Utamakan Akhlak, Sebarkan Kedamaian

6 menit baca
Ibn Ghifarie
Ditulis oleh Ibn Ghifarie diterbitkan
Suasana malam di Masjid Raya Al Jabbar. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Suasana malam di Masjid Raya Al Jabbar. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Alkisah, Sayidina Jafar As-Shodiq (guru dari Imam Madzhab Maliki dan Hanafi) pernah berkata kepada murid-muridnya, "Maukah kalian aku tunjukkan sedekah yang dicintai Allah dan Rasul-Nya?"

Mereka menjawab, "Iya.."Jafar pun berkata, "Mendamaikan sesama jika mereka berselisih dan mendekatkan mereka jika saling menjauh."

Sejarah pun menceritakan bahwa beliau sering menitipkan sejumlah uang kepada murid-muridnya. Mereka bertanya, "Untuk apa ini ya imam?" Beliau menjawabnya, "Untuk persiapan jika ada yang berselisih, damaikan dengan uang ini."

Walhasil pada puncaknya, Rasulullah saw bertanya kepada para sahabatnya, "Maukah kalian aku kabarkan tentang derajat yang lebih mulia dari puasa, solat dan sedekah?" Mereka menjawab, "Ya, wahai Rasulullah." Baginda Rasul bersabda,"Yaitu mendamaikan antar sesama (yang berselisih)."

Nabi melanjutkan sabdanya dengan menegaskan, barangsiapa yang merusak hubungan antar sesama maka perbuatan itu akan memutus segala kebaikan dan akan mengantarkannya kepada kesengsaraan. (www.khazanahalquran.com).

Tokoh adat mengikuti prosesi perayaan HUT Gong Perdamaian Dunia atau Pesona Galuh Nagari di Situs Budaya Ciungwanara, Karangkamulyan, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Minggu (9/9). (Sumber: ANTARA FOTO | Foto: Adeng Bustomi/kye/18)
Tokoh adat mengikuti prosesi perayaan HUT Gong Perdamaian Dunia atau Pesona Galuh Nagari di Situs Budaya Ciungwanara, Karangkamulyan, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Minggu (9/9). (Sumber: ANTARA FOTO | Foto: Adeng Bustomi/kye/18)

Budaya Kekerasan

Dalam konteks hari perdamaian dunia yang selalu diperingati setiap tanggal 21 September, khususnya di Indonesia dengan adanya Gong Perdamaian Nusantara di Kupang NTT sebagai simbol perdamaian di Tanah Air yang memiliki predikat negara toleran ini harus menjadi momentum yang tepat untuk terus belajar mendahulukan akhlak (baik, menghormati orang), menebarkan kedamaian, bukan malah menyebarluaskan perbedaan dan dengan sengaja memprovokasi perselisihan untuk menjadi konflik (horizontal, vertikal) kian bermunculan.

Dengan tingginya perilaku, intoleransi, kekerasan atas nama agama di bumi Nusantara ini menjadi bukti atas memudarkan sebutan Indonesia sebagai negara yang aman, rukun dan damai.

Dalam Siaran Pers SETARA Institute, Jakarta (25 Mei 2025) melaporkan sepanjang tahun 2024, mencatat adanya 260 peristiwa dan 402 tindakan pelanggaran KBB. Jumlah ini menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu 217 peristiwa dengan 329 tindakan pada 2023. 159 tindakan di antaranya dilakukan oleh aktor negara, sedangkan 243 tindakan dilakukan oleh aktor non negara.

Secara umum, terdapat tiga highlight kondisi KBB 2024: Pertama, tingginya tindakan intoleransi (73) oleh masyarakat, dan tindakan diskriminatif (50) oleh negara. Angka ini mengalami lonjakan cukup signifikan jika dibandingkan tahun 2023 dengan tindakan intoleransi (26) dan diskriminatif (23).

Kedua, maraknya penggunaan pasal penodaan agama dari 15 kasus 1 pada 2023, angka ini melonjak hampir dua kali lipat menjadi 42 kasus di tahun 2024. Di antaranya, kasus pendakwaan (7) dan penetapan tersangka penodaan agama (7) dilakukan oleh aparat negara, Kemudian 29 kasus pelaporan penodaan agama oleh masyarakat.

Ketiga, gangguan terhadap pendirian dan operasionalisasi tempat ibadah. Meskipun jumlah gangguan menurun dari 65 kasus pada 2023 menjadi 42 kasus pada 2024, angka ini masih menunjukkan permasalahan pendirian tempat ibadah belum terselesaikan secara sistemik.

Dalam konteks wilayah, jika di tahun 2023 Jawa Barat menjadi provinsi paling banyak membukukan pelanggaran, di tahun 2024 Tanah Pasundan kembali membukukan pelanggaran tertinggi dengan 38 peristiwa. Sementara Jawa Timur 234 peristiwa, DKI Jakarta 31 peristiwa, Sumatera Utara 29 peristiwa, Sulawesi Selatan dengan 18 peristiwa, dan Banten dengan 17 peristiwa. (www.setara-institute.org)

Alexandre Pettelier dan Jacques Bertrand bersama siswa Madrasah Muallim Persis Man'baul Huda saat berfoto bersama. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Anggun Nindita)
Alexandre Pettelier dan Jacques Bertrand bersama siswa Madrasah Muallim Persis Man'baul Huda saat berfoto bersama. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Anggun Nindita)

Ingat, persoalan terbesar dalam dunia pendidikan saat ini adalah budaya kekerasan yang hadir dan mempengaruhi perkembangan karakter seseorang, baik yang langsung ditunjukkan oleh sekelompok orang yang memaksakan kehendaknya kepada orang lain. Cara dan simbol kekerasan juga secara masif dikampanyekan lewat berbagai media, seperti televisi atau permainan elektronik.

Pengalaman konflik (maraknya budaya kekerasan) ini menuntut peran penting guru dalam mengembangkan budaya perdamaian melalui pendidikan perdamaian.

Dokumen UNESCO menyebutkan bahwa pendidikan perdamaian adalah upaya untuk menciptakan budaya damai, yaitu proses menumbuhkembangkan nilai, sikap, perilaku, dan pandangan hidup yang berdasar pada pandangan antikekerasan, menghormati hak asasi dan kebebasan, toleransi dan solidaritas, saling berbagi dan komunikasi.

Esensi dari perdamaian adalah antikekerasan dalam menyelesaikan masalah dan selalu mengedepankan dialog dan menghargai orang lain, maka dalam suasana kegiatan belajar di kelas atau di luar kelas seorang pendidik juga menghindari cara kekerasan dalam menghadapi dinamika anak didiknya.

Salah satu kunci untuk mencapai hidup harmonis dan rukun antarsesama adalah dengan menghargai perbedaan serta menghormati sesama yang berlatarbelakang berbeda. Sebab, dalam ajaran agama, manusia diciptakan Tuhan memang berbeda. Namun perbedaan bukanlah sebuah alasan menciptakan permusuhan, apalagi dengan peperangan, baik atas nama suku atau agama.

Oleh sebab itu, salah satu prinsip yang mesti terus dipegang untuk menciptakan perdamaian adalah mencintai perdamaian itu sendiri.

Dalam ajaran agama Islam, ada hal yang sangat menarik untuk kita cermati dalam penamaan agama Islam dan pengikutnya sebagai muslim. Kata Islam berasal dari kata salam yang secara harfiah berarti selamat, damai dan sejahtera. Misi universal Islam adalah membawa rahmat bagi sekalian alam (QS al-Anbiya’ [21]: 107).

Rahmat yang dijanjikan Islam ini bermakna adanya kedamaian. Kehidupan damai menurut Islam terbuka kepada semua individu, komunitas, ras, pemeluk agama, dan bangsa yang mendambakannya.

Betapa tingginya muatan ajaran sosial dalam Islam, dalam sebuah hadis Rasulullah saw bersabda: “Berilah salam kepada orang yang kaukenal atau yang tidak kaukenal.” Artinya, dalam berbuat baik kepada orang lain, kita harus menunjukkan rasa kemanusiaan yang setinggi-tingginya.

Allah adalah Damai, salam (QS al-Hasyr [59]: 23), sumber kedamaian dan sasaran aktivitas damai (HR Muslim, Turmudzi dan Nasa’i).

Salam merupakan lambang kemanusiaan, lambang perdamaian. Dengan mengucapkan “assalam-u ‘alaykum wa rahmat-u ‘llah” (semoga keselamatan dan rahmat Allah dilimpahkan kepada kalian semua), kita ingin semuanya mendapatkan limpahan keselamatan, tidak menyisakan ego mencari selamat sendiri. (Budhy Munawar-Rachman [Penyunting] Jilid I1, 2015:17-19)

Masjid Raya Al Jabbar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Masjid Raya Al Jabbar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Kemuliaan Akhlak

Rasul adalah teladanmu. Teladan di segala bidang, termasuk teladan dalam kemuliaan akhlak. Satu hal yang tidak disukai Rasulullah adalah bermusuhan dengan siapa pun. Nabi Muhammad saw memilih berdamai ketika ada orang kafir yang ingin berdamai. Pasalnya, Rasul itu penebar cinta damai.

Kalau pun harus berperang dengan musuh, ini adalah jalan terakhir untuk mempertahankan kebenaran. Pada saat Muhammad dicaci maki seorang pengemis buta yang membenci Islam dan dirinya, dengan sabar Rasul menyuapinya.

Coba saja kejadian ini menimpamu, saya jamin ketika dicaci maki oleh seseorang, kamu akan mencaci maki, kamu aka menabuh genderang perang dengannya, bahkan ada yang bermusuhan seumur hidup.

Ketika kamu bertengkar dengan seseorang, misalnya hal ini kerap menciptakan permusuhan sengit. Kamu tidak pernah menyapanya selalu mengabaikannya dan apa pun yang dilakukannya buruk di matamu.

Akan tetapi, Baginda Rasul mah orangnya nggak begitu. Ketika dicaci maki dan dijelek-jelekin namanya, beliau tidak serta merta menjauhi orang tersebut. Malahan dengan penuh kasih sayang, Nabi mendekatinya dan memberikan pelayanan memuaskan sehingga orang tersebut sadar. Muhammad menyuapi orang buta yang membencinya dengan segenap keikhlasan.

Subhanallah, mulia banget akhlak dan kepribadian kekasih kita Muhammad saw, sehingga lakunya membuat orang lain terpukau, tutur katanya menentramkan jiwa dan dari bibirnya selalu terucap kebaikan.

Nabi Muhammad saw tidak pernah membalas kekerasan dengan kekerasan, kebencian dengan kebencian dan caci maki dengan caci maki kembali. Beliau selalu membalas kekerasan dengan kelembutan, kebencian dengan kecintaan dan caci maki dengan perhatian.

Subhanallah, sungguh mulia junjunan kita, nabi Muhammad yang dihormati kawan, dihargai sahabat dan dimuliakan umatnya sepanjang zaman. (@Nashihatku,2016:39-42).

Dengan demikian, mendahulukan akhlak baik dalam setiap menyelesaikan perselisihan, pertikaian, konflik, kekerasan dengan cara menghormati atas segala perbedaan agama, kepercayaan, suku, berprasangka baik dan berlomba-lomba dalam kebajikan ini harus menjadi cita-cita bersama untuk mewujudkan kehidupan yang rukun, damai, adil dan sejahtera. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Ibn Ghifarie
Tentang Ibn Ghifarie
Pegiat kajian agama dan media di Institute for Religion and Future Analysis (IRFANI) Bandung.

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 28 Sep 2026, 12:24

Ayam Bekakak: Eksplorasi Gastronomi, Akar Historis, dan Filosofi Budaya Sunda

Dalam peta kuliner Tatar Pasundan, Ayam Bekakak (atau Bakakak Hayam) bukan sekadar sajian pemuas lapar.

Ayam Bekakak (atau Bakakak Hayam), hidangan ayam panggang utuh khas Tatar Pasundan. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: amrufm)
Ayo Netizen 28 Sep 2026, 11:19

Sesi Cukur Malam

Berkisah pembicaraan dua orang sobat, tukang cukur dan pelanggannya yang seorang dosen. Mereka menggosipkan mengenai kesialan-kesialan nasib karib mereka semasa SMA.

Sesi Cukur Malam. (Sumber: Chat GPT)
Ayo Netizen 28 Sep 2026, 07:40

Gunta Akhiri: Mewujudkan Rumah Besar Para Insinyur Kota Bandung

Tantangan besar ketersediaan Insinyur Profesional mesti segera diatasi

Ilustrasi Ketua PII  Cabang Bandung, Gunta Akhiri dan Ketum PII Pusat, Ilham Akbar Habibie (Sumber: dikreasi dengan chatgpt | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 27 Sep 2026, 19:12

Eksplorasi Gastronomi Bandung: Menyingkap Jejak Rasa, Sejarah, dan Warisan Budaya Pasundan

Memahami kuliner Bandung bukan sekadar aktivitas konsumsi, melainkan sebuah penelusuran antropologis terhadap budaya Pasundan yang menempatkan harmoni alam di atas piring saji.

Soto Bandung tampil unik dengan kuah bening kaldu sapi sebagai pembeda dari soto bersantan di daerah lain, dipadukan secara khas dengan potongan lobak. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Gunawan Kartapranata)
Ayo Netizen 27 Sep 2026, 16:09

Jalan yang Benar di 'Google Maps' Belum Tentu Benar bagi Kendaraan Kita

Google Maps tidak berada di balik kemudi. Ia tidak tahu secara langsung apakah kendaraan tertentu membawa muatan berlebih atau apakah mesin kendaraan sedang prima.

Google Maps (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung.com)
Ayo Netizen 27 Sep 2026, 10:36

Cuma Rp216 Bisa Keliling Bandung! Merayakan Ulang Tahun Kota Kembang Naik Bandros dan TMB

Pemerintah Kota Bandung memberikan kado spesial kepada seluruh warga dan wisatawan dalam rangka merayakan Hari Jadi Kota Bandung (HJKB) ke-216.

Salah satu video Youtube Boby Rachma "BANDUNG TOUR ON BUS!! KELILING KOTA BANDUNG NAIK BANDROS!!".
Ayo Netizen 27 Sep 2026, 10:06

Ekstrakurikuler yang Membahagiakan sebagai Resiliensi Pendidikan Berkelanjutan

Hadirnya pembelajaran ekstrakurikuler bagi murid diwujudkan dengan kegiatan yang lebih tepat dan memberi ruang bagi murid untuk mengekspresikan dirinya sesuai dengan hobi atau minat bakatnya.

Ilustrasi murid sekolah negeri. (Sumber: Pexels/Yazid N)
Ayo Netizen 27 Sep 2026, 08:26

Kamera Dulu, Peluk dan Tolong Kemudian

Fenomena masyarakat modern yang lebih mengutamakan kamera dan dokumentasi dibandingkan dengan mengutamakan empati.

Fenomena yang sering terjadi pada masyarakat modern yang menjadikan dokumentasi satu-satunya yang penting ketika terjadi sesuatu (Sumber: Generated AI)
Beranda 26 Sep 2026, 11:23

46 Kilometer Jalan yang Melintasi Kota Bandung Ini Bukan Milik Pemkot

Berdasarkan dokumen itu, sebagian besar ruas jalan nasional yang melintasi Kota Bandung tersebut membentang dari barat ke timur.

Jalan Soekarno Hatta membentang sejauh 18 kilometer dari timur ke barat di kawasan selatan Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 25 Sep 2026, 19:46

MJT: Program Pemerintah Jawa Barat yang Cukup Solutif untuk Mengurangi Kemacetan

Metro Jabar Trans menjadi program yang cukup bermanfaat untuk meminimalisir kemacetan juga alternatif kendaraan umum yang terjangkau bagi masyarakat

Metro Jabar Trans menjadi salah satu transportasi umum pilihan masyarakat (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Netizen 25 Sep 2026, 18:19

Menonton Film di Bioskop Legendaris Bandung Era 90-an

Jauh sebelum bioskop hadir di dalam pusat perbelanjaan dan sinepleks modern, Bandung memiliki banyak gedung bioskop yang menjadi bagian dari denyut kehidupan kota.

Penulis berdiri di seberang bekas Bioskop Dian, Jalan Dalem Kaum, tepat di seberang kawasan Alun-Alun Bandung. (Sumber: Agus Wahyudi)
Ayo Netizen 25 Sep 2026, 17:24

Apa yang Salah Ketika Kekerasan Dipertontonkan di Sosial Media secara Vulgar?

Tontonan pada konten media sosial kini banyak yang mempertontonkan kekerasan secara vulgar. Nilai-nilai humanistik kian tergerus. Apakah kita bisa bijak dan memikirkan dampaknya untuk masa depan?

Ilustrasi korban kekerasan. (Sumber: Pexels | Foto: Daniel Reche)
Ayo Netizen 25 Sep 2026, 16:50

Nilai Diri 'Dus Obat' dalam Perspektif Industri Farmasi

Dus obat yang sering kita sepelekan ternyata tidak sesederhana yang kita pikirkan karena perlu spesifikasi tertentu saat diproduksi.

Dus Obat. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Seni Budaya 25 Sep 2026, 15:21

Mengenal Makna Kehidupan Melalui Batik

Legenda Ki Bahu Reksa dihadirkan melalui empat panel batik tulis Pekalongan yang menggambarkan perjalanan hidup manusia.

Luqiani Octa Pratiwi menghidupkan legenda Ki Bahu Reksa melalui wayang beber dan batik tulis khas Pekalongan. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 25 Sep 2026, 15:17

Membenahi Kompetensi Sopir, Atasi Jalur Tengkorak di Bandung Raya

Regulasi mewajibkan pemerintah menjamin penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan bagi pengemudi

Ilustrasi jalur tengkorak di Bandung Raya. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 25 Sep 2026, 13:32

Api Biru Papandayan: Ketika Foto Indah Justru Bisa Menyimpan Bahaya

Foto yang baik tidak harus menjadi bukti bahwa fotografer berhasil mengalahkan jarak.

Fenomena blue fire. (Sumber: kemenparekraf.go.id)
Ayo Netizen 25 Sep 2026, 10:19

Jejak Kuliner Nusantara: Telaah Literatur Resep Masakan Indonesia Pascakemerdekaan (1950–1979)

Secara keseluruhan, literatur resep masakan kurun 1950 hingga 1979 berhasil meletakkan fondasi kokoh bagi kebudayaan Indonesia modern.

Di antara buku-buku resep masakan yang terbit pada kurun 1950 hingga 1979 telah berhasil meletakkan fondasi kokoh bagi kebudayaan Indonesia modern. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Ayo Netizen 25 Sep 2026, 08:28

Kado Istimewa Hari Jadi Kota Bandung:  Penghargaan Nasional Layanan Investasi

Pada semester pertama tahun 2026 telah mencatatkan angka investasi yang sangat impresif, yaitu melampaui Rp 6 triliun

Penghargaan Nasional Layanan Investasi 2026 untuk  kota Bandung (Sumber: dok bandung.go.id)
Ayo Netizen 24 Sep 2026, 20:45

Becak Listrik Bandung dan Penyakit Lama Kebijakan Publik

Becak listrik adalah alat produksi. Ia menghasilkan uang hanya ketika bergerak dan membawa penumpang. Kalau baterai habis, ada risiko pendapatan hilang.

Becak listrik bantuan Presiden tiba di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayobandung)
Ayo Netizen 24 Sep 2026, 18:56

Koleksi Media Cetak Lawas: Merawat Ingatan dan Sumber Pengetahuan 

Di tengah derasnya arus informasi digital yang serba cepat dan instan, koleksi media cetak lawas menghadirkan cara lain untuk memahami perjalanan bangsa.

Mahasiswa Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, melakukan penelitian terhadap surat kabar Pikiran Rakyat edisi lawas. (Foto: Kin Sanubary)