'Proyek Besar' Putri Kusuma Wardani Mengalahkan 4 Pemain Top Dunia

4 menit baca
Dudung Ridwan
Ditulis oleh Dudung Ridwan diterbitkan
Pebulu tangkis Indonesia, Putri Kusuma Wardani. (Sumber: Dok. PBSI)
Pebulu tangkis Indonesia, Putri Kusuma Wardani. (Sumber: Dok. PBSI)

DI SAAT andalan bulu tangkis Tunggal Putri Indonesia Gregoria Mariska Tunjung absen di beberapa turnamen karena sakit vertigo, kabar baik kembali datang dari Putri Kusuma Wardani, pelapis kedua sektor Tunggal Putri. 

Putri KW, panggilan akrabnya, melaju ke semifinal Korea Open 2025 Super 500, di Suwon Gymnasium, Suwon, Korea Selatan, 23-28 September 2025. 

Di perempatfinal, ia mengandaskan harapan salah satu andalan tuan rumah, Kim Ga Eun 21-6, 21-15. Di semifinal Sabtu siang ini, Putri KW akan berhadapan dengan Juara Dunia 2025 asal Jepang, Akane Yamaguchi.

“Alhamdulillah, secara keseluruhan cukup senang bisa menang dari wakil tuan rumah dan ke semifinal. Tekanan penonton memang ada tapi saya coba fokus dengan pengembalian bola. Kim Ga Eun memiliki bola atas yang cukup menyulitkan. Karena itu, saya tidak banyak mengangkat,” katanya dikutip dari laman PBSI.

“Menghadapi Akane besok (hari ini), saya ingin memperbaiki permainan sebelumnya dan pasti ada rasa penasaran ingin menang. Saya harus menguatkan pikiran dan tidak banyak mati sendiri,” katanya.

Ya, Akane Yamaguchi lagi. Akane Yamaguchi lagi yang menjadi batu sandungan Putri KW. Di dua bulan terakhir ini, pemain lincah asal Jepang itu selalu menghadang laju Putri KW. 

Pertama, di Kejuaraan Dunia 2025 di Adidas Arena, Paris, Prancis, Putri KW harus puas meraih medali perunggu setelah di semifinal takluk kepada Akane dengan rubber set 17-21, 21-14, 6-21. Kedua, di China Masters, pekan kemarin, Putri KW dikalahkan Akane dua gim langsung 14-21, 11-21 pada perempat final.

Kabid Binpres PP PBSI Eng Hian menilai permainan Putri KW sudah di jalur yang diinginkan. Hanya saja, Putri masih harus mengasah kekuatan fisik dan pukulan.

"Putri menurut saya sudah berada di fase yang dia sudah yakin dengan pola permainannya sendiri. Tinggal kita menambah pengalaman bertanding, kemudian mempersiapkan strategi yang lebih baik untuk menghadapi perubahan permainan lawan. Contohnya seperti kemarin pada saat menghadapi Akane Yamaguchi," ujar Eng Hian. "Untuk kekuatan fisik dan penambahan ketajaman teknik pukulan pastinya juga akan menjadi bagian yang akan ditambahkan."

Sementara itu, Imam Tohari, pelatih Putri KW, mengatakan, pekerjaan rumah Putri Kusuma Wardani adalah bagaimana mengalahkan pemain di top empat saat ini. "Kemarin memang saya melihat ada kekurangan keyakinan dari Putri saat melawan Akane. PR dia memang bagaimana menembus empat pemain di top ini. An Se Young, Wang Zhi Yi, Akane, dan Chen Yu Fei," kata Imam dalam rilis PBSI.

"Dengan level mereka dan kayanya variasi permainan, Putri kadang masih tidak siap dengan perubahan pola dan tempo lawan. Ini yang memang sedang saya tingkatkan untuk dia. Bagaimana nantinya dia juga bisa bermain dengan tempo. Kadang cepat, kadang pelan," kata Imam.

Di Korea Open, Imam mematok target Putri KW melaju ke semifinal dan ini sudah tercapai. “Saya berharap dia bisa memberikan perlawanan yang lebih baik kepada Akane. Syukur-syukur bisa tembus ke fina," tutup Imam.

Profil Putri Kusuma Wardani

Putri Kusuma Wardani adalah seorang atlet bulutangkis Indonesia yang berasal dari klub PB Exist Jakarta. (Sumber: Dok. PBSI)
Putri Kusuma Wardani adalah seorang atlet bulutangkis Indonesia yang berasal dari klub PB Exist Jakarta. (Sumber: Dok. PBSI)

Putri Kusuma Wardani adalah seorang atlet bulutangkis Indonesia yang berasal dari klub PB Exist Jakarta. Atlet kelahiran Tangerang, 20 Juli 2002 itu, ikut berlatih di klub PB Exist Jakarta sejak ia masuk ke pusat latihan klub tersebut pada 2018. Selain sebagai atlet, Putri Kusuma Wardani juga merupakan seorang polisi wanita dengan pangkat bripda. 

Pada 2018, Putri KW terpilih sebagai anggota tim nasional dalam Kejuaraan Bulu Tangkis Junior Asia 2018 dan Kejuaraan Dunia Junior BWF 2018. 

Pada 2019, Putri lolos sebagai finalis di turnamen Grand Prix Junior yang diselenggarakan oleh Jaya Raya Junior International. Ia meraih gelar pertamanya ketika ia memenangi Jakarta Junior International Series. 

Pada Kejuaraan Dunia Junior BWF 2019, ia membantu tim Indonesia dalam memenangi Piala Suhandinata untuk pertama kalinya. Pada kompetisi tersebut, tim Indonesia mengalahkan tim Tiongkok di babak final.

Pada 2021, Putri meraih gelar juara Super 300 pertamanya di Spain Masters saat berusia 18 tahuh. Pada turnamen tersebut, ia mengalahkan Line Christophersen dari Denmark di babak final.

Putri Kusuma Wardani membawa pulang medali perunggu dari Kejuaraan Dunia BWF 2025. Di podium, Putri KW berdiri bersama dengan Akane Yamaguchi yang meraih medali emas, Chen Yu Fei (perak), dan An Se Young (perunggu). 

Sektor Tunggal Putri kembali menjadi penyelamat bulu tangkis Indonesia di turnamen akbar setelah tahun lalu Gregoria Mariska Tunjung meraih medali perunggu di Olimpiade 2024 di arena yang sama.

Kini, Putri Kusuma Wardani berada di rangking 7 dunia menggeser Gregoria Mariska Tunjung. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Dudung Ridwan
Tentang Dudung Ridwan
Jurnalis dan Pengamat Bulutangkis

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 28 Sep 2026, 12:24

Ayam Bekakak: Eksplorasi Gastronomi, Akar Historis, dan Filosofi Budaya Sunda

Dalam peta kuliner Tatar Pasundan, Ayam Bekakak (atau Bakakak Hayam) bukan sekadar sajian pemuas lapar.

Ayam Bekakak (atau Bakakak Hayam), hidangan ayam panggang utuh khas Tatar Pasundan. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: amrufm)
Ayo Netizen 28 Sep 2026, 11:19

Sesi Cukur Malam

Berkisah pembicaraan dua orang sobat, tukang cukur dan pelanggannya yang seorang dosen. Mereka menggosipkan mengenai kesialan-kesialan nasib karib mereka semasa SMA.

Sesi Cukur Malam. (Sumber: Chat GPT)
Ayo Netizen 28 Sep 2026, 07:40

Gunta Akhiri: Mewujudkan Rumah Besar Para Insinyur Kota Bandung

Tantangan besar ketersediaan Insinyur Profesional mesti segera diatasi

Ilustrasi Ketua PII  Cabang Bandung, Gunta Akhiri dan Ketum PII Pusat, Ilham Akbar Habibie (Sumber: dikreasi dengan chatgpt | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 27 Sep 2026, 19:12

Eksplorasi Gastronomi Bandung: Menyingkap Jejak Rasa, Sejarah, dan Warisan Budaya Pasundan

Memahami kuliner Bandung bukan sekadar aktivitas konsumsi, melainkan sebuah penelusuran antropologis terhadap budaya Pasundan yang menempatkan harmoni alam di atas piring saji.

Soto Bandung tampil unik dengan kuah bening kaldu sapi sebagai pembeda dari soto bersantan di daerah lain, dipadukan secara khas dengan potongan lobak. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Gunawan Kartapranata)
Ayo Netizen 27 Sep 2026, 16:09

Jalan yang Benar di 'Google Maps' Belum Tentu Benar bagi Kendaraan Kita

Google Maps tidak berada di balik kemudi. Ia tidak tahu secara langsung apakah kendaraan tertentu membawa muatan berlebih atau apakah mesin kendaraan sedang prima.

Google Maps (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung.com)
Ayo Netizen 27 Sep 2026, 10:36

Cuma Rp216 Bisa Keliling Bandung! Merayakan Ulang Tahun Kota Kembang Naik Bandros dan TMB

Pemerintah Kota Bandung memberikan kado spesial kepada seluruh warga dan wisatawan dalam rangka merayakan Hari Jadi Kota Bandung (HJKB) ke-216.

Salah satu video Youtube Boby Rachma "BANDUNG TOUR ON BUS!! KELILING KOTA BANDUNG NAIK BANDROS!!".
Ayo Netizen 27 Sep 2026, 10:06

Ekstrakurikuler yang Membahagiakan sebagai Resiliensi Pendidikan Berkelanjutan

Hadirnya pembelajaran ekstrakurikuler bagi murid diwujudkan dengan kegiatan yang lebih tepat dan memberi ruang bagi murid untuk mengekspresikan dirinya sesuai dengan hobi atau minat bakatnya.

Ilustrasi murid sekolah negeri. (Sumber: Pexels/Yazid N)
Ayo Netizen 27 Sep 2026, 08:26

Kamera Dulu, Peluk dan Tolong Kemudian

Fenomena masyarakat modern yang lebih mengutamakan kamera dan dokumentasi dibandingkan dengan mengutamakan empati.

Fenomena yang sering terjadi pada masyarakat modern yang menjadikan dokumentasi satu-satunya yang penting ketika terjadi sesuatu (Sumber: Generated AI)
Beranda 26 Sep 2026, 11:23

46 Kilometer Jalan yang Melintasi Kota Bandung Ini Bukan Milik Pemkot

Berdasarkan dokumen itu, sebagian besar ruas jalan nasional yang melintasi Kota Bandung tersebut membentang dari barat ke timur.

Jalan Soekarno Hatta membentang sejauh 18 kilometer dari timur ke barat di kawasan selatan Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 25 Sep 2026, 19:46

MJT: Program Pemerintah Jawa Barat yang Cukup Solutif untuk Mengurangi Kemacetan

Metro Jabar Trans menjadi program yang cukup bermanfaat untuk meminimalisir kemacetan juga alternatif kendaraan umum yang terjangkau bagi masyarakat

Metro Jabar Trans menjadi salah satu transportasi umum pilihan masyarakat (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Netizen 25 Sep 2026, 18:19

Menonton Film di Bioskop Legendaris Bandung Era 90-an

Jauh sebelum bioskop hadir di dalam pusat perbelanjaan dan sinepleks modern, Bandung memiliki banyak gedung bioskop yang menjadi bagian dari denyut kehidupan kota.

Penulis berdiri di seberang bekas Bioskop Dian, Jalan Dalem Kaum, tepat di seberang kawasan Alun-Alun Bandung. (Sumber: Agus Wahyudi)
Ayo Netizen 25 Sep 2026, 17:24

Apa yang Salah Ketika Kekerasan Dipertontonkan di Sosial Media secara Vulgar?

Tontonan pada konten media sosial kini banyak yang mempertontonkan kekerasan secara vulgar. Nilai-nilai humanistik kian tergerus. Apakah kita bisa bijak dan memikirkan dampaknya untuk masa depan?

Ilustrasi korban kekerasan. (Sumber: Pexels | Foto: Daniel Reche)
Ayo Netizen 25 Sep 2026, 16:50

Nilai Diri 'Dus Obat' dalam Perspektif Industri Farmasi

Dus obat yang sering kita sepelekan ternyata tidak sesederhana yang kita pikirkan karena perlu spesifikasi tertentu saat diproduksi.

Dus Obat. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Seni Budaya 25 Sep 2026, 15:21

Mengenal Makna Kehidupan Melalui Batik

Legenda Ki Bahu Reksa dihadirkan melalui empat panel batik tulis Pekalongan yang menggambarkan perjalanan hidup manusia.

Luqiani Octa Pratiwi menghidupkan legenda Ki Bahu Reksa melalui wayang beber dan batik tulis khas Pekalongan. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 25 Sep 2026, 15:17

Membenahi Kompetensi Sopir, Atasi Jalur Tengkorak di Bandung Raya

Regulasi mewajibkan pemerintah menjamin penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan bagi pengemudi

Ilustrasi jalur tengkorak di Bandung Raya. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 25 Sep 2026, 13:32

Api Biru Papandayan: Ketika Foto Indah Justru Bisa Menyimpan Bahaya

Foto yang baik tidak harus menjadi bukti bahwa fotografer berhasil mengalahkan jarak.

Fenomena blue fire. (Sumber: kemenparekraf.go.id)
Ayo Netizen 25 Sep 2026, 10:19

Jejak Kuliner Nusantara: Telaah Literatur Resep Masakan Indonesia Pascakemerdekaan (1950–1979)

Secara keseluruhan, literatur resep masakan kurun 1950 hingga 1979 berhasil meletakkan fondasi kokoh bagi kebudayaan Indonesia modern.

Di antara buku-buku resep masakan yang terbit pada kurun 1950 hingga 1979 telah berhasil meletakkan fondasi kokoh bagi kebudayaan Indonesia modern. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Ayo Netizen 25 Sep 2026, 08:28

Kado Istimewa Hari Jadi Kota Bandung:  Penghargaan Nasional Layanan Investasi

Pada semester pertama tahun 2026 telah mencatatkan angka investasi yang sangat impresif, yaitu melampaui Rp 6 triliun

Penghargaan Nasional Layanan Investasi 2026 untuk  kota Bandung (Sumber: dok bandung.go.id)
Ayo Netizen 24 Sep 2026, 20:45

Becak Listrik Bandung dan Penyakit Lama Kebijakan Publik

Becak listrik adalah alat produksi. Ia menghasilkan uang hanya ketika bergerak dan membawa penumpang. Kalau baterai habis, ada risiko pendapatan hilang.

Becak listrik bantuan Presiden tiba di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayobandung)
Ayo Netizen 24 Sep 2026, 18:56

Koleksi Media Cetak Lawas: Merawat Ingatan dan Sumber Pengetahuan 

Di tengah derasnya arus informasi digital yang serba cepat dan instan, koleksi media cetak lawas menghadirkan cara lain untuk memahami perjalanan bangsa.

Mahasiswa Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, melakukan penelitian terhadap surat kabar Pikiran Rakyat edisi lawas. (Foto: Kin Sanubary)