Kesenjangan Ruang Publik Bandung Hambat Aktivitas Mahasiswa

3 menit baca
rasya nathania
Ditulis oleh rasya nathania diterbitkan
Suasana salah satu Ruang Publik di Bandung, Taman Saparua pada pagi hari Sabtu, (29/11/2025). (Foto: Rasya Nathania)
Suasana salah satu Ruang Publik di Bandung, Taman Saparua pada pagi hari Sabtu, (29/11/2025). (Foto: Rasya Nathania)

Mahasiswa Bandung menyoroti kondisi ruang publik kota yang dinilai timpang antara pusat dan pinggiran. Ruang publik yang sudah seharusnya inklusif, aman dan nyaman bagi warga muda belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan mereka.

Di pusat Kota Bandung, banyak ruang publik yang memiliki fasilitas dan layanan yang baik. Karena ada jaringan transportasi umum yang cukup, wilayah ini dapat diakses dengan mudah. Ruang publik di pusat kota sering menjadi tempat mahasiswa berkumpul, berbicara, dan mengerjakan tugas.

Shaula Ajria, salah satu anggota aktif Organisasi Perhumas Muda Bandung, mengungkapkan kekecewaannya.

“Sebagai anak Organisasi yang sering belajar dan rapat di ruang publik, aku merasa fasilitas di pusat kota dan pinggiran itu jomplang banget, padahal kan seharusnya seluruh ruang publik dapat disamaratakan fasilitasnya,” ujarnya.

Aktivitas akademik dan sosial mahasiswa seharusnya didukung oleh suasana yang lebih tertata, bangku, dan area terbuka. Ruang publik di beberapa tempat sangat kurang fasilitas dan pemeliharaan dibandingkan dengan yang berada di pusat kota. Kondisi ini menunjukkan bahwa pemerintah masih kurang memperhatikan wilayah nonpusat.

Warga Bandung Raya dan mahasiswa serta mahasiswi merasa tidak memiliki hak yang sama untuk menikmati ruang publik yang baik karena ketertinggalan. Banyak trotoar di Bandung yang rusak atau tidak terawat, membuatnya sulit untuk diakses. Situasi ini membuat pejalan kaki, termasuk penyandang disabilitas, kesulitan. Mereka membutuhkan jalur yang rata dan aman untuk dapat digunakan.Keterbatasan ruang parkir di area publik adalah masalah lain. Seringkali, pengunjung harus berjalan jauh dari area parkir ke lokasi utama, yang membuatnya tidak nyaman, terutama di jam sibuk.

Masalah kebersihan, terutama di daerah di luar pusat kota, juga perlu ditangani dengan serius.  Jumlah sampah yang meningkat selama akhir pekan menunjukkan bahwa pemerintah dan warga harus lebih menyadari dan mengelola sampah bersama.Di era digital ini, generasi muda sangat membutuhkan akses internet dan stop kontak.  Namun, colokan listrik dan Wi-Fi gratis di Bandung saat ini masih sangat terbatas dan sering diperebutkan.

“Di beberapa taman dan alun‑alun pun seharusnya disediakan lebih banyak stop kontak, supaya mahasiswa yang belajar atau mengerjakan tugas tidak terus‑terusan berebut colokan,” ujar Shaula menambahkan.

Selain itu, fasilitas umum yang diperlukan untuk pendidikan dan pekerjaan masih kurang. Banyak kursi tidak memiliki meja yang layak. Akibatnya, beberapa mahasiswa kesulitan menggunakan laptop atau menata buku dengan nyaman. Sebagian besar tempat publik pun masih terdapat kekurangan di sisi pencahayaan pada malam hari. Kondisi ini membuat pengunjung tidak aman dan mengganggu kenyamanan belajar, terutama bagi warga muda perempuan. 

Baca Juga: Alih Fungsi Tugu Simpang Diponegoro Citarum pada Malam Hari, Menyimpang atau Membantu UMKM?

Di sisi lain seorang mahasiswa yang menggunakan transportasi umum, menekankan pentingnya keamanan, terutama bagi perempuan.

“Penerangan jalan di sekitar ruang publik masih banyak yang redup, padahal kami sering pulang malam. Lampu yang terang dan CCTV bisa bikin perempuan merasa jauh lebih aman,” lanjut mahasiswi asal Bandung itu.

Mahasiswa dan mahasiswi berharap pemerintah dapat memperhatikan segala aspek dari ruang public di daerah Bandung. Tidak hanya dari sisi estetika saja tapi juga menyamaratakan dengan infrastruktur digital, fasilitas, dan keamanan pula. 

Sehingga semua orang dapat menikmati tempat publik yang layak, aman dan nyaman. Karena mereka percaya bahwa ruang publik yang adil dan inklusif merupakan investasi penting dalam kualitas hidup dan kreativitas generasi muda Bandung. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

rasya nathania
Tentang rasya nathania
Hello There, My name is Rasya Azlia Nathania

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 10 Sep 2026, 20:26

Warisan Gunung Sunda Purba, dari Purwakarta, Subang, sampai Bandung Barat

Menjelajah warisan Gunung Sunda Purba melalui kemegahan Gunung Burangrang. Sisi Utara membentang di Purwakarta dan Subang, sementara sisi Selatan megah berdiri di Bandung Barat.

Keadaan ronabumi seperti inilah yang dilihat oleh masyarakat, bukan Gunung Sunda yang menjulang  tinggi. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 10 Sep 2026, 18:26

Transformasi Perpustakaan Meningkatkan Kunjungan Masyarakat

Setiap perpustakaan memang mengidentifikasi problematika yang sama, salah satunya berkaitan dengan kunjungan masyarakat yang minim.

Ilustrasi perpustakaan. (Sumber: Pexels | Foto: Tima Miroshnichenko)
Ayo Netizen 10 Sep 2026, 18:00

ASN Gen Z dan Tantangan Mengubah Kepastian Menjadi Kinerja

Artikel ini mengkaji persepsi ASN Gen Z terhadap kecocokan karier, kompetensi, dan kebutuhan pengembangan dalam birokrasi.

Aparatur Sipil Negara (ASN). (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 10 Sep 2026, 17:01

Polemik Desil dalam Indikator Kesejahteraan Ekonomi

Apakah desil bisa dijadikan indikator dalam menentukan strata kesejahteraan masyarakat kini? Desil hanya sebuah istilah dalam algoritma statistik. Jangan memaksa manusia menjadi angka dalam database.

Bantuan pangan cadangan beras pemerintah alokasi Juni dan Juli wilayah Kota Bandung di Kantor Kelurahan Cihapit, Jalan Sabang, Kota Bandung, Jumat 18 Juli 2025. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 10 Sep 2026, 16:37

Remy Sylado: Jejak Sang Maestro di Bandung

Jejak Remy Sylado di Bandung kembali ditelusuri melalui buku, arsip, dan kesaksian orang-orang terdekat yang menghidupkan kembali sosok maestro multidisipliner tersebut.

Silaturahmi menyambut terbitnya buku Remy Sylado dan Dua Brouwer yang dihadiri budayawan, pegiat seni, serta sahabat dekat Remy Sylado, di Perpustakaan Ajip Rosidi, Jalan Garut No. 2, Kota Bandung. (Sumber: Agus Wahyudi)
Ayo Netizen 10 Sep 2026, 15:11

KDM, Jawa Barat, dan Temtasi 2029

KDM membutuhkan policy dashboard, bukan sekadar social-media dashboard.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dalam sebuah acara. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Linimasa 10 Sep 2026, 10:57

Kampung Sate, Ketika Bambu Bisa Diubah Menjadi Rupiah Oleh Warga Satu Kampung

Kampung Randukurung Kutawaringin dikenal sebagai sentra tusuk sate. Warga mengolah bambu secara tradisional menjadi sumber penghasilan.

Di Kampung Randukurung, bambu gombong diolah menjadi ribuan tusuk sate dengan tangan dan peralatan tradisional. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 10 Sep 2026, 10:44

Stok Masker mulai Langka dan Harganya Melambung Kembali

Permintaan pasar yang tinggi seringkali membuat harga pun ikut naik begitu juga dengan kondisi yang terjadi pada masker.

Maskter kesehatan. (Sumber: Pexels | Foto: cottonbro studio)
Ayo Netizen 10 Sep 2026, 08:58

Strategi Kuliah Luar Negeri Tembus Ivy League dan Program Pre-College

Sejak didirikan pada tahun 2003, Euro Management Indonesia mengembangkan pola pendampingan studi ke luar negeri secara terpadu dan terintegrasi.

Suasana belajar di Euro Management Indonesia, Menteng Jakarta. (Foto: Humas Euro MI)
Ayo Netizen 09 Sep 2026, 21:13

Rekam Jejak Euro Management Indonesia Siapkan SDM Indonesia Go Global

Program Academic Writing diarahkan untuk memperkuat kemampuan pegawai dalam menyusun tulisan akademik secara sistematis dan sesuai dengan standar internasional.

Keberangkatan siswa Euro Management Indonesia kuliah di  Jerman (Foto: Humas Euro Manajemen Indonesia)
Ayo Netizen 09 Sep 2026, 19:25

Art Zine SMPN 1 Kasokandel

Setiap karya harus diapresiasi karena kita percaya bahwa setiap anak memiliki kodratnya yang unik

 (Foto: Penulis)
Ayo Netizen 09 Sep 2026, 13:27

Sekolah, Gerbang Perlindungan Anak di Ruang Digital

Perlindungan anak di ruang digital tidak cukup berhenti pada literasi digital. Sekolah harus memiliki kapasitas dan mekanisme nyata untuk mendeteksi, merespons, dan merujuk.

Ancaman terhadap anak di ruang digital terus berkembang. Karena itu, sekolah harus memiliki sistem untuk mendeteksi, merespons, dan menangani risiko keamanan digital. (Sumber: unsplash.com | Foto: Javas rabni)
Ayo Netizen 09 Sep 2026, 11:00

Siapa yang ‘Membunuh’ Radio Bandung?

Angkasa Bandung makin tiiseun. Perlahan, satu demi satu, stasiun radio mulai pamit dari udara Bandung.

Taman Radio mengukuhkan Bandung sebagai Kota Radio. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Rahmat Herman Simabur)
Ayo Netizen 09 Sep 2026, 08:22

Belajar dari Viralitas Produk: Memotret Pentingnya Pelayanan bagi Konsumen

Terdapat beberapa peristiwa yang mengusik perhatian masyarakat, viralnya antara konsumen dan produk tertentu, maraknya kejadian viral ini mesti jadi perhatian bersama.

Pedagang melayani pembeli yang mencari buku pelajaran di Pasar Buku Palasari, Jalan Palasari, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 20:59

Eksplorasi Bandrek: Simbol Kehangatan dan Diplomasi Rempah Tatar Sunda

Dalam khazanah kuliner Nusantara, bandrek bukan sekadar minuman penghangat raga, melainkan manifestasi filosofis dari nilai kanyaah.

Bandrek, minuman penghangat tubuh khas Tatar Sunda yang cocok diseruput di tengah sejuknya dataran tinggi Priangan. (Sumber: IG: daoendjati.smg)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 17:52

Hari Aksara Internasional dan Darurat Membaca Indonesia

Hari Aksara Internasional seyogianya bukan hanya sekadar slogan tentang huruf tapi juga manusia.

Ilustrasi huruf. (Sumber: Pexels/Brett Jordan)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 13:11

Jangan Bangun Teras Cihampelas untuk Instagram

Yang perlu dibangun pemerintah di Cihampelas bukan latar belakang foto, melainkan alasan-alasan bagi orang-orang untuk datang, tinggal, dan kembali.

Teras Cihampelas (Sumber: ayobandung.com | Foto: Dok. Pemkot Bandung via ayobandung.com)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 11:25

Abu Vulkanik, Polusi Udara dan Potensi Bandung sebagai Produsen Full Face Respirator

Perlu mitigasi agar tidak terjebak dalam situasi buruk terkait kesehatan mata dan organ

Ilustrasi APD antidebu sekaligus masker dalam satu kesatuan sistem yang disebut Full Face Respirator. (Sumber: dengan Gemini | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 10:55

Abu Vulkanik, Masker, dan MBG

Bila masker mengajarkan kewaspadaan. Sekolah belajar arti pentingnya adaptasi. MBG menegaskan pemenuhan gizi anak harus tetap berjalan dan abu vulkanik mengingatkan kita segala kebijakan yang baik

Sejumlah siswa mengenakan masker saat mengikuti kegiatan belajar mengajar di SD Negeri 132 Cihaurgeulis, Jalan Surapati, Kota Bandung, Senin 7 September 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 18:21

Markas Divisi Siliwangi di Purwakarta

Menelusuri jejak perjuangan militer di Purwakarta melalui sejarah Markas Divisi Siliwangi. Temukan kisah heroik, arsitektur bersejarah, dan peran pentingnya dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Komandan Divisi Siliwangi Abdul Haris Nasution dalam parade TNI di Purwakarta, 17 Januari 1947. (Sumber: Perpustakaan Nasional)