Ada Pandan Jaksi di Cijaksi

4 menit baca
T Bachtiar
Ditulis oleh T Bachtiar diterbitkan
Contoh samak atau tikar dari daun pandan. Tikar kecil dan tikar mayat (kanan). Foto dari berbagai sumber. (Sumber: Istimewa)
Contoh samak atau tikar dari daun pandan. Tikar kecil dan tikar mayat (kanan). Foto dari berbagai sumber. (Sumber: Istimewa)

Baru saja Bujangga Manik pulang dari ziarah panjangnya di sepanjang Pulau Jawa. Ia rindu untuk menemui ibundanya di kerajaan. Berita kedatangannya dengan cepat menyebar. Juga sampai ke Putri Ajung Larang, putri cantik yang berharap Bujangga Manik akan meminangnya. Ia segera menyiapkan persembahan untuk pujaan yang diangankannya.

Persembahan itu berupa aneka buahtangan yang memancarkan harapan asmara. Hantarannya dibawa oleh si Jompong Larang, isinya berupa: sirih, kapurbakar, pinang, bedak putih, cendana, bunga resa, kasturi, majakani, jaksi, kamisadi, kemenyan, wijen, akarwangi, agur-agur, parfum dari seberang, kain satin, sabuk bermotif wayang, dan keris baja (J Noorduyn dan A Teeuw, Tiga Pesona Sunda Kuna, 2006).

Satu di antara persembahan Putri Ajung Larang itu adalah jaksi (jaksi serta kamisadi, jaksi pandan dan kemenyan). Bila membandingkan dengan banten, sesajian persembahan dalam laku puja saat ini di Desa Peliatan, Kecamatan Ubud, Bali, terdapat bunga pandan pudak, daun pandanharum, dan kembang rampe.

Pandan pudak atau pandang lengis ini menurut beberapa pendapat, adalah nama lain untuk pandan jaksi. Jadi, sangat mungkin, yang disertakan dalam persembahan Putri Ajung Larang kepada Bujangga Manik itu adalah bunganya, bunga jaksi.   

Menurut K Heyne (1987) pandan jaksi itu Pandanus tectorius SOL. var., dalam sumber lain ditulis Pandanus tectorius Sol, ex Park. Namun, karena masih adanya beberapa pendapat tentang pandan ini, maka otoritas keilmuan seharusnya dapat menetapkan padanan nama-nama setempat itu ke dalam nama ilmiahnya.

Misalnya, apakah Pandanus tectorius SOL. var. itu sama dengan pandan darat atau pandan laut, pandan temen, pandan jaksi, jaksi, jaksi jalu, pandan samak, atau pandak pudak? Ada yang berpendapat bahwa pandan jaksi itu sama dengan pandan cangkuang. Namun, menurut K Heyne (1987), cangkuang (Pandanus furcatus Roxb.) mempunyai nama lain di Tatar Sunda adalah Harashas dan Solenat. 

Pandan-pandanan ini tersebar menyeluruh di berbagai belahan bumi. Marga Pandanus memiliki 700 jenis, dan 16 jenis di antaranya terdapat di Pulau Jawa. Dari 16 jenis itu, pandan samak (Pandanus odoratissimus L.f.) atau disebut juga pandan cucuk, pandan putih, pandan kapur, merupakan jenis pandan yang sudah lama dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, seperti untuk bumbu, pengobatan, tikar, topi, persembahan dalam ritual keagamaan, dan lain-lain. 

Jenis pandan yang tumbuh dengan baik di daerah pegunungan rendah di Jawa Barat, tersebar hingga di ketinggian +800 m dpl, adalah pandan jaksi. Walau daunnya lebih pendek, pandan jenis ini daunnya sangat disukai para pengrajin, karena lebih lentur, sehingga mudah dianyam. 

Nama pandan jaksi abadi dalam nama geografis, seperti: Cijaksi, yang berada di Desa Licin, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang.

Di Kabupaten Tasikmalaya ada Kampung Cijaksi dan Kampung Jaksi yang berada di Desa Tanjungbarang, Kecamatan Cikatomas. Masih di Kabupaten Tasikmalaya, ada Kampung Cijaksi di Desa Sumberjaya, Kecamatan Tegalbuleud, dan Kampung Jaksi di Desa Mandalawangi, Kecamatan Salopa. Di Kabupaten Sukabumi ada Kampung Cijaksi di Desa Sumberjaya, Kecamatan Tegalbuleud. Dan di Kabupaten Garut, ada Babakan Jaksi di Desa Jati, Kecamatan Tarogong Kaler. Sedangkan di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, ada Kampung Leuwi Jaksi di Kecamatan Cimarga. Setidaknya di kawasan itulah pada masa lalu pernah terdapat pandan jaksi, sehingga menjadi ciri bumi.

Pengrajin anyaman pandan yang terkenal adalah di Rajapolah, Tasikmalaya (Provinsi Jawa Barat) dan di Tangerang (sekarang Provinsi Banten).

Antara tahun 1918 sampai tahun 1925, tikar pandan dan kerajinan lainnya telah dikirim ke berbagai daerah, seperti ke: Ambon, Bali, Bawean, Belawan, Bengkulu, Belitung, Jakarta, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kepulauan Anambas, Lampung, Lhokseumawe, Lombok, Manado, Natuna Selatan, Padang, Palembang, Pantai Timur Sumatra, Pekanbaru, Riau, Semarang, Sibolga, Sigli, Sumatra Barat, Tapanuli, Timor, dan Ujung Pandang. Bahkan, sampai tahun 1925, dilaporkan bahwa Tangerang merupakan salah satu pusat produksi kerajinan pandan di Nusantara, yang produknya dipasarkan ke Amerika Serikat, Australia, Belanda, Italia, Perancis, dan Singapura.

Di Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, kerajinan anyaman mulai berkembang pesat sejak tahun 1911, yang telah dirintis sebelum itu oleh haji Yasin dan para santrinya (S Dloyana Kusumah, 1985). Yang populer saat itu adalah topi dan samak, tikar pandan.

Hasilnya, topi-topi dan kerajinan lainnya disimpan di bufet yang ada di stasiun kereta api Tasikmalaya. Usaha kerajinan pandan haji Yasin berkembang pesat setelah mendapatkan pesanan dalam jumlah besar dari Tuan Vercizonk.

Popularitas topi kepanduan, tikar, dompet, dll dari pandan jaksi, menjadikan pengusaha dan para pengrajinnya mendapatkan penghasilan yang layak. Ada kampung tempat para pengrajin tinggal, yang kemudian dijuluki Kampung Legok Ringgit, karena kemakmuran warganya, dan toponim itu abadi sampai saat ini.

Menurut K Heyne (1927), pandan jaksi itu daunnya lebih pendek. Pada usia tiga tahun, panjang daunnya kira-kira 75 cm, dan mulai dipotong. Pada tahun kelima, panjang daunnya mencapai 125 cm. Di Kabupaten Tasikmalaya, seperti ditulis K Heyne, pandan jaksi banyak ditanam di lahan pinggir rel kereta api. Ternyata, setelah satu abad lamanya, budidaya pandan jaksi masih ditanam di lahan PT KAI, seperti di Desa Manggungsari, Kecamatan Rajapolah, Tasikmalaya.

Pandan jaksi sangat penting dalam kehidupan manusia, digunakan dalam berbagai keperluan, untuk ritual, pengobatan, isi persembahan, sejak zaman kerajaan hingga kini,bahkan hingga nanti saat mati. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 16 Okt 2026, 20:03

KDM dan Tantangan Mengubah Empati Menjadi Kebijakan

Pemimpin dengan skor empati tinggi bisa berhasil ketika mereka membangun institusi yang mampu menerjemahkan empati menjadi kebijakan yang bermakna.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 18:00

Pengalaman Memandu SMP Atirah Makassar #1

Pengalaman memandu siswa kelas 8 dari SMP Atirah, Bukit Baruga, Makassar, pada tanggal 5 Oktober hingga 9 Oktober kemarin.

Pengalaman memandu siswa kelas 8 dari SMP Atirah, Bukit Baruga, Makassar, pada tanggal 5 Oktober hingga 9 Oktober kemarin. (Sumber: Malia Nur Alifa)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 16:57

Ketika Foto Menjadi Saksi Sejarah: Ray Bachtiar dan Perjalanan Dunia Visual

Fotografi menyimpan jejak sejarah dan ingatan bangsa. Talkshow “Jejak Visual” mengulas evolusi fotografi dan videografi bersama Ray Bachtiar Dradjat di Museum Mandiri, Kota Tua Jakarta.

Praktisi fotografi Ray Bachtiar Dradjat menjadi narasumber talkshow “Jejak Visual: Evolusi Fotografi dan Videografi”. (Sumber: Ray Bachtiar Dradjat)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 16:42

Menelusuri Jejak Benny Soebardja, Sang Godfather Rock Progresif Indonesia

Buku Benny Soebardja: The Progressive Years karya Zuhair Alyafie mengulas perjalanan Benny Soebardja dan perannya dalam membentuk sejarah rock progresif Indonesia.

Benny Soebardja: Perjalanan Sang Godfather Rock Progresif Indonesia (Sumber: Zuhair Alyafie)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 15:21

Peran Bank Perekonomian Rakyat Mencegah Jerat Rentenir di Bandung

Tujuan utama perbankan daerah bukan hanya menghimpun dana dan menyalurkan kredit. Keberadaannya menjaga martabat ekonomi keluarga di Bandung.

Ilustrasi pentingnya peran Bank Perekonomian Rakyat di Kota Bandung. (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 13:58

Cerita Perjalanan Menuju Palimanan dan Belajar Keberanian dari Lapak Baca Buku Gratis Cirebon

Kegiatan membuka lapak untuk membaca buku gratis mulai hadir di beberapa kota untuk meningkatkan minat literasi, begitu juga dengan Kota Cirebon.

Baca Buku Gratis di Alun-Alun Palimanan Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 11:07

Jalur Banjaran–Pangalengan Seringkali Padat: Mengapa Kemacetan Terjadi?

Kemacetan di jalur Banjaran–Pangalengan menjadi perhatian karena jalur ini digunakan oleh warga untuk beraktivitas sehari-hari sekaligus menjadi akses menuju kawasan wisata.

Dokumentasi kemacetan di daerah Pasar Banjaran.
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 10:07

SKS: Kebiasaan Buruk atau Mekanisme Bertahan Mahasiswa?

Tugas menumpuk dan tenggat mendekat membuat mahasiswa begadang demi menyelesaikan pekerjaan. Apakah SKS sekadar kebiasaan buruk atau cara bertahan di tengah tuntutan akademik?

night study (Sumber: pexels.com | Foto: Bikram Bezbaruah)
Bandung 15 Okt 2026, 19:59

Industri Hiburan Bandung Masih Bergelora, Playlist Rewind 2026 Jadi Bukti Eksistensi Kota Musik

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026.

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 17:57

Para Insinyur Planologi, Arsitektur dan Sipil Terkemuka Yang Terlibat Pembangunan Kota Bandung dan Cimahi (Bagian 1)

Kisah insinyur planologi, arsitektur dan sipil terkemuka dalam membangun Bandung dan Cimahi. Temukan jejak sejarah, inovasi tata kota dan mahakarya ikonis mereka di sini!

Lukisan cat air Gedung Sate (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2)
Bandung 15 Okt 2026, 16:41

Menolak Lupa Rasa Rumah, 11 Tahun Warung Kopi Imah Babaturan Merawat Hangatnya Bandung

Tepat pada 15 Oktober 2026, warung kopi dan rumah makan, yakni Warung Kopi Imah Babaturan yang bersemayam di jantung Kota Bandung ini merayakan hari jadinya yang ke-11.

Pemilik Warung Kopi Imah Babaturan, yakni Mohammad Nurul Hudha dan sang istri, Anggia Bonyta. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:48

Relasi Santri dengan Indonesia

Refleksi Hari Santri Nasional 2026: menelusuri jejak Resolusi Jihad, peran ulama, dan perjuangan santri dalam mempertahankan kemerdekaan serta menjaga hubungan santri dan negara.

Relasi Santri dengan Indonesia (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:09

Ketika Pertemanan Punya Target Harian: Terhubung atau Sekadar Menjaga Api Streak TikTok?

Pernah takut api streak TikTok dengan teman terputus? Kebiasaan ini bisa menjaga komunikasi, tetapi juga terasa seperti kewajiban harian. Apakah kita benar-benar terhubung atau sekadar menjaga angka?

Fitur api streak TikTok bisa menjadi cara menyenangkan untuk menjaga komunikasi.
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:03

Pardoks 'Tidak Ada Bukti' dalam Kasus Pelecehan Seksual di Unpas

Data menunjukkan bahwa laporan palsu -- atau bahkan fitnah -- dalam kasus kekerasan dan pelecehan seksual di kampus sangat rendah, sementara underreporting sangat tinggi. Apa artinya?

Aksi mahasiswa Universitas Pasundan (Unpas) Bandung terkait dugaan kekerasan seksual oleh oknum dosen. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 12:03

Mengenal Emma Poeradiredja dan Jejak Politik Perempuan Sunda

Emma Peoradiredja, seorang tokoh perempuan sunda yang membukakan jalan berpolitik untuk perempuan di tanah sunda

Emma Poeradiredja
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 22:06

Bandung dan Cirebon Sama-Sama Minim Penerangan Lampu Jalanan

Penerangan jalan umum di wilayah Jawa Barat masih sangat minim perhatian sehingga kondisi ini bisa mengakibatkan potensi kecelakaan bagi pengguna kendaraan.

Penerangan Jalan Ahmad Yani-Pantura Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 18:01

Menyeret Emak dan Bapak Ke Pengadilan

Banyak Lansia atau orang tua yang disidangkan oleh anak kandungnya di pengadilan yang semestinya tidak terjadi peristiwa nirempati tersebut

Ruang sidang bukan tempat membalas budi orang tua. Utamakan musyawarah dan kasih sayang. (Sumber: Ilustrasi oleh Gemini AI)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 16:45

Penertiban PKL: Apakah Menuju Bandung yang lebih Ramah dengan Pejalan Kaki?

Beberapa waktu ke belakang Bandung sedang melakukan penertiban PKL di Jalan Kiaracondong dan Cihapit tentunya harapannnya pejalan kaki mendapatkan haknya kembali.

Ilustrasi Penertiban PKL. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 14:52

Momentum Memerdekakan Guru

Menjadi anomali bahwa profesi guru mendapatkan tuntutan, tetapi dalam kehidupannya masih di bawah dari harapan.

Ilustrasi guru dan siswa di ruang kelas sekolah. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 13:49

Proyeksi JPO UIN Bandung: Realisasi atau Ilusi?

Sebuah kritik dan saran kepada birokrasi UIN Bandung terkait usulan pengadaan JPO di depan gerbang kampus yang berhadapan langsung dengan Jalan A.H. Nasution.

Lanskap Jalan A.H Nasution di jam aktifitas. (Sumber: Dipotret dengan ponsel pribadi. | Foto: Rifki Ahmad Ma'ruf)