Mengatasi Permasalahan Limbah Plastik dengan Paving Block

3 menit baca
Dias Ashari
Ditulis oleh Dias Ashari diterbitkan
Ilustrasi Paving Block (Sumber: Freepik)
Ilustrasi Paving Block (Sumber: Freepik)

Isu lingkungan yang berkaitan dengan sampah plastik memang sudah menjadi permasalahan krusial yang menunggu penyelesaian.

Berdasarkan jurnal yang berjudul "Pengaruh Bank Sampah Terhadap Jumlah Sampah Plastik di Indonesia", negara ini menjadi peringkat kedua yang mencemari sampah plastik di perairan laut dunia. Sementara sampai penelitian ini dilakukan (2023), jumlah plastik yang ada telah mencapai angka 14% dari keseluruhan produksi sampah di Indonesia.

Adanya isu ini membuat Unilever sebagai salah satu perusahaan FMCG terbesar di dunia menginisiasi program Bank Sampah. Program ini dibuat dengan tujuan untuk mengurangi sampah plastik kemasan, khususnya pada produk Unilever dengan cara mendaur ulang dan memaksimalkan nilai dari sampah tersebut.

Toni Permana yang mengolah sampah plastik menjadi paving block (Posisi di Tengah) (Sumber: Screenshot Tiktok | Toni.ban-bar)
Toni Permana yang mengolah sampah plastik menjadi paving block (Posisi di Tengah) (Sumber: Screenshot Tiktok | Toni.ban-bar)

Pertama kali muncul pengolahan bank sampah yang mengelola sampah plastik menjadi produk paving block adalah video dari akun tiktok bernama @tonipermanabanbar yang sudah lama melakukan inovasi tapi merasa belum ada support dari pemerintah.

Dalam video tersebut Toni mengaku sejak tahun 2017 mempunyai inovasi sendiri untuk mengelola sampah plastik menjadi paving block. Awalnya Toni menggunakan mesin manual namun seiring waktu dirinya mulai membuat mesin rakitan sendiri yang dilengkapi dengan penyaring asap dan sudah lolos dalam tahap uji emisi, uji abrasi, uji tekan, uji bakar. Namun Toni menyayangkan karena dirinya merasa kurang mendapat dukungan dari pemerintah.

Sebelum fokus mengembangkan pengelolaan bank sampah, Toni mengaku memiliki bisnis bengkel las untuk membuat pagar atau kanopi. Toni merupakan pria asal Padalarang Bandung tepatnya di Desa Sukamaju. Bahkan tempatnya sudah dijadikan pusat edukasi bank sampah desa Sukamaju Sejahtera.

Bank sampah yang dikelolanya bahkan masuk kedalam nominasi peringkat terbaik ke-4 se-Indonesia. Namun Toni merasa itu sia-sia karena tidak mendapat perhatian dari pemerintah.

Satu hal lagi. Saat ini banyak asosiasi dibentuk, banyak organisasi dibentuk tapi asosiasi hanya mencari sensasi, organisasi hanya basa-basi tapi mana dampaknya untuk lingkungan tidak ada. Hanya memanfaatkan anggota untuk menyerap anggaran doang dari CSR/IPR, dana-dana hibah pemerintah. Ujar Toni

Videonya viral dan mendapat perhatian dari Ferry Irwandi sebagai influencer. Ferry mengundang Toni untuk mengadakan diskusi dan berharap ada yang bisa ia lakukan untuk menemukan solusi dari masalah tersebut.

Dalam pertemuan tersebut Ferry menginisiasi untuk membantu dalam pengembangan produk paving block tersebut. Bahkan Ferry sudah menganalisis produk tersebut dari mulai potensi licin saat digunakan dan nyaman atau tidak nyaman.

Menurutnya masih ada beberapa perbaikan yang perlu dilakukan dan disinilah peran Ferry untuk membantu pengembangan produk paving block tersebut. Ferry juga akan membantu bagaimana pengurusan badan usaha, regulasi, serta marketing produk.

Menariknya Toni tidak hanya mengolah sampah plastik menjadi paving block saja tapi barang-barang inovatif lainnya berupa kursi mini bar, gantungan kunci dan potensi produk lainnya yang bisa diversifikasi.

Mulai sekarang mari pilah sampah dari rumah, ubah sampah jadi rupiah yang berkah. Ingat sampah itu bukan sumber. Sampah bukan barang yang menjijikan tapi menjanjikan. Dengan prinsip lakukan dari hal yang kecil sebelum mampu melakukan hal yang besar. Ungkap Toni

Sebetulnya inovasi ini juga sudah banyak dilakukan beberapa orang lainnya salah satunya di daerah Cangkuang wetan Bandung dan sudah ada dua pengusaha perempuan yang mengolahnya pada tahun 2019. Perusahaan bernama Rebricks didirikan oleh Novita Tan dan Ovy Sabrina.

Rebricks meluncurkan produk perdana dimulai pada tahun 2019 dengan membuat paving blok yang berasal dari olahan sampah plastik sekali pakai, atau rejected plastic waste.

Melihat usaha dari keduanya pengolahan sampah yang awalnya dianggap sebagai masalah lingkungan justru bisa membantu pertumbuhan ekonomi dengan penyerapan tenaga kerja di lingkungan sekitar. Inovasi ini tentunya perlu perhatian dari pemerintah serta edukasi terhadap masyarakat untuk lebih peduli dengan melakukan hal kecil melalui mengurai solusi lingkungan dari lingkungan keluarga. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 04 Nov 2026, 12:39

Ironi-Ironi dalam Nikah Siri

Refleksi pernikahan siri di Indonesia.

irono-Ironi dalam Nikah Siri (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 04 Nov 2026, 12:15

Istilah Bahasa Jawa, Jawa Kawi, Sunda dan Sansekerta untuk Besar Guncangan Gempa Bumi

Pelajari istilah besar guncangan gempa bumi dalam Bahasa Jawa, Jawa Kawi, Sunda dan Sansekerta. Temukan kekayaan kosakata tradisional untuk tingkatan getaran bencana alam kuno Nusantara di sini!

Gempa Bumi Dahsyat (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan ChatGPT)
Ayo Netizen 04 Nov 2026, 10:46

Medsos Mengubah Waktu dan Jarak

Medsos dapat merubah waktu dan jarak dalam penyampaian informasi

Dalam beberapa tahun ini, mengakses media sosial menjadi ritual yang seolah tanpa batas. (Sumber: Pexels | Foto: Ron Lach)
Ayo Netizen 04 Nov 2026, 10:18

Travel, Jalan Tol dan Perbincangan di Dalamnya

Banyak cerita-cerita yang hanya ada di perjalanan, tentang mereka yang terus berjuang di tengah kemegahan zaman.

Kemacetan akibat perbaikan dan pemeliharaan jalan di Tol Cikopo- Palimanan (Cipali). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)