Mengeja Imajinasi Kota Hijau

3 menit baca
Ibn Ghifarie
Ditulis oleh Ibn Ghifarie diterbitkan
Warga berada di Taman Foto, Kota Bandung, Senin 15 September 2025. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Warga berada di Taman Foto, Kota Bandung, Senin 15 September 2025. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Highlights

Poin Penting

Quick Read
  • Kota Surabaya, Madiun, dan Semarang memimpin puncak UI GreenCityMetric 2025, sementara Kota Bandung berada di posisi ke-20.

  • Jumlah peserta UI GreenCityMetric meningkat pesat hingga 71 kabupaten/kota pada tahun 2025, menunjukkan penguatan komitmen daerah terhadap isu lingkungan.

  • UI GreenCityMetric 2025 kini menekankan indikator baru terkait perubahan perilaku masyarakat sebagai kunci keberlanjutan.

Bila membaca UI GreenCityMetric 2025, Kota Bandung menempati peringkat ke-20 dengan total skor 6.297,5. Kota Cimahi berada di posisi ke-28 dengan skor 5.770, dan Kabupaten Bandung menempati peringkat ke-38 dengan skor 1.187,5. Untuk tiga besar kota dengan skor tertinggi diraih oleh Kota Surabaya (8.122,5), Kota Madiun (8.112,5), dan Kota Semarang (7.972,5).

Kini, isu keberlanjutan dan pembangunan ramah lingkungan menjadi perhatian utama dalam tata kelola perkotaan di Indonesia. Seiring meningkatnya tantangan perubahan iklim, pengelolaan sumber daya, dan kualitas hidup masyarakat, pemerintah daerah dituntut untuk menghadirkan kebijakan yang adaptif, inovatif, dan berorientasi jangka panjang.

Top 10 UI GreenCityMetric Rankings 2025 (Sumber: https://greenmetric.ui.ac.id/city | Foto: Istimewa)
Top 10 UI GreenCityMetric Rankings 2025 (Sumber: https://greenmetric.ui.ac.id/city | Foto: Istimewa)

UI GreenCityMetric

Dalam konteks ini, kehadiran UI GreenCityMetric menjadi instrumen strategis untuk memotret dan mendorong kinerja keberlanjutan kabupaten/kota di Indonesia secara terukur dan berbasis data.

UI GreenMetric merupakan inisiatif unggulan Universitas Indonesia yang telah diakui secara global sebagai instrumen pemeringkatan keberlanjutan kampus di berbagai negara. Guna memperluas dampaknya, UI GreenMetric mengembangkan UI GreenCityMetric, sistem pemeringkatan yang secara khusus dirancang untuk mengukur tingkat keberlanjutan di level kabupaten/kota di Indonesia.

Diluncurkan pada tahun 2022, UI GreenCityMetric diikuti oleh 29 kabupaten/kota pada tahun pertama pelaksanaannya. Pemeringkatan ini menilai kinerja daerah berdasarkan enam kategori utama; Penataan Ruang dan Infrastruktur, Energi dan Perubahan Iklim, Tata Kelola Sampah dan Limbah, Tata Kelola Air, Akses dan Mobilitas, serta Tata Pamong (Governance).

Tujuan utamanya adalah mendorong pemerintah daerah untuk mengimplementasikan kebijakan yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.

UI GreenCityMetric 2025, Kota Bandung menempati posisi ke-20 dengan total skor 6297.5 (Sumber: https://greenmetric.ui.ac.id/city/ | Foto: Istimewa)
UI GreenCityMetric 2025, Kota Bandung menempati posisi ke-20 dengan total skor 6297.5 (Sumber: https://greenmetric.ui.ac.id/city/ | Foto: Istimewa)

Jejak Kota Hijau

Partisipasi daerah dalam UI GreenCityMetric terus menunjukkan tren peningkatan. Pada tahun 2023, jumlah peserta bertambah menjadi 58 kabupaten/kota. Angka ini meningkat menjadi 64 kabupaten/kota dari 23 provinsi pada tahun 2024, dan kembali bertambah menjadi 71 kabupaten/kota dari 23 provinsi pada tahun 2025.

Peningkatan ini mencerminkan semakin kuatnya komitmen pemerintah daerah terhadap pembangunan berkelanjutan dan pengelolaan lingkungan hidup.

Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri RI, Safrizal ZA, menjelaskan UI GreenCityMetric berpotensi memperkuat implementasi Peraturan Pemerintah tentang Perkotaan. Menurutnya, pemeringkatan ini dapat menjadi referensi penting dalam mengelaborasi isu-isu lingkungan, pembangunan berkelanjutan, inovasi, serta kolaborasi antar kota di Indonesia. Dengan kerja sama ini dapat terus berlanjut demi mewujudkan Indonesia yang lebih baik.

Junaidi, Wakil Kepala UI GreenMetric Bidang Komunikasi, Program, dan Kerja Sama, menyoroti perkembangan positif UI GreenCityMetric. Pada tahun 2024 terdapat 64 kabupaten/kota dari 23 provinsi yang berpartisipasi, dan diharapkan jumlah terus meningkat guna mendorong transformasi Indonesia menuju arah pembangunan yang lebih berkelanjutan.

Bukan hanya sekadar alat pemeringkatan, UI GreenCityMetric berfungsi sebagai wadah berbagi pengetahuan (sharing knowledge) bagi pemerintah daerah. Sejak diluncurkan, UI GreenMetric secara konsisten menyelenggarakan berbagai workshop dan forum diskusi untuk saling berbagi pengalaman dan praktik terbaik dalam merumuskan kebijakan serta inisiatif berbasis keberlanjutan. Forum ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antardaerah dan mempercepat adopsi strategi pembangunan berkelanjutan.

Nyoman menambahkan pada UI GreenCityMetric 2025 terdapat penguatan indikator baru, khususnya terkait peningkatan kesadaran masyarakat. Indikator ini disematkan pada setiap kriteria utama guna mendorong sinergi antara kebijakan pemerintah daerah dan perubahan perilaku masyarakat (behavioural change) dalam implementasi keberlanjutan. (Rilis Peluncuran UI GreenCityMetric 2025 untuk Kabupaten/Kota di Indonesia, Jakarta, 12 Februari 2025 dan www.greenmetric.ui.ac.id/city)

Warga berada di Taman Foto, Kota Bandung, Senin 15 September 2025. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Warga berada di Taman Foto, Kota Bandung, Senin 15 September 2025. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Perkuat Inovasi Bandung Utama

Dalam konteks Kota Bandung, perolehan skor 6.297,5 dengan rincian: Penataan Ruang dan Infrastruktur (750), Energi dan Perubahan Iklim (1.135), Tata Kelola Sampah dan Limbah (1.275), Tata Kelola Air (700), Akses dan Mobilitas (1.275), serta Tata Pamong (1.162,5).

Capaian ini menunjukkan Paris van Java (PVJ) dengan jargon Bandung Utama masih jauh dari harapan, tapi memiliki ruang strategis untuk memperkuat kebijakan dan inovasi menuju kota yang lebih hijau, inklusif, dan berkelanjutan.

Ke depan, UI GreenCityMetric diharapkan tidak hanya menjadi instrumen evaluasi, tetapi harus menjadi pendorong transformasi kebijakan pembangunan daerah yang lebih berkelanjutan.

Pasalnya, pemeringkatan berbasis data, penguatan kolaborasi, peningkatan kesadaran masyarakat, inisiatif ini dapat menjadi pijakan strategis bagi pemerintah kabupaten/kota, termasuk Kota Bandung.

Semuanya dalam merancang langkah konkret menuju lingkungan perkotaan yang hijau, tangguh, dan berdaya saing. Ini sejalan dengan visi pembangunan nasional dan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs). (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Ibn Ghifarie
Tentang Ibn Ghifarie
Pegiat kajian agama dan media di Institute for Religion and Future Analysis (IRFANI) Bandung.

Berita Terkait

News Update

Wisata & Kuliner 08 Jul 2026, 12:04

Tamasya ke Pantai Tenda Biru Sukabumi, Surga Tersembunyi di Ujung Genteng

Panduan lengkap wisata Pantai Tenda Biru Ujung Genteng, mulai dari rute, tiket masuk, mercusuar, hutan lindung, fasilitas, hingga tips keselamatan sebelum berenang.

Pantai Tenda Biru Ujung Genteng Sukabumi. (Sumber: Ayomedia)
Ayo Netizen 08 Jul 2026, 11:08

Harmoni dalam Kesederhanaan: Telaah Komprehensif Tradisi Botram pada Masyarakat Sunda

Botram dan Bancakan memiliki esensi dasar yang cukup berbeda.

Ilustrasi makanan khas Sunda. (Sumber: Pexels | Foto: More Amore)
Ayo Netizen 08 Jul 2026, 10:49

Mencari Bahagia Bersama Ibnu Rusyd: Pelajaran dari Sang Filsuf Andalusia

Seorang filsuf Muslim dari Andalusia, Ibnu Rusyd (Averroes), telah menawarkan pandangan yang menarik tentang makna hidup bahagia.

Lukisan Ibnu Rusyd (Averroes) (Sumber: Wikipedia)
Ayo Netizen 08 Jul 2026, 09:49

Upaya Membangun Keadaban Berkoperasi

Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) digadang-gadang sebagai simbol kedaulatan perekonomian yang dimulai dari akar rumput.

Koperasi Merah Putih Bentangan Klaten. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: BiographyWriter45)
Ayo Netizen 08 Jul 2026, 09:34

Belajar Merayakan Kebersamaan

Selamat memasuki usia ke-5, Kakang. Semoga setiap langkah kecil ini dipenuhi keberkahan. Setiap pertumbuhan menghadirkan kebaikan dan saat dewasa, menyadari ihwal kebahagiaan terbesar dalam hidup.

Kakang asyik bergaya dengan mainan Ultraman kado istimewa ulang tahun kelima, Ahad (5/7/2026) (Sumber: Istimewa | Foto: IBN GHIFARIE)
Wisata & Kuliner 07 Jul 2026, 15:29

Jelajah Waduk Saguling, PLTA Surga Budidaya Ikan dan Wisata Favorit Pemancing

Waduk Saguling tidak hanya memasok listrik, tetapi juga menjadi sentra perikanan air tawar dengan puluhan ribu keramba jaring apung di Bandung Barat.

Waduk Saguling. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 07 Jul 2026, 10:49

Mengepakkan Sayap Ekonomi Kerakyatan Ketika Reaktivasi Bandara Husein Sastranegara

Semenjak dinamakan Husein Sastranegara menjadi bandara komersial telah memberikan manfaat yang luas bagi penerbangan domestik maupun internasional.

Petugas membersihkan salahsatu fasilitas Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, Rabu 25 Juni 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 07 Jul 2026, 09:06

Menjahit Harapan di Tengah Sepinya Pasar Thrifting Gedebage

Di tengah sepinya Pasar Cimol Gedebage, Dedi tetap bertahan sebagai penjahit pakaian thrifting. Feature ini mengangkat perjuangannya menghidupi keluarga sekaligus menjaga profesi warisan orang tuanya.

Pasar Cimol Gedebage. (Sumber: Ayobandung)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 18:01

Membaca Ulang Jogja Dua yang Kini Bertransformasi Jadi 'Buah Dua'

Asal-usul julukan “Jogja 2” yang disematkan kepada Buahdua, Sumedang, melalui tinjauan sejarah pada masa Agresi Militer Belanda II, juga peran warga memaknai julukan tersebut.

Monumen Perjuangan Jogja 2 di Desa Darongdong (Sumber: Ilustrasi | Foto: Ilustrasi)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 17:49

Jejak Otentisitas Kuliner Bumi Pasundan: Tinjauan 8 Resep Warisan dalam Karya Ny. Tuty Latief (1976)

Pada tahun 1976, sebuah pustaka boga berjudul Resep Masakan Daerah hadir sebagai dokumentasi penting bagi khazanah kuliner Nusantara.

Pepes ikan emas (pais lauk mas) Sunda. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Gunawan Kartapranata)
Wisata & Kuliner 06 Jul 2026, 17:41

Rujak Cingur Surabaya, Kuliner Legendaris Sejak 1930-an

Kenali sejarah rujak cingur Surabaya, bahan khas, warung legendaris, Festival Rujak Uleg, hingga tips menikmati kuliner Warisan Budaya Takbenda Indonesia.

Rujak Cingur Surabaya.
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 17:03

Perjalanan Panjang Mie Ayam: Dari Makanan Pendatang hingga jadi 'Comfort Food' Sejuta Umat

Rasanya sudah biasa ketika pergi ke mana pun, pasti ada gerobak atau warung mie ayam yang berjualan.

Foto mie ayam dari warung pinggir jalan. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Syabil Rasyidan)
Bandung 06 Jul 2026, 16:15

Kisah Ratri Wijaya Nakhodai 3 Lini Mode: Potret Tangguh UMKM Bandung yang Ogah Gulung Tikar Digilas Zaman

Di tengah ketatnya persaingan pasar digital dan pergeseran tren yang bergerak secepat kilat, para kreator lokal dituntut untuk tidak sekadar bertahan, melainkan terus beradaptasi dan bertransformasi.

Ratri Wijaya dikenal sebagai desainer sekaligus entrepreneur sukses yang menaungi tiga brand fashion sekaligus, yaitu Rumah Batik Wijaya, Kamaku, dan Alaiya. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 16:01

10 Netizen Terpilih Juni 2026, Menangkap Momentum dengan Kualitas

Per Juni 2026 dan seterusnya penulis tidak lagi dibatasi satu tema besar, melainkan dipersilakan mengangkat isu apa pun yang relevan dengan momentum.

Website ayobandung.id. (Sumber: Unsplash | Foto: Alex Knight)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 14:14

Mendefinisikan Ulang Nation Branding: Ketika Identitas Bangsa Tak Lagi Ditentukan dari Atas

Artikel ini mengulas partisipasi publik dalam pemilihan logo HUT ke-81 RI sebagai paradigma baru nation branding yang memperkuat legitimasi, reputasi, dan identitas kolektif Indonesia.

logo HUT ke-81 RI. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 13:40

Reuni Lima Angkatan SMA Negeri 1 Subang: Nostalgia Berujung Meriah Bersama Java Jive

Reuni Lima Angkatan SMA Negeri 1 Subang membuktikan bahwa persahabatan yang terjalin sejak bangku sekolah tetap hidup meski waktu terus berjalan.

Band legendaris asal Bandung, Java Jive, tampil menghibur dan menyemarakkan Reuni Lima Angkatan SMA Negeri 1 Subang. (Foto: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 13:19

Demokratisasi Keahlian: Reinvensi Peran SME dalam Ekosistem Corporate University

Reinvensi peran SME dalam Corporate University mengubah pelatihan menjadi ekosistem pembelajaran berkelanjutan yang relevan, adaptif, dan berdampak pada kinerja organisasi.

Ilustrasi ASN. (Sumber: diskominfo.bandaacehkota.go.id)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 12:47

Lagu Kontroversial 'Lalaki Langit' dari Bupati Purwakarta

Kontroversi Lagu "Lalaki Langit" buatan Bupati Purwakarta menuai kritik panas dari netizen hingga berujung permintaan maaf.

Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein atau yang akrab disapa Om Zein. (Sumber: ppid.purwakartakab.go.id)
Wisata & Kuliner 06 Jul 2026, 12:40

Pantai Sayang Heulang, Wisata dengan View Eksotis di Garut Selatan yang Wajib Dikunjungi

Pantai Sayang Heulang Garut menawarkan karang raksasa, gumuk pasir, camping, dan sunset indah. Ketahui harga tiket, lokasi, aktivitas, serta tips berkunjung terbaru.

Pantai Sayang Heulang Garut. (Sumber: Instagram @pantaisayangheulang)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 11:38

Kaum Prekariat, Mimpi yang Digantung Zaman

Kaum Prekariat sampai saat ini hanya menggantungkan impiannya untuk meningkatkan taraf hidup.

Aktivitas buruh perempuan di sebuah pabrik tekstil di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)