Duo Bandung Kembali ‘Mengguncang’ China

3 menit baca
Dudung Ridwan
Ditulis oleh Dudung Ridwan diterbitkan
Fajar Alfian (depan) Muhammad Shohibul Fikri (belakang). (Sumber: Dok. PBSI)
Fajar Alfian (depan) Muhammad Shohibul Fikri (belakang). (Sumber: Dok. PBSI)

DUO Bandung, pasangan bulu tangkis ganda putra yang mewakili Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, kembali “mengguncang” China. Setelah kedua pemain asal klub SGS Bandung itu menjuarai China Open 2025 Super 1000 Juli 2025 lalu, kini mereka “berulah lagi” dengan maju ke semifinal China Master Super 750 di Shenzhen Arena, Shenzhen, China. 

Di perempatfinal, Fajar/Fikri menundukkan lawan yang bukan kaleng-kaleng, unggulan 3 asal Malaysia, Goh Sze Fei/Nur Izzuddin, dua gim langsung 21-16, 21-11. Kemenangan ini sekaligus merupakan partai balas dendam saat Fajar/Fikri—saat baru dipasangkan--kalah di Japan Open 2025 Juni lalu dari pasangan Malaysia yang saat itu merupakan unggulan pertama. Ketika itu Fajar/Fikri takluk di babak 8 besar, 13-21, 21-17, 20-22.

Melalui laman resmi PBSI, Fajar Alfian, atlet asal Majalaya itu, mengemukakan kegembiraannya,Pasti senang bisa kembali ke semifinal. Tidak mudah perjalanan dari babak pertama tapi kami menikmati setiap prosesnya, setiap harinya. Komunikasi saya dengan Fikri serta pelatih terus berjalan lancar sehingga bisa menampilkan yang terbaik, semoga bisa terus lebih baik.”

Sementara, Muhammad Shohibul Fikri mengatakan,Kami mempelajari lagi permainan mereka (Goh Sze Fei/Nur Izzuddin) lalu coba dieksekusi hari ini. Ketika kami sudah bisa memimpin beberapa poin itu menaikkan kepercayaan diri dan bisa lebih tenang.”

Besok, Sabtu, 20 September 2025, di semifinal Fajar/Rian akan menghadapi antara Kim/Seo (Korea) atau Hoki/Kobayashi (Jepang). Tidak ada pilihan yang mudah. Kim/Seo dengan performa luar biasa tahun ini, dengan juara All England, juara dunia, dan sederet gelar lainnya pasti tampil percaya diri. 

Sementara bila bertemu Hoki/Kobayashi, masih hangat di kejuaraan Dunia kemarin di Paris. ”Saya dan Rian kalah dari mereka. Cukup penasaran untuk rematch. Siapa pun lawannya kami harus siap dan pantang menyerah tapi yang terpenting bisa bermain enjoy,” Kata Fajar.

Pasangan Fajar/Fikri—yang kembali dipasangkan PBSI--ini sangat dinanti dan dirindukan publik China. Mereka begitu penasaran dan sekaligus memuji setinggi langit permainan Fajar/Fikri yang dinilainya baru. Permainan Fajar/Fikri tak mengumbar banyak smesh keras dan lebih mempertontonkan kecepatan bola-bola drive dan kehebatan keduanya bermain di depan net. 

Tak sekadar itu, publik China ingin melihat aksi balas dendam jagoan mereka atas kekalahan di China Open Juli lalu, wabil khusus, Liang Wei Keng/Wang Chang. Tapi, alih-alih melihat dua hal itu, publik China justru melihat para jagoan mereka dipermalukan untuk kedua kalinya oleh Fajar/Fikri.

Fajar Alfian (Kiri) dan Muhammad Shohibul Fikri. (Sumber: Dok. PBSI)
Fajar Alfian (Kiri) dan Muhammad Shohibul Fikri. (Sumber: Dok. PBSI)

Di babak pertama, Fajar/Fikri bersua wakil tuan rumah China Huang Di/Liu Yi. Tampil di Shenzhen Arena, Fajar/Fikri menang dua gim langsung dengan skor 21-10, 21-17 hanya dalam tempo 33 menit.

Kemudian, di babak 16 besar, Fajar/Fikri menaklukkan unggulan tuan rumah Liang Wei Keng/Wang. Keganasan kombinasi baru Tanah Air ini membuat Liang/Wang yang pekan lalu baru saja jadi juara Hong Kong Open 2025 harus rela dipermalukan kedua kalinya di depan publik sendiri. Sempat lambat panas, Fajar/Fikri berhasil bangkit di gim kedua dan tampil dominan di gim ketiga hingga mengunci kemenangan lewat rubber game

Menengok ke belakang, tak ada yang menyangka pasangan Fajar/Fikri yang banyak dicibir netizen itu bisa melangkah sejauh ini. Bagi Fajar, bisa jadi berpasangan dengan Fikri sekadar untuk mengisi “waktu senggang” karena partnernya, Rian Ardiyanto, absen cuti sebab harus menunggui dan menjaga istrinya melahirkan anak pertamanya. 

Baca Juga: Hadiah untuk Mendiang Legenda Bulutangkis Iie Sumirat dari Duo Bandung

Sementara bagi Muhammad Shohibul Fikri, bisa jadi ia manut saja keputusan pelatihnya. Bagas, partner tetapnya, sudah berpasangan dengan Leo. Sedangkan Daniel Martin, partner berikutnya, masih berkutat dengan cedera. Dan bagi Fikri, berpasangan dengan siapa pun sebenarnya oke oke saja.

Dengan Bagas, pernah juara All England 2022. Juga dengan Daniel Martin prestasinya tidak buruk-buruk amat. Langsung tampil kompak, Daniel/Fikri sukses memberikan kejutan dan tampil konsisten di sepanjang BWF Asia Tour 2024. Tak pernah gugur di babak-babak awal. Sebab, Fikri dikenal sebagai tipe pemain yang mudah beradaptasi.

Kita nantikan langkah Fajar/Fikri selanjutnya. Akankah mereka terus melaju dan menjadi juara lagi di China? Kita doakan. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Dudung Ridwan
Tentang Dudung Ridwan
Jurnalis dan Pengamat Bulutangkis

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 11 Agu 2026, 20:01

Membaca Gaya Komunikasi di Balik Publikasi Koleksi Jam Tangan Edisi Khusus

Analisis ini berfokus pada cara perusahaan menyampaikan produknya kepada publik, bukan membahas spesifikasi produk secara rinci.

Ilustrasi iklan.
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 18:10

Menulis sebagai Cara Membangun Pengetahuan

Sebuah refleksi tentang menulis yang tidak berhenti pada keterampilan menyusun kata dan kalimat, tetapi melihat menulis sebagai bagian dari proses membangun pengetahuan dan membentuk cara berpikir.

Ilustrasi mengetik artikel dengan laptop. (Sumber: Unsplash | Foto: Sergey Zolkin)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 17:02

Indonesia Raya Tercipta di Bandung

Gagasan menciptakan lagu kebangsaan muncul setelah W.R. Soepratman membaca tantangan di majalah Timboel pada 1924.

Ilustrasi Wage Rudolf Soepratman. (Sumber: Ayobandung.id)
Beranda 11 Agu 2026, 16:53

Bandung Makin Panas di Siang dan Makin Dingin di Malam, Ada Apa dengan Suhu Kota?

Suhu Kota Bandung menunjukkan perubahan menarik. Siang makin panas dan malam tetap dingin. Pohon serta ruang hijau punya peran pent

Kota Bandung tampak seperti cekungan dengan dominasi kawasan pemukiman serta industri. Sementara bagian hijau sudah sangat kurang. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 16:08

Penyiaran Proklamasi Kemerdekaan di Bandung

Berita mengenai proklamasi kemerdekaan dengan cepat menyebar dan meluas dalam masyarakat Kota Bandung.

Jawa hokokai pada 1944. (Sumber: Polri.go.id)
Wisata & Kuliner 11 Agu 2026, 15:39

Panduan Wisata Telaga Biru Cicerem, Danau Jernih di Kaki Gunung Ciremai

Jelajahi Telaga Biru Cicerem, telaga alami dengan air biru kehijauan yang jernih, ikan warna-warni, dan panorama kaki Gunung Ciremai.

Telaga Biru Cicerem. (Sumber: Instagram @telagabiruciceremofficial)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 15:17

Dilema PKL: Tertib atau Mati Pelan-pelan

Data menunjukkan bahwa sektor informal, seperti PKL, masih menjadi tulang punggung tenaga kerja di Indonesia.

Petugas Satpol PP Kota Bandung menggunakan alat berat merobohkan bangunan liar dan lapak PKL di Jalan Ibrahim Adjie, Kiaracondong, Kota Bandung, Senin 10 Agustus 2026. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 13:48

Berjumpa dengan Bari Lukman, Pengibar Merah Putih Pertama di Bandung

Yang menarik, perjumpaan dengan Bari Lukman tidak diawali oleh pencarian seorang tokoh sejarah.

Bari Lukman (memegang bolpoin) bersama rekan-rekan wartawan di Bandung. (Sumber: Dokumentasi  Kin Sanubary)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 12:27

Jejak Memori Rijsttafel: Simfoni Akulturasi dan Potret Budaya Kolonial di Nusantara

Sebagai warisan budaya, Rijsttafel mengajak kita untuk melakukan penelusuran terhadap sebuah tradisi adiboga yang tumbuh di tengah ketegangan kolonialisme.

Momen rijsttafel pada tahun 1880-an. (Sumber: Collectie Stichting Nationaal Museum van Wereldculturen | Foto: Jhr. Josias Cornelis Rappard)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 08:58

Membangkitkan Kembali Pesawat Kebanggaan Indonesia 

Membangkitkan kembali pesawat asli Indonesia sebenarnya perwujudan yang logis bagi Indonesia, pemerintahan saat ini pun perlu mendanainya dengan sungguh-sungguh.

Kondisi Bandara Husein Sastranegara sebelum penerbangan dipindahkan. (Sumber: Ayobandung)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 18:19

Resensi Novel 'Permulaan Sebuah Musim Baru di Suriname': Kisah Jungkir Balik Sebuah Keluarga Jawa

Novel ini menceritakan tentang sebuah keluarga Jawa yang mencoba untuk mengadu nasib ke Suriname.

Buku "Permulaan Sebuah Musim Baru di Suriname". (Sumber: Ayobandung.id)
Bandung 10 Agu 2026, 17:54

Inovasi Kudapan Nostalgia, Cara Kuliner Lokal Bandung Bikin Biskuit Gabin Naik Kelas

Dinamika jajanan di Kota Bandung rasanya tidak pernah kehabisan akal untuk memanjakan lidah para pencintanya, tak terkecuali untuk inovasi biskuit gabin.

Biskuit gabin, kudapan sederhana yang akrab dengan memori masa kecil yang dapat panggung untuk tampil lebih modern dan kekinian. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 17:47

Berburu Buku Tahun 1980-an

Kilasan informasi masa tahun 1980-an tentang literasi yang dominasi membaca buku, koran, majalah, novel dan komik

Ilustrasi toko buku di Pasar Palasari. (Sumber: Ayobandung.id)
Wisata & Kuliner 10 Agu 2026, 17:47

Warung Perkedel Ibu Kokom, Hidden Gem Kuliner Bandung di Cimenyan

Warung Ibu Kokom menjadi destinasi kuliner favorit di Cimenyan berkat perkedel renyah, sambal terasi, dan terutama pemandanagan serta suasana alam yang sejuk.

Perkedel di Warung Ibu Kokom Cimenyan. (Sumber: Instagram @warung_ibukokom)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 16:24

Shrinkflation Tanda Inflasi Tersembunyi pada Suatu Negara

Shrinkflation adalah fenomena ekonomi ketika perusahaan mengurangi kuantitas atau ukuran suatu produk tanpa menaikkan harga jual secara langsung. Fenomena ini umumnya jarang diketahui oleh konsumen.

Ilustrasi shrinkflation dengan kemasan produk yang makin kecil akibat inflasi. (Sumber: Flickr | Foto: Brett Jordan)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 15:52

Makna Kemerdekaan untuk Kembalikan Esensi Pajak Penerangan Jalan di Bandung

Sangat ironis jika bulan kemerdekaan diwarnai dengan ruas jalan dan ruang publik yang gelap gulita.

Ilustrasi makna hari kemerdekaan untuk mengatasi kegelapan di ruas jalan dan ruang publik. (Sumber: Hasil kreasi dengan Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 12:51

Ketika Tuntutan Produktivitas dalam Hustle Culture Memicu Beban Mental Mahasiswa

Berangkat dari keresahan mahasiswa terhadap tuntutan selalu produktif, yang di mana sering disalahartikan sebagai keharusan selalu terlihat sibuk.

Seorang wanita duduk di atas tempat tidur sambil memegang bantal, dikelilingi kertas dan laptop, menunjukkan ekspresi stress. (Sumber: pexels | Foto: Ron Lach)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 11:12

Sawah, Kerbau (Baja), dan Kenangan

Munding boleh berganti traktor. Sawah bisa saja berubah wajah menjadi rumah, kos-kosan. Permainan anak-anak boleh berganti zaman. Tapi kenangan tentang kebersamaan semestinya tetap tumbuh

Asyiknya membajak sawah menggunakan kerbau dulu, kini digantikan perannya oleh traktor (Sumber: Instagram @kangnandarvlog)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 09:27

Kala Kemarahan Pejabat Jadi Konten Pemerintahan

Sebuah teguran langsung pejabat kepada bawahannya dan viral dapat membuat masyarakat merasa pemerintah hadir. Itu bukan sesuatu yang harus diremehkan.

Ilustrasi pejabat memarahi bawahan (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: AI Gemini)
Ayo Netizen 09 Agu 2026, 19:39

Dari Uang Tunai ke Sekali Klik dalam Perubahan Perilaku Keuangan Mahasiswa

Peralihan ke dompet digital mempermudah transaksi mahasiswa, namun berisiko memicu perilaku konsumtif.

Kemudahan transaksi dompet digital melalui pemindaian kode QR semakin efisien dan dekat dengan aktivitas harian mahasiswa. (Sumber: Pexels/Pavel Danilyuk)