satwa menjaga keseimbangan.

Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae). (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Nyonyofoto)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 15:54

Pesona Garut (Bagian 2): 'Surga dari Timur', Rekam Sejarah, dan Mahakarya Gastronomi Pasundan

Kabupaten Garut tak hanya dikenal lewat bentang alamnya yang memikat, tetapi juga keberagaman warisan kulinernya yang kaya akan nilai sejarah dan kearifan lokal.

Dodol menjadi salah satu oleh-oleh paling ikonik dari Garut. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Midori)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 14:41

Persamaan dan Perbedaan antara Sejarah, Tarikh, Riwayat, Hikayat, Babad, Mitologi dan Legenda

Bedah tuntas persamaan dan perbedaan sejarah, tarikh, riwayat, hikayat, babad, mitologi dan legenda. Pahami makna, karakteristik serta posisinya dalam literatur historis dan kultural Nusantara.

Seorang pengunjung mencari buku di antara rak-rak sempit Perpustakaan Batu Api, Jatinangor, Sabtu 9 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 13:10

Tebang Pilih Hukum: Investigasi Keracunan 88 Seoul vs Keracunan MBG

Hukum yang ada di Indonesia seringkali tebang pilih karena tajam ke bawah dan tumpul ke atas salah satunya investigasi keracunan.

Restoran 88 Seoul Paskal (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 12:36

DNA Sunda di Tanah Banyumas

Berkisah tentang folklore dan toponimi yang mengaitkan keterkaitan Banyumas dengan Sunda.

DNA Sunda di Tanah Banyumas (Sumber: GeminiAi)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 10:54

Tarif Parkir Rp65.000 dan Negara yang Kalah di Pinggir Jalan Kota Bandung

Kasus tari parkir Rp65.000 di Jalan Diponegoro, Bandung, seharusnya tidak berhenti pada pertanyaan siapa oknumnya. Pelaku, jika terbukti melanggar, tentu harus ditindak.

Petugas sedang melakukan pemeriksaan bus pariwisata. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Muslim Yanuar)
Beranda 07 Okt 2026, 09:42

Halte BRT di Tengah Jalan Satu Arah, Solusi atau Biang Macet Baru di Ahmad Yani Cicadas?

Pembangunan halte BRT di tengah Jalan Ahmad Yani picu kekhawatiran macet. Warga dan pengamat mengkritik desain, Pemkot pilih percepat proyek, sementara perencana ungkap manfaat BRT.

Sejumlah pekerja menyelesaikan proyek pembangunan halte BRT di Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, Selasa 6 Oktober 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)