Memahami dan Menghargai demi Harmoni

4 menit baca
Ibn Ghifarie
Ditulis oleh Ibn Ghifarie diterbitkan
Komik hasil adaptasi dari buku Dialog Peradaban. (Sumber: Instagram/pamerandialogperadaban)
Komik hasil adaptasi dari buku Dialog Peradaban. (Sumber: Instagram/pamerandialogperadaban)

Bila pemuka agama dan umatnya menjalankan hidup penuh dengan cinta, kasih sayang, damai, toleran dan saling menghormati segala perbedaan yang bersumber dari ajaran agama (kepercayaan) yang luhur, niscaya tak ada lagi insiden kekerasan dan intoleransi di bumi Nusantara ini.

Pasalnya, tidak ada perintah dalam ajaran agama kepada umatnya untuk berbuat jahat, saling membenci, memaki, mehakimi, hingga membuhun. Justru setiap agama mengajarkan untuk berbuat baik, mencintai, mengasihi, damai, persatuan dan persaudaraan.

"Dialog adalah benih kesetaraan" - Daisaku Ikeda. (Sumber: Instagram/pamerandialogperadaban)
"Dialog adalah benih kesetaraan" - Daisaku Ikeda. (Sumber: Instagram/pamerandialogperadaban)

Sumber Toleransi

Ahmad Syafii Maarif dalam Pengantar buku Al-Quran kitab toleransi: tafsir tematik Islam rahmatan lil'âlamîn menjelaskan Alquran merupakan fundamen toleransi. Artinya, umat Islam adalah umat terpilih Tuhan yang diperintahkan agar menjadikan toleransi sebagai nilai fundamental.

Bila umat Islam berhasil membangun toleransi, maka akan mempu membangun peradaban kemanusiaan yang berdasarkan dialog dan saling pengertian. Sebaliknya, bilamana umat Islam menebarkan kekerasan, maka yang akan terjadi adalah kehancuran dan kegagalan. Karena itu, menjadi toleran adalah pilihan yang harus diutamakan oleh setiap muslim.

Ibn Khaldun dalam magnum opusnya, Muqaddimah, memberikan pernyataan menarik perihal pentingnya toleransi, bahwa manusia pada hakikatnya adalah makhluk yang bersosial (madaniyyun bil thab'i). Karena itu, interaksi sosial dan akulturasi budaya merupakan sebuah keniscayaan.Pandangan Ibn Khaldun, bahwa bangsa-bangsa terdahulu yang mengalami kemajuan budaya, seperti Qairawan dan Cordova dalah bangsa-bangsa yang mempu membangun budaya toleransi dan interaksi sosial.

Kehidupan damai yang hampir tidak ada konflik sosial telah membuka kesempatan yang lebih luas bagi kedua bangsa itu untuk menjadi bangsa yang maju dari pelbagai sektor kehidupan, baik politik, ekonomi maupun sosial-budaya. Dalam sejarah Islam, Cordova menjadi kota ideal kedua setelah kota Madinah yang dibangun Rasulullah swt berdasarkan prinsip toleransi di tengah keragaman agama dan etnis.

Membangun toleransi pada hakikatnya adalah membangun peradaban. Dulu, pada zaman Nabi, sahabat, tabiin dan ulama abad pertengahan, toleransi merupakan salah satu nilai yang dijunjung tinggi. Mereka telah melaksanakan apa yang diperintahkan Tuhan di dalam Al-Quran dan mereka pun berhasil dalam menjalankan misinya.

Dalam Al-Quran tercatat setidaknya terdapat 300 ayat yang secara eksplisit berisi pesan tentang toleransi. Untuk mengembalikan pada paradigma "Al-Quran sebagai fundamen toleransi". Artinya, tidak mungkin Quran menganjurkan umatnya pada kekerasan, karena fundamen Al-Quran adalah toleransi, kerukunan dan perdamaian. (Zuhairi Misrawi,2010:xxviii-xxx).

"Dialog adalah budaya perdamaian" - Abdurrahman Wahid. (Sumber: Instagram/pamerandialogperadaban)
"Dialog adalah budaya perdamaian" - Abdurrahman Wahid. (Sumber: Instagram/pamerandialogperadaban)

Menebar Perdamaian

Perjuangan Gus Dur yang bersifat beyond symbol pada dasarnya bersumber dari pemikiran keislaman yang universal dan toleran. Nilai-nilai universal dan toleran dalam Islam bagi Gus Dur adalah muatan dari ajaran Islam yang mengedepankan kepedulian terhadap nilia-nilai kemanusiaan dan keterbukaan.

Yakni suatu keterbukaan yang membuat kaum muslim mampu menyerap berbagai nilai budaya dan wawasan keilmuan yang beragam dari berbagai peradaban yang saling bersinggungan sebagai akibat dari semakin meluasnya pergaulan dunia. (MN Ibad & Akhmad Fikri AF, 2012:3-4)

Muhaimin Iskandar menjelaskan sikap toleransi Gus Dur ini diistilahkan dengan sebutan “toleransi plus”, toleransi yang tidak hanya sekedar menghormati dan menghargai keyakinan (pendirian orang lain) dari agama yang berbeda, tetapi juga disertai kesediaannya untuk menerima ajaran-ajaran yang baik dari agama dan peradaban lain itu sendiri. Gus Dur sendiri menyatakan bahwa ia akan menerima dan menyampaikan kebenaran yang dating dari mana pun, apakah itu datang dari injil, bhagawad gita atau yang lainnya. (Muhaimin Iskandar, 2010:17)

Bagi Daisaku Ikeda menguraikan toleransi sesungguhnya adalah satu kesatuan yang dengan tegas tanpa mengampuni perbuatan kekerasan (ketidakbenaran) yang mengintimidasi martabat manusia. Toleransi sesungguhnya terdapat dalam jalan hidup mengarungi kebahagiaan bersama tanpa menutup mata pada penderitaan dan kesulitan orang lain.

Gus Dur telah mempraktikkan jiwa toleran yang sesungguhnya dan berkaitan pada dialog antara agama dengan aktif. Peran dan misi para pemuka agama semakin besar dan penting untuk terciptanya perdamaian dunia dan kebahagiaan umat manusia.

Fuad Hasan mencatatnya, “penciptaan perdamaian harus menjadi tujuan kita bersama lewat dialog antar budaya yang sungguh-sungguh dan bebas dari prasangka dan stereotip. Keragaman budaya sebagai cirri yang tetap dari masyarakat dimana upaya tersebut pada akhirnya harus berkembang sebagai sebuah fenomena keragaman kreatif. Upaya ini akan dapat meraih peningkatan kualitas hidup.

Sejarah toleransi unggul yang bernafaskan agama dan budaya di Indonesia ini merupakan pusaka terdalam bagi umat manusia." (Abdurrahman Wahid & Daisaku Ikeda, 2010:119-121 & 138)

Pameran Dialog Peradaban 2025 adalah ruang kolaboratif antar komunitas lintas agama, budaya, dan generasi. (Sumber: Instagram/pamerandialogperadaban)
Pameran Dialog Peradaban 2025 adalah ruang kolaboratif antar komunitas lintas agama, budaya, dan generasi. (Sumber: Instagram/pamerandialogperadaban)

Dengan demikian, keteladanan Gus Dur, Daisaku Ikeda dalam menyebarluaskan sikap toleran dan menebar kedamaian ini akan sangat diharapkan hadir dan diikuti oleh elit-elit agama, politik, birokrat, hingga dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari oleh umatnya. Jika elit agama dan umat beragam tidak mempu hadir untuk menjadi teladan di tengah hilangnya suri teladan maka saat itu pula kepercayaan masyarakat atas agama menjadi memudar.

Mari kita jadikan Pameran Dialog Peradaban ini sebagai momentum untuk meneladani nilai-nilai yang diperjuangkan oleh Gus Dur dan Daisaku Ikeda, khususnya mengenai pentingnya sikap toleransi dan perdamaian.

Terwujudnya masyarakat yang adil, sejahtera, damai, terbuka, dan toleran menjadi cita-cita bersama yang tak bisa ditawar-tawar lagi. Salah satu upaya untuk mencapainya dengan menghadirkan ruang kolaboratif antar komunitas lintas agama, budaya, dan generasi.

Pasalnya, pameran ini bertujuan memperkuat semangat toleransi dan membangun perdamaian melalui kegiatan pameran dan diskusi terbuka yang mengangkat tema harmoni dan kemanusiaan. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Ibn Ghifarie
Tentang Ibn Ghifarie
Pegiat kajian agama dan media di Institute for Religion and Future Analysis (IRFANI) Bandung.

Berita Terkait

News Update

Wisata & Kuliner 07 Jul 2026, 15:29

Jelajah Waduk Saguling, PLTA Surga Budidaya Ikan dan Wisata Favorit Pemancing

Waduk Saguling tidak hanya memasok listrik, tetapi juga menjadi sentra perikanan air tawar dengan puluhan ribu keramba jaring apung di Bandung Barat.

Waduk Saguling. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 07 Jul 2026, 10:49

Mengepakkan Sayap Ekonomi Kerakyatan Ketika Reaktivasi Bandara Husein Sastranegara

Semenjak dinamakan Husein Sastranegara menjadi bandara komersial telah memberikan manfaat yang luas bagi penerbangan domestik maupun internasional.

Petugas membersihkan salahsatu fasilitas Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, Rabu 25 Juni 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 07 Jul 2026, 09:06

Menjahit Harapan di Tengah Sepinya Pasar Thrifting Gedebage

Di tengah sepinya Pasar Cimol Gedebage, Dedi tetap bertahan sebagai penjahit pakaian thrifting. Feature ini mengangkat perjuangannya menghidupi keluarga sekaligus menjaga profesi warisan orang tuanya.

Pasar Cimol Gedebage. (Sumber: Ayobandung)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 18:01

Membaca Ulang Jogja Dua yang Kini Bertransformasi Jadi 'Buah Dua'

Asal-usul julukan “Jogja 2” yang disematkan kepada Buahdua, Sumedang, melalui tinjauan sejarah pada masa Agresi Militer Belanda II, juga peran warga memaknai julukan tersebut.

Monumen Perjuangan Jogja 2 di Desa Darongdong (Sumber: Ilustrasi | Foto: Ilustrasi)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 17:49

Jejak Otentisitas Kuliner Bumi Pasundan: Tinjauan 8 Resep Warisan dalam Karya Ny. Tuty Latief (1976)

Pada tahun 1976, sebuah pustaka boga berjudul Resep Masakan Daerah hadir sebagai dokumentasi penting bagi khazanah kuliner Nusantara.

Pepes ikan emas (pais lauk mas) Sunda. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Gunawan Kartapranata)
Wisata & Kuliner 06 Jul 2026, 17:41

Rujak Cingur Surabaya, Kuliner Legendaris Sejak 1930-an

Kenali sejarah rujak cingur Surabaya, bahan khas, warung legendaris, Festival Rujak Uleg, hingga tips menikmati kuliner Warisan Budaya Takbenda Indonesia.

Rujak Cingur Surabaya.
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 17:03

Perjalanan Panjang Mie Ayam: Dari Makanan Pendatang hingga jadi 'Comfort Food' Sejuta Umat

Rasanya sudah biasa ketika pergi ke mana pun, pasti ada gerobak atau warung mie ayam yang berjualan.

Foto mie ayam dari warung pinggir jalan. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Syabil Rasyidan)
Bandung 06 Jul 2026, 16:15

Kisah Ratri Wijaya Nakhodai 3 Lini Mode: Potret Tangguh UMKM Bandung yang Ogah Gulung Tikar Digilas Zaman

Di tengah ketatnya persaingan pasar digital dan pergeseran tren yang bergerak secepat kilat, para kreator lokal dituntut untuk tidak sekadar bertahan, melainkan terus beradaptasi dan bertransformasi.

Ratri Wijaya dikenal sebagai desainer sekaligus entrepreneur sukses yang menaungi tiga brand fashion sekaligus, yaitu Rumah Batik Wijaya, Kamaku, dan Alaiya. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 16:01

10 Netizen Terpilih Juni 2026, Menangkap Momentum dengan Kualitas

Per Juni 2026 dan seterusnya penulis tidak lagi dibatasi satu tema besar, melainkan dipersilakan mengangkat isu apa pun yang relevan dengan momentum.

Website ayobandung.id. (Sumber: Unsplash | Foto: Alex Knight)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 14:14

Mendefinisikan Ulang Nation Branding: Ketika Identitas Bangsa Tak Lagi Ditentukan dari Atas

Artikel ini mengulas partisipasi publik dalam pemilihan logo HUT ke-81 RI sebagai paradigma baru nation branding yang memperkuat legitimasi, reputasi, dan identitas kolektif Indonesia.

logo HUT ke-81 RI. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 13:40

Reuni Lima Angkatan SMA Negeri 1 Subang: Nostalgia Berujung Meriah Bersama Java Jive

Reuni Lima Angkatan SMA Negeri 1 Subang membuktikan bahwa persahabatan yang terjalin sejak bangku sekolah tetap hidup meski waktu terus berjalan.

Band legendaris asal Bandung, Java Jive, tampil menghibur dan menyemarakkan Reuni Lima Angkatan SMA Negeri 1 Subang. (Foto: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 13:19

Demokratisasi Keahlian: Reinvensi Peran SME dalam Ekosistem Corporate University

Reinvensi peran SME dalam Corporate University mengubah pelatihan menjadi ekosistem pembelajaran berkelanjutan yang relevan, adaptif, dan berdampak pada kinerja organisasi.

Ilustrasi ASN. (Sumber: diskominfo.bandaacehkota.go.id)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 12:47

Lagu Kontroversial 'Lalaki Langit' dari Bupati Purwakarta

Kontroversi Lagu "Lalaki Langit" buatan Bupati Purwakarta menuai kritik panas dari netizen hingga berujung permintaan maaf.

Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein atau yang akrab disapa Om Zein. (Sumber: ppid.purwakartakab.go.id)
Wisata & Kuliner 06 Jul 2026, 12:40

Pantai Sayang Heulang, Wisata dengan View Eksotis di Garut Selatan yang Wajib Dikunjungi

Pantai Sayang Heulang Garut menawarkan karang raksasa, gumuk pasir, camping, dan sunset indah. Ketahui harga tiket, lokasi, aktivitas, serta tips berkunjung terbaru.

Pantai Sayang Heulang Garut. (Sumber: Instagram @pantaisayangheulang)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 11:38

Kaum Prekariat, Mimpi yang Digantung Zaman

Kaum Prekariat sampai saat ini hanya menggantungkan impiannya untuk meningkatkan taraf hidup.

Aktivitas buruh perempuan di sebuah pabrik tekstil di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 10:25

Tari Bali: Kaya akan Ritual Sakral hingga Berkembang menjadi Tarian Penyambutan

Sejarah keindahan tarian tradisional Bali dan makna dibaliknya.

Gambaran posisi Penari Pendet duduk saat menari dalam sebuah acara. (Sumber: Arsip Nasional)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 09:41

Sate Maranggi: Narasi Evolusi, Filosofi, dan Diplomasi Budaya di Balik Ikon Kuliner Purwakarta

Kekuatan utama Sate Maranggi tersebut justru terletak pada teknik marinasinya yang intens.

Sate Maranggi. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Gunwan Kartapranata)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 08:40

Rupiah Kuat Harapan Tertinggi Masyarakat

Kekuatan Rupiah harus diperhatikan dengan seksama.

Ilustrasi uang rupiah. (Sumber: Pexels | Foto: Defrino Maasy)
Ayo Netizen 05 Jul 2026, 20:03

Menelusuri Akar Sejarah Pasunda Bubat dan Kondisi Kedua Kerajaan Pascatragedi

Peristiwa Pasunda Bubat dan Kondisi Kerajaan Majapahit dan Kerajaan Sunda Pasca-Pasunda Bubat berdasarkan catatan kitab-kitab kuno.

Ilustrasi Pasunda Bubat (Sumber: Wikimedia commons)
Ayo Netizen 05 Jul 2026, 18:11

Komentar Jahat yang Mendongkrak Penjualan PUKA

Hate comment yang membanjiri TikTok PUKA justru mendongkrak penjualan scrunchie buatan para penyandang disabilitas.

Proses produksi aksesori di PUKA, dikerjakan langsung oleh teman-teman penyandang disabilitas (Sumber: Penulis | Foto: Lupita Sari Ayuning Cahya Nugraha)