Cerita Kota Singgah yang Dirindukan

4 menit baca
Bayu Hikmat Purwana
Ditulis oleh Bayu Hikmat Purwana diterbitkan
Flagship outlet Bebek Kaleyo di Jalan Sumatera No. 5, Kota Bandung yang mempertemukan kuliner tradisional dengan estetika kekinian. (Sumber: dok. Bebek Kaleyo)
Flagship outlet Bebek Kaleyo di Jalan Sumatera No. 5, Kota Bandung yang mempertemukan kuliner tradisional dengan estetika kekinian. (Sumber: dok. Bebek Kaleyo)
Highlights

Poin Penting

Quick Read
  • Bandung sebagai kota singgah yang dirindukan

  • Bandung pernah meninggalkan jejak sukses urban tourism di Indonesia

  • Kebersihan harus menjadi budaya

Bandung untuk menjadi kota singgah yang dirindukan tidak harus punya laut untuk mempesona, juga tidak perlu hutan untuk menenangkan. Daya tarik bisa datang dari denyut kota yang hangat dan ramah.

Ritme kehidupan yang khas, aroma kopi di jalan-jalan Dago, jejak kaki di trotoar Asia Afrika dan Braga yang penuh sejarah. Menjadi sebahagian cara Bandung mengundang orang datang berlibur, temu ilmiah, rapat kerja, hingga karya wisata.

Pelancong boleh keluar Bandung, menyusuri kebun teh di Ciwidey, menyantap jagung bakar di Lembang, atau menikmati keindahan danau di Pangalengan. Tapi pada akhirnya, mereka akan kembali ke Bandung untuk beristirahat, berbelanja, menikmati kuliner, berburu fesyen, dan tentu saja, bernostalgia dengan romantika “Paris van Java.

Bandung, kota singgah dengan cita rasa, gaya, dan cerita.

Bandung pernah meninggalkan jejak sukses urban tourism di Indonesia. Program menata kota dengan taman-taman tematik, menampilkan wajah kota dengan desain yang segar. Masyarakat pun menikmati identitas sebagai warga yang bangga mengekspresikan diri di ruang publiknya sendiri.

Seiring waktu berjalan, sebagian semangat itu mulai redup. Taman-taman kehilangan warna, trotoar yang dulu bersih kini kembali berdebu, dan wajah kota yang dulu tersenyum kini sedikit masam karena jalannya pun terasa tambah sempit.

Bandung harus menjadi kota singgah yang menawan, asal berani memperbarui wajahnya tanpa kehilangan jati diri. Potensi perkotaan Bandung tidak benar-benar hilang. Asia Afrika, Dago, Cibaduyut, Pasar Baru, taman-taman kota, Kiara park, hingga sarana olahraga, masih punya daya tarik jika dihidupkan dan dikelola dengan visi yang jelas.

Salah satu cara efektif mengembalikan pesona itu adalah dengan menerapkan marketing di sektor publik untuk menghidupkan kembali event-event kota. Musik, budaya, seni jalanan, fashion dan festival kuliner menunjukkan denyut nadi Bandung yang sebenarnya. Di sinilah Bandung SemangART! Punya arti.

Setiap taman bisa menjadi panggung kecil. Jalanan bisa menjadi ruang ekspresi. Festival tahunan di sepanjang Jalan Asia Afrika, pertunjukan musik lokal di Dago, atau pameran kerajinan di Cibaduyut adalah magnet yang perlu dipertahankan.

Jalan Asia-Afrika, Kota Bandung. (Sumber: Pexels/Raka Miftah)
Jalan Asia-Afrika, Kota Bandung. (Sumber: Pexels/Raka Miftah)

Event-event budaya bukan hanya soal hiburan, tapi juga strategi ekonomi kreatif yang akan membuka peluang usaha, memperkuat UMKM lokal, dan menciptakan lapangan kerja baru. Lebih dari itu, event semacam ini bisa menghidupkan kembali kebanggaan warga Bandung terhadap kotanya.

Pesona dan kenangan perlu ikhtiar, tak akan turun begitu saja dari langit.

Di tahun kedua kepemimpinan Kota Bandung, ini momen yang tepat untuk menunjukkan hasil belajar menyelesaikan masalah klasik, mulai dari sampah menumpuk di sudut jalan, kemacetan menjerat di pusat kota, parkir semerawut, hingga ketersediaan produk yang tidak stabil saat musim liburan. Semua ini perlu dikelola dengan sistem yang terencana, bukan dengan kebijakan reaktif.

Kebersihan harus menjadi budaya, bukan proyek musiman yang menjadi beban PASUKAN WARGA. Pengelolaan lalu lintas pun harus lebih kreatif hingga menjadi potensi PAD, mengotimalkan layanan transportasi umum, memanfaatkan park and ride, dan menata zona wisata agar tidak tumpang tindih dengan arus warga lokal.

Pemerintah kota juga perlu memastikan para pelaku usaha, penata wisata, dan pedagang kecil mendapat ruang yang layak. Bila perlu berbasis wilayah kecamatan, agar merata.agar dampak ekonomi tidak hanya menguntungkan investor besar, tapi juga masyarakat Bandung.

Di sinilah pentingnya prinsip kemitraan antara pemerintah dan sektor swasta. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri, sementara swasta tidak bisa hanya mencari keuntungan sesaat. Kolaborasi ini pun perlu diperkuat dengan keterlibatan akademisi dan media. Bandung Triple Helix bukan lagi sekadar program di atas kertas, tapi aksi nyata penata kelolaan kebijakan pembangunan.

Pemerintah menyiapkan regulasi dan infrastruktur, swasta berinvestasi dan promosi, sedangkan warga menjadi penjaga keseimbangan sosialnya. Dengan prinsip kemitraan ini, ekonomi tumbuh, kota tertata, dan warganya berdaya.

Baca Juga: Kisah ‘Lampu Merah Terlama di Indonesia’ di Kota Nomor 1 Termacet se-Nusantara

Warga menjadi wajah pertama yang dilihat pelancong. Senyumnya yang ramah, ucapan sederhana, dan humor khasnya menjadi bagian dari indikator keberhasilan program moderasi beragama yang diterapkan di Kota Bandung. Kepedulian warga pada akhirnya akan meninggalkan kesan yang tak terlupakan.

Bandung tidak harus menjadi destinasi utama di Jawa Barat. Tapi bisa menjadi kota persinggahan terbaik. Menyambut tamu dengan rasa, bukan sekadar rupa, bahkan memberi kenangan setelah mereka pulang.

Pada akhirnya, liburan bukan hanya tentang tempat yang indah, tapi tentang pengalaman yang membekas. Dan pengalaman terbaik selalu lahir dari kota yang peduli, yang menyiapkan diri dengan rasa, bukan proyek semata.

Menyongsong liburan akhir tahun ini hidupkan lagi musikmu, rawat tamanmu, dan jaga trotoarmu. Bukan macetnya, bukan sampahnya. Jadilah kota singgah yang tidak hanya layak dikunjungi, tapi selalu dirindukan, membuat siapa pun ingin kembali, lagi dan lagi. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Bayu Hikmat Purwana
Analis Kebijakan dengan bidang kepakaran pengembangan kapasitas ASN di Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Manajemen Talenta ASN Nasional LAN RI

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 24 Agu 2026, 11:39

Mamah Bule dan Kang Ian, Kisah Menarik Nenek dan Cucu yang Mewarnai Media Sosial

Akun media sosial Bridgia Adhella kini telah memiliki sekitar 71 ribu pengikut, dengan ratusan unggahan yang memperlihatkan berbagai sisi kehidupan Mamah Bule dan Kang Ian.

Nenek Bule, Adellina Ganda Prawira, bersama cucu tercinta, Kang Iyan. (Sumber: Kang Iyan)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 09:14

Urgensi Program Bandung Peduli Lansia

Perlu dicari jalan tengah terkait dengan pro kontra perawatan lansia dengan cara ageing in place versus perawatan institusi

Ilustrasi program peduli lansia di Kota Bandung (Sumber: kreasi dengan Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 08:58

Kala Ponsel para ASN Jadi Arena Judi

Perang melawan judi online tidak cukup dilakukan dengan slogan moral. Ia membutuhkan kombinasi antara teknologi, penegakan hukum, literasi digital.

ASN sedang mengikuti apel. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 20:16

Menjelajahi Autentisitas Kuliner Sunda: Telaah 50 Hidangan Khas Jawa Barat

Eksplorasi terhadap 50 masakan khas Jawa Barat ini membuktikan bahwa kuliner Sunda adalah aset budaya tak ternilai.

Buku berjudul 50 Masakan Khas Jawa Barat karya Ajen Dianawati (2025). (Sumber: Dokumentasi penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Linimasa 22 Agu 2026, 13:32

Menengok Pabrik Bata Merah Manual di Nagreg Saat Musim Kemarau

Pabrik bata merah di Nagreg meningkatkan produksi saat kemarau karena proses pengeringannya masih mengandalkan panas matahari.

Menengok pabrik bata merah manual di Nagreg saat musim kemarau. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 13:25

Menelusuri Jejak Rasa: Potret Autentik Masakan Jawa Era 1960-an

Buku "Kawan Dapur: Masakan Asli Indonesia (Khusus Jawa)" hadir sebagai kompas bagi mereka yang ingin mendalami seni memasak Jawa pada masanya.

Buku berjudul "Kawan Dapur: Masakan Asli Indonesia (Khusus Jawa)" karya Ida S. yang diterbitkan Toko Buku Amin Madiun. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 11:36

Cuanki Teh Yuyun Cianjur: Obat Rindu Ketika Jauh dari Bandung

Ternyata Bandung terasa Istimewa setelah ditinggalkan. Satu hal yang saya rindukan dari Bandung adalah keragaman kulinernya.

Cuanki Sambal Ijo Teh Yuyun Cianjur. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 09:19

Sejarah Nama-Nama Hari dan Hari Libur (1)

Mengulas sejarah penamaan hari, asal-usul tujuh hari dalam sepekan, serta perkembangan penanggalan dan tradisi hari libur dari berbagai peradaban.

Kalender bulan Agustus 1898. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 08:18

Perempuan yang Merdeka tapi Masih Takut dengan Stigma Sosial

Hari ini mungkin perempuan memiliki banyak kesempatan seperti kaum pria tapi ada yang diam-diam membuat perempuan ragu ketika penilaian sosial merenggut kepercayaan dirinya

Ilustrasi perempuan. (Sumber: Pexels | Foto: Febry Arya)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 19:18

Apalah Arti Sebuah Nama: Rekonstruksi Hubungan Agus dan Agustus

Pada ruang masyarakat sering kita mendengar atas nama Agus bagi laki-laki dan Agustina bagi perempuan. Terdengar biasa saja. Nama yang diberikan oleh orangtuanya sebatas nama.

Festival Seni dan Budaya Tamansari 2026 di Taman Cascade, kawasan bawah jembatan layang Mochtar Kusumaatmadja, Tamansari, Kota Bandung, Sabtu 15 Agustus 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 17:29

Dari Serial Drama Korea 'Teach You a Lesson' dan Realitas Pendidikan Bangsa Kita

Drama yang menyajikan tentang bobroknya pendidikan di negara yang sudah dikatakan maju, serta keberpihakan pada sifat politisasi dibidang pendidikan.

Serial drama Korea "Teach You a Lesson" (Sumber: Netflix)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 16:11

Manipulasi Terselubung di Balik Penggunaan Kata Nett Zero Emission pada Perusahan Perbankan

Membahas bagaimana istilah Net Zero Emission (NZE) yang digunakan sebagai strategi pencitraan dengan menyoroti pentingnya transparansi, verifikasi independen, dan sanksi yang tegas.

Cerobong asap yang mengeluarkan asap menembus kabut tebal, yang menyoroti masalah atau kekhawatiran tentang polusi udara. (Sumber: Pexels | Foto: Сергей Нестеров)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 15:08

Pentingnya Kecerdasan Finansial di Tengah Kemudahan Transaksi Digital

Esai ini membahas pentingnya kecerdasan finansial di tengah kemudahan transaksi digital yang dapat mendorong perilaku konsumtif.

Pecahan uang seratus ribu rupiah. (Sumber: Pexels | Foto: Defrino Maasy)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 14:37

Ketergantungan Program MBG: Potret Penjajahan Era Modern

Ketika sebuah negara memiliki kendali yang sangat besar terhadap distribusi kebutuhan dasar masyarakat. Maka akankah muncul relasi baru dari ketergantungan antara negara dengan warganya

Siswa menikmati Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMAN 9 Bandung, Jalan Suparmin, Pajajaran, Kota Bandung pada Senin, 6 Januari 2024. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 13:14

Untuk Apa Jawa Barat Memiliki 37 BUMD?

Masalah muncul ketika semua BUMD diletakkan dalam keranjang yang sama.

Kantor Bank BJB. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 12:50

Setelah Status Guru PPPK Diambil Alih Pemerintah Pusat, Apa yang Terjadi?

Banyak yang mempertanyakan nasib dan status PPPK Non-Guru saat ini yang sistem penggajiannya menjadi urusan daerah.

Ilustrasi pegawai dengan status PPPK (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 10:41

Mampukah Bandung Bersaing Menjadi Global City

Global city menjadi tujuan kota-kota besar untuk diakui secara internasional. Dan, Kota Bandung memiliki potensi yang sangat besar menjadi salah satu Global City. Tinggal bagaimana cara mewujudkan.

Sejumlah apartemen dan hotel berdiri di Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 08:33

Anwar Tohari Mencari Mati: Antara Abab, Dendam, Muslihat, & Kebenaran

Anwar Tohari atau Warto Kemplung yang di desanya dianggap sebelah mata, seorang pembual.

Buku "Anwar Tohari Mencari Mati". (Sumber: Ayobandung.id)
Beranda 21 Agu 2026, 08:13

Kota Bandung Masih Menarik Wisatawan? Angka-angka Ini Menceritakannya

Setelah anjlok drastis akibat pandemi, wisatawan ke Kota Bandung kini melampaui level 2019. Simak tren kunjungan domestik dan mancanegara 2019-2025.

Wisatawan menikmati wahana kuda tunggang di kawasan Jalan Cilaki, Kota Bandung, pada momen libur hari raya Idulfitri 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 07:54

Habis Agustusan, Tibalah Sampah

Kemerdekaan bukan hanya tentang bebas memasang umbul-umbul, membuat karnaval, menggelar lomba, menikmati panggung hiburan, lalu pulang meninggalkan (seonggok, tumpukan) sampah.

Beginilah sampah properti arak-arakan, karnaval 17 Agustusan (Sumber: AyoBandung.com | Foto: Mildan Abdalloh)